Tampilkan postingan dengan label haikyuu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label haikyuu. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 November 2022

Ranking Opening Stageplay Haikyuu

Walau bukan manga dan anime favorit nomor 1 bagi Blogger, tapi stageplay Haikyuu adalah stageplay yang paling Blogger suka. Jumlah judul stageplay yang Blogger tonton memang masih bisa dihitung jari sih, tapi dari semua itu, tetep Haikyuu yang paling Blogger suka. Salah satu alasannya adalah dengan tidak adanya tim assemble atau kuroko atau yah pokoknya orang-orang yang berperan sebagai figuran dan akan gonta-ganti kostum atau bahkan hanya pakai hitam saja---mereka biasanya gak dikasih mic karena memang gak ada dialog. Keberadaan mereka sebenarnya sangat penting, tapi Blogger kurang senang dengan adanya tim yang dikhususkan untuk itu dalam suatu aksi panggung. Bukan berarti ada rumah produksi yang sengaja membuat tim kuroko  (mungkin ada, tapi Blogger gak tau), karena orang-orang di tim ini pun mereka ikut audisi di stageplay yang mereka incar. Nah, stageplay Haikyuu tidak pakai tim seperti ini, karena tiap cast harus berperan sebagai kuroko juga--bahkan pemeran utamanya. Jadi, iya, mereka harus beberapa kali ganti kostum untuk berperan sebagai figuran atau pakai kostum putih sebagai kuroko (sebenernya kuro harusnya hitam ya, tapi di stageplay HQ kostum kuroko mereka malah putih, tapi (lagi) mereka juga punya yang hitam kok cuman lebih sering pakai yang putih). Memang jadi terkesan berantakan atau malah terkesan kelewat menghemat budget, tapi disitulah kreatifnya.

Uhuk kenapa ocehan awalnya panjang banget ya uhuk.

Jadi Blogger udah pernah bacot dikit tentang stageplay HQ entah kapan di blog ini, dan saat itu Blogger masih newbie banget tentang per-stageplay-an-HQ ini, alias bener-bener masih awal luar biasa banget. Sekarang Blogger udah nonton yang pertama sampai terakhir bolak-balik beserta curtain call dan behind the stagenya serta ini-itu tentang Engeki HQ. Walau enggak pro tapi tetep udah naik level dibanding awal ngetik entri itu dulu lah ya.

Balik ke judul entri ini, hari ini Blogger akan me-RANGKING OPENING STAGEPLAY HAIKYUU BERDASARKAN PENILAIAN BLOGGER SAJA. Iya, hanya opening, hanya pada versi stageplay, dan hanya berdasarkan penilaian blogger ini saja. Jadi kemungkinan bakal subjektif sih, tapi Blogger udah berusaha objektif juga kok.

Oke, jadi ada 11 judul di stageplay HQ, dan ada 12 set pertunjukkan karena judul pertamanya ada versi rerun. Karena versi rerun tersebut openingnya mirip dengan versi ori, Blogger akan jadikan satu aja.

Semua opening sangat mantap, Blogger suka banget, tapi tetep ada yang lebih Blogger suka daripada yang lain. Mari mulai dari yang nomor 11.

.

.

.

11. The Start of the Giant (Hajimari no Kyojin).

Ini adalah stage ke-5. Openingnya terkesan textbook, dan agak terasa biasa aja mungkin karena stage ke-4 itu lumayan 'wah'. Dimulai dengan KageHina yang lagi lari pagi bareng timnya tapi mereka berdua adu cepat sehingga terpisah dari yang lain dan malah ketemu UshiWaka, dan opening pun dimulai disitu. Isinya hanya perkenalan tim seperti biasa aja. Tapi kalau Blogger gak salah inget, stage ini adalah yang pertama di HQ yang menampilkan beberapa tokoh pakai video, tapi maksudnya bukan sebagai flashback. Menurut Blogger, itu ide yang bagus dan hemat. Di openingnya sendiri para tokoh yang muncul lewat video tersebut ikut ditampilkan, dan itu terasa kreatif. Hal lainnya yang sebenarnya Blogger suka dari opening ini adalah saat tim Karasuno menarik sedikit semua tema tarian tim yang muncuk di stage 1-4. Tapi adegan akhir dari stage ini Blogger suka banget sih.

.

10. Karasuno, Revival! (Karasuno, Fukkatsu).

Ini adalah stage ke-2. Sama seperti di daftar sebelumnya, opening ini agak textbook, tapi masih bisa dipahami karena masih stage ke-2, dan model panggungnya pun masih seperti yang pertama. Openingnya dimulai setelah Hinata yang nyasar saat lari pagi dan ketemu kucing Kenma. Ada 2 hal yang membuat Blogger menaruh opening ini setelah The Start of the Giant. Yang pertama adalah pose tiap tim di akhir opening, jadi mereka di sudut masing-masing dengan tim sendiri dan berpose berurutan dengan indah. Yang kedua adalah perkenalan Ikejiri yang dilakukan setelah semua cast lain pergi---itu keren banget sih, bahkan sampai stage terakhir pun mereka gak pernah lagi bikin perkenalan dengan cara seperti itu.

.

9. The Strongest Challengers (Saikyō no Charenjā).

Ini adalah stage ke-9, pas banget Blogger masukin ke daftar nomor 9 juga wkwkwk. Opening dimulai saat Karasuno akan melawan Inarizaki, karena memang inti dari stage ini hanya pada kedua tim ini, dan ada Fukurodani juga sebagai sampingan biar gak jenuh. Saat bikin daftar nomor 11 sampai 1, Blogger sempet galau dan sering tuker daftar nomor 10 dan 9 ini, karena memang lumayan textbook juga. Setidaknya ada 3 hal yang membuat Blogger akhirnya menaruh opening ini setelah Karasuno Revival. Pertama adalah sebelum adegan opening, yaitu adegan cast Fukurodani, mereka lucu sih, dan sebenernya adegan itu gak ada hubungannya dengan canon, jadi beneran filler aja. Yang kedua adalah saat perkenalan Kiyoko, mereka pakai referensi passing torch yang ada di stage sebelumnya---cuman sekecil itu sih, tapi Blogger pribadi suka. Yang ketiga adalah karena memang sejak generasi baru cast Karasuno, dialog 'Haikyuu' di opening mereka pakai gerakan full, sehingga langsung keliatan kalau ada yang salah. Jadi dibanding Karasuno Revival, ini lebih menarik untuk dilihat.

.

8. Fly High (Hishō).

Ini adalah stage ke-8, persis sebelum Strongest Challengers pada daftar di atas. Opening dimulai saat KageHina dan anak Karasuno lainnya sudah siap untuk pertandingan nasional. Blogger luar biasa suka dengan konsep dan alur stage ini. Panggungnya sendiri sebenernya Blogger kurang suka, tapi Blogger paham fungsi apa-apa yang ada di panggung untuk stage ini. Jadi stage ini sendiri adalah passing torch dari cast ori Karasuno ke cast barunya, serta kalau secara canon itu dari Kiyoko ke Yachi. Bagian opening terasa fresh karena memang benar-benar baru banget. Bahkan dari sebelum perkenalan satu-persatu di adegan opening itu, sudah digemborkan bahwa mereka orang-orang baru, sampai mereka menampilkan wajah cast lama di layar. Dan mungkin karena memang mereka hanya ingin agar penonton terbiasa dengan cast baru ini, maka saat opening yang diperkenalkan hanya cast Karasuno aja, sedangkan cast lain diperkenalkan ketika mereka muncul dalam adegan sebagai tokoh yang bersangkutan. Misal saat Youth Camp, maka Sakusa-Atsumu-Korai baru diperkenalkan, gitu.

.

7. The Strongest Team (Saikyō no Chīmu).

Ini adalah stage ke-6, dan cast ori Karasuno semuanya lulus disini. Inti dari stage ini adalah Karasuno lawan Seijo dan nantinya lawan Shiratorizawa. Dari segi perkenalan tim, ini textbook banget, tapi yang bisa membuat Blogger menaruh yang satu ini di nomor ini adalah karena musiknya terdengar powerful dan suspensenya ada banget, terutama mungkin karena pemusiknya sendiri ada disitu. Detil kecil lainnya adalah bagaimana Hinata yang melotot ke Ushiwaka sebelum ke pinggir panggung (saat tim Shiratorizawa nari), dan bagaimana Ushiwaka gak langsung pergi keluar panggung seperti anggota tim lainnya ketika Hinata dan Karasuno muncul untuk nari. Hal lain yang membuat opening ini gak biasa aja adalah ketika di bagian akhirnya mereka mengulang adegan saat Karasuno kalah lawan Seijo.

.

6. A View from the Top (Itadaki no Keshiki).

Ini adalah stage pertama, dan ada rerunnya. Openingnya dimulai ketika Hinata masuk ke gym Karasuno dan ketemu Kageyama disana. Baik ori maupun rerun, openingnya sama, perbedaan paling mencolok adalah posisi Hinata dan Kageyama di awal aja. Karena hanya terdiri dari 2 tim aja, jadi mereka gak usah buru-buru langsung muncul sekaligus satu tim untuk perkenalan. Karena baru stage pertama, jadi bisa dimaklumi bahwa properti mereka untuk di panggung juga mungkin yang paling minimal, jadinya mereka lebih main dengan lightning dan tampilan background serta lantai panggung. Tapi, dari situ aja udah bagus sebenernya. Mungkin salah satu alasan kenapa Blogger masukin dia ke nomor 6 adalah unsur nostalgia wkwk.

.

5. The Dumpster Battle (Gomi Suteba no Kessen).

Ini adalah stage ke-10. Inti dari stage ini hanya sesuai dengan judulnya saja, bahkan mereka gak ngundang orang dari tim lain kecuali Daisho yang memang muncul di manganya untuk pertandingan ini (dan bahkan Blogger bilang sih Daisho sudah mencuri pandangan orang-orang saat dia muncul untuk nari, perhatiin aja gaya narinya paling keren sendiri dan ditaruh di barisan tengah pula). Di bagian awalnya sebenernya keren banget sih, jadi panggung itu kayak terbagi dua saat perkenalan Saeko-Shimada dan Akane-Alisa, dan Blogger bener-bener berpikir bahwa untuk seterusnya bakal terbagi dua, jadi kayak mereka perkenalan bareng counterpart sendiri, atau kayak waktu starter line. Eh tapi kalau kayak gitu, berarti nanti starter line harus dengan model lain lagi ya. Bagian perkenalan, walau hanya dua tim, tapi mereka gak muncul satu-satu seperti zaman A View from the Top, karena kebetulan kedua tim ini kemunculannya 'utuh'. Bahkan Shibayama yang kalau gak salah inget gak main di pertandingan ini tetep muncul walau lebih main sebagai Mika. Tapi hal lain yang Blogger suka di opening ini, adalah, masih di paling awal, Saeko main taiko. Jadi mereka konsepnya kayak festival, makanya Saeko seperti itu, dan itu keren sih. Dan gak hanya festival, nyatanya pertandingan ini yang paling ditunggu-tunggu, baik oleh para tokohnya maupun penonton di dunia nyata. Makanya bahkan lightningnya keren. Blogger juga suka saat Nekoma muncul di perkenalan, video mereka walau bukan pakai video lama tapi konsepnya sama seperti kemunculan mereka di zaman Karasuno Revival dan Summer of Evolution.

.

4. Winners and Losers (Shōsha to Haisha).

Ini adalah stage ke-3, dan para cast bilang saat kelulusan bahwa ini adalah stage yang paling membuat hati sedih. Iyalah, pada banyak yang nangis juga saat nonton animenya. Inti dari stage ini hanya Karasuno vs Seijo, dan walau Blogger suka banget dengan Nekoma tapi tetap saja rasanya keberadaan Nekoma di stage ini gak begitu kepake selain menjadikan mereka fangirl Oikawa. Openingnya sangat memperlihatkan perbedaan mencolok antara kedua tim, yang satu rapi dan elegan, yang satu berantakan dan semangat. Hal lain yang diperlihatkan adalah tentang bagaimana setiap anggota tim adalah instrumen tersendiri, bahkan itu termasuk ketiga mentor Karasuno, jadi setiap personil penting. Konsep keseluruhan stageplay ini pun Blogger suka banget sih, cuman mungkin bakal terasa agak membosankan bagi sebagian orang karena intinya cuman Oikawa dan Kageyama aja.

.

3. A View from the Top 2 (Itadaki no Keshiki 2).

Ini adalah stage ke-11 sekaligus yang terakhir. Jangan salah paham, ini bukan rerun dari stage pertama ya. Blogger pribadi suka banget dengan pemberian nama judulnya, jadi kesannya ditutup dengan judul pembukanya sendiri. Adegan pembukaan sampai menuju opening dibuat sama dengan versi stage pertama, sehingga kalau gak ngeh judul, bakal kirain salah nonton. Ketika awal KageHina turun panggung, di layar belakang ditampilin video dari stage pertama, seakan pengen ngasih liat apa aja yang telah terjadi dari stage 1 sampai 10, dan disitu bikin terharu saat lihat cast lama, kayak seakan kasih credit dan fanservice juga. Dan hal ini tidak terjadi sekali, karena di tengah-tengah ditampilkan lagi, tapi dari sudut pandang Kageyama. Jadi sebenernya mungkin stage ini gak ada opening, karena baik pembukaan Hinata dan pembukaan Kageyama, masing-masing hanya memperlihatkan latar belakang sendiri-sendiri sampai mereka bertemu satu sama lain. Justru endingnya itu yang keren banget, Blogger taruh ending stage ini di daftar nomor 1. Alasan kenapa openingnya bisa muncul di nomor 3 daftar ini adalah konsep menggunakan latar belakang kedua tokoh utama sebagai opening serta menggunakan footage lawas untuk memperlihatkan perkembangan masing-masing, bikin merinding dan pengen nangis terharu astaga. Perkenalan para tokohnya ada di menit 20an astaga, jadi susah ngeh yang mana yang bener-bener opening. Tapi yang Blogger jadiin nomor tiga disini itu yang latar belakang KageHina ya, bukan bagian perkenalan semua tokoh. Perkenalan tokoh di stage ini juga bagus kok, fresh kayak zaman Fly High, bener-bener baru padahal sudah bukan pergantian generasi cast.

.

2. The Tokyo Match (Tōkyō no Jin).

Ini adalah stage ke-7, satu-satunya stage yang gak menampilkan tim Karasuno, dan Nekoma menjadi tokoh utama. SUKA BANGET, MERINDING WOI. Blogger gak tau bagaimana busana Tokyo, tapi karena kali ini tokoh utamanya semua dari Tokyo, jadi terasa sangat beda kalau menonton opening stage 1-6 yang tokoh utamanya dari Miyagi. Dan kalau gak salah stage ini terkenal (di HQ) sebagai stage yang nyerempet ke musikal---dari openingnya sih Blogger setuju, karena mereka nyanyi gitu. Di Karasuno Revival ada rap sih, tapi itu kan di dalam ceritanya, bukan di opening. Jadi fresh-nya parah banget.

 

.

1. The Summer of Evolution (Shinka no Natsu).

Ini adalah stage ke-4, sekaligus stage yang paling pertama banget Blogger tonton berkat pernah ada yang taruh secara full di Youtube dan dia ngasih teks bahasa Inggris (semoga dia masih tetap diberkati Asahi). Secara keseluruhan openingnya Blogger suka banget, bahkan adegan pembuka sebelum openingnya juga Blogger suka, karena konsepnya adalah tentang Villager B yang bisa melakukan hal besar. Out of the box banget. Memang sih ini cuman yang keempat, tapi kalau ditilik sampai stage 11, ini tetep kreatif banget perkenalan tim Karasuno-nya. Kesannya ceria banget, padahal akhir stage 3 itu lumayan sedih. Saking cerianya, kalau ada orang yang memang belum pernah tau soal Haisute sama sekali lalu tiba-tiba nemu dan nonton ini, mungkin mereka bakal pikir bahwa ini hanya oneshot yang gak ada prekuel maupun sekuel. Percayalah, karena awalnya Blogger pikir Haisute hanya ada 1 ini aja.

.

.

.

Oke, tadi di atas itu adalah urutan dari 11 ke pertama opening Haisute favorit Blogger, sering nyerempet omonging bagian cerita dan closingnya juga wkwkwk. Ide entri ini udah lama ada di otak Blogger, dan bahkan urutannya udah Blogger taruh di HP sejak entah kapan, tapi karena mager jadinya baru diketik ulasannya sekarang. Masih ada draft urutan closing, konsep, kemiripan cast, dan lainnya di HP Blogger, entah kapan akan diketik wkwkwk //hus.

Minggu, 09 Agustus 2020

Haikyuu Stageplay

Sebelum dikira PHP padahal udah baca jauh, Blogger akan kasihtahu dulu bahwa entri ini bukan artikel tentang stageplay Haikyuu, jadi kamu gak bakal nemuin daftar pemain, atau berita tentang mereka, tentang sejarah, dan lain sebagainya. Enggak. Entri ini murni bacotan Blogger yang fangirlingan parah tentang Haisute.

Pada mulanya, Blogger gak tahu menahu tentang eksistensi stageplay ini. Satu-satunya stageplay dari Jepang yang pernah Blogger tonton (terimakasih, Youtube) adalah Persona 3, itu pun gak full. Jadi, yah, pokoknya hanya tahu eksistensi satu itu aja, itu pun kalau gak salah saat belum ada animenya (kalau ternyata udah ada ya berarti Blogger waktu itu belum nonton).
Kebiasaan Blogger kalau habis dari serial 'besar', biasanya bakal nyari di Youtube dengan tambahan keyword 'watchmojo'. Jadi Watchmojo (dan para saudaranya) adalah channel Youtube yang hobi bikin daftar top 10 (kadang 20 atau lebih tergantung materi atau maunya mereka) tentang apa aja dari yang paling penting sampai yang paling gak penting, dan mereka unggah video tiap hari. Anime ter-ter-ter-ter pun ada. Dan kalau anime yang bersangkutan 'besar' seperti Naruto, One Piece, dll, biasanya mereka bikin video tersendiri kayak 10 pertarungan terbaik di Naruto, 10 tokoh terbaik One Piece, dsb. Nah, setelah kelar nonton Haikyuu, blogger memutuskan untuk mencarinya juga di saluran Watchmojo. Dari pencarian itu, muncullah rekomendasi (bukan dari Watchmojo) video Haisute yang The Summer of Evolution. Awalnya Blogger pikir itu bakal parodi (jatuhnya memang iya) seperti A Very Potter Musical dari Starkid. Oke, jangan salah, AVPM walau parodinya banget-banget, mereka sangat serius garapnya. Terus, Blogger pun memutuskan untuk nonton The Summer of Evolution (itu stageplay keempat dari rangkaian mereka kalau gak salah), dan jatuh cinta parah banget. Sejak saat itu, sampai sekarang, Blogger gak nyerah nyari video Haisute dari Youtube dan Facebook. Blogger pun akhirnya menemukan A View From The Top dan Karasuno Revival yang walau tanpa subtitle tapi berhasil Blogger pahami karena toh adegan dan dialognya sebagian besar canon.
Oke, enggak, tunggu, bukan berarti Blogger gak mau nyari DVD asli. Mau banget, tapi bagaimana nontonnya? Di rumah gak ada DVDplayer. Pakai laptop pun disc sering gak kebaca, entar takutnya beli mahal jadi rusak.

The Summer of Evolution adalah Haisute pertama yang Blogger tonton. Memang sangat banyak adegan yang mengocok perut, apalagi fanservice untuk para shippers bertebaran parah banget, sehingga saat nonton gak bisa cuman meratiin tokoh yang sedang berdialog aja karena bisa aja tokoh di sekitar mereka sedang melakukan kekonyolan yang terlalu sayang untuk dilewatkan---makanya nonton sekali itu gak cukup banget. Walau bikin orang ber-kyaaa-ria, stageplay ini digarap dengan serius. Plot ikutin canon dengan modifikasi yang bisa dimaklumi. Dan karena STAGEplay, sehingga mereka bakal terus-terusan di panggung (pernah ada keluar panggung tapi mereka tetep di ruangan itu), jadinya tim kreatif sangat perlu diacungin jempol untuk latar dan properti.

Beda dengan AVPM, karena memang judulnya MUSICAL, jadi sudah pasti ada adegan nyanyi dan biasanya ada tariannya juga. Sedangkan di Haisute gak begitu. Musik tetap ada, tapi mereka hanya nari dan gak pakai nyanyi. Tarian pun bukan asal, koreo mereka memang disesuaikan dengan adegan mereka dan paling kelihatan saat adegan man voli---koreo mereka disesuaikan dengan gerakan dalam permainan voli. Kalau gak salah inget, tiap tim punya theme song dan koreo sendiri untuk pembeda, dan ini jadi bikin keren lagi.

Castnya membuat Blogger jatuh cinta walau gak instan. Di Summer of Evolution, karena sekali lagi itu pertama kalinya blogger nonton Haisute, tokoh pertama yang Blogger langsung kasih jempol itu Kuroo yang diperanin Kondo Shori. Gak tahu ya, rasanya langsung jatuh cinta dengan Kuroo versi Haisute, padahal memang dari manganya pun udah masukin tokoh ini ke daftar tokoh favorit. Lalu kalau dari foto-fotonya aja, sebenernya Blogger sempet kurang sreg dengan Suga Kenta sebagai Hinata, tapi ternyata versi panggungnya sangat sesuai. Hal itu terjadi pada hampir semua karakter lain selain Kuroo. Bahkan butuh beberapa kali nonton sampai akhirnya Blogger bisa suka Kosaka Ryotaro sebagai Tsukki.

Dan mungkin nonton The Summer of Evolution sebagai Haisute pertama yang Blogger tonton adalah keputusan yang baik, karena memang adegan Karasuno ikut latihan ke Tokyo itu adalah adegan favorit Blogger baik dari manga maupun anime. Merupakan keputusan yang baik juga karena ada Fukurodani dan Nekoma juga. Memang di stageplay sebelumnya bahkan ada Aoba Johsai, tapi sekali lagi Blogger lebih suka adegan yang Karasuno ke Tokyo. Gara-gara suka dengan stageplay keempat ini, Blogger jadi bisa semangat nyari tiga pertama.

Blogger ketemu video full A View From The Top, dan melihat bahwa ternyata dari awal, orang Engeki Haikyuu ini memang serius garap stageplay mereka bahkan dari Haisute pertama. Bukan jelek, tapi seandainya stageplay ini adalah stageplay Haikyuu pertama yang Blogger temukan, mungkin Blogger gak bakal sesemangat sekarang. Sekali lagi, bukan jelek ya. Pada nyatanya, dana Haisute pertama memang lebih kurang dari yang keempat dan itu wajar. Properti mereka kurang ada dan lebih mengandalkan latar belakang yang di layar dan lantai panggung serta lightning. Untuk cast, karena memang bagian awal Haikyuu masih tidak begitu banyak tokoh penting, jadi wajarlah kalau mereka hanya mengutamakan Karasuno (yang tidak penuh) dan Aoba Johsai serta para mentor Karasuno. Bahkan disitu Kiyoko tidak tampil secara fisik.

Karasuno, Revival! tampak lebih punya dana. Bukan hanya soal properti melainkan juga cast dari Nekoma dan Dateko juga muncul karena memang mereka mau ikutin canon. Adegan komedi dimunculkan walau Blogger pikir sebagian besar bukan sengaja dibikin komedi. Apalagi karena ini siaran langsung di atas panggung, para pemeran pasti berimprovisasi sesuai dengan skenario yang ada dan sesuai kondisi di atas panggung. Seperti misalnya ada adegan tokoh (Blogger lupa siapa) tiduran dan taruh kepala di atas paha Hinata kemudian Hinata pindahin kepala tokoh itu ke lantai. Sontak terdengar suara kekehan geli penonton, dan Blogger pikir mungkin adegan itu gak ada di skenario. Jadi dalam satu adegan, jika ada lebih dari satu tokoh terlihat di atas panggung, maka bisa aja ada penonton yang menangkap 'adegan' di luar skenario dan dijadiin bahan lucu-lucuan---biasanya hal ini jadi asupan besar untuk para fangirl/boy.

Para cast tidak hanya memerankan tokoh yang bernama. Dari Haisute pertama, para cast yang pada saat itu tidak punya adegan, biasanya akan muncul dengan jubah putih atau malah mengenakan pakaian lain untuk merepresentasikan 'penonton' atau figuran atau narator. Seperti yang paling kelihatan adalah ketika stage actor Kuroo dan Kenma pakai wig dan baju perempuan yang memperlihatkan seakan mereka fangirl Oikawa. Atau di The Strongest Challengers, kalau gak salah stage actor Bokuto dan Akaashi jadi fangirl Atsumu. Jadi, para cast gak hanya main jadi suatu tokoh secara bersih, di atas panggung ya orangnya mereka-mereka juga.

Dari semua cast (generasi sebelum 2019), yang membuat Blogger pangling adalah Kondo Shouri yang main jadi Kuroo Tetsuro, sesuai yang Blogger sempet singgung, karena sesuai banget, apalagi interaksinya dengan stage actor Kenma di atas maupun di luar panggung. Padahal aktor Kenma, Nagata Takato, di awal Blogger lihat itu kurang terlihat seimut Kenma, tapi bisa kelihatan bahwa dia memang Kenma.
Cast yang sangat baik lainnya adalah Asuma Kousuke, dan Blogger yakin serta percaya hampir semua penikmat Haisute setuju bahwa dia adalah Oikawa Tooru banget bahkan di luar panggung. Terutama saat tiap kali dia nyebut 'Iwa-chan', dan dia pernah spontan nyebut nama itu di luar panggung, lalu gayanya yang bagaikan Crappykawa banget.

Rerata cast berhasil menjadi sosok tokoh yang diperankan atas bantuan make-up, wig, tatanan rambut. Tapi yang membuat Blogger sangat senang adalah, bahkan ketika sedang tidak menjadi tokoh yang diperankan, para cast masih bisa terlihat sebagai tokoh yang bersangkutan, wkwkwk. Kalau sekedar di belakang panggung, itu masih bisa diwajari karena mereka masih pakai kostum tokoh yang diperankan, jadi apa pun yang mereka lakukan walau OOC, masih bisa terlihat sebagai karakter tertentu.

Relasi para cast di luar pementasan pun patut diacungi jempol. Sudah biasa banget kalau ada aktor (panggung sekalipun) yang menjadi seperti keluarga besar karena mereka ketemu dalam proyek. Tapi gini, para cast (sebelum 2019) tidak selalu sama. Maksudnya, bahkan pemeran Daichi sebelum 2019 aja udah ganti-gantian dari Tanaka Keita ke Akisawa Kentaro lalu balik lagi (mereka pentas untuk satu judul bukan hanya sekali, dan saat re-run mungkin ada cast yang berhalangan jadwalnya dengan jadwal lain, makanya bisa ada re-cast). Dan yang bikin Blogger senang adalah, pada video diluar pementasan, aktor alumni masih datang dan ikutan masuk dalam video-video  itu. Kekeluargaannya terasa walau iya sekali lagi mereka dipertemukan di Haisute.

Para cast, di luar panggung serta di sosmed masing-masing membuat para fangirl (dan mungkin fanboy, Blogger gak tahu) kegirangan karena mereka sering seperti tidak jauh dari tokoh yang mereka perankan, belum lagi interaksi mereka satu sama lain, membuat para shippers bahagia sendiri. Blogger gak perhatiin semua sih, cuman yang paling kelihatan untuk Blogger belakangan ini adalah TsukiHina yang diperankan Kosaka dan Suga. Pokoknya kalau perlu asupan (terutama BL) Haikyuu, segala sesuatu yang berhubungan dengan Haisute itu cocok banget lah.
 
Untuk cast Karasuno 2019, awal lihat jelas rasanya aneh. Blogger belum pernah nonton versi generasi itu sih, tapi belakangan Blogger bisa melihat bahwa mereka tampak lebih mirip tokoh aslinya dibanding cast sebelum 2019. Jangan salah, sejauh ini Blogger tetap lebih suka cast orisinil (dan versi rerunnya), tapi memang penampakan 2019 lebih mendekati canon

A Very Potter Musical yang sempat Blogger singgung sebagai pembanding itu kayaknya bukan resmi dari pihak Harry Potter, alias buatan fans, dalam hal ini Starkid. Sedangkan Hyper Projection Engeki: Haikyuu ini kalau Blogger gak salah paham resmi, terlihat dari deretan staf produksi. Jadi bukan sekedar produksi fans. Enggak, jangan salah, banyak stageplay buatan fans (berbagai fandom) yang bikinnya niat bahkan mungkin lebih keren dari Haisute ini (karena misalkan genre fantasi dsb), tapi mereka bukan garapan resmi. Kalau ternyata Haisute ini pun gak resmi, berarti Blogger salah paham.

Senin, 20 Juli 2020

Haikyuu, akhirnya kelar

AKHIRNYA BENERAN TAMAAAT

Oke, enggak, Blogger gak bakal sok bilang bahwa ngikutin serial ini dari awal muncul. Enggak. Karena nyatanya memang Blogger baru mulai bener baca chapter 1 sekitar April 2020, itu pun setelah akhirnya kelar baca Kuroko no Basuke yang dimulai baca sekitat Maret 2020. Iya, April, itu ketika season 4a HQ kelar tayang, Blogger baru mulai dari bawah banget.

Pertama kali baca, saat itu bagian timeskip sudah rilis di manga. Dan pertama kali baca itu, Blogger tetap kurang tertarik dengan manganya, kemungkinan besar karena terlalu membandingkan dengan KnB setiap kali baca adegan tertentu. Alasan lain, mungkin karena Blogger tidak mengerti voli, beda dengan basket yang sebelum baca KnB pun Blogger sudah cukup paham untuk beberapa hal umum. Tetapi, ketika Blogger coba nonton animenya (HQ), Blogger langsung bisa mengerti kenapa serial ini banyak penggemarnya. Mungkin cuman Blogger, tapi memang pergerakan para tokoh di anime lebih bisa dimengerti daripada manga (ya iyalah). Sehingga setelah selesai nonton animenya, kemudian coba baca ulang manga, Blogger jadi lebih suka daripada yang waktu pertama kali. Jauh.

Seperti yang Blogger pernah tulis di entri pembanding KnB-HQ, salah satu hal siknifikan yang beda adalah persaingan antar tim. Di KnB, tokoh GoM itu antagonis yang perlu dikalahkan biar mereka bertobat. Sedangkan HQ, tokoh antagonis (yang berarti setiap lawan tanding dari Karasuno) punya persaingan yang sehat (ada yang licik, tapi relasi antar tim bukannya buruk).

Genre utama HQ selain sport dan comedy adalah coming-of-age, yang kurang lebih berarti serial ini bercerita tentang perkembangan tokoh tertentu, dalam hal ini Hinata Shoyo. Sehingga Mangaka yakni Furudate Haruichi, bebas mau bikin ceritanya kemana aja asalkan itu berhubungan dengan pengembangan karakter dan kemampuan Hinata. Bebas. Sehingga, sekalipun sudah ketahuan bahwa di bagian akhir Hinata bakal jadi pemain yang hebat, tebakan pembaca tidak bisa terarah mau tamat di adegan yang bagaimana.

Kenapa? Karena:
1. Awal mula Hinata tertarik voli hanya karena melihat The Little Giant dari TV yang ada di etalase toko. Jadi ada pemikiran bahwa Hinata ingin menjadi seperti Tenma. Tapi pemikiran bahwa akan tamat disitu langsung sirna setelah Hinata bertemu langsung dengan idolanya yang bahkan sudah tidak bermain voli.
 2. Hinata berniat untuk bisa menang dari Kageyama. Sebelum timeskip, memang sulit ditebak tentang bagaimana Hinata bisa menang dari Raja, karena mereka masuk ke sekolah yang sama. Tetapi bahkan ketika mereka sama-sama masuk tim profesional, tim Hinata sudah menang, kok ya belum tamat gitu.

Gara-gara yang nomor dua itulah, Blogger jadi kurang suka pada fakta Haikyuu tamat di chapter 402.

Bukan karena ingin agar serial ini terus berlanjut (manga yang terlalu panjang pun juga gak baik karena biasanya akan berputar-putar atau mulai melenceng sebentar lalu jalurnya balik lagi), melainkan karena Blogger merasa halaman terakhir di chapter 401 itu sudah cukup untuk mengakhiri serial ini.


Iya tahu Blogger melulu di FB/IG ributin Kuroo yang belum muncul sebelum 401, tapi bukan mentang-mentang dia muncul lalu Blogger bilang boleh tamat di chapter bersangkutan. Enggak gitu. Sekali pun Kuroo tidak muncul sama sekali di timeskip, (2) halaman terakhir 401 itu merupakan penutup yang bagus.

Bukan berarti 402 jelek, sama sekali enggak. Bahkan, itu menjadi fanservice karena para tokoh penting mendapat pemunculan walau ada yang berdesakan dalam satu panel. Tidak semua hadir, tapi bagi blogger itu 'cukup'. Tetapi sekali lagi, bagi Blogger, 402 bukan penutup serial yang bagus.


Blogger sangat senang karena Oikawa menjadi 'musuh terakhir' yang harus dihadapi KageHina dalam serial ini, karena seingat Blogger, Oikawa adalah bos musuh utama pertama KageHina dalam tim yang utuh (bukan 3 lawan 3). Iya, yang pertama dan yang terakhir. Menurut Blogger, itu adegan yang bagus. Tetapi, hal yang baik itu langsung di-skip begitu saja, menjadi Kageyama vs Hinata lagi.

Iya, tahu tujuan Hinata di serial ini adalah mengalahkan Kageyama. TAPI DIA SUDAH MELAKUKAN ITU DI 401. Kalau memang mau munculin tim Oikawa, setidaknya Blogger ingin lihat proses tandingnya walau dipercepat, bukannya main skip aja setelah beberapa panel penggambaran awal tanding. Iya tahu ada panel referensi ke chapter 1, tapi kan tetep ajaaaa...

Kemudian di bagian akhir 402 itu, menunjukan bahwa Kageyama bakal lawan Hinata lagi. Seneng liatnya, tapi berasa pengulangan. Makanya Blogger merasa, penutup di 401 lebih terasa sebagai penutup serial, sedangkan 402 hanya seperti epilog.

.

Permisi mau fangirlingan.

KYAAA YAKU MUNCUUULL!!
Enggak, dia bukan tokoh favorit Blogger, tapi tetap menganggap tokoh ini termasuk tokoh yang penting dalam serial, dan itu bukan karena dia orang Nekoma. Iya tahu juga ada bocoran dari majalah voli sana bahwa Yaku ceritanya jadi Libero tim nasional Jepang, tapi gak afdol kalau itu gak beneran muncul di manga. Teruuus, Rusia hahahaha. Enggak, Rusia gak lucu. Yang bikin Blogger ngakak adalah Lev kan setengah Rusia, jadi banyak yang cengin bahwa Yaku main di Rusia gara-gara Lev.

WELKAMBEK ABANG KUROOOOOO~~~
Agak sedih karena banner Nekoma muncul ketika anggota Nekoma sedang tidak main voli. Memang ada teori penggemar bahwa banner Nekoma itu tetap nyambung ke kerjaan Kuroo yang menjadi penyambung sesama pemain voli. Ada juga penjelasan penggemar tentang pekerjaan Kuroo tersebut dianggap wajar dan gak keluar dari jalur penokohannya. Blogger setuju dengan semua teori tersebut. Tapi Blogger tetap menyayangkan bahwa Kuroo Tetsurou, orang yang membuat Kenma dan Tsukishima berterimakasih padanya dalam satu pertandingan voli yang sama, orang yang sejak kecil latihan dengan Kenma sambil bilang kurang lebih bahwa jurus yang mereka pelajari akan berguna di masa depan, malah tidak main voli di timeskip.

YAMAGUCHI BIKIN BANGGAAA!!
Iya, anak bawang Karasuno itu bikin orang kaget. Di timeskip, walau tidak ada penjelasan lewat tulisan, ada panel yang memperlihatkan bahwa dia menjadi kapten gantiin Ennoshita saat kelas tiga. Sebenarnya, kalau selama ini cuman baca cerita begitu aja, mungkin gak bakal kepikiran tentang siapa yang bakal jadi kapten jika pendahulunya lulus. Untuk Ennoshita sendiri, karena sudah ada dialog canon di manga, jadi sudah tidak bikin kaget. Sedangkan Yamaguchi, mungkin sudah ada yang tebak tentang dia bisa jadi kapten. Tapi di awal-awal, gak keliatan. Masalahnya, kandidat dari angkatan itu selain dia hanyalah Tsukishima, Kageyama, dan Hinata. Erm, yah, mungkin hanya Yamaguchi yang bisa jadi kapten. Tapi, gini, pengembangan Yamaguchi memang keren banget, apalagi karena dia sendirilah yang berinisiatif untuk menjadi lebih baik dalam voli.

CIIEEE TSUKISHIMA PADAHAL KATANYA VOLI CUMAN KLUB TAPI SEKARANG MASIH MAIN CIIEEE~~
Tsukki adalah pacar Blogger nomor satu di serial ini, bahkan sebelum tahu tentang apa yang terjadi pada Akiteru. Menurut blogger, perkembangan Tsukishima gak begitu ada, karena memang dari awal dia punya kemampuan dan kepintaran dalam main voli. Paling, yang berubah adalah perasaan dia untuk mau menang. Makanya saat berhasil block Ushijima, itu keren banget. Walau dia masih rada reseh dan tsundere bahkan setelah timeskip, Blogger sangat senang ketika di chapter 401 ada panel berisi dia, Yamaguchi, Yachi, Kageyama, dan Hinata yang sedang ngobrol walau tanpa balon percakapan. Di situ Tsukishima tampak ngobrol biasa. Gak bohong, itu bagus.

OIKAWA BAGAIKAN AWAL DAN AKHIR ASYIIIIKK~
Enggak, dia gak ada di Arc awal serial. Dan walau bukan tokoh villain, Blogger senang serial ini terus menampilkan Oikawa sebagai lawan tanding. Menurut blogger pribadi, sosok Oikawa penting karena berhubungan dengan perkembangan Hinata dan terutama Kageyama. Inget, tim pertama yang dilawan Hinata di Karasuno sebagai tim utuh adalah timnya Oikawa. Anime Season 1 diakhiri dengan pertandingan lawan tim Oikawa. Anime Season 2 juga Oikawa, dan di tengah season itu juga ada tentang Oikawa yang dengan menyebalkan kasih tips ke Kageyama. Memang selebihnya Oikawa memang tidak begitu tampil di manga karena toh mau ngapain juga. Tetapi Blogger seneng karena kalau gak salah ingat, Oikawa adalah tokoh penting pertama yang Hinata temui setelah timeskip, dan pertemuan yang tidak lama itu cukup bagi mereka punya panggilan sayang. Makanya ketika Oikawa diperlihatkan sebagai lawan terakhir KageHina dalam serial, Blogger cukup senang, karena memang dia cocok mendapatkan julukan The Grand King. Tunggu, tunggu, jangan-jangan Final Haikyuu Quest itu adalah ramalan? //bukan

.

Menurut Blogger Furudate sangat berhasil dalam menggambarkan pengembangan tiap tokoh. Dari yang minor hingga tokoh yang hampir selalu muncul, semua gak datar dan diberi kesempatan untuk berkembang. Setiap tokoh yang muncul pun tidak terasa sia-sia karena masing-masing punya peran sendiri dalam perkembangan cerita. Dari semua tokoh penting yang banyak itu, setidaknya ada 3 tokoh mentor yang berpengaruh besar dalam serial ini (iya, sengaja cuman yang mentor aja, biar gak berebut dengan peran lain).

Pertama, Washijo Tanji.
Kalau belum ngeh, dia ini pelatih di Shiratorizawa yang pendek itu. Awal kemunculannya, memang reseh, tapi itu dimaklumi karena latar belakangnya. Awalnya Blogger pikir Washijo ini hanya akan tampil selama Karasuno lawan Shiratorizawa, tapi ternyata dia muncul lagi di season selanjutnya. Menurut Blogger, tokoh ini cukup penting dalam pengembangan kemampuan Hinata. Memang kesannya dia reseh saat hanya memperbolehkan Hinata untuk jadi ball boy selama latihan, tapi mungkin memang itu dia punya maksud terselubung. Sekali pun dia gak punya maksud terselubung (alias bener-bener hanya butuh ball boy), tetap saja Hinata jadi lebih baik gara-gara seminggu itu. Selanjutnya pun, Hinata bisa ke Brazil berkat koneksi Washijo. Iya, tahu, Hinata dibantu cari ini-itu bareng Ukai, tapi yang kemudian kenalin dia ke alumni Shiratorizawa tetap Washijo.

Kedua, Shimada Makoto.
Walau pakai kacamata, dia tetap bukan favorit Blogger. Tetapi pada titik tertentu, Blogger menganggap Shimada adalah mentor yang sangat sayang pada muridnya, dalam hal ini Yamaguchi. Memang, dia bukannya tawarin Yamaguchi untuk dilatih. Tapi, anak yang begitu kaku dan penakut itu, dia masih mau ajarin walau di awal-awal tampak gak ada harapan. Itu biasa aja sih. Yang membuatnya tampak menjadi mentor yang baik adalah ketika saat pertandingan, dia menarik perhatian Yamaguchi dengan plastik tokonya biar tenang. Bisa aja Shimada menganggap 'yah mau bagaimana lagi', tapi enggak, dia langsung melakukan sesuatu demi muridnya. Makanya ketika Yamaguchi menjadi kapten, Blogger yakin dan percaya, Shimada pasti sangat bangga.

Ketiga, the one who made it happened.
Enggak, maksudnya bukan Mangaka-nya ya, ini masih ngomongin tokoh fiksi karangan Furudate. Memang, Hinata bisa kepikiran main voli gara-gara lihat Tenma, tapi yang Blogger maksud di sini juga bukan The Little Giant itu. Yang Blogger ingin omongin adalah mentor pertama yang dimiliki Hinata dalam dunia voli, orang yang bahkan bukan pemain voli, dia adalah Takeda Ittetsu.
Memang tidak diceritakan masa lalunya, atau tentang bagaimana kok bisa-bisanya dia menjadi pengurus klub voli padahal dia sendiri masih harus belajar istilah-istilah olahraga yang bersangkutan. Tetapi, Takeda BELAJAR. Dia bisa aja acuh, karena toh memang posisinya hanya sekedar penanggungjawab klub voli. Iya, memang, sebagai penanggungjawab, dia tetap harus tahu ini-itu, tapi bisa saja acuh. Bahkan, dia mencari orang terbaik yang bisa menjadi pelatih pengganti di Karasuno, bukan sembarang orang, dan Takeda gak pernah nyerah. Dia memang gak ngerti soal fisik, tapi dia bisa membantu dalam hal mental peserta didiknya. Iya, dia beberapa terlihat seram juga saat ceramahin muridnya, tapi itu berarti dia memang serius dalam pekerjaannya. Belum lagi, dia sempat ingin pakai tabungannya agar bisa boyong tim voli putra SMA Karasuno latihan ke Tokyo.
Bayangkan kalau Takeda tidak seserius itu. Bayangkan kalau dia menyerah untuk meminta Keishin jadi pelatih. Bayangkan kalau guru satu itu gak keukeuh nyari lawan tanding untuk latihan timnya. Bayangkan.

.

PENUTUP:
TSUKISHIMA KEI, KUROO TETSURO, DAN OIKAWA TOORU ITU MILIK BLOGGER YA.
//enggak. //bukan. //penutupmacamapaini

Yang lain bilang terimakasih Furudate untuk 8 tahun ini, tapi Blogger akan bilang:
"terimakasih Furudate untuk 4 bulan yang luar biasa ini (dihitung bulan April)!!".

Rabu, 24 Juni 2020

'Kuroko no Basuke' dan 'Haikyuu!!'

Awalnya Blogger berniat untuk bikin entri satu-satu untuk masing-masing fandom, lalu bikin entri untuk bacotin keduanya barengan. Tapi makin kesini, setelah selesai baca ulang kedua manganya, Blogger memutuskan untuk bikin entri omongin mereka berdua sekalian, karena takutnya di entri KnB kebanyakan singgung HQ, sedangkan entri HQ kebanyakan bacotin KnB. Biar gak ribet, begini ajalah.



Bukan masalah yang mana rilis duluan, tapi memang Blogger kenal Kuroko no Basuke (atau Kuroko's Basketball, atau Kuroko no Basket, terserah situ tahu judul alternatifnya yang mana) duluan sebelum Haikyuu!!. Mulanya Blogger gak berniat terjun ke fandom ini, dan bisa tahu tentang KnB gegara meme yang tersebar saat anime KnB masih tayang. Blogger gak inget memenya apa aja, tapi yang cukup terkenal yang paling Blogger inget di Indonesia adalah editan foto dengan judul 'Kuroko no Basuki', yang menampilkan Ahok main basket. Blogger gak bakal taruh gambarnya di sini, tapi percaya deh, gambar itu sempat viral di sosmed.
Kemudian, sejak, eh, dua tahun lalu mungkin, Blogger kan seneng baca manga di situs manga online secara berurutan dari huruf depan. Pas saat di huruf K, sekitar dua bulan lalu Blogger lihat judul KnB, dan berpikir yaudah coba aja. FYI, waktu itu Blogger kurang begitu tertarik dengan genre sport. Memang saat ketemu KnB ini Blogger sudah tidak lagi melulu tertarik pada shoujo-drama (malah sekarang hobinya putar mata tiap lihat adegan klise shoujo), tapi genre sport adalah salah satu genre yang tidak Blogger minati. Dan sejak baca manga berurutan dari huruf depannya ini, selain mengandalkan artwork cover, genre, dan terutama sinopsis, Blogger juga baca komentar para pembaca yang lain tentang manga yang bersangkutan, setelah itu coba baca 5-10 chapter pertama---maksudnya kalau emang enak dibaca ya lanjut, kalau males ya di-drop. Jadilah, Kuroko no Basuke adalah manga genre sport (shounen) pertama yang Blogger baca atas inisiatif sendiri (bukan karena ada di Shonen Jump atau Shonen Star yang Blogger punya di rumah, dan bisa dihitung jari).

Walau memang sudah gak tergila-gila dengan shoujo manga, Blogger gak akan bohong dengan bilang artwork shoujo itu jelek. Nyatanya yang membuat Blogger seneng baca shoujo salah satunya adalak gaya gambarnya. Iya ada yang gambarnya kurang nyaman, tapi biasanya sih bagus aja, apalagi di tahun-tahun sekarang. Tapi ketika baca KnB, artwork shounennya gak langsung jomplang dari shoujo yang memang ada yang rada kasar, sehingga dari artwork, Blogger bisa langsung adaptasi.

Kuroko no Basuke bercerita tentang Kuroko yang suka main basket tapi gaya mainnya adalah yang paling beda dengan yang lain, lalu bertemu serta menjadi partner dari Kagami yang jago banget main basket, kemudian berambisi untuk mengalahkan mereka yang disebut Generation of Miracles gegara setiap anggotanya jago banget main basket sampai taraf menyebalkan.

Dari segi cerita, tujuan Kuroko (dan Kagami) sangat jelas dari awal, sehingga sudah tahu bagian akhirnya akan bagaimana, jadinya tinggal ikutin prosesnya. Manganya sangat mengedepankan adegan permainan basket. Bahkan ketika ada panel tentang mereka ngobrol di jam istirahat sekolah pun, pasti bisa disambungin ke basket, sehingga hampir tidak ada adegan yang nyerempet keluar dari jalur basket atau keluar dari tujuan Kuroko (dan Kagami).

Manganya seru. Dan berhubung ini manga shounen, udah tahulah ya, jumlah halamannya sebagian besar gak nyampe 20 halaman perbab. Jadinya satu pertandingan terutama yang melawan GoM bisa menyita banyak chapter.
Anime pun gak kalah. Blogger inget sering sesak nafas sendiri saat nonton, karena tegang banget. Padahal sudah baca manganya, udah tahu siapa menang siapa kalah, tapi mungkin karena adegan pertandingannya seru, jadinya Blogger sering tahan nafas sendiri. Wkwkwk.

Atau mungkin karena ini anime sport pertama yang bener Blogger tonton?

.

Selanjutnya, Blogger omongin tentang Haikyuu!!.


Blogger gak inget apakah sebelumnya pernah ngelihat meme atau apapun menyangkut fandom ini. Sekalipun pernah, mungkin Blogger gak ngeh. Yang Blogger tahu adalah, Blogger kenal nama manganya saat baca komentar di bagian manga KnB. Jadi ada komentator yang nyeletuk tentang HQ, blogger lupa dia omong apa, kalau gak salah tentang setelah baca KnB dia mau langsung lanjut ke HQ. Gara-gara itu, Blogger jadi pengen coba juga. Maksudnya, KnB yang sangat kental soal basket (dan tidak bahas tentang apa pun lainnya) sudah berhasil Blogger lahap manga dan animenya, jadi mungkin HQ juga akan bisa.
Masalahnya, Blogger gak ngeh bahwa Haikyuu!! ini tentang voli. Aduh astaga, Blogger sangat parah main voli. Bukan cuman voli, tapi Blogger memang payah dalam pelajaran olahraga selain futsal dan sepakbola. Untuk basket pun, bukannya tertarik, tapi Blogger paham teknis mainnya, sehingga gak masalah saat baca dan nonton KnB. Sedangkan voli itu, sampai saat ini ketika Blogger sudah baca dan nonton ulang HQ, masih gak ngerti tentang maksud rotasi pemain.

Artworknya Blogger gak suka. Tuh, jujur banget kan. Dan ini bukan karena bandingin dengan KnB. Yah, mungkin karena baca ini tepat setelah KnB, jadinya dalam otak langsung bikin perbandingan. Tapi enggak, sampai baca ulang pun, Blogger gak suka, entah kenapa. Di chapter awal, Blogger sempet mau tinggalin aja, karena berpikir 'toh gak tertarik voli juga'. Lalu, muncullah Tsukishima Kei, karakter yang bahkan sampai chapter 300an menjadi satu-satunya kesayangan Blogger saat pertama kali baca.
Kalau situ ikutin IG dan FB Blogger, bakal ngeliat betapa bucinnya Blogger terhadap Oikawa dan Kuroo, percaya deh itu berkat anime dan terutama stageplay actor.

Haikyuu!! bercerita tentang Hinata yang tertarik main voli setelah melihat Little Giant Karasuna lewat televisi, lalu berniat menjadi Little Giant juga karena memang badan dia pendek, kemudian ketemu Kageyama yang nyebelinnya ampun-ampun tapi jago volinya juga ampun-ampun sehingga Hinata berniat kalahin dia, tak disangka ternyata mereka jodoh banget masuk ke SMA yang sama yakni Karasuno.

Dari segi cerita, Blogger sempet bingung ini maksudnya mau dibawa kemana. Jadi awalnya adalah tentang Hinata yang ingin jadi Little Giant berikutnya, ngebetnya udah kayak Naruto yang pengen jadi Hokage. Selama dia kelas 1 SMA itu, banyak adegan yang munculin tentang menuju menjadi Little Giant itu, bahkan ada saingan untuk menyandang gelar tersebut. Tapi ketika Hinata akhirnya ketemu langsung dengan idolanya, Blogger jadi bingung, apakah tujuan tokoh utama dalam manga ini memang hanya jadi Little Giant? Kemudian ada acara time skip pula, padahal turnamen yang saat itu berlangsung belum selesai (Blogger sangat turut merasakan patah hatinya para pemain Karasuno terutama Hinata saat itu). Setelah time skip, Blogger makin bingung ini mau dibawa kemana plotnya. Ketika Hinata dan Kageyama ketemu lagi, Blogger baru ngeh bahwa tujuannya adalah tentang Hinata ingin menang dari Kageyama.
Tunggu, iya memang sejak pertandingan pertama Hinata dengan Kageyama saat mereka kelas 3 SMP itu Hinata udah berkali-kali bilang pengen menang dari Kageyama, tapi Blogger gak ngeh bahwa 'gol' dari manga ini adalah hal itu, karena Blogger pikirnya adalah tentang Little Giant yang ada di awal banget.

Untuk manganya, selain tentang artwork, sebenernya gak begitu masalah, tapi volinya diseimbangi dengan humor. Percaya deh, pertama kali baca, yang paling Blogger bisa inget dari ceritanya adalah bagian humor. Barulah ketika nonton animenya, Blogger bisa seriusin di pertandingan. Tapi di anime pun, humornya lebih parah, baik selama pertandingan mau pun di luar pertandingan.

Mungkin karena judulnya adalah Haikyuu!!, yang Blogger baru tahu setelah baca ulang manganya bahwa itu berarti 'voli', makanya Mangaka bisa cerita bebas tentang permainan voli tanpa melulu fokus pada bagian Hinata (jadi Mangaka gak masalah untuk mengembangkan karakter lain tanpa Hinata di adegan yang bersangkutan). Beda dengan Kuroko no Basuke yang karena dijudulnya sendiri ada nama Kuroko, sehingga ceritanya harus berputar di sekitar tokoh tersebut.

.

Sekarang Blogger akan banyak omongin perbandingan atau persamaan, atau apa pun yang berhubungan dengan keduanya (setelah daritadi berusaha untuk gak omongin fandom satu sama lain, wkwkwk).

Oikawa Tooru adalah Kise Ryouta. Iya, gak usah ngomel: Mangaka beda, fandom beda, olahraganya beda. Tapi lihat aja sendiri, Blogger saat pertama kali baca HQ dan lihat Oikawa disiksa Iwaizumi itu langsung bayangin Kise disiksa Kasamatsu. Lain-lain memang beda, tapi posisi mereka dalam masing-masing serial itu bisa terbilang serupa. Ya sama-sama tipikal cowok cantik lah (dimaksudkan begitu oleh Mangaka yang bersangkutan), sama-sama terkenal di kalangan tokoh perempuan, dijadikan tokoh narsis, dan hobi dihajar tokoh setim yang paling dekat.

Iya, urusan Kise-Ryota itu adalah crossover KnBxHQ pertama yang muncul di otak Blogger.

Seperti yang sudah Blogger singgung di bagian HQ, Blogger tidak paham voli. Sekarang setelah baca HQ, jadi sedikit paham lah, terutama tentang teknis main atau bagaimana papan skor berubah. Dalam KnB pun, Blogger jadi terbantu dalam memahami teori basket. Agak miris sih, karena Blogger baru mengenal kedua serial ini setelah lulus sekolah, mengingat dulu saat masih sekolah sering keluar soal teori mengenai kedua olahraga ini (kalau HQ sih memang muncul saat Blogger kuliah, sedangkan KnB rilis saat Blogger SMP tapi saat itu Blogger tidak tahu-menahu).
Masalahnya, walau pun porsi basket di KnB (menurut Blogger) lebih kental daripada voli di HQ, pengetahuan mengenai basket di KnB itu nyaris tidak disinggung.

Di HQ, terutama di awal, Takeda yang digambarkan sebagai orang yang awam akan voli, dibuat adegan tentang dia baca teori tentang voli. Disitu, Mangaka membuat panel untuk menjelaskan juga dengan voli selama cerita berlangsung. Baik itu di bagian awal tentang menjelaskan posisi pemain (bahkan mereka sengaja tidak jelasin tentang Libero sampai muncul Noya), mau pun teknik main ini itu. Ketika Yachi muncul, pembaca dan penonton dapat penjelasan lain lagi tentang permainan voli.
Sedangkan di KnB, mungkin Blogger terlewat atau malah kelupaan, tidak ada penjelasan teori tentang basket. Selama cerita berlangsung, pembaca awam seperti Blogger memang bisa paham melalui adegan langsung yang terjadi, tapi Blogger mengharapkan adanya penjelasan.
Tetapi hal mengenai informasi masing-masing olahraga ini bisa Blogger maklumi, karena dari faktor judul. Di HQ, 'Haikyuu!!' katanya berarti (permainan) voli, makanya Mangaka bisa mengulas ini-itu tentang voli. Cerita tetap berpusat pada Hinata, tapi Mangaka juga menganggap pengetahuan dasar tentang voli itu penting. Sedangkan KnB, 'Kuroko no Basuke' atau secara harafiah berarti 'permainan basket Kuroko', itu hanya tentang Kuroko main basket. Di serialnya bukan menceritakan bagaimana awal mula di main basket (walau iya memang ada flashback), melainkan tentang gaya basketnya Kuroko, sehingga pengetahuan dasar basket dalam serial ini jadi terlewat.

Dari segi plot, sebenernya HQ lebih punya plot, tapi KnB 'gol'nya lebih jelas. Humor HQ jauh lebih ada, makanya terutama saat nonton animenya, Blogger lebih tegang saat nonton KnB. Humor milik KnB sebenernya ada, tapi ya begitulah, dan lagi mereka punya Ng Shuu untuk menampung segala kehumoran (yang ada di pojok manga). Di HQ, yang membuat lucu adalah segala macam tingkah para tokoh, dari yang paling kaya ekspresi sampai yang paling emo.
Plot HQ bisa dibuat sangat luas, karena, sekali lagi, ini tentang voli, bukan sekedar Hinata. Jadi ya ceritanya bisa tentang Hinata pertama kali kenal voli, belajar voli, mengembangkan permainannya.
Sedangkan KnB, hanya bisa tentang basketnya Kuroko. Di KnB, bakat Kuroko udah ada, beda dengan Hinata. Kuroko gak perlu belajar lagi, dia hanya perlu membuat jurus baru, beda dengan Hinata yang bener-bener baru belajar dari awal.
Di situs wiki, KnB dan HQ sama-sama mengandung genre comedy dan sport, tapi khusus HQ punya genre coming-of-age yang kurang lebih berarti cerita tentang pertumbuhan suatu tokoh (dalam hal ini Hinata), makanya Furudate sebagai Mangaka HQ bisa bebas bawa plot manga ini ke mana-mana asalkan berhubungan dengan berkembangnya kemampuan Hinata dalam bermain voli.

Untuk artwork manga dan anime, Blogger lebih suka KnB. Di awal Blogger udah bilang bahwa Blogger gak suka artwork  HQ, tapi animenya terasa lebih enak dipandang. Beda dengan KnB yang dari awal gak masalah untuk Blogger.
Adegan yang ditampilkan di masing-masing anime sangat sesuai dan memang ada di manga. Memang ada materi yang tidak ada di manga, tapi itu tidak menganggu canon, jadinya itu seperti pengantar menuju canon. Kalau Blogger gak salah inget, mereka sama-sama gak punya episode filler, tidak ada episode atau materi yang dibuat berbeda dari canon.

Untuk penokohan, Blogger sama sekali gak ngerti. Maksudnya, kok bisa relatable banget antara KnB dengan HQ, padahal jalan ceritanya beda.

Eh, enggak, tunggu, omong-omong tentang jalan cerita, di bagian awal HQ pun itu model kurang lebih dengan KnB. Itu tuh, bagian tentang tim sekolah utama (basket Seirin dan voli Karasuno) diperkuat oleh kedatangan 2 tokoh utama (Kagami-Kuroko dan Kageyama-Hinata) yang dipaketin untuk menjadi senjata utama tim. Lalu saat latih tanding dengan sekolahnya seseorang di masa lalu (Kise dan Oikawa), SMA utama menang. SMA utama ikut turnamen, tapi kalah di penyisihan perfektur. Saat Winter Cup, SMA utama berhasil lolos penyisihan. Setelahnya dibuat berbeda. Memang bisa kalau cerita tentang kompetisi begitu, bagusnya tokoh utama dibuat kalah di awal biar kesannya gak gary-stu/mary-sue.
Blogger gak ngerti, apakah rerata manga/anime tentang olahraga pakai konsep awal cerita serupa atau enggak, tapi kebetulan KnB dan HQ bisa sama begitu, dan ada sejumlah komponen/materi cerita HQ yang mengingatkan akan KnB.

Oke sekarang balik ke penokohan yang relatable. Yang paling jelas terlihat ya Kise-Oikawa itu ya. Kemudian ada Kagami-Kageyama dan Kuroko-Hinata yang sebenernya beda penokohan tapi posisi mereka sama persis. Hyuuga-Sawamura pun serupa. Selebihnya gak begitu mirip, tapi Bloger bisa melihat mereka berdampingan.
Tetapi, untuk relasi antar tokoh, Blogger tahu bahwa Blogger lebih suka HQ daripada KnB, mungkin karena HQ lebih realis.

Bukan omongin zone, tapi 'antagonis' di KnB, dalam hal ini berarti orang-orang dari GoM beserta tim, itu dibuat terlalu 'jahat' di mata Kuroko. Saking jahatnya, Kuroko mau kalahin. Itu gak salah, karena memang ceritanya seperti itu, Kuroko ingin membuat teman-teman SMPnya kembali ke jalan yang benar dalam bermain basket.
Tapi, di HQ, yang memang cuman omongin voli, gak mau repot-repot memunculkan antagonis yang jahat. Iya, Oikawa digambarkan sebagai musuh pertama yang dihadapi Hinata. Tapi apakah dia memang seorang yang jahat atau perlu dibawa ke jalan yang benar? Enggak gitu. Segala tokoh 'antagonis' yang muncul sebagai tim lawan disini tidak ada yang 'jahat'. Licik, iya, lihat Nohebi. Tapi mereka bukan antagonis yang perlu dikalahkan sekumpulan pahlawan agar mereka bertobat, gak gitu. Toh, walau dengan cara yang menyebalkan, Oikawa mau kasihtahu ini-itu ke Kageyama (bahkan Oikawa mau dengerin curhat Kageyama padahal Seijoh habis menang dari Karasuno). Toh, walau reseh, Pelatih Washijo masih bantu Hinata dengan caranya sendiri (dan bahkan Hinata selama time-skip itu bisa ada di sana berkat koneksi dia). Dan terutama orang-orang Nekoma, mereka adalah rival sekaligus guru dan sahabat untuk Karasuno, dan Blogger bukan cuman omongin Kuroo dengan Tsukishima. Hubungan baik antara Bokuto dengan Kuroo yang padahal beda sekolah pun juga menarik.

Omong-omong tentang zone, nyatanya apa yang terjadi di HQ memang tampak lebih realistis dibanding KnB. Blogger pernah lihat di FB mengenai statistik komponen beberapa manga/anime dengan genre sport, seperti Captain Tsubasa, Free, KnB, HQ dan beberapa lainnya yang Blogger lupa judul. Salah satu komponen yang dimasukkan adalah tingkat penggunan 'kekuatan supernatural' dalam masing-masing cerita. Bukan maksudnya fantasi/magis, Blogger rasa mungkin itu tentang mungkin atau tidaknya suatu jurus bisa dipakai dalam dunia nyata. Contohnya kalau ada tendangan bola yang entah gimana bisa terbakar api selama melayang di udara, di dunia nyata itu mustahil, jadi dianggap 'kekuatan supernatural'.
Blogger gak tahu dalam dunia olahraga beneran ada yang namanya zone atau enggak. Kalau dari penjelasan tokoh KnB, sebenernya mungkin aja ada orang dalam pertandingan membuang semua pikiran yang lain kecuali basket sehingga pada detik itu tingkat fokusnya maksimal. Atau mungkin aja ada orang yang bisa punya emperor eye. Bisa aja. Tapi, yang menjadi 'kekuatan supernatural', adalah adegan-adegan yang tercipta di sana.
Bukan berarti Haikyuu!! tidak punya itu. Ada, tapi kadarnya tidak sebegitu yang di KnB. Makanya adegan voli di HQ lebih nyata dibanding adegan basket di KnB.

Karena kedua serial ini shonen dan mengutamakan adegan olahraga, Blogger sempet mikir gak bakal bisa fangirling-in tokoh mana-mana. Nge-ship pasangan tertentu mungkin bisa, tapi gak nyangka bakal jadi bucinnya 2D lagi. Wkwkwk.

Di KnB, dari awal Blogger baca manganya, udah suka Hyuuga, lalu sangat ngeship dia dengan Riko yang sampai tamat pun mereka tidak disatukan oleh Mangaka-nya padahal hintnya luar biasa banyak, seakan Mangaka cuman mau tease pembacanya aja. Kemudian setelah nonton anime, Blogger baca ulang manga dan kepincut Aomine juga. Ya udah makanya sekarang jadi demen mereka berdua. Untuk tokoh favorit agak ngambang. Maksudnya, Takao itu tipikal tokoh favorit Blogger, tanpa maksud untuk difangirlingin, ya. Midorima juga sama. Cuman mungkin yang penokohannya yang Blogger suka itu Kise.

Di HQ, mungkin karena masih demen yang megane, jadi Blogger langsung segera kepincut Tsukishima. Seperti kata Blogger saat bahas HQ, Tsukki adalah satu-satunya alasan kenapa sampai chapter 300an Blogger masih tahan baca pertama kali di sana. Tapi ketika nonton animenya, Blogger bisa melihat bahwa ternyata hampir semua (Blogger gak berani bilang 'semua') tokoh yang sering muncul di serial ini likeable. Ada hal-hal baik yang patut disukai dari setiap tokoh, terutama yang dari Karasuno. Hingga akhirnya selain Tsukki, Blogger jadi ikut kepincut Kuroo, padahal Blogger sendiri juga ngeship mereka berdua banget---mungkin Blogger jadi demen Kuroo gara-gara sering baca doujinshi tentang dia dengan Tsukki atau dengan Kenma. Blogger juga jadi demen Oikawa, tapi itu hanya gara-gara setelah nonton versi Stage Play.
Walau begitu, salah satu tokoh favorit Blogger, tanpa unsur fangirlingan, adalah Oikawa. Seperti yang sudah Blogger tulis sebelumnya, dia sama sekali bukan tokoh yang jahat. Menyebalkan dan reseh luar biasa memang iya, tapi dia tetap tokoh yang baik. Dia latihan luar biasa lalu takut posisinya direbut adik kelas, itu wajar. Tapi setelahnya, bahkan ketika dia habis menang dalam pertandingan lawan Karasuno, dia mau aja kasih tips ke Kageyama. Dia sayang sama keponakannya, yang bahkan ketika keponakannya sedang istirahat dan makan onigiri pun difotoin juga---tidak peduli apakah maksudnya foto itu untuk dikirim ke ortunya sebagai laporan atau apa. Sikapnya memang reseh, tapi dia masih kapten, setter, kakak kelas, dan mentor yang baik. Oh, dan paman yang baik juga untuk keponakannya.
Selain Oikawa, Kuroo juga jadi pacar favorit Blogger di HQ. Dia menjadi tokoh yang penting untuk Arc Tsukki (bareng Bokuto). Berkat dia, dua orang di serial ini menikmati voli, yakni Tsukki dan Kenma, dan dia diterimakasihin di pertandingan yang sama. Pengen peluk deh jadinya.

Eh iya, mungkin cuman perasaan Blogger, tapi kedua serial ini tidak begitu punya karakter perempuan. Ada, tapi hampir semua hanya buat sekali lewat. Hal ini sangat jelas terlihat di KnB: Riko dan Momoi. Riko hampir selalu muncul karena kebetulan dia pelatih Seirin, sedangkan Momoi karena kebetulan dia mantan manager GoM. Selebihnya hanya untuk sekali lewat alias figuran.
Tetapi di HQ, tokoh perempuan lebih banyak. Memang yang pasti sering ada adalah Kiyoko yang kebetulan adalah manager Karasuno, disusul Yachi. Terus ada Yui juga, yang kebetulan kapten voli cewek Karasuno. Tapi setidaknya dibanding KnB, tim voli HQ rerata punya manager perempuan walau hanya muncul ketika tim yang bersangkutan muncul di episode bersangkutan, seperti dari Fukurodani, Johzenji, Dateko, dan sebagainya, walau iya hanya untuk beberapa detik jika dibutuhkan.
Minimnya tokoh perempuan dalam kedua serial ini terasa seakan (baik manga maupun anime) target penikmatnya adalah para perempuan, atau mereka yang senang melihat cowok bening. Jangan salah, pertama kali baca dan nonton awalan KnB serta HQ, Blogger hanya fokus pada plot dan mengakui bahwa permainan basket dan voli mereka cukup intens bagi orang seawam Blogger. Tapi ya kelamaan Blogger jadi demen melihat kebeningan Hyuuga, Aomine, Tsukki, Kuroo, Oikawa, Akaashi cowok-cowok di dua serial ini. Dan lagi, karena sangat minim tokoh perempuan yang sering muncul, itu membuat hampir tidak adanya female role model dalam serial mereka. Seperti di KnB, pilihan role model perempuan hanya terbatas pada antara Riko, Momoi, atau Pelatih Araki (jika ada lebih, berarti Blogger kelupaan).

Kuroko no Basuke akan selalu menang di hati Blogger, walau pun secara obyektif di sana-sini masih kalah dari Haikyuu!!. Mungkin habis ini atau entah kapan kalau inget, Blogger akan ngoceh tentang masing-masing serial lagi di entri tersendiri.

Sebagai penutup dari entri yang panjang dan awalnya niat dijadikan 3 entri, silakan lihat gambar ini:

Mungkin Yaku-Lev bisa menjadi saingan Oikawa-Iwaizumi untuk menjadi penerus Kise-Kasamatsu.