Tampilkan postingan dengan label power rangers. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label power rangers. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Oktober 2020

Power Rangers Ninja Steel dan Super Ninja Steel

Sama seperti Power Rangers Dino Charge, Blogger semangat nonton Ninja Steel awalnya gara-gara ada orang Indonesia di sana. Faktor lain yang membuat Blogger tertarik adalah episode Dimensions in Danger yang digemborin banget gara-gara kembalinya 10 Ranger lawas dan beberapa di antaranya memang belum pernah ikut team up.

Secara konsep keseluruhan, sangat jelas terlihat bahwa season ini mengangkat tema ninja modern versi Amerika, berarti akan lebih tidak tradisional jika dibanding dengan Ninja Storm yang cukup terbilang ninja modern Amerika walau ditonton di tahun sekarang. Tapi kalau dibanding Ninja Storm, Ninja Steel ini jauh lebih tidak terasa ke-ninja-annya. Bukan jelek, bisa dimaklumi jika ini dibilang ninja modern. Tapi karena para tokoh masih anak SMA dan latar belakang mereka (kecuali Ranger Merah dan Emas) tidak berhubungan dengan ninja sebelum menjadi Ranger, jadi tema ninjanya kurang muncul secara jelas.

Tentang latar belakang tokoh sebelum jadi Ranger, itu kurang digali selain Merah dan Emas, dan Blogger gak begitu masalah karena toh sambil cerita berjalan ada beberapa disebut tentang lingkungan keluarga atau apa pun di luar kegiatan mereka sebagai Ranger. Hanya saja, yang membuat Blogger gak seneng adalah bagaimana selain Merah dan Emas langsung bisa beradaptasi menjadi ninja ketika mereka terpilih menjadi Ranger. Untuk kelompok Ranger lain, walau mungkin mereka tidak bisa benar-benar berantem alias hanya menyerang lawan sekenanya tanpa latar belakang martial arts macam-macam, tapi ya begitulah, setelah jadi Ranger pun mereka tetap asal tendang dan tonjok tanpa teknik bela diri yang benar. Sedangkan dengan menjadi ninja, gerakannya jelas berbeda dengan yang asal tentang atau tonjok. Selain Merah dan Emas yang sejak kecil sudah belajar teknik dasar jutsu (terlepas apakah mereka tumbuh besar sambil terus latihan atau tidak), Ranger lain hanyalah anak-anak biasa yang terpilih menjadi Ranger lalu setelahnya mereka langsung bisa melakukan gerakan sebagai Ranger bahkan saat unmorph. Jika mereka bisa melakukan gerakan ninja dengan baik setidaknya beberapa episode kemudian, itu akan terasa wajar. Nah, jika dalam episode yang sama, dan bahkan dalam latar waktu hari yang sama? Kan ngaco. Untuk serial fiksi anak-anak pun, itu gak logis. Jika ini bukan konsep ninja atau bela diri lainnya, mungkin gak masalah.

Terlepas tentang kosep, para tokoh cukup beragam. Keberadaan tokoh Hayley dan Calvin membuat serial ini, sejauh ini, cukup berbeda dalam hal hubungan para tokoh. Biasanya, karena kebanyakan anggota kelompok Ranger itu baru saling mengenal satu sama lain ketika mereka terpilih menjadi Ranger, mereka baru akan tertarik pada satu sama lain setelahnya alias sembari plot berjalan. Atau, sekali pun mereka sudah saling kenal sebelum menjadi Ranger, mereka baru akan saling confess saat cerita berjalan, atau minimal penonton akan bisa mengikuti perkembangan hubungan mereka. Tapi di serial ini ada Hayley dan Calvin yang ternyata sudah berpacaran sebelum latar episode 1. Menjadi menarik karena penonton yang hobi nge-ship karakter gak bakal bisa nge-ship dua karakter ini dengan karakter lain secara bebas karena mereka sudah taken.

Hubungan Hayley-Calvin yang terjadi itu sebenarnya bukan hal besar bagaimana sih, biasa aja. Toh sambil cerita berjalan, serial PR lain juga melahirkan pasangan canon. Tetapi yang membuat ini berbeda, dan membuat Blogger pribadi agak 'bahaya' adalah betapa kedua karakter ini terlalu nempel satu sama lain.

Oke, gini, yang namanya pacaran, apalagi masih tahun pertama, masih wajar jika keduanya mau berada deket satu sama lain setiap saat. Tapi mereka bener-bener pegangan tangan melulu saat jalan, they're so clingy to each other, dan PDA dimana-mana. Mungkin ini cuman masalah selera sih, Blogger bener gak demen liat pasangan yang clingy bahkan di publik. 

Dan porsi hubungan Hayley-Calvin dalam serial ini cukup besar dampaknya. Sudah biasa jika satu Ranger menjadi center untuk satu episode, termasuk Hayley dan Calvin. Tapi sudah beberapa kali, dalam dua season ini, hubungan merekalah yang menjadi center suatu episode. Ada adegan mereka cemburu, ada adegan pertengkaran, ada bagian putus, terus ada balikan lagi. Jadi tema pacaran mereka hampir sama besarnya dengan tema ninja di season ini.

Selain ninja dan pacaran, hal lain yang menjadi sorotan adalah Brody dan Levi. Bagian Levi mungkin adalah plot twist yang baik, apalagi karena dari awal sudah ada adegan-adegan 'tanda' sehingga tidak terasa seperti plot twist yang dipaksa. Karena ini serial anak-anak, sebenarnya tidak mengagetkan karena jika ternyata Levi adalah kakak Brody, soalnya memang pilihannya hanyalah Levi atau karakter lain yang mungkin bakal muncul sembari cerita berjalan. Tetapi yang Blogger gak seneng dari plot twist ini adalah pengungkapan pertama Levi pada Brody serta respon pertama Brody. Adegan 'tanda'nya bagus, memori Levi yang kembali muncul itu baik, alasan Levi ganti nama juga logis. Adegan Levi kasihtahu mereka bersaudara sebenarnya gak masalah walau bikin geli, tapi cara dia ngasihtau dan respon Brody itu sangat enggak banget. Selain itu, Blogger berharap juga tentang adanya adegan semacam mereka kayak punya 'struggle' karena pada dasarnya mereka udah lama gak bareng.

Penokohan Sarah cukup unik sebagai Ranger Pink. Sudah biasa jika Ranger Pink itu digolongkan sebagai cantik atau lembut atau cukup pintar. Tetapi Sarah itu yang terpintar di timnya sehingga Blogger penasaran siapa yang lebih jenius antara dia dan Billy Cranston. Dan dia juga bukannya tomboy sih, cuman sangat daredevil banget. Jadi cukup kontras dengan Ranger Pink kebanyakan.

Untuk Preston itu kurang mencolok ya, yang paling gampang diinget dari tokoh ini bagian sulapnya yang konsisten ada dari awal sampai akhir. Dan lagi, mungkin berkat tokoh Preston, penonton yang memerhatikan detil bisa berhasil menemukan nama 'Charlie' dari Mystic Force dalam buku mantranya.

Tokoh Victor dan Monty sangat tampak mengimitasi Bulk dan Skull serta Cassidy dan Devin, tapi dengan caranya mereka sendiri. Sekilas, Blogger setuju dengan pernyataan bahwa kedua tokoh ini agak sia-sia dalam serial ini, karena mereka tidak punya peranan penting dalam dunia Rangers. Tapi, melihat apa yang terjadi di Arc akhir, Blogger jadi gak setuju, karena menganggap Kreator menggarap tokoh Victor dan Monty dengan cerdas. Jadi kedua tokoh ini memang sangat menyebalkan dari awal dengan segala macam plot hole dan keanehan seperti gimana bisa Victor yang 'seperti itu' bisa dan diizinkan untuk menjadi kandidat ketua OSIS serta tidak pernah ada jalan cerita tentang dia bekerja sebagai ketua OSIS. Tindakan menyebalkan, narsisme, kecurangan, dan segala hal yang buruk menumpuk pada dua tokoh ini. Akan tetapi, di bagian akhir, walau memang sebenernya bisa aja dilakukan para Rangers, ayo siapa yang mengeluarkan warga dari kapal lawan? Iya, Victor dan Monty, yang jadi lawakan oleh cara mereka berhasil kabur dari tempat itu di akhir season 1, malah menggunakan pengalaman itu sebagai cara menyelamatkan banyak orang di akhir season 2.
Sekarang, jika dari awal tokoh Victor dan Monty merupakan anak-anak baik, maka ketika mereka berhasil mengeluarkan warga, itu tidak akan berkesan sama sekali. Dan dari awal serial Victor selalu ngebet ingin mendapat piala ke-50nya (agak membingungkan kenapa dia yang 'seperti itu' kok bisa dapat 50 penghargaan, mungkin karena berbuat curang), dia berhasil layak mendapatkannya di akhir serial, dan itu menjadi rangkaian yang baik.

Blogger rasa, dana untuk 2 season ini lebih banyak daripada Dino Charge dan Dino Super Charge. Untuk Megaforce sendiri walau hasilnya jelek, tapi dana mereka tampaknya dilempar untuk mengundang beberapa Ranger lawas di Super Megaforce, belum lagi SDA untuk pertarungan akhir mereka. Sedangkan kasus Super Ninja Steel, walau gak undang sebanyak Super Megaforce, tapi lumayan lah, karena setidaknya ada 10 Ranger lawas beda tim untuk diundang walau kalau gak salah masing-masing hanya dapat satu kalimat untuk dialognya---beda dengan Tommy yang masih dianakemaskan. Tokoh Koda pun, selain Dimensions in Danger, dia ada muncul lagi sendirian dari timnya.

Untuk Dimensions in Danger sendiri, walau iya sebel karena Tommy dianakemaskan, Blogger seneng rerata Ranger yang muncul adalah yang belum pernah muncul unmorph sebagai tamu (bukan tuan rumah) untuk team-up atau spesial anniversary, seperti Kat, Antonio, dan Gemma. Jadi secara tidak langsung, ini sangat membuat penonton lama bernostalgia apalagi karena kaget gak nyangka akan kehadiran mereka.

Secara keseluruhan, Blogger merasa plotnya masih menang Dino Charge dan Super Dino Charge, tapi Ninja Steel dan Super Ninja Steel terasa lebih matang.

Jumat, 11 September 2020

Power Rangers Dino Charge dan Dino Super Charge

Sebelumnya, Blogger gak begitu tertarik dengan kedua season ini. Seriusan, dari Super Megaforce ke Dino Charge kok kayaknya lesu banget, padahal tahu banyak yang bilang PRDC ini jauh lebih baik daripada PRSMF. Berhasil nonton pun awalnya gara-gara ada Yoshi Sudarso yang lahiran Indonesia asli dan pernah digemborin beberapa tahun lalu ketika dia pulang kampung. Yah, sebagai penggemar Power Rangers, bangga aja ada orang Indonesia yang main disana dan menjadi Ranger, walau kalau orang yang hobi berkomentar negatif bakal bilang 'dapet peran manusia primitif kok bangga'.

Dibanding Megaforce dan Super Megaforce, season 22 dan 23 ini jelas lebih bagus walau transisi 20 ke 21 memang masih lebih seru. Tapi setidaknya, pengadaptasian Dino Charge mengikuti model season Samurai yang walau terbagi menjadi dua season tapi masih berasal dari Super Sentai yang sama. Untuk kasus Mighty Morphin, mereka adaptasi dari 3 season selama tiga tahun, tapi setidaknya mereka gak mengeksploitasi footage dari counterpartnya seperti yang dilakukan Megaforce dan Super Megaforce.

Setelah kejadian di akhir Super Megaforce, sangat wajar jika penonton menganggap bahwa Dino Charge kasusnya seperti Ninja Storm (gara-gara akhir dari Wild Force). Dan Dino (Super) Charge gak perlu crossover dengan tim lain, karena Ranger mereka sendiri aja udah banyak. Blogger belum nonton versi SS, tapi disini saking banyaknya mereka sangat jarang menampilkan kesepuluh anggota tim secara lengkap. Iya, beneran, ada sepuluh. Blogger gak hapal, tapi mungkin sejauh ini yang anggota Ranger-nya paling banyak adalah dari Jungle Fury (kalau hitung Spirit Rangers) sebanyak 8 anggota dalam satu tim tersendiri. Sebenernya, kalau berani bikin 3 season untuk Dino Charge, Blogger rasa penonton akan suka, mengingat bisa aja tiap Ranger dibikin backstory lebih dari yang sudah ditayangkan, dan mereka punya 10 Ranger. Belum lagi ada tokoh Heckyl yang pengembangannya cukup baik padahal di awal kemunculan bukanlah protagonis tapi tetap jadi kesayangan Blogger sejak awal tampil.

Blogger belum pernah nonton atau baca wiki tentang SSnya, tapi Blogger merasa konsep PRDC ini bagus. Memang bukan tema dinosaurus pertama di dunia PR, tapi setidaknya ada jalan cerita kenapa Ranger disini pakai konsep dinosaurus, bukan asal terima jadi kayak yang ada di Mighty Morphin season 1. Walau begitu, karena tontonan anak-anak dan bukan karya orisinil jelas ada plothole tentang ini-itu, tapi dua season adalah paket yang sangat baik. Mungkin, setelah RPM, Dino (Super) Charge ini adalah season PR yang terbagus tanpa unsur nostalgia.

Bagian akhir, menurut Blogger kurang begitu ada penjelasan mengenai Keeper. Jangan salah, endingnya bagus kok, walau menggunakan plot yang 'gampang'. Kenapa Blogger bilang 'gampang'? Karena memang, di cerita fantasi, cara termudah untuk melindungi dunia yang diambang kehancuran adalah dengan kembali ke masa sebelum gejala kehancuran itu muncul. Itu plot gampangan. Tapi, kemasan di serial ini menjadi bagus gara-gara, kembali lagi, ini tentang dinosaurus.

Enggak, bukan berarti Blogger suka dinosaurus sehingga bilang ini bagus padahal plot gampang. Melainkan karena sesuai kata Blogger di paragraf-paragraf sebelumnya, ada penjelasan dan cerita tentang kenapa Ranger menggunakan tema dinosaurus untuk setiap arsenal. Dari awal Keeper kasih permatanya ke dinosaurus. Jadi di bagian akhir, ketika 'plot gampang' itu dieksekusi, kembali tentang dinosaurus, sehingga membuat (di semesta mereka) para dinosaurus itu tidak punah, dan membuat museum yang menjadi tempat kerja Ranger itu bukanlah museum melainkan kebun binatang untuk dinosaurus. Walau tidak sempurna, ada penjelasan dan cerita tentang segalanya.

Balik tentang penjelasan yang kurang tentang Keeper, yakni setelah Ranger kembali ke masa mereka masing-masing dan melihat dinosaurus masih hidup. Gini, Keeper (A) dari semesta pertama membawa Ranger ke masa lalu. Sebenernya itu adalah masa lalu di alur semesta pertama. Ranger bertemu dengan Keeper yang dari masa lalu (B), terus Keeper A kemana? Memang Keeper B bisa mengirim Ranger pulang, tapi kembali lagi: Keeper A kemana?

Selain tentang Keeper, hal lain yang Blogger yakin sebenernya ada penjelasan di belakang layar, adalah tentang kesadaran Ranger mengenai semesta B yang adalah semesta A yang masa lalunya diubah. Ketika dinosaurus tidak punah, yang berubah dari masa depan bukan hanya ada atau tidaknya dinosaurus, melainkan pada evolusi dinosaurus itu. Penduduk bumi selain Ranger jelas sudah biasa dengan semesta B karena memang dari 'awal' mereka ada disana. Tapi para Ranger itu kasian loh, karena mereka harus beradaptasi dengan semesta B yang beda dengan asal mereka.

Tapi, yah, karena ini hanya tentang PR dan merupakan tontonan anak-anak, Blogger bisa mewajari bahwa pihak produksi gak bakal repot-repot mikirin tentang detil yang begitu.

Minggu, 26 Juli 2020

Boukenger dan Operation Overdrive, gak beda jauh

Salah satu hal paling menarik yang Blogger suka dari Power Rangers Operation Overdrive adalah fakta bahwa (pada awalnya) Ranger Merah bukan manusia---malah robot. Dan ketika nonton GoGo Sentai Boukenger, Blogger jadi makin suka PROO gara-gara ide identitas Mack di serialnya termasuk orisinil (walau MUNGKIN saja itu terinspirasi dari serial sentai/tokusatsu lain, apalagi Kreator ngaku Mack merepresentasikan Pinokio, tapi setidaknya ide tersebut tidak diambil dari counterpartnya langsung).

Karena keseluruhan season Power Rangers bersangkutan (kecuali beberapa season, tapi mereka memang sudah diklarifikasi berasal dari timeline universe yang berbeda dengan alur utama), menurut Blogger PROO bagus, dan ini diperbagus dengan adanya episode Once A Ranger (yang cukup dibenci banyak penonton selain Blogger), dan disebutnya komponen dari season sebelumnya.
Sedangkan Boukenger, karena menjadi satu serial sendiri, daripada tentang menjadi Ranger, mereka jadi bebas omongin tentang petualangan mencari Precious.

Tapi secara keseluruhan, keduanya punya tema yang serupa: mencari barang berharga. Petualangan yang dialami Boukenger jelas lebih terasa, terutama karena barang yang mereka cari punya latar belakang masing-masing, ada ceritanya. Sedangkan petualangan PROO kurang terasa, seperti hanya setengah-setengah dan fanservice pada beberapa negara (yang sudah Blogger singgung di entri PROO), mungkin karena yang mereka cari sudah spesifik ke permata Corona Aurora.

Pemakaian footage dari Boukenger tidak buruk. Menurut Blogger, footage Sentai yang dipakai di PROO itu tidak berlebihan, dan Kreator mampu mix and match sesuai jalan cerita PR. Belum lagi, adegan di episode Boukenger itu ternyata tidak dipakai dalam episode PROO---tetap dipakai tapi di episode lain. Ada beberapa episode Boukenger yang tema ceritanya dipakai di PROO, ada juga beberapa tokoh yang mereferensikan dari Boukenger. Bagi Blogger, PROO ini adalah serial adaptasi Sentai yang cukup mendekati counterpartnya.

.

Akashi dan Mack cukup kontras, dan Blogger gak bahas tentang memang mereka beda spesies. Mack memang tampak lebih kekanakan, tapi Akashi memang lebih punya wibawa mungkin karena memang dari awal dia jadi ketua, bukan seperti Mack yang tahu-tahu bisa berubah menjadi Ranger. Latar belakangnya pun beda banget, apalagi karena Mack awalnya bukan manusia. Tapi, mungkin cuman perasaan Blogger, Akashi tidak punya plot twist---ada plot twist tapi bukan pada dirinya sendiri.

Masumi dan Will gak jauh beda, mungkin karena mereka sama-sama digambarkan sebagai tokoh penipu. Will lebih bisa membaur dengan timnya, mungkin karena dia gabung di hari yang sama dengan yang lain. Sedangkan Masumi terasa selalu paling beda di timnya walaupun dia bisa membaur saat bareng dengan yang lain. Relasi dengan Ranger Kuning adalah pembeda paling jelas. Sekali lagi, Will gabung PROO barengan dengan yang lain, tapi mereka gak ada yang saling kenal. Sedangkan Masumi gabung Boukenger sambil bawa Ranger Kuning-nya.

Souta dan Dax kelihatan banget kontrasnya. Dax tidak digambarkan tokoh yang pintar seperti counterpartnya. Lebih lagi, Dax tampak lebih main-main. Sedangkan Souta main-mainnya lebih ke urusan dengan perempuan, dan sifat serta otaknya seperti itu mungkin karena pernah jadi mata-mata. Relasi mereka dengan seorang Kunoichi, punya Souta lebih halus aja jalannya, kayaknya sih karena dia orisinil. Dax lebih kepada tokoh komikal.

Natsuki dan Ronny itu beda banget. Ronny bukan diperlihatkan tomboy banget atau gimana, tapi jelas tampak beda kalau disandingkan dengan Natsuki yang digambarkan sangat imut di timnya. Abaikan masa lalu mereka yang jauh banget, sifat mereka pun juga beda banget, apalagi sifat kompetitif Ronny karena dia memang sering lomba balap.

Sakura dan Rose kontras. Blogger cukup nyengir saat tahu BoukenPink bernama Sakura, karena ada kemungkinan nama 'Rose' itu untuk ada pendekatan dengan counterpartnya, sama-sama nama bunga. Tapi sifat mereka jelas beda. Sakura sangat textbook. Masalah kejeniusan, itu urusan Souta, tapi Sakura memang cakap apalagi karena dia wakil ketua di timnya. Sedangkan Rose dari awal hanya digambarkan sebagai seorang jenius di usia muda, bukannya punya daya analisis situasi yang baik. Dan Rose pun lebih easygoing jauh.

Takaoka dan Tyzonn kadang beda kadang enggak. Masalah latar belakang, jelas beda jauh. Tapi konsep Tyzonn yang berasal dari planet lain, lalu punya mantra dari planetnya, kemudian kena ilusi seakan semuanya mimpi, kelihatan bahwa konsep itu berasal dari Takaoka sebagai counterpartnya. Takaoka tampak lebih kuat, tapi Tyzonn jelas lebih punya sifat yang baik.

Zubaan dan Sentinel Knight jelas beda banget, dan Blogger gak ngomongin tentang cara mereka ngomong. Yang satu adalah Precious, yang tampak sebagai sidekick. Yang satu lagi adalah yang membentuk misi dan kelompok PROO. Dari status aja udah jauh. Tapi di PROO, jadi agak aneh karena setelah mendapat wujud asli, Sentinel Knight malah kayak tidak lebih kuat daripada tim Ranger.

Mr Voice dan Andrew sebenernya gak begitu kontras. Masalah latar belakang sih sudah pasti beda, tapi memang posisi tokoh mereka harus diisi.
Makino dan Spencer gak begitu beda juga. Jadi Andrew itu sebenernya malah lebih ke Makino, sedangkan Sentinel Knight kayak Mr Voice. Tapi kelebihan Spencer dalam menyamar itu mungkin diadaptasi dari Makino juga.

.

Untuk peran antagonis, saat nonton PROO, Blogger pikir kok rajin banget mereka bikin agar ada 3 (belakangan jadi 4) tim musuh. Eeeh ternyata memang aslinya di Boukenger begitu. Ryuuwon memang gampang diikutin, tapi Gajah gak bisa diadaptasi karena wajahnya manusia sehingga mereka harus bikin rupa baru atau membiarkan sang foot soldiers dari Gajah masuk jadi bawahan yang lain. Yaiba juga bisa langsung pakai kostumnya, sedangkan Shizuka harus dicari aktrisnya. Jadi dari segi tokoh antagonis, semua ikutin jumlah di Boukenger. Yang beda adalah relasi satu sama lain, lalu markas masing-masing.

Banyak episode PROO yang memang diadaptasi dari counterpartnya, tapi memang urutannya ngacak. Bagusnya ide episode yang bersangkutan gak langsung plek begitu aja oleh PROO, ada dibuat unsur Amerika-nya.

Blogger masih gak ngerti kenapa PROO banyak yang gak suka, padahal Blogger suka dengan konsep tokoh Mack, karena dibanding Ranger Merah pendahulunya ini kreatif. Memang rahasia Mack gak berperan langsung hubungan dalam pencarian permata, tapi itu jelas lebih membuat menarik dibanding melulu tim bergabung lawan monster dan menang.

Ide orisinil lain di Operation Overdrive adalah Battlizer yang 'alatnya' sebenernya ada dari serial Boukenger. Zaman In Space juga alatnya sama dengan counterpartnya, dan Blogger seneng season ini juga begitu.

BTW tadi tiap kali ngetik nama 'Akashi', hampir selalu ngetik 'Akaashi', mungkin karena belum move on dari Haikyuu.

Selasa, 09 Juni 2020

Power Rangers Megaforce dan Super Megaforce

Akhirnya Blogger tiba pada season tersensasional di serial Power Rangers. Sebenernya, bahkan sebelum pindah rumah ke Jakarta, masih di Bekasi, saat belum punya waifu eh wi-fi, Blogger sudah nonton PR season 20. Pada saat itu, season 21nya sedang mengudara. Dan karena dulu Blogger gak begitu peratiin tetek-bengek, alias cuman ikutin alur yang sedang terjadi di situ, Blogger gak begitu melihat apa yang membuat season 20 kacau.

Parahnya lagi, sekacaunya season 20, musim berikutnya malah lebih parah, apalagi karena (secara tidak langsung menyatakan) bahwa mereka kelanjutan dari semua PR (kecuali RPM). Banyak keanehan yang terjadi di season 21 kalau memaksakan fakta bahwa mereka ada di universe yang sama dengan para season sebelumnya. Dan memang, jika diperhatikan, banyak scene yang janggal terutama sebelum dan sesudah morph. Blogger percaya Kreator pasti berusaha mencari tempat yang mirip dengan footage dari counterpartnya, tapi kekontrasannya cukup ketahuan.

Soal akting dari aktor Ranger Merah sendiri, yah, Blogger gak bisa nilai karena bukan orang seni peran tulen. Tapi sebagai amatir, Blogger agak merasa bahwa akting Andrew Gray gak lepas. Banyak yang bilang bahwa aktor tersebut aktingnya parah, kayak kurang ekspresi, dan itu mereka wajari sebab Gray aslinya hanya model dan bukan aktor. Hal tersebut Blogger wajarkan, karena toh nyatanya makin ke sini aktor dan aktris yang dipilih sebagai Ranger rerata hanya bagus di tampang, padahal dulu di season awal mereka adalah martial artist atau minimal pesenam. Dan dalam kasus Gray, daripada mikir jelek, Blogger lebih berpikir bahwa mungkin memang setting tokoh Troy seperti itu makanya Gray pun begitu.

Season Megaforce jalan ceritanya kurang mengena, Blogger pribadi merasa bahwa musim satu itu hanya ingin membuat orang bernostalgia pada Mighty Morphin semata. Sedangkan season Super Megaforce, yah, sebenernya jembatan antara dua musim itu cukup baik, dan Blogger rasa Kreator mengambil resiko sangat besar karena harus menggunakan footage 2 serial dalam satu season.

Gini, di Mighty Morphin pun menggunakan footage dari 3 Super Sentai, tapi kostum Ranger mereka masih sama seperti yang pertama, sehingga dampaknya sudah pernah Blogger bahas di entri lawas. Sedangkan Megaforce, pakai footage 2 SS, tapi kostumnya ikutin counterpartnya, alias ganti kostum. Makanya seenggakenaknya Samurai dengan Super Samurai, mereka masih berasal dari SS yang sama, beda dengan kasus Megaforce dan Super Megaforce. Jadi Blogger ancung jempol untuk Kreator yang berani ambil resiko pilah-pilah footage dari 2 season SS untuk dimasukin ke Super Megaforce, walau iya penyatuan dengan footage orisinil PR cukup kacau.

Sudah mengeksploitasi footage SS, Kreator PR juga dianggap malas edit itu-ini, alias tinggal pakai apa yang ada. Ini terbukti ketika Megaforce Ranger harus pakai kostum Ranger yang belum pernah dibuat di serial Power Rangers. Tapi lagi-lagi Blogger ancung jempol gegara Kreator membuat pernyataan (dalam serial) bahwa kekuatan Ranger tersebut berasal dari luar universe mereka, jadinya seperti RPM. Di awal, pertama kali muncul kostum Ranger asing, semua penonton lawas termasuk Blogger langsung sebel karena mereka gak sebut itu Ranger apa (gara-gara gak diadaptasi PR). Tapi belakangan, Kreator mulai mahir untuk ngasih nama ke Ranger-ranger tersebut.

Lalu, ada yang paling Blogger senang ketika di Legendary Battle sebagai episode terakhir season 21. Oke, iya, The Legendary Battle wasn't that legendary, tapi ada trivia terselubung di sana yang tidak dimiliki counterpartnya, yakni Robot Rangers yang pernah muncul di satu episode Power Rangers Turbo. Jadi, di era Zordon, satu personil bisa punya lebih dari 1 kekuatan Ranger karena ceritanya semua season di era itu berkesinambungan secara langsung, dan itu beda dengan Super Sentai. Sehingga, bagaimana bisa mereka semua bisa muncul? Ya pakai Robot Rangers yang pernah ada di PRT, season yang belasan tahun sebelumnya mengudara. Itu keren banget, dan jelas gak disengaja sebab PRT diproduksi jauh sebelum Gokaiger muncul.
Mengenai Ranger lawas yang kehilangan kekuatan mereka juga bisa diakali dengan pemikiran bahwa Sentinel Knight dari era Operation Overdrive melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan ke Retro Rangers.

Mengenai character development, sepertinya hampir gak ada, seperti kebanyakan Ranger lainnya. Tapi 2 season ini seperti tentang Ranger bareng-bareng, ketemu monster, menang, ulang lagi. Memang muncul Jayden dan Casey, tapi itu hanya seperti fanservice, terutama di kasus Casey. Jayden masih diwajari kehadirannya karena butuh penjelasan mengenai disc yang gak mungkin tiba-tiba dimiliki oleh Megaforce Ranger. Tapi selebihnya, gak ada progress yang berarti, kecuali kalau RoboKnight dihitung. Bahkan perkembangan relasi Jake dengan Gia tidak ada, pokoknya tahu-tahu di bagian akhir Gia gandeng Jake. Kecuali kalau situ mau hitung adegan Jake dan Noah tukar tubuh itu jadi perkembangan hubungan Gia-Jake.

Memang banyak banget hal yang miss di 2 season ini, dari yang kecil-kecil sampai yang jelas banget seperti saat mereka ke Corinth dan Animarium. Tapi kalau gak ngomongin tentang hal baik sama sekali, maka isi dari entri ini hanyalah umpatan.

Jadi,
Gosei baru akan terbangun kalau bumi dalam bahaya. Tahun-tahun kemarin, di era Ranger lain, Gosei kemana?
Terus kenapa Jake satu-satunya yang harus ganti warna di Super Megaforce?

"THERE'S A SIMPLE EXPLANATION FOR THAT."

Yeah, yeah, thanks for nothing, Gosei.

Sabtu, 06 Juni 2020

Magiranger dan Mystic Force, beda kok.

Iya, yang satu Power Rangers, yang satu Super Sentai, cuman maksud judulnya bukan itu.
Sebelum terjun ke Mahou Sentai Magiranger, saat hanya nonton Power Rangers Mystic Force, Blogger termakan perkataan berbagai situs semacam wiki yang menyatakan bahwa PRMF  terlalu menganakemaskan Ranger Merah karena di counterpartnya juga begitu. Padahal, setelah Blogger tonton, porsi MagiRed sebelas-dua belas dengan Ranger lain. Mungkin karena Kai adalah anak termuda di keluarga Ozu, makanya dia bisa sedikit lebih istimewa. Padahal kalau dilihat, porsi Makito di serialnya juga lumayan loh, mungkin karena dia anak tertua. Sedangkan di PRMF, porsi Xander termasuk yang paling sedikit.

Kedua serial ini sama-sama mengangkat tema fantasi. Dari segi konsep, jelas Magiranger menang jauh, karena mereka orisinil, sehingga konsepnya kuat. Dari pengembangan cerita, Magiranger juga lebih baik. Mystic Force bisa menang di hati Blogger hanya karena gak terasa kegelian yang muncul di Magiranger. Tentang bagaimana Ranger bisa mendapat mantra baru, Blogger lebih suka PRMF, mungkin karena Magiranger menggabungkan fantasi dengan dongeng yang padahal konsep dongeng sudah pernah dipakai dengan sangat kental di Gingaman. Tapi yang paling Blogger lebih suka PRMF daripada Magiranger adalah tentang tongkat sihir mereka.

Gini, di Magiranger, saat tidak menjadi Ranger, tongkat sihir mereka dari awal dalam bentuk ponsel. Ketika menjadi Ranger, barulah menjadi magic staff. Rasanya agak gimana gitu, kok sihir keluar dari ponsel.
Kegelian itu terasa diperbaiki di PR. Jadi tongkat sihir awal para Ranger ya dalam bentuk tongkat sihir jadul yang, sesuai kata para Ranger, malu-maluin banget kalau mereka keluar bawa-bawa tongkat begituan. Maka dari itu Udonna mengubah tongkat kayu mereka menjadi ponsel.
Jadi konsep sihir PRMF menang di hati Blogger, karena PRMF lebih bisa mengusung tema 'sihir di dunia modern' daripada yang dilakukan Magiranger.

Genre keluarga yang muncul di Magiranger masih kalah dari GoGoFive, seperti yang Blogger pernah singgung di entrinya sendiri. Disandingkan dengan Mystic Force, kekeluargaan Magiranger jelas menang, karena di PRMF yang keluarga hanyalah Madison-Vida, serta Nick-Udonna-Leanbow yang dijadikan plot twist dengan ala kadarnya. Di situ Blogger bisa memaklumi tentang Nick, yang Ranger Merah, dianakemaskan dalam serial. Di Magiranger mungkin Kreator bermaksud melakukan yang sama pada Kai, tapi karena mereka berlima memang bersaudara, jadinya hal tersebut gak begitu ditonjolkan.

Nick dan Kai sangat kontras, dan Blogger sama sekali gak singgung tentang umur. Kedewasaan mereka jelas beda, itu karena umur. Tapi masalah sifat, Nick jelas lebih kalem daripada Kai, mungkin karena Nick adalah 'orang baru' di antara rekan-rekannya, sedangkan Kai memang satu keluarga dengan Ranger lainnya. Kai lebih out-going dan slengekan. Jadi kalau kamu lihat kostum Ranger Merah di PR ini dengan gaya cacing kepanasan, itu karena footagenya Kai.

Tsubasa dan Chip cukup kontras. Di SS, Tsubasa digambarkan agak keras dan liar, beda banget dengan Chip yang bagaikan anak bawang. Gak bohong, Chip inosen banget. Adegan paling konstras mungkin ketika Ranger Pink jadi vampir (sampe-sampe Blogger bikin fanfiksi tentang episode itu). Kalau nemu Ranger Kuning di PR ini dengan gaya cool, itu berarti footagenya Tsubasa ya, wkwkwk.

Urara dan Madison mungkin yang paling tidak kontras. Cuman, Urara lebih pendiem dibanding Madison yang hanya pemalu aja. Di footage sebagai Ranger pun tidak terasa aneh sama sekali.
Houka dan Vida juga tidak begitu kontras, kok, cuman mungkin Houka lebih terlalu main-main, sedangkan Vida tomboy. Relasi Urara-Houka tidak seerat Madison-Vida, mungkin karena di Magiranger itu mereka saudara berlima, sedangkan Rocca bersaudara hanya berdua.

Makito dan Xander kekontrasannya gak begitu kelihatan, dan Blogger gak usah omongin tentang aksen bicara Xander yang paling beda dari yang lain. Dibanding Makito, Xander memang lebih gak banyak gibah ke rekannya, mungkin karena Makito ceritanya adalah anak pertama. Dan Xander itu genit, beda banget dengan Makito yang mati kutu saat dengan gebetannya.

Hikaru dan Daggeron, dari segi sikapnya terhadap para murid sebenernya gak beda kok. Masalah Hikaru nikah dengan Urara serta Madison yang diberi hint suka Nick itu memang agak mengejutkan sebagai pembanding ya. Sebenernya Hikaru gak genit kok, cuman mungkin lebih memerhatikan penampilan dibanding Daggeron. Sedangkan Daggeron sendiri, mungkin karena ada Udonna di markas, dia terkesan serius (tapi tidak kaku) dalam menjalani perannya sebagai mentor, baik dalam wujud Ranger maupun bukan.

Udonna dan Miyuki bisa dibilang kontras dan gak kontras. Keluarga Ozu berjuang mati-matian dalam karena menyaksikan sendiri ibu mereka dikalahkan, sehingga setelahnya mereka harus bahu-membahu sebagai keluarga. Sedangkan di PRMF, Udonna hanya kehilangan kekuaatannya, dirinya masih bisa bersama Ranger untuk ngajarin ini-itu. Motivasi Ranger di PRMF hanya untuk mengalahkan monster aja.

Leanbow dan Isamu  juga gak begitu beda. Cuman feelnya agak kurang terasa di PRMF karena Isamu ceritanya adalah ayah dari kelima Ranger inti Magiranger. Sedangkan di Mystic Force, Leanbow hanya terasa sebagai salah satu pengungkapan rahasia.

Necrolai dan Vancuria, dalam wujud Ratu Vampir, tidak begitu berbeda. Tapi NightMare jelas kontras dengan Necrolai, gak perlu dijelasin lagi.

Hal pembeda yang Blogger suka di PRMF adalah Leelee Pimvare. Di awal kemunculannya, Leelee hanya dipandang sebelah mata, tapi ternyata ceritanya dia anak Necrolai. Bahkan dikasih character development pula. Makanya Blogger lebih suka dengan akhir Mystic Force daripada Magiranger, terutama tentang 'bertobatnya' Necrolai dibanding Vancuria. Omong-omong, kalau masih ada yang belum sadar, PIMVARE itu hanya mainan kata dari VAMPIRE.

BATTLIZER!!
Itu, astaga, bahkan Fire Heart di markas Mystic Force adalah footage PR orisinil. Blogger seneng banget. Dan gak sampai di situ, sisik naganya juga dipakai di season selanjutnya. Iya oke, adegan sisik di Operation Overdrive itu footage dan ide Boukenger juga, tapi Blogger seneng banget Fire Heart punya Arc-nya sendiri di Mystic Force.

Jika mengabaikan bagian Nick jadi anak emas, Blogger suka banget dengan season PR ini. Bagian Mystic Rangers terdampar di dunia dunia alternatif pun, itu adalah bukti season ini digarap dengan cukup serius, karena mereka pakai footage SS gak sembarangan.

Kamis, 23 April 2020

Power Rangers Samurai dan Super Samurai

Tidak seburuk yang Blogger bayangkan. Mungkin karena sering lihat ocehan dumay tentang Power Rangers setelah RPM jelek banget dan baru mulai bagus lagi di Dino Charge. Blogger pernah nonton Megaforce dan 2 episode akhir Super Megaforce, tapi karena saat itu belum nonton berurutan per-season, jadi Blogger gak ngeliat gelinya di mana. Sekarang, setelah nonton berurutan, Blogger paham bahwa Samurai dan Super Samurai bukannya jelek banget, melainkan mulai jelek. Masalah rumah produksi yang bilang setiap season hanya boleh sekitar 20 episode, Blogger gak masalah, toh Super Samurai sendiri masih dari musim Super Sentai yang sama, sehingga Shinkenger tetap diadaptasi menjadi 40 episode sebenarnya.

Blogger sangat buta tentang Shinkenger, tapi tahu bahwa konsep Lauren Shiba diambil dari counterpartnya, dengan kata lain ide keren tersebut bukan hasil pemikiran PR. Tapi karena belum nonton versi SS, Blogger gak tahu alurnya mereka gimana. Jadi di sini Blogger hanya akan ngoceh berdasarkan apa yang Blogger lihat di PR.

Pertama, yang paling ketara, soal Lauren. Sangat senang mendapatkan perempuan sebagai Ranger Merah selain Charlie. Tidak satu season utuh sih, tapi Blogger seneng aja liatnya. Tapi penokohannya, sebagai gadis yang sejak kecil tinggal jauh dari semua orang untuk berlatih, cukup kurang. Blogger pikir dia akan menjadi egois atau setidaknya lebih bisa kerja sendiri mengingat selama ini memang dia latihan sendiri tanpa orang lain apalagi tim. Di sini memang terlihat bahwa dia gak biasa dengan timnya Jayden, itu bisa dipahami karena dia sadar dirinya orang asing di tengah mereka. Tapi yang Blogger maksud adalah bagaimana dia mengatur situasi ketika monster datang. Dengan mudahnya dia kerja sama dengan tim yang telah terbentuk padahal selama ini dia hanya kerja sendiri.
Tentang Jayden, Blogger yakin ini masalah di penulisan skenario, tapi cara Jayden ingin mengunci rahasianya itu terlalu gampang membuat orang lain tahu rahasianya. Walau banyak yang bilang Operation Overdrive jelek (tidak bagi Blogger), setidaknya Andrew lebih bisa menjaga rahasianya.

Konsep bahwa Lauren disembunyikan biar bisa belajar simbol itu bagus. Yang membuat jelek adalah ketika Jayden harus menggantikan saudaranya dengan pura-pura menjadi pemimpin generasi ini. Berarti Jayden harus rela sakit, terluka, bahkan mati, untuk menggantikan Lauren! Belum lagi, Blogger paham keraguan timnya ketika Jayden pergi biar Lauren jadi pemimpin---karena selama ini mereka dipimpin oleh Jayden, kerja bareng dia, ya kali dengan gampang mereka mau main dioper ke pemimpin yang lain? Gak gitulah. Lagian Blogger gak ngerti kenapa Jayden harus pergi. Toh masing-masing punya morpher, masing-masing bisa berubah menjadi Ranger sendiri, yaudah tetap dalam tim aja. Jayden tetap jadi pemimpin, Lauren yang segel lawan. Gak usah bikin drama yang bikin geli dan aneh kayak gitulah.

Tokoh Kevin adalah yang paling konsisten di sini. Blogger sampai ngeship dia dengan Lauren. Dari awal, Kevin memang dibuat menjadi sangat serius, sigap, dan setia. Bahkan ketika Lauren datang, mungkin karena perintah Jayden, tapi dia mau tetap tinggal di Rumah Shiba bersama Lauren, baru mau pergi ketika disuruh Lauren.

Tokoh Mia dan Mike tidak begitu ada character development, biasa aja. Yang membuat mereka tidak membosankan adalah masakan Mia dan bagaimana Mike sering bertengkar dengan Kevin karena bertolakbelakang.

Tokoh Emily kurang matang. Sama seperti konsep Lauren, Blogger juga suka konsep bahwa Emily menggantikan kakaknya menjadi Ranger. Hanya saja, Blogger tidak suka bagaimana Emily bisa sebaik Ranger lainnya dalam bertarung. Oke, dia gak semahir yang lain, mungkin yang paling lemah, malah. Maksudnya, masih terlihat bahwa seakan Emily belajar menjadi Samurai seumur hidupnya padahal sebelum kakaknya sakit, dia bukanlah Samurai yang dinantikan timnya.

Tokoh Mentor Ji yang Blogger lihat di serial ini membuat Blogger setuju pada Watchmojo yang memasukkannya dalam daftar 10 karakter terburuk di PR. Jika hanya sebagai pengasuh, Blogger anggap dia pengasuh yang baik untuk Jayden dan Ranger lain. Tapi sebagai Mentor? Hah? Emang dia ngajarin apa ke mereka?!

Tokoh Deker membuat Blogger kecewa pada bagian kasting, karena mereka kasih peran itu ke mantan pemeran Ranger Merah. Mungkin salah satu maksudnya adalah untuk menarik penonton era season 10, tapi itu membuat apa yang Blogger banggakan dari PR patah, yakni tentang satu aktor satu peranan. Oke, memang sebelum ini juga ada di PR yang meranin lebih dari satu tokoh. Tapi itu biasanya karena mereka ngisi suara monster, atau kebetulan bisa muncul di episode crossover (Cassidy dan Marah), atau tidak masuk ke jajaran tokoh utama lebih dari sekali (kalau ada yang kelewat berarti Blogger lupa).

Episode akhir season Super Samurai sama sekali gak gantung, berarti mereka benaran tamat. Tapi mengingat kerennya RPM sebagai season pendahulu, rasanya 2 season mengecewakan, walau memang gak separah yang Blogger dengar.

Rabu, 08 April 2020

Dekaranger dan SPD, konsepnya serupa

Mulanya, saat pertama kali ditayangin di saluran televisi swasta, Power Rangers SPD sama sekali tidak masuk jajaran serial PR favorit Blogger, dan itu mungkin karena nonton dubbing bahasa Indonesia dan nontonnya gak penuh alias lompat-lompat. Tapi, ketika mulai kenalan dengan channel Watchmojo dkk di Youtube, setiap ngomongin top 10 PR, ada aja kesebut SPD (dan RPM juga) sebagai season yang baik, Blogger bahkan kaget terutama ketika mereka jadiin Sky sebagai Ranger Biru terbaik. Gara-gara itu, Blogger jadi penasaran dan semangat untuk nonton perepisode. Ternyata bener, kalau nonton secara utuh, SPD memang bagus, terutama untuk character development. Gara-gara itu, Blogger jadi lumayan semangat nonton Tokuosu Sentai Dekaranger.

Blogger tahu bahwa karakter Doggie itu pasti bawaan dari Dekaranger, karena dia bisa berubah jadi Ranger. Tapi yang membuat Blogger kaget, saat nonton Super Sentai Strongest Battle, ternyata kostum Doggie di SPD itu beda dengan kostum di Dekaranger, dan itu baik.

Markas Ranger, walau segala macam konsep ruangannya dibuat sama, tapi pihak PR bisa membuat set sendiri. Settingan para Ranger pun dibuat mirip. Jalan cerita inti dari Dekaranger didaurulang biar bisa nyambung dengan cerita SPD---maksudnya, sedikit banyak ikut konsep A, tapi gak sampai plek A. Memang seragam polisi SPD niru Dekaranger, tapi itu gak membuat serta-merta mereka seenak jidat pakai footage Jepang untuk adegan yang sekilas-sekilas tanpa kostum Ranger.

Lalu tentang markas lawan pun juga hasil kreasi Kreator PR, mungkin karena antagonis utamanya orisinil--dan episode terakhirnya pun orisinil sekali pun konsep yang terjadi pada markas itu dari Dekaranger. Keberadaan karakter Mora/Morgana di SPD, yang padahal bukan muncul dari awal Dekaranger, juga baik, apalagi saat ada episode Sam yang diadaptasi dari counterpartnya. Mora yang deketin Sam masih lebih bisa masuk akal daripada dideketin oleh monster.

Tentang Ranger-nya sendiri untuk beberapa hal memang diadaptasi dari counterpartnya, tapi selebihnya, terutama Jack di akhir episode, itu bagus.
  • Ban dan Jack tidak begitu kelihatan kontras. Alurnya mirip, tapi detilnya beda. Seperti, Ban dan Jack sama-sama anggota terakhir timnya, tapi Ban sejak awal sudah jadi Ranger lalu ditugaskan gabung tim Dekaranger di bumi, sedangkan Jack memang orang luar sama sekali. Sifat pamer Jack sebenernya gak begitu ada, dia lebih kepada main-main, jadinya sifat santainya mungkin turun dari counterpartnya. Bagian akhirnya, ketika Ban keluar dari tim Hoji dkk, itu juga diadaptasi jadi versi SPD, bedanya cuman detil Jack beneran keluar dari kepolisian yang itu berarti penokohannya konsisten.
  • Hoji dan Sky mungkin yang paling tidak kontras (kalau Doggie gak dihitung). Secara garis besar, Sky digambarkan sebagai yang paling cool, seperti counterpartnya. Sama-sama dibuat sebagai yang tampak paling diandalkan dalam hal skill. Memang susah untuk otak-atik karakter yang seperti ini. Tapi Blogger sangat seneng ketika pihak PR memutuskan menambah cerita masa lalu Sky, terutama tentang betapa dia ingin menjadi Ranger Merah, sedangkan kisah itu gak ada di SS, berarti cerita yang itu menjadi original. Cerita tentang Genio/Mirloc malah disesuaikan untuk masa lalu Sky, padahal kalau nurutin counterpartnya harusnya itu Arc Sam.
  • Sen-chan dan Bridge sekilas hanya kontras di postur badan. Keduanya macam sweetheart di masing-masing tim, dan masing-masing adalah favorit Blogger secara pribadi. Gaya berpikir Bridge diadaptasi dari counterpartnya, dan itu gak masalah. Walau Sky dan Hoji digambarkan sebagai yang paling pandai, nyatanya memang Sen-chan dan Bridge justru adalah anggota yang paling cerdas untuk menganalisi dan mencari suatu jawaban. Bedanya, Sen-chan jelas lebih kalem, dan daya analisisnya lebih bagus. Bridge lebih kekanakan, dan kejeniusannya lebih kepada dalam menggunakan elektronik.
  • Jasmine dan Z perbedaannya gak begitu mencolok, tapi mereka adalah 2 pribadi yang beda banget. Jasmine jelas lebih dewasa daripada Umeko, tapi Z sendiri bukannya kekanakan melainkan memang dari latar belakangnya dia seperti itu. Kemampuan lebih mereka juga dibuat beda, dan Blogger gak ngerti kenapa dibuat beda begitu---padahal toh SPD ketika menjadi Ranger, kekuatan tambahan mereka (kalau gak salah) gak dipake. Bagian tentang anak kecil yang kemudian menjadi Omega Ranger, itu sama-sama dikasih ke Ranger Kuning, padahal di Dekaranger anak itu beda orang dengan DekaBreak.
  • Umeko dan Syd gak begitu beda, tapi lebih kontras daripada Hoji dengan Sky. Umeko sangat kekanakan, sedangkan Syd lebih ke terlalu feminim. Intinya, mereka berdua digambarkan sebagai tokoh yang dianggap gak sesuai untuk menjadi polisi. Arc RIC sama-sama dilempar ke Ranger Pink, mungkin karena footage pertarunganya seperti itu, bagian Ranger Merah dan Pink mengintai di apartemen juga sama, tapi setidaknya footage unmorph mereka masih orisinil.
  • Tetsu dan Sam cukup beda, tapi gak begitu menonjol mungkin karena selama menjadi Omega Ranger selain episode terakhir Sam gak begitu muncul kecuali kalau bertarung lawan monster. Masa lalu ini-itu kurang bisa dibandingin, karena bahkan latar belakang mereka beda, soalnya anak kecil yang pernah ditolong Ranger Kuning itu perannya beda di Dekaranger dan SPD.
  • Doggie di Dekaranger dengan SPD gak begitu beda. Kalau pun beda, selain masalah kostum tokoh, mungkin yang paling terlihat adalah bagian masa lalu mereka. Di Dekaranger, walau gak ditegaskan bahwa itu canon, tampak bahwa Doggie punya perasaan untuk Swan. Sedangkan di SPD, kalian gak bisa sembarangan ngeship Doggie dengan Kat, karena Doggie punya istri yang belakangan diperlihatkan ternyata masih hidup selama event SPD berlangsung. Masalah sifat, menurut Blogger, versi SPD itu lebih strict, sedangkan versi Dekaranger itu lebih komikal mungkin karena ikutin serial SS sendiri yang memang terasa lebih ringan dibanding apa yang terjadi di PR.
  • Swan dan Kat cukup kontras padahal posisi mereka sama. Arc yang mereka lalui rata-rata terasa sama aja. Cuman Kat lebih anggun daripada Swan yang jelas lebih ramah, mungkin itu juga karena disesuaikan dengan kondisi tim masing-masing. Di Dekaranger sendiri, mungkin gak disuruh, tapi Swan tampak sering menjamu tim dengan makanan dan minuman yang dia bawa sendiri dan disajikan ke depan masing-masing anggotanya, padahal kalau berdasarkan endgame episodes, ruangan pribadi Swan (yang hampir gak pernah dia tinggalin kecuali kalau mau ke ruang komando, sebab dia mau laporan ini itu hanya lewat layar) gak terbilang dekat dengan ruang komando. Sebaliknya, Kat selain menjadi mekanik juga seakan merangkap menjadi sekretaris pribadi Doggie yang sering ada di ruang komando dan kadang ada di labnya sesuai adegan yang dibutuhkan.

Bagian awal dari SPD menurut Blogger lebih baik daripada Dekaranger, mungkin karena selama 12 season sebelumnya belum pernah ada seorang kriminal (dalam hal ini pencuri) menjadi Ranger. Dramanya juga didukung dengan Sang Ranger Biru yang kecewa parah karena dirinya hanya Ranger Biru sedangkan Si Pencuri malah jadi Ranger Merah. Kalau SPD gak pakai konsep warna menentukan angka urutan anggota/posisi dalam tim seperti yang terjadi di Dekaranger, maka dramanya gak bakal ada.
Sedangkan di Dekaranger, semua sudah jadi Ranger, cuman beda tim, lalu semua (Ban dan Tetsu) dipaksa bergabung dengan yang lain (tim cabang bumi). Yang membuat adanya untuk ditonton hanya bagian latar belakang masing-masing tim dan character developmentnya, karena pada dasarnya Dekaranger itu memang sudah jadi seperti itu. Beda dengan SPD yang mereka bisa terpilih karena 'takdir' turunan orangtuanya.

Bagian akhir dari Dekaranger lebih baik daripada SPD. Footage DekaBase dijajah mungkin terpakai, tapi alurnya dibuat beda. Sampai saat ini, Blogger masih kagum dengan Dekaranger yang harus berjuang tanpa Doggie dan Swan sama sekali. Mereka harus belajar menentukan harus apa, harus ke mana, bikin morse yang sudah dipelajari, siapa yang harus ke mana, siapa yang harus jadi decoy---dan semua itu ditentukan tanpa berembuk bareng-bareng karena memang mereka terpaksa berpencar. Itu keren banget sih.
Sedangkan di SPD, konsep Tim A dan Tim B itu keren banget walau kostum Ranger Tim A terkesan daur ulang. 'Diselamatkannya' Tim A adalah pemicu endgame episodes, dan itu sangat bagus dan orisinil mengingat markas lawan, Bos Utama dan Tim A adalah karya orisinil PR. Yang disayangkan adalah cara Doggie melawan Gruumm: DITONTON ORANG SPD DI LAPANGAN PARKIR ASTAGA KAYAK APAAN. Sebenernya pertarungan itu bukan tanpa konsep---ADA BANGET, ada ceritanya tersendiri dan itu bukan tiba-tiba. Jadi kan ceritanya Gruumm dari awal SPD udah benci Doggie terutama karena hilang satu tanduk, lalu mau balas dendam sepanjang season ini. Dan di akhir episode, bukannya terbalas, malah tanduk satu lagi terpotong pula oleh Doggie lalu dipenjara. Itu cerita yang bagus, tapi adegannya kalah epik jauh dari Dekaranger.

Untuk epilog, Blogger suka keduanya, gak bisa milih. Dekaranger itu epilognya konsisten dengan omongan-omongan tokoh selama cerita berjalan, jadi gak asal ngomong aja, terutama bagian Ban. Sedangkan SPD juga konsisten tapi lebih tentang penokohannya terutama Jack---dan lagi Bridge itu bikin bangga banget, he deserved to be promoted!

Tapi, secara keseluruhan cerita, mungkin Blogger lebih suka SPD, karena konsepnya lebih jelas. Dekaranger juga jelas, kelihatan tentang mereka berjuang demi dan dari apa, bukan sekedar monster muncul lalu dikalahin. Tapi memang SPD motif perjuangan tim protagonis dan antagonis lebih keluar. Tiap karakter pun juga tergambar dengan greget, jadi bukan asal muncul. Penokohan konsisten walau iya character development tetap ada, terutama untuk Jack dan Sky.

Selain tentang kematangan konsep keseluruhan SPD, yang patut disukai dari season itu adalah banyak hal orisinil.
  • Pertama, seperti yang sudah disebut sebelumnya, yakni Grumm serta markasnya. Di Dekaranger, yang menjadi bos adalah Abrella, sedangkan di SPD itu Broodwing hanya anak buah Grumm yang menyediakan robot raksasa untuk dipakai lawan Megazord. Musuh Dekaranger juga gak punya markas tersendiri. Kehadiran Morgana, yang sebenernya punya counterpart, adalah wujud usaha lebih dari pihak PR, karena wujudnya sebagai Mora.
  • Kedua, Sam sebagai Omega Ranger. Di timeline PR, SPD itu beda alur, mereka ada di masa depan, beda dengan Dekaranger yang ada di masa berjalan. Walau SPD berlatar di masa depan (kita), Omega Ranger didatangin dari masa depannya lagi, beda dengan Dekaranger di mana DekaBreak itu dari masa yang sama dan beda cabang aja. Itu pun, yang membuat SPD orisinil adalah kisah anak yang punya kemampuan yang ditolong Ranger Kuning di episode awal---di Dekaranger, anak itu hanya muncul di episode yang bersangkutan, sedangkan di SPD anak itu muncul lagi dari masa depan dalam bentuk Omega Ranger, dan kisahnya selama di markas SPD dibuat beda terutama karena dia gak unmorph sampai episode terakhir.
  • Ketiga, sudah disinggung sebelumnya, tentang Mirloc atau Genio. Versi Dekaranger, ini Arc Tetsu, sedangkan di SPD merupakan Arc Sky. Kalau hanya begitu, itu bukan orisinil. Tapi apa yang dilakukan Mirloc pada ayah Sky beda dengan yang dilakukan Genio terhadap orangtua Tetsu. Belum lagi latar belakang Sky dan Tetsu beda. Makanya Arc Sky tersendiri aja udah bagus.
  • Keempat, tokoh Isinia. Dia memang penghancur kapal Doggie x Kat, tapi itu menjadi motif tersendiri untuk Doggie versi SPD. Di Dekaranger sendiri enggak ditegasin, kok soal Doggie x Swan. Tapi kostum tokoh Doggie sendiri berhasil dibuat orisinil, bukan main pinjem dari SS, dan mereka masih nekad bikin kostum satu lagi untuk Isinia.
  • Kelima, Arc Tim A, serta perempuan sebagai Ranger Merah. Sekali lagi, kostum Ranger mereka hasil daur ulang. Tapi kisah Tim A-Tim B tidak pernah ada di Dekaranger. Jadi perasaan Jack dkk tentang mereka hanyalah tim nomor dua di SPD itu orisinil PR yang gak bakal kamu temukan di Dekaranger. Itu memberi drama tambahan. Belum lagi, inget ya bahwadi SPD itu warna menentukan posisi dalam tim, dan di Tim A itu yang jadi Merah adalah perempuan. Tim A, Merah, perempuan. Berarti Kadet nomor satu yang dimiliki SPD adalah seorang perempuan. Sky, yang di episode satu merendahkan Syd yang adalah perempuan, masih kalah oleh Charlie yang lebih dulu jadi Ranger Merah.
  • Terakhir, battlizer. Ini udah biasa sih di PR. Dan sejujurnya, Blogger kurang suka kostum battlizer di season ini. Tapi yaudah lah, PR sudah berusaha untuk membuat sesuatu eksklusif punya mereka sendiri.

Wow, oke, Blogger sama sekali gak nyangka ngetiknya sampai sepanjang ini, mungkin karena bagian kekontrasan tim Rangernya lebih banyak bacotan lebih dari biasanya.

Rabu, 04 Maret 2020

Power Rangers RPM, kerennya parah!

Season ke-17 serial Power Rangers ini memang lain dari yang lain sejauh 17 musim berjalan, karena berada di universe yang berbeda dengan linimasa 16 Power Rangers lainnya. Bahkan Time Force dan SPD yang dari masa depan pun berada di universe yang sama dengan Mighty Morphin. Kasus beda timeline ini bakal diikuti oleh Dino Charge (beda universe lagi). Tapi selama 17 musim, memang RPM beda banget dari segi apa pun. Enggak, Blogger gak perlu omongin tentang betapa kontrasnya tema RPM dengan counterpartnya.

Jadi, katanya, season RPM ini direncanakan sebagai musim terakhir serial Power Rangers (spoiler: selanjutnya Power Rangers Samurai). Nyatanya, memang benar ini adalah season PR terakhir YANG DIPRODUSERI DISNEY, kemudian PR dibeli lagi sama Saban. Karena memang niatnya yang terakhir (oleh Disney), mungkin itulah mereka kayak totalitas banget dalam menggarap plot sampai nekad membuat universe yang beda.

Kenapa Blogger bilang membuat universe Ranger yang beda disebut sebagai nekad? Karena, selama 16 musim, walau digarap oleh 2 rumah produksi yang beda, penonton (yang ikutin) sudah tahu bahwa 16 judul PR itu berkesinambungan walau tidak langsung (tapi 6 season pertama sangat nyambung). Jadi fans PR sampai di season 16 itu terbagi menjadi 3: anak-anak pada era yang bersangkutan, bukan anak-anak tapi baru nonton, orang yang ikutin dari season-season sebelumnya. Nah, jika Disney membuat Ranger di universe yang berbeda, berarti di luar jalur timeline pendahulunya, akan ada kemungkinan mereka kehilangan penggemar dari pihak fans yang ikutin PR dari awal, jadinya mereka hanya bisa mengandalkan rasa suka dari anak-anak pada zamannya.
Season Ninja Storm dan Mystic Force juga terasa seakan berasal dari universe yang beda dari PR lainnya karena tidak ada crossover di musim berjalan. Tapi di Dino Thunder, Conner pernah bilang bahwa saudara kembarnya masuk akademi ninja, merujuk pada kameo yang ada di episode terakhir PRNS, sehingga konfirmasi gak langsung ini terlambat. Lagian, ketika Cam memperlihatkan morpher pada Shane-Tori-Dustin, mereka sudah tahu tentang adanya Power Rangers walau kayaknya gak pernah disebut.
Untuk Mystic Force sendiri, mungkin Blogger terlewat, tapi memang gak ada tanda resmi dalam season tersebut bahwa mereka ada di timeline yang sama. Tapi hal itu secara gak langsung dikonfirmasi di Operation Overdrive, ketika ada nyebut Fireheart, lalu ada lagi di episode 'Once A Ranger'. Tapi begitulah, telat.
Sedangkan RPM, memang ada kasus di Samurai (atau Super Samurai? Blogger belum nonton, hanya lihat klipnya aja) bahwa Scott dalam kostum Ranger muncul di season 18 (dan crossover ini dinobatkan sebagai salah satu episode crossover terburuk dalam sejarah PR), tapi kalau gak salah di situ dikonfirmasi bahwa RPM ada di universe yang beda, lalu hal ini diingatkan lagi di Super Ninja Steel.

RPM dimulai ketika suatu virus komputer dahsyat bernama Venjix menyebar secara luar biasa, bahkan mampu membuat pasukan robot sendiri, dan dunia berada dalam kiamat (yang lebih nyata daripada 'ambang kehancuran' dalam serial PR lainnya). Ada satu bagian 'di dunia itu' yang berhasil diamankan dari virus, namanya Kubah Corinth (Blogger yang baca Alkitab langsung ngeh bahwa  corinth artinya Korintus). Yah, tapi namanya juga Power Rangers, mau diamankan kayak apa, monster (kiriman Venjix) ya bakal tetap bisa masuk. Karena itu, seorang doktor hebat yang disebut Dr K membuat proyek Rangers, dan anggota yang direkrut diberi nama Power Rangers.

Serial Power Rangers memang rata-rata perepisodenya gak begitu nyambung. Jadinya cuman kayak di episode X temanya tentang apa, lalu monster muncul dan dikalahin, episode berikutnya sudah ganti cerita. Biasanya episode yang nyambung itu hanya 2 episode pertama dan 2-3 episode akhir. Sedangkan counterpartnya, yakni Super Sentai, walau sering seperti itu, tapi mereka gak masalah dengan pakai 2 (atau lebih) episode untuk mengatasi satu monster (ini yang menyebabkan kenapa episode PR tidak sebanyak SS tiap season).
Berbeda dengan 16 season PR pendahulunya, episode RPM sering bersangkutan dengan satu sama lain (kecuali Arc masa lalu anggota). Blogger bukan omongin tentang misalkan episode A akan diomongin lagi di episode M dan sebagainya,  melainkan secara urut; episode A nyambung dengan B lalu C. Dan mereka juga gak selalu menggunakan part 1/2 di bagian judul untuk menandakan episode itu adalah lanjutan. Tidak selalu dan tidak sesering SS, tapi jelas ini lebih baik dari musim PR lainnya. Dan detil cerita dalam plot juga terus dipakai di episode kemudian hari biar gak sekedar asal ceplos ide aja. Jadinya jelas secara keseluruhan serial ini tentang apa, bukan hanya di awal terbentuk Ranger-pertengahan tentang tahu tujuan lawan-akhir dari musuh---berarti selebihnya berasa filler.

Di awal Blogger sudah bilang bahwa plot cerita sangat totalitas jika dibandingkan season pendahulu, dan salah satu buktinya adalah masa lalu para karakter utama, bahkan Dr K sendiri yang bahkan bukan Power Ranger (tapi masa lalunya nyambung dengan Ranger Emas dan Perak). Di season lain memang rerata punya episode khusus tentang masa lalu anggota Ranger, tapi Blogger sangat kagum dengan bagaimana kisah masa lalu karakter RPM ini tidak berhenti di episode itu sendiri, melainkan terus dibawa dalam satu season ini. Dan itu bukan hanya sekedar asal cerita dalam satu adegan, melainkan benar diceritakan di satu episode (kecuali Summer sampai 2 episode). Tentang Scott yang masih dibayangi bayangan kakaknya, lalu ingin diperhatikan ayahnya. Tentang Flynn yang terus ingin menjadi pahlawan, bahkan lewat hasil karyanya dengan Gemma. Tentang Summer yang---ampun astaga masa lalunya itu loh---oke, walau masa lalunya paling pekat, tapi selama season berjalan masa lalu yang tidak begitu diungkit lagi adalah punya dia, walau begitu alasan kenapa dia bisa sebaik itu adalah karena masa lalunya. Tentang Ziggy yang sampai akhir tetap baik hati, dan gak pernah nyerah untuk buka hati Dr K. Tentang Dillon yang, yah, sebenarnya adalah korban langsung virus Venjix. Tentang Gem dan Gemma yang merupakan dua orang pertama yang meluluhkan hati Dr K, lalu diterima Ranger lainnya. Tentang Dr K, yang ternyata memegang plot twist yang saking bagusnya masuk ke daftar 10 plot twist serial TV versi Watchmojo. FYI, karena masih tetep Power Rangers, jadi plot twistnya hanya seperti itu. Tapi bagi keseluruhan serial PR sendiri, ini yang paling baik.

Ringan memang, karena target penontonnya masih anak-anak, dan tetap ada adegan humornya juga seperti bagian:

"THAT IS NOT SPANDEX!!"


Iya, itu.

Tapi, dibanding serial PR lain, season 17 ini yang paling kelam, karena ada di post-apocalyptic universe, dan Blogger setuju saat Watchmojo menaruh keseluruhan RPM di posisi nomor 1 dalam 10 momen terkelam di PR. Hanya saja, Blogger cukup menyayangkan bahwa mereka gak jadi pakai rencana awal untuk lebih membuat dark serial ini. Berikut Blogger copas dari IMBD:

The series originally had a MUCH darker ending (at least allegedly- no one is sure whether or not this is real). After Venjix was destroyed in Danger & Destiny, the series' true finale Ranger Black would begin; Dillon would be revealed as a cyborg sleeper agent created to infiltrate the Rangers, gain their trust/access to the morphing grid, and ultimately serve as Venjix's final host. Everything about his human existence, up to and including Tenaya being his sister, was fiction created by Venjix in order to lure the Rangers into trusting him. The series would then end with the rest of the team being forced to kill Dillon in order to save humanity and destroy Venjix once and for all.
Terjemahan versi Blogger kurang lebih:

Serial ini mulanya punya akhir yang jauh lebih kelam (katanya---gak ada yang tahu bener atau gak). Setelah Venjix dihancurkan di Danger & Destiny, bagian akhir yang sesungguhnya tentang Ranger Hitam akan dimulai; terungkap bahwa Dillon adalah cyborg peredam yang dibuat untuk menyusup tim Ranger, mendapatkan kepercayaan dan akses ke morphing grid, dan ujungnya menjadi wadah/tubuh akhir/sejati Venjix. Segala tentang eksistensinya sebagai manusia, sampai dan tentang Tenaya adalah adiknya, merupakan rekaan Venjix agar Ranger bisa percaya. Serial ini akan berakhir dengan anggota tim lainnya terpaksa membunuh Dillon agar bisa menyelamatkan ras manusia dan menghancurkan Venjix untuk selamanya.

Kalau gak salah ada yang bilang ide ini gagal dipakai karena ganti penulis atau siapanya Blogger lupa, pokoknya ada ganti orang. Mari bahas tentang wacana tersebut.
  • Berdasarkan yang benar dirilis di TV, episode Danger & Destiny (part 2) adalah episode akhir RPM, episode 32. Berarti mungkin wacana ini maksudnya untuk episode 33 (dan mungkin 34 juga).
  • Cyborg peredam di sini maksudnya jadi Dillon adalah semacam robot. Dalam serial ini Venjix sudah menggunakan 2 tubuh robot untuk dirasuki agar bisa nyerang Ranger secara langsung. Jadi ketika tubuh keduanya sudah hancur, maksudnya Venjix akan masuk ke tubuh Dillon. Blogger gak tahu bagaimana dengan novel (dan film lain), tapi novel The 5th Wave karangan Rick Yancey pakai konsep 'peredam' (makanya Blogger bisa pakai istilah itu di sini).
  • Jika belum pernah nonton 6 season pertama PR atau minimal Operation Overdrive atau movie  2017, akan bingung dengan istilah morphing grid. Blogger bingung jelasinnya sih, tapi intinya morphing grid adalah semacam asal kekuatan Ranger. Jika terjadi eror dari morphing grid, maka tim yang bersangkutan gak bisa berubah jadi Ranger. Bayangkan jika musuh berhasil masuk ke sistem tersebut.
  • Versi rilisan TV, Dillon adalah manusia yang dijadikan robot, sedangkan dari wacana sepertinya ingin dibuat seakan Dillon murni robot ciptaan Venjix (disebut sebagai cyborg sleeping agent, bukan hybrid). Jika belum pernah nonton Operation Overdrive, pasti bingung gimana Dillon yang katanya robot itu bisa jadi Ranger. Nyatanya Mack Hartford yang murni android ciptaan manusia bisa menjadi Ranger.
  • Jika wacana tersebut direalisasikan, maka keberadaan Tenaya akan dipertanyakan. Di wacana tertulis bahwa ingatan Dillon tentang Tenaya sebagai adiknya hanyalah rekaan, dan itu terungkap setelah episode 32. Sedangkan, sebelum episode 32, dibuat adegan kakak-adik antara Dillon dengan Tenaya, bahkan dari pihak Tenaya sendiri juga. Jika itu rekaan Venjix, berarti Tenaya juga adalah robot ciptaan Venjix yang dibuat untuk menyokong cerita Dillon. Atau, yah, pokoknya jika wacana ini direalisasikan, maka tentang Tenaya pun harus ada penjelasannya.
  • Terakhir, tentang Ranger harus bunuh Dillon. Dalam serial ini, tokoh Gem dan Gemma sempat 'dihapus' oleh Venjix. Dalam keseluruhan serial PR pun, sudah ada tokoh Ranger yang tewas on-screen walau ujungnya ada yang bisa kembali lagi (karena, yah, Power Rangers). Tetapi sejauh ini belum pernah ada Ranger yang tewas karena di tangan Ranger lain protagonis. Makanya jika wacana ini direalisasikan, itu akan jadi plot twist yang lebih bikin kaget daripada Dr K.

Sayangnya, karena masih dalam naungan nama 'Power Rangers', serial ini masih ditargetkan untuk anak-anak (dan ini pun katanya masih termasuk dark untuk anak-anak, karena post-apocalyptic itu). Masalahnya, mungkin Kreator lupa bahwa muda-mudi dan orang dewasa yang nonton RPM itu awalnya adalah anak-anak yang nonton Mighty Morphin. Seperti Blogger.

Tidak ada battlizer atau kendaraan khusus Ranger yang biasa muncul di PR. Agak disayangkan sih, karena keduanya semacam ikonik dan biasanya eksklusif PR. Tapi, Blogger yang nonton serial ini untuk nonton plotnya dan bukan untuk sekadar lihat tim warna-warni tonjok monster, bagusnya plot yang tercipta sudah sangat cukup utuk menutupi kekurangan itu.

Walau Power Rangers terkesan lebih serius daripada Super Sentai, tetap ada adegan komikalnya. Oke, sebenarnya bukan adegan komikal, melainkan karena seperti relatable makanya bisa bikin geli. Seperti THAT IS NOT SPANDEX yang lebih dari sekali, lalu tentang ledakan di belakang tiap kali berubah, atau tentang nyebut istilah ketika mau pakai---itu semua biasanya masuk ke dalam pikiran orang yang bukan anak-anak lagi ketika mereka nonton serial semacam ini, dan akhirnya benar terjawab oleh Dr K (bukan sekedar 'ada penjelasan muda tentang itu' seperti yang dikatakan Gosei di beberapa season setelahnya).


Romance yang tercipta bisa Blogger pahami. Ini adalah serial anak-anak tentang pahlawan vs monster, jadi adegan romantisnya gak boleh lebih dominan. Dan karena untuk anak-anak pula, jadi romancenya gak boleh sampai terlalu diperlihatkan. Sedangkan orang seperti Blogger, rasanya gregetan karena gak ada konfirmasi resmi onscreen tentang Summer-Dillon, K-Ziggy, dan Gemma-Flynn.
Dari episode 2, orang-orang udah banyak cengin Summer-Dillon. Tapi memang karena Summer adalah satu-satunya Ranger perempuan pada saat itu (sebelum datang Gemma), mungkin terlihat seperti dia ramah pada yang lain. Tapi Dr K dengan bilang bahwa Summer tertarik pada Dillon dan Scott, Blogger kurang bisa lihat tentang Scott, karena Scott milik Blogger. Tapi sejak K ngomong begitu, jadi semakin diperlihat sedikit-sedikit perkembangan hubungan Summer dengan Dillon. Di bagian akhir, Summer pergi dengan Dillon dan Tenaya, dan bagi Blogger itu kurang begitu mengonfirmasi hubungan mereka.
Hubungan Dr K dan Ziggy awalnya hanya untuk humor, karena keberadaan keduanya sendiri merupakan ikonik dan komedi di satu sisi. Keberadaan Ziggy membuat sikap Dr K melembut, walau iya tahu berkat Dillon-lah akhirnya terungkap wajah K, tapi tetap character development K lebih banyak terjadi berkat Ziggy. Jadi walau Blogger nge-ship Ziggy dengan Tenaya, rasanya sayang aja kalau Ziggy dan K gak canon. Dan Blogger sama sekali gak omongin hubungan aktor dan aktrisnya.
Kemistri Gemma dengan Flynn itu sebenarnya hanya ada di 1-2 episode, sisanya gak begitu kelihatan. Cuman manis aja lihatnya ketika mereka kerja bareng, bahkan sampai Gemma gak bareng Gem demi kerja dengan Flynn. Dibanding 2 pasangan lain, yang ini mungkin hanya sekedar keisengan Kreator biar gak terlalu hampa. Gapapa sih, Blogger cuman bayangin gimana Gem saat tahu kalau kembarannya deket sama Flynn.

Adegan terakhir, tentang salah satu morpher berkedip merah, itu ambigu ya. Entah itu maksudnya Venjix masih/kembali hidup, atau gimana. Jadinya cliffhanger, dan tidak ada lanjutan resminya. Sebenarnya kalau setelah ini (gak mesti langsung setelah musim RPM) mau dibuat mini season atau season utuh untuk kelanjutan RPM (mengonfirmasi soal Venjix), bisa aja, toh mereka ada di alternate universe, gak perlu mikirin timeline PR lainnya.

Sekian itu semua yang Blogger ingat untuk tulis tentang RPM. Kalau tiba-tiba keinget lagi, berarti akan muncul di entri perbandingan dengan counterpartnya.

Selasa, 18 Februari 2020

Kamen Rider Dragon Knight

Kacau. Inget kejadian pelem Death Note versi Netflix atau Dragon Ball Evolution? Iya, kacaunya kayak gitu. Cuman, menurut Blogger pribadi, adaptasi Kamen Rider Ryuki ini masih lebih baik karena yang diadaptasi hanyalah sosok Kamen Rider-nya itu, bukan ceritanya. Dengan kata lain, kasusnya seperti Power Rangers dengan Super Sentai, jadi gak bisa dibandingkan dengan DNnya Netflix dan DB Evolution.

Walau ada adegan klise, plot hole bertebaran, inkonsisten yang parah, dan banyak hal geli, Kamen Rider Dragon Knight ini tergolong adaptasi yang kreatif. FYI, PR dan DK itu beda rumah produksi. Tidak semua, tapi beberapa (atau malah banyak) episode dalam tiap season PR itu ikutin tema episode counterpartnya. Malah ada yang sampai ikutin konsep cerita dan tokoh di season counterpartnya, seperti Wild Force. Dragon Knight menang di kekreativitasan ini.

Kreator DK berani ambil resiko untuk merombak banyak karakter, serta pakai tema cerita yang berbeda. Karena Ryuki bercerita tentang pertarungan antar Rider, jelas banyak footage saling serang antar Rider. Mau tidak mau Kreator DK harus buat cerita kenapa Rider di serial Dragon Knight ini saling bertarung. Tidak tanggung-tanggung, mungkin karena mencontoh Power Rangers, mereka buat foot soldier ekslusif, ada juga footage orisinil pertarungan Rider. Mereka juga nekad pakai kostum Rider yang eksklusif dari movie. Footage yang ada dari KR dipergunakan dengan baik sesuai jalan ceritanya, sehingga tidak terkesan maksa.

Jika sudah nonton Ryuki, lalu sotoi nebak-nebak di Dragon Knight, kemungkinan besar tebakan itu salah. Karena sekali lagi, Kreator DK sangat kreatif. Karakter yang dianggap baik di Ryuki, akan dibuat brengsek sampai akhir. Tokoh yang dianggap brengsek di Ryuki, malah jadi kesayangan di DK.

Cuman, mungkin biar maksudnya gak terlalu monoton, dibuatlah romance antara Wing Knight dengan Siren yang padahal gak ada di Ryuki. Tapi romance yang paling Blogger suka di serial ini adalah Maya dengan Pryce, mereka manis banget, dan di epilog tidak dibuat menggebu-gebu.

Banyak adegan/footage Rider keluar-masuk cermin di Ryuki, mau gak mau DK harus adaptasi konsep itu. Konsep cerita tentang adanya dunia paralel, tentang setiap orang punya kembaran di dunia paralel, itu semua menarik. Tapi plot hole dan keinkonsistenan DK cukup parah di sana, baik sebagai adaptasi Ryuki maupun serial independen.

Plot hole kecil-kecil bertebaran, tapi yang paling parah menurut Blogger adalah tentang menembus cermin. Katanya dunia cermin itu benar cerminan dunia nyata. Berarti kalau Blogger nembus layar laptop Blogger, nembusnya bakal ke layar laptop yang ada di ruangan dengan desain sama persis dengan asal Blogger. Untuk beberapa adegan, mungkin karena mereka berhasil menemukan tempat dan cermin yang mirip dengan footage Ryuki, itu masih gak masalah. Atau, ketika Rider asal masuk lewat cermin, tapi waktunya dipercepat sehingga tahu-tahunya sudah di tempat lain, itu gak masalah juga. Yang menjadi masalah adalah ketika Kreator DK membuat adegan Rider melewati cermin, lalu dibuat juga adegan dia muncul ke dunia paralelnya, tapi gak sesuai. Atau yang lebih parah, mereka melewati cermin, tapi sampainya bukan ke dunia sebrang, melainkan langsung tiba di tempat lain yang ada di dunia yang sama.
Seperti ketika para tokoh mau kabur ke dunia nyata, mereka main lompat ke cermin, muncul-muncul ke tempat yang berbeda banget, gak sesuai dengan konsep 'cerminan'. Jadi bisa aja tuh, Blogger lompat dari cermin meja rias Blogger, tapi mendaratnya ke laut. Bisa, karena laut (air) bisa memantulkan bayangan (dan bayangan dari genangan air juga pernah dipakai oleh tokoh Kit.

Keinkonsistenan yang paling terlihat adalah saat berubah menjadi Rider. Di awal, Len sudah bilang bahwa cara untuk berubah adalah dengan memantulkan bayanganmu dengan dek kartu pada cermin atau apa pun yang bisa memantulkan banyangan. Pada episode pilot, ini sangat baik, sehingga Blogger jadi berpikir bahwa ini mungkin gak seburuk yang orang lain bilang. Pada episode satu, keinkonsistenannya masih belum tercipta. Tapi semakin ditonton, makin parah. Kreator seakan ingin memperlihatkan panasnya pertarungan antar Rider dengan cara tiap tokoh pamerin dek kartu satu sama lain lalu berubah begitu aja, TANPA BAYANGAN CERMIN. Lah gimana caranya? Lewat pantulan di mata lawan, gitu?

Hal geli yang membuat Blogger gak senang adalah ketika Maya menjadi Siren untuk sementara. Itu bukan plothole, karena sudah dibilang bahwa Eubulon punya kekuatan agar seseorang bisa pakai dek tertentu, sehingga gak perlu cari kembaran Kase. Yang membuat Blogger gak suka adalah, ketika dia ditunjuk jadi Siren, dia jadi muncul dengan gaya yang jauh beda. Kenapa tatanan rambutnya harus berubah? Kenapa bajunya yang tadinya santai dan penuh warna harus berubah menjadi serba hitam dan bahan kulit?

Hal lain yang Blogger gak suka, yah, yang ini lebih karena Blogger telah lebih dulu nonton beberapa season KR sebelum nonton DK, yakni tentang bagaimana Kreator DK membuat para Rider menjadi RIDER. Maksudnya, kalau dibilang 'rider', orang langsung mikir pengendara motor/kendaraan bermotor, dan itu wajar. Tapi Kamen Rider versi Jepang tidak melulu tentang pengendara bermotor terutama motor, bahkan pakaian mereka juga bukan layaknya rider ala orang awam pikir. Sedangkan di Dragon Knight, mentang-mentang turut mengadaptasi kata 'RIDER', malah membuat para Rider beneran menjadi pengendara motor.
Ini benar-benar pendapat pribadi Blogger. Mungkin memang CW ingin membuat konsep yang seperti itu.

Terakhir, tentang sinkronasi suara. Buruk, terutama ketika adegan pakai kostum Rider, karena suaranya seperti terpisah. Jadi kalau dibanding dengan Power Rangers, ini kalah telak.

Sebagai serial independen, Kamen Rider Dragon Knight cukup oke (jika mengabaikan inkonsistensi dan plothole). Sebagai adaptasi pun, ini juga termasuk kreatif karena tidak bergantung dengan materi cerita Ryuki.

Sabtu, 01 Februari 2020

Power Rangers Jungle Fury, seperti Kungfu Panda

Ini dia season penerusnya Power Rangers Ninja Storm. Loh kok gitu? PRNS itu season 11 dan PRJF season 16 kan?? Oke, jadi maksudnya, Power Rangers Jungle Fury adalah season PR kedua yang gak punya episode crossover / team-up. Dan pas banget, ini masuk dalam jajaran musim PR yang Blogger suka, mungkin karena RJ.

Konsep awal cerita bagaikan Mighty Morphin tambah Kungfu Panda. Hah?
Iya, jadi gini. Dai Shi yang bebas itu bagaikan Rita Repulsa. Master Mao bagaikan Zordon yang merekrut (dalam hal ini) murid akademi untuk membasmi kawanan jahat. Jelas, perbedaannya adalah Zordon rekrut Ranger setelah Rita bebas, sedangkan Master Mao rekrut sebagai antisipasi (Dai Shi baru bebas setelahnya, tapi Casey-Lily-Theo tetap jadi Ranger setelah bebasnya Dai Shi).
Lalu, Kungfu Panda ada di mananya? Bukan pada akademi kungfu, melainkan pada Casey.

Sebelum lanjut, perlu diketahui bahwa PRJF dan Kungfu Panda sama-sama rilis tahun 2008, tapi kalau Blogger gak salah lihat, PRJF keluar episode pertamanya duluan. Blogger sudah dua kali nonton PRJF, yang pertama adalah sekitar 2013, saat Kungfu Panda 2 sudah rilis. Dan sekarang, karena film ketiganya sudah ada, wajarlah Blogger bisa ngomong begini, padahal Jungle Fury keluar duluan.

Oke, lanjut lagi.

Casey aktornya cuakep banget, punya cerita yang menarik selama season ini berlangsung. Dibanding Jarrod-Lily-Theo, Casey memang yang paling newbie, dia sendiri ngaku bahwa dia belum lama jadi murid di sana sehingga gak mau cari masalah. Tapi karena entah bagaimana dia berhasil menjatuhkan Jarrod, Casey-lah yang dipilih Master Mao. Sejak saat itulah dia menjadi tokoh Po dalam Kungfu Panda. Dibanding yang lain, Casey harus bener belajar pakai senjata lebih dari Lily dan Theo yang sudah lebih dulu mahir. Mungkin maksudnya sebagai comic relief, tapi adegan awal ketika Casey gak bisa morph itu malah Blogger anggap wajar, karena sekali lagi dia masih yang paling baru.

Masih tentang Casey, walau dia menjadi Ranger Merah yang merupakan (biasanya) Ranger sentral, dia tidak langsung menjadi yang paling jago dan diterima Ranger lainnya. Tokoh lain mendukung tumbuh kembang penokohan ini. Ada Lily yang benar anggap Casey sebagai adik, dia sangat paham bahwa Casey masih butuh diajari karena masih baru. Ada Theo yang merasa waktunya bersama Lily jadi berkurang gara-gara sekarang ada Casey yang mereka dengan mudah akrab. Ada tokoh RJ yang sebenarnya gak salah, tapi sejak tokoh itu jadi Ranger, Casey mulai merasa minder lagi, kembali seperti semula. Tokoh Dominic tidak begitu berpengaruh, tapi perannya bagus saat Casey menjadi satu-satunya yang tidak lulus dapat gelar Master.

Omong-omong tentang gelar Master, masih tentang Casey, Blogger senang banget ketika dia gagal. Bukan mau jahat, tapi seperti sebelumnya, sangat wajar jika belum waktunya dia lulus seperti Lily dan Theo, karena memang dia baru bergabung belakangan walau iya dia harus ahli di banyak bidang dalam waktu singkat karena tuntutan menjadi Ranger. Tapi dengan dia yang meniru gerakan kedua rekannya saat ujian, jelas dia gak bisa lulus.

Saat epilog pun Blogger suka banget, karena mereka gak melupakan prolognya. Ketika di awal episode satu, Jarrod yang sudah selesai ujian bentak minta handuk dari adik kelas karena dia kakak kelas, lalu Casey oper handuk dan bilang gak mau cari gara-gara. Sedangkan di epilog, Jarrod dan Camille ikut kelas Casey, setelahnya Jarrod kasih handuk ke Casey. Itu sederhana sebenarnya, tapi rasanya enak aja mengingat apa yang terjadi di episode pertamanya.

Jarrod x Camille itu bagus, mereka tidak tiba-tiba, ada prosesnya walau sebenernya nyerempet klise. Tapi Theo x Lily itu terlalu bikin geli, mungkin karena Kreator gak mau terlalu bikin prosesnya walau bukannya sama sekali gak ada. Yang paling imut jelas Dominic x Fran: cemburunya ada, kemistrinya ada, malu-malunya jelas ada.

Isu yang diangkat rata-rata tentang perasaan insecure. Casey tentang bahwa dia masih anak baru, Theo yang minder terutama tentang saudara kembarnya, RJ yang melihat Casey diajari Master Finn, Fran yang merasa dirinya hanya Fran. Tidak hanya itu, isu tersebut diselesaikan dengan penerimaan, baik oleh orang lain maupun diri sendiri. Sehingga, jika monter dan Ranger dihilangkan, ini akan menjadi drama (tambah kungfu) yang bagus.

Kamis, 30 Januari 2020

Dino Thunder dan Abaranger

Episode kesembilanbelas Power Rangers Dino Thunder memang geli ya. Blogger sudah nonton tiga kali episode tersebut sebelum akhirnya benar nonton serial Bakuryuu Sentai Abaranger. Saat awal nonton Abaranger, vibenya beda dengan Dino Thunder ya, mungkin karena dibanding Power Rangers memang Super Sentai itu terasa lebih ringan padahal temanya belum tentu lebih enteng. Seriusan, Abaranger itu omongin tentang Another Earth yang mungkin akan kandas seperti Dino Earth, berikut dengan drama-drama sampingan sambil berjalannya cerita. Tapi Dino Thunder, walau memang tentang Ranger vs Monster demi melindungi bumi, mereka lebih gak ada unsur komedi.

Dino Thunder sama sekali bukan season PR favorit Blogger, malah musim satu itu terkesan sangat menganakemaskan tokoh Tommy Oliver seperti yang pernah Blogger singgung di entri PRDT sebelumnya. Jadi ketika nonton Abaranger, rasanya biasa aja, paling mungkin agak semangat gara-gara pengen tahu dialog dan situasi asli episode SS yang dipakai di Dino Thunder.

Penokohan sangat berbeda, jadinya dari segi karakterisasi season ini lebih baik daripada Ninja Storm.
Ryuga dan Conner jelas beda. Silakan bayangin Conner jadi slengekan dan out-going kayak Ryuga. Bisa? Sama, Blogger juga gak bisa. Bahkan ketika sisi lain Conner terungkap, bukannya makin seperti counterpartnya, malah menjadi semakin serius. Dibanding Ranger lain, Conner memang yang paling santai, tapi tidak seperti Ryuga.
Yukito dan Ethan juga beda jauh. Penempatan sebagai Ranger Biru adalah yang paling pendiam dan tampak paling intelektual masih sama. Tapi Yukito benar-benar dingin, malah kalau harus dipilih, Blogger berpikir dia lebih seperti Conner daripada Ethan.
Ranru dan Kira mungkin yang paling tidak terlalu berbeda. Maksudnya, Ranru adalah mantan calon artis yang memutuskan untuk tidak melanjutkan karir di dunia hiburan, sedangkan Kira justru terus ada di dunia hiburan sebagai penyanyi. Kegotikan Kira tidak terlalu menonjolkan perbedaan dengan counterpartnya, tapi Ranru memang tampak lebih fleksibel. Dan lagi, di timnya, Ranru menjadi yang paling pintar (bukan tampak terintelektual, melainkan benar terpintar), sedangkan Kira tampak biasa saja.
Asuka dan Tommy posisi dalam tim bisa dianggap sama. Jadi mereka bagaikan senior untuk tim ini. Bedanya, Asuka adalah seorang survivor dari asalnya, lalu punya pengetahuan lebih tentang ke-abaranger-an karena memang asalnya adalah dari dunianya. Sedangkan Tommy adalah Ranger veteran yang mempelajari Dino Gem, sehingga sudah sepantasnya jika dia yang paling tahu tentang ini---dan apalagi karena umur dan profesinya menjadi guru, wajar kalau dia menjadi mentor, dan ini beda dengan Asuka.
Mikoto dan Trent dan Klon Ranger Putih itu kadang sesuai kadang enggak. Di awal, ketika Trent masih menjadi antagonis, dia lumayan menyerupai Mikoto. Tapi karena ceritanya Trent ini sebenarnya orang baik-baik, setelah gabung dengan yang lain itulah dia baru beda banget dengan Mikoto.

Untuk logo pada komputer Tommy di markas, itu sama seperti logo yang ada di Dino House, dan Blogger gak masalah karena toh lambang di kostum Ranger juga seperti itu. Tapi setting markas Ranger dan lawan berbeda banget ya dengan counterpartnya. Walau monster mingguan serta footage petarungan masih dari SS, PRDT cukup punya banyak keorisinilan, dan Blogger pikir budgetnya pasti juga lumayan.

Tidak ada Ranger eksklusif, dan latar tempatnya juga cuman gonta-ganti lokasi antara markas Tommy - markas Mesogog - sekolah - Cyberspace. Di luar itu hanya sesekali, disesuaikan dengan cerita dan sambungan footage. Foot soldiers juga punya PR sendiri, walau memang ada episode di mana pakai foot soldiers di Abaranger, lalu menjelang akhir juga mungkin karena budget makin menipis sehingga pakai footage Abaranger vs Barmia Soldiers.

Konsep Mesogog mungkin maksudnya ingin ikutin konsep dari Dezumozorlya yang butuh tubuh inang. Tapi adegan di markas Mesogog jelas gak bisa pakai footage SS karena yang serupa hanyalah Zeltrax yang kostumnya sama dengan Armor of Darkness.
Footage Elsa jelas gak ada di Abaranger, karena bahkan Jannu itu kostumnya merah, sedangkan Elsa hitam.
Asal-usul Zeltrax beda dengan Armor of Darkness, tapi konsep pemakai kostum itu sesuai dengan masa lalu Tommy---jadi pas Jannu dan saudaranya adalah orang yang pernah dekat dengan Asuka yang merupakan counterpart Tommy.
Klon Ranger Putih, Blogger pernah baca, jadi PR ingin memaksimalkan footage pertarungan Abaranger dengan Abarekiller yang tidak sedikit. Walau memang Abarekiller pernah bertarung lawan monster dan pakai robotnya untuk bantu Abaranger, tapi PR berani ambil resiko untuk mengubah gaya cerita untuk Ranger Putih, dan itu baik.

Bagian akhir cerita, Blogger pribadi lebih suka Dino Thunder, mungkin karena sesuai dengan konsep tokoh yang merupakan anak sekolahan semua. Sedangkan Abaranger itu dari beragam latar belakang dan pekerjaan, sehingga mereka baru kenal satu sama lain saat para dinosaurus datang. Untuk kematangan cerita, jelas Abaranger menang karena dia duluan sedangkan Dino Thunder hanya mendaurulang cerita menggunakan footage yang ada.

Selasa, 21 Januari 2020

Power Rangers Operation Overdrive, punya rahasia besar

Ingat bahwa sejak tim orisinil Power Rangers, tidak pernah ada lagi orang kulit hitam yang jadi Power Rangers Hitam lalu orang Asia jadi Ranger Kuning? Salah satunya telah dipatahkan di season 15, karena Will yang berkulit hitam dijadikan Power Rangers Hitam. Sebenarnya kalau orang tidak mempedulikan ras dan warna kulit, hal itu sama sekali tidak masalah kok. Apalagi di tim orisinil, Kreator sudah bilang bahwa mereka gak ngeh, baru ngeh ketika ada yang celetuk rasis. Yang penting sebenarnya adalah cara berpikir penonton.

Terlepas dari soal itu, menurut Blogger, Power Rangers Operation Overdrive cukup baik, walau agak maksa untuk beberapa hal.

Mari omongin hal buruknya dulu, yakni tentang bagaimana Kreator agak maksa. Hal yang paling terlihat adalah saat Rangers pergi ke berbagai negara untuk mencari permata. Untuk beberapa negara ikonik memang sudah baik, walau Blogger pikir para aktor dan aktris tidak benar-benar pergi ke negara yang bersangkutan. Tapi negara yang mereka datangi itu cukup terlihat bahwa mereka benar pergi ke sana. Blogger tidak hitung, tapi ketika mereka bilang harus pergi ke Indonesia, mereka hanya asal mendarat ke suatu tempat di pinggir laut dan bilang bahwa itu Indonesia. Mananya yang Indonesia, sih? Tidak ada satu pun dari tempat yang mereka datangi yang menunjukkan bahwa itu Indonesia. Berasa fanservice mentang-mentang Indonesia menjadi salah satu negara yang menyiarkan serial PR.

Hal yang agak dipaksa lainnya adalah episode Once A Ranger. Jangan salah, sampai detik ini, episode team up itu tetap menjadi favorit Blogger. Tapi menurut Blogger pribadi, episode tersebut terlalu seperti fanservice. Tori dan Kira, karena mereka satu-satunya Ranger perempuan dalam tim, wajar jika penggemar mereka jadi lebih banyak dibanding Ranger setimnya. Bridge adalah Ranger paling ikonik (selain Doggie) di SPD karena tingkahnya. Xander adalah yang paling belang di timnya, karena aksennya paling kental, paling bisa dikenali. Sedangkan Adam, yah, Blogger masih gak begitu ngerti kenapa Kreator lebih milih datangin Adam daripada Tommy, tapi efeknya bagus sih---karena kalau Tommy, orang akan mikir dia melulu.
Yang membuat Blogger berpikir bahwa adegan Ranger veteran ini maksa adalah ... kenapa harus dari 5 tim yang berbeda? SPD dan terutama Mystic Force, Blogger paham. Tapi Ninja Storm, Dino Thunder, bahkan Mighty Morphin?

Ada beberapa hal maksa dan plothole kecil-kecil lainnya, tapi Blogger gak usah bahas itu.

Yang paling Blogger suka dari musim PR ini, selain tentang Once A Ranger (jadi Blogger punya love/hate relationship dengan episode ini), adalah tentang Mack Hartford. Rahasia tentang tokoh ini memang sudah berseliweran, apalagi karena Blogger nonton season 15 ini ketika season 26 sedang mengudara---BWAHAHAHAH BEDA 11 SEASON!!

Uhuk.

Blogger ulangi, rahasia tentang tokoh Mack memang sudah berseliweran. Jadi sebelum nonton episode satu, Blogger sudah tahu bahwa si Mack ini adalah seorang (atau sebuah) android, tapi dia gak tahu tentang jati dirinya itu, dan ingatan yang dipikirnya adalah ingatan masa kecil tersebut adalah hasil programan Andrew Hartford.

Yang Blogger suka bukanlah pada ide Mack adalah Android, melainkan pada bagian adegan-adegan yang menjembatani terungkapnya rahasia tersebut. Seperti, ketika halloween, Andrew tercengang melihat Mack pakai kostum robot. Memang reaksinya sulit ditebak, dan orang yang mungkin akan merasa itu biasa aja. Tapi itu adalah 'tanda' yang bagus. Kemudian pada bagian Andrew dan Spencer diskusi bahwa Mack tidak mungkin kena jampi yang membuatnya tidak beruntung, penonton jelas akan bertanya-tanya 'kenapa tidak mungkin?'.
Dengan kata lain, ide jati diri Mack ini bukanlah ide yang dimaksudkan hanya untuk satu episode saja. Mungkin eksekusinya masih kurang, tapi Blogger suka karena dalam satu season ini, Arc Mack tetap jalan walau di awal hanya sepenggal-penggal.

Tokoh Spencer juga adalah tokoh yang baik. Kalau kamu nonton di Youtube, Watchmojo pernah bikin daftar top 10 Mentor PR yang baik. Padahal, di season ini yang menjabat sebagai mentor resmi adalah Andrew (dan mungkin Sentinel Knight juga), tapi yang masuk daftar di sana malah Spencer yang adalah pelayan. Dan Blogger setuju. Spencer bukan hanya pelayan yang baik, bukan hanya pengasuh yang baik, tapi secara tidak langsung dia adalah seorang ayah yang baik bagi tim Overdrive bahkan termasuk Andrew sendiri. Dengan caranya, Spencer bijaksana dan tetap lembut. Dia bisa menasehati, tapi tidak memaksa, karena dia hanya membeberkan apa yang terjadi dan membiarkan orang yang dia nasehati itu berpikir lebih lanjut untuk langkah selanjutnya. Dengan kata lain, dia seperti Dimitria di Power Rangers Turbo.

Omong-omong, di season ini, Blogger senang karena Kreator kembali menggunakan tokoh dari berbagai profesi berbeda untuk disatukan dalam tim. Terakhir kali PR begitu kalah gak salah adalah Wild Force.

Sabtu, 04 Januari 2020

Once A Ranger

Itu adalah judul episode ke 20 dan 21 Power Rangers Operation Overdrive. Kalau gak salah, Blogger udah tiga kali nonton dua episode tersebut: pertama beberapa tahun lalu ketika Blogger bahkan pernah nonton SPD dan Mystic Force (hanya sekedar tahu eksistensi dua tim itu aja), kedua setelah baru nonton beberapa episode awal Mystic Force, ketiga adalah sambil nonton PROO perepisode.

Menurut trivia yang Blogger baca, team-up ini adalah salah satu yang mendapat respon terburuk. Padahal kalau menurut Blogger, ini adalah salah satu yang terbaik.

Pertama, 5 Ranger lawas dari 5 tim yang berbeda: Adam dari era Zordon, Tori dari PRNS, Kira dari DRDT, Bridge dari PRSPD, dan Xander dari PRMF.

Jika Mystic Force hadir, itu sama sekali bukan hal aneh karena memang sudah biasa ada satu episode di mana tim sebelumnya muncul---malah jadi pertanyaan kalau mereka gak ada. Sayangnya, kali ini yang datang hanya Xander, dan dia adalah Ranger lawas pertama yang menggunakan kemampuannya bahkan sebelum sosoknya terlihat.

Kehadiran Bridge cukup mengagetkan, tapi bisa diwajari. Wajar karena tidak ada team-up antara SPD dengan Mystic Force, ini disayangkan karena penonton tertarik dengan penggabungan konsep futuristik dengan magis. Mengagetkan karena tidak sangka akan muncul Ranger dari 2 tim sebelumnya, dan yang membuat kaget adalah warna kostumnya. Gini, pertama kali nonton episode ini, Blogger tahu Bridge adalah Ranger SPD Hijau padahal belum nonton, karena pengetahuannya hanya sebatas itu, sehingga Blogger sangat bingung kenapa dia jadi Ranger Merah---sudah dijelaskan juga tentang Sky tapi karena belum nonton SPD jadi bingung. Makanya sekarang ketika sudah nonton episode akhir SPD, Blogger jadi kaget dan bangga sendiri atas pencapaian Bridge---he deserves it. Terlepas tentang apa yang terjadi di belakang layar (tentang aktor Jack yang menolak ikut), Blogger lebih suka jalan cerita yang dijelaskan Bridge.

Kemunculan Kira dan Tori agak mengagetkan, karena keduanya bahkan lebih lawas dari Bridge. Mungkin karena mereka butuh 2 Ranger perempuan dari era Disney juga, dan kebetulan mereka berdua adalah satu-satunya Ranger perempuan di tim masing-masing? Bisa jadi. Dan mungkin di antara kelima Ranger lawas, Kira dan Tori-lah yang akan paling bisa segera kerja sama mengingat bahwa sebelumnya mereka sudah pernah kerja bareng. Kira dan Bridge pernah kerja bareng dua kali, tapi dua kali juga Kira (dan Dino Ranger lainnya) dihapus ingatannya tentang SPD, sedangkan Bridge (dan SPD lain) ingatannya hanya dihapus sekali.

Yang paling mengagetkan adalah Adam. Dia veteran, BANGET. Bukan Ranger original karena yang asli adalah Zack, tapi Blogger seneng banget akan kehadirannya. Cukup bertanya-tanya tentang kenapa bukan sekalian Zack aja, tapi pertanyaan itu langsung terhempas dengan rasa lega dan bahagia karena bukan Tommy yang diundang dalam tim gabungan ini. Kenapa? Karena Tommy sudah seperti dianakemaskan dalam serial ini, padahal dia bukan bagian dari 5 Ranger original. Di team-up yang menghadirkan lebih dari 2 tim, kalau gak salah sampai sekarang Tommy memang selalu muncul, selalu, kecuali yang ini, makanya Blogger sangat suka yang ini.

Kehadiran Alpha 6 pun di luar dugaan. Memang agak mengecewakan karena di awal Part 2 itu adegan Angel Grove hanya di bagian gudang saja, tapi memang Blogger sama sekali gak nyangka kalau Alpha 6 bakal dioperasikan lagi.

Dengan hadirnya 5 anggota dari 5 tim yang berbeda, Blogger jadi nostalgia kelima masa itu, karena masing-masing dari mereka setidaknya ada sebut sesuatu tentang season masing-masing. Dan trivia dari Blogger sendiri yang paling menarik dari Retro Rangers ini adalah, ketiga Ranger pria itu pernah jadi Ranger Hijau. Xander memang hanya punya satu warna yakni Hijau. Bridge, aslinya adalah Ranger Hijau, yang naik pangkat jadi Biru, lalu naik lagi jadi Merah. Sedangkan Adam, warna pertamanya Hitam, lalu jadi Hijau dua kali.

Kedua, tentang alur kedua episode ini, mungkin maksudnya nyambung dengan episode sebelumnya. Jadi karena suatu masalah, seseorang dari PROO mau mundur dari Ranger, tapi Spencer bilang bahwa sekali Ranger tetap Ranger. Akhirnya itu menjadi jargon untuk episode berikutnya (yakni episode ini) dan season-season setelahnya. Makanya dia 2 episode ini, ditunjukkan bahwa sekalipun musuh utama suatu tim Ranger telah ditaklukan, mereka tetap menjadi Ranger. Mengajari PROO bahwa mereka gak bisa berhenti jadi Ranger begitu aja. Tapi memang, rasanya agak maksa ketika yang dipilih adalah kelima Ranger yang bersangkutan, seperti ngacak aja.

Ketiga, banyak kritikus yang bilang bahwa adegan PROO keluar dari PR adalah hal yang buruk, seperti memperlihatkan soal sifat mudah menyerah. Itu memang benar, tapi bagi Blogger itu adalah hal yang realistis. Di awal episode Part 1 itu sudah diperlihatkan bahwa kekuatan Ranger mereka rusak, dan rusaknya bukan hanya pada morpher melainkan pada sistem di morphing grid. Tapi keenam Ranger masih terus bertahan tanpa kekuatan Ranger mereka. Nah, ketika tahu ternyata ada Ranger lain yang datang untuk menggantikan mereka dalam tugas ini, WAJAR kalau PROO jadi down dan memutuskan untuk pergi karena toh mereka pikir bisa apa. Justru kalau PROO gak keluar dan dari awal tetap keukeuh mau bantu, maka jargon once a ranger itu gak mengena. Itu menurut Blogger pribadi.

Omong-omong, Blogger saking senengnya dengan dua episode ini, sampai bikin fanfiksinya, hahahah. Dan Blogger sangat menikmati ketika mengetik semua chapternya, mungkin karena banyak taruh referensi untuk beberapa season karena sekali lagi, ini adalah gabungan 5 Ranger dari 5 tim yang berbeda, dan tayang di season lain.