Tampilkan postingan dengan label masaki suda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label masaki suda. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Januari 2020

Todome no Kiss

Wah YamaKen dari Hotaro jadi Otaro, nakal yaaa //bukan

Ehem.

Blogger sudah tahu eksistensi dorama Todome no Kiss ini sejak awal 2019 (padahal rilisnya awal 2018). Tapi Blogger gak begitu ada niat untuk pengen nonton padahal ada Yamazaki Kento yang pada tahun 2015 main sebagai L di serial dorama Death Note. Kemudian Blogger nonton Hyouka (2017) pada tahun 2019 hanya karena pernah baca novelnya dan tanpa tahu bahwa Yamazaki Kento ikut main jadi Hotaro. Gara-gara itu Blogger jadi buka wiki dan cari filmnya yang lain, makanya bisa tau film ini pertama kali. Dari sinopsis sebenernya gak ada masalah, biasa aja. Cuman mungkin yang menjadi masalah ada posternya.


Tidak jelek, tapi menurut Blogger, poster tersebut tampak seperti film horor, padahal genre yang tertera adalah romance dan drama. Arti dari judulnya sendiri sekaligus judul alternatifnya adalah 'Kiss that Kills', dalam bahasa Indonesia kurang lebih berarti 'ciuman yang mematikan', atau intinya tentang ciuman yang bisa membuat seseorang tewas. Sampai saat ini, jika pengetahuan Blogger mengenai serial ini hanya sampai situ, Blogger tetap tidak mau nonton.

Jadi, apa yang membuat Blogger menyerah dan ingin nonton?

Pertama, sama seperti Nippon Noir, Blogger mencari rekomendasi serial yang mirip dengan Mr Hiiragi's Homeroom. Jadi Blogger nyari serial tentang pengungkapan kebenaran yang dibuka pelan-pelan, serta memiliki character development yang bagus. Nippon Noir bisa langsung Blogger tonton karena kebetulan ternyata secara tidak langsung merupakan sekuel dari Mr Hiiragi's Homeroom.

Kedua, dalam entri pembahasan Nippon Noir, Blogger sudah bilang bahwa kurang suka bagian ada garis-garis hitam pada nadi tokoh ekperimental. Walau mau nyentuh sci-fi, jatuhnya mirip seperti fantasi. Lalu pada Todome no Kiss ini, dari sinopsis sudah sangat jelas bahwa ini tidak mungkin bisa terjadi di dunia nyata. Ya sudahlah, Blogger bablas aja. Dan lagi akhirnya Blogger jadi ingin tahu tentang kisahnya yang butuh 10 episode sepanjang masing-masing 40menitan. Maksudnya, kan, setiap kena cium, Otaro bakal kembali mundur ke 7 hari yang lalu, sedangkan ini ada 10 episode. Apa maksudnya dia bakal kembali ke 7 hari lalu yang sama, atau gimana? Makanya Blogger memutuskan untuk nonton.

Ketiga, ada dua aktor yang Blogger fangirlingin. Yang pertama udah pasti YamaKen. Yang kedua adalah Suda Masaki. Yes, jadi pemeran Hiiragi Ibuki itu sebelum sudah main di serial ini duluan setahun sebelumnya. Blogger memang pernah baca bahwa kedua aktor ini berteman dekat di dunia nyata. Pada salah satu wawancara mengenai serial ini, YamaKen pernah bilang bahwa setidaknya dia harus ciuman sebanyak 29 kali selama syuting, dua di antara dengan Masaki, dan itu adanya di episode terakhir. Ciuman mereka sama sekali gak manis, justru lucu banget. Blogger bayangin kedua orang yang berteman baik ini bakal cengengesan geli sendiri saat adegan tersebut.

Mari kita omongin tentang isi serial ini.

Blogger agak kecewa karena padahal 2 episode pertama itu cukup memberi rasa tegang yang baik, tapi setelahnya malah jadi gampang ketebak. 2 episode pertama memberi rasa tegang karena ceritanya Otaro masih gak tahu pasti tentang apa yang terjadi, dan kesan horornya dapat banget. Masalahnya, ketika dia sudah tahu tentang rahasia ciuman Saiko lalu memanfaatkannya, jadi mudah ditebak tentang apa-apa saja yang akan dia lakukan.

Saat prolog tentang kapal tenggelam dan tiba-tiba muncul nama Eito yang menjadi host memang cukup membingungkan. Blogger sempat berpikir kalau-kalau ini akan menjadi cerita mengenai sang kakak yang mencari adiknya yang ternyata masih hidup, karena sebagai penonton Blogger mudah menebak bahwa Saiko adalah gadis yang ditolong saat di kapal. Ternyata selama 10 episode ini bercerita tentang keserakahan Otaro, tentang dia yang ingin meninggalkan masa lalunya dan mau hidup dalam kepuasan.

Makanya kekecewaan Blogger mulai sirna ketika Saiko cium Otaro demi bisa lihat neneknya hidup lagi. Dan Blogger paling seneng ketika padahal Otaro mengaku mau lepas dari orangtuanya, tapi kemudian memutuskan untuk kembali ke tujuh hari yang lalu demi menyelamatkan ayah dan ibunya. Cuman mungkin yang paling mengena adalah saat dia kembali untuk selamatin ibunya, Blogger bisa lihat dia frustasi karena pikirnya 'itu tinggal sedikit lagi' sambil jelasin ke Saiko tentang apa yang harus dia lakukan.

Pertengahan awal episode 9 itu Blogger suka banget. Jadi selama 8 episode pertama itu, penonton disuguhkan dengan adegan Otaro dan Saiko yang kembali ke 7 hari lalu, dan kita bisa melihat saat 'waktu diputar mundur'. Sedangkan pertengahan awal episode 9 (sebenarnya mulai di menit terakhir episode 8) beda. Yah, karena sudah nonton 8 episode, sebenarnya Blogger sudah tebak bahwa entah bagaimana adegan Otaro datang samperin Takauji dan Saiko itu adalah pengulangan. Petunjuknya adalah ketika Otaro jalan di jembatan setelah lihat orangtuanya, tiba-tiba dia lari pulang. Petunjuk kedua adalah saat padahal tidak ada apa-apa, tapi setelah selesai telponan dengan Otaro, hape Saiko terjatuh. Jadi awal episode 9 itu menunjukkan bahwa Otaro adalah tokoh yang cerdas seperti Yagami Light.

Episode terakhir, tentang Otaro yang akhirnya paham bahwa dia suka Saiko, itu klise. Tapi Blogger tetap suka tentang bagaimana akhirnya Otaro balik ke tiga bulan lalu dengan konsekuensi relasi yang sudah dia bangun dengan Saiko harus diulang dari awal.

Tunggu. Iya, bener. TIGA BULAN. Sebagai penonton, rasanya geli ya kalau ada orang yang bisa jatuh cinta sebegitunya secepat itu. Seperti Mikoto yang bisa-bisanya cinta Eito dan mau menikah dalam tiga bulan---iya tahu Otaro memanipulasi banyak hal, dan pernikahan itu terjadi untuk pengalihan kasus, tapi bagi Mikoto itu tetap tiga bulan. Sedangkan kasus dekatnya Otaro dengan Saiko itu bukan hanya tiga bulan untuk mereka berdua, karena mereka telah berkali-kali memutar waktu.

Banyak penonton yang kecewa karena di akhir episode 10 itu 'hanya seperti itu', dan Otaro serta Saiko tidak hidup bahagia layaknya film-film drama romantis lainnya. Padahal, menurut Blogger, ketika Otaro kembali ke tiga bulan lalu itulah buah character development dari tokoh ini. Terlepas dari janjinya pada Mikoto, Blogger rasa dia tetap akan mendorong Mikoto dan Takauji versi tiga bulan lalu itu untuk jujur pada masing-masing. Memang menyakitkan, tapi adegan terakhir Otaro dengan Saiko itu, yah, bagus, walau nyesek.

Dan hal yang paling Blogger sayangkan dari kembalinya dia ke tiga bulan lalu adalah tentang dia yang pernah menyelamatkan kedua orangtuanya. Memang, jika Otaro tidak sebrengsek episode-episode sebelumnya, mungkin ibunya gak bakal jatuh, mungkin ayahnya gak bakal difitnah lagi, dan itu bagus. Tapi yang Blogger sayangkan adalah relasi mereka yang membaik saat itu. Apalagi Saiko pernah kembaliin sepatu adiknya, lalu Otaro kasih ayahnya, terus kasih ke ibunya. Itu adegan yang menyentuh, karena akhirnya sang ayah pulang, akhirnya sang ibu menerima kenyataan, dan hati Otaro luluh.

Todome no Parallel, Blogger pribadi kurang suka, kecuali episode terakhir.

Todome no Parallel itu seperti cerita alternatif, dan serial yang masing-masing episodenya hanya sekitar 10menitan itu diputar setelah Todome no Kiss. Entah maksudnya setelah serial utamanya tamat, atau diputarnya setelah masing-masing episode kelar. Jadi maksudnya episode pertama tentang dunia alternatif episode 1, episode dua untuk yang kedua, dan seterusnya.

Saat baca di wiki, Blogger pikir ini maksudnya tentang tokoh lain yang secara tidak sadar tapi terpaksa mengulangi harinya dari tujuh hari lalu gara-gara Otaro cium Saiko. Tapi ternyata salah.

Petunjuknya ada di episode 10, ketika Harumi jelasin Otaro tentang bagaimana yang terlempar kembali ke masa lalu hanyalah jiwa mereka, sedangkan dunia yang mereka tinggalkan akan terus berjalan. Jadi maksudnya, ketika Otaro cium Saiko di dunia A, keduanya tewas dan kembali ke tujuh hari lalu. Nah, versi tujuh hari yang lalu itu berarti mereka ada di dunia B, sedangkan di dunia A itu mereka berdua masih dianggap tewas. Jadi semakin sering Saiko (dan Harumi) menggunakan kemampuan mereka, akan semakin banyak dunia alternatif yang tercipta.

Jadi Todome no Parallel, tiap episodenya, adalah cerita tentang kelanjutan dunia yang ditinggalkan Otaro dan Saiko setelah mereka berciuman, atau di episode tertentu tentang bagaimana jika Saiko tidak menyelamatkan Otaro, atau tentang jika ada yang tidak jadi dikorbankan. Iya, selain tentang dunia paralel yang ditinggalkan, serial pendek ini juga cerita tentang kemungkinan lain.

Blogger kurang suka dengan serial mini ini karena, yah, itu seperti Kreator yang yang punya banyak ide dan gak mau membuat ide itu sia-sia. Jadi dipaksa untuk dibuat cerita alternatif. Padahal, Blogger pengennya ya tentang yang Blogger salah tebak itu, tentang orang yang secara gak sadar tapi terpaksa mengulang harinya, pengen tahu apakah mereka jadi de javu atau enggak, karena yang punya ingatan tentang terlemparnya mereka ke masa lalu hanya si pencium dan yang dicium.

Walau begitu, di miniseri ini ada beberapa hal menarik mengenai para tokoh. Ada Takauji yang jadi halu gara-gara Mikoto tewas dicium Saiko, ada yang ternyata ketamakan Eito masih kalah dari Marin, ada Hiroyuki yang di episode bersangkutan membuat Blogger ngakak. Tapi yang paling Blogger suka adalah episode terakhir.

Jadi episode 10 dari Todome no Parallel itu bukan cerita dunia alternatif, melainkan cerita kelanjutan dunia Otaro setelah cium Harumi---padahal kalau mau ikut konsep aslinya, harusnya tentang setelah kematian Otaro dan Harumi. Jadinya ini seperti epilog tambahan untuk Todome no Kiss. Cukup membuat nyesek ketika melihat Otaro menceritakan 'mimpi'nya pada Saiko yang sebenarnya benar terjadi. Tapi Blogger seneng melihat character developmentnya, di mana Otaro benar sudah gak jadi host, malah jadi detektif yang entah gimana bisa begitu. Dan Blogger lega karena sampai selesai pun hubungan Otaro dan Saiko itu hanya seperti sedang mulai lagi, bukan tiba-tiba loncat entah ke berapa lama kemudian dan Saiko jadi suka Otaro lagi. Cukup, akhirnya begitu sudah cukup manis.

Kalau gak salah Blogger sempet lihat banyak yang minta agar diadakan season 2, Blogger malah gak mau. Kecuali kalau maksudnya cerita dengan karakter lain tapi konsepnya seperti. Nah, kalau mereka mintanya tentang kelanjutan cerita Otaro dengan Saiko, Blogger malah gak mau. Sekali pun fiksi, bukan berarti bagian akhirnya harus diperlihatkan eksplisit tentang mereka hidup bahagia selamanya, sebab ini bukan dongen pengantar tidur.

Omong-omong, di awal Blogger sempet bilang bahwa Blogger menemukan judul serial ini kembali ketika cari rekomendasi serial yang pengungkapan misteri perlahan, kan? Misteri dan kasus yang perlu dibuka bukanlah tentang bagaimana Saiko dan Harumi bisa punya kemampuan itu (walau ada juga penjelasan singkatnya), melainkan tentang kebenaran kasus tenggelamnya kapal yang dinahkodai ayah Otaro. Awalnya Otaro gak tahu tentang kalau-kalau ada yang fitnah bapaknya---yang dia tahu hanyalah bagaimana masa lalu suram gara-gara ini. Pelaku sebenarnya sudah langsung ketahuan di sekitar pertengahan serial ini, jadi yang dibuat perlahan adalah tentang bagaimana memberitahukan kebenaran itu pada orang lain.

Bagi yang demen drama, boleh nonton, walau Blogger harus ingatkan bahwa dua episode pertama itu terkesan gelap dan bukan hanya karena horornya Saiko, melainkan alasan kenapa Saiko sampai mau melakukan itu di dua episode pertama. Bagi yang cari romance di serial ini, jangan terlalu berharap, karena hubungan Saiko dengan Otaro yang terbilang klise itu bikin gregetan di cerita ini.

Senin, 22 Juli 2019

Mr Hiiragi's Homeroom

Dari hari Jumat sampai Senin, Blogger nonton dorama '3 Nen A Kumi: Ima kara Mina-san wa, Hitojichi Desu'. Panjang ya judulnya, itu aja Blogger kopas dari wiki. Kalau diterjemahin ke bahasa Indonesia kurang lebih artinya 'Kelas 3A: Mulai sekarang, kalian adalah sandera (saya)'. Serem ya, apalagi poster resminya terlihat serius gitu. Tapi judul alternatifnya, dalam bahasa Inggris, hanya 'Mr Hiiragi's Homeroom'. Sesederhana itu, padahal isinya berat.



Ada 10 + 2 episode, masing-masing sekitar 40 menit (kecuali episode pertama sekitar 70 menitan) belum termasuk pembuka dan penutup episode. Menurut Blogger pribadi, tidak ada detik dan menit yang terbuang dalam serial ini, semuanya penting dan bermakna, padahal kasus awal yang mereka diskusikan itu simpel (oke, bukan simpel juga sih) tapi ternyata rantainya panjang.

Sangat sulit untuk bacotin serial ini tanpa spoiler sama sekali, tapi Blogger berusaha untuk jangan terlalu banyak.

Blogger tahu tentang serial ini karena follow instagramnya Ryota Katayose tepat setelah nonton Anikoma. Lihat poster dan judul ini di IG dia, Blogger pikir mungkin ini bakal kayak Ansatsu Kyoushitsu, apalagi karena repot-repot tulis 'Kelas 3A' (di Assassination Classroom itu tokoh utama kelas 3E, tapi nama kelasnya gak disebut di judul'). Lalu Blogger cari di situs dorama online langganan, belum juga nongol sampai berminggu-minggu padahal di IG Ryota bilang sudah episode berapa gitu, kemudian Blogger nyerah. Nah, Jumat kemaren entah gimana Blogger nemu ini, langsung nonton.

Sangat seru dan menegangkan secara bersamaan. Secara pribadi, Blogger merasakan vibe '35 Sai No Koukousei' (No Dropping Out: Back To School At 35) dan 'Gakkon No Kaidan' (The Girl's Speech) sepanjang nonton 10 episode dorama ini. Jalan ceritanya sangat berbeda, tapi format filmnya mengingatkan Blogger soal No Dropping Out, serta penuturan alurnya seperti The Girl's Speech.

Jadi keseluruhan 10+2 episode ini terjadi dalam 10 hari (dalam dorama). Kasus yang mereka bahas adalah tentang kasus bunuh diri seorang gadis kelas 3A yang adalah seorang atlit renang terkenal. Wali Kelas 3A, yakni Hiiragi, ketika sepuluh hari menjelang kelulusan, meledakkan satu bagian sekolah sehingga kelas 3A gak bisa kabur. Hampir di setiap episode (berarti hampir setiap hari disana) Hiiragi yang sering dianggap remeh para murid karena penampilannya itu memberikan tugas yang harus dituntaskan para murid (dan nantinya polisi) sebelum jam 8 malam. Jika tugas yang diberikan gagal dituntaskan, dia akan minta korban dari 29 murid yang ada di kelasnya.

Episode satu sangat menegangkan, benar-benar seru dan bikin penasaran. Apalagi walau secara implisit memperlihatkan Hiiragi benar menancapkan pisau ke dada salah satu muridnya di akhir episode pertama. Tapi, ada yang kurang sreg untuk Blogger di awal episode 2, yaitu ketika pembukaan, gambar ini muncul sama seperti episode 1.


Itu adalah wajah para murid kelas 3A. Yang membuat Blogger kurang sreg adalah, tidak ada tanda bahwa Hiiragi telah membunuh muridnya (di episode 1). Karena gini, karena temanya agak berat, Blogger mengharapkan ada tanda silang di wajah murid yang kena tusuk. Lalu ketika dia minta 5 korban, Blogger berharap tanda silang itu juga ada di wajah 5 murid tersebut. Tapi enggak ada tanda apa-apa. Darisitu Blogger bisa menyimpulkan, Hiiragi tidak akan membunuh siapa-siapa.

Konklusi di episode 10 sangat baik, walau geregetan juga karena ada tokoh-tokoh tak berwajah yang gak tahu diri. Jadi keseluruhan serial ini maksudnya adalah ingin memperlihatkan betapa kuatnya sosial media terutama di zaman sekarang. Apa pun yang ditaruh di sosmed itu bisa berpengaruh terhadap siapa pun, makanya orang-orang terutama lewat serial ini diminta untuk menjaga perkataan yang kamu taruh di sosmed, kalau taruh sesuatu di sosmed itu harus dipikirin dulu. Jangan sampai gara-gara kamu nulis sesuatu yang ngaco, kamu malah bersama-sama dengan orang lain 'membunuh orang'. Kalau ada suatu kasus yang ramai di internet, jalan langsung memaki, karena belum tentu sesuatu yang ramai itu benar. Boleh komentar, tapi tetap jaga omongan, bukan langsung menghakimi.

Gara-gara itu Blogger ingat kasus 'A' yang sempat ramai di Indonesia. Saat kasus itu muncul, langsung orang beramai-ramai (sok) semangatin A di sosmed, padahal kenal pribadi juga kagak. Iya oke, menyebarkan berita biar maksudnya doa sama-sama itu baik, tapi ya gak usah sambil memaki orang-orang yang katanya pelaku itu. Sungguh, Blogger ketawa saat tetiba muncul fakta lain tentang kasus A, bahwa tentang alasan dia dijahatin itu adalah karena dia duluan yang menghina keluarga pelaku. Terlepas itu benar atau enggak, mulai muncul tagar yang menyatakan bahwa A juga bersalah. Langsung saja orang-orang yang tadinya menghujat Pelaku berbalik menghujat A---disitu Blogger ketawa. Makanya sejak entah tahun berapa belas, Blogger berhenti ikut komentar tentang kasus viral, kalau pun bagiin kasus viral itu bakal Blogger sertai dengan pertanyaan dan bukannya ikut komentar yang sama dengan yang lain.
Memang kasusnya beda, tapi apa yang dikatakan tokoh Hiiragi di episode 10 itu sangat sesuai terutama di Indonesia---Blogger gak tahu kondisi permedsosan di Jepang sekarang---yakni tentang dalam waktu singkat (dalam dorama bilang 10 hari) opini orang tentang suatu kasus bisa berubah-ubah tergantung asupan (maksudnya berita) yang tersebar secara luas. Jika yang satu memaki, yang lain ikut memaki tanpa tahu kebenaran. Dikasih satu berita, main disebarin tanpa peduli itu benar apa enggak. Terutama di Indonesia, keadaannya memang semenyedihkan itu. Dan 'para tokoh tak berwajah'  di episode 10 itu juga merajarela di Indonesia, menunjukkan betapa tidak pedulinya banyak orang tentang apa pun yang mereka taruh di sosmed---tentang apakah itu menyakiti orang lain atau enggak, pokoknya itu adalah suara hati/pikiran mereka dan itu (memang) hak mereka untuk ditaruh dimana-mana.

Sebagai serial biasa, memang seru. Terlepas dari ledakan, perkelahian, dsb yang dilakukan Hiiragi, pesan yang diberikan sangat bagus. Setidaknya inilah yang paling Blogger bisa dapatkan dari dorama ini.

  1. Hormati guru/pengajar. Mau formal/non-formal/semi-formal, kalau dia seorang guru/pengajar, hormati mereka, kasih respek. Mereka juga manusia. Seaneh apa pun tampangnya, selama apa yang dia ajarkan tidak melenceng, hargai mereka. Jangan sampai kamu lulus dari sekolah/sejenisnya tapi tidak punya kualitas sebagai manusia.
  2. Hargai orang lain. Blogger gak tahu bagaimana di agama lain, tapi di Alkitab tertulis bahwa kurang lebih, kamu harus melakukan sesuatu kepada orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan. Kalau kamu ingin diperlakukan baik, kamu juga harus berbuat baik. Bukan berarti tentang tidak ikhlas, tentang berbuat baik karena ada maunya, bukan itu. Tapi memang di dunia nyata, orang hanya akan berbuat baik jika dia menerima yang baik kan? Sedangkan di dorama ini, mereka terus-terusan ingin mendapat yang baik tanpa mau menabur kebaikan itu.
  3. Keluarkan isi hati dan pikiran, tapi pikirkan perasaan dan pikiran orang lain juga. Ada hal yang gak perlu diomongin, tapi ada hal yang harus dibicarakan juga. Di episode-episode awal, 3 orang murid dijadikan 'jawaban' atas 'pertanyaan' Hiiragi karena alasan sepele: mereka gak mau tanya atau ngomong soal isi hati. Kalau gak suka, ya ngomong, bukan teror. Kalau butuh bantuan, ngomong, bukan salahin keadaan. Tapi mungkin karena dorama ini tentang anak umur 17-18 tahun (kelas 12), jadi pemikirannya masih seperti itu.
  4. Bijak dalam dunia sosial media. Ini yang paling krusial, apalagi aplikasi sosmed makin banyak. Tolong ya terutama yang punya adik/keponakan/anak/cucu, kalau di pendaftaran suatu akun sosmed ada batas umur, itu diturutin, bukan dilewatin. Kalau bilang minimal 13 tahun, yaudah berarti yang handle misalkan ortunya, jangan biarin anak itu pegang tanpa pengawasan. Seperti yang Blogger bilang tentang konlusi episode 10, apa pun yang kamu taruh di sosial media itu memberikan dampak. Dampak dari kamu mungkin cuman satu, tapi jika banyak orang melakukan yang sama, dampaknya akan sangat besar.
  5. Jangan ikut-ikutan. Ini berkaitan dengan poin sebelumnya. Kalau kamu tahu perkataan di sosmed yang viral itu salah, jangan ikut sebarin. Kalau bisa justru yang jadi energi positif disana. Kalau takut kena hujat karena punya pandangan yang berbeda, yaudah diem aja, gak usah ikut hujat. Kalau ada berita viral, entah benar atau salah, jangan langsung bilang iya dan atau enggak tanpa tahu kebenarannya. Diskusi boleh, menghakimi sendiri jangan---apalagi menghakiminya keroyokan.
Oke, daritadi di atas adalah tentang apa yang membuat blogger berpikir serial ini sangat baik. Blogger gak begitu nemu celahnya sih, mungkin karena lebih fokus soal 'ini mau tentang apa'. Konklusinya memang ada di episode 10, lalu yang plus 2 episode itu apa? Jawabannya adalah epilog. Iya, epilognya sampai 2 x 40 menit.

Di awal Blogger udah bilang bahwa Hiiragi meledakkan bagian di sekolah sepuluh hari menjelang kelulusan. Satu episode adalah satu hari, berarti episode 10 adalah hari kesepuluh, yang adalah hari kelulusan. 2 episode epilog itu terjadi setelah mereka berhasil keluar dari gedung sekolah, mereka siapin tas lagi di kelas, lalu ternyata Hiiragi sudah siapin kelulusan khusus buat mereka.

Nuansa 2 episode epilog ini jauh berbeda dengan beratnya 10 episode inti. Dan bagi yang gak bisa nonton film yang isinya kebanyakan ngomong, mungkin nonton 2 episode ini bakal sangat sulit. Yah, gak ditonton pun juga gak masalah, karena isinya benar hanya Hiiragi manggil satu-satu muridnya, dikasih kesan-pesan, lalu murid tersebut kasih kesan dan impian, lalu terima ijazah. Begitu terus selama 29 kali. Iya, 29, karena itu adalah total murid. Makanya Blogger bilang kalau gak kuat ya gak usah nonton, karena 2 episode epilog itu hanya menandakan bahwa murid 3A sudah berkembang selama 10 hari, dan juga Hiiragi adalah guru yang sangat sayang pada muridnya.

Omong-omong tentang 29 murid, yang Blogger senang dari serial ini adalah, setiap karakter yang muncul itu tidak muncul sia-sia. Tidak ada tokoh yang 'sekali lewat'. Semua tokoh yang punya dialog itu penting disini. Walau iya pasti ada tokoh yang ditonjolkan jauh dari yang lain, terutama dari 29 murid itu tetap masing-masing dikasih backstory walau sekilas.

Sekarang Blogger mau omongin di luar plot dorama ini. Beberapa aktor dan aktris sangat tidak asing untuk Blogger. Ada yang ternyata bener Blogger pernah nonton film lainnya, ada juga yang ternyata cuman mirip. Seperti Mei Nagano, Fuju Kamio, Rina Kawaei, Kaito Mifune, Tsuyoshi Furukawa, Mio Imada, Kippei Shiina, Kenichi Yajima. Yang pasti Blogger sih udah tahu Ryota Katayose, wong tahu serial ini dari IG dia. Tapi memang gak bisa fangirling-an di serial ini, jalan ceritanya terlalu berat, jadi harus fokus.

Aktor yang paling Blogger gak nyangka adalah Masaki Suda. Iya, di pembukaan juga sudah ada tulisan pemeran, tapi semua dalam huruf Kanji. Pemberi subtitle gak nulisin satu-satu nama aktor dan aktrisnya, dan itu gak masalah. Kembali lagi, berarti tulisan nama Masaki Suda itu juga pasti ada di pembukaan, tapi Blogger hanya bisa baca tulisan Hiragana dan Katakana, jadinya nama itu terlewatkan oleh Blogger. Itu pun Blogger baru tahu bahwa Hiiragi diperankan oleh Suda hanya gara-gara di episode 5 dia tiduran dan kacamatanya dilepas. Saat itu Blogger kaget dan mikir, "BUKANNYA DIA YANG DI KAMEN RIDER?!"

Blogger bukannya ikutin karir akting Suda, kenal nama dan muka dia pun itu dari Kamen Rider W. Setelahnya, tanpa sengaja Blogger nonton live-action High School Debut dan Ansatsu Kyoushitsu, merasa sangat gak asing dengan salah satu tokoh disana. Lalu, Blogger kan memang ikutin Death Note, dari manga dan live action (kecuali Netflix) (Blogger belum selesaiin animenya), jadi ketika nonton Death Note Light Up the New World itu Blogger tepok jidat karena nemu Suda lagi disana.

Sekali lagi, Blogger bukannya ikutin perkembangan akting Masaki Suda. Tapi karena masih inget tentang aktingnya di 3 film sebelumnya, Blogger langsung terkesima lihat akting dia disini. Memukau banget. Dan penempatan posisi dia sebagai guru di film ini juga sangat sempurna. Blogger bisa bilang sempurna karena gini:
  1. Dia yang paling tua. Maksudnya, semua pemeran murid kelas 3A kalau gak salah umurnya memang lebih muda dari Suda. Kan kadang ada tuh, pemeran murid ternyata seumuran atau ternyata lebih tua dari pemeran guru, karena yang penting tampangnya tua atau muda, atau berdasarkan dandanannya juga.
  2. Pengalamannya akting banyak. Sebelum Blogger memulai entri ini, Blogger udah cek satu-satu profil aktor dan aktris pemeran murid kelas 3A. Entah akurat atau enggak, atau mungkin situs tersebut hanya memasukkan judul yang terkenal, tapi beberapa di antara mereka melakukan debut akting di film ini. Ada juga yang ternyata ini adalah serial keberapa mereka. Tapi kalau soal jumlah judul dan pengalaman, daftar punya Suda lebih panjang. Ada satu-dua yang memang panjang juga daftarnya, mungkin kebetulan aja bisa Suda yang dapat tokoh ini.
  3. Aktingnya di dorama ini. Benaran. Blogger gak bilang bahwa dia sangat berkembang dari zaman KRW, Blogger juga gak bilang bahwa aktor lain terutama pemeran murid itu adalah aktor dan aktris yang payah. Tapi, akting Masaki Suda di serial ini sangat baik, dan para murid harus belajar. Entah karena skenario atau apan, tapi memang ada beberapa karakter murid di serial ini yang ekspresinya kurang. Makanya Blogger bilang, mereka harus belajar dari Suda.
Oke, ini adalah bacotan terakhir. Blogger nyaris keselek ketika muncul tokusatsu versi mereka disini. Blogger gak tahu apakah serial ini kerja sama dengan produksi tokusatsu mana atau enggak. Gak tahu apakah potongan video yang beberapa kali diputar selama serial ini itu orisinil atau pinjam. Yang pasti, terutama ketika ada 'tokoh pahlawan' benaran datang selamatin Hiiragi, Blogger langsung nyengir. Karena, hahahahah, kamen rider diselamatin kamen rider, berasa crossover //bukan.