Tampilkan postingan dengan label super sentai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label super sentai. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Juli 2020

Boukenger dan Operation Overdrive, gak beda jauh

Salah satu hal paling menarik yang Blogger suka dari Power Rangers Operation Overdrive adalah fakta bahwa (pada awalnya) Ranger Merah bukan manusia---malah robot. Dan ketika nonton GoGo Sentai Boukenger, Blogger jadi makin suka PROO gara-gara ide identitas Mack di serialnya termasuk orisinil (walau MUNGKIN saja itu terinspirasi dari serial sentai/tokusatsu lain, apalagi Kreator ngaku Mack merepresentasikan Pinokio, tapi setidaknya ide tersebut tidak diambil dari counterpartnya langsung).

Karena keseluruhan season Power Rangers bersangkutan (kecuali beberapa season, tapi mereka memang sudah diklarifikasi berasal dari timeline universe yang berbeda dengan alur utama), menurut Blogger PROO bagus, dan ini diperbagus dengan adanya episode Once A Ranger (yang cukup dibenci banyak penonton selain Blogger), dan disebutnya komponen dari season sebelumnya.
Sedangkan Boukenger, karena menjadi satu serial sendiri, daripada tentang menjadi Ranger, mereka jadi bebas omongin tentang petualangan mencari Precious.

Tapi secara keseluruhan, keduanya punya tema yang serupa: mencari barang berharga. Petualangan yang dialami Boukenger jelas lebih terasa, terutama karena barang yang mereka cari punya latar belakang masing-masing, ada ceritanya. Sedangkan petualangan PROO kurang terasa, seperti hanya setengah-setengah dan fanservice pada beberapa negara (yang sudah Blogger singgung di entri PROO), mungkin karena yang mereka cari sudah spesifik ke permata Corona Aurora.

Pemakaian footage dari Boukenger tidak buruk. Menurut Blogger, footage Sentai yang dipakai di PROO itu tidak berlebihan, dan Kreator mampu mix and match sesuai jalan cerita PR. Belum lagi, adegan di episode Boukenger itu ternyata tidak dipakai dalam episode PROO---tetap dipakai tapi di episode lain. Ada beberapa episode Boukenger yang tema ceritanya dipakai di PROO, ada juga beberapa tokoh yang mereferensikan dari Boukenger. Bagi Blogger, PROO ini adalah serial adaptasi Sentai yang cukup mendekati counterpartnya.

.

Akashi dan Mack cukup kontras, dan Blogger gak bahas tentang memang mereka beda spesies. Mack memang tampak lebih kekanakan, tapi Akashi memang lebih punya wibawa mungkin karena memang dari awal dia jadi ketua, bukan seperti Mack yang tahu-tahu bisa berubah menjadi Ranger. Latar belakangnya pun beda banget, apalagi karena Mack awalnya bukan manusia. Tapi, mungkin cuman perasaan Blogger, Akashi tidak punya plot twist---ada plot twist tapi bukan pada dirinya sendiri.

Masumi dan Will gak jauh beda, mungkin karena mereka sama-sama digambarkan sebagai tokoh penipu. Will lebih bisa membaur dengan timnya, mungkin karena dia gabung di hari yang sama dengan yang lain. Sedangkan Masumi terasa selalu paling beda di timnya walaupun dia bisa membaur saat bareng dengan yang lain. Relasi dengan Ranger Kuning adalah pembeda paling jelas. Sekali lagi, Will gabung PROO barengan dengan yang lain, tapi mereka gak ada yang saling kenal. Sedangkan Masumi gabung Boukenger sambil bawa Ranger Kuning-nya.

Souta dan Dax kelihatan banget kontrasnya. Dax tidak digambarkan tokoh yang pintar seperti counterpartnya. Lebih lagi, Dax tampak lebih main-main. Sedangkan Souta main-mainnya lebih ke urusan dengan perempuan, dan sifat serta otaknya seperti itu mungkin karena pernah jadi mata-mata. Relasi mereka dengan seorang Kunoichi, punya Souta lebih halus aja jalannya, kayaknya sih karena dia orisinil. Dax lebih kepada tokoh komikal.

Natsuki dan Ronny itu beda banget. Ronny bukan diperlihatkan tomboy banget atau gimana, tapi jelas tampak beda kalau disandingkan dengan Natsuki yang digambarkan sangat imut di timnya. Abaikan masa lalu mereka yang jauh banget, sifat mereka pun juga beda banget, apalagi sifat kompetitif Ronny karena dia memang sering lomba balap.

Sakura dan Rose kontras. Blogger cukup nyengir saat tahu BoukenPink bernama Sakura, karena ada kemungkinan nama 'Rose' itu untuk ada pendekatan dengan counterpartnya, sama-sama nama bunga. Tapi sifat mereka jelas beda. Sakura sangat textbook. Masalah kejeniusan, itu urusan Souta, tapi Sakura memang cakap apalagi karena dia wakil ketua di timnya. Sedangkan Rose dari awal hanya digambarkan sebagai seorang jenius di usia muda, bukannya punya daya analisis situasi yang baik. Dan Rose pun lebih easygoing jauh.

Takaoka dan Tyzonn kadang beda kadang enggak. Masalah latar belakang, jelas beda jauh. Tapi konsep Tyzonn yang berasal dari planet lain, lalu punya mantra dari planetnya, kemudian kena ilusi seakan semuanya mimpi, kelihatan bahwa konsep itu berasal dari Takaoka sebagai counterpartnya. Takaoka tampak lebih kuat, tapi Tyzonn jelas lebih punya sifat yang baik.

Zubaan dan Sentinel Knight jelas beda banget, dan Blogger gak ngomongin tentang cara mereka ngomong. Yang satu adalah Precious, yang tampak sebagai sidekick. Yang satu lagi adalah yang membentuk misi dan kelompok PROO. Dari status aja udah jauh. Tapi di PROO, jadi agak aneh karena setelah mendapat wujud asli, Sentinel Knight malah kayak tidak lebih kuat daripada tim Ranger.

Mr Voice dan Andrew sebenernya gak begitu kontras. Masalah latar belakang sih sudah pasti beda, tapi memang posisi tokoh mereka harus diisi.
Makino dan Spencer gak begitu beda juga. Jadi Andrew itu sebenernya malah lebih ke Makino, sedangkan Sentinel Knight kayak Mr Voice. Tapi kelebihan Spencer dalam menyamar itu mungkin diadaptasi dari Makino juga.

.

Untuk peran antagonis, saat nonton PROO, Blogger pikir kok rajin banget mereka bikin agar ada 3 (belakangan jadi 4) tim musuh. Eeeh ternyata memang aslinya di Boukenger begitu. Ryuuwon memang gampang diikutin, tapi Gajah gak bisa diadaptasi karena wajahnya manusia sehingga mereka harus bikin rupa baru atau membiarkan sang foot soldiers dari Gajah masuk jadi bawahan yang lain. Yaiba juga bisa langsung pakai kostumnya, sedangkan Shizuka harus dicari aktrisnya. Jadi dari segi tokoh antagonis, semua ikutin jumlah di Boukenger. Yang beda adalah relasi satu sama lain, lalu markas masing-masing.

Banyak episode PROO yang memang diadaptasi dari counterpartnya, tapi memang urutannya ngacak. Bagusnya ide episode yang bersangkutan gak langsung plek begitu aja oleh PROO, ada dibuat unsur Amerika-nya.

Blogger masih gak ngerti kenapa PROO banyak yang gak suka, padahal Blogger suka dengan konsep tokoh Mack, karena dibanding Ranger Merah pendahulunya ini kreatif. Memang rahasia Mack gak berperan langsung hubungan dalam pencarian permata, tapi itu jelas lebih membuat menarik dibanding melulu tim bergabung lawan monster dan menang.

Ide orisinil lain di Operation Overdrive adalah Battlizer yang 'alatnya' sebenernya ada dari serial Boukenger. Zaman In Space juga alatnya sama dengan counterpartnya, dan Blogger seneng season ini juga begitu.

BTW tadi tiap kali ngetik nama 'Akashi', hampir selalu ngetik 'Akaashi', mungkin karena belum move on dari Haikyuu.

Kamis, 09 Juli 2020

Akhir dari Boukenger, Mr Voice cewek?!

Yaelah, baru judul udah langsung spoiler. //hus

Power Rangers Operation Overdrive adalah salah satu PR yang Blogger suka sebagai serial adaptasi, dan mungkin itu gara-gara ada episode Once A Ranger yang padahal merupakan salah satu episode team-up yang tidak disukai penggemar kebanyakan. Tauk ah, Blogger kan anti-mainstream. Tapi sejujurnya, blogger jadi cukup semangat untuk nonton GoGo Sentai Boukenger.

---walau iya, sama seperti sebelum-sebelumnya, versi SS bikin geli padahal orisinil.
Enggak, entri ini bukan omongin perbandingan di antara mereka berdua, itu nanti aja.

Secara keseluruhan, tujuan Boukenger sangat jelas: mencari dan menjaga Precious. Jika diterjemahkan, 'precious' bisa berarti sebagai sesuatu yang berharga. Dan Blogger seneng ada episode yang menceritakan bahwa tim ini (sebenernya Akashi) keseringan memandang Precious hanya dari Hazard Level, sehingga mereka buta bahwa setiap orang punya harta karun tersendiri walau hal itu gak punya level hazard.

Serial ini dibuka dengan bagus, dimana lima Ranger utama sudah menjadi tim Ranger, tapi belum menjadi kesatuan karena BoukenBlack dan BoukenYellow baru bergabung. Menjelang akhir, kasus BoukenBlack dibuka lagi, sehingga episode satu dari serial ini memang mengaitkan relasi BoukenBlack dengan BoukenRed secara keseluruhan.

Pada pertarungan terakhir yang ada di 3 episode akhir, Blogger pribadi merasa kurang greget. Daripada menampilkan aksi yang seru, Kreator seakan lebih ingin memperlihatkan pentingnya hubungan sesama manusia, makanya ada tokoh Ryuuwon yang aslinya adalah manusia. Selain tentang kemanusiaan, ada juga tokoh Takaoka yang ibunya bahkan bukan manusia. Jadi dibanding action, Blogger lebih bisa melihat cerita tentang pengembangan diri para tokoh, atau pencarian jati diri.

Kembali ke bagian akhir serial ini, sekali lagi, tidak greget. Bukan berarti jelek. Dari jalan cerita tetap baik, tapi untuk serial yang secara umum memberi inti pertarungan Ranger vs Monster, ini tidak terasa epik.

Yang paling membuat Blogger seneng dari akhir serial ini malah munculnya sosok asli Mr Voice, walau Blogger kecewa karena hanya seperti itu. Maksudnya, sampai akhir banget, tim Boukenger tetap gak ada yang tahu wujud asli bos mereka (atau begitulah yang ada di layar, atau mungkin Akashi sebenernya tahu?). Padahal, Blogger ingin tahu bagaimana respon mereka terutama Takaoka saat mengetahui bahwa Mr Voice ternyata adalah seorang perempuan yang bahkan mungkin lebih muda daripada BoukenYellow. Karena bagaimana pun, bukan sekali-dua kali tokoh Mr Voice menyuruh Boukenger lebih fokus pada Precious dan mengenyampingkan sisi kemanusiaan.
Blogger juga ingin tahu tentang bagaimana dia bisa menjadi Mr Voice, kenapa dia membuat orang berintepretasi ia adalah laki-laki? Iya, di wiki ada, tapi Blogger ingin penjelasan dan cerita yang jelas secara canon dalam serial utama yang berjalan.

Lalu, di bagian epilog, kirain cuman Blogger, tapi ternyata Mr Voice pun nge-ship Akashi dan Sakura. Iya, Blogger geregetan sendiri, karena walaupun samar parah banget, tapi Blogger bisa ngelihat hint tentang mereka berdua.

Sabtu, 06 Juni 2020

Magiranger dan Mystic Force, beda kok.

Iya, yang satu Power Rangers, yang satu Super Sentai, cuman maksud judulnya bukan itu.
Sebelum terjun ke Mahou Sentai Magiranger, saat hanya nonton Power Rangers Mystic Force, Blogger termakan perkataan berbagai situs semacam wiki yang menyatakan bahwa PRMF  terlalu menganakemaskan Ranger Merah karena di counterpartnya juga begitu. Padahal, setelah Blogger tonton, porsi MagiRed sebelas-dua belas dengan Ranger lain. Mungkin karena Kai adalah anak termuda di keluarga Ozu, makanya dia bisa sedikit lebih istimewa. Padahal kalau dilihat, porsi Makito di serialnya juga lumayan loh, mungkin karena dia anak tertua. Sedangkan di PRMF, porsi Xander termasuk yang paling sedikit.

Kedua serial ini sama-sama mengangkat tema fantasi. Dari segi konsep, jelas Magiranger menang jauh, karena mereka orisinil, sehingga konsepnya kuat. Dari pengembangan cerita, Magiranger juga lebih baik. Mystic Force bisa menang di hati Blogger hanya karena gak terasa kegelian yang muncul di Magiranger. Tentang bagaimana Ranger bisa mendapat mantra baru, Blogger lebih suka PRMF, mungkin karena Magiranger menggabungkan fantasi dengan dongeng yang padahal konsep dongeng sudah pernah dipakai dengan sangat kental di Gingaman. Tapi yang paling Blogger lebih suka PRMF daripada Magiranger adalah tentang tongkat sihir mereka.

Gini, di Magiranger, saat tidak menjadi Ranger, tongkat sihir mereka dari awal dalam bentuk ponsel. Ketika menjadi Ranger, barulah menjadi magic staff. Rasanya agak gimana gitu, kok sihir keluar dari ponsel.
Kegelian itu terasa diperbaiki di PR. Jadi tongkat sihir awal para Ranger ya dalam bentuk tongkat sihir jadul yang, sesuai kata para Ranger, malu-maluin banget kalau mereka keluar bawa-bawa tongkat begituan. Maka dari itu Udonna mengubah tongkat kayu mereka menjadi ponsel.
Jadi konsep sihir PRMF menang di hati Blogger, karena PRMF lebih bisa mengusung tema 'sihir di dunia modern' daripada yang dilakukan Magiranger.

Genre keluarga yang muncul di Magiranger masih kalah dari GoGoFive, seperti yang Blogger pernah singgung di entrinya sendiri. Disandingkan dengan Mystic Force, kekeluargaan Magiranger jelas menang, karena di PRMF yang keluarga hanyalah Madison-Vida, serta Nick-Udonna-Leanbow yang dijadikan plot twist dengan ala kadarnya. Di situ Blogger bisa memaklumi tentang Nick, yang Ranger Merah, dianakemaskan dalam serial. Di Magiranger mungkin Kreator bermaksud melakukan yang sama pada Kai, tapi karena mereka berlima memang bersaudara, jadinya hal tersebut gak begitu ditonjolkan.

Nick dan Kai sangat kontras, dan Blogger sama sekali gak singgung tentang umur. Kedewasaan mereka jelas beda, itu karena umur. Tapi masalah sifat, Nick jelas lebih kalem daripada Kai, mungkin karena Nick adalah 'orang baru' di antara rekan-rekannya, sedangkan Kai memang satu keluarga dengan Ranger lainnya. Kai lebih out-going dan slengekan. Jadi kalau kamu lihat kostum Ranger Merah di PR ini dengan gaya cacing kepanasan, itu karena footagenya Kai.

Tsubasa dan Chip cukup kontras. Di SS, Tsubasa digambarkan agak keras dan liar, beda banget dengan Chip yang bagaikan anak bawang. Gak bohong, Chip inosen banget. Adegan paling konstras mungkin ketika Ranger Pink jadi vampir (sampe-sampe Blogger bikin fanfiksi tentang episode itu). Kalau nemu Ranger Kuning di PR ini dengan gaya cool, itu berarti footagenya Tsubasa ya, wkwkwk.

Urara dan Madison mungkin yang paling tidak kontras. Cuman, Urara lebih pendiem dibanding Madison yang hanya pemalu aja. Di footage sebagai Ranger pun tidak terasa aneh sama sekali.
Houka dan Vida juga tidak begitu kontras, kok, cuman mungkin Houka lebih terlalu main-main, sedangkan Vida tomboy. Relasi Urara-Houka tidak seerat Madison-Vida, mungkin karena di Magiranger itu mereka saudara berlima, sedangkan Rocca bersaudara hanya berdua.

Makito dan Xander kekontrasannya gak begitu kelihatan, dan Blogger gak usah omongin tentang aksen bicara Xander yang paling beda dari yang lain. Dibanding Makito, Xander memang lebih gak banyak gibah ke rekannya, mungkin karena Makito ceritanya adalah anak pertama. Dan Xander itu genit, beda banget dengan Makito yang mati kutu saat dengan gebetannya.

Hikaru dan Daggeron, dari segi sikapnya terhadap para murid sebenernya gak beda kok. Masalah Hikaru nikah dengan Urara serta Madison yang diberi hint suka Nick itu memang agak mengejutkan sebagai pembanding ya. Sebenernya Hikaru gak genit kok, cuman mungkin lebih memerhatikan penampilan dibanding Daggeron. Sedangkan Daggeron sendiri, mungkin karena ada Udonna di markas, dia terkesan serius (tapi tidak kaku) dalam menjalani perannya sebagai mentor, baik dalam wujud Ranger maupun bukan.

Udonna dan Miyuki bisa dibilang kontras dan gak kontras. Keluarga Ozu berjuang mati-matian dalam karena menyaksikan sendiri ibu mereka dikalahkan, sehingga setelahnya mereka harus bahu-membahu sebagai keluarga. Sedangkan di PRMF, Udonna hanya kehilangan kekuaatannya, dirinya masih bisa bersama Ranger untuk ngajarin ini-itu. Motivasi Ranger di PRMF hanya untuk mengalahkan monster aja.

Leanbow dan Isamu  juga gak begitu beda. Cuman feelnya agak kurang terasa di PRMF karena Isamu ceritanya adalah ayah dari kelima Ranger inti Magiranger. Sedangkan di Mystic Force, Leanbow hanya terasa sebagai salah satu pengungkapan rahasia.

Necrolai dan Vancuria, dalam wujud Ratu Vampir, tidak begitu berbeda. Tapi NightMare jelas kontras dengan Necrolai, gak perlu dijelasin lagi.

Hal pembeda yang Blogger suka di PRMF adalah Leelee Pimvare. Di awal kemunculannya, Leelee hanya dipandang sebelah mata, tapi ternyata ceritanya dia anak Necrolai. Bahkan dikasih character development pula. Makanya Blogger lebih suka dengan akhir Mystic Force daripada Magiranger, terutama tentang 'bertobatnya' Necrolai dibanding Vancuria. Omong-omong, kalau masih ada yang belum sadar, PIMVARE itu hanya mainan kata dari VAMPIRE.

BATTLIZER!!
Itu, astaga, bahkan Fire Heart di markas Mystic Force adalah footage PR orisinil. Blogger seneng banget. Dan gak sampai di situ, sisik naganya juga dipakai di season selanjutnya. Iya oke, adegan sisik di Operation Overdrive itu footage dan ide Boukenger juga, tapi Blogger seneng banget Fire Heart punya Arc-nya sendiri di Mystic Force.

Jika mengabaikan bagian Nick jadi anak emas, Blogger suka banget dengan season PR ini. Bagian Mystic Rangers terdampar di dunia dunia alternatif pun, itu adalah bukti season ini digarap dengan cukup serius, karena mereka pakai footage SS gak sembarangan.

Sabtu, 23 Mei 2020

Akhir dari Magiranger pertarungannya kurang all-out

Blogger nonton serial Mahou Sentai Magiranger ini sama seperti serial SS lain, yakni kenonton versi PRnya duluan. Secara pribadi, Blogger lebih suka akhiran Power Rangers Mystic Force daripada Magiranger, tapi Blogger akan omongin itu di entri perbandingan. Pada entri ini, Blogger akan berusaha untuk hanya omongin 3 episode akhir Magiranger.

Hikaru x Urara kurang begitu terduga. Iya, tahu, pasti ada aja yang langsung ngeship mereka sejak Urara cium Hikaru versi katak, tapi setelahnya tidak begitu ada tanda-tanda bahwa mereka berdua bakal tertarik lebih dari hubungan guru-murid dan sampai menikah pula. Tapi, kalau omongin akhir dari serial ini, adegan yang paling bisa Blogger ingat malah tentang hubungan kedua orang ini. Ya tentang mereka berdua pergi kencan (gara-gara Hikaru harus balik Magitopia), pernikahan, lalu ketika Hikaru dan Isamu mati suri.

Blogger paham, sesuai dengan trivia yang ada, bahwa serial SS ini terinspirasi oleh dongeng fantasi, sehingga amat sangat banyak hal geli yang Blogger lihat di season ini. Pergelutan yang terjadi malah tidak seepik kisah-kisah fantasi yang diharapkan.

Iya, genre family mungkin jadi unsur utama selain fantasy di sini, tapi mengingat pernah ada GoGoFive, jelas familynya kurang terasa karena kegelian yang terjadi. Oke gak usah bandingin dengan season lawas, tetap aja, kurang greget gitu.

Fantasynya sangat kental, tapi bikin geli. Familynya menjadi alasan pertarungan ini terjadi, tapi kurang greget. Semua terasa dipaksakan menjadi kesatuan saat bertarung melawan monster sampai paling akhir (makanya blogger lebih bisa pilih Mystic Force). Eeeehh, tetiba di 3 episode akhir dimunculkan romance Hikaru x Urara. Itu bukan adegan yang buruk sama sekali, tapi semua seperti dipaksa menjadi satu.

Selebihnya, Blogger suka epilognya, tentang keluarga Ozu menjadi utuh lagi (seperti GoGoFive) bahkan Hikaru yang awalnya adalah murid Isamu sekaligus guru Ozu bersaudara kini menjadi seorang Ozu juga. Epilog bagian Kai pun Blogger seneng walau cukup mengejutkan.

Rabu, 08 April 2020

Dekaranger dan SPD, konsepnya serupa

Mulanya, saat pertama kali ditayangin di saluran televisi swasta, Power Rangers SPD sama sekali tidak masuk jajaran serial PR favorit Blogger, dan itu mungkin karena nonton dubbing bahasa Indonesia dan nontonnya gak penuh alias lompat-lompat. Tapi, ketika mulai kenalan dengan channel Watchmojo dkk di Youtube, setiap ngomongin top 10 PR, ada aja kesebut SPD (dan RPM juga) sebagai season yang baik, Blogger bahkan kaget terutama ketika mereka jadiin Sky sebagai Ranger Biru terbaik. Gara-gara itu, Blogger jadi penasaran dan semangat untuk nonton perepisode. Ternyata bener, kalau nonton secara utuh, SPD memang bagus, terutama untuk character development. Gara-gara itu, Blogger jadi lumayan semangat nonton Tokuosu Sentai Dekaranger.

Blogger tahu bahwa karakter Doggie itu pasti bawaan dari Dekaranger, karena dia bisa berubah jadi Ranger. Tapi yang membuat Blogger kaget, saat nonton Super Sentai Strongest Battle, ternyata kostum Doggie di SPD itu beda dengan kostum di Dekaranger, dan itu baik.

Markas Ranger, walau segala macam konsep ruangannya dibuat sama, tapi pihak PR bisa membuat set sendiri. Settingan para Ranger pun dibuat mirip. Jalan cerita inti dari Dekaranger didaurulang biar bisa nyambung dengan cerita SPD---maksudnya, sedikit banyak ikut konsep A, tapi gak sampai plek A. Memang seragam polisi SPD niru Dekaranger, tapi itu gak membuat serta-merta mereka seenak jidat pakai footage Jepang untuk adegan yang sekilas-sekilas tanpa kostum Ranger.

Lalu tentang markas lawan pun juga hasil kreasi Kreator PR, mungkin karena antagonis utamanya orisinil--dan episode terakhirnya pun orisinil sekali pun konsep yang terjadi pada markas itu dari Dekaranger. Keberadaan karakter Mora/Morgana di SPD, yang padahal bukan muncul dari awal Dekaranger, juga baik, apalagi saat ada episode Sam yang diadaptasi dari counterpartnya. Mora yang deketin Sam masih lebih bisa masuk akal daripada dideketin oleh monster.

Tentang Ranger-nya sendiri untuk beberapa hal memang diadaptasi dari counterpartnya, tapi selebihnya, terutama Jack di akhir episode, itu bagus.
  • Ban dan Jack tidak begitu kelihatan kontras. Alurnya mirip, tapi detilnya beda. Seperti, Ban dan Jack sama-sama anggota terakhir timnya, tapi Ban sejak awal sudah jadi Ranger lalu ditugaskan gabung tim Dekaranger di bumi, sedangkan Jack memang orang luar sama sekali. Sifat pamer Jack sebenernya gak begitu ada, dia lebih kepada main-main, jadinya sifat santainya mungkin turun dari counterpartnya. Bagian akhirnya, ketika Ban keluar dari tim Hoji dkk, itu juga diadaptasi jadi versi SPD, bedanya cuman detil Jack beneran keluar dari kepolisian yang itu berarti penokohannya konsisten.
  • Hoji dan Sky mungkin yang paling tidak kontras (kalau Doggie gak dihitung). Secara garis besar, Sky digambarkan sebagai yang paling cool, seperti counterpartnya. Sama-sama dibuat sebagai yang tampak paling diandalkan dalam hal skill. Memang susah untuk otak-atik karakter yang seperti ini. Tapi Blogger sangat seneng ketika pihak PR memutuskan menambah cerita masa lalu Sky, terutama tentang betapa dia ingin menjadi Ranger Merah, sedangkan kisah itu gak ada di SS, berarti cerita yang itu menjadi original. Cerita tentang Genio/Mirloc malah disesuaikan untuk masa lalu Sky, padahal kalau nurutin counterpartnya harusnya itu Arc Sam.
  • Sen-chan dan Bridge sekilas hanya kontras di postur badan. Keduanya macam sweetheart di masing-masing tim, dan masing-masing adalah favorit Blogger secara pribadi. Gaya berpikir Bridge diadaptasi dari counterpartnya, dan itu gak masalah. Walau Sky dan Hoji digambarkan sebagai yang paling pandai, nyatanya memang Sen-chan dan Bridge justru adalah anggota yang paling cerdas untuk menganalisi dan mencari suatu jawaban. Bedanya, Sen-chan jelas lebih kalem, dan daya analisisnya lebih bagus. Bridge lebih kekanakan, dan kejeniusannya lebih kepada dalam menggunakan elektronik.
  • Jasmine dan Z perbedaannya gak begitu mencolok, tapi mereka adalah 2 pribadi yang beda banget. Jasmine jelas lebih dewasa daripada Umeko, tapi Z sendiri bukannya kekanakan melainkan memang dari latar belakangnya dia seperti itu. Kemampuan lebih mereka juga dibuat beda, dan Blogger gak ngerti kenapa dibuat beda begitu---padahal toh SPD ketika menjadi Ranger, kekuatan tambahan mereka (kalau gak salah) gak dipake. Bagian tentang anak kecil yang kemudian menjadi Omega Ranger, itu sama-sama dikasih ke Ranger Kuning, padahal di Dekaranger anak itu beda orang dengan DekaBreak.
  • Umeko dan Syd gak begitu beda, tapi lebih kontras daripada Hoji dengan Sky. Umeko sangat kekanakan, sedangkan Syd lebih ke terlalu feminim. Intinya, mereka berdua digambarkan sebagai tokoh yang dianggap gak sesuai untuk menjadi polisi. Arc RIC sama-sama dilempar ke Ranger Pink, mungkin karena footage pertarunganya seperti itu, bagian Ranger Merah dan Pink mengintai di apartemen juga sama, tapi setidaknya footage unmorph mereka masih orisinil.
  • Tetsu dan Sam cukup beda, tapi gak begitu menonjol mungkin karena selama menjadi Omega Ranger selain episode terakhir Sam gak begitu muncul kecuali kalau bertarung lawan monster. Masa lalu ini-itu kurang bisa dibandingin, karena bahkan latar belakang mereka beda, soalnya anak kecil yang pernah ditolong Ranger Kuning itu perannya beda di Dekaranger dan SPD.
  • Doggie di Dekaranger dengan SPD gak begitu beda. Kalau pun beda, selain masalah kostum tokoh, mungkin yang paling terlihat adalah bagian masa lalu mereka. Di Dekaranger, walau gak ditegaskan bahwa itu canon, tampak bahwa Doggie punya perasaan untuk Swan. Sedangkan di SPD, kalian gak bisa sembarangan ngeship Doggie dengan Kat, karena Doggie punya istri yang belakangan diperlihatkan ternyata masih hidup selama event SPD berlangsung. Masalah sifat, menurut Blogger, versi SPD itu lebih strict, sedangkan versi Dekaranger itu lebih komikal mungkin karena ikutin serial SS sendiri yang memang terasa lebih ringan dibanding apa yang terjadi di PR.
  • Swan dan Kat cukup kontras padahal posisi mereka sama. Arc yang mereka lalui rata-rata terasa sama aja. Cuman Kat lebih anggun daripada Swan yang jelas lebih ramah, mungkin itu juga karena disesuaikan dengan kondisi tim masing-masing. Di Dekaranger sendiri, mungkin gak disuruh, tapi Swan tampak sering menjamu tim dengan makanan dan minuman yang dia bawa sendiri dan disajikan ke depan masing-masing anggotanya, padahal kalau berdasarkan endgame episodes, ruangan pribadi Swan (yang hampir gak pernah dia tinggalin kecuali kalau mau ke ruang komando, sebab dia mau laporan ini itu hanya lewat layar) gak terbilang dekat dengan ruang komando. Sebaliknya, Kat selain menjadi mekanik juga seakan merangkap menjadi sekretaris pribadi Doggie yang sering ada di ruang komando dan kadang ada di labnya sesuai adegan yang dibutuhkan.

Bagian awal dari SPD menurut Blogger lebih baik daripada Dekaranger, mungkin karena selama 12 season sebelumnya belum pernah ada seorang kriminal (dalam hal ini pencuri) menjadi Ranger. Dramanya juga didukung dengan Sang Ranger Biru yang kecewa parah karena dirinya hanya Ranger Biru sedangkan Si Pencuri malah jadi Ranger Merah. Kalau SPD gak pakai konsep warna menentukan angka urutan anggota/posisi dalam tim seperti yang terjadi di Dekaranger, maka dramanya gak bakal ada.
Sedangkan di Dekaranger, semua sudah jadi Ranger, cuman beda tim, lalu semua (Ban dan Tetsu) dipaksa bergabung dengan yang lain (tim cabang bumi). Yang membuat adanya untuk ditonton hanya bagian latar belakang masing-masing tim dan character developmentnya, karena pada dasarnya Dekaranger itu memang sudah jadi seperti itu. Beda dengan SPD yang mereka bisa terpilih karena 'takdir' turunan orangtuanya.

Bagian akhir dari Dekaranger lebih baik daripada SPD. Footage DekaBase dijajah mungkin terpakai, tapi alurnya dibuat beda. Sampai saat ini, Blogger masih kagum dengan Dekaranger yang harus berjuang tanpa Doggie dan Swan sama sekali. Mereka harus belajar menentukan harus apa, harus ke mana, bikin morse yang sudah dipelajari, siapa yang harus ke mana, siapa yang harus jadi decoy---dan semua itu ditentukan tanpa berembuk bareng-bareng karena memang mereka terpaksa berpencar. Itu keren banget sih.
Sedangkan di SPD, konsep Tim A dan Tim B itu keren banget walau kostum Ranger Tim A terkesan daur ulang. 'Diselamatkannya' Tim A adalah pemicu endgame episodes, dan itu sangat bagus dan orisinil mengingat markas lawan, Bos Utama dan Tim A adalah karya orisinil PR. Yang disayangkan adalah cara Doggie melawan Gruumm: DITONTON ORANG SPD DI LAPANGAN PARKIR ASTAGA KAYAK APAAN. Sebenernya pertarungan itu bukan tanpa konsep---ADA BANGET, ada ceritanya tersendiri dan itu bukan tiba-tiba. Jadi kan ceritanya Gruumm dari awal SPD udah benci Doggie terutama karena hilang satu tanduk, lalu mau balas dendam sepanjang season ini. Dan di akhir episode, bukannya terbalas, malah tanduk satu lagi terpotong pula oleh Doggie lalu dipenjara. Itu cerita yang bagus, tapi adegannya kalah epik jauh dari Dekaranger.

Untuk epilog, Blogger suka keduanya, gak bisa milih. Dekaranger itu epilognya konsisten dengan omongan-omongan tokoh selama cerita berjalan, jadi gak asal ngomong aja, terutama bagian Ban. Sedangkan SPD juga konsisten tapi lebih tentang penokohannya terutama Jack---dan lagi Bridge itu bikin bangga banget, he deserved to be promoted!

Tapi, secara keseluruhan cerita, mungkin Blogger lebih suka SPD, karena konsepnya lebih jelas. Dekaranger juga jelas, kelihatan tentang mereka berjuang demi dan dari apa, bukan sekedar monster muncul lalu dikalahin. Tapi memang SPD motif perjuangan tim protagonis dan antagonis lebih keluar. Tiap karakter pun juga tergambar dengan greget, jadi bukan asal muncul. Penokohan konsisten walau iya character development tetap ada, terutama untuk Jack dan Sky.

Selain tentang kematangan konsep keseluruhan SPD, yang patut disukai dari season itu adalah banyak hal orisinil.
  • Pertama, seperti yang sudah disebut sebelumnya, yakni Grumm serta markasnya. Di Dekaranger, yang menjadi bos adalah Abrella, sedangkan di SPD itu Broodwing hanya anak buah Grumm yang menyediakan robot raksasa untuk dipakai lawan Megazord. Musuh Dekaranger juga gak punya markas tersendiri. Kehadiran Morgana, yang sebenernya punya counterpart, adalah wujud usaha lebih dari pihak PR, karena wujudnya sebagai Mora.
  • Kedua, Sam sebagai Omega Ranger. Di timeline PR, SPD itu beda alur, mereka ada di masa depan, beda dengan Dekaranger yang ada di masa berjalan. Walau SPD berlatar di masa depan (kita), Omega Ranger didatangin dari masa depannya lagi, beda dengan Dekaranger di mana DekaBreak itu dari masa yang sama dan beda cabang aja. Itu pun, yang membuat SPD orisinil adalah kisah anak yang punya kemampuan yang ditolong Ranger Kuning di episode awal---di Dekaranger, anak itu hanya muncul di episode yang bersangkutan, sedangkan di SPD anak itu muncul lagi dari masa depan dalam bentuk Omega Ranger, dan kisahnya selama di markas SPD dibuat beda terutama karena dia gak unmorph sampai episode terakhir.
  • Ketiga, sudah disinggung sebelumnya, tentang Mirloc atau Genio. Versi Dekaranger, ini Arc Tetsu, sedangkan di SPD merupakan Arc Sky. Kalau hanya begitu, itu bukan orisinil. Tapi apa yang dilakukan Mirloc pada ayah Sky beda dengan yang dilakukan Genio terhadap orangtua Tetsu. Belum lagi latar belakang Sky dan Tetsu beda. Makanya Arc Sky tersendiri aja udah bagus.
  • Keempat, tokoh Isinia. Dia memang penghancur kapal Doggie x Kat, tapi itu menjadi motif tersendiri untuk Doggie versi SPD. Di Dekaranger sendiri enggak ditegasin, kok soal Doggie x Swan. Tapi kostum tokoh Doggie sendiri berhasil dibuat orisinil, bukan main pinjem dari SS, dan mereka masih nekad bikin kostum satu lagi untuk Isinia.
  • Kelima, Arc Tim A, serta perempuan sebagai Ranger Merah. Sekali lagi, kostum Ranger mereka hasil daur ulang. Tapi kisah Tim A-Tim B tidak pernah ada di Dekaranger. Jadi perasaan Jack dkk tentang mereka hanyalah tim nomor dua di SPD itu orisinil PR yang gak bakal kamu temukan di Dekaranger. Itu memberi drama tambahan. Belum lagi, inget ya bahwadi SPD itu warna menentukan posisi dalam tim, dan di Tim A itu yang jadi Merah adalah perempuan. Tim A, Merah, perempuan. Berarti Kadet nomor satu yang dimiliki SPD adalah seorang perempuan. Sky, yang di episode satu merendahkan Syd yang adalah perempuan, masih kalah oleh Charlie yang lebih dulu jadi Ranger Merah.
  • Terakhir, battlizer. Ini udah biasa sih di PR. Dan sejujurnya, Blogger kurang suka kostum battlizer di season ini. Tapi yaudah lah, PR sudah berusaha untuk membuat sesuatu eksklusif punya mereka sendiri.

Wow, oke, Blogger sama sekali gak nyangka ngetiknya sampai sepanjang ini, mungkin karena bagian kekontrasan tim Rangernya lebih banyak bacotan lebih dari biasanya.

Kamis, 02 April 2020

Akhir dari Dekaranger konsisten

Blogger agak semangat saat nonton Tokusou Sentai Dekaranger, mungkin karena Blogger sendiri cukup suka dengan SPD. Masalah perbedaannya bakal ada di entri selanjutnya ya.
Bagian akhir dari serial ini, seperti biasa di episode kedua atau ketiga dari belakang, terjadi kekalahan besar yang menggantung dan baru akan terjawab di episode akhir. Tapi sejauh ini, terhitung dari Zyuranger, Blogger paling suka tentang apa yang terjadi pada markas Dekaranger. Memang GoGoV itu menghangatkan hati bagian akhirnya, tapi yang Blogger omongin adalah markasnya.

Kalau markas dihancurkan, memang sudah biasa. Tapi karena DekaBase itu juga berfungsi sebagai megazord, terlalu sayang untuk dihancurkan, sehingga musuh pun memanfaatkan si robot besar untuk menghancurkan kota. BTW, Blogger kurang suka pada bagian menghancurkan kota, karena terlalu klise dan setelahnya gak pernah ada adegan pembangunan/perbaikan terhadap kota padahal ada adegan reruntuhan dan api di mana-mana.

Bagian DekaBase dijajah itu adalah salah satu adegan akhir favorit Blogger. Adegan 5 Ranger (karena minus Tetsu yang bertarung pakai megazord) di dalam DekaBase dalam rangka rebut kembali itu juga bagus. Blogger sangat suka ketika Sen pakai kode yang hanya bisa dimengerti anggota mereka---kalau Narator gak ngomong apa-apa, Blogger juga bingung. Blogger juga suka banget, sekaligus mengganggap itu adalah adegan yang menyedihkan, ketika Umeko menghubungi Doggie untuk lapor mereka udah ngalahin Abrella lalu inget bahwa Sang Bos udah gak ada (yah, ujungnya ternyata dia selamat)---itu adegan yang menyayat hati, tapi cukup realis mengingat memang selama ini mereka selalu lapor ke Doggie kalau misi sudah selesai.

Tapi, bagian di episode akhir Dekaranger yang membuat Blogger bisa bilang konsisten, adalah ketika Ban bener jadi bagian DekaFire. Hal itu memang sudah diomongin di bagian akhir episode 47, lalu selama episode 48 secara penuh isinya tentang dilema Ban. Endgame mulai dari episode 48, berarti memang bagian Ban jadi DekaFire itu bukan main-main. Tapi, pembicaraan itu dimulai dari episode 47, sebelum endgame, dan di episode 49 pun kalau gak salah gak ada omongan. Makanya ketika di episode 50, Blogger sempet lupa perihal DekaFire, sampai kemudian di epilog ternyata benaran Ban sudah pindah regu. Menurut Blogger, walau agak disayangkan karena dia gak satu tim lagi dengan tim Dekaranger, tapi berarti apa yang dibicarakan sebelum episode akhir itu bukan sekedar asal ceplos aja.

Blogger belum nonton 10 Years After, jadi kalau ternyata film itu gak konsisten dengan apa yang ada di episode 50, yah, ya sudah.

Omong-omong, bagian akhir, kata-kata terakhir Abrella menarik:

"Don't think it'll end by defeating me! As long as people exist in the universe, crime will never disappear! Everyone possesses the same ambition that I do!"

Kurang lebih artinya:

"Jangan berpikir ini akan berakhir hanya dengan mengalahkanku! Selama manusia ada di dunia, kejahatan tidak akan lenyap! Semua orang yang punya ambisi yang sama denganku!"

Yang membuat menarik adalah, kata-kata tersebut benar. Ironinya, kata-kata tersebut diucapkan dalam serial yang ditargetkan untuk anak-anak. Padahal memang benar loh. Kadang ambisi yang terlalu besar itulah yang menghancurkan apa yang di sekitar kita. Makanya Super Sentai-Power Rangers-Kamen Rider dan semua film/serial pahlawan terus diproduksi, karena ya Kreator berhasil memunculkan tokoh penjahat baru. Adaaa aja tingkah penjahat masa kini.

Kamis, 30 Januari 2020

Dino Thunder dan Abaranger

Episode kesembilanbelas Power Rangers Dino Thunder memang geli ya. Blogger sudah nonton tiga kali episode tersebut sebelum akhirnya benar nonton serial Bakuryuu Sentai Abaranger. Saat awal nonton Abaranger, vibenya beda dengan Dino Thunder ya, mungkin karena dibanding Power Rangers memang Super Sentai itu terasa lebih ringan padahal temanya belum tentu lebih enteng. Seriusan, Abaranger itu omongin tentang Another Earth yang mungkin akan kandas seperti Dino Earth, berikut dengan drama-drama sampingan sambil berjalannya cerita. Tapi Dino Thunder, walau memang tentang Ranger vs Monster demi melindungi bumi, mereka lebih gak ada unsur komedi.

Dino Thunder sama sekali bukan season PR favorit Blogger, malah musim satu itu terkesan sangat menganakemaskan tokoh Tommy Oliver seperti yang pernah Blogger singgung di entri PRDT sebelumnya. Jadi ketika nonton Abaranger, rasanya biasa aja, paling mungkin agak semangat gara-gara pengen tahu dialog dan situasi asli episode SS yang dipakai di Dino Thunder.

Penokohan sangat berbeda, jadinya dari segi karakterisasi season ini lebih baik daripada Ninja Storm.
Ryuga dan Conner jelas beda. Silakan bayangin Conner jadi slengekan dan out-going kayak Ryuga. Bisa? Sama, Blogger juga gak bisa. Bahkan ketika sisi lain Conner terungkap, bukannya makin seperti counterpartnya, malah menjadi semakin serius. Dibanding Ranger lain, Conner memang yang paling santai, tapi tidak seperti Ryuga.
Yukito dan Ethan juga beda jauh. Penempatan sebagai Ranger Biru adalah yang paling pendiam dan tampak paling intelektual masih sama. Tapi Yukito benar-benar dingin, malah kalau harus dipilih, Blogger berpikir dia lebih seperti Conner daripada Ethan.
Ranru dan Kira mungkin yang paling tidak terlalu berbeda. Maksudnya, Ranru adalah mantan calon artis yang memutuskan untuk tidak melanjutkan karir di dunia hiburan, sedangkan Kira justru terus ada di dunia hiburan sebagai penyanyi. Kegotikan Kira tidak terlalu menonjolkan perbedaan dengan counterpartnya, tapi Ranru memang tampak lebih fleksibel. Dan lagi, di timnya, Ranru menjadi yang paling pintar (bukan tampak terintelektual, melainkan benar terpintar), sedangkan Kira tampak biasa saja.
Asuka dan Tommy posisi dalam tim bisa dianggap sama. Jadi mereka bagaikan senior untuk tim ini. Bedanya, Asuka adalah seorang survivor dari asalnya, lalu punya pengetahuan lebih tentang ke-abaranger-an karena memang asalnya adalah dari dunianya. Sedangkan Tommy adalah Ranger veteran yang mempelajari Dino Gem, sehingga sudah sepantasnya jika dia yang paling tahu tentang ini---dan apalagi karena umur dan profesinya menjadi guru, wajar kalau dia menjadi mentor, dan ini beda dengan Asuka.
Mikoto dan Trent dan Klon Ranger Putih itu kadang sesuai kadang enggak. Di awal, ketika Trent masih menjadi antagonis, dia lumayan menyerupai Mikoto. Tapi karena ceritanya Trent ini sebenarnya orang baik-baik, setelah gabung dengan yang lain itulah dia baru beda banget dengan Mikoto.

Untuk logo pada komputer Tommy di markas, itu sama seperti logo yang ada di Dino House, dan Blogger gak masalah karena toh lambang di kostum Ranger juga seperti itu. Tapi setting markas Ranger dan lawan berbeda banget ya dengan counterpartnya. Walau monster mingguan serta footage petarungan masih dari SS, PRDT cukup punya banyak keorisinilan, dan Blogger pikir budgetnya pasti juga lumayan.

Tidak ada Ranger eksklusif, dan latar tempatnya juga cuman gonta-ganti lokasi antara markas Tommy - markas Mesogog - sekolah - Cyberspace. Di luar itu hanya sesekali, disesuaikan dengan cerita dan sambungan footage. Foot soldiers juga punya PR sendiri, walau memang ada episode di mana pakai foot soldiers di Abaranger, lalu menjelang akhir juga mungkin karena budget makin menipis sehingga pakai footage Abaranger vs Barmia Soldiers.

Konsep Mesogog mungkin maksudnya ingin ikutin konsep dari Dezumozorlya yang butuh tubuh inang. Tapi adegan di markas Mesogog jelas gak bisa pakai footage SS karena yang serupa hanyalah Zeltrax yang kostumnya sama dengan Armor of Darkness.
Footage Elsa jelas gak ada di Abaranger, karena bahkan Jannu itu kostumnya merah, sedangkan Elsa hitam.
Asal-usul Zeltrax beda dengan Armor of Darkness, tapi konsep pemakai kostum itu sesuai dengan masa lalu Tommy---jadi pas Jannu dan saudaranya adalah orang yang pernah dekat dengan Asuka yang merupakan counterpart Tommy.
Klon Ranger Putih, Blogger pernah baca, jadi PR ingin memaksimalkan footage pertarungan Abaranger dengan Abarekiller yang tidak sedikit. Walau memang Abarekiller pernah bertarung lawan monster dan pakai robotnya untuk bantu Abaranger, tapi PR berani ambil resiko untuk mengubah gaya cerita untuk Ranger Putih, dan itu baik.

Bagian akhir cerita, Blogger pribadi lebih suka Dino Thunder, mungkin karena sesuai dengan konsep tokoh yang merupakan anak sekolahan semua. Sedangkan Abaranger itu dari beragam latar belakang dan pekerjaan, sehingga mereka baru kenal satu sama lain saat para dinosaurus datang. Untuk kematangan cerita, jelas Abaranger menang karena dia duluan sedangkan Dino Thunder hanya mendaurulang cerita menggunakan footage yang ada.

Rabu, 08 Januari 2020

2 episode terakhir Abaranger

Sebenernya, seperti season Super Sentai kebanyakan, Arc terakhir terbagi jadi 4 episode, tapi bagi Blogger, di Bakuryuu Sentai Abaranger ini, yang mencolok adalah di episode 49 dan 50. Episode  47 juga udah kelihatan bahwa gak lama lagi serial ini selesai, karena di episode itu Mikoto sudah datang ke markas Abaranger lainnya.

Adegan Asuka-Mahoro itu cukup menyayat hati bahkan dari awal serial. Tapi memang, karena hubungan mereka berdua itulah yang membuat Abaranger bisa menang. Lalu, Blogger gak ngecek tahun rilisnya, tapi adegan Asuka dan Mahoro kena tusuk itu mengingatkan akan pasangan yang lain.



Ya kan? Bukan cuman perasaan Blogger, kan? Blogger memang belum pernah nonton Naruto secara utuh, tapi Blogger sudah pernah baca manganya per-chapter, ingat tentang adegan Minato-Kushina ini. Lalu ketika nonton adegan Asuka sama Mahoro ketusuk, langsung ingat adegan Minato sama Kushina.

Dan karena ini bukan Kamen Rider, Kreator gak sampai hati membuat tokoh penting mereka tewas lebih dari satu orang (Mikoto), jadi bagian Yukito dan Ryouga yang sempat dikira tewas itu, bagi penonton yang udah biasa ya bakal udah bisa nebak bahwa entah bagaimana mereka selamat. Cuman, memang Mai jadi sedih banget.

Blogger kurang suka latar waktu epilognya. Blogger senang dengan reuni mereka, belum lagi kehadiran doppelganger dari kelima orang gak asing sama sekali, jadi benaran terasa bahwa mereka reuni. Tapi latar waktunya enggak banget. Enam bulan. Astaga, sebentar banget, dan mereka bersikap seakan itu udah enam tahun. Menurut Blogger itu enggak realistis, terutama Emiri yang jadi sekretaris Yukito, karena selama serial berjalan, Emiri masih SMA. Mungkin maksudnya setelah lulus langsung jadi sekretaris Yukito, mungkin, tapi gak begitu jugalah. Enggak secepat itu. Enam bulan baru proses, belum jadi plek.

Kamis, 05 Desember 2019

Hunter Bradley x Tori Hanson

Blogger sudah terbiasa fangirlingan sendiri kalau nonton Power Rangers, apalagi kalau PR yang ditonton itu yang sudah pernah ditonton perepisode berurutan sebelumnya (dengan kata lain era Mighty Morphin sampai SPD, kemudian lompat ke Jungle Fury dan lompat lagi ke Megaforce). Jadi ketika nonton ulang, sudah gak perlu begitu perhatiin jalan ceritanya sebab masih ingat, dan bisa fokus bagi perhatian ke yang ganteng sesuatu untuk ber-fangirling-ria.

Tapi bukan ke tokoh-tokoh (tiap season) favorit saja yang Blogger fangirlingkan tiap nonton ulang, melainkan juga OTP. Dari season Mighty Morphin sampai Ninja Storm, Blogger tidak begitu nge-ship karakter mana dengan yang mana, karena toh PR tidak begitu menggali setiap drama romansa yang mereka ciptakan sendiri, PR lebih fokus dengan monster datang lalu dikalahin Ranger. Jadi tiap ada alur romansa (konfirmasi canon atau malah hanya sekilas), Blogger biasa aja.

Khusus di Ninja Storm, Blogger punya OTP. Entahlah, mungkin karena Tori adalah satu-satunya tokoh Ranger perempuan dalam tim, dan sejauh ini memang hanya Tori (sampai PRNS) yang merupakan Ranger perempuan tunggal dalam tim. Di musim berikutnya yakni Dino Thunder memang ada Hayley, tapi dia bukan Ranger, jadi Blogger pun Kira-centric juga. Balik ke Ninja Storm, karena Tori satu-satunya perempuan, sangat mudah untuk Blogger ngeship dia dengan lebih dari satu karakter cowok.

Dalam canon, walau tidak dipertegas, terlihat bahwa Tori dipasangkan dengan Blake. Selain itu, walau tidak selalu, tapi fans di-tease Kreator soal Tori x Cam (dan Blogger bukan merujuk pada saat Cam dan Blake kena panah Cupid). Kedua shipping ini manis dan imut, dan Blogger suka aja. Tapi, OTP Blogger bukan mereka, yakni Hunter x Tori.

Tunggu, apa?

Blogger ulang, OTP Blogger di Power Rangers Ninja Storm adalah Hunter x Tori.

Itu nonmainstream banget ya, karena bahkan Hunter x Dustin serta Hunter x Cam masih lebih terkenal di dunia perfanfiksian. Tapi mungkin ini lebih karena Blake x Tori itu yang paling canon. Jadi dalam bayangan Blogger, saking sayangnya Hunter pada adiknya, dia seperti mundur sebelum bertarung. Dia langsung ngeh bahwa Blake tertarik pada Tori, jadi Hunter merelakan agar Tori buat adiknya.

Cam x Tori juga kandidat besar untuk jadi OTP Blogger di season ini. Walaupun Blake x Tori memang manis, tapi Blogger membayangkan bahwa Cam menahan rasa cemburunya. Karena, gini. Dibanding Blake (dan Hunter), Tori jelas lebih dulu kenal Cam. Anggaplah Shane dan Dustin dengan Tori itu murni berteman biasa, maka Cam akan merasa sebal saat Tori dengan mudahnya suka Blake yang baru dikenalnya sedangkan Cam masih kalah perhatian.

Di counterpartnya, yakni Hurricaneger, ternyata Blogger merasakan hal yang sama terkait Ikkou x Nanami. Tidak ada kembaran yang pas untuk Cam di sana sih, karena Oboro perempuan (dan Blogger kurang bisa ngeship cewek x cewek), jadi pilihan Blogger hanya Nanami x Isshuu (yang lebih mendekati canon) dan Nanami x Ikkou.
Blogger nonton Ninja Storm beberapa kali sebelum nonton Hurricaneger, dan ternyata memang bukan ngeship Hunter x Tori saja, melainkan counterpart mereka bernasib sama di mata Blogger. Tidak ada adegan yang membuat Blogger ngeship mereka saat mereka pakai kostum Ranger. Justru, saat mereka lepas helm-lah yang membuat Blogger seneng lihat mereka bareng.
Seperti, di Hurricaneger, puncak Blogger ngeship Nanami dengan Ikkou itu ketika mereka harus jawab teka-teki dengan benar.
Kalau di Ninja Storm, interaksi Hunter dengan Tori memang gak begitu ditonjolin. Tapi dalam pemikiran Blogger itu gini: wajar jika Blake dan Tori dibuat akrab karena ceritanya mereka saling suka.walau baru kenal. Lantas, sikap baik Hunter ke Tori itu bagaimana? Apa karena adiknya suka Tori lantas Hunter baik-baikin Tori? Err, bisa jadi sih, tapi Blogger tidak bisa baik-baikin orang yang jadi incaran Koko Blogger, Blogger akan memberi sikap yang sama seperti yang lain.

Jumat, 29 November 2019

Ninja Storm dan Hurricaneger

Walau Blogger sudah beberapa kali bilang bahwa Power Rangers Ninja Storm adalah season PR favorit, sepertinya Blogger merasa biasa aja soal Ninpuu Sentai Hurricaneger. PRNS itu punya tempat spesial di hati Blogger karena season pertama yang Blogger nonton secara utuh dan perepisode dari saluran televisi swasta. Sedangkan Hurricaneger itu, walau iya bagian akhirnya cukup mencengangkan dan bikin gak nyangka, Blogger gak bisa bilang bahwa itu season favorit Blogger.

Beda dengan kasus Ranger dari Aquitar yang diadaptasi dari Kakuranger, Ninja Storm benar mengikuti tema ninja Hurricaneger---dari pembagian kelas di akademi, sampai para antagonis minus Lothor. Tapi setidaknya, 'ninja' di Amerika tampak lebih 'rahasia' dibanding di Jepang, karena gimana pun juga 'ninja' itu dimulai di Jepang.

Beberapa karakter Ninja Storm mungkin dibuat dengan cetakan sesuai counterpart, tapi Blogger seneng karena gak plek bener ditiru. Tapi seperti 3 tokoh utama, walau ide awal mereka di akademi ikutin versi SS, tapi karakternya gak sama persis.
Yousuke dengan Shane cukup beda ketika masing-masing sangat mengeluarkan sifat, tapi menurut Blogger Shane lebih serius sedangkan Yousuke lebih ke slengekan.
Kouta dan Dustin mungkin yang paling beda. Kouta itu, sebenernya bukan serius banget, tapi dia tokoh yang paling dewasa daripada ketiga temannya. Sedangkan Dustin lebih kepada tokoh komikal di tim Wind Ranger.
Nanami dan Tori agak kurang lebih, mungkin karena Kreator PR memutuskan agar Tori ikut PDKT dengan Blake seperti Nanami dengan Isshu. Tapi tampaknya Nanami memang lebih centil.
Ikkou dengan Hunter kadang mirip, kadang enggak. Perbedaan terbesar mereka adanya pada bagian Hunter yang demen godain perempuan walau gak ditonjolkan---hal itu cukup berbeda dengan Ikkou yang tidak tertarik.
Isshu dan Blake cukup beda. Blake lebih ramah. Dan tentang hubungan mereka dengan Tori dan Nanami, Isshu lebih seperti tsundere, sedangkan Blake santuy.
Cam dengan Shurikenger dan Oboro itu beda dan Blogger bukan omongin gender. Tokoh Cam adalah yang membuat Blogger makin suka PRNS setelah menonton season SS ini, sebab dia adalah penggabungan 2 tokoh penting di counterpartnya. Memang, sebagai Samurai Ranger, Cam terlihat playful dan itu karena pakai footage SS. Tapi gaya bicara Cam sangat berbeda dengan Shurikenger. Sedangkan dengan Oboro, Blogger paham PR mau buat karakter jenius yang membuat ini-itu untuk Ranger seperti Oboro-nya Hurricaneger, tapi jelas gak mudah membuat karakter yang awalnya perempuan lalu tiba-tiba dibuat jadi laki-laki, karena hubungan ayah-anak cowok dengan ayah-anak cewek itu beda. Dibanding dengan Oboro, Cam pun lebih sarkastik dan serius dengan komputernya.

Bagian antagonis, mungkin karena banyak dan setiap episode hampir semuanya ada, PR malas untuk membuat kelompok orisinil. Tapi karena di markas musuh SS ada 2 musuh berwajah manusia, mau gak mau PR cari aktris untuk meranin Marah dan Kapri. Kedua karakter ini cukup kontras dengan versi SS, terutama Kapri.
Untuk Lothor, Blogger seneng dengan bagaimana PR cukup serius menggarap cerita masa lalu Lothor dan Kanoi, latar belakang sebelum pamannya Cam menjadi Lothor. Itu jelas lebih baik daripada tiba-tiba para musuh itu ada plek gitu.

Walau sampai foot soldiersnya sama, setidaknya PRNS masih punya yang orisinil (selain Lothor), yakni Battlizer-nya Shane, serta kasus motornya Hunter. Keduanya punya Arc sendiri,

Walau banyak sumber yang bilang bahwa PRNS lebih berbau komedi, dan Hurricaneger lebih berkesan serius. Blogger kurang setuju. Memang benar, sekali lagi bagian akhir Hurricaneger itu ada yang gak terduga, tapi adegan komikalnya tetap ada. Sedangkan Ninja Storm itu jalan ceritanya memang lebih ringan, tapi tidak ada adegan komikal yang disengaja---yang ada adalah dialog atau tingkah tokoh yang tetap masuk akal tapi karena relatable, itulah yang membuat geli.

Rabu, 27 November 2019

4 episode akhir Hurricaneger, ada yang gugur

Power Rangers Ninja Storm adalah season PR favorit Blogger, mungkin itu sebabnya Blogger sangat antusias untuk nonton Ninpuu Sentai Hurricaneger, apalagi PRNS itu ikutin tema ninja counterpartnya.

Ketika Blogger nonton Hurricaneger, Blogger gak cari spoiler sama sekali. Sekalipun tahu spoiler, sumbernya hanya dari wiki Power Rangers, itu pun sebelum memutuskan nonton Super Sentai (dari Zyuranger). Jadi ketika akhir episode 48, Blogger kaget dan mikir "INI BENERAN?"

Sungguh, untuk ukuran tontonan anak-anak, episode 48 dan 49 membuat kaget dan gak nyangka bahwa Kreator cukup tega. Blogger gak tahu dengan season sebelum Zyuranger, tapi sejak Zyuranger itu yang paling bikin gak nyangka adalah counterpartnya Eric di Timeranger, eeeehh tahu-tahunya di season ini yang buat gak nyangka sampai 2 orang, tokoh penting pula.

Untuk Gozen, kalau dia tewas, bisalah dianggap sebagai motivasi baru untuk para Ranger. Nah, kalau Shurikenger ikutan? Sebenarnya kalau sampai Shurikenger ikutan tewas di episode selanjutnya, cukup terbilang wajar---bisa aja alasannya karena penyemangat hidupnya sudah gak ada. Tapi Dengan perginya Gozen dan setelahnya Shurikenger, itu adalah kehilangan besar bagi Yousuke-Nanami-Kouta. Belum lagi di episode 50, mereka bertiga berpikir bahwa semua rekan mereka termasuk Ikkou dan Isshu sudah tewas.

Bagian epilog itu menyenangkan, walau Gozen dan Shurikenger tetap tewas. Bagian epilog yang paling Blogger suka adalah ketika para aktor yang pernah muncul untuk memerankan Shurikenger muncul lalu para Ranger mengira salah satu dari mereka adalah Shurikenger yang hidup kembali.

Sabtu, 23 November 2019

Wild Force dan Gaoranger

Dari segi cerita, Power Rangers Wild Force jelas sangat ikutin Hyakujuu Sentai Gaoranger. Kalau untuk cerita dan antagonis, Blogger masih bisa paham. Tentang Shayla pun Blogger paham. Tentang Gao Jewels pun Blogger paham banget---apalagi karena mau gak mau itu dipakai saat mau panggil Zord. Yang Blogger gak paham adalah, kenapa seragam Wild Force harus dibuat mirip dengan Gaoranger? Beda sih, tapi konsep seragamnya persis.

Dari pihak antagonis, yang paling orisinil adalah Master Org, walau konsep untuk tampangnya ikutin dari Dairanger yang PR gak adaptasi. TsueTsue dengan Yabaiba karena sering interaksi dengan Ranger, jadi PR cari aktris buat peranin close-up Toxica. Tapi selebihnya seperti foot soldiers pun diikutin juga.

Untuk Shayla, walau konsepnya mau ikutin Tetomu, Blogger seneng karena bahkan bajunya beda. Gak jauh sih, tapi mau dibikin sekilas pun tetap kelihatan bajunya beda. Dari rambut juga udah beda banget, makanya Blogger gak mau pusingin.

Mengenai Ranger, sebagian besar konsep Wild Force ikutin Gaoranger banget.
Kakeru dengan Cole, dari sifat sangat mirip. Latar belakang mereka jauh sih, tapi sikap mereka sebagai Ranger itu sama, terutama karena Cole dibuat mengerti perasaan hewan karena dia dari hutan.
Gaku dan Taylor, walau beda gender, tapi sangat serupa hampir dari segi apa pun. Ya warna rambut, lah, ya fakta bahwa sebelum Ranger Merah datang dialah yang memimpin lah, ya latar belakangnya lah.
Kai dan Max juga dibuat mirip. Umurnya dibuat beda sih, tapi keduanya dianggap sebagai yang termuda, dan dibuat dekat dengan Ranger Hitam.
Soutarou dan Danny, bahkan sampai pekerjaan mereka dibuat sama. Bahwa Ranger Hitam gebet rekan kerjanya di toko bunga pun diikutin. Keperawakannya yang dianggap sebagai Ranger dengan badan terbesar dalam tim pun diikutin. Haduh.
Sae dan Alyssa dibuat sama juga, terutama tentang sekolahnya. Umurnya dibuat beda sih, jadi Kai-Max-Sae-Alyssa umurnya dimacemin.
Tsukumaro dan Merrick adalah satu-satunya perbedaan Ranger yang Blogger paling suka, mungkin karena Tsukumaro dikasih hint untuk dengan Sae, sedangkan Merrick dengan Shayla.

Battlizer Cole awalnya Blogger kira itu dari Gaoranger, karena konsepnya mirip dengan Isis Megazord. Eeeehh ternyata Blogger nonton Gaoranger sampai habis, Kakeru gak punya Battlizer sama sekali.

Rabu, 13 November 2019

4 episode akhir Gaoranger

Calm before the storm. Mau di Super Sentai, mau Power Rangers, mereka hobi pakai konsep beginian. Itu tuh, mereka pikir bahwa para antagonis sudah habis dan misi mereka kelar. Eh, tau-taunya muncul lagi dan kali ini musuh mereka lebih kuat. Konsep mukjizat pun ikutan dipakai. Itu tuh, jadi mereka sudah di ambang kehancuran dan tampaknya gak ada yang bisa mereka lakukan karena sudah gak ada kekuatan lagi, eeeehh tahu-tahunya kekuatan mereka balik lagi dalam kadar lebih banyak dari aslinya.

Yang Blogger suka dari penghujung season ini adalah tentang para Gaoranger memperkenalkan diri satu sama lain dengan nama asli mereka. Jadi ketika mereka udah gak bisa berubah jadi Ranger, mereka memutuskan untuk pakai nama asli untuk rollcall. Gini, sebelum Arc akhir ini memang sudah ada episode untuk masing-masing Ranger ketahuan nama aslinya. Sebelum episode akhir juga sudah ada yang tahu siapa nama aslinya siapa, tapi karena hanya sepintas ya gak berasa apa-apa. Cuman perjuangan mereka begitu terasa ketika akhirnya mereka pakai nama asli.

Di bagian akhir, padahal Blogger cukup ngeship Sae dengan Tsukumaro, dan kedua karakter ini udah sempat janjian mau berpetualang bareng, eeeehh kok Tsukumaro malah jalan sendirian? Blogger paham kalau Sae pulang ke rumahnya, apalagi karena memang dia sendiri pun belum lulus. Tapi ketika di Hurricaneger vs Gaoranger sekalipun, Tsukumaro tetap jalan sendirian. Gak usah bikin kapal Blogger tenggelam, plis.

Sabtu, 09 November 2019

Timeranger dan Time Force

Dari segi judul, Power Rangers memang seperti gak kreatif ya. Tapi kalau lihat footage Super Sentai tentang motif jurus Ranger + Zord, belum footage kemunculan Zord (terutama ada beberapa soal pemanggilan Zord yang mau gak mau harus dipakai di PR), Blogger juga akan bingung bagaimana penamaan Mirai Sentai Timeranger versi Amerika. Jadi, yah, Blogger maafin deh soal penamaannya. Konsep dari awal sampai akhir season PRTF juga ikutin Timeranger banget, Blogger memaklumi sekali lagi karena footage-nya kental banget.

Masih tentang footage, konsep 'waktu' dan pemakaian mesin waktu dalam Timeranger sangat banyak, sehingga sayang kalau gak dipakai dalam Time Force. Maka dari itu, daripada terlalu nyiplak parah, pihak PR membuat tokoh Ransik. Jadi walaupun penggunaan Cyclobots sama dengan Zenitts, kehadiran Ransik menjadi hal orisinil pertama di season ini. Hei, bahkan pertarungan pertama Ranger di PRTF ini (alias Alex di 3001), itu orisinil loh, karena bertarungnya dengan Ransik yang tidak ada kembarannya di Timeranger.

Keorisinilan pihak antagonis dilanjutkan dengan markas Ransik. Sudah pasti, sih. Konsep mungkin ikutin markas Don Dolnero, tapi mana bisa pakai footage mereka karena ada Ransik. Soal Nadira, karena kostum dari atas sampai bawah ikutan Lila, asal gak kena wajah akan baik-baik saja, karena Frax berdasarkan Gien.
Sesungguhnya, Blogger lebih suka antagonis PRTF, karena walau masih ada plothole, asal usul para antagonis utama lebih jelas---oke kecuali Nadira.

Tentang Ranger, Blogger senang luar biasa karena Wes dan Eric sama-sama punya Battlizer yang gak dimiliki counterpart masing-masing. Walau jalan cerita untuk hubungan mereka berdasarkan Timeranger, setidaknya ada keorisinilan PR.

Tatsuya dan Wes hampir gak ada bedanya. Kalau mau dipaksa, menurut Blogger, Wes lebih acuh. Dia memang gak suka jalan hidup yang dipaksakan seperti Tatsuya, tapi Tatsuya tampak lebih punya tekad untuk keluar dari jalur yang ditentukan.
Ayase dan Lucas cukup kontras. Walau sama-sama dijagokan sebagai tokoh Ranger pemikat hati perempuan, Ayase sama sekali bukan penggoda wanita, beda banget dengan Lucas. Mungkin Ayase bisa jadi agak pendiem karena sudah pesimis dengan hidupnya.
Sion dan Trip gak jauh beda. Konsep Trip sangat meniru Sion, tapi Blogger paham karena tokoh Circuit sangat dibutuhkan seperti Tock.
Domon dan Katie, selain tentang gender, gak terlalu beda juga. Ada beberapa episode PRTF dengan Katie sebagai sentral karena ikutin konsep episode Timeranger, dan itu membuat konsep karakternya terlihat mirip. Tapi Blogger seneng karena PR memutuskan agar Katie dibuat akrab dengan Trip serta tidak sering bertengkar dengan Lucas.
Yuri dan Jen berbeda dan sama untuk beberapa hal. Yang pasti, Jen lebih manusiawi dibanding Yuri, mungkin karena perbedaan relasi Jen-Alex dengan Yuri-Ryuya.
Ryuya dan Alex beda jauh. Mereka sama-sama ambil andil soal pengirimiman Zord ke 2001, tapi Alex tidak ada keinginan memanipulasi 2001 sama sekali, sedangkan Ryuya berbuat sejauh itu demi kepentingan sendiri.
Naoto dan Eric tidak terlalu beda. Masa lalu mereka dibuat serupa, begitu juga dengan relasi dan motivasi mereka. Tapi Blogger bisa melihat bahwa sikap Eric masih lebih baik hati dibanding Naoto. Nasib Naoto memang mengagetkan ya, Blogger seneng hal yang sama gak terjadi pada Eric.

Konsep akhir PRTF gak ikutin Timeranger. Dibanding versi SS, PR ini ujungnya bahagia. Timeranger juga bahagia, cuman yah hanya tentang Ranger menang aja. Sedangkan Time Force, bukan hanya tentang Ranger menang, tapi antagonisnya bertobat.

Sabtu, 02 November 2019

4 episode akhir Timeranger

Last Arc di season ini menggambarkan walau para antagonis bukan manusia, tapi diperlihatkan sisi buruk yang manusia biasanya punya: ya lebih cinta harta (sehingga pepatah 'ada uang abang sayang, tak ada uang abang melayang' itu benar), ya ada yang benar saking egoisnya gak mau peduli dengan yang lain, ya ada yang haus kekuasaan. Para antagonis sebagian besar bukan manusia, tapi nyatanya, manusia di dunia nyata memang ada yang seperti itu.

Blogger gak nyangka twist tentang Don Dolnero dengan Gien, mengingat versi Power Rangers Time Force tidak seperti itu. Tentang Lila pun sama, Blogger jadi miris dengan Don.

Dari semua ketegangan yang tercipta di season ini, ada satu hal yang sangat Blogger gak nyangka, serta ada satu hal yang kurang sreg untuk Blogger.

Pertama, tentang hal yang Blogger amat sangat gak nyangka. Bukan tentang Ryuya, melainkan tentang Naoto. Iya, Blogger jelas kaget tentang 'apa yang sebenarnya harusnya terjadi pada Ryuya', tapi yang Blogger tidak sangka adalah takdir 'buatan' untuk Naoto. Mengingat target umur penonton Super Sentai sepertinya di bawah Kamen Rider, Blogger sama sekali tidak menduga bahwa Kreator akan membuat tokoh penting--seorang Ranger yang bukan sekilas lewat pula--untuk tewas selama serial berjalan. Adegan Naoto tewas itu memang baik, dalam artian memberi warna beda untuk season ini, sekaligus mempertegas karakter Ryuya. Dan walau season ini tayang belasan tahun lalu sehingga spoiler sudah tersebar dimana-mana, tetap saja Blogger gak habis pikir di sini.

Kemudian tentang yang Blogger kurang sreg, yakni tentang Domon.
Kisah asmara dalam serial sepanjang Super Sentai (dan tokusatsu lainnya) memang kadang dibutuhkan untuk agak mencairkan suasana, jangan melulu tegang, sekaligus seperti memberi kesan adanya harapan untuk para tokoh. Blogger gak masalah jika asmara yang digali bukan tentang Tatsuya x Yuri, melainkan Domon x Honami. Kisah cinta sesama Ranger memang lebih klise, makanya Blogger senang cengin Domon dengan Honami.
Bagian yang Blogger merasa kurang sreg adalah anaknya Honami dengan Domon tersebut. Gini, Domon itu dari masa depan. Tidak tahu siapa nenek moyangnya di era 2000-2001, yang jelas, Domon datang dari masa depan. Kepikiran gak sih, kalau bisa aja anaknya Honami dengan Domon itu ternyata 'nenek/kakek moyang' Domon? Seriusan, itu membuat Blogger merasa kurang sreg karena, itu berarti, Domon bisa ada karena dirinya sendirilah yang menciptakan keturunan. Anaknya Honami itu dalam sekian generasi akan muncul Domon, dan akan muter lagi siklusnya. Tunggu, pernah ada penjelasannya tentang ini gak sih?

Selasa, 29 Oktober 2019

Takdir dari Tatsuya Asami dan Wesley Collins

Di entri ini sebenernya Blogger bukan cuman mau fokus ke dua episode Mirai Sentai Timeranger ini, melainkan hampir keseluruhan serial Timeranger ditambah Power Rangers Time Force. Tapi memang baru 'panas' dalam otak gara-gara episode 43 dan 44 Timeranger, padahal dua episode ini bukan 2 part gitu ya, hanya kebetulan memang nyambung.

Inti dari dua episode ini (bersama counterpartnya) adalah tentang Ryuuya (dan Alex) datang ke tahun 2000 (PR 2001) untuk nyusul Ranger lainnya, memastikan bahwa tahun 2000 tidak berubah alur agar masa depan tidak menjadi kacau, memastikan bahwa Tatsuya (PR Wes) tetap menjadi penerus ayahnya agar masa depan tidak berubah. Blogger paham tujuan Ryuuya dan Alex, Blogger paham jika ada perubahan di masa lalunya mereka maka akan berpengaruh pada masanya mereka. Tapi mereka melulu ngomong seakan Tatsuya dan Wes gak boleh punya pilihan sendiri, harus ikut perkataan 'orang dari masa depan'.

Tatsuya dan Wes, walau kepribadian mereka cukup berbeda, tapi mereka sama-sama berjuang untuk masa depan sendiri, tidak ingin terikat dengan nama marga mereka. Ketika mereka bergabung dengan 4 Ranger dari masa depan, mereka masih berusaha untuk menjadi diri sendiri tanpa embel-embel keluarga mereka. Tapi Ryuuya dan Alex semena-mena ngatur jalan hidup mereka (yang paling parah Ryuuya sih). Sekali pun sekali lagi Blogger paham bahwa perubahan pada keluarga Asami dan Collins pada tahun 2000-2001 akan berpengaruh pada orang tahun 3000-3001 ketika mereka balik, tetap saja itu terkesan egois. Memang, jika Tatsuya dan Wes ngotot tentang jalan hidupnya maka tahun 3000-3001 yang merupakan waktu teman-temannya menjadi berubah. Tatsuya dan Wes jelas sangat peduli dengan teman-temannya sehingga mau melakukan apa pun untuk menolong. Tapi Tatsuya dan Wes juga adalah manusia yang punya kehendak bebas. 'Masa depan' tempat Tatsuya dan Wes sudah gak ada lagi itu mungkin akan berubah, tapi masa depannya mereka tetap di tangan mereka dan bukan di tangan orang tahun 3000-3001.
Sesuai kata Wes, bahwa takdir tidak tertulis di atas batu. Di tahun 3000-3001, takdir Tatsuya dan Wes mungkin sudah tercatat sebagai sejarah. Tapi di tahun 2000-2001, takdir mereka masih belum selesai, masih harus mereka jalani sendiri.

Omong-omong, Alex enggak sengotot Ryuuya ya, karena Alex hanya gak ingin banyak perubahan di tahun 3001. Sedangkan Ryuuya atur ini-itu untuk kepentingan pribadi, makanya bisa ngotot banget.

Kamis, 17 Oktober 2019

Lightspeed Rescue dan GoGoFive

Blogger sudah pernah bilang bahwa Power Rangers Lightspeed Rescue adalah salah satu season PR yang Blogger agak malas nonton ulang. Karena hal tersebut, makanya nonton Kyukyu Sentai GoGoFive pun jadi angot-angotan, berhasil selesai nonton pun karena dalam hati memang ingin nonton ulang PR dan nonton counterpartnya. Alhasil, kalau harus milih, Blogger gak bisa bilang mana yang lebih baik: karena menurut Blogger pribadi PRLR menang di jalan cerita, sedangkan GoGoFive menang di penokohan dan konsep.

'Jalan cerita' yang Blogger maksud menang di PRLR itu gak ada hubungannya dengan bahwa PR kelanjutan tiap seasonnya lebih kelihatan daripada SS (walau memang benar). Tapi dalam satu musim itu sendiri, jalan cerita PRLR memang bagus. Dibanding GoGoFive, Blogger menganggap fakta markas dan arsenal Ranger dibuat oleh banyak tim bersama-sama itu lebih masuk akal daripada hanya dikerjakan oleh seorang profesor serta satu robot asisten buatannya (dan nantinya seorang rekan membantu ketika Zord tidak bisa terpakai sementara). Iya, bisa aja karena Mondo saking jeniusnya, selama 10 tahun dia kerja habis-habisan dan berhasil menciptakan itu semua, sendirian, itu masuk akal juga. Cuman di perbandingan ini, otak Blogger lebih bisa terima versi Kapten Mitchell kerja bareng timnya. Dan lagi, soal arsenal, Blogger senang di PRLR diperlihatkan bagian uji cobanya (walau gak selalu), itu memperlihatkan bahwa memang mereka semua kerja keras untuk membuat arsenal yang lebih baik, gak cuman Ranger terima bersih. Di 555 juga pernah adegan uji coba, tapi menurut Blogger PRLR lebih baik. Jadi dari season PR sebelum-sebelumnya, mengenai arsenal, PRLR menang juga.

Penokohan GoGoFive memang lebih mantap dan tegas, itu wajar. Bahkan kalau menurut Blogger, urusan penokohan memang SS lebih baik daripada PR karena SS itu 'orisinil' 100%, PR harus mengolah keorisinilan SS dengan hati-hati makanya mereka gak bisa mantep di penokohan (mereka jadi lebih fokus soal penggunaan footage, mana yang dipakai untuk episode mana).
Mengenai konsep, walaupun tema 'Ghostbuster vs Demon'nya juga terasa seperti di PRLR, GoGoFive lebih ngena di hati karena ini keluarga manusia vs keluarga Demon. Segala yang terjadi di musim SS ini adalah tentang keluarga, baik dari sisi Ranger maupun sisi lawan. Perbedaan besar bagaimana ibu dari dua keluarga ini sangat berbeda sikapnya terhadap anak-anak mereka. Iya, ini masih tentang Ranger vs Monster, tapi bagian konflik internal keluarga itulah yang membuat musim ini ngena di hati.
Wajar jika di bagian akhir tiap season SS (PR tidak selalu) itu Ranger dapat akhir yang bahagia, tapi (terhitung dari Zyuranger) kebahagiaan GoGoFive itu mengharukan karena ibu mereka pulang ke rumah.

Walau memang 'mengadaptasi' dari SS, footage banyak dipakai, beberapa episode ada yang ikutin episode SS, foot soldiers ikut SS, tapi Blogger senang minimal ada 4 hal orisinil yang diciptakan oleh PR untuk season ini.

Pertama Cyborg Ranger. Oke, konsep untuk episode itu ada dari GoGoFive, tapi jalan ceritanya beda, dan Cyborg Ranger hanya ada di PR. Iya memang tim Cyborg Ranger itu kostumnya cuman kostum Lightspeed (555) biasa yang ditambah antena dan mesin di dada mereka, tapi itu tidak ada di GoGoFive, berarti ini orisinil.
Kedua Titanium Ranger. Ini adalah Ranger (protagonis dan canon) orisinil pertama di PR, makanya dia istimewa banget di hati Blogger. Karena Ranger ini orisinil banget (kecuali Zordnya), jelas mereka gak bisa pakai footage SS untuk adegan Ryan bertarung sebagai Ranger. Bahkan Ryan sendiri itu ada Arcnya loh.
Ketiga Battlelizer Merah. Sebenarnya frasa ini di PR dimulai oleh Andros di season In Space, dan sampai season SS ini kostum Battlelizer Andros-Leo-Carter gak ada di SS, berarti ketiganya orisinil. Mungkin adegan ketiga Ranger Merah ini pakai kostum tersebut untuk nembak jarak jauh itu hanya sekali rekam dan footagenya dipakai terus untuk setiap hancurin monster, tapi gak masalah, yang pasti kostum mereka orisinil.
Keempat arsenal Biru dan Hijau tambahan. Blogger lupa Kuning dan Pink dapat juga atau enggak, tapi di team-up dengan Time Force sih yang pakai cuman Biru dan Hijau. Jadi itu seperti Battlelizer juga buat Biru dan Hijau. Blogger nonton GoGoFive dan gak nemuin arsenal tersebut, berarti memang itu orisinil.

Sekarang perbandingan tim.
Matoi dan Carter kalau Matoi lagi kalem ya mirip lah. Tapi Matoi itu sering resek sih, sedangkan Carter memang selalu kalem.
Nagare dan Chad cukup beda walau gak mencolok. Mereka sama-sama kalem dan cukup pendiam dalam tim mereka. Dari segi pekerjaan di luar Ranger itu mereka beda banget. Dan Chad bukanlah tokoh cerdas dalam tim---PRLR gak perlu anggota cerdas karena punya Angela.
Shou dan Joel itu beda banget, dan Blogger bukan omongin kulitnya. Pekerjaan mereka memang sama-sama pilot, tapi konsep pilotnya beda. Shou kalau sama perempuan ya biasa aja, sedangkan Joel demennya dikerebutin orang-orang dan narsis dan langsung kepincut Angela.
Daimon dan Kelsey mau dibilang beda ya beda, mungkin karena gender. Dari awal kepribadian Kelsey memang kelihatan keras kok. Sedangkan Daimon, Blogger pikir dia bukan keras, tapi karena dia seorang polisi makanya sikapnya bisa seperti itu.
Matsuri dan Dana gak jauh beda kayaknya, tapi Blogger lihat Dana lebih halus aja tingkahnya, padahal lingkungan kerja di luar Ranger sih sama. Dibanding yang lain, dua ini memang yang paling gak jauh beda.

Mungkin karena repot kostum monster-nya banyak untuk adegan markas lawan, PR hanya pakai aktris baru untuk Vypra, karena Venus adalah satu-satunya antagonis berwajah manusia. PR masih pakai footage SS untuk markas mereka kok, cuman mereka cukup hati-hati agar wajah Venus gak kelihatan jelas---makanya kostum Vypra sama persis dengan Venus dari ujung kepala sampai kaki.

Omong-omong, tentang akhir masing-masing season, Blogger tadi udah bilang GoGoFive ngena banget karena soal keluarga. Tapi Blogger senang dengan PRLR karena adegan Aquabase hancur itu footage mereka orisinil banget, tambah lagi ada Ryan.

Minggu, 13 Oktober 2019

2 episode akhir GoGoFive

Blogger terharu di bagian akhir serial ini, turut merasakan bahwa perjuangan Matoi sekeluarga gak sia-sia.

Awal episode 49 itu bagaikan 'the calm before the storm' ya, dan itu wajar. Keluarga Tatsumi merasa bahwa mereka berhasil mengalahkan seluruh lawan, makanya mereka bisa merasa lebih tenang. Cuman  bagi keluarga itu sendiri, misteri tentang si Ibu belum terungkap.

Grandiene mungkin memang lebih reseh daripada Bansheera, dan itu terbukti saat Grandiene menjadikan Zylpheeza bawahan Salamandes.

Hancur-hancuran di episode akhir serial ini kurang berasa. Maksudnya, tahu hancur, tapi feelnya gak berasa, mungkin karena season ini lebih mau mengutamakan tentang kekeluargaan dibanding arsenal yang mereka miliki. Jadi selama keluarga Tatsumi baik-baik saja, mereka anggap itu bukan kehancuran---dan memang benar.

Makanya Blogger ikut terharu ketika Matsuri dan Daimon khawatir soal bapaknya yang nasibnya di markas gak jelas tapi kemudian bisa nelpon ibunya. Agak aneh soal 'cepet banget ibunya bisa balik ke Jepang dalam waktu singkat', tapi Blogger senang Ritsuko pulang ke anak-anaknya di episode terakhir.

Dari kelima anaknya, Matsuri dan Daimon karena paling kecil wajarlah nyamperin mamanya duluan. Shou dan Nagare juga cukup wajar, mereka jaim. Tapi yang paling membuat Blogger salut dengan skenario dan aktornya adalah Matoi yang berusaha untuk tetap dewasa tapi nangis juga sambil memunggungi keluarganya. Karena gini, Mondo benar tentang Matoi-lah yang menjadi orangtua untuk keempat adiknya sejak ibunya menghilang. Mondo juga benar bahwa selama ini Matoi gak pernah mengeluh dalam hidupnya. Matoi anak tertua sekaligus pengganti orangtua untuk adik-adiknya, dia gak punya waktu untuk rewel karena harus jaga adik-adiknya. Matoi harus kuat biar bisa nopang keempat adiknya sekaligus. Sekarang bayangin, ibu (dan ayahnya) sudah balik ke rumah, beban untuk menopang empat orang sekaligus sendirian itu agak terangkat. Seneng banget dia.

Epilognya juga menghangatkan hati, karena memang serial ini adalah keluarga vs keluarga yang kontras. Cuman, mungkin yang paling membuat Blogger kecewa di epilog adalah absennya Kyoko dan Tsugumi.
Kyoko memang bukan anggota GoGoFive, tapi peranannya penting untuk hanya sekedar karakter sampingan. Seenggaknya Blogger pikir dia bakal muncul saat Shou makan bekal ibunya.
Tsugumi memang cuman muncul di satu episode, tapi Blogger mengharapkan adanya penjelasan lebih lanjut tentang berhasil atau tidaknya hubungan dia dengan Matoi. Karena gini, Tsugumi walau bener figuran tapi bapaknya tokoh penting di serial ini, bosnya Matoi pula.

Kamis, 10 Oktober 2019

GoGoFive vs Gingaman, sebenarnya mirip

Dalam serial Power Rangers Lightspeed Rescue, team-up PRLR dan PRLG cukup baik walau yang menjadi Galaxy Pink adalah Kendrix dan bukan Karone. Tapi eksekusinya, setelah Blogger nonton GoGoFive vs Gingaman, PRLR x PRLG ini jadi terkesan jelek. Oke, 'jelek' adalah kata yang berlebihan, tapi ya versi PR tidak semenarik SS, mungkin karena footage SS untuk episode team-up ini dipakai sepenuh hati oleh PR.

Ehem.

Balik ke film sesuai judul. Team-up kali ini tidak sebegitu menarik dibanding season-season sebelumnya. Kemarin-kemarin bisa menarik karena kontras, ada garis pembanding yang jelas untuk kedua tim. Sedangkan di season ini, garis pembandingnya hanyalah soal Gingaman dari 'dunia' dongeng, sedangkan GoGoFive adalah 'pelayan' publik. Dari segi latar belakang, mereka memang beda. Tapi dari sikap dan hati, keduanya sebelas-dua belas.

Yang paling membedakan selain latar belakang mereka adalah motif saat menolong orang. Hal ini diperkuat saat Matoi bersama dengan Shouma.
Gingaman adalah orang yang baik, jelas. Mereka menolong orang tanpa pamrih dan tidak pandang bulu. Tapi hanya begitu.
GoGoFive, mereka juga orang yang baik. Lebih lagi, profesi mereka menuntut hati nurani yang baik dan berani, sehingga ketika mereka menolong orang, itu bukan hanya karena mereka baik tapi juga karena itu kemampuan mereka.

Sedemen-demennya Blogger pada Sasuke Hyuuga, Blogger merasa dia kurang berguna disini. Sebergunanya mungkin hanya karena mau cari GingaBeast.

Rabu, 02 Oktober 2019

GoGoFive episode 19-20

Cerita pahlawan mana pun memang gak seru kalau selalu menang, makanya Blogger paling seneng nonton episode Power Rangers / Super Sentai yang timnya mengalami kekalahan sehingga butuh lebih dari satu episode untuk selesaiin misi mereka padahal itu bukan episode terakhir. Dan omong-omong, Blogger bukan omongin Arc, tapi memang tentang ngalahin satu monster butuh lebih dari satu episode.

Dari (baru) beberapa season SS yang udah Blogger nonton secara utuh, mungkin yang mengalami dampak negatif terburuk atas terbongkarnya identitas mereka adalah Tim Megaranger---karena memang dari zaman Zyuranger-GoGoFive itu yang rahasiaiin identitas mereka hanya Megaranger dan Carranger tapi identitas Carranger tidak tersebar ke warga. Ketika ada Ranger palsu di Zyuranger, karena warga tahu siapa dibalik topeng Zyuranger, warga langsung jauhin mereka dan itu wajar. Ketika OhRanger Robo dan OhBlocker dikuasai lawan, warga bisa tanya OhRanger yang sedang tidak dalam wujud Ranger kenapa para Zord menghancurkan kota, dan itu wajar. Ketika warga (terutama orang sekolah) tahu tentang identitas Megaranger lalu mereka nyalahin tim ini soal monster datang nyerang ke tempat yang ada Ranger, walau sikap mereka sangat brengsek, Blogger masih paham. Kemudian muncullah GoGoFive yang lawannya membuat ledakan dimana-mana tapi warga (secara on screen) tidak ada yang marah.

Memang Megaranger dan GoGoFive adalah dua musim yang berbeda, tapi kontras banget adegan Megaranger yang identitasnya ketahuan warga dengan GoGoFive (yang bukannya sengaja) membiarkan ledakan disana-sini. Walau ketahuannya identitas Carranger tidak menimbulkan kehancuran kota, keluarga Ichitarou tidak menyalahkan tim Carranger saat Pegasus runtuh sama sekali.

Jadi pertanyaannya, kenapa perlakuan warga terhadap identitas Carranger dan GoGoFive sangat berbeda dengan Megaranger? Apa karena Megaranger masih anak sekolahan? Bukannya justru karena masih anak sekolahan itu, mereka malah hebat sudah berusaha melindungi warga di usia begitu?