Senin, 29 April 2019

Boruto episode 104

Episode ini imut banget beneran. Blogger sempet curigain kucingnya sih, apalagi karena itu dunia shinobi jadi harusnya logikanya bisa nyambung walau aneh. Tapi unyu banget Mitsuki dengan Mikazuki.

Dari Mitsuki yang biasa aja dan gak peduliin kucingnya, dalam hitungan jam bisa jadi deket dan sayang. Mungkin karena kucingnya masih kecil, jadi Si Kucing masih mau nempel dengan orang yang di deketnya. Itu wajar, karena anjing Blogger waktu bener masih kecil itu maunya nempel melulu. Balik soal Mitsuki, tampang dia mungkin memang udah datar begitu, tapi bisa kelihatan dia cemas saat Mikazuki sakit---yang awalnya Blogger sama sekali gak ngeh ada apa dengan Si Kucing. Lalu Blogger pengin cengin Mitsuki saat induk kucingnya datang dan Mikazuki pergi dengan induknya. Oke, awalnya Blogger biasa aja sih, tapi ketika adegan Mitsuki pulang ke kamarnya, terus lihat barang-barang yang dia beli untuk pelihara Mikazuki, itu kayak bikin sedih. Dan kalau mau jahat, Mitsuki pasti mikir bahwa kemarin-kemarin dia boros beli ini-itu gak ada gunanya lagi. Untung kucingnya bisa ngetok jendelanya. Yah, mungkin memang karena kucing bisa ingat siapa orang yang kasih dia makan. Gak cuman kucing, anjing pun sama.

Kemudian, tentang pencuri yang muncul di episode ini. Tadi Blogger ada bilang curiga dengan Si Kucing. Ya jangan salahin Blogger lah. Tersangkanya ada empat, dan Blogger antara yakin gak yakin bahwa salah satu dari mereka adalah pencurinya. Yang bikin Blogger curiga malah Si Pencuri atau rekannya entah bagaimana bisa berubah jadi kucing dan sembunyiin curiannya, dan karena Mitsuki bawa kucingnya pulang mungkin bisa jadi seperti difitnah. Iya itu ngaco banget, mikirnya terlalu jauh, harap maklum aja karena belakangan nontonnya Detective Conan mulu. Tapi beneran, Blogger mikirnya kayak gitu. Untung Si Kucing inosen.

Lalu ya, saat pertama kali Tim 7 dan Kepolisian nemuin empat tersangka, Blogger langsung mikir kalau Conan ada disana pasti langsung ketangkep. Setelahnya Blogger baru sadar itu beda fandom.

Lalu lagi ya, ketika Mitsuki pertama kali bener rawat Mikazuki, Blogger ingetnya adegan Toru Amuro dengan Haro di manga Zero's Tea Time. Unyu banget. Terus Blogger jadi pengen baca ulang.

Udahlah, entar makin ngaco omongin Detective Conan muluk.

Minggu, 28 April 2019

OTP karam, Fanfiksi bertindak!

OTP Blogger ada banyak banget. Oke iya tahu OTP itu kependekan dari One True Pairing, one berarti satu. Tapi, fandom Blogger ada banyak banget, dari yang supernonmainstream sampai supersupermainstream, dari yang terdaftar di ffn sampai gak terdaftar pun hayuk. Jadi kalau bener OTP Blogger cuman satu, kasian fandom lain entar kiranya Blogger pilih kasih /bukangitu.

Uhuk.
Seperti kalimat pertama Blogger, OTPnya banyak, yah setidaknya setiap fandom ada satulah, atau fandom besar sebangsa Naruto dan Harry Potter mungkin bisa dua. Tapi untuk Blogger sendiri, OTP yang bener-bener OTP itu tidak hanya untuk yang buat ber-KYAAAAA-ria alias nge-fangirling(atau fanboying)-ria saat lihat A dan B barengan.

Misal, iya Blogger ship Harry Potter dengan Draco Malfoy, atau Draco Malfoy dengan Hermione Granger. Kalau mereka sedang bareng, Blogger cengin aja, terus mingkem-mingkem saat lihat fanfiksi atau fanart tentang mereka. Tapi Blogger gak pernah bener-bener nge-ship mereka. Biasa aja. OTP Blogger di fandom HP malah Fred Weasley dengan Hermione Granger.

Contoh lain, di fandom Naruto Blogger sangat cengin Uchiha Sasuke dengan Uzumaki Naruto, beneran deh. Tapi dari Blogger pun gak masalah Naruto dengan Hinata, dan Sasuke dengan Sakura. OTP Blogger di fandom ini adalah Kiba dengan Hinata, karena sampai saat ini masih percaya bahwa Kiba adalah satu-satunya orang selain Kurenai yang memahami Hinata (lebih lanjut akan di bahas suatu hari nanti di entri tersendiri jika ingat).

Blogger gak pernah dan berusaha untuk jangan sampai fanatik dengan suatu shipping, yang crack sekalipun, mau itu demen atau yang gak Blogger demen. Karena, terutama di fandom besar sebangsa Naruto dan Harry Potter, hater untuk beberapa karakter tertentu banyak, seperti Hinata atau Sakura, sampai-sampai ada yang rajin nge-flame fanfiksi SasuSaku atau SasuHina atau NaruHina atau NaruSaku. NIAT BANGET GITU.

Entah siapa duluan pencetusnya, yang pasti situs-situs fanfiksi yang sekarang makin berjamur dan mudah diakses itu menjadi semacam wadah bagi mereka yang ngeship suatu pasangan. Gak jarang loh ada shipping supernonmainstream yang kalian pikir kalian adalah satu-satunya manusia yang ngeship mereka ternyata ada orang lain selain kalian kemudian jadi temenan lalu merit. Dapat teman seperjuangan dalam ngeship suatu pasangan itu adalah kegunaan nomor sekian dari situs fanfiksi.

Jadi apa kegunaan nomor satu dari situs fanfiksi?

AJANG PELAMPIASAN.

Kalau soal belajar nulis itu sudah agak pasti, tapi nulis kan bisa dimana-mana. Nah kalau situs fanfiksi itu, baik penulis maupun pembacanya, biasanya itu menjadi pelampiasan mereka karena karakter A enggak jadi dengan B, atau C perasaan begitu banget, dll, dst, dsb. Alasan pasarannya sih gitu. Tapi kesannya serem ye, 'ajang pelampiasan', tapi bener kan? Demen sama karakter A tapi dia jadiannya dengan B yang kamu benci banget padahal kamu maunya dengan C, yaudah nulis fanfiksi A x C. Benci banget sama karakter A, lalu bikin fanfiksi tentang tokoh A yang disiksa disana. Kurang lebih begitulah.

Dan untuk OTP, yah, bener kan, OTP karam maka orang berbondong-bondong masuk situs fanfiksi entah untuk unggah fanfiksi mengenai OTP atau cari fanfiksi dengan pasangan OTP agar punya asupan? Gak usah ngeles, soalnya Blogger begitu. Mau fanatik atau enggak, semua fangirl dan fanboy butuh asupan.

Betul?
Salam super.

Jumat, 26 April 2019

Power Rangers Lost Galaxy hanya 8 episode

Blogger langsung ngetik entri ini begitu selesai nonton (ulang) Power Rangers season 7: Lost Galaxy. Pertama-tama, sebagai semacam come back season dari PR yang awalnya niat tamat di season 6, ini keren, mungkin terutama karena di Lost Galaxy ada lebih dari sekali pergantian peran. Maksudnya bukan aktor/aktrisnya yang diganti, tapi benar peranan dalam cerita ada yang diganti, seperti peran Ranger Merah diganti dari Mike ke Leo, lalu Mike yang dari manusia biasa ke pemilik asli Quasar Saber lalu jadi manusia biasa lagi lalu gantiin Magna Defender dan ujungnya manusia biasa lagi, kemudian ada Kendrix yang tewas lalu diganti Karone, dan ada Scorpius yang digantikan Trakeena menjadi antagonis utama. Kesannya jadi banyak banget hal yang terjadi di season ini mungkin maksudnya biar all-out dan penanti setia PR yang kirain tamat di In Space gak kecewa.

Kenapa di judul Blogger bilang 'hanya 8 episode'? Karena memang benar. Secara keseluruhan memang season ini terdiri dari 45 episode, tapi yang benar berhubungan dan 'Lost Galaxy' hanya di 8 episode. Inti dari season ini adalah mereka mencari planet pengganti bumi, bukan mereka masuk ke lost galaxy. Mereka benar masuk ke lost galaxy mulai dari episode 35, lalu berhasil kabur di episode 42. Sebelum episode 35 memang ada episode-episode tentang galaxy book yang hanya sekilas-sekilas, atau ada yang benar bahas soal buku itu tapi setelahnya seperti dilupakan. Jadi, yah, untuk benar 'Lost Galaxy', hanya episode 35 sampai 42.

Tentang motif kejahatan, Scorpius membingungkan Blogger. Kalau Trakeena, jika tidak ditonton sejak zaman Scorpius masih ada, penonton bakal bingung kenapa Trakeena gak nyerang bumi ketika Terra Venture masuk lost galaxy, karena tujuan utama Trakeena memang bukan menguasai semesta melainkan balas dendam atas tewasnya sang ayah----walau aneh juga sebenarnya karena berarti dia cengok aja saat Power Rangers sedang gak ada. Sedangkan Scorpius, dia sebenarnya gak kuat kok, dia gak bisa apa-apa tanpa pengikutnya, dan dengan mudah dikalahkan sebelum pertengahan season.

Yang paling Blogger gak suka dari season ini adalah munculnya Kendrix di menit-menit terakhir. Blogger merasa takjub sendiri ketika nonton bahwa mereka mendarat di Mirinoi, karena mereka ada di tempat pertama semuanya bermula. Sekaligus bingung juga karena berarti tidak semua bagian dari planet itu membatu, padahal seingat Blogger bahkan jalanan mereka (yang berupa tanah) juga jadi batu. Terlepas dari keanehan itu, Blogger gak seneng melihat Kendrix datang sebagai bagian dari 'mukjizat yang tercipta' bareng 'hidup'nya kembali orang-orang Mirinoi.

Gini, di episode 31, Kendrix tewas, bukan membatu seperti warga Mirinoi. Iya, jasadnya gak ada, tapi memang Kendrix tewas, makanya Karone bisa datang. Nah, kok enak banget setelah warga Mirinoi kembali, Kendrix ikutan balik? Blogger gak benci Kendrix sama sekali, tapi itu adalah adegan yang paling mengganggu untuk season ini. Biarin aja Kendrix tetap tewas. Jahat banget sih kesannya, tapi tidak semua pahlawan bakal hidup bahagia bersama yang lain, ada yang berkorban tidak kembali. Blogger paham, di belakang serial ini, aktrisnya punya masalah kesehatan yang menyebabkan dia harus istirahat dulu, tapi bukan berarti saat kembali dia langsung menjadi peran Kendrix yang versi manusia normal. Dia bisa aja main sebagai kilas balik yang gak pernah ditayangin sebelumnya, atau mungkin muncul dalam mimpi sebagai adegan baru, TAPI TIDAK BENAR HIDUP LAGI.

Sekembalinya Kendrix, Blogger bisa melihat Karone jadi tersisih, dan entah kenapa kok Mike ikutan tersisih padahal Mike kan temennya Kendrix juga dari awal malah sebelum Leo. Mungkin itu sebabnya ada fanfiksi bagus berbahasa Inggris yang Blogger pernah baca bertahun-tahun lalu tentang Mike dan Karone, sebagai sama-sama orang yang tersisih atas kembalinya Kendrix. Padahal tentang love interest-nya Mike, Blogger pikir bakal lebih diulas gara-gara episode 42, tapi ternyata enggak.

Sebagai penerus In Space, Lost Galaxy cukup oke. Tapi setelahnya, Lightspeed Rescue, sepertinya gak begitu bisa dikaitin temanya.

Rabu, 24 April 2019

Quarter of Silence, semua pakai 15

Film kelimabelas Detective Conan berjudul Quarter of Silence. Saat pertama kali lihat judulnya, Blogger gak paham maksudnya ini tentang apa. Dari 15 pertama filmnya (ketika entri ini dibuat, sudah ada 22), yang ini judulnya paling Blogger gak bisa tebak bakal tentang apa. Yang judulnya paling jelas adalah yang kedelapan (Magician of the Silver Sky) dan ketigabelas (The Raven Chaser). Dan karena bukannya Blogger menantikan movie ini (Blogger baru bener tungguin movie DC sejak keduapuluh), jadi gak ada acara lihat trailer ataupun teaser, alias buta sama sekali mengenai movie ini.

Secara keseluruhan, film ini cukup tertata plot demi plotnya. Memang khas film DC, pasti ada prolog yang membuat kasus besar film terjadi, kemudian ada tragedi tambahan tak terduga sampai akhir film. Tapi film ini agak terasa buru-buru. Oke, tunggu, bukan buru-buru gimana sih, tapi jika ada adegan yang benar mengenai ide cerita, maka adegan itu terasa hanya sepenggal. Dan sesungguhnya, sampai ketika entri ini diketik, Blogger masih agak bingung tentang Si Pelaku, karena bom di bendungannya keburu meledak.

Dari semua adegan, Blogger paling suka bagian ketika bom bendungan itu meledak. Ya bukan berarti Blogger senang tragedi itu terjadi, tapi Blogger bisa lihat kejeniusan Conan (Shinichi) sekaligus keputusasaannya. Kebaikan dan kepedulian Ran terhadap Conan (yang dia gak tahu aslinya adalah Shinichi) tergambar jelas sampai Blogger ingin menangis saking terharu dan ikut sedih juga. Padahal adegan setelah bendungan meledak itu tidak ada hubungannya dengan kasus utama.

Masalahnya ada di epilog. Entah kenapa, Blogger memang gak pernah sreg dengan adegan epilog yang dibuat Kreator untuk film DC. Jangan salah, Blogger memang selalu menantikan epilog apalagi yang ditaruh setelah kredit, tapi entah kenapa mau film baru ataupun lama film DC itu epilognya selalu gak greget. Memang epilog di movie 15 ini ada diceritakan tentang apa yang setelahnya terjadi untuk para tersangka, memang ada juga tentang adegan lupa beli suvenir yang membuat Ran kepikiran soal tulisan jari di salju, tapi Blogger lebih ingin ada tentang bagaimana kondisi tubuh Conan setelah tertimbun salju. Iya tahu dia selamat dan baik-baik saja, tapi di epilog tidak disinggung sama sekali. Tapi mungkin ini masalah selera aja.

Omong-omong, yang ngeship Conan dengan Ai, boleh banget nonton movie ini, karena mereka seluncuran bareng setidaknya dua kali. 'Bareng' bukan berarti bersebelahan, tapi beneran Ai ikut papan seluncurnya Conan, jadi naik berdua gitu. Terus saat  suatu adegan terjadi, Conan lindungin kepala Ai. CIIEEEEE~

Lalu, di judul Blogger bilang 'semua pakai 15', itu beneran. Semua yang di movie ini, entah sengaja atau enggak, tapi memang dikenain ke angka 15, mungkin mentang-mentang film kelimabelas.

Senin, 22 April 2019

Boruto episode 103

AKHIRNYA MISI YANG ITU KELAR JUGA!


Enggak nyampe sepuluh episode sih, cuman kok berasa banyak adegan yang buang-buang waktu, mungkin cuman perasaan Blogger aja.

Pada akhirnya, Orochimaru hanya sekedar disebut aja, tanpa ada bantuan yang bener berarti dari dia. Sebenernya tiba-tiba saat nonton episode ini di awal Blogger jadi kepikiran tentang Sasuke. Soalnya Sasuke secara gak langsung pernah (?) jadi bahan percobaan Orochimaru. Kemudian Blogger inget bahwa Naruto gak tahu bahwa misi ini sesungguhnya tentang cursed seal, hanya tahu tentang para unggas yang ngamuk. Kalau Naruto tahu tentang alasan para unggas itu ganas, mungkin dia bakal kontak Sasuke.

Bagian Tosaka lawan Jugo, Blogger sempat nyaris keselek karena mau ngakak. Iyalah, dari awal episode ini dia melulu bilang mau tes kekuatannya dengan bertarung lawan Jugo, eeeehh beberapa menit kemudian ketika dia sendiri bilang udah gak sabaran malah kalah telak jauh banget. Jadi waktu dianya kena pukul pertama kali dari Jugo, Blogger langsung ngakak gitu.

Tentang kehadiran Karin, selain buat penonton berpikir dia orang baik yang gak bakal rebut laki orang lewat simpati anak pria tersebut dan sembuhin Sarada, itu hampir gak berguna. Blogger gak benci dia, biasa aja. Justru sikap dia di beberapa episode ini membuktikan bahwa dia nolong Sarada tanpa pamrih.

Sebaliknya, soal Suigetsu, Blogger baru menyadari betapa bergunanya dia untuk Arc ini, yaitu soal dia melebur dengan air biar bisa nyembuhin para unggas. Itu cerdik, menurut Blogger.

Soal Jugo, Blogger masih gak seneng soal bagian tubuhnya yang tetiba bisa kayak ada keluar macam jet/laser/apa pun itu. Mungkin maksudnya jurus, tapi kalau menurut Blogger itu kayak sangat gak nyambung dengan konsep ninja.

Arc ini ditutup hanya dengan mereka masih bersih-bersih, lalu di preview buat episode depan sudah jelas ceritanya beda dan Blogger pikir sepertinya itu bakal episode filler. Blogger sangat berharap untuk episode depan ada pembicaraan dengan Naruto tentang kasus Tosaka. Siapa tahu Tosaka adalah permulaan dari Arc yang besar.

Minggu, 21 April 2019

Gombal

Tau gombal, kan? Itu tuh, kayak judul kartun, The Amazing World of Gombal /ngacobangetini/.

Wahai cewek-cewek, atau cowok-cowok juga, terserah deh, kalau kalian digombalin, jangan gampang terlena ya. Maksudnya, gini, kalian harus pinter, siapa tahu tersirat sesuatu yang lain selain pernyataan sayang ke kamu lewat gombalan itu. Dan tolong ya, para gombalers juga harus kreatif (biar kere yang penting akif). Jangan melulu bilang 'Papa kamu' dan 'Mama kamu'. Kalau pas orang yang digombalin itu cerdas, mereka bakal ilfil sama kamu. Misalnya gini:

A: "Papa kamu penabur benih ya?"
B: "Bukan."
A: "Kalau gitu papa kamu astronot ya?"
B: "Bukan! Kamu kepo banget deh tanya soal papa aku, kamu demen ya sama papaku?!"

Nah kan jadi salah sasaran.

A: "Mama kamu guru ya?"
B: "Kamu demen mamaku ya? Mamaku tuh udah bahagia sama papaku, gak usah ganggu-ganggu!"

Salah lagi.

A: "Kakak kamu dokter ya?"
B: "Iiiihh kamu tuh, papa-mama-kakakku kamu demen, dasar gak setia!!"

Malah tambah ngaco.

Dan lagi, gombalan-gombalan begitu udah gak kreatif, apalagi kalau situasinya enggak spontan alias memang kamu rencanain buat ngegombal. Lagian gombalan hasil sontekan serta terencana itu kalau gagal bakal lebih sakit daripada spontan. Misal spontan (uhuy) itu ya misalkan si A bilang 'panas banget sih', kemudian B bilang 'lebih panasan cinta kita berdua'. Itu gimana banget sih, dan bukan orisinil juga, tapi setidaknya spontan.

Para Gombalers Pemula, pelajaran buat kita semua, pertama, kalau gombal itu gak usah terlalu direncanain, soalnya (gombal) bukan masa depan. Kedua, kreatif, kalau sempet kepikiran pakailah kata-kata puitis. Ketiga, sebisa mungkin enggak pake embel-embel 'papa/mama/kakak/adik/om/tante/dst kamu', karena ada kemungkinan kode yang kamu masukin salah bagi dia.

Oke deh, salam cinta gombal buat semua.

Selasa, 16 April 2019

Manga dan Dorama Ani Tomo / Brother's Friend

INI LUCU BANGET GAK BOHONG.


Blogger nemu manga-nya online gak sengaja. Dari sinopsis cukup menarik sih, tapi sampulnya agak kurang menarik. Blogger memutuskan untuk mulai baca, chapter satunya udah bikin nyaris semburin kopi, tahan ketawa, dan mukul-mukul meja saking gelinya. Beneran. Ide cerita tentang tokoh utama saling naksir dengan teman sang kakak itu sudah ada banyak, tapi yang ini, Mangaka-nya berhasil buat versi dia. Gak bohong lucu banget dari A sampai Z.

Sang Kakak udah kayak mak comblang juga, jadi makin lucu, karena cara dia nyomblanginnya begitu banget. Dan Sang Kakak ini walau ceritanya tampan tapi tipikal sadistik juga, makanya bisa jadi makin menarik. Istilah kata, kalau gak ada Yukihiro, apa pun yang ada di manga ini gak bakal bisa kejadian.

Sejauh ini Blogger hanya nemuin 22 chapter, entah aslinya sudah sampai chapter berapa, tapi Blogger memang belum nemuin yang ke 23. Semoga bisa segera dilanjutin, karena Blogger tertarik dengan hubungan antara Yukihiro dengan Aki.

Lalu, di kolom komentar situs manga online tempat Blogger baca, ada yang bilang bahwa doramanya sudah keluar 2018. Lah, ini 2019, berarti udah ada, kan? Blogger tinggal ngarep ada versi subtitle Inggris atau minimal Indonesia lah.

EH ADA!!

Langsung Blogger donlot dan nonton. Durasinya sekitar 80 menit.

40 menit pertama, Blogger harus tahan cekikikan karena sudah malam. Gebuk-gebuk ranjang saking gelinya. Tahan jangan sampai lempar bantal ke laptop. Parah, ternyata doramanya lucu banget. Alurnya beda sih, terutama Itsuki itu munculnya terlalu buru-buru, ketahuan bakal jadi cinta segitiga banget. Adegan nguping di kamar itu jadi lebih lucu, walau kesannya kok Mai jadi lebih tukang nguping di dorama. Ada banyak adegan yang diubah dari versi manga tapi alurnya sesuai, seperti saat Mai dan Itsuki taruhan yang kalah harus nyatain perasaan ke gebetan, di manga itu bukan main kartu. Saat Sota  kirain Mai punya pacar, hal yang dia lihat itu beda dengan di manga, lalu cara Yukihiro suruh adiknya dan Sota keluar itu beda juga.

40 menit terakhir, itu udah ngaco ceritanya, udah gak sesuai dengan manga. Mungkin itu ada di bagian setelah chapter 22 makanya Blogger gak tahu? Masalahnya, adegan Sota sakit itu aja udah ngaco. Lalu bagian di kediaman Nishino mati lampu itu ngaco parah. Disini Itsuki sangat jahat dibanding versi manga, mungkin maksudnya biar nunjukin kemampuan akting aktornya. Atau mungkin karena manga-nya memang belum tamat sedangkan Kreator udah kebelet pengen bikin dorama-nya, jadi mereka sok bikin penyelesaian sendiri, makanya kayak gitu.

Yang Blogger suka sekaligus tidak suka dari dorama-nya adalah kehadiran Tachibana sebagai tokoh ekslusif yang tidak ada di manga. Kehadiran dia dalam dorama itu sangat membuat lucu, karena dia biangnya. Tapi Blogger juga kurang seneng, karena padahal ada karakter-karakter lain dalam manga yang sebenernya bukan figuran tapi mereka tidak dieksplor padahal (lagi) Mangaka-nya bahkan bikin backstory untuk beberapa karakter, kemudian malah bikin karakter sendiri.

Untuk miniserinya, sepertinya itu habis doramanya ya? Blogger nonton lewat hape. Saking 'mini'nya, Blogger bisa nonton di Instagram, lalu tahan jangan sampai lempar hape saking geli dan lucunya.

Para pemeran bagus, terutama Yukihiro, dia yang hampir nyaris sempurna. Sempet pikir Daito Shunsuke bakal cocok peranin dia gara-gara main sebagai Kyoya di Ouran High School Host Club, tapi gak jadi karena sepertinya tampang sadistik dia baru terasa kalau pakai kacamata, dan lagi sepertinya dia sudah gak cocok main jadi anak SMA.

Pemeran Sota dan Aki lumayan, tapi karakter Aki di dorama kurang greget untuk Blogger, padahal di manga interaksinya dengan Yukihiro itu salah satu hal yang menarik. Omong-omong, untuk Sota sendiri, Blogger agak berharap agar badannya sedikit lebih besar, tapi gapapa sih.

Pemeran Mai agak membuat kecewa. Tinggi badan okelah, tapi imutnya terlalu ketara. Memang maksudnya bagi Sota dia manis, tapi versi manga-nya dia bukan manis. Jadi Blogger agak berharap dia manisnya dikurangin sedikit. Sifat keibuan Mai agak kurang terasa juga. Tapi karena ini movie, yaudahlah.

Pemeran Itsuki oke, cuman mungkin model rambutnya aja yang beda dan karakteristik dia di dorama lebih menyebalkan dari versi manga.

Anggota OSIS yang membuat Mai salah paham tentang Sota itu kacau banget, beda sama manga.

Orangtua Yukihiro dan Mai gak ditampilin, padahal interaksi mereka dengan Yukihiro itu lucu juga.

Dorama tampaknya lebih tertarik untuk lebih tampilin hubungan Mai dengan Sota, padahal kalau ikutin alur cerita versi manga itu bagus loh.
Omong-omong ini rom-com, dan Blogger udah beberapa lama gak nonton dorama genre ini, terakhir kalau gak salah Anikoma, itu pun sebenernya dia gak bener-bener rom-com.