Tampilkan postingan dengan label kimi ni todoke. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kimi ni todoke. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Februari 2020

Top 10 Favourite Japanese Movies

Blogger udah kepikiran mau bikin entri begini sejak sebelum Imlek, tapi sekarang baru kesampaian. Jadi Blogger mau bikin top ten film dan serial Jepang favorit Blogger. Karena judulnya 'favorit', jadi ini bukan berarti mereka bagus banget, enggak gitu. Bisa jadi Blogger seneng dengan plotnya, atau merupakan adaptasi yang baik, atau mengena, atau punya arti khusus buat Blogger. Kalau menurut kamu film-film yang Blogger suka ini terkesan biasa aja atau jelek, ya berarti film yang bersangkutan bukan untuk kamu.

Sekali lagi, ini hanya berdasar rasa suka Blogger atas suatu film, bukan berdasarkan nilai baik/buruknya. Jadi ini bukan rekomendasi ya, tapi kalau kamu jadi penasaran, ayo fangirling bareng silakan nonton.

Di entri ini, Blogger akan urutin 10 film Jepang favorit. Bisa jadi film tersebut berseri, tapi sifatnya movie atau malah TV spesial, bukan serial TV (untuk serial TV Blogger akan ketik di entri terpisah), dan dalam daftar ini Blogger hanya masukin live-action saja tapi tidak termasuk tokusatsu.

Blogger tidak begitu up to date tentang tontonan, sangat beda dengan bacaan. Jadi kemungkinan film-film yang masuk daftar di sini adalah yang sempat (Blogger bisa nonton karena) ramai dibicarakan. Dan pada mulanya, Blogger bisa nonton film-film ini karena unsur fangirling, entah pada aktornya atau pada manga/animenya.

Mari kita mulai!

.

10. Ani Tomo / Brother's Friend (2018)


Film ini dibuat berdasarkan manga dengan judul serupa. Ceritanya tentang MShe yang sifatnya keibuan banget, tertarik dengan MC yang adalah teman kakak laki-lakinya yang suatu hari main ke rumah. Dua-duanya pemalu banget, sampai sang aniki yang sayang sama adiknya tapi gak begitu ditunjukin harus jadi makcomblang untuk mereka berdua. Yang membuat lucu, dan diadaptasi dengan baik di filmnya, adalah tentang betapa tidak kedap suaranya kamar MShe dan Aniki. Kamar mereka bersebelahan, dan suara bisa menembus dinding. Sayangnya, MC gak tahu tentang ini, dia gak tahu bahwa ketika dia bilang ke Aniki di kamar bahwa MShe imut, itu MShe bisa dengar jelas di kamarnya. Setelah film ini keluar, muncullah miniseri (benar-benar mini karena bukan hanya episodenya sedikit, tapi jam tayangnya juga sebentar banget).

Nanase Mai diperankan oleh Matsukaze Risaki. Kesan imutnya dapat, mungkin karena masalah tinggi badannya juga. Tapi kalau dibandingkan dengan manga, versi manganya lebih mendapat kesan serius dan dewasa.
Nishino Sota diperankan oleh Yokohama Ryusei.
Nanase Yukihiro diperankan oleh Furukawa Tsuyoshi, salah satu pacar Blogger.

.

9. Hyouka: Forbidden Secrets (2017)


Blogger baru tahu tentang eksistensi film ini (dan anime dan manganya) ketika novel ketiga Hyouka diterbitkan oleh Penerbit Haru. Aktor dan Aktris cukup mendekati bayangan Blogger, walaupun jelas tampak lebih tua apalagi kalau disandingkan dengan versi anime (yang sebenarnya belum pernah Blogger tonton). Kisahnya adalah tentang Nara Shikamaru in disguise MC yang sangat pemalas, tapi otaknya sangat encer. Sebenarnya dia bukan detektif, tapi kehebatannya dalam mendeduksi sesuatu itu dimanfaatkan oleh MShe untuk memecahkan berbagai kasus. Kasus yang ditangani juga bukan yang berat seperti yang ada di Detective Conan, melainkan seperti kenapa barang ini hilang, kenapa hal ini begini, kenapa si itu bisa terkunci. Dibanding film, Blogger jauh lebih suka novelnya. Tapi film ini sendiri cukup baik, walaupun sebenarnya akan terasa membosankan karena isinya lebih banyak dialog. Loh, lalu kenapa Blogger bisa suka? Karena adegan tentang diskusi dan pemecahan kasus Hyouka itu baik.

Oreki Hotaro diperankan oleh Yamazaki Kento, pacar kesekiannya Blogger. Walau tampangnya lebih tua dari yang seharusnya, akting YamaKen sesuai dengan bayangan Blogger tentang Hotaro. Dan mungkin karena Kreator membuat film dengan berpatokan tampang tokoh di anime, YamaKen jadi mirip Hotaro versi anime.
Chitanda Eru diperankan oleh Hirose Alice. Keperawakannya sesuai bayangan Blogger, walau iya tampangnya lebih dewasa dari yang seharusnya.

.

8. Fujoshi Kanojo / My Geeky Girlfriend (2009)


Blogger gak tahu ada manganya atau gak, tapi filmnya cukup bikin Blogger nyengir. Bagi yang kurang seneng dengan cerita cowok pacaran dengan cewek yang lebih tua, jangan nonton. Tapi di sini ceritanya bukan tentang umur, melainkan tentang MShe adalah seorang Fujoshi, sedangkan MC adalah orang awam yang tidak mengerti istilah per-fandom-an. Jomplang banget, dan disitulah lucunya.

Yoriko diperankan oleh Matsumoto Wakana. Gak bohong, cantik.
Hinata diperankan oleh Daito Shunsuke. Blogger langsung cari dan nonton film ini setelah kenyang pelototin sang aktor di live-action Ouran High School Host Club.

.

7. Assassination Classroom: Graduation / Ansatsu Kyoushitsu: Sotsugyou Hen (2016)


Ini adalah film kedua dari rangkaian live-action adaptasi Ansatsu Kyoushitsu. Tampang aktor dan aktris cukup beda dari manga, sehingga Blogger kecewa sendiri saat akhirnya baca manganya. Dan walau ada detil yang beda, Blogger suka kedua filmnya, dan film kedua ini yang lebih Blogger suka.

Koro-sensei diperankan oleh Ninomiya Kazunari.
Shiota Nagisa diperankan oleh Yamada Ryosuke, sama sekali jauh dari kesan imut dan manis.
Akabane Karma diperankan oleh Suda Masaki. Walau tampangnya jelas lebih tua dari manga, tapi aktingnya sesuai.

.

6. Kimi ni Todoke / From Me to You (2010)


Blogger sudah pernah bahas tentang film dan manganya di entri tersendiri, jadinya bingung mau ketik apa di sini. Singkatnya, ini tentang MShe yang ditakuti orang-orang di sekitarnya sampai disebut sebagai Sadako, tapi ada MC yang perhatian dan membuat dunia MShe meluas. Alur tentang cerita utama MShe dengan MC memang cukup mainstream terutama kalau ditonton di tahun-tahun ini, tapi Blogger pribadi menganggap filmnya merupakan contoh adaptasi yang baik.

Kuronuma Sawako diperankan oleh Tabe Mikako. Aktingnya baik, tapi Blogger pribadi berpikir wajahnya lebih imut dari Sawako versi manga.
Kazehaya Shota diperankan oleh Miura Haruma, pacar kesekiannya Blogger.

.

5. Detective Conan: Kudo Shinichi's Written Challenge (2006)


Ciieee ada yang baru tahu DC punya live action juga ciieee~~

Kalau tidak salah hitung, live action DC ada 4 movie dan 1 serial. Kelimanya gak begitu nyambung, serta pemeran Shinichi dan Ran ada dua, yang pertama adalah Oguri Shun - Kurokawa Tomoka yang main di 2 movie (pertama tentang latar sebelum menjadi Conan, kedua ketika menjadi Conan), yang kedua adalah Mizobata Junpei - Kutsuna Shiori yang main di serial (berlatar sebelum menjadi Conan) dan 2 movie selanjutnya (satu sebelum serial, satunya setelah bertemu Heiji di serial). Yang masuk dalam daftar ini adalah film yang paling pertama banget, yang diperanin Oguri Shun, sebelum menjadi Conan. Yang paling keren dari movie ini adalah petunjuk dari korban serta 'tanda merah' dari Ran. Walau tidak berdasarkan manga, Blogger tetap suka ini. FYI, light novel DC beberapa berdasarkan para dorama ini (jadi, live action keluar duluan lalu baru novelnya).

.

4. Koizora / Sky of Love (2007)


Film ini dibuat berdasarkan novel digital yang kemudian dirilis versi fisiknya. Setahun setelah movienya keluar, muncul miniseri live-action dengan pemeran yang berbeda. Tentang movienya sendiri cerita tentang seorang perempuan yang ponselnya hilang lalu ketemu lagi, dan sejak saat itu dia berteman dengan seorang laki-laki yang dia gak tahu siapa, karena mereka hanya komunikasi lewat ponsel. Awalannya manis banget. Dramanya kuat. Bagian akhirnya -piiiipp(maksudnya sensor biar gak spoiler)- banget. Blogger inget nonton ini di rumah sepupu, sekitar tahun 2010.

Tahara Mika diperankan oleh Aragaki Yui. Berdasarkan wiki, katanya novel ini dibuat berdasarkan kisah nyata penulisnya, yang bernama Mika. Mungkin itu sebabnya MShe juga diberi nama Mika.
Sakurai Hiro diperankan oleh Miura Haruma, yang main di Kimi ni Todoke juga.

.

3. Rurouni Kenshin (2012)


KYAAAAA TAKERU SATOOOOO

Uhuk. 
Movie ini dibuat berdasarkan manga dan animenya, di Indonesia mungkin lebih dikenal sebagai Samurai X. Blogger bahkan masih inget theme song di animenya. Tentang keakuratan tampang pemain, Blogger gak bisa komentar, karena artwork manganya termasuk jadul. Tahun 2020 ini akan ada dua film baru, tapi sebelumnya, dalam rangkaian film ini, sudah rilis 3 film. Blogger suka ketiganya, tapi yang menjadi favorit nomor satu kebetulan adalah film pertamanya.

Himura Kenshin diperankan oleh Sato Takeru. Blogger kenal aktor ini awalnya dari serial Mei-chan no Shitsuji, lalu lihat dia lagi di Mr Brain dan jadi demen banget di sana. Silakan hitung persentase rasa bahagia Blogger saat lihat dia main di An Incurable Case of Love.

.

2. Paradise Kiss (2011) 


Live action movie ini berdasarkan manga dengan judul serupa. Sampai saat ini Blogger masih belum tertarik membaca manganya atau menonton animenya, karena, yah, artworknya kurang membangkitkan selera Blogger. Ceritanya tentang seorang anak perempuan yang tiap hari digenjot mamanya untuk selalu belajar di bidang akademik, tapi karena suatu hal dia jadi terseret dalam dunia fesyen. Dilema MShe tentang dia ingin ikutin perintah mamanya untuk belajar tapi menemukan sesuatu yang akhirnya menarik minatnya itu terasa. Untuk romance, Blogger pikir cukup seimbang, karena di sini lebih tentang mencapai apa yang kamu inginkan. Blogger inget, gara-gara film inilah, Blogger jadi tahu tentang YUI (selama ini kalau ditanya penyanyi J-Pop favorit, jawaban Blogger selalu Mizuki Nana yang isi suara Hoshina Utau berikut lagunya di Shugo Chara. Bagi yang gak tahu, Mizuki Nana itu juga isi suara Hyuuga Hinata dan sangat banyak tokoh lainnya).

Hayasaka Yukari diperankan oleh Kitagawa Keiko.
Koizumi Jouji diperankan oleh Mukai Osamu. Gara-gara film ini, Blogger jadi cari film-film yang dimainin aktor ini.

.

(Gak usah pakai honorable mention lah ya)
(Atau perlu?)

Honorable mentions:
  • Ichi Ritoru no Namida / 1 Litre of Tears (2005)
  • High School Debut (2011)
  • Confessions / Kokuhaku (2010)
  • Sukitte Iinayo / Say 'I Love You' (2014)
  • Kyo, Koi wo Hajimemasu / Love for Beginners (2012)
.

Ini yang nomor satu:

1. Death Note: L:Change the World (2008) 


Yes, Death Note punya live action movie, berseri pula. Khusus L: Change The World ini, dia adalah film ketiga dari rangkaian movienya, berlatar setelah jatuhnya Kira. Jadi movie ini berdasarkan novelnya---Blogger pernah baca novel L: Change The World, dan menganggap versi movie lebih seru. Movie ini pun ceritanya tidak ada di manga sama sekali. Setelah movie ini, masih ada Death Note: Light Up The New World yang berlatar di sepuluh tahun setelah jatuhnya Kira versi rangkaian movie ini. Salah satu hal yang Blogger suka dari movie ini, mungkin karena nonton ketiga filmnya bahkan sebelum baca manga dan nonton animenya tapi sudah tahu tentang insiden-insiden penting (terimakasih, meme), adalah bahwa cerita ini menjadi asal usul tokoh Near (versi live action movie).

Tokoh L diperankan oleh Matsuyama Kenichi. Banyak orang, termasuk Blogger, menganggap bahwa tampangnya (dan pemeran Light) lebih tua dari yang seharusnya. Tapi Blogger mengacung jempol atas aktingnya, karena gayanya dalam memerankan L sangat terasa.

.

Rabu, 05 Februari 2020

Kimi ni Todoke. Manga dan Dorama.

Permisi, Blogger sedang clbk sama Haruma Miura.

Ehem.

Blogger kenal fandom ini udah beberapa tahun, lupa tepatnya tahun berapa, tapi Blogger yakin itu sekitar SMA berarti zaman 2010-2012. Blogger juga lupa pemicunya, tapi mungkin karena film Koizora, soalnya Haruma Miura main di movienya, sedangkan movie tersebut keluaran 2007, sedangkan Kimi ni Todoke ini movienya tahun 2010.

Setelah nonton doramanya, Blogger cek wiki dan tahu bahwa ini berdasarkan manga. Saat itu Blogger langsung cek, mau coba baca manganya, tapi saat itu Blogger terlalu sangat pemilih mengenai artwork suatu manga. Saat itu Blogger pikir, baru chapter 1, dan Blogger gak betah dengan gaya gambarnya, yaudah Blogger tinggalin aja, apalagi banyak yang bilang bahwa materi dorama sesuai dengan manga.

Tentang anime, Blogger bahkan baru tahu eksistensinya sekitar tahun 2013, di tempat kos, saat kepikiran untuk mau cari dan nonton ulang movienya. Wkwkwk, Blogger kaget gitu, ngetik 'Kimi ni Todoke' di Youtube, keluarnya anime.

***


Kimi ni Todoke, atau judul alternatif resminya 'From Me to You', adalah manga shoujo dari Karuho Shiina, yang diterbitkan dari tahun 2006 sampai 2018 sebanyak 30 volume dan 123 chapter. Perchapter pun jumlah halamannya bisa 30-50 halaman, tergantung Arc, dan wajar karena ini shoujo. Seperti yang Blogger bilang tentang kenapa Blogger meninggalkan manga ini sebelum kelar bab pertamanya, artworknya memang kurang enak untuk manga, tapi makin ke belakang makin enak dilihat. Cuman mungkin itu hanya perasaan Blogger aja yang baru memutuskan untuk bener baca dari awal sampai akhir selama bulan Januari 2020 dan sama sekali gak nyesel karena cerita keseluruhannya luar biasa.

Tema besar ceritanya cukup mainstream terutama kalau dibaca pada tahun 2010 ke atas, karena ceritanya tentang cewek culun yang disukai oleh cowok populer, lalu cewek culun ini mulai mengeluarkan aura positif, munculnya saingan cinta yang main kotor, dan akhirannya bahagia. Itu shoujo banget sih. Tapi sekali lagi, manga ini luar biasa.

Tokoh Kuronuma Sawako tidak langsung berubah menjadi gadis manis. Sampai tamat pun, kesan 'Sadako'nya tetap ada. Dengan kata lain, dia berusaha untuk menjadi lebih terbuka pada orang lain, tapi tetap menjadi dirinya sendiri. Penokohannya sangat konsisten. Progress dalam character development tetap ada, tapi untuk beberapa detil yang tidak begitu ada hubungannya dengan cerita masih terus dipakai oleh Mangaka, misalkan tentang Sawako yang bukanlah tukang gambar yang baik.

Tokoh Kazehaya Shouta sebenarnya akan terasa membosankan dan datar kalau latar belakang keluarganya sama sekali tidak diceritakan. Blogger suka pada ide bahwa Kazehaya satu SMP dengan Chizuru dan Ryu, serta bahwa ketiganya sudah mengenal Pin sebelum masuk SMA. Kenapa? Karena berarti ada cerita tersendiri tentang Ayane yang bergabung dengan mereka.

Character development paling menonjol jelas dari Sawako. Tapi Blogger senang karena masing-masing tokoh yang sering muncul punya Arc sendiri, dan mereka punya cerita di luar hubungan dengan Sawako. Itu tidak keluar dari judul. Sawako (dan Kazehaya) tetap tokoh utama, tapi Mangaka tetap mempedulikan para tokoh di sekitar mereka sampai dibuatlah Arc dan masa lalu masing-masing.

Kisahnya mungkin tidak realis, tapi perasaannya tersampaikan. Mangaka tidak segan-segan saat membuat cerita ini. Kalau memang sebaiknya si A patah hati, yaudah patah hati. Kalau cinta si B ditolak mentah-mentah, yaudah nangis dan berusaha move on. Terutama di beberapa belas chapter terakhir, pokoknya sejak mereka sudah naik ke kelas 3, emosinya campur aduk. Masing-masing masih punya perasaan yang belum tersampaikan, lalu mereka harus mikirin masa depan, lalu mikir untuk singkronin masa depan mereka dengan pasangan. Itu wajar dan Blogger pikir cukup realis, mengingat universitas yang para tokoh ini pilih bukan hanya sekedar di kota sebelah.

Tapi kisah patah hati yang paling bagus menurut Blogger adalah pernyataan cinta Ayane pada Pin.
Di awal cerita memang tidak begitu ada tanda bahwa Ayane bakal ada rasa pada gurunya. Tapi ketika Kento mulai deketin Ayane, perlahan Mangaka memperlihatkan bahwa mungkin Ayane tertarik pada Pin. Cara Pin nolak Ayane itu biasa aja sebenarnya, tapi sama sekali gak lebai. Adegan itu gak bertele-tele, dan Ayane sendiri juga gak memohon-mohon. Ayane langsung dengan lapang dada terima kenyataan, masih bisa ketawa sambil nangis. Tapi satu chapter itu mungkin adalah kisah pernyataan + penolakan terbaik di shoujo yang Blogger baca.

Omong-omong tentang Pin, dia memang narsis dan sering reseh. Tapi dia tetap guru yang baik, mungkin karena dia termasuk guru yang masih muda (di manga kalau gak salah dia seumuran kakaknya Ryu), jadi gampang gaul dan seneng cengin murid sendiri. Ia semakin tampak terlihat guru yang baik ketika konsultasi saat para karakter kelas 3. Dia serius untuk diskusiin masa depan muridnya, dia bisa bilang kelebihan dan kekurangan serta merekomendasikan secara obyektif.

Tokoh Kurumi adalah saingan cinta yang Blogger bilang pakai cara kotor. Jika setelah ditolak lantas dia jadi berteman dengan Sawako, itu akan menjadi sangat klise. Tapi di sini enggak begitu. Setelah ditolak, Kurumi masih tidak berteman dengan Sawako sama sekali, dia masih gak suka Sawako, tapi dia sudah enggak lagi main curang. Justru berkat Kurumi, Sawako malah jadi berani menghadapi perasaannya. Belakangan, dengan segan, Kurumi minta Sawako ajarin dia karena kebetulan mau masuk universitas yang sama. Lagi-lagi, mereka enggak langsung jadi akrab gimana gitu. Itu bagus, biar jangan jadi klise.

Untuk ukuran shoujo, mungkin 30 volume sudah cukup panjang, apalagi rentangnya dari 2006-2018. Wow, kasian ya yang bener nungguin pervolume. Wkwkwkwk (lalu orang ini inget para penunggu Detective Conan, One Piece, Naruto (yang akhirnya tamat), dan manga lainnya).

Blogger kenal Kimi ni Todoke dari movienya. Dan setelah selesai baca manganya sampai habis, Blogger langsung memutuskan untuk nonton ulang, karena penasaran banyak yang bilang bahwa live-action ini termasuk adaptasi yang baik.

Dan Blogger setuju.

***


Dorama ini rilis tahun 2010, waktu Blogger cek ternyata itu pas sehari setelah rilisnya volume 12---gak heran tahun-tahun sekarang pada banyak yang minta film sekuel. Gak tanggung-tanggung, film ini berdurasi hampir 2 jam. Oke, iya tahu Avengers Endgame sampai 3 jam, tapi film Jepang hampir nyentuh 2 jam pada tahun 2010 itu udah wow. Apalagi, beda dengan film-film (Jepang) tahun 2015 ke atas, film ini hampir gak ada adegan sia-sia. Maksudnya, gak ada tuh adegan tokoh jalan dari ujung sampai ujung tanpa ada sesuatu yang berarti. Adegan Kazehaya dibuat bersepeda sepanjang jalan itu gak sia-sia, karena itu memperlihatkan emosinya, belum lagi dia memang melewati jalur di mana dia pertama kali ketemu Sawako.

Memang pasti ada detil yang ditambah untuk menambah drama, tapi hampir tidak ada yang diubah secara signifikan. Adegan yang ada di dorama itu kalau bukan tambahan, pasti canon walau mungkin alurnya beda mengingat ini movie dan bukan serial. Memang ada adegan yang dikurangi atau yang agak diubah, tapi esensinya sesuai manga. Yang paling Blogger suka mungkin adalah ketika Sawako yang lagi ngobrol dengan Ryu di ruang OR ditarik keluar oleh Kazehaya.

Beberapa detil khusus untuk live action juga bagus. Seperti tentang ayah Sawako yang merupakan anggota orkestra, atau tentang Sawako yang masih simpan helai bunga sakura di hari pertama ketemu Kazehaya.
Adegan vital yang dari manga (sampai 2010) kayaknya berhasil masuk, terutama yang berhubungan dengan character development. Hanya saja, untuk Arc yang tidak berhubungan dengan Sawako itu hanya dibuat sekilas. Mungkin karena bukan serial, dorama hanya ingin fokus tentang Sawako dengan Shouta.

Satu-satunya hal yang membuat penonton geregetan adalah ......... TIDAK ADANYA ADEGAN CIUMAN SAWAKO DENGAN KAZEHAYA!! Jangankan mereka berdua, kayaknya memang gak ada adegan ciuman sama sekali di film ini. Wkwkwk, cinta polos banget ya kesannya.

Terus, untuk epilog sambil credit roll, jelas Blogger suka bagian Ryu dengan Chizuru. Pembaca manga pasti ngeh itu adegan kenapa bisa begitu dan apa maksudnya, karena memang canon. Tapi adegan Ayane dengan Kurumi itu ngarang bebas. Sayangnya memang dorama ini rilis tahun 2010, agak jauh dari Ayane yang jadi demen Pin, dan memang tahun 2010 itu Arc Ayane kayaknya belum ada.

Mari omongin castnya.
Aktor dan aktris utama tampak meyakinkan dengan versi manga, terutama (menurut Blogger) apalagi Ryu. Mari lihat satu-satu.


Mikako Tabe sebagai Sawako terlihat lebih manis daripada versi manga. Kesan Sadako hanya berhasil diperlihatkan ketika rambutnya nutupin muka. Sebagai deretan tokoh utama di atas, aktris satu ini mungkin yang paling agak kurang sesuai. Tapi ini pun sudah baik.

Pacar Blogger Haruma Miura sebagai Kazehaya tampak lebih dewasa daripada versi manga. Di dorama jadi tampak lebih cool dan aura cowok populernya lebih keluar, karena kalau di manga jatuhnya dia lebih kelihatan ramah.

Misako Renbutsu sebagai Chizuru mungkin terkesan lebih tidak setomboy manga, tapi penokohannya sangat sesuai, mungkin disebabkan karena Arcnya sendiri tidak digali. Tapi Blogger suka dengan bagaimana dia lompat kursi biar cepat ke tempat duduk sekitar Sawako saat penggantian tempat duduk kelas.

Mirei Kiritani sebagai Kurumi sangat baik. Memang peranannya jadi agak berbeda, tapi Blogger rasa itu bukan salah aktrisnya melainkan karena skenarionya seperti itu. Gapapa, kesan Kurumi-nya tetap ada.

Natsuna Watanabe sebagai Ayane cukup meyakinkan. Memang tokoh Ayane (manga) agak sulit cari aktris yang sesuai, tapi aktris satu ini sudah cukup baik. Masalahnya mungkin seperti kasus Chizuru, Arcnya tidak digali.

Haru Aoyama sebagai Ryu adalah yang paling sesuai, dan semua penonton yang baca manganya mengatakan hal yang sama. Dari semua aktor, memang yang ini paling sesuai manga. Di canon memang tokoh Ryu kurang begitu banyak omong, tapi penampilan luar aktor ini memang sesuai. Kemistri antara Haru dan Misako memang kurang terasa, mungkin karena Arc mereka gak begitu ada, tapi untung di epilog sempet disinggung.

Arata Iura sebagai Pin sebenarnya kurang begitu sesuai. Kalau Blogger gak salah paham, harusnya Pin itu seumuran dengan kakak Ryu, sehingga di movie kok kayaknya Pin terlihat tua. Blogger gak masalahin rambutnya, tapi penokohan dan penempatan karakternya sudah sesuai.


***

Terakhir, tentang animenya.


Untuk yang ini, Blogger belum nyentuh sama sekali, tapi sering kelihat beberapa kali potongan adegan tertentu masuk ke daftar dalam video Watchmojo dan sejenisnya. Semoga dalam tahun ini Blogger bisa kesampaian nonton. Tunggu, apa? Sampai 2 season dan total hampir 40 episode? Hahahaha, bisalah (bisa tahun depan baru kelar).


Barusan Blogger cek wiki, jadi season 1 itu selesai Maret 2010, berarti ada kemungkinan dibanding manga, doramanya lebih ambil dari anime---itu tuh, seperti detil yang tidak ada di manga tapi ada di film. Berarti mungkin filmnya akan lebih sesuai jika disandingkan dengan anime.