Tampilkan postingan dengan label assassination classroom. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label assassination classroom. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Februari 2020

Top 10 Favourite Japanese Movies

Blogger udah kepikiran mau bikin entri begini sejak sebelum Imlek, tapi sekarang baru kesampaian. Jadi Blogger mau bikin top ten film dan serial Jepang favorit Blogger. Karena judulnya 'favorit', jadi ini bukan berarti mereka bagus banget, enggak gitu. Bisa jadi Blogger seneng dengan plotnya, atau merupakan adaptasi yang baik, atau mengena, atau punya arti khusus buat Blogger. Kalau menurut kamu film-film yang Blogger suka ini terkesan biasa aja atau jelek, ya berarti film yang bersangkutan bukan untuk kamu.

Sekali lagi, ini hanya berdasar rasa suka Blogger atas suatu film, bukan berdasarkan nilai baik/buruknya. Jadi ini bukan rekomendasi ya, tapi kalau kamu jadi penasaran, ayo fangirling bareng silakan nonton.

Di entri ini, Blogger akan urutin 10 film Jepang favorit. Bisa jadi film tersebut berseri, tapi sifatnya movie atau malah TV spesial, bukan serial TV (untuk serial TV Blogger akan ketik di entri terpisah), dan dalam daftar ini Blogger hanya masukin live-action saja tapi tidak termasuk tokusatsu.

Blogger tidak begitu up to date tentang tontonan, sangat beda dengan bacaan. Jadi kemungkinan film-film yang masuk daftar di sini adalah yang sempat (Blogger bisa nonton karena) ramai dibicarakan. Dan pada mulanya, Blogger bisa nonton film-film ini karena unsur fangirling, entah pada aktornya atau pada manga/animenya.

Mari kita mulai!

.

10. Ani Tomo / Brother's Friend (2018)


Film ini dibuat berdasarkan manga dengan judul serupa. Ceritanya tentang MShe yang sifatnya keibuan banget, tertarik dengan MC yang adalah teman kakak laki-lakinya yang suatu hari main ke rumah. Dua-duanya pemalu banget, sampai sang aniki yang sayang sama adiknya tapi gak begitu ditunjukin harus jadi makcomblang untuk mereka berdua. Yang membuat lucu, dan diadaptasi dengan baik di filmnya, adalah tentang betapa tidak kedap suaranya kamar MShe dan Aniki. Kamar mereka bersebelahan, dan suara bisa menembus dinding. Sayangnya, MC gak tahu tentang ini, dia gak tahu bahwa ketika dia bilang ke Aniki di kamar bahwa MShe imut, itu MShe bisa dengar jelas di kamarnya. Setelah film ini keluar, muncullah miniseri (benar-benar mini karena bukan hanya episodenya sedikit, tapi jam tayangnya juga sebentar banget).

Nanase Mai diperankan oleh Matsukaze Risaki. Kesan imutnya dapat, mungkin karena masalah tinggi badannya juga. Tapi kalau dibandingkan dengan manga, versi manganya lebih mendapat kesan serius dan dewasa.
Nishino Sota diperankan oleh Yokohama Ryusei.
Nanase Yukihiro diperankan oleh Furukawa Tsuyoshi, salah satu pacar Blogger.

.

9. Hyouka: Forbidden Secrets (2017)


Blogger baru tahu tentang eksistensi film ini (dan anime dan manganya) ketika novel ketiga Hyouka diterbitkan oleh Penerbit Haru. Aktor dan Aktris cukup mendekati bayangan Blogger, walaupun jelas tampak lebih tua apalagi kalau disandingkan dengan versi anime (yang sebenarnya belum pernah Blogger tonton). Kisahnya adalah tentang Nara Shikamaru in disguise MC yang sangat pemalas, tapi otaknya sangat encer. Sebenarnya dia bukan detektif, tapi kehebatannya dalam mendeduksi sesuatu itu dimanfaatkan oleh MShe untuk memecahkan berbagai kasus. Kasus yang ditangani juga bukan yang berat seperti yang ada di Detective Conan, melainkan seperti kenapa barang ini hilang, kenapa hal ini begini, kenapa si itu bisa terkunci. Dibanding film, Blogger jauh lebih suka novelnya. Tapi film ini sendiri cukup baik, walaupun sebenarnya akan terasa membosankan karena isinya lebih banyak dialog. Loh, lalu kenapa Blogger bisa suka? Karena adegan tentang diskusi dan pemecahan kasus Hyouka itu baik.

Oreki Hotaro diperankan oleh Yamazaki Kento, pacar kesekiannya Blogger. Walau tampangnya lebih tua dari yang seharusnya, akting YamaKen sesuai dengan bayangan Blogger tentang Hotaro. Dan mungkin karena Kreator membuat film dengan berpatokan tampang tokoh di anime, YamaKen jadi mirip Hotaro versi anime.
Chitanda Eru diperankan oleh Hirose Alice. Keperawakannya sesuai bayangan Blogger, walau iya tampangnya lebih dewasa dari yang seharusnya.

.

8. Fujoshi Kanojo / My Geeky Girlfriend (2009)


Blogger gak tahu ada manganya atau gak, tapi filmnya cukup bikin Blogger nyengir. Bagi yang kurang seneng dengan cerita cowok pacaran dengan cewek yang lebih tua, jangan nonton. Tapi di sini ceritanya bukan tentang umur, melainkan tentang MShe adalah seorang Fujoshi, sedangkan MC adalah orang awam yang tidak mengerti istilah per-fandom-an. Jomplang banget, dan disitulah lucunya.

Yoriko diperankan oleh Matsumoto Wakana. Gak bohong, cantik.
Hinata diperankan oleh Daito Shunsuke. Blogger langsung cari dan nonton film ini setelah kenyang pelototin sang aktor di live-action Ouran High School Host Club.

.

7. Assassination Classroom: Graduation / Ansatsu Kyoushitsu: Sotsugyou Hen (2016)


Ini adalah film kedua dari rangkaian live-action adaptasi Ansatsu Kyoushitsu. Tampang aktor dan aktris cukup beda dari manga, sehingga Blogger kecewa sendiri saat akhirnya baca manganya. Dan walau ada detil yang beda, Blogger suka kedua filmnya, dan film kedua ini yang lebih Blogger suka.

Koro-sensei diperankan oleh Ninomiya Kazunari.
Shiota Nagisa diperankan oleh Yamada Ryosuke, sama sekali jauh dari kesan imut dan manis.
Akabane Karma diperankan oleh Suda Masaki. Walau tampangnya jelas lebih tua dari manga, tapi aktingnya sesuai.

.

6. Kimi ni Todoke / From Me to You (2010)


Blogger sudah pernah bahas tentang film dan manganya di entri tersendiri, jadinya bingung mau ketik apa di sini. Singkatnya, ini tentang MShe yang ditakuti orang-orang di sekitarnya sampai disebut sebagai Sadako, tapi ada MC yang perhatian dan membuat dunia MShe meluas. Alur tentang cerita utama MShe dengan MC memang cukup mainstream terutama kalau ditonton di tahun-tahun ini, tapi Blogger pribadi menganggap filmnya merupakan contoh adaptasi yang baik.

Kuronuma Sawako diperankan oleh Tabe Mikako. Aktingnya baik, tapi Blogger pribadi berpikir wajahnya lebih imut dari Sawako versi manga.
Kazehaya Shota diperankan oleh Miura Haruma, pacar kesekiannya Blogger.

.

5. Detective Conan: Kudo Shinichi's Written Challenge (2006)


Ciieee ada yang baru tahu DC punya live action juga ciieee~~

Kalau tidak salah hitung, live action DC ada 4 movie dan 1 serial. Kelimanya gak begitu nyambung, serta pemeran Shinichi dan Ran ada dua, yang pertama adalah Oguri Shun - Kurokawa Tomoka yang main di 2 movie (pertama tentang latar sebelum menjadi Conan, kedua ketika menjadi Conan), yang kedua adalah Mizobata Junpei - Kutsuna Shiori yang main di serial (berlatar sebelum menjadi Conan) dan 2 movie selanjutnya (satu sebelum serial, satunya setelah bertemu Heiji di serial). Yang masuk dalam daftar ini adalah film yang paling pertama banget, yang diperanin Oguri Shun, sebelum menjadi Conan. Yang paling keren dari movie ini adalah petunjuk dari korban serta 'tanda merah' dari Ran. Walau tidak berdasarkan manga, Blogger tetap suka ini. FYI, light novel DC beberapa berdasarkan para dorama ini (jadi, live action keluar duluan lalu baru novelnya).

.

4. Koizora / Sky of Love (2007)


Film ini dibuat berdasarkan novel digital yang kemudian dirilis versi fisiknya. Setahun setelah movienya keluar, muncul miniseri live-action dengan pemeran yang berbeda. Tentang movienya sendiri cerita tentang seorang perempuan yang ponselnya hilang lalu ketemu lagi, dan sejak saat itu dia berteman dengan seorang laki-laki yang dia gak tahu siapa, karena mereka hanya komunikasi lewat ponsel. Awalannya manis banget. Dramanya kuat. Bagian akhirnya -piiiipp(maksudnya sensor biar gak spoiler)- banget. Blogger inget nonton ini di rumah sepupu, sekitar tahun 2010.

Tahara Mika diperankan oleh Aragaki Yui. Berdasarkan wiki, katanya novel ini dibuat berdasarkan kisah nyata penulisnya, yang bernama Mika. Mungkin itu sebabnya MShe juga diberi nama Mika.
Sakurai Hiro diperankan oleh Miura Haruma, yang main di Kimi ni Todoke juga.

.

3. Rurouni Kenshin (2012)


KYAAAAA TAKERU SATOOOOO

Uhuk. 
Movie ini dibuat berdasarkan manga dan animenya, di Indonesia mungkin lebih dikenal sebagai Samurai X. Blogger bahkan masih inget theme song di animenya. Tentang keakuratan tampang pemain, Blogger gak bisa komentar, karena artwork manganya termasuk jadul. Tahun 2020 ini akan ada dua film baru, tapi sebelumnya, dalam rangkaian film ini, sudah rilis 3 film. Blogger suka ketiganya, tapi yang menjadi favorit nomor satu kebetulan adalah film pertamanya.

Himura Kenshin diperankan oleh Sato Takeru. Blogger kenal aktor ini awalnya dari serial Mei-chan no Shitsuji, lalu lihat dia lagi di Mr Brain dan jadi demen banget di sana. Silakan hitung persentase rasa bahagia Blogger saat lihat dia main di An Incurable Case of Love.

.

2. Paradise Kiss (2011) 


Live action movie ini berdasarkan manga dengan judul serupa. Sampai saat ini Blogger masih belum tertarik membaca manganya atau menonton animenya, karena, yah, artworknya kurang membangkitkan selera Blogger. Ceritanya tentang seorang anak perempuan yang tiap hari digenjot mamanya untuk selalu belajar di bidang akademik, tapi karena suatu hal dia jadi terseret dalam dunia fesyen. Dilema MShe tentang dia ingin ikutin perintah mamanya untuk belajar tapi menemukan sesuatu yang akhirnya menarik minatnya itu terasa. Untuk romance, Blogger pikir cukup seimbang, karena di sini lebih tentang mencapai apa yang kamu inginkan. Blogger inget, gara-gara film inilah, Blogger jadi tahu tentang YUI (selama ini kalau ditanya penyanyi J-Pop favorit, jawaban Blogger selalu Mizuki Nana yang isi suara Hoshina Utau berikut lagunya di Shugo Chara. Bagi yang gak tahu, Mizuki Nana itu juga isi suara Hyuuga Hinata dan sangat banyak tokoh lainnya).

Hayasaka Yukari diperankan oleh Kitagawa Keiko.
Koizumi Jouji diperankan oleh Mukai Osamu. Gara-gara film ini, Blogger jadi cari film-film yang dimainin aktor ini.

.

(Gak usah pakai honorable mention lah ya)
(Atau perlu?)

Honorable mentions:
  • Ichi Ritoru no Namida / 1 Litre of Tears (2005)
  • High School Debut (2011)
  • Confessions / Kokuhaku (2010)
  • Sukitte Iinayo / Say 'I Love You' (2014)
  • Kyo, Koi wo Hajimemasu / Love for Beginners (2012)
.

Ini yang nomor satu:

1. Death Note: L:Change the World (2008) 


Yes, Death Note punya live action movie, berseri pula. Khusus L: Change The World ini, dia adalah film ketiga dari rangkaian movienya, berlatar setelah jatuhnya Kira. Jadi movie ini berdasarkan novelnya---Blogger pernah baca novel L: Change The World, dan menganggap versi movie lebih seru. Movie ini pun ceritanya tidak ada di manga sama sekali. Setelah movie ini, masih ada Death Note: Light Up The New World yang berlatar di sepuluh tahun setelah jatuhnya Kira versi rangkaian movie ini. Salah satu hal yang Blogger suka dari movie ini, mungkin karena nonton ketiga filmnya bahkan sebelum baca manga dan nonton animenya tapi sudah tahu tentang insiden-insiden penting (terimakasih, meme), adalah bahwa cerita ini menjadi asal usul tokoh Near (versi live action movie).

Tokoh L diperankan oleh Matsuyama Kenichi. Banyak orang, termasuk Blogger, menganggap bahwa tampangnya (dan pemeran Light) lebih tua dari yang seharusnya. Tapi Blogger mengacung jempol atas aktingnya, karena gayanya dalam memerankan L sangat terasa.

.

Sabtu, 01 Juni 2019

Assassination Classroom. Blogger pernah ada di Kelas 3E.

Entah ketika awal rilis manganya, atau awal muncul animenya, fandom Assassination Classroom atau Ansatsu Kyoushitsu sempat ramai di linimasa facebook Blogger. Gak sampai terkenal banget sih, tapi hampir tiap hari ngeliat judul atau gambar Koro-sensei dan atau Shiota Nagisa di facebook. Blogger gak penasaran, biasa aja, dan gak nyari ini ceritanya tentang apaan. Ketika movienya muncul, Blogger juga gak nyari, tapi ketika lagi cari-cari CD film dan nemu, yaudah Blogger beli dan nonton.

Saat nonton movie 1 dan 2, ya pengetahuan Blogger tentang fandom ini hanya dari kedua film itu. Ceritanya menarik, lucu juga, punya ciri khas-nya sendiri. Beberapa karakter yang memang penting cukup ditonjolkan, konfliknya jelas. Blogger cukup paham tentang apa yang terjadi (di film).

Mungkin sekitar dua bulan lalu, Blogger memutuskan untuk baca manganya, dan feelnya jauh lebih terasa dibanding nonton filmnya. Di manga, penokohan sangat kuat untuk hampir semua karakter yang tampil. Kenapa 'hampir'? Karena banyak tokoh yang muncul hanya beberapa chapter atau beberapa panel. Tapi karakterisasi dari Yuusei Matsui sang mangaka sangat kental. Sejauh ini, dari setiap manga yang Blogger baca, characters developments di Assassination Classroom adalah yang paling baik. Karena, gini, mereka gak perlu time skip untuk memperlihatkan bahwa tokoh-tokoh ini berkembang. Oke iya ada time skip di akhir, tapi itu setelah kejadian Koro-sensei, semacam epilog. Tapi untuk pengembangan karakter di manga ini, prosesnya diperlihatkan. Untuk ukuran manga yang per-chapter-nya hanya punya sedikit halaman, alurnya tidak terasa cepat, karena versi manganya seperti mengutamakan perkembangan tiap tokoh. Bahkan, tiap tokoh penting seakan diberi satu chapter khusus untuk proses berkembangnya, atau alasan sebelum dia masuk alur manga. Atau setidaknya kalau satu genk, ya mereka dijadiin satu bab juga. Tapi prosesnya diperlihatkan, bukan langsung dipercepat lalu tahu-tahu mereka sudah membaik. Blogger gak hanya omongin anak-anak kelas 3E, tapi juga para guru, kelas 3A-D, kepsek, orang-orang di masa lalu, antagonis utama sekaligus minor.

Adegan favorit Blogger adalah saat festival sekolah, dan kelas 3E menjual mi. Blogger senang melihat siapa-siapa saja yang datang menjadi tamu mereka. Bagi Blogger, itu adalah buah yang manis untuk kelas 3E.

Ketika entri ini dibuat, Blogger baru nonton beberapa episode awal dari animenya, jadi gak tahu bagaimana pertengahan dan akhir versi anime. Tapi sejauh ini, manganya tetap yang terbaik, jelas. Versi film, sepertinya mereka lebih ingin menonjolkan jalan cerita, sehingga walau iya ada proses pengembangan karakter tapi terasa sangat singkat sehingga feelnya  kalah jauh terasa dari manga. Versi anime malah lebih terlihat soal relasi para murid dengan orang lain termasuk Koro-sensei, sehingga walau alurnya sama tapi caranya berbeda---sepertinya anime lebih ingin menonjolkan humornya (sebelum ketemu antagonis utama). Tapi setidaknya anime tetap ikut konsep 'classroom' dan 'assassination' dari manga walau gak begitu kental.

Blogger gak akan bilang manga ini adalah manga terbaik yang Blogger baca, enggak, yang terbaik adalah dari segi pengembangan karakternya. Tapi memang Blogger berpikir manganya sangat baik, alurnya tertata, dan ada bagian dekat akhir yang membuat Blogger ikut sedih (walau gak sampai nangis beberapa kali seperti saat baca Gakuen Alice / Alice Academy yang padahal sudah baca ulang setidaknya tiga kali). Sebagus-bagusnya, Blogger gak yakin mau baca ulang manganya. Nonton ulang movienya masih oke, tapi enggak untuk baca manganya.

Penyebabnya adalah sistem kelas di SMA Kunugigaoka.

Blogger pernah ada di 'Kelas 3E'. Namanya beda sih, apa yang terjadi dan ceritanya pun beda. Kepala sekolah Blogger saat itu tidak brengsek seperti Kepsek di Kunugigaoka, malah kepsek kami semacam Koro-sensei versi yang gak perlu dibunuh. Tindakan yang diberikan orang luar kelas kami terhadap kami enggak parah seperti yang terjadi di Kunugigaoka. Tapi, iya, Blogger pernah ada di 'Kelas 3E' versi sekolah Blogger.

Blogger cukup emosional saat baca manganya, terutama saat singgung tentang sistem kelas. Perbedaan fasilitas, tindakan, sikap orang lain, anggapan sebagai sampah. Walau sekali lagi Blogger tidak terima yang sampai separah itu, itu cukup mengingatkan Blogger pada masa saat masih di 'Kelas 3E'. Kami diperlakukan berbeda, dianggap rendah, gak boleh ikut lomba ini-itu dengan alasan harus pentingin belajar dalam kelas, dianggap bermasalah.

Gini, Blogger percaya kepintaran tidaklah mutlak, tapi guru-guru Blogger beranggapan kalau gak pintar hitung-hitungan ya berarti kamu gak pintar. Sejago apa pun kamu nari dan nyumbang sebanyak apa pun piala lomba nari, tapi kalau kamu gak pintar hitung-hitungan berarti kamu bego dan harus masuk 'Kelas 3E'. Kamu pintar semua pelajaran bahasa tapi gak bisa mat-kim-fis? Auto 'Kelas 3E'. Kamu sering kasih piala sepak bola antar sekolah buat sekolahmu tapi nilai rapor merah lebih dari tiga? Selamat datang di 'Kelas 3E'. Dan sebagainya.

Blogger paham tujuan sistem begitu maksudnya biar di 'Kelas 3E' itu gurunya bisa ajarin lebih lambat, biar murid-murid paham sama rata, biar yang cepat paham bisa langsung ke materi selanjutnya dan gak usah nunggu yang lemot. Blogger bersyukur untuk itu. Tapi ya jangan larang kami ikut serta dalam lomba yang kami kuasai dong. Blogger inget banget loh, banyak teman Blogger dilarang ikut lomba yang mereka sering menangin dengan alasan harus lebih banyak belajar. Iya Blogger tau, belajar lebih penting, tapi kami bener-bener gak dikasih kesempatan untuk berprestasi di bidang kami sendiri hanya karena kami anak 'Kelas 3E'. Guru-guru sok angkat tangan dengan kebodohan dan 'kebrutalan' kelas kami, dengan embel-embel kami tuh 'Kelas 3E'. Bukan sekali-dua kali guru keluar dari kelas saat jam pelajaran saking kesal karena kebodohan kami yang gak bisa paham apa yang dia ajarkan. Satu-satunya guru yang ada di pihak kami hanya kepsek. Entah apakah di belakang kami dia sama kacaunya dengan kepsek di Kunugigaoka atau enggak, tapi guru-guru yang keluar di pertengahan jam pelajaran akan datang kembali di jam berikutnya sambil bilang bahwa kepsek belain kelas kami.

Sikap kelas lain terhadap kami enggak sebrengsek manga, tapi membaca manga ini membuat Blogger ingat masa itu. Disindir-sindir. Dipandang rendah. Sistem dan maksud baiknya Blogger paham dan berterimakasih, tapi kamu yang gak pernah ada di 'Kelas 3E' gak bakal paham.