Tampilkan postingan dengan label todome no kiss. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label todome no kiss. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Februari 2020

Top 10 Favourite J-drama Series

Seperti di entri tentang J-movie favorit, kali ini Blogger bikin entri tentang 10 serial drama Jepang favorit Blogger, tidak termasuk anime, tokusatsu, dan miniseri. Dan sama seperti entri sebelumnya, serial yang masuk ke daftar ini sama sekali bukan berarti mereka serial yang bagus banget, melainkan berdasarkan rasa suka Blogger pada serial yang bersangkutan. Walau dinilai berdasarkan rasa suka, bukan berarti Blogger pilih serial yang paling membuat Blogger fangirlingan, karena bisa-bisa Prince of Legend ada di nomor satu (padahal di daftar ini masuk honorable mention aja kagak). Kalau tokusatsu disertakan di sini, bisa-bisa isinya kebanyakan Kamen Rider dan Super Sentai. Kalau anime ikut masuk, yah, sudahlah---di daftar ini pun sama seperti di movie, banyak yang merupakan adaptasi.

Daripada movie, jumlah serial dorama yang Blogger tahu lebih banyak, tapi hanya sekedar tahu, belum sempat nonton semua. Jadi kalau ada serial yang kamu anggap bagus tapi gak ada di entri ini, kemungkinannya ada tiga: pertama karena Blogger kurang suka serial itu, kedua karena memang belum nonton, ketiga karena tidak tahu.

Jika sudah baca entri tentang 10 movie favorit Blogger, maka kamu akan menemukan 2 judul serial yang sama dengan di entri sebelumnya.

Mari kita mulai!

.

10. Hana Yori Dango / Boys Over Flowers season 1 (2005)


Terdiri dari 9 episode, punya sequel, movie, dan punya banyak versi (tapi yang terkenal adalah dari Taiwan dan Korea). Blogger tidak tertarik dengan artwork manganya, dan animenya belum Blogger sentuh sama sekali. Sebelum tahu HYD, Blogger tahunya Meteor Garden, bahkan kasih nama piaraan 'Lei' berdasarkan tokoh 'Hua Ze Lei' yang adalah counterpart 'Hanazawa Rui'---pantesan piaraan Blogger jadi hobi tiduran //okesip. Serial ini cerita tentang F4 yang beranggotakan 4 cowok populer yang ditakuti karena kekuasaannya, tidak ada yang berani bantah, dan bebas bully siapa pun lalu pembullyan itu bisa diikuti oleh warga sekolah lainnya. Tapi ujungnya ketua F4 ini malah naksir cewek kampung beasiswa yang gak kenal takut. Iya, ini drama banget. Serial ini (baik manga maupun para serial dramanya) cukup populer, bahkan sering jadi referensi (jadi kalau ada cowok jalan berempat lantas disebut kayak F4, berarti merujuk ke sini).

Makino Tsukushi diperankan oleh Inoue Mao.
Domyoji Tsukasa diperankan oleh Matsumoto Jun.
Hanazawa Rui diperankan oleh Oguri Shun, yang pernah main dua kali di live-action Detective Conan sebagai Kudo Shinichi.
Nishikado Sojiro diperankan oleh Matsuda Shota.
Mimasaka Akira diperankan oleh Abe Tsuyoshi.

.

9. Death Note (2015)

Terdiri dari 11 episode, tidak ada sequel. Sebelum bingung, ini gak ada hubungannya dengan rangkaian live-action movie sama sekali, alias ini dari universe yang baru, tapi tetap adaptasi dari manga. Untuk alur cerita, serial ini lebih mendekati manga, tapi detil movie lebih baik. Di movie, L harus berjuang sendiri (dengan para polisi) untuk menangkap Kira. Sedangkan di serial, yang menangkap Kira adalah Near yang punya kepribadian ganda menjadi Mello. Penokohan movie memang lebih baik, tapi keseluruhan cerita di serial terkesan lebih ringan.

Yagami Light diperankan oleh Kubota Masataka, tidak seganteng manga, tapi tidak se-om-om movie.
L diperankan oleh Yamazaki Kento, pacar kesekian Blogger, lebih imut dari manga, tapi Blogger lebih suka versi movie.
Near diperankan oleh Yuki Mio.

.

8. The Wallflower / Perfect Girl Evolution / Yamato Nadeshiko Shichi Henge (2010)

Terdiri dari 10 episode, berdasarkan manga yang belum Blogger baca, ada animenya juga yang belum Blogger tonton. Ceritanya tentang seorang cewek yang karena suatu hal (dijelaskan selama serial berjalan) sangat menutup diri dan sangat senang dengan sesuatu yang, yah, gotik. Dia tinggal dengan 4 cowok cantik dan seorang adik sepupunya yang adalah pengurus kos rumah itu. Enggak, ini bukan reverse-harem. Setiap tokoh yang selalu muncul tiap episode (MShe, 4 cowok cantik, sepupu MShe, tante MShe) punya Arc masing-masing, terutama tentang alasan kenapa mereka bisa tinggal ngekos di sana. Serial ini menyatakan bahwa menjadi cantik/ganteng/punya tampang bagus tidak selalu menyenangkan.

Nakahara Sunako diperankan oleh Omasa Aya, yang pernah main di Paradise Kiss (movie) sebagai Sakurada Miwako.
Takano Kyohei diperankan oleh Kamenashi Kazuya.
Oda Takenaga diperankan oleh Uchi Hiroki.
Morii Ranmaru diperankan oleh Miyao Shuntaro.
Toyama Yukinojo diperankan oleh Tegoshi Yuya.

.

7. Kiss that Kills / Kiss of Death / Todome no Kiss (2018)

Terdiri dari 10 episode dan punya season paralel. Blogger sudah pernah buat entri khusus tentang serial ini. Judulnya, dalam bahasa Indonesia berarti ciuman/kecupan mematikan, dan tentang itulah ceritanya. Tiap kali MShe mencium (bibir) seseorang, dia dan orang itu akan tewas, kemudian kembali ke tepat seminggu sebelumnya. Season paralel maksudnya adalah kisah lanjutan pada universe setelah MShe cium korbannya. Jadi MShe dan korban masuk ke dunia paralel seminggu yang lalu, tapi dunia yang sebelumnya itu akan tetap jalan. Berarti semakin sering ciuman itu dilakukan, akan semakin banyak dunia paralel yang tercipta. Blogger pribadi kurang suka dengan season paralelnya (walau pun sebenarnya kreatif) sih, tapi season intinya Blogger cukup suka, mungkin karena YamaKen.

Dojima Otaro diperankan oleh Yamazaki Kento. Enggak, pada mulanya Blogger bukan nonton ini karena ada dia.
Sato Saiko diperankan oleh Kadowaki Mugi.

.

6. No Dropping Out: Back to School at 35 / 35-year-old High School Student / 35-sai no Kokosei (2013)

Terdiri dari 11 episode. Ceritanya adalah tentang seorang wanita berumur 35 tahun yang kembali ke sekolah sebagai murid kelas 12. Iya, dia duduk di kelas bareng anak-anak remaja, ikut pelajaran seperti biasa, dan dia bahkan lebih tua dari wali kelasnya. Di situ, dia akan menyaksikan dan menghadapi beragam macam pembullyan. Tiap episode selalu ada aja masalah. Tapi yang paling Blogger suka mungkin ketika mereka kemping.

Baba Ayako diperankan oleh Yonekura Ryoko.
Koizumi Junichi diperankan oleh Mizobata Junpei, yang pernah memerankan Kudo Shinichi dalam 2 live action movie dan 1 serial Detective Conan.

.

5. MR. BRAIN (2009)

Terdiri dari 8 episode, dan memang judulnya huruf kapital semua. Blogger bisa kedapatan nonton ini berkat teman kos Blogger sekitar tahun 2013, copy dari harddisknya, wkwkwk. Ceritanya tentang seorang host yang kecelakaan, lalu kepribadiannya jadi berubah, kemudian tertarik dengan sains dan bergabung dalam kepolisian, menyelesaikan kasus menggunakan sains. Seru dan cukup menegangkan. Bagian akhirnya cukup gantung, mungkin awalnya mereka ingin buat sekuel.

Tsukumo Ryusuke diperankan oleh Kimura Takuya.

.

4. Detective Conan: Kudo Shinichi he no Chosenjo / Shinichi Kudo's Written Challenge (2011)

Terdiri dari 13 episode, lalu ada spin-off / lanjutan movie Kyoto Shinsengumi Murder Case yang kasusnya harus dia pecahin bareng Heiji. Anu, gini, judul serial ini memang sama dengan judul live action movie pertamanya (yang masuk ke daftar J-movie favorit). Serial ini berlatar sebelum Shinichi menjadi Conan, tapi agak sulit untuk dipaksa sebagai canon, karena ada kasus-kasus yang canon di manga tapi timelinenya ketika dia menjadi Conan. Selama 13 episode, Shinichi bersama Ran dan Kogoro itu hanya sehari saja, tapi berpacu dalam waktu, mencari kata sandi dalam ruangan putih lewat mengingat kasus-kasus yang terjadi. Nah, tiap episode itu maksudnya menceritakan kasus yang harus Shinichi ingat.

Kudo Shinichi diperankan oleh Mizobata Junpei.
Mouri Ran diperankan oleh Kutsuna Shiori.
Mouri Kogoro diperankan oleh Jinnai Takanori, dia juga berperan menjadi Kogoro dalam 2 live action movie DC yang dimainkan duo Oguri Shun - Kurokawa Tomoka.

.

3. Ouran High School Host Club / Gekijoban Oran Koko Hosutobu (2011)

Terdiri dari 12 episode dan 1 episode spesial. Blogger inget banget kenal cerita ini cuman dari Hanalala, itu pun hanya beberapa chapter longkap-longkap, kemudian bahagia saat nemuin serial dorama ini. Blogger sudah dua kali baca manganya, masih tetep suka. Tapi animenya masih belum kesentuh. Serial dorama ini tampak niat ikutin alur dan setidaknya materi penting dari manga. Ceritanya tentang murid beasiswa yang pecahin guci mahal, lalu terpaksa gabung dengan Klub Host untuk bayar utangnya, tapi dia harus sembunyiin identitasnya yang adalah cewek. Banyak pemeran yang tampak lebih tua dari yang seharusnya, tapi kemistri mereka terhadap peran cukup baik. Arc masing-masing host cukup dimunculkan walau tidak selengkap manga. Blogger ngeship Haruhi x Kyoya gila-gilaan itu karena serial tv ini.

Fujioka Haruhi diperankan oleh Kawaguchi Haruna.
Suou Tamaki diperankan oleh Yamamoto Yusuke, dia pernah main pada tahun sebelumnya di film Paradise Kiss sebagai Tokumori Hiroyuki.
Ootori Kyoya diperankan oleh Daito Shunsuke yang pernah main di Fujoshi Kanojo sebagai Hinata, lalu dia juga akan main di serial yang ada di nomor 2 sebagai adik MC.
Haninozuka Mitsukuni diperankan oleh Chiba Yudai. Jadi setelah selesai jadi malaikat magang bernama Alata dalam serial Tensou Sentai Goseiger, dia main jadi host //okesip.
Morinozuka Takashi diperankan oleh Nakamura Masaya.
Hitachiin Hikaru dan Kaoru diperankan oleh Takagi Shinpei dan Manpei. Kalau kamu sering lihat Fred dan George Weasley dari fandom Harry Potter dalam bentuk anime, biasanya gambar mereka terinspirasi dari Hitachiin Brothers ini.

.

2. Hana Kimi / For You in Full Blossom / Hanazakari no Kimi tachi he: Ikemen Paradaisu (2007)

Terdiri dari 12 episode dan 1 episode spesial, pernah dibuat remake tahun 2011, ada versi dari negara-negara lain tapi yang resmi hanya Korea dan Taiwan. Blogger sudah pernah bahas ini di 2 entri yang berbeda (iya, perlu 2 entri karena bahas manga, 2007, 2011, Taiwan, Korea, dan Indonesia). Ceritanya tentang cewek yang nyamar jadi cowok, masuk ke sekolah cowok untuk bujuk idolanya yang pernah cedera lompat tinggi lagi. Yang Blogger masukin ke daftar ini adalah versi 2007, walau materi 2011 lebih banyak yang canon, tapi 2007 terlalu membekas dalam hati dan pikiran Blogger. Bukan hanya karena dramanya kental, tapi juga komedinya dapat banget.

Ashiya Mizuki diperankan oleh Horikita Maki.
Sano Izumi diperankan oleh Oguri Shun. Iya maaf ya, dia lagi.

.

(Me: gak perlu honorable mention lah ya)
(Also me: berikut adalah honorable mentionnya)

Honorable Mentions:
  • The Girl's Speech / School's Staircase / Gakko no Kaidan (2015, 10 episode)
  • Haken no Hinkaku / The Pride of the Temp (2007, 10 episode)
  • Seigi no Mikata / Ally of Justice (2008, 10 episode)
  • Nippon Noir / Nippon Nowaru: Keiji Y no Hanran (2019, 10 episode)
  • Bungaku Shoujo (2018, 8 episode)
.

Yang pernah baca entri-entri Blogger yang bahas mengenai dorama, mungkin sudah tahu apa yang jadi nomor satu.

1. Mr Hiiragi's Homeroom / 3 nen A kumi: Ima kara mina-san wa, Hitojichi desu (2019)

Terdiri dari 10 episode dan 2 episode spesial, para karakter main sebagai kameo di serial Nippon Noir yang berlatar 6 bulan setelah kasus di serial ini selesai, dan Blogger sudah pernah mengulas dorama ini (dan Nippon Noir) di entri tersendiri. Dorama ini bercerita tentang seorang wali kelas, ketika 10 hari menjelang kelulusan anak didiknya, memblokade sekolah (tepatnya kelas mereka) dan menjadikan para murid kelasnya sebagai tahanan, hanya untuk mengungkap kebenaran mengenai kasus bunuh diri seorang murid dari yang kelas yang sama---setiap jawaban yang salah akan ada konsekuensinya, dan di episode awal konsekuensinya adalah dia akan bunuh anak kelasnya. Di awal memang dia bilang ingin ungkap kebenaran kematian muridnya, tapi seiring serial berjalan, ternyata ada kasus di balik kasus, dan si guru ingin mengajarkan murid kelasnya tentang menjadi manusia sebelum mereka harus menghadapi dunia setelah kelulusan SMA. Bagi Blogger, ini adalah serial yang kuat, mengajarkan bahwa jangan langsung termakan hoax dan menyebarkannya sebagai kebenaran tanpa ditelusuri lebih lanjut. Jika tahu kebenaran, jangan diam, tetap pikirkan perasaan dan hidup orang-orang di sekitar (terutama subyek berita) jika kamu melakukan sesuatu terhadap berita yang kamu dapat. Jangan jadi pembunuh di dunia maya, apa pun yang kamu taruh di internet (terutama sosmed), sedikit-banyak memengaruhi orang lain, jadi jangan asal ceplos tulis 'mati aja sana!' karena kalau dia beneran bunuh diri berarti kamulah pelakunya. Ini memang hidupmu, tapi ini juga hidup orang lain. Kamu adalah tokoh utama di hidupmu, tapi orang lain juga tokoh utama di hidup mereka, jadi jangan jadi tokoh antagonis di hidup orang lain!

Hiiragi Ibuki diperankan oleh Suda Masaki. Blogger baru sadar bahwa dia pemeran Ibuki ketika di episode 4. Performanya luar biasa, Blogger tercengang saat nonton pertama kali. Sebelum serial ini, Blogger kenal dia di Kamen Rider W, Assassination Classroom, Death Note: Light Up the New World (movie DN berlatar 10 tahun sejak film Death Note: Last Name), dan Todome no Kiss.

Jumat, 24 Januari 2020

Todome no Kiss

Wah YamaKen dari Hotaro jadi Otaro, nakal yaaa //bukan

Ehem.

Blogger sudah tahu eksistensi dorama Todome no Kiss ini sejak awal 2019 (padahal rilisnya awal 2018). Tapi Blogger gak begitu ada niat untuk pengen nonton padahal ada Yamazaki Kento yang pada tahun 2015 main sebagai L di serial dorama Death Note. Kemudian Blogger nonton Hyouka (2017) pada tahun 2019 hanya karena pernah baca novelnya dan tanpa tahu bahwa Yamazaki Kento ikut main jadi Hotaro. Gara-gara itu Blogger jadi buka wiki dan cari filmnya yang lain, makanya bisa tau film ini pertama kali. Dari sinopsis sebenernya gak ada masalah, biasa aja. Cuman mungkin yang menjadi masalah ada posternya.


Tidak jelek, tapi menurut Blogger, poster tersebut tampak seperti film horor, padahal genre yang tertera adalah romance dan drama. Arti dari judulnya sendiri sekaligus judul alternatifnya adalah 'Kiss that Kills', dalam bahasa Indonesia kurang lebih berarti 'ciuman yang mematikan', atau intinya tentang ciuman yang bisa membuat seseorang tewas. Sampai saat ini, jika pengetahuan Blogger mengenai serial ini hanya sampai situ, Blogger tetap tidak mau nonton.

Jadi, apa yang membuat Blogger menyerah dan ingin nonton?

Pertama, sama seperti Nippon Noir, Blogger mencari rekomendasi serial yang mirip dengan Mr Hiiragi's Homeroom. Jadi Blogger nyari serial tentang pengungkapan kebenaran yang dibuka pelan-pelan, serta memiliki character development yang bagus. Nippon Noir bisa langsung Blogger tonton karena kebetulan ternyata secara tidak langsung merupakan sekuel dari Mr Hiiragi's Homeroom.

Kedua, dalam entri pembahasan Nippon Noir, Blogger sudah bilang bahwa kurang suka bagian ada garis-garis hitam pada nadi tokoh ekperimental. Walau mau nyentuh sci-fi, jatuhnya mirip seperti fantasi. Lalu pada Todome no Kiss ini, dari sinopsis sudah sangat jelas bahwa ini tidak mungkin bisa terjadi di dunia nyata. Ya sudahlah, Blogger bablas aja. Dan lagi akhirnya Blogger jadi ingin tahu tentang kisahnya yang butuh 10 episode sepanjang masing-masing 40menitan. Maksudnya, kan, setiap kena cium, Otaro bakal kembali mundur ke 7 hari yang lalu, sedangkan ini ada 10 episode. Apa maksudnya dia bakal kembali ke 7 hari lalu yang sama, atau gimana? Makanya Blogger memutuskan untuk nonton.

Ketiga, ada dua aktor yang Blogger fangirlingin. Yang pertama udah pasti YamaKen. Yang kedua adalah Suda Masaki. Yes, jadi pemeran Hiiragi Ibuki itu sebelum sudah main di serial ini duluan setahun sebelumnya. Blogger memang pernah baca bahwa kedua aktor ini berteman dekat di dunia nyata. Pada salah satu wawancara mengenai serial ini, YamaKen pernah bilang bahwa setidaknya dia harus ciuman sebanyak 29 kali selama syuting, dua di antara dengan Masaki, dan itu adanya di episode terakhir. Ciuman mereka sama sekali gak manis, justru lucu banget. Blogger bayangin kedua orang yang berteman baik ini bakal cengengesan geli sendiri saat adegan tersebut.

Mari kita omongin tentang isi serial ini.

Blogger agak kecewa karena padahal 2 episode pertama itu cukup memberi rasa tegang yang baik, tapi setelahnya malah jadi gampang ketebak. 2 episode pertama memberi rasa tegang karena ceritanya Otaro masih gak tahu pasti tentang apa yang terjadi, dan kesan horornya dapat banget. Masalahnya, ketika dia sudah tahu tentang rahasia ciuman Saiko lalu memanfaatkannya, jadi mudah ditebak tentang apa-apa saja yang akan dia lakukan.

Saat prolog tentang kapal tenggelam dan tiba-tiba muncul nama Eito yang menjadi host memang cukup membingungkan. Blogger sempat berpikir kalau-kalau ini akan menjadi cerita mengenai sang kakak yang mencari adiknya yang ternyata masih hidup, karena sebagai penonton Blogger mudah menebak bahwa Saiko adalah gadis yang ditolong saat di kapal. Ternyata selama 10 episode ini bercerita tentang keserakahan Otaro, tentang dia yang ingin meninggalkan masa lalunya dan mau hidup dalam kepuasan.

Makanya kekecewaan Blogger mulai sirna ketika Saiko cium Otaro demi bisa lihat neneknya hidup lagi. Dan Blogger paling seneng ketika padahal Otaro mengaku mau lepas dari orangtuanya, tapi kemudian memutuskan untuk kembali ke tujuh hari yang lalu demi menyelamatkan ayah dan ibunya. Cuman mungkin yang paling mengena adalah saat dia kembali untuk selamatin ibunya, Blogger bisa lihat dia frustasi karena pikirnya 'itu tinggal sedikit lagi' sambil jelasin ke Saiko tentang apa yang harus dia lakukan.

Pertengahan awal episode 9 itu Blogger suka banget. Jadi selama 8 episode pertama itu, penonton disuguhkan dengan adegan Otaro dan Saiko yang kembali ke 7 hari lalu, dan kita bisa melihat saat 'waktu diputar mundur'. Sedangkan pertengahan awal episode 9 (sebenarnya mulai di menit terakhir episode 8) beda. Yah, karena sudah nonton 8 episode, sebenarnya Blogger sudah tebak bahwa entah bagaimana adegan Otaro datang samperin Takauji dan Saiko itu adalah pengulangan. Petunjuknya adalah ketika Otaro jalan di jembatan setelah lihat orangtuanya, tiba-tiba dia lari pulang. Petunjuk kedua adalah saat padahal tidak ada apa-apa, tapi setelah selesai telponan dengan Otaro, hape Saiko terjatuh. Jadi awal episode 9 itu menunjukkan bahwa Otaro adalah tokoh yang cerdas seperti Yagami Light.

Episode terakhir, tentang Otaro yang akhirnya paham bahwa dia suka Saiko, itu klise. Tapi Blogger tetap suka tentang bagaimana akhirnya Otaro balik ke tiga bulan lalu dengan konsekuensi relasi yang sudah dia bangun dengan Saiko harus diulang dari awal.

Tunggu. Iya, bener. TIGA BULAN. Sebagai penonton, rasanya geli ya kalau ada orang yang bisa jatuh cinta sebegitunya secepat itu. Seperti Mikoto yang bisa-bisanya cinta Eito dan mau menikah dalam tiga bulan---iya tahu Otaro memanipulasi banyak hal, dan pernikahan itu terjadi untuk pengalihan kasus, tapi bagi Mikoto itu tetap tiga bulan. Sedangkan kasus dekatnya Otaro dengan Saiko itu bukan hanya tiga bulan untuk mereka berdua, karena mereka telah berkali-kali memutar waktu.

Banyak penonton yang kecewa karena di akhir episode 10 itu 'hanya seperti itu', dan Otaro serta Saiko tidak hidup bahagia layaknya film-film drama romantis lainnya. Padahal, menurut Blogger, ketika Otaro kembali ke tiga bulan lalu itulah buah character development dari tokoh ini. Terlepas dari janjinya pada Mikoto, Blogger rasa dia tetap akan mendorong Mikoto dan Takauji versi tiga bulan lalu itu untuk jujur pada masing-masing. Memang menyakitkan, tapi adegan terakhir Otaro dengan Saiko itu, yah, bagus, walau nyesek.

Dan hal yang paling Blogger sayangkan dari kembalinya dia ke tiga bulan lalu adalah tentang dia yang pernah menyelamatkan kedua orangtuanya. Memang, jika Otaro tidak sebrengsek episode-episode sebelumnya, mungkin ibunya gak bakal jatuh, mungkin ayahnya gak bakal difitnah lagi, dan itu bagus. Tapi yang Blogger sayangkan adalah relasi mereka yang membaik saat itu. Apalagi Saiko pernah kembaliin sepatu adiknya, lalu Otaro kasih ayahnya, terus kasih ke ibunya. Itu adegan yang menyentuh, karena akhirnya sang ayah pulang, akhirnya sang ibu menerima kenyataan, dan hati Otaro luluh.

Todome no Parallel, Blogger pribadi kurang suka, kecuali episode terakhir.

Todome no Parallel itu seperti cerita alternatif, dan serial yang masing-masing episodenya hanya sekitar 10menitan itu diputar setelah Todome no Kiss. Entah maksudnya setelah serial utamanya tamat, atau diputarnya setelah masing-masing episode kelar. Jadi maksudnya episode pertama tentang dunia alternatif episode 1, episode dua untuk yang kedua, dan seterusnya.

Saat baca di wiki, Blogger pikir ini maksudnya tentang tokoh lain yang secara tidak sadar tapi terpaksa mengulangi harinya dari tujuh hari lalu gara-gara Otaro cium Saiko. Tapi ternyata salah.

Petunjuknya ada di episode 10, ketika Harumi jelasin Otaro tentang bagaimana yang terlempar kembali ke masa lalu hanyalah jiwa mereka, sedangkan dunia yang mereka tinggalkan akan terus berjalan. Jadi maksudnya, ketika Otaro cium Saiko di dunia A, keduanya tewas dan kembali ke tujuh hari lalu. Nah, versi tujuh hari yang lalu itu berarti mereka ada di dunia B, sedangkan di dunia A itu mereka berdua masih dianggap tewas. Jadi semakin sering Saiko (dan Harumi) menggunakan kemampuan mereka, akan semakin banyak dunia alternatif yang tercipta.

Jadi Todome no Parallel, tiap episodenya, adalah cerita tentang kelanjutan dunia yang ditinggalkan Otaro dan Saiko setelah mereka berciuman, atau di episode tertentu tentang bagaimana jika Saiko tidak menyelamatkan Otaro, atau tentang jika ada yang tidak jadi dikorbankan. Iya, selain tentang dunia paralel yang ditinggalkan, serial pendek ini juga cerita tentang kemungkinan lain.

Blogger kurang suka dengan serial mini ini karena, yah, itu seperti Kreator yang yang punya banyak ide dan gak mau membuat ide itu sia-sia. Jadi dipaksa untuk dibuat cerita alternatif. Padahal, Blogger pengennya ya tentang yang Blogger salah tebak itu, tentang orang yang secara gak sadar tapi terpaksa mengulang harinya, pengen tahu apakah mereka jadi de javu atau enggak, karena yang punya ingatan tentang terlemparnya mereka ke masa lalu hanya si pencium dan yang dicium.

Walau begitu, di miniseri ini ada beberapa hal menarik mengenai para tokoh. Ada Takauji yang jadi halu gara-gara Mikoto tewas dicium Saiko, ada yang ternyata ketamakan Eito masih kalah dari Marin, ada Hiroyuki yang di episode bersangkutan membuat Blogger ngakak. Tapi yang paling Blogger suka adalah episode terakhir.

Jadi episode 10 dari Todome no Parallel itu bukan cerita dunia alternatif, melainkan cerita kelanjutan dunia Otaro setelah cium Harumi---padahal kalau mau ikut konsep aslinya, harusnya tentang setelah kematian Otaro dan Harumi. Jadinya ini seperti epilog tambahan untuk Todome no Kiss. Cukup membuat nyesek ketika melihat Otaro menceritakan 'mimpi'nya pada Saiko yang sebenarnya benar terjadi. Tapi Blogger seneng melihat character developmentnya, di mana Otaro benar sudah gak jadi host, malah jadi detektif yang entah gimana bisa begitu. Dan Blogger lega karena sampai selesai pun hubungan Otaro dan Saiko itu hanya seperti sedang mulai lagi, bukan tiba-tiba loncat entah ke berapa lama kemudian dan Saiko jadi suka Otaro lagi. Cukup, akhirnya begitu sudah cukup manis.

Kalau gak salah Blogger sempet lihat banyak yang minta agar diadakan season 2, Blogger malah gak mau. Kecuali kalau maksudnya cerita dengan karakter lain tapi konsepnya seperti. Nah, kalau mereka mintanya tentang kelanjutan cerita Otaro dengan Saiko, Blogger malah gak mau. Sekali pun fiksi, bukan berarti bagian akhirnya harus diperlihatkan eksplisit tentang mereka hidup bahagia selamanya, sebab ini bukan dongen pengantar tidur.

Omong-omong, di awal Blogger sempet bilang bahwa Blogger menemukan judul serial ini kembali ketika cari rekomendasi serial yang pengungkapan misteri perlahan, kan? Misteri dan kasus yang perlu dibuka bukanlah tentang bagaimana Saiko dan Harumi bisa punya kemampuan itu (walau ada juga penjelasan singkatnya), melainkan tentang kebenaran kasus tenggelamnya kapal yang dinahkodai ayah Otaro. Awalnya Otaro gak tahu tentang kalau-kalau ada yang fitnah bapaknya---yang dia tahu hanyalah bagaimana masa lalu suram gara-gara ini. Pelaku sebenarnya sudah langsung ketahuan di sekitar pertengahan serial ini, jadi yang dibuat perlahan adalah tentang bagaimana memberitahukan kebenaran itu pada orang lain.

Bagi yang demen drama, boleh nonton, walau Blogger harus ingatkan bahwa dua episode pertama itu terkesan gelap dan bukan hanya karena horornya Saiko, melainkan alasan kenapa Saiko sampai mau melakukan itu di dua episode pertama. Bagi yang cari romance di serial ini, jangan terlalu berharap, karena hubungan Saiko dengan Otaro yang terbilang klise itu bikin gregetan di cerita ini.