Tampilkan postingan dengan label dorama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dorama. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Februari 2020

Top 10 Favourite J-drama Series

Seperti di entri tentang J-movie favorit, kali ini Blogger bikin entri tentang 10 serial drama Jepang favorit Blogger, tidak termasuk anime, tokusatsu, dan miniseri. Dan sama seperti entri sebelumnya, serial yang masuk ke daftar ini sama sekali bukan berarti mereka serial yang bagus banget, melainkan berdasarkan rasa suka Blogger pada serial yang bersangkutan. Walau dinilai berdasarkan rasa suka, bukan berarti Blogger pilih serial yang paling membuat Blogger fangirlingan, karena bisa-bisa Prince of Legend ada di nomor satu (padahal di daftar ini masuk honorable mention aja kagak). Kalau tokusatsu disertakan di sini, bisa-bisa isinya kebanyakan Kamen Rider dan Super Sentai. Kalau anime ikut masuk, yah, sudahlah---di daftar ini pun sama seperti di movie, banyak yang merupakan adaptasi.

Daripada movie, jumlah serial dorama yang Blogger tahu lebih banyak, tapi hanya sekedar tahu, belum sempat nonton semua. Jadi kalau ada serial yang kamu anggap bagus tapi gak ada di entri ini, kemungkinannya ada tiga: pertama karena Blogger kurang suka serial itu, kedua karena memang belum nonton, ketiga karena tidak tahu.

Jika sudah baca entri tentang 10 movie favorit Blogger, maka kamu akan menemukan 2 judul serial yang sama dengan di entri sebelumnya.

Mari kita mulai!

.

10. Hana Yori Dango / Boys Over Flowers season 1 (2005)


Terdiri dari 9 episode, punya sequel, movie, dan punya banyak versi (tapi yang terkenal adalah dari Taiwan dan Korea). Blogger tidak tertarik dengan artwork manganya, dan animenya belum Blogger sentuh sama sekali. Sebelum tahu HYD, Blogger tahunya Meteor Garden, bahkan kasih nama piaraan 'Lei' berdasarkan tokoh 'Hua Ze Lei' yang adalah counterpart 'Hanazawa Rui'---pantesan piaraan Blogger jadi hobi tiduran //okesip. Serial ini cerita tentang F4 yang beranggotakan 4 cowok populer yang ditakuti karena kekuasaannya, tidak ada yang berani bantah, dan bebas bully siapa pun lalu pembullyan itu bisa diikuti oleh warga sekolah lainnya. Tapi ujungnya ketua F4 ini malah naksir cewek kampung beasiswa yang gak kenal takut. Iya, ini drama banget. Serial ini (baik manga maupun para serial dramanya) cukup populer, bahkan sering jadi referensi (jadi kalau ada cowok jalan berempat lantas disebut kayak F4, berarti merujuk ke sini).

Makino Tsukushi diperankan oleh Inoue Mao.
Domyoji Tsukasa diperankan oleh Matsumoto Jun.
Hanazawa Rui diperankan oleh Oguri Shun, yang pernah main dua kali di live-action Detective Conan sebagai Kudo Shinichi.
Nishikado Sojiro diperankan oleh Matsuda Shota.
Mimasaka Akira diperankan oleh Abe Tsuyoshi.

.

9. Death Note (2015)

Terdiri dari 11 episode, tidak ada sequel. Sebelum bingung, ini gak ada hubungannya dengan rangkaian live-action movie sama sekali, alias ini dari universe yang baru, tapi tetap adaptasi dari manga. Untuk alur cerita, serial ini lebih mendekati manga, tapi detil movie lebih baik. Di movie, L harus berjuang sendiri (dengan para polisi) untuk menangkap Kira. Sedangkan di serial, yang menangkap Kira adalah Near yang punya kepribadian ganda menjadi Mello. Penokohan movie memang lebih baik, tapi keseluruhan cerita di serial terkesan lebih ringan.

Yagami Light diperankan oleh Kubota Masataka, tidak seganteng manga, tapi tidak se-om-om movie.
L diperankan oleh Yamazaki Kento, pacar kesekian Blogger, lebih imut dari manga, tapi Blogger lebih suka versi movie.
Near diperankan oleh Yuki Mio.

.

8. The Wallflower / Perfect Girl Evolution / Yamato Nadeshiko Shichi Henge (2010)

Terdiri dari 10 episode, berdasarkan manga yang belum Blogger baca, ada animenya juga yang belum Blogger tonton. Ceritanya tentang seorang cewek yang karena suatu hal (dijelaskan selama serial berjalan) sangat menutup diri dan sangat senang dengan sesuatu yang, yah, gotik. Dia tinggal dengan 4 cowok cantik dan seorang adik sepupunya yang adalah pengurus kos rumah itu. Enggak, ini bukan reverse-harem. Setiap tokoh yang selalu muncul tiap episode (MShe, 4 cowok cantik, sepupu MShe, tante MShe) punya Arc masing-masing, terutama tentang alasan kenapa mereka bisa tinggal ngekos di sana. Serial ini menyatakan bahwa menjadi cantik/ganteng/punya tampang bagus tidak selalu menyenangkan.

Nakahara Sunako diperankan oleh Omasa Aya, yang pernah main di Paradise Kiss (movie) sebagai Sakurada Miwako.
Takano Kyohei diperankan oleh Kamenashi Kazuya.
Oda Takenaga diperankan oleh Uchi Hiroki.
Morii Ranmaru diperankan oleh Miyao Shuntaro.
Toyama Yukinojo diperankan oleh Tegoshi Yuya.

.

7. Kiss that Kills / Kiss of Death / Todome no Kiss (2018)

Terdiri dari 10 episode dan punya season paralel. Blogger sudah pernah buat entri khusus tentang serial ini. Judulnya, dalam bahasa Indonesia berarti ciuman/kecupan mematikan, dan tentang itulah ceritanya. Tiap kali MShe mencium (bibir) seseorang, dia dan orang itu akan tewas, kemudian kembali ke tepat seminggu sebelumnya. Season paralel maksudnya adalah kisah lanjutan pada universe setelah MShe cium korbannya. Jadi MShe dan korban masuk ke dunia paralel seminggu yang lalu, tapi dunia yang sebelumnya itu akan tetap jalan. Berarti semakin sering ciuman itu dilakukan, akan semakin banyak dunia paralel yang tercipta. Blogger pribadi kurang suka dengan season paralelnya (walau pun sebenarnya kreatif) sih, tapi season intinya Blogger cukup suka, mungkin karena YamaKen.

Dojima Otaro diperankan oleh Yamazaki Kento. Enggak, pada mulanya Blogger bukan nonton ini karena ada dia.
Sato Saiko diperankan oleh Kadowaki Mugi.

.

6. No Dropping Out: Back to School at 35 / 35-year-old High School Student / 35-sai no Kokosei (2013)

Terdiri dari 11 episode. Ceritanya adalah tentang seorang wanita berumur 35 tahun yang kembali ke sekolah sebagai murid kelas 12. Iya, dia duduk di kelas bareng anak-anak remaja, ikut pelajaran seperti biasa, dan dia bahkan lebih tua dari wali kelasnya. Di situ, dia akan menyaksikan dan menghadapi beragam macam pembullyan. Tiap episode selalu ada aja masalah. Tapi yang paling Blogger suka mungkin ketika mereka kemping.

Baba Ayako diperankan oleh Yonekura Ryoko.
Koizumi Junichi diperankan oleh Mizobata Junpei, yang pernah memerankan Kudo Shinichi dalam 2 live action movie dan 1 serial Detective Conan.

.

5. MR. BRAIN (2009)

Terdiri dari 8 episode, dan memang judulnya huruf kapital semua. Blogger bisa kedapatan nonton ini berkat teman kos Blogger sekitar tahun 2013, copy dari harddisknya, wkwkwk. Ceritanya tentang seorang host yang kecelakaan, lalu kepribadiannya jadi berubah, kemudian tertarik dengan sains dan bergabung dalam kepolisian, menyelesaikan kasus menggunakan sains. Seru dan cukup menegangkan. Bagian akhirnya cukup gantung, mungkin awalnya mereka ingin buat sekuel.

Tsukumo Ryusuke diperankan oleh Kimura Takuya.

.

4. Detective Conan: Kudo Shinichi he no Chosenjo / Shinichi Kudo's Written Challenge (2011)

Terdiri dari 13 episode, lalu ada spin-off / lanjutan movie Kyoto Shinsengumi Murder Case yang kasusnya harus dia pecahin bareng Heiji. Anu, gini, judul serial ini memang sama dengan judul live action movie pertamanya (yang masuk ke daftar J-movie favorit). Serial ini berlatar sebelum Shinichi menjadi Conan, tapi agak sulit untuk dipaksa sebagai canon, karena ada kasus-kasus yang canon di manga tapi timelinenya ketika dia menjadi Conan. Selama 13 episode, Shinichi bersama Ran dan Kogoro itu hanya sehari saja, tapi berpacu dalam waktu, mencari kata sandi dalam ruangan putih lewat mengingat kasus-kasus yang terjadi. Nah, tiap episode itu maksudnya menceritakan kasus yang harus Shinichi ingat.

Kudo Shinichi diperankan oleh Mizobata Junpei.
Mouri Ran diperankan oleh Kutsuna Shiori.
Mouri Kogoro diperankan oleh Jinnai Takanori, dia juga berperan menjadi Kogoro dalam 2 live action movie DC yang dimainkan duo Oguri Shun - Kurokawa Tomoka.

.

3. Ouran High School Host Club / Gekijoban Oran Koko Hosutobu (2011)

Terdiri dari 12 episode dan 1 episode spesial. Blogger inget banget kenal cerita ini cuman dari Hanalala, itu pun hanya beberapa chapter longkap-longkap, kemudian bahagia saat nemuin serial dorama ini. Blogger sudah dua kali baca manganya, masih tetep suka. Tapi animenya masih belum kesentuh. Serial dorama ini tampak niat ikutin alur dan setidaknya materi penting dari manga. Ceritanya tentang murid beasiswa yang pecahin guci mahal, lalu terpaksa gabung dengan Klub Host untuk bayar utangnya, tapi dia harus sembunyiin identitasnya yang adalah cewek. Banyak pemeran yang tampak lebih tua dari yang seharusnya, tapi kemistri mereka terhadap peran cukup baik. Arc masing-masing host cukup dimunculkan walau tidak selengkap manga. Blogger ngeship Haruhi x Kyoya gila-gilaan itu karena serial tv ini.

Fujioka Haruhi diperankan oleh Kawaguchi Haruna.
Suou Tamaki diperankan oleh Yamamoto Yusuke, dia pernah main pada tahun sebelumnya di film Paradise Kiss sebagai Tokumori Hiroyuki.
Ootori Kyoya diperankan oleh Daito Shunsuke yang pernah main di Fujoshi Kanojo sebagai Hinata, lalu dia juga akan main di serial yang ada di nomor 2 sebagai adik MC.
Haninozuka Mitsukuni diperankan oleh Chiba Yudai. Jadi setelah selesai jadi malaikat magang bernama Alata dalam serial Tensou Sentai Goseiger, dia main jadi host //okesip.
Morinozuka Takashi diperankan oleh Nakamura Masaya.
Hitachiin Hikaru dan Kaoru diperankan oleh Takagi Shinpei dan Manpei. Kalau kamu sering lihat Fred dan George Weasley dari fandom Harry Potter dalam bentuk anime, biasanya gambar mereka terinspirasi dari Hitachiin Brothers ini.

.

2. Hana Kimi / For You in Full Blossom / Hanazakari no Kimi tachi he: Ikemen Paradaisu (2007)

Terdiri dari 12 episode dan 1 episode spesial, pernah dibuat remake tahun 2011, ada versi dari negara-negara lain tapi yang resmi hanya Korea dan Taiwan. Blogger sudah pernah bahas ini di 2 entri yang berbeda (iya, perlu 2 entri karena bahas manga, 2007, 2011, Taiwan, Korea, dan Indonesia). Ceritanya tentang cewek yang nyamar jadi cowok, masuk ke sekolah cowok untuk bujuk idolanya yang pernah cedera lompat tinggi lagi. Yang Blogger masukin ke daftar ini adalah versi 2007, walau materi 2011 lebih banyak yang canon, tapi 2007 terlalu membekas dalam hati dan pikiran Blogger. Bukan hanya karena dramanya kental, tapi juga komedinya dapat banget.

Ashiya Mizuki diperankan oleh Horikita Maki.
Sano Izumi diperankan oleh Oguri Shun. Iya maaf ya, dia lagi.

.

(Me: gak perlu honorable mention lah ya)
(Also me: berikut adalah honorable mentionnya)

Honorable Mentions:
  • The Girl's Speech / School's Staircase / Gakko no Kaidan (2015, 10 episode)
  • Haken no Hinkaku / The Pride of the Temp (2007, 10 episode)
  • Seigi no Mikata / Ally of Justice (2008, 10 episode)
  • Nippon Noir / Nippon Nowaru: Keiji Y no Hanran (2019, 10 episode)
  • Bungaku Shoujo (2018, 8 episode)
.

Yang pernah baca entri-entri Blogger yang bahas mengenai dorama, mungkin sudah tahu apa yang jadi nomor satu.

1. Mr Hiiragi's Homeroom / 3 nen A kumi: Ima kara mina-san wa, Hitojichi desu (2019)

Terdiri dari 10 episode dan 2 episode spesial, para karakter main sebagai kameo di serial Nippon Noir yang berlatar 6 bulan setelah kasus di serial ini selesai, dan Blogger sudah pernah mengulas dorama ini (dan Nippon Noir) di entri tersendiri. Dorama ini bercerita tentang seorang wali kelas, ketika 10 hari menjelang kelulusan anak didiknya, memblokade sekolah (tepatnya kelas mereka) dan menjadikan para murid kelasnya sebagai tahanan, hanya untuk mengungkap kebenaran mengenai kasus bunuh diri seorang murid dari yang kelas yang sama---setiap jawaban yang salah akan ada konsekuensinya, dan di episode awal konsekuensinya adalah dia akan bunuh anak kelasnya. Di awal memang dia bilang ingin ungkap kebenaran kematian muridnya, tapi seiring serial berjalan, ternyata ada kasus di balik kasus, dan si guru ingin mengajarkan murid kelasnya tentang menjadi manusia sebelum mereka harus menghadapi dunia setelah kelulusan SMA. Bagi Blogger, ini adalah serial yang kuat, mengajarkan bahwa jangan langsung termakan hoax dan menyebarkannya sebagai kebenaran tanpa ditelusuri lebih lanjut. Jika tahu kebenaran, jangan diam, tetap pikirkan perasaan dan hidup orang-orang di sekitar (terutama subyek berita) jika kamu melakukan sesuatu terhadap berita yang kamu dapat. Jangan jadi pembunuh di dunia maya, apa pun yang kamu taruh di internet (terutama sosmed), sedikit-banyak memengaruhi orang lain, jadi jangan asal ceplos tulis 'mati aja sana!' karena kalau dia beneran bunuh diri berarti kamulah pelakunya. Ini memang hidupmu, tapi ini juga hidup orang lain. Kamu adalah tokoh utama di hidupmu, tapi orang lain juga tokoh utama di hidup mereka, jadi jangan jadi tokoh antagonis di hidup orang lain!

Hiiragi Ibuki diperankan oleh Suda Masaki. Blogger baru sadar bahwa dia pemeran Ibuki ketika di episode 4. Performanya luar biasa, Blogger tercengang saat nonton pertama kali. Sebelum serial ini, Blogger kenal dia di Kamen Rider W, Assassination Classroom, Death Note: Light Up the New World (movie DN berlatar 10 tahun sejak film Death Note: Last Name), dan Todome no Kiss.

Kamis, 20 Februari 2020

Top 10 Favourite Japanese Movies

Blogger udah kepikiran mau bikin entri begini sejak sebelum Imlek, tapi sekarang baru kesampaian. Jadi Blogger mau bikin top ten film dan serial Jepang favorit Blogger. Karena judulnya 'favorit', jadi ini bukan berarti mereka bagus banget, enggak gitu. Bisa jadi Blogger seneng dengan plotnya, atau merupakan adaptasi yang baik, atau mengena, atau punya arti khusus buat Blogger. Kalau menurut kamu film-film yang Blogger suka ini terkesan biasa aja atau jelek, ya berarti film yang bersangkutan bukan untuk kamu.

Sekali lagi, ini hanya berdasar rasa suka Blogger atas suatu film, bukan berdasarkan nilai baik/buruknya. Jadi ini bukan rekomendasi ya, tapi kalau kamu jadi penasaran, ayo fangirling bareng silakan nonton.

Di entri ini, Blogger akan urutin 10 film Jepang favorit. Bisa jadi film tersebut berseri, tapi sifatnya movie atau malah TV spesial, bukan serial TV (untuk serial TV Blogger akan ketik di entri terpisah), dan dalam daftar ini Blogger hanya masukin live-action saja tapi tidak termasuk tokusatsu.

Blogger tidak begitu up to date tentang tontonan, sangat beda dengan bacaan. Jadi kemungkinan film-film yang masuk daftar di sini adalah yang sempat (Blogger bisa nonton karena) ramai dibicarakan. Dan pada mulanya, Blogger bisa nonton film-film ini karena unsur fangirling, entah pada aktornya atau pada manga/animenya.

Mari kita mulai!

.

10. Ani Tomo / Brother's Friend (2018)


Film ini dibuat berdasarkan manga dengan judul serupa. Ceritanya tentang MShe yang sifatnya keibuan banget, tertarik dengan MC yang adalah teman kakak laki-lakinya yang suatu hari main ke rumah. Dua-duanya pemalu banget, sampai sang aniki yang sayang sama adiknya tapi gak begitu ditunjukin harus jadi makcomblang untuk mereka berdua. Yang membuat lucu, dan diadaptasi dengan baik di filmnya, adalah tentang betapa tidak kedap suaranya kamar MShe dan Aniki. Kamar mereka bersebelahan, dan suara bisa menembus dinding. Sayangnya, MC gak tahu tentang ini, dia gak tahu bahwa ketika dia bilang ke Aniki di kamar bahwa MShe imut, itu MShe bisa dengar jelas di kamarnya. Setelah film ini keluar, muncullah miniseri (benar-benar mini karena bukan hanya episodenya sedikit, tapi jam tayangnya juga sebentar banget).

Nanase Mai diperankan oleh Matsukaze Risaki. Kesan imutnya dapat, mungkin karena masalah tinggi badannya juga. Tapi kalau dibandingkan dengan manga, versi manganya lebih mendapat kesan serius dan dewasa.
Nishino Sota diperankan oleh Yokohama Ryusei.
Nanase Yukihiro diperankan oleh Furukawa Tsuyoshi, salah satu pacar Blogger.

.

9. Hyouka: Forbidden Secrets (2017)


Blogger baru tahu tentang eksistensi film ini (dan anime dan manganya) ketika novel ketiga Hyouka diterbitkan oleh Penerbit Haru. Aktor dan Aktris cukup mendekati bayangan Blogger, walaupun jelas tampak lebih tua apalagi kalau disandingkan dengan versi anime (yang sebenarnya belum pernah Blogger tonton). Kisahnya adalah tentang Nara Shikamaru in disguise MC yang sangat pemalas, tapi otaknya sangat encer. Sebenarnya dia bukan detektif, tapi kehebatannya dalam mendeduksi sesuatu itu dimanfaatkan oleh MShe untuk memecahkan berbagai kasus. Kasus yang ditangani juga bukan yang berat seperti yang ada di Detective Conan, melainkan seperti kenapa barang ini hilang, kenapa hal ini begini, kenapa si itu bisa terkunci. Dibanding film, Blogger jauh lebih suka novelnya. Tapi film ini sendiri cukup baik, walaupun sebenarnya akan terasa membosankan karena isinya lebih banyak dialog. Loh, lalu kenapa Blogger bisa suka? Karena adegan tentang diskusi dan pemecahan kasus Hyouka itu baik.

Oreki Hotaro diperankan oleh Yamazaki Kento, pacar kesekiannya Blogger. Walau tampangnya lebih tua dari yang seharusnya, akting YamaKen sesuai dengan bayangan Blogger tentang Hotaro. Dan mungkin karena Kreator membuat film dengan berpatokan tampang tokoh di anime, YamaKen jadi mirip Hotaro versi anime.
Chitanda Eru diperankan oleh Hirose Alice. Keperawakannya sesuai bayangan Blogger, walau iya tampangnya lebih dewasa dari yang seharusnya.

.

8. Fujoshi Kanojo / My Geeky Girlfriend (2009)


Blogger gak tahu ada manganya atau gak, tapi filmnya cukup bikin Blogger nyengir. Bagi yang kurang seneng dengan cerita cowok pacaran dengan cewek yang lebih tua, jangan nonton. Tapi di sini ceritanya bukan tentang umur, melainkan tentang MShe adalah seorang Fujoshi, sedangkan MC adalah orang awam yang tidak mengerti istilah per-fandom-an. Jomplang banget, dan disitulah lucunya.

Yoriko diperankan oleh Matsumoto Wakana. Gak bohong, cantik.
Hinata diperankan oleh Daito Shunsuke. Blogger langsung cari dan nonton film ini setelah kenyang pelototin sang aktor di live-action Ouran High School Host Club.

.

7. Assassination Classroom: Graduation / Ansatsu Kyoushitsu: Sotsugyou Hen (2016)


Ini adalah film kedua dari rangkaian live-action adaptasi Ansatsu Kyoushitsu. Tampang aktor dan aktris cukup beda dari manga, sehingga Blogger kecewa sendiri saat akhirnya baca manganya. Dan walau ada detil yang beda, Blogger suka kedua filmnya, dan film kedua ini yang lebih Blogger suka.

Koro-sensei diperankan oleh Ninomiya Kazunari.
Shiota Nagisa diperankan oleh Yamada Ryosuke, sama sekali jauh dari kesan imut dan manis.
Akabane Karma diperankan oleh Suda Masaki. Walau tampangnya jelas lebih tua dari manga, tapi aktingnya sesuai.

.

6. Kimi ni Todoke / From Me to You (2010)


Blogger sudah pernah bahas tentang film dan manganya di entri tersendiri, jadinya bingung mau ketik apa di sini. Singkatnya, ini tentang MShe yang ditakuti orang-orang di sekitarnya sampai disebut sebagai Sadako, tapi ada MC yang perhatian dan membuat dunia MShe meluas. Alur tentang cerita utama MShe dengan MC memang cukup mainstream terutama kalau ditonton di tahun-tahun ini, tapi Blogger pribadi menganggap filmnya merupakan contoh adaptasi yang baik.

Kuronuma Sawako diperankan oleh Tabe Mikako. Aktingnya baik, tapi Blogger pribadi berpikir wajahnya lebih imut dari Sawako versi manga.
Kazehaya Shota diperankan oleh Miura Haruma, pacar kesekiannya Blogger.

.

5. Detective Conan: Kudo Shinichi's Written Challenge (2006)


Ciieee ada yang baru tahu DC punya live action juga ciieee~~

Kalau tidak salah hitung, live action DC ada 4 movie dan 1 serial. Kelimanya gak begitu nyambung, serta pemeran Shinichi dan Ran ada dua, yang pertama adalah Oguri Shun - Kurokawa Tomoka yang main di 2 movie (pertama tentang latar sebelum menjadi Conan, kedua ketika menjadi Conan), yang kedua adalah Mizobata Junpei - Kutsuna Shiori yang main di serial (berlatar sebelum menjadi Conan) dan 2 movie selanjutnya (satu sebelum serial, satunya setelah bertemu Heiji di serial). Yang masuk dalam daftar ini adalah film yang paling pertama banget, yang diperanin Oguri Shun, sebelum menjadi Conan. Yang paling keren dari movie ini adalah petunjuk dari korban serta 'tanda merah' dari Ran. Walau tidak berdasarkan manga, Blogger tetap suka ini. FYI, light novel DC beberapa berdasarkan para dorama ini (jadi, live action keluar duluan lalu baru novelnya).

.

4. Koizora / Sky of Love (2007)


Film ini dibuat berdasarkan novel digital yang kemudian dirilis versi fisiknya. Setahun setelah movienya keluar, muncul miniseri live-action dengan pemeran yang berbeda. Tentang movienya sendiri cerita tentang seorang perempuan yang ponselnya hilang lalu ketemu lagi, dan sejak saat itu dia berteman dengan seorang laki-laki yang dia gak tahu siapa, karena mereka hanya komunikasi lewat ponsel. Awalannya manis banget. Dramanya kuat. Bagian akhirnya -piiiipp(maksudnya sensor biar gak spoiler)- banget. Blogger inget nonton ini di rumah sepupu, sekitar tahun 2010.

Tahara Mika diperankan oleh Aragaki Yui. Berdasarkan wiki, katanya novel ini dibuat berdasarkan kisah nyata penulisnya, yang bernama Mika. Mungkin itu sebabnya MShe juga diberi nama Mika.
Sakurai Hiro diperankan oleh Miura Haruma, yang main di Kimi ni Todoke juga.

.

3. Rurouni Kenshin (2012)


KYAAAAA TAKERU SATOOOOO

Uhuk. 
Movie ini dibuat berdasarkan manga dan animenya, di Indonesia mungkin lebih dikenal sebagai Samurai X. Blogger bahkan masih inget theme song di animenya. Tentang keakuratan tampang pemain, Blogger gak bisa komentar, karena artwork manganya termasuk jadul. Tahun 2020 ini akan ada dua film baru, tapi sebelumnya, dalam rangkaian film ini, sudah rilis 3 film. Blogger suka ketiganya, tapi yang menjadi favorit nomor satu kebetulan adalah film pertamanya.

Himura Kenshin diperankan oleh Sato Takeru. Blogger kenal aktor ini awalnya dari serial Mei-chan no Shitsuji, lalu lihat dia lagi di Mr Brain dan jadi demen banget di sana. Silakan hitung persentase rasa bahagia Blogger saat lihat dia main di An Incurable Case of Love.

.

2. Paradise Kiss (2011) 


Live action movie ini berdasarkan manga dengan judul serupa. Sampai saat ini Blogger masih belum tertarik membaca manganya atau menonton animenya, karena, yah, artworknya kurang membangkitkan selera Blogger. Ceritanya tentang seorang anak perempuan yang tiap hari digenjot mamanya untuk selalu belajar di bidang akademik, tapi karena suatu hal dia jadi terseret dalam dunia fesyen. Dilema MShe tentang dia ingin ikutin perintah mamanya untuk belajar tapi menemukan sesuatu yang akhirnya menarik minatnya itu terasa. Untuk romance, Blogger pikir cukup seimbang, karena di sini lebih tentang mencapai apa yang kamu inginkan. Blogger inget, gara-gara film inilah, Blogger jadi tahu tentang YUI (selama ini kalau ditanya penyanyi J-Pop favorit, jawaban Blogger selalu Mizuki Nana yang isi suara Hoshina Utau berikut lagunya di Shugo Chara. Bagi yang gak tahu, Mizuki Nana itu juga isi suara Hyuuga Hinata dan sangat banyak tokoh lainnya).

Hayasaka Yukari diperankan oleh Kitagawa Keiko.
Koizumi Jouji diperankan oleh Mukai Osamu. Gara-gara film ini, Blogger jadi cari film-film yang dimainin aktor ini.

.

(Gak usah pakai honorable mention lah ya)
(Atau perlu?)

Honorable mentions:
  • Ichi Ritoru no Namida / 1 Litre of Tears (2005)
  • High School Debut (2011)
  • Confessions / Kokuhaku (2010)
  • Sukitte Iinayo / Say 'I Love You' (2014)
  • Kyo, Koi wo Hajimemasu / Love for Beginners (2012)
.

Ini yang nomor satu:

1. Death Note: L:Change the World (2008) 


Yes, Death Note punya live action movie, berseri pula. Khusus L: Change The World ini, dia adalah film ketiga dari rangkaian movienya, berlatar setelah jatuhnya Kira. Jadi movie ini berdasarkan novelnya---Blogger pernah baca novel L: Change The World, dan menganggap versi movie lebih seru. Movie ini pun ceritanya tidak ada di manga sama sekali. Setelah movie ini, masih ada Death Note: Light Up The New World yang berlatar di sepuluh tahun setelah jatuhnya Kira versi rangkaian movie ini. Salah satu hal yang Blogger suka dari movie ini, mungkin karena nonton ketiga filmnya bahkan sebelum baca manga dan nonton animenya tapi sudah tahu tentang insiden-insiden penting (terimakasih, meme), adalah bahwa cerita ini menjadi asal usul tokoh Near (versi live action movie).

Tokoh L diperankan oleh Matsuyama Kenichi. Banyak orang, termasuk Blogger, menganggap bahwa tampangnya (dan pemeran Light) lebih tua dari yang seharusnya. Tapi Blogger mengacung jempol atas aktingnya, karena gayanya dalam memerankan L sangat terasa.

.

Rabu, 05 Februari 2020

Kimi ni Todoke. Manga dan Dorama.

Permisi, Blogger sedang clbk sama Haruma Miura.

Ehem.

Blogger kenal fandom ini udah beberapa tahun, lupa tepatnya tahun berapa, tapi Blogger yakin itu sekitar SMA berarti zaman 2010-2012. Blogger juga lupa pemicunya, tapi mungkin karena film Koizora, soalnya Haruma Miura main di movienya, sedangkan movie tersebut keluaran 2007, sedangkan Kimi ni Todoke ini movienya tahun 2010.

Setelah nonton doramanya, Blogger cek wiki dan tahu bahwa ini berdasarkan manga. Saat itu Blogger langsung cek, mau coba baca manganya, tapi saat itu Blogger terlalu sangat pemilih mengenai artwork suatu manga. Saat itu Blogger pikir, baru chapter 1, dan Blogger gak betah dengan gaya gambarnya, yaudah Blogger tinggalin aja, apalagi banyak yang bilang bahwa materi dorama sesuai dengan manga.

Tentang anime, Blogger bahkan baru tahu eksistensinya sekitar tahun 2013, di tempat kos, saat kepikiran untuk mau cari dan nonton ulang movienya. Wkwkwk, Blogger kaget gitu, ngetik 'Kimi ni Todoke' di Youtube, keluarnya anime.

***


Kimi ni Todoke, atau judul alternatif resminya 'From Me to You', adalah manga shoujo dari Karuho Shiina, yang diterbitkan dari tahun 2006 sampai 2018 sebanyak 30 volume dan 123 chapter. Perchapter pun jumlah halamannya bisa 30-50 halaman, tergantung Arc, dan wajar karena ini shoujo. Seperti yang Blogger bilang tentang kenapa Blogger meninggalkan manga ini sebelum kelar bab pertamanya, artworknya memang kurang enak untuk manga, tapi makin ke belakang makin enak dilihat. Cuman mungkin itu hanya perasaan Blogger aja yang baru memutuskan untuk bener baca dari awal sampai akhir selama bulan Januari 2020 dan sama sekali gak nyesel karena cerita keseluruhannya luar biasa.

Tema besar ceritanya cukup mainstream terutama kalau dibaca pada tahun 2010 ke atas, karena ceritanya tentang cewek culun yang disukai oleh cowok populer, lalu cewek culun ini mulai mengeluarkan aura positif, munculnya saingan cinta yang main kotor, dan akhirannya bahagia. Itu shoujo banget sih. Tapi sekali lagi, manga ini luar biasa.

Tokoh Kuronuma Sawako tidak langsung berubah menjadi gadis manis. Sampai tamat pun, kesan 'Sadako'nya tetap ada. Dengan kata lain, dia berusaha untuk menjadi lebih terbuka pada orang lain, tapi tetap menjadi dirinya sendiri. Penokohannya sangat konsisten. Progress dalam character development tetap ada, tapi untuk beberapa detil yang tidak begitu ada hubungannya dengan cerita masih terus dipakai oleh Mangaka, misalkan tentang Sawako yang bukanlah tukang gambar yang baik.

Tokoh Kazehaya Shouta sebenarnya akan terasa membosankan dan datar kalau latar belakang keluarganya sama sekali tidak diceritakan. Blogger suka pada ide bahwa Kazehaya satu SMP dengan Chizuru dan Ryu, serta bahwa ketiganya sudah mengenal Pin sebelum masuk SMA. Kenapa? Karena berarti ada cerita tersendiri tentang Ayane yang bergabung dengan mereka.

Character development paling menonjol jelas dari Sawako. Tapi Blogger senang karena masing-masing tokoh yang sering muncul punya Arc sendiri, dan mereka punya cerita di luar hubungan dengan Sawako. Itu tidak keluar dari judul. Sawako (dan Kazehaya) tetap tokoh utama, tapi Mangaka tetap mempedulikan para tokoh di sekitar mereka sampai dibuatlah Arc dan masa lalu masing-masing.

Kisahnya mungkin tidak realis, tapi perasaannya tersampaikan. Mangaka tidak segan-segan saat membuat cerita ini. Kalau memang sebaiknya si A patah hati, yaudah patah hati. Kalau cinta si B ditolak mentah-mentah, yaudah nangis dan berusaha move on. Terutama di beberapa belas chapter terakhir, pokoknya sejak mereka sudah naik ke kelas 3, emosinya campur aduk. Masing-masing masih punya perasaan yang belum tersampaikan, lalu mereka harus mikirin masa depan, lalu mikir untuk singkronin masa depan mereka dengan pasangan. Itu wajar dan Blogger pikir cukup realis, mengingat universitas yang para tokoh ini pilih bukan hanya sekedar di kota sebelah.

Tapi kisah patah hati yang paling bagus menurut Blogger adalah pernyataan cinta Ayane pada Pin.
Di awal cerita memang tidak begitu ada tanda bahwa Ayane bakal ada rasa pada gurunya. Tapi ketika Kento mulai deketin Ayane, perlahan Mangaka memperlihatkan bahwa mungkin Ayane tertarik pada Pin. Cara Pin nolak Ayane itu biasa aja sebenarnya, tapi sama sekali gak lebai. Adegan itu gak bertele-tele, dan Ayane sendiri juga gak memohon-mohon. Ayane langsung dengan lapang dada terima kenyataan, masih bisa ketawa sambil nangis. Tapi satu chapter itu mungkin adalah kisah pernyataan + penolakan terbaik di shoujo yang Blogger baca.

Omong-omong tentang Pin, dia memang narsis dan sering reseh. Tapi dia tetap guru yang baik, mungkin karena dia termasuk guru yang masih muda (di manga kalau gak salah dia seumuran kakaknya Ryu), jadi gampang gaul dan seneng cengin murid sendiri. Ia semakin tampak terlihat guru yang baik ketika konsultasi saat para karakter kelas 3. Dia serius untuk diskusiin masa depan muridnya, dia bisa bilang kelebihan dan kekurangan serta merekomendasikan secara obyektif.

Tokoh Kurumi adalah saingan cinta yang Blogger bilang pakai cara kotor. Jika setelah ditolak lantas dia jadi berteman dengan Sawako, itu akan menjadi sangat klise. Tapi di sini enggak begitu. Setelah ditolak, Kurumi masih tidak berteman dengan Sawako sama sekali, dia masih gak suka Sawako, tapi dia sudah enggak lagi main curang. Justru berkat Kurumi, Sawako malah jadi berani menghadapi perasaannya. Belakangan, dengan segan, Kurumi minta Sawako ajarin dia karena kebetulan mau masuk universitas yang sama. Lagi-lagi, mereka enggak langsung jadi akrab gimana gitu. Itu bagus, biar jangan jadi klise.

Untuk ukuran shoujo, mungkin 30 volume sudah cukup panjang, apalagi rentangnya dari 2006-2018. Wow, kasian ya yang bener nungguin pervolume. Wkwkwkwk (lalu orang ini inget para penunggu Detective Conan, One Piece, Naruto (yang akhirnya tamat), dan manga lainnya).

Blogger kenal Kimi ni Todoke dari movienya. Dan setelah selesai baca manganya sampai habis, Blogger langsung memutuskan untuk nonton ulang, karena penasaran banyak yang bilang bahwa live-action ini termasuk adaptasi yang baik.

Dan Blogger setuju.

***


Dorama ini rilis tahun 2010, waktu Blogger cek ternyata itu pas sehari setelah rilisnya volume 12---gak heran tahun-tahun sekarang pada banyak yang minta film sekuel. Gak tanggung-tanggung, film ini berdurasi hampir 2 jam. Oke, iya tahu Avengers Endgame sampai 3 jam, tapi film Jepang hampir nyentuh 2 jam pada tahun 2010 itu udah wow. Apalagi, beda dengan film-film (Jepang) tahun 2015 ke atas, film ini hampir gak ada adegan sia-sia. Maksudnya, gak ada tuh adegan tokoh jalan dari ujung sampai ujung tanpa ada sesuatu yang berarti. Adegan Kazehaya dibuat bersepeda sepanjang jalan itu gak sia-sia, karena itu memperlihatkan emosinya, belum lagi dia memang melewati jalur di mana dia pertama kali ketemu Sawako.

Memang pasti ada detil yang ditambah untuk menambah drama, tapi hampir tidak ada yang diubah secara signifikan. Adegan yang ada di dorama itu kalau bukan tambahan, pasti canon walau mungkin alurnya beda mengingat ini movie dan bukan serial. Memang ada adegan yang dikurangi atau yang agak diubah, tapi esensinya sesuai manga. Yang paling Blogger suka mungkin adalah ketika Sawako yang lagi ngobrol dengan Ryu di ruang OR ditarik keluar oleh Kazehaya.

Beberapa detil khusus untuk live action juga bagus. Seperti tentang ayah Sawako yang merupakan anggota orkestra, atau tentang Sawako yang masih simpan helai bunga sakura di hari pertama ketemu Kazehaya.
Adegan vital yang dari manga (sampai 2010) kayaknya berhasil masuk, terutama yang berhubungan dengan character development. Hanya saja, untuk Arc yang tidak berhubungan dengan Sawako itu hanya dibuat sekilas. Mungkin karena bukan serial, dorama hanya ingin fokus tentang Sawako dengan Shouta.

Satu-satunya hal yang membuat penonton geregetan adalah ......... TIDAK ADANYA ADEGAN CIUMAN SAWAKO DENGAN KAZEHAYA!! Jangankan mereka berdua, kayaknya memang gak ada adegan ciuman sama sekali di film ini. Wkwkwk, cinta polos banget ya kesannya.

Terus, untuk epilog sambil credit roll, jelas Blogger suka bagian Ryu dengan Chizuru. Pembaca manga pasti ngeh itu adegan kenapa bisa begitu dan apa maksudnya, karena memang canon. Tapi adegan Ayane dengan Kurumi itu ngarang bebas. Sayangnya memang dorama ini rilis tahun 2010, agak jauh dari Ayane yang jadi demen Pin, dan memang tahun 2010 itu Arc Ayane kayaknya belum ada.

Mari omongin castnya.
Aktor dan aktris utama tampak meyakinkan dengan versi manga, terutama (menurut Blogger) apalagi Ryu. Mari lihat satu-satu.


Mikako Tabe sebagai Sawako terlihat lebih manis daripada versi manga. Kesan Sadako hanya berhasil diperlihatkan ketika rambutnya nutupin muka. Sebagai deretan tokoh utama di atas, aktris satu ini mungkin yang paling agak kurang sesuai. Tapi ini pun sudah baik.

Pacar Blogger Haruma Miura sebagai Kazehaya tampak lebih dewasa daripada versi manga. Di dorama jadi tampak lebih cool dan aura cowok populernya lebih keluar, karena kalau di manga jatuhnya dia lebih kelihatan ramah.

Misako Renbutsu sebagai Chizuru mungkin terkesan lebih tidak setomboy manga, tapi penokohannya sangat sesuai, mungkin disebabkan karena Arcnya sendiri tidak digali. Tapi Blogger suka dengan bagaimana dia lompat kursi biar cepat ke tempat duduk sekitar Sawako saat penggantian tempat duduk kelas.

Mirei Kiritani sebagai Kurumi sangat baik. Memang peranannya jadi agak berbeda, tapi Blogger rasa itu bukan salah aktrisnya melainkan karena skenarionya seperti itu. Gapapa, kesan Kurumi-nya tetap ada.

Natsuna Watanabe sebagai Ayane cukup meyakinkan. Memang tokoh Ayane (manga) agak sulit cari aktris yang sesuai, tapi aktris satu ini sudah cukup baik. Masalahnya mungkin seperti kasus Chizuru, Arcnya tidak digali.

Haru Aoyama sebagai Ryu adalah yang paling sesuai, dan semua penonton yang baca manganya mengatakan hal yang sama. Dari semua aktor, memang yang ini paling sesuai manga. Di canon memang tokoh Ryu kurang begitu banyak omong, tapi penampilan luar aktor ini memang sesuai. Kemistri antara Haru dan Misako memang kurang terasa, mungkin karena Arc mereka gak begitu ada, tapi untung di epilog sempet disinggung.

Arata Iura sebagai Pin sebenarnya kurang begitu sesuai. Kalau Blogger gak salah paham, harusnya Pin itu seumuran dengan kakak Ryu, sehingga di movie kok kayaknya Pin terlihat tua. Blogger gak masalahin rambutnya, tapi penokohan dan penempatan karakternya sudah sesuai.


***

Terakhir, tentang animenya.


Untuk yang ini, Blogger belum nyentuh sama sekali, tapi sering kelihat beberapa kali potongan adegan tertentu masuk ke daftar dalam video Watchmojo dan sejenisnya. Semoga dalam tahun ini Blogger bisa kesampaian nonton. Tunggu, apa? Sampai 2 season dan total hampir 40 episode? Hahahaha, bisalah (bisa tahun depan baru kelar).


Barusan Blogger cek wiki, jadi season 1 itu selesai Maret 2010, berarti ada kemungkinan dibanding manga, doramanya lebih ambil dari anime---itu tuh, seperti detil yang tidak ada di manga tapi ada di film. Berarti mungkin filmnya akan lebih sesuai jika disandingkan dengan anime.

Jumat, 24 Januari 2020

Todome no Kiss

Wah YamaKen dari Hotaro jadi Otaro, nakal yaaa //bukan

Ehem.

Blogger sudah tahu eksistensi dorama Todome no Kiss ini sejak awal 2019 (padahal rilisnya awal 2018). Tapi Blogger gak begitu ada niat untuk pengen nonton padahal ada Yamazaki Kento yang pada tahun 2015 main sebagai L di serial dorama Death Note. Kemudian Blogger nonton Hyouka (2017) pada tahun 2019 hanya karena pernah baca novelnya dan tanpa tahu bahwa Yamazaki Kento ikut main jadi Hotaro. Gara-gara itu Blogger jadi buka wiki dan cari filmnya yang lain, makanya bisa tau film ini pertama kali. Dari sinopsis sebenernya gak ada masalah, biasa aja. Cuman mungkin yang menjadi masalah ada posternya.


Tidak jelek, tapi menurut Blogger, poster tersebut tampak seperti film horor, padahal genre yang tertera adalah romance dan drama. Arti dari judulnya sendiri sekaligus judul alternatifnya adalah 'Kiss that Kills', dalam bahasa Indonesia kurang lebih berarti 'ciuman yang mematikan', atau intinya tentang ciuman yang bisa membuat seseorang tewas. Sampai saat ini, jika pengetahuan Blogger mengenai serial ini hanya sampai situ, Blogger tetap tidak mau nonton.

Jadi, apa yang membuat Blogger menyerah dan ingin nonton?

Pertama, sama seperti Nippon Noir, Blogger mencari rekomendasi serial yang mirip dengan Mr Hiiragi's Homeroom. Jadi Blogger nyari serial tentang pengungkapan kebenaran yang dibuka pelan-pelan, serta memiliki character development yang bagus. Nippon Noir bisa langsung Blogger tonton karena kebetulan ternyata secara tidak langsung merupakan sekuel dari Mr Hiiragi's Homeroom.

Kedua, dalam entri pembahasan Nippon Noir, Blogger sudah bilang bahwa kurang suka bagian ada garis-garis hitam pada nadi tokoh ekperimental. Walau mau nyentuh sci-fi, jatuhnya mirip seperti fantasi. Lalu pada Todome no Kiss ini, dari sinopsis sudah sangat jelas bahwa ini tidak mungkin bisa terjadi di dunia nyata. Ya sudahlah, Blogger bablas aja. Dan lagi akhirnya Blogger jadi ingin tahu tentang kisahnya yang butuh 10 episode sepanjang masing-masing 40menitan. Maksudnya, kan, setiap kena cium, Otaro bakal kembali mundur ke 7 hari yang lalu, sedangkan ini ada 10 episode. Apa maksudnya dia bakal kembali ke 7 hari lalu yang sama, atau gimana? Makanya Blogger memutuskan untuk nonton.

Ketiga, ada dua aktor yang Blogger fangirlingin. Yang pertama udah pasti YamaKen. Yang kedua adalah Suda Masaki. Yes, jadi pemeran Hiiragi Ibuki itu sebelum sudah main di serial ini duluan setahun sebelumnya. Blogger memang pernah baca bahwa kedua aktor ini berteman dekat di dunia nyata. Pada salah satu wawancara mengenai serial ini, YamaKen pernah bilang bahwa setidaknya dia harus ciuman sebanyak 29 kali selama syuting, dua di antara dengan Masaki, dan itu adanya di episode terakhir. Ciuman mereka sama sekali gak manis, justru lucu banget. Blogger bayangin kedua orang yang berteman baik ini bakal cengengesan geli sendiri saat adegan tersebut.

Mari kita omongin tentang isi serial ini.

Blogger agak kecewa karena padahal 2 episode pertama itu cukup memberi rasa tegang yang baik, tapi setelahnya malah jadi gampang ketebak. 2 episode pertama memberi rasa tegang karena ceritanya Otaro masih gak tahu pasti tentang apa yang terjadi, dan kesan horornya dapat banget. Masalahnya, ketika dia sudah tahu tentang rahasia ciuman Saiko lalu memanfaatkannya, jadi mudah ditebak tentang apa-apa saja yang akan dia lakukan.

Saat prolog tentang kapal tenggelam dan tiba-tiba muncul nama Eito yang menjadi host memang cukup membingungkan. Blogger sempat berpikir kalau-kalau ini akan menjadi cerita mengenai sang kakak yang mencari adiknya yang ternyata masih hidup, karena sebagai penonton Blogger mudah menebak bahwa Saiko adalah gadis yang ditolong saat di kapal. Ternyata selama 10 episode ini bercerita tentang keserakahan Otaro, tentang dia yang ingin meninggalkan masa lalunya dan mau hidup dalam kepuasan.

Makanya kekecewaan Blogger mulai sirna ketika Saiko cium Otaro demi bisa lihat neneknya hidup lagi. Dan Blogger paling seneng ketika padahal Otaro mengaku mau lepas dari orangtuanya, tapi kemudian memutuskan untuk kembali ke tujuh hari yang lalu demi menyelamatkan ayah dan ibunya. Cuman mungkin yang paling mengena adalah saat dia kembali untuk selamatin ibunya, Blogger bisa lihat dia frustasi karena pikirnya 'itu tinggal sedikit lagi' sambil jelasin ke Saiko tentang apa yang harus dia lakukan.

Pertengahan awal episode 9 itu Blogger suka banget. Jadi selama 8 episode pertama itu, penonton disuguhkan dengan adegan Otaro dan Saiko yang kembali ke 7 hari lalu, dan kita bisa melihat saat 'waktu diputar mundur'. Sedangkan pertengahan awal episode 9 (sebenarnya mulai di menit terakhir episode 8) beda. Yah, karena sudah nonton 8 episode, sebenarnya Blogger sudah tebak bahwa entah bagaimana adegan Otaro datang samperin Takauji dan Saiko itu adalah pengulangan. Petunjuknya adalah ketika Otaro jalan di jembatan setelah lihat orangtuanya, tiba-tiba dia lari pulang. Petunjuk kedua adalah saat padahal tidak ada apa-apa, tapi setelah selesai telponan dengan Otaro, hape Saiko terjatuh. Jadi awal episode 9 itu menunjukkan bahwa Otaro adalah tokoh yang cerdas seperti Yagami Light.

Episode terakhir, tentang Otaro yang akhirnya paham bahwa dia suka Saiko, itu klise. Tapi Blogger tetap suka tentang bagaimana akhirnya Otaro balik ke tiga bulan lalu dengan konsekuensi relasi yang sudah dia bangun dengan Saiko harus diulang dari awal.

Tunggu. Iya, bener. TIGA BULAN. Sebagai penonton, rasanya geli ya kalau ada orang yang bisa jatuh cinta sebegitunya secepat itu. Seperti Mikoto yang bisa-bisanya cinta Eito dan mau menikah dalam tiga bulan---iya tahu Otaro memanipulasi banyak hal, dan pernikahan itu terjadi untuk pengalihan kasus, tapi bagi Mikoto itu tetap tiga bulan. Sedangkan kasus dekatnya Otaro dengan Saiko itu bukan hanya tiga bulan untuk mereka berdua, karena mereka telah berkali-kali memutar waktu.

Banyak penonton yang kecewa karena di akhir episode 10 itu 'hanya seperti itu', dan Otaro serta Saiko tidak hidup bahagia layaknya film-film drama romantis lainnya. Padahal, menurut Blogger, ketika Otaro kembali ke tiga bulan lalu itulah buah character development dari tokoh ini. Terlepas dari janjinya pada Mikoto, Blogger rasa dia tetap akan mendorong Mikoto dan Takauji versi tiga bulan lalu itu untuk jujur pada masing-masing. Memang menyakitkan, tapi adegan terakhir Otaro dengan Saiko itu, yah, bagus, walau nyesek.

Dan hal yang paling Blogger sayangkan dari kembalinya dia ke tiga bulan lalu adalah tentang dia yang pernah menyelamatkan kedua orangtuanya. Memang, jika Otaro tidak sebrengsek episode-episode sebelumnya, mungkin ibunya gak bakal jatuh, mungkin ayahnya gak bakal difitnah lagi, dan itu bagus. Tapi yang Blogger sayangkan adalah relasi mereka yang membaik saat itu. Apalagi Saiko pernah kembaliin sepatu adiknya, lalu Otaro kasih ayahnya, terus kasih ke ibunya. Itu adegan yang menyentuh, karena akhirnya sang ayah pulang, akhirnya sang ibu menerima kenyataan, dan hati Otaro luluh.

Todome no Parallel, Blogger pribadi kurang suka, kecuali episode terakhir.

Todome no Parallel itu seperti cerita alternatif, dan serial yang masing-masing episodenya hanya sekitar 10menitan itu diputar setelah Todome no Kiss. Entah maksudnya setelah serial utamanya tamat, atau diputarnya setelah masing-masing episode kelar. Jadi maksudnya episode pertama tentang dunia alternatif episode 1, episode dua untuk yang kedua, dan seterusnya.

Saat baca di wiki, Blogger pikir ini maksudnya tentang tokoh lain yang secara tidak sadar tapi terpaksa mengulangi harinya dari tujuh hari lalu gara-gara Otaro cium Saiko. Tapi ternyata salah.

Petunjuknya ada di episode 10, ketika Harumi jelasin Otaro tentang bagaimana yang terlempar kembali ke masa lalu hanyalah jiwa mereka, sedangkan dunia yang mereka tinggalkan akan terus berjalan. Jadi maksudnya, ketika Otaro cium Saiko di dunia A, keduanya tewas dan kembali ke tujuh hari lalu. Nah, versi tujuh hari yang lalu itu berarti mereka ada di dunia B, sedangkan di dunia A itu mereka berdua masih dianggap tewas. Jadi semakin sering Saiko (dan Harumi) menggunakan kemampuan mereka, akan semakin banyak dunia alternatif yang tercipta.

Jadi Todome no Parallel, tiap episodenya, adalah cerita tentang kelanjutan dunia yang ditinggalkan Otaro dan Saiko setelah mereka berciuman, atau di episode tertentu tentang bagaimana jika Saiko tidak menyelamatkan Otaro, atau tentang jika ada yang tidak jadi dikorbankan. Iya, selain tentang dunia paralel yang ditinggalkan, serial pendek ini juga cerita tentang kemungkinan lain.

Blogger kurang suka dengan serial mini ini karena, yah, itu seperti Kreator yang yang punya banyak ide dan gak mau membuat ide itu sia-sia. Jadi dipaksa untuk dibuat cerita alternatif. Padahal, Blogger pengennya ya tentang yang Blogger salah tebak itu, tentang orang yang secara gak sadar tapi terpaksa mengulang harinya, pengen tahu apakah mereka jadi de javu atau enggak, karena yang punya ingatan tentang terlemparnya mereka ke masa lalu hanya si pencium dan yang dicium.

Walau begitu, di miniseri ini ada beberapa hal menarik mengenai para tokoh. Ada Takauji yang jadi halu gara-gara Mikoto tewas dicium Saiko, ada yang ternyata ketamakan Eito masih kalah dari Marin, ada Hiroyuki yang di episode bersangkutan membuat Blogger ngakak. Tapi yang paling Blogger suka adalah episode terakhir.

Jadi episode 10 dari Todome no Parallel itu bukan cerita dunia alternatif, melainkan cerita kelanjutan dunia Otaro setelah cium Harumi---padahal kalau mau ikut konsep aslinya, harusnya tentang setelah kematian Otaro dan Harumi. Jadinya ini seperti epilog tambahan untuk Todome no Kiss. Cukup membuat nyesek ketika melihat Otaro menceritakan 'mimpi'nya pada Saiko yang sebenarnya benar terjadi. Tapi Blogger seneng melihat character developmentnya, di mana Otaro benar sudah gak jadi host, malah jadi detektif yang entah gimana bisa begitu. Dan Blogger lega karena sampai selesai pun hubungan Otaro dan Saiko itu hanya seperti sedang mulai lagi, bukan tiba-tiba loncat entah ke berapa lama kemudian dan Saiko jadi suka Otaro lagi. Cukup, akhirnya begitu sudah cukup manis.

Kalau gak salah Blogger sempet lihat banyak yang minta agar diadakan season 2, Blogger malah gak mau. Kecuali kalau maksudnya cerita dengan karakter lain tapi konsepnya seperti. Nah, kalau mereka mintanya tentang kelanjutan cerita Otaro dengan Saiko, Blogger malah gak mau. Sekali pun fiksi, bukan berarti bagian akhirnya harus diperlihatkan eksplisit tentang mereka hidup bahagia selamanya, sebab ini bukan dongen pengantar tidur.

Omong-omong, di awal Blogger sempet bilang bahwa Blogger menemukan judul serial ini kembali ketika cari rekomendasi serial yang pengungkapan misteri perlahan, kan? Misteri dan kasus yang perlu dibuka bukanlah tentang bagaimana Saiko dan Harumi bisa punya kemampuan itu (walau ada juga penjelasan singkatnya), melainkan tentang kebenaran kasus tenggelamnya kapal yang dinahkodai ayah Otaro. Awalnya Otaro gak tahu tentang kalau-kalau ada yang fitnah bapaknya---yang dia tahu hanyalah bagaimana masa lalu suram gara-gara ini. Pelaku sebenarnya sudah langsung ketahuan di sekitar pertengahan serial ini, jadi yang dibuat perlahan adalah tentang bagaimana memberitahukan kebenaran itu pada orang lain.

Bagi yang demen drama, boleh nonton, walau Blogger harus ingatkan bahwa dua episode pertama itu terkesan gelap dan bukan hanya karena horornya Saiko, melainkan alasan kenapa Saiko sampai mau melakukan itu di dua episode pertama. Bagi yang cari romance di serial ini, jangan terlalu berharap, karena hubungan Saiko dengan Otaro yang terbilang klise itu bikin gregetan di cerita ini.

Rabu, 15 Januari 2020

Nippon Noir

Blogger nonton Mr Hiiragi's Homeroom termasuk telat walau hanya hitungan bulan, lalu baru nonton Nippon Noir jeda beberapa minggu setelah serialnya kelar tayang.

Nippon Noir itu serial yang ditayangkan di saluran televisi yang sama dengan Mr Hiiragi's Homeroom. Genrenya sama-sama misteri-crime-drama-thriller-suspense. Bawa-bawa kepolisian juga. Sesungguhnya, genre serial ini bukanlah genre yang Blogger senangi dan cari kalau ingin nonton fim. Ada dua hal yang membuat Blogger mau nonton serial Nippon Noir:
  1. Sedang senang baca novel thriller-mystery-suspense Jepang, terima kasih pada Penerbit Haru yang menerjemahkan novel-novelnya Akiyoshi Rikako (selain Akiyoshi, ada juga novelis dengan genre serupa yang novelnya diterjemahkan, tapi yang Blogger kenal pertama adalah dia). Jadi Blogger pikir, nonton J-Drama dengan genre serupa sudah gak bakal terlalu ngeri sendiri.
  2. Ternyata secara tidak langsung adalah sekuel dari Mr Hiiragi's Homeroom, yang mana serial itu sendiri awalnya Blogger nonton karena ada Katayose Ryota (dan nyatanya memang serial tersebut sangat bagus sehingga Blogger bahkan gak sempet fangirling-an). Serial tersebut sudah pernah Blogger ketik di entri tersendiri.
Ya, saat iseng-iseng cari serial dengan genre sama seperti novel Akiyoshi, lalu mencari rekomendasi serial serupa Mr Hiiragi's Homeroom, judul Nippon Noir menjadi salah satu judul teratas. Usut punya usut, pada bagian komentar, ada yang bilang bahwa alur serial Nippon Noir ada di enam bulan setelah kasus blokade di serial Mr Hiiragi's Homeroom selesai, kemudian ada kameo para karakter dari serial tersebut dan malah setidaknya (kalau gak salah hitung) ada tiga karakter dari sana yang berperan penting di serial baru ini.

Omong-omong, sebelum lanjut omongin Nippon Noir lebih lanjut, dua serial ini tidak diputar berurutan. Ketika melihat urutan penayangan, setelah Mr Hiiragi's Homeroom itu ada satu serial lain dulu, kemudian baru Nippon Noir. Entah serial selingan tersebut nyambung sebagai jembatan atau enggak, gak ada info dari kolom komentar sih.

Sekarang, mari omongin serial ini. Dan maaf banget, karena nyambung, Blogger jadi akan serempetin ke Mr Hiiragi's Homeroom terus-terusan, bahkan bandingin melulu.


Blogger gak tahu bagaimana dengan serial bergenre serupa di saluran televisi yang bersangkutan, tapi dua serial ini punya gaya penceritaan yang sama. Sama-sama berusaha mengungkap suatu misteri dengan cara yang sangat perlahan, dengan bongkar tetek-bengek menuju misteri utama, plot twist di mana-mana serta penjelasan yang banyak dan harus diresapi baik-baik karena kalau asal dengar/baca subtitle mungkin gak bakal bener paham---makanya mungkin penggemar film aksi akan kebosanan saat nonton serial ini karena kebanyakan omong.

Nippon Noir dibuka dengan misteri seorang polisi yang terbangun dari pingsan, mendapati di sebelahnya ada mayat wanita yang ternyata adalah bosnya. Masalahnya, Polisi tersebut gak bisa ingat apa yang terjadi, bahkan dia gak ingat sejak kapan wanita itu jadi atasannya. Dia masih ingat masa lalunya, tapi ingatan selama beberapa bulan terakhir itu gak ada. Jadi sepanjang serial ini, dia harus mencaritahu kebenarannya dengan menginvestigasi kasus perampokan bank yang terjadi sebulan yang lalu.
Bagi yang nonton Mr Hiiragi's Homeroom, akan terasa bahwa pembeberan fakta-fakta baru di serial ini sama seperti cara pembeberan kebenaran di serial tersebut.

Banyak yang bilang akting para aktor dan aktris buruk. Karena Blogger gak bisa nilai di sana, jadi Blogger akan bilang bahwa reaksi para tokoh tiap kali mendapat bukti/data baru itu manusiawi. Ada orang gila harta, ada orang gila kekuasaan, ada yang melakukan apa pun demi dirinya aman, ada yang rela melakukan perbuatan imoral demi melindungi keluarganya. Hal-hal seperti itu memang ada di dunia nyata dan itu dipaksa masuk dalam serial ini.

Dibanding Mr Hiiragi's Homeroom, Nippon Noir terasa lebih berat, mungkin karena semua tokohnya adalah orang dewasa (kecuali Katsuki). Sehingga permasalahan yang dialami ya sesuai untuk umur mereka. Sedangkan Mr Hiiragi's Homeroom, karena berpusat pada remaja kelas 3 SMA, itu terasa berat hanya karena mereka yang masih remaja harus menjalani hal berat. Keduanya berat, tapi Nippon Noir lebih memaksakan untuk orang dewasa, isu yang diangkat lebih dewasa dibanding Mr Hiiragi's Homeroom, karena nyatanya Nippon Noir punya satu pelaku yang nyata. Walau begitu, Mr Hiiragi's Homeroom jelas lebih memberi pesan yang baik, karena tujuannya untuk menyentil netijen maha benar.

Seperti yang Blogger katakan sebelumnya, ada kameo dari Mr Hiiragi's Homeroom, dan setidaknya tiga tokoh menjadi tokoh vital di Nippon Noir. Blogger gak hitung, tapi murid-murid dari kelas 3A jadi kameo setidaknya satu episode. Blogger sempat berharap adanya potongan adegan kilas balik dari serial itu, atau setidaknya potongan gambar Mr Hiiragi-nya sendiri, tapi sampai tamat pun bahkan namanya gak disebut, hanya sebatas disebut 'guru' saja. Sedangkan tiga tokoh vital yang Blogger maksud adalah:
  1. Masaomi, yang sebelumnya jadi ketua Berumus. Di sini ceritanya dia bebas dari penjara.
  2. Miyagi, kasus blokade 3A itu dia menjadi polisi yang bertugas, di sini dia jadi salah satu tokoh polisi utama lagi.
  3. Garm Phoenix, rumah produksinya berperan besar saat mau blokade kelas 3A, dan ini dipakai lagi di Nippon Noir.
Ada beberapa Arc sampingan selama 10 episode Nippon Noir, tapi yang paling Blogger suka mungkin di bagian Miyagi.
Gini, ternyata 'Nippon Noir' adalah suatu organisasi yang mari kita katakan berbahaya. Mereka melakukan eksperimen pada manusia. Ada yang ingatannya dimanipulasi, ada yang bisa dibuat agar otak mereka bisa dikendalikan, ada yang perilakunya diubah. Seakan mereka mendaurulang manusia, memberikan identitas baru. Itu bukan main-main, maksud mereka adalah agar para kriminal mendapat hidup baru---iya, jadi subyek yang mereka pakai adalah para kriminal.
Blogger bilang Arc Miyagi menarik adalah karena tokoh ini berasal dari serial sebelumnya, yang mana penonton sudah kenal dia cukup baik serta yakin bahwa dia polisi yang menjaga perdamaian. Ternyata, lewat setengah serial Nippon Noir, dibilanglah bahwa Miyagi ini ada subyek pertama yang berhasil melalui eksperimen. Dia jadi stres, berpikir bahwa hidupnya adalah kebohongan. Cukup menyayat hati, padahal dia bukan tokoh utama.

Bagian akhir dari serial ini cukup membuat Blogger bingung, karena (maaf ini spoiler banget) Kiyoharu tertembak, entah oleh siapa. Kalau dia tumbang karena pengaruh obat, Blogger paham. Tapi kemudian diperlihatan cipratan darah bekas tembakan di dinding, itu Blogger bingung. Apalagi karena gak ada bayangan pelaku. Blogger sampai cari wiki tentang serial yang menggantikan jam tayang Nippon Noir, karena siapa tahu ada sekuelnya lagi, tapi ternyata gak ada, serial selanjutnya gak ada hubungannya.

Blogger juga gak ngerti tentang bagaimana video lambang Nippon Noir bisa membuat Kiyoharu mendapatkan kembali potongan ingatannya. Mungkin ini masalah psikologis? Atau tentang cara kerja otak? Atau memang, karena ceritanya ingatan Kiyoharu diprogram serta dibuat agar bisa dikontrol Saimon, lalu dibuat agar dia bisa ingat dengan cara seperti itu?

Dibanding Mr Hiiragi's Homeroom, Nippon Noir lebih punya banyak omongan. Untuk plot twist pun kali ini lebih dipaksakan, sehingga numpuk dan lebih membingungkan. Rating Nippon Noir hanya setengah dari Mr Hiiragi's Homeroom, padahal mereka udah sengaja datangin kameo mungkin maksudnya untuk dongkrak rating. Dan lagi, serial Mr Hiiragi's Homeroom terasa lebih realistis tentang kasus dan tetek-bengeknya, kecuali bagian blokade kelas 3A. Nippon Noir itu, yang membuat tidak realistis adalah cara kerja hasil eksperimen manusia. Mungkin eksperimen itu memang bisa dilakukan, lalu bisa membuat manusia menjadi zombi dan atau robot. Yang membuat Blogger gak seneng adalah, terutama di episode terakhir, seakan ada on dan off untuk garis-garis hitam pada nadi subyek. Serial ini bukan serial fantasi, supernatural, spiritual, dan sejenisnya. Kalau pun memaksakan genre fiksi ilmiah, kok kayaknya kurang greget ya.

Dengan segala kekuarangannya, Blogger tetap mengharapkan adanya kelanjutan, meski dalam serial yang berbeda. Bisa aja tetap pakai karakter Katsuki, Kitamura juga boleh lah. Blogger hanya penasaran di bagian tertembaknya Kiyoharu.

Bagi yang ingin nonton, mungkin bisa nonton Mr Hiiragi's Homeroom dulu, gak nonton dulu pun gapapa sih, karena masih akan mengerti, cuman maksudnya biar gak bingung tentang adegan kameo sekilas yang gak penting serta kasus blokade kelas 3A yang sesekali diomongin. Kemudian, saat nonton, kalau bisa jangan skip video penutupnya, karena masing-masing episode punya video penutup yang beda (lagunya sama), anggap aja epilog tiap episode, terutama di episode 10 (terakhir).

Rabu, 06 November 2019

Hana Kimi, manga dan dorama

Blogger gak bakal bilang bahwa ini adalah manga favorit Blogger, atau dorama-nya bagus juga. Biasa aja. Tapi manga karya Hisaya Nakajo ini punya tempat spesial di hati Blogger (hati Blogger gede sih, fandom apa-apa punya tempat spesial). Sebelum salah paham, ini bukan fandom pertama Blogger sama sekali.

Pertama kali yang Blogger kenal dari fandom ini adalah sinetron---YES, SINETRON, berjudul Cinderella Boy pada tahun 2007. Saat itu Blogger masih sekitar kelas 6-7, jadi masih sempet nonton tivi. Dan karena Blogger bilang 'sinetron', ya berarti maksudnya serial buatan Indonesia, bahasa dan pemerannya dari Indonesia juga. Inti ceritanya tentang seorang gadis yang menyamar sebagai laki-laki, masuk ke sekolah asrama khusus laki-laki, demi bisa buat idolanya main basket lagi, dan pas banget sang idola adalah teman sekamarnya di asrama. Blogger inget banget nama si idola ini adalah Tristan. Dan Blogger juga sangat ingat ada satu anak sekolah itu yang setiap kali nyentuh tokoh utama, langsung kayak ada sengatan listrik gitu.
Pada saat itu, tema 'cewek nyamar jadi cowok' belum terlalu banyak dipakai, dan pertama kali tayang episode pertamanya pun pas Blogger nonton, jadi sinetron ini Blogger ikutin banget pada masanya. Sejak saat itu, setelah sinetron ini tamat, Bloger jadi mantengin tivi, lihat kalau-kalau ada iklan sinetron menarik lainnya.
Sekitar SMA, Blogger udah hampir gak pernah nonton tivi. Kalau pun sedang di ruang tengah saat tivi nyala, ya itu nyala bukan karena Blogger yang mau nonton. Saat itu Blogger sudah kenal internet, punya komputer di rumah, dan kenal Youtube. Pada satu titik, Blogger kepikiran untuk pengen nonton Cinderella Boy lagi, dan Blogger ketiklah judul itu di Youtube. KAGAK NEMU. Nemu video yang ada 'cinderella' bla bla bla doang, atau malah anime berjudul serupa tapi sinopsisnya jauh, tapi sinetron yang Blogger cari gak dapat. Penasaran, Blogger cari di gugel, nemunya malah manga. Akhirnya Blogger tambahin keywordnya jadi 'Sinetron Cinderella Boy', akhirnya nemu artikel wiki. Paling bawah ada tulisan: Sinetron adaptasi manga dan drama Jepang "Hanazakari no kimi tachi e". Oh oke, setelah itu Blogger langsung cari manganya. Selesai manga, Blogger nonton doramanya (makasih, Youtube). Kayaknya itu waktu Blogger sekitar kelas 11-12 deh, soalnya belum ada video Hana Kimi 2011, jadi Blogger baru dapat versi 2007. Mungkin saat itu HK 2011 sudah tayang, tapi videonya belum kesebar (?).

Tadi itu adalah sejarah (panjang) Blogger terjun bebas ke fandom ini.

Blogger bener-bener gak nyangka bahwa cerita manga ini, pada zamannya, sangat terkenal sampai dibuat versi-versi lainnya. Bukan hanya dorama 2007, tapi sampai remake 2011, versi Taiwan, versi Korea (jadi kasusnya seperti Hana Yori Dango). Kalau Indonesia, sih, udah biasalah 'mengadaptasi' serial luar---manga atau serial tivi lain. Versi (negara) lain, Blogger gak tahu, bisa aja sebenernya ada tapi judulnya beda.

.
Pertama, mari bahas tentang manganya dulu, gimana pun semua bermula dari sini.
Hanazakari no Kimi Tachi e. Panjang ya judulnya? Ini Blogger ngetiknya juga sambil nyontek di atas kok. Tapi setelah selesai baca manganya, Blogger baru tahu bahwa serial ini bisa disingkat Hana Kimi. Judul alternatif dalam bahasa Inggris adalah For You in Full Blossom.
Genre di situs manga online langganan Blogger: romance (ini sangat jelas ya), comedy (bukan yang utama, tapi ini untuk meringankan suasana), drama (ini yang utama, bukan romance), school life (karena masih anak sekolahan, dan lagi mereka tinggal di asrama, jadi genre ini tetap terasa walau tidak sering ada adegan tentang dalam kelas), gender-bender (kalau bukan karena Blogger udah suka sinetron Cinderella Boy, manga ini sudah pasti Blogger lewatin), dan shoujo (ya begitulah). Ada beberapa yang taruh tagar genre harem, tapi menurut Blogger pribadi gak usah, bagaimana pun hanya karena satu perempuan dikelilingi banyak laki-laki itu tidak usah lantas disebut harem, di cerita ini si cewek hanya tinggal dengan mereka dan bukan punya hubungan romantis dengan orang-orang itu.

Jika hanya mengandalkan artwork, Blogger gak yakin mau baca sampai tamat. Bukannya jelek, tapi memang gaya gambarnya Nakajo Hisaya ini untuk shoujo memang kurang cantik menurut Blogger. Tolong garisbawahi, itu menurut Blogger. Apalagi zaman Blogger SMA itu memang bacaan manganya masih bisa dihitung jari, bisa banyak juga berkat Nakayoshi, jadi saat itu gaya gambar manga Hana Kimi ini tidak menarik untuk Blogger.

Untuk ukuran shoujo, manga ini lumayan panjang, ada 144 chapter tambah beberapa epilog. Tolong diingat, biasanya shoujo itu perchapternya bisa lebih dari 30 halaman---tidak semua begitu, tapi rata-rata yang Blogger baca begitu.

Inti ceritanya adalah Ashiya Mizuki, seorang perempuan, terbang jauh-jauh dari Amerika ke Jepang untuk membujuk Sano Izumi kembali ke dunia lompat tinggi lagi. Mizuki mengejar Izumi sampai rela masuk ke sekolah putra, asrama pula, dan bisa pas banget Mizuki sekamar dengan Izumi. Jadi sambil membujuk pelan-pelan, Mizuki harus bagaimana pun caranya menyembunyikan identitasnya. Ada banyak drama yang terjadi selama itu. Dan walau shoujo, gelinya tidak begitu gimana gitu, mungkin karena ceritanya tidak berputar-putar. Ada poin-poin drama yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan upaya Mizuki untuk Izumi, tapi tetap tidak keluar jalur. Lalu karena sudah ada romance, yah, tahulah.

Menurut Blogger, genre utama manga ini adalah drama, bukan romance. Kenapa? Jawabannya adalah bagian akhir dari manga ini sendiri. Walau memang ini slow-burn banget, tapi bukan itu yang ditonjolkan. Saat Mizuki dan Izumi ngaku saling suka, ya sudah, tidak begitu digali lagi. Saat Mizuki harus balik ke Amerika, ya sudah, dia pulang. Ketika di terakhir banget Izumi akhirnya bisa datang samperin Mizuki, ya sudah, tamatnya di situ, tidak ada tentang 'dan mereka bahagia selamanya', gak usah. Daripada romance, Blogger lebih melihat friendship, apalagi karena Mizuki yang sudah bukan murid Ohsaka diam-diam hadir saat kelulusan.

Omong-omong, kalau memang tidak suka adegan romance BxB sama sekali, tidak peduli kalau yang satu sebenarnya perempuan, maka jangan baca manga ini.

.
Kedua, tentang dorama 2007. Doramanya lebih terkenal dengan sebutan 'Hana Kimi' saja.
Blogger nonton serialnya di sekitar 2011-2012, dan saat itu Blogger belum terlalu gila untuk nonton J-drama. Hanya saja, Blogger sudah nonton dorama Ouran High School Host Club serta semua versi live-action Detective Conan. Maka sangat terkejutlah saat Blogger menemukan dua orang Shinichi Kudo, seorang Sonoko Suzuki, seorang Tamaki Suoh, dan seorang Kyoya Ootori.
Tapi gini, karena pemerannya kebanyak cowok (cantik dan ganteng), maka mungkin para aktor Jepang lahiran 1980an (dan awal 1990an) yang jadi gebetanmu itu pernah main di serial ini. Beneran. Setelah Blogger nonton HK 2007, walau tidak cek wiki, dorama apa aja yang Blogger nonton belakangan langsung mikir 'ini orang kayaknya gak asing', karena memang pernah nonton di HK.

Tidak sedikit pemeran HK 2007 (yang jadi murid) sudah punya nama. Seperti pemeran Izumi, Shun Oguri itu sudah duluan terkenal sebagai Rui di Hana Yori Dango. Pemeran Minami, Hiro Mizushima itu main di Kamen Rider Kabuto. Nobuo Kyo yang jadi Masao Oscar, pernah main di Hurricaneger.
Tapi meski sudah ada beberapa yang sudah terkenal di fandom lain, ada juga beberapa yang menjadi HK sebagai serial drama pertamanya, dan biasanya mereka-mereka ini adalah figuran (?) dari asrama 1 dan 3. Tapi rata-rata, setelah proyek dorama ini, mereka main di dorama terkenal.

Ehem.
Dorama 2007 itu sangat menonjolkan comedy. Blogger bukan hanya omongin tentang Nakatsu, tapi memang keseluruhan serial ini sangat mengundang tawa. Alurnya sama seperti manga, tapi kisahnya berbeda. Dorama ini menggunakan inti cerita yang sama, poin dramanya ada banyak yang diambil, tapi eksekusinya dibuat beda. Seperti, iya benar ada acara dansa di mana Mizuki dan beberapa anak cowok lain yang harus berperan sebagai perempuan, tapi ceritanya beda. Jadi ide dari manga tetap dipakai, tapi eksekusinya melenceng. Seperti yang sudah Blogger katakan di awal paragraf ini, HK 2007 seakan mengutamakan agar penonton tertawa atau setidaknya nyengir.

Sebagai dorama yang perepisodenya butuh 40 menitan, Blogger merasa agak buang-buang waktu karena tidak semua ide cerita dipakai dengan baik. Sudah begitu, beberapa detil dari ide yang dipakai juga dibuat berbeda dengan manga. Sudah 12 episode tambah satu movie, masih hanya berkutat dengan comedy.

Ada beberapa aktor yang Blogger pribadi salut, karena berarti mereka bisa berperan sebagai apa saja. Misalkan yang paling jelas adalah Nobuo Kyo. Di HK, dia main sebagai Oscar yang sebenarnya sangat beda dengan manga. Tapi percaya deh, susah untuk Blogger bisa nonton Hurricaneger dengan cara yang sama lagi, karena dia pernah main sebagai Isshuu Kasumi yang bisa dibilang cool. Sedangkan di HK, gara-gara ikutin skenario, jadi agak yah gimana gitu.
Contoh lain adalah Ryo Kimura, yang main jadi Nakao. Tahun 2009, pemeran Nakao, Sekime, dan Kanna (kalau ada yang terlewat, berarti Blogger lupa) main di dorama Otomen. Di HK, Ryo Kimura harus jadi cowok gemulai yang cantik dan genit (terhadap Minami). Sedangkan di Otomen, dia harus kalem dan dingin, ini kebalikan banget dengan di HK.
Ada beberapa aktor (setelahnya) harus berperan sangat kebalikan dengan yang mereka lakukan di HK, dan itu mereka lakukan dengan baik. Makanya Blogger seneng dengan para aktor ini, mereka totalitas.

.
Ketiga, dorama 2011. Untuk membedakan dengan dorama pertama, mereka lebih dikenal dengan nama panjangnya, Hanazakari no Kimitachi e (biasanya di belakangnya ditaruh 2011).
Unsur comedy tidak terlalu ditekankan. Payahnya, pertama, mereka berusaha untuk menyamakan warna comedy dan romance dengan yang sudah terjadi di 2007, jadi terkesan sangat dipaksakan, seperti yang mereka lakukan pada karakter Nakatsu (mungkin hanya perasaan Blogger saja). Payah kedua, mereka hanya ingin membuat ulang dorama 2007 saja, tanpa niat kembali ke jalan yang benar ke manga. Iya, untuk adaptasi ceritanya sendiri, HK 2011 lebih ngaco dari 2007.

Set yang dipakai itu, entah masih set yang sama dengan 2007 atau mereka berusaha membuat sama persis. Tapi Blogger agak setuju dengan para komentator, bahwa HK 2011 itu hanya untuk raup uang. Karena, yah, hanya rentang 4 tahun sudah bikin remake, jelas orang masih terlalu ingat tentang yang orisinil.

Mari bahas bedanya dorama Hana Kimi 2007 dengan 2011.

  •  PLOT.
Plot 2007 lebih padat daripada 2011, event setiap episode lebih banyak, sehingga 2007 terkesan ingin menampilkan banyak kejadian dalam episode yang terbatas. Detil event 2011 lebih mengikuti detil event canon manga, sedangkan 2007 yang diikutin hanya idenya saja. 2007 hanya mengikuti garis besar suatu event tertentu di manga, atau kadang hanya menampilkan segelintir ide pokok manga tetapi plotnya diubah.

Tapi ada hal yang cukup mencolok bagi Blogger yang membedakan 2007 dan 2011: bagaimana kaki Sano Izumi sampai terluka. Versi 2007 menceritakan bahwa Izumi terluka karena kaki tersayat pisau oleh berandalan yang mengejar Mizuki. Versi 2011 menceritakan bahwa Izumi terluka karena ingin menyelamatkan manager-nya yang nyaris tertabrak mobil---seperti versi aslinya di manga. Menurut Blogger pribadi, Blogger lebih seneng dengan plot 2007. Enggak, Blogger bukannya gak mau menghargai karya aslinya (manga). Tapi Blogger lebih seneng Mizuki yang datang dari Amerika ke Jepang dengan perasaan bersalah karena telah 'merampas senyum' Izumi, karena dia pikir dialah yang menyebabkan Izumi terluka---dibanding dengan Mizuki yang datang dari Amerika ke Jepang seolah-olah memang hanya karena ingin melihat Izumi lompat tinggi secara langsung.

Hal mencolok nomor dua adalah kepala sekolah. Keduanya berbeda dengan manga. Di 2007, Kepala Sekolah Tsubaki (cewek) adalah Kepsek untuk Ohsaka dan Blossom, dia bijak dan memang agak aneh tapi sifatnya mendukung murid. Sedangkan 2011, Kepala Sekolah yang diperlihatkan ada 3, mungkin maksudnya masing-masing merepresentasikan Tokyo, Ohsaka, dan Blossom, tapi ketiganya sangat tidak peduli dengan nasib Ohsaka (oke kecuali saudara tertua). Blogger sangat membenci ketiga (kedua) Kepsek 2011, karena mereka hanya mau tahu Ohsaka diruntuhkan untuk bangun sesuatu yang lain. Mereka gak peduli kalau masih ada murid kelas satu atau dua---yang kelas tiga ya tinggal tunggu kelulusan aja. Maksudnya, setidaknya tunggu semua murid lulus dulu, gak usah terima murid baru, lalu baru diruntuhkan. Ini enggak. Nyebelin.

Hal utama yang dibahas di 2007 adalah tentang Mizuki yang merahasiakan identitasnya serta upaya agar Izumi ikut kompetisi lagi. Ikatan yang ditonjolkan adalah pertemanan Mizuki dengan para siswa lain. Dan karena (sepertinya) ini terjadi selama nyaris setahun, maka feel saat Mizuki balik ke Amerika terasa. (Di manga satu setengah tahun).
Sedangkan di 2011, masalah yang lebih ditonjolkan justru tentang bagaimana Ohsaka akan diruntuhkan dalam 3 bulan, dan akhirannya para murid berpikir kemenangan Izumi di kompetisi bisa menghalau bencana itu. Ada tentang Mizuki yang menyembunyikan identitas sambil berharap Izumi lompat tinggi lagi, tapi itu kalah dengan drama akan dihancurkannya sekolah mereka. Dan karena latar waktunya hanya 3 bulan, Blogger tidak merasa ada ikatan yang kuat, sehingga saat Mizuki harus pulang, feel nya kurang terasa.

Menurut Blogger, Mizuki menjadi motor penggerak di versi 2007, makanya bisa kena ke semua karakter lain. Sedangkan di 2011, Mizuki berpartisipasi jika memang itu bagiannya.

  • PENOKOHAN, Aktor/Aktris.
Ada karakter yang sesuai dengan manga di salah satu doramanya, ada yang sesuai di keduanya, ada juga yang sama-sama kurang sesuai. Ada pula karakter manga yang dimasukkan di versi 2007 tetapi tidak ada di versi 2011, ada juga yang sebaliknya, ada pula yang tidak ada di keduanya. Tapi Blogger hanya akan membahas perbandingan beberapa karakter yang ada di kedua dorama saja.

1. Ashiya Mizuki, diperankan oleh Horikita Maki (2007) dan Maeda Atsuko (2011). Menurut Blogger, Maki memang lebih unyu daripada Atsuko, tapi kalau mau dimiripin dengan Mizuki versi manga, Blogger lebih milih Atsuko. Hanya saja, di 2011, Blogger tetap merasa Atsuko seperti harus berakting sama seperti Maki, jadinya tidak orisinil.
2. Sano Izumi, diperankan oleh Oguri Shun (2007) dan Nakamura Aoi (2011). Pertama kali Blogger nonton versi 2007, Blogger kaget karena Izumi begitu berbeda dengan manga-nya. Blogger nge-fans banget sama Shun, tapi menurut Blogger dia gak cocok meranin Izumi. Tampangnyalah, karakterisasinya-lah, enggak banget---walau pengkarakterisasian mungkin sudah diatur dari sutradara dan penulis naskah. Di manga, Izumi bukan bersikap dingin, hanya lebih kayak pendiam saja, dan dia masih mau jalan sama temen-temennya. Sedangkan dorama 2007, Shun berakting seakan Izumi dingiiinn banget, sudah seperti tidak punya semangat hidup. Sebaliknya, Fei Blogger berpikir Aoi lebih cocok berperan menjadi Izumi---baik tampang dan karakterisasi lebih menyerupai manga.
3. Nakatsu Shuichi, diperankan oleh Toma Ikuta (2007) dan Miura Shohei (2011). Keduanya tidak begitu mirip dengan Nakatsu versi manga, serius. Jadi Blogger menyatakan keduanya seri dalam hal tampang. Masalah karakterisasi pun sebenarnya Nakatsu versi manga tidak segila doramanya. Serius, adegan dimana Ikuta dan Shohei berakting sebagai Nakatsu yang sering mendumel sendiri itu agak berlebihan---walau itulah letak lucunya serial ini. Tapi kalau disuruh pilih, mungkin Blogger akan memilih Nakatsu versi Ikuta.
4. Nanba Minami, diperankan oleh Mizushima Hiro (2007) dan Kiriyama Renn (2011). Karakter favorit Blogger di serial ini, dan diperankan oleh 2 aktor favorit Blogger juga---kedua aktor ini Blogger tau dari serial Kamen Rider. Terus Blogger jadi galau gitu gara-gara harus pilih satu di antara kedua aktor favorit Blogger ini. Tampang keduanya sudah menyerupai Minami versi manga. Karakterisasi Hiro dan Renn mirip, dan keduanya agak berbeda dengan karakter Minami yang sesungguhnya. Tapi kalau ikutin deskripsi di manga, Minami itu cantik, dan sejujurnya Blogger berpikir Hiro lebih cantik dari Renn.
5. Kayashima Taiki, diperankan oleh Yamamoto Yusuke (2007) dan Yanagishita Tomo (2011). Blogger nge-fans sama Yusuke, tapi menurut Blogger, tampangnya sangat tidak cocok dengan Taiki versi manga, serius. Kalau tidak ada manga-nya, Blogger pun akan memilih Yusuke. Bukan, bukan karena Blogger nge-fans sama dia, tapi karena memang ada banyak adegan lucu yang ditampilkan oleh Yusuke, apalagi karena wajahnya itu khas banget. Tapi kalau memang mau mengikuti manga, berarti Tomo yang lebih cocok, JAUH banget.
6. Sekime Kyogo, diperankan oleh Okada Masaki (2007) dan Yamada Shintaro (2011). Kasusnya mirip banget dengan karakter Taiki. Blogger nge-fans dengan Masaki, tapi tampang dan akting dia tuh bukan Sekime banget, seriusan. Masaki lebih unyu memang, tapi Shintaro jauh lebih menyerupai karakter Sekime. Hiks.
7. Nakao Senri, diperankan oleh Kimura Ryo (2007) dan Nishii Yukito (2011). Sebenernya kedua aktor ini tidak menyerupai Nakao versi manga. Tapi kalau mau mengikuti kata-kata manga yang menggambarkan Nakao adalah bishonen, Blogger akan lebih memilih Yukito.
8. Umeda Hokuto, diperankan oleh Kamikawa Takaya (2007) dan Takumi Saito (2011). Tampang keduanya sama sekali tidak menyerupai Hokuto versi manga. Tapi kalau Takaya pakai kacamata dan tubuhnya lebih ramping, pasti mirip dengan Hokuto. Tapi untuk masalah karakterisasi, Blogger lebih memilih aktingnya Saito walau tampang dia tuh enggak banget.
9. Tennouji Megumi, diperankan oleh Ishigaki Yuma (2007) dan Mitsushima Shinnosuke (2011). Baik tampang dan karakterisasi keduanya tidak menyerupai Tennouji versi manga. Tapi entah kenapa Blogger lebih seneng lihat akting Yuma daripada Shinnosuke.
10. Himejima Masao, diperankan oleh Kyo Nobuo (2007) dan Tokuyama Hidenori (2011). Ini... Blogger lebih memilih Hidenori banget, sungguh, walaupun memang akting Nobuo sebagai Himejima itu koplak banget. Tapi kalau mau ikutin manga, berarti Hidenori memang lebih bagus.
11. Kagurazaka Makoto, diperankan oleh Shirota Yuu (2007) dan Sato Yuki (2011). Pertama kali nonton versi 2007, Blogger nyaris keselek waktu liat Kagurazaka versi Yuu. Sungguh, kaget bukan main, karena kesannya beda gimana gitu. Tapi waktu Blogger nonton versi 2011, walau Yuki gak seganteng Yuu, serta jalan ceritanya gak sekonyol 2007, Yuki lebih mirip Kagurazaka.
12. Nanba Io, diperankan oleh Moriguchi Yoko (2007) dan Yamamoto Mirai (2011). Tampang keduanya tidak begitu mirip dengan Io versi manga, tapi mereka berdua akting dengan cara yang sama, dan karakterisasi dari keduanya pun bisa dibilang mirip dengan versi manga. Tapi dari sikap karakter di dua versi ini, Blogger pikir Yoko lebih cocok.

Salah satu karakter yang ngaco dalam dorama adalah Hara Akiha. Di manga, dia laki-laki. Bukan tokoh utama, tapi dia punya peranan cukup penting karena Mizuki pernah kerja sambilan, dan Akiha ini hobinya skinship dengan Hokuto. Sedangkan di dorama 2007, Akiha dibuat jadi perempuan, adiknya kepsek pula. Di 2011 malah gak ada sama sekali.

  • Yang masih dipertanyakan.
Di dorama 2007, Blogger bingung tentang jumlah murid sekolah Ohsaka. Saat mereka semua kumpul, murid Ohsaka keseluruhan termasuk sedikit. Versi 2011 masih wajarlah, karena mungkin sudah ada yang keluar, atau justru sedikitnya murid yang masuk membuat sekolah akan diruntuhkan. Tapi versi 2007 itu sekolahnya jauh dari kata bangkrut. Bahkan, anak kelas 3nya seakan hanya bertiga: Minami, Oscar, dan Megumi. Walaupun saat kejadian Nakatsu dituduh  nyontek, Minami sempet bilang bahwa ada anak kelas 3 yang kena masalah, tapi itu tidak ditunjukan. Saat kelulusan, Blogger paham kalau ketiga kepala asrama (tambah Hibari) maju ke depan tanpa anak kelas tiga lainnya, jadi kayak perwakilan. Tapi saat ngasih bunga itu, mana anak kelas tiga lainnya? Blogger pikir, sekali pun gak mau terlalu ditayangin mukanya, ya pakailah beberapa jadi figuran tapi yang bener disorot hanya mereka bertiga.

Di dorama 2011, yang Blogger bingungkan malah kenapa Mizuki masih diterima di Ohsaka padahal ntuh sekolah sudah mau ditutup dalam 3 bulan? Itu gak masuk akal.
Kemudian, jika sekolah mengalami defisit, itu jelas bukan salah anak-anaknya, apalagi di Ohsaka ini justru para murid berjuang agar sekolah jangan sampai ditutup.

.
Terakhir Blogger mau omongin sedikit tentang karakter secara keseluruhan.
Sebelumnya, tentang para aktor dan aktris, secara keseluruhan sebenarnya 2011 lebih mendekati ke manga. Orang-orang di 2007 memang sangat baik. Dan, bukan tentang umur, tapi tampang orang 2007 saat itu tampak lebih tua untuk main sebagai anak SMA.
Sekarang benaran tentang tokoh untuk ketiga versi.
  • Tokoh Nakatsu, walau bukan favorit Blogger, adalah tokoh yang sangat penting. Maksudnya bukan karena dia adalah sahabat Izumi (dan Mizuki), tapi keberadaannya membuat cerita (manga dan dorama) menjadi lebih ringan. Makanya walau menganggap berlebihan, tapi Blogger cukup senang menonton bagian Nakatsu ngoceh di  2007 dan 2011.
  • Tokoh Sekime, dia agak menjurus ke figuran di versi mana pun. Tapi karena dia anggota asrama 2, jadi sering disorot aja. Walau bukan tokoh favorit, Blogger merasa Sekime adalah tokoh yang baik untuk ditempatkan di kisah ini. Dia jadi atlit pembeda dengan Izumi, dan ini diperkuat di 2011. Tapi Blogger seneng baik di 2007 maupun di 2011, Sekime diperlakukan bagus. Terutama di 2007, dia dibuat agar menjadi salah satu orang pertama yang menjadi teman Mizuki di Ohsaka, makanya perpisahan mereka cuman terasa.
  • Tokoh Kayashima, walau sebenarnya bukan di jajaran tokoh utama, tapi dia tokoh yang penting dalam tiga versi ini. Bagaimana pun, selain Hokuto, sebelum semua orang tahu identitas Mizuki, Kayashima langsung tahu. Curang sih, karena dia lihat auranya, tapi dia diem-diem, dia bahkan gak tanya macem-macem. Bahkan diperjelas di 2011 bahwa tidak mudah bagi Kayashima untuk jangan sampai keceplosan. Dengan kata lain, dengan caranya sendiri, Kayashima melindungi rahasia Mizuki. Gara-gara ini, Kayashima adalah orang ketiga yang Blogger ship dengan Mizuki.
  • Tokoh Hokuto, walau ceritanya gay, adalah orang kedua yang Blogger ship dengan Mizuki, pencetusnya ada di 2007. Di manga, Hokuto memang peduli pada murid-murid dengan caranya sendiri. Dia peduli pada Mizuki, tapi ya begitu saja, hanya sekedar karena tahu rahasianya. Walau mungkin sebel, tapi Hokuto selalu ladenin Mizuki. Di 2011, kedekatan Hokuto dengan Mizuki kurang tergali, tapi kelihatan jelas di episode terakhir bahwa Hokuto peduli pada Mizuki dan hubungan gadis itu dengan para murid Ohsaka di episode terakhir. Sedangkan di 2007, Hokuto adalah tokoh yang sangat penting bagi Mizuki selama di Ohsaka. Walau sering ngomel, tapi Hokuto selalu ladenin Mizuki yang hobi datang curhat. Bahkan di 2007, didatangkan tokoh Akiha (walau beda gender dengan versi manga) untuk menghidupkan karakter Hokuto. Yang membuat Blogger makin ngeship Hokuto dengan Mizuki adalah saat di bandara (episode terakhir 2007), ternyata alergi Hokuto terhadap perempuan sudah sembuh (secara implisit diperlihatkan karena Mizuki), dan Hokuto ngomong pada dirinya sendiri bahwa utang Mizuki yang merepotkan dirinya selama di Ohsaka telah lunas dengan senyumannya. Itu manis banget. Sampai pernah Blogger bikin fanfict Hokuto x Mizuki.
  • Tokoh Minami adalah tokoh pertama yang Blogger ship dengan Mizuki. Pencetusnya ada di manga. Malah sebenarnya di dorama hampir gak ada pemicunya. Kalau pun ada, berarti di akhir 2011 aja. Di manga, Minami bilang bahwa dia tahu Mizuki perempuan dari intuisinya. Berarti entah sejak kapan, pokoknya dia sudah curiga. Tapi Minami gak pernah tanya, gak pernah di depan layar dia cari tahu bahkan ke pamannya sekalipun. Seakan, kalau kecurigaannya benar, yaudah aja. Di akhir 2011, perpisahan dengan Mizuki, pemicu Blogger ngeship mereka lagi adalah ketika Minami kasih bunga tulip (eh itu bener tulip kan ya?) ke Mizuki. Blogger pernah ngetik fict Minami x Mizuki sih, tapi kayaknya dalam minggu ini mau ngetik fict tentang mereka lagi gara-gara insiden tulip itu.
.
Blogger belum sempat nonton versi Taiwan dan Korea (khusus yang ini bakal, yah, gak semangat). Kalau Blogger sudah nonton keduanya tambah nonton ulang Cinderella Boy, Blogger akan coba buat pembandingnya.

Terima kasih yang sudah baca sampai sini, kalian cetar, deh. Blogger aja ngetik entri ini butuh dua hari, dan kayaknya masih banyak yang ketinggalan.