Tampilkan postingan dengan label furudate haruichi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label furudate haruichi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Agustus 2020

Haikyuu Stageplay

Sebelum dikira PHP padahal udah baca jauh, Blogger akan kasihtahu dulu bahwa entri ini bukan artikel tentang stageplay Haikyuu, jadi kamu gak bakal nemuin daftar pemain, atau berita tentang mereka, tentang sejarah, dan lain sebagainya. Enggak. Entri ini murni bacotan Blogger yang fangirlingan parah tentang Haisute.

Pada mulanya, Blogger gak tahu menahu tentang eksistensi stageplay ini. Satu-satunya stageplay dari Jepang yang pernah Blogger tonton (terimakasih, Youtube) adalah Persona 3, itu pun gak full. Jadi, yah, pokoknya hanya tahu eksistensi satu itu aja, itu pun kalau gak salah saat belum ada animenya (kalau ternyata udah ada ya berarti Blogger waktu itu belum nonton).
Kebiasaan Blogger kalau habis dari serial 'besar', biasanya bakal nyari di Youtube dengan tambahan keyword 'watchmojo'. Jadi Watchmojo (dan para saudaranya) adalah channel Youtube yang hobi bikin daftar top 10 (kadang 20 atau lebih tergantung materi atau maunya mereka) tentang apa aja dari yang paling penting sampai yang paling gak penting, dan mereka unggah video tiap hari. Anime ter-ter-ter-ter pun ada. Dan kalau anime yang bersangkutan 'besar' seperti Naruto, One Piece, dll, biasanya mereka bikin video tersendiri kayak 10 pertarungan terbaik di Naruto, 10 tokoh terbaik One Piece, dsb. Nah, setelah kelar nonton Haikyuu, blogger memutuskan untuk mencarinya juga di saluran Watchmojo. Dari pencarian itu, muncullah rekomendasi (bukan dari Watchmojo) video Haisute yang The Summer of Evolution. Awalnya Blogger pikir itu bakal parodi (jatuhnya memang iya) seperti A Very Potter Musical dari Starkid. Oke, jangan salah, AVPM walau parodinya banget-banget, mereka sangat serius garapnya. Terus, Blogger pun memutuskan untuk nonton The Summer of Evolution (itu stageplay keempat dari rangkaian mereka kalau gak salah), dan jatuh cinta parah banget. Sejak saat itu, sampai sekarang, Blogger gak nyerah nyari video Haisute dari Youtube dan Facebook. Blogger pun akhirnya menemukan A View From The Top dan Karasuno Revival yang walau tanpa subtitle tapi berhasil Blogger pahami karena toh adegan dan dialognya sebagian besar canon.
Oke, enggak, tunggu, bukan berarti Blogger gak mau nyari DVD asli. Mau banget, tapi bagaimana nontonnya? Di rumah gak ada DVDplayer. Pakai laptop pun disc sering gak kebaca, entar takutnya beli mahal jadi rusak.

The Summer of Evolution adalah Haisute pertama yang Blogger tonton. Memang sangat banyak adegan yang mengocok perut, apalagi fanservice untuk para shippers bertebaran parah banget, sehingga saat nonton gak bisa cuman meratiin tokoh yang sedang berdialog aja karena bisa aja tokoh di sekitar mereka sedang melakukan kekonyolan yang terlalu sayang untuk dilewatkan---makanya nonton sekali itu gak cukup banget. Walau bikin orang ber-kyaaa-ria, stageplay ini digarap dengan serius. Plot ikutin canon dengan modifikasi yang bisa dimaklumi. Dan karena STAGEplay, sehingga mereka bakal terus-terusan di panggung (pernah ada keluar panggung tapi mereka tetep di ruangan itu), jadinya tim kreatif sangat perlu diacungin jempol untuk latar dan properti.

Beda dengan AVPM, karena memang judulnya MUSICAL, jadi sudah pasti ada adegan nyanyi dan biasanya ada tariannya juga. Sedangkan di Haisute gak begitu. Musik tetap ada, tapi mereka hanya nari dan gak pakai nyanyi. Tarian pun bukan asal, koreo mereka memang disesuaikan dengan adegan mereka dan paling kelihatan saat adegan man voli---koreo mereka disesuaikan dengan gerakan dalam permainan voli. Kalau gak salah inget, tiap tim punya theme song dan koreo sendiri untuk pembeda, dan ini jadi bikin keren lagi.

Castnya membuat Blogger jatuh cinta walau gak instan. Di Summer of Evolution, karena sekali lagi itu pertama kalinya blogger nonton Haisute, tokoh pertama yang Blogger langsung kasih jempol itu Kuroo yang diperanin Kondo Shori. Gak tahu ya, rasanya langsung jatuh cinta dengan Kuroo versi Haisute, padahal memang dari manganya pun udah masukin tokoh ini ke daftar tokoh favorit. Lalu kalau dari foto-fotonya aja, sebenernya Blogger sempet kurang sreg dengan Suga Kenta sebagai Hinata, tapi ternyata versi panggungnya sangat sesuai. Hal itu terjadi pada hampir semua karakter lain selain Kuroo. Bahkan butuh beberapa kali nonton sampai akhirnya Blogger bisa suka Kosaka Ryotaro sebagai Tsukki.

Dan mungkin nonton The Summer of Evolution sebagai Haisute pertama yang Blogger tonton adalah keputusan yang baik, karena memang adegan Karasuno ikut latihan ke Tokyo itu adalah adegan favorit Blogger baik dari manga maupun anime. Merupakan keputusan yang baik juga karena ada Fukurodani dan Nekoma juga. Memang di stageplay sebelumnya bahkan ada Aoba Johsai, tapi sekali lagi Blogger lebih suka adegan yang Karasuno ke Tokyo. Gara-gara suka dengan stageplay keempat ini, Blogger jadi bisa semangat nyari tiga pertama.

Blogger ketemu video full A View From The Top, dan melihat bahwa ternyata dari awal, orang Engeki Haikyuu ini memang serius garap stageplay mereka bahkan dari Haisute pertama. Bukan jelek, tapi seandainya stageplay ini adalah stageplay Haikyuu pertama yang Blogger temukan, mungkin Blogger gak bakal sesemangat sekarang. Sekali lagi, bukan jelek ya. Pada nyatanya, dana Haisute pertama memang lebih kurang dari yang keempat dan itu wajar. Properti mereka kurang ada dan lebih mengandalkan latar belakang yang di layar dan lantai panggung serta lightning. Untuk cast, karena memang bagian awal Haikyuu masih tidak begitu banyak tokoh penting, jadi wajarlah kalau mereka hanya mengutamakan Karasuno (yang tidak penuh) dan Aoba Johsai serta para mentor Karasuno. Bahkan disitu Kiyoko tidak tampil secara fisik.

Karasuno, Revival! tampak lebih punya dana. Bukan hanya soal properti melainkan juga cast dari Nekoma dan Dateko juga muncul karena memang mereka mau ikutin canon. Adegan komedi dimunculkan walau Blogger pikir sebagian besar bukan sengaja dibikin komedi. Apalagi karena ini siaran langsung di atas panggung, para pemeran pasti berimprovisasi sesuai dengan skenario yang ada dan sesuai kondisi di atas panggung. Seperti misalnya ada adegan tokoh (Blogger lupa siapa) tiduran dan taruh kepala di atas paha Hinata kemudian Hinata pindahin kepala tokoh itu ke lantai. Sontak terdengar suara kekehan geli penonton, dan Blogger pikir mungkin adegan itu gak ada di skenario. Jadi dalam satu adegan, jika ada lebih dari satu tokoh terlihat di atas panggung, maka bisa aja ada penonton yang menangkap 'adegan' di luar skenario dan dijadiin bahan lucu-lucuan---biasanya hal ini jadi asupan besar untuk para fangirl/boy.

Para cast tidak hanya memerankan tokoh yang bernama. Dari Haisute pertama, para cast yang pada saat itu tidak punya adegan, biasanya akan muncul dengan jubah putih atau malah mengenakan pakaian lain untuk merepresentasikan 'penonton' atau figuran atau narator. Seperti yang paling kelihatan adalah ketika stage actor Kuroo dan Kenma pakai wig dan baju perempuan yang memperlihatkan seakan mereka fangirl Oikawa. Atau di The Strongest Challengers, kalau gak salah stage actor Bokuto dan Akaashi jadi fangirl Atsumu. Jadi, para cast gak hanya main jadi suatu tokoh secara bersih, di atas panggung ya orangnya mereka-mereka juga.

Dari semua cast (generasi sebelum 2019), yang membuat Blogger pangling adalah Kondo Shouri yang main jadi Kuroo Tetsuro, sesuai yang Blogger sempet singgung, karena sesuai banget, apalagi interaksinya dengan stage actor Kenma di atas maupun di luar panggung. Padahal aktor Kenma, Nagata Takato, di awal Blogger lihat itu kurang terlihat seimut Kenma, tapi bisa kelihatan bahwa dia memang Kenma.
Cast yang sangat baik lainnya adalah Asuma Kousuke, dan Blogger yakin serta percaya hampir semua penikmat Haisute setuju bahwa dia adalah Oikawa Tooru banget bahkan di luar panggung. Terutama saat tiap kali dia nyebut 'Iwa-chan', dan dia pernah spontan nyebut nama itu di luar panggung, lalu gayanya yang bagaikan Crappykawa banget.

Rerata cast berhasil menjadi sosok tokoh yang diperankan atas bantuan make-up, wig, tatanan rambut. Tapi yang membuat Blogger sangat senang adalah, bahkan ketika sedang tidak menjadi tokoh yang diperankan, para cast masih bisa terlihat sebagai tokoh yang bersangkutan, wkwkwk. Kalau sekedar di belakang panggung, itu masih bisa diwajari karena mereka masih pakai kostum tokoh yang diperankan, jadi apa pun yang mereka lakukan walau OOC, masih bisa terlihat sebagai karakter tertentu.

Relasi para cast di luar pementasan pun patut diacungi jempol. Sudah biasa banget kalau ada aktor (panggung sekalipun) yang menjadi seperti keluarga besar karena mereka ketemu dalam proyek. Tapi gini, para cast (sebelum 2019) tidak selalu sama. Maksudnya, bahkan pemeran Daichi sebelum 2019 aja udah ganti-gantian dari Tanaka Keita ke Akisawa Kentaro lalu balik lagi (mereka pentas untuk satu judul bukan hanya sekali, dan saat re-run mungkin ada cast yang berhalangan jadwalnya dengan jadwal lain, makanya bisa ada re-cast). Dan yang bikin Blogger senang adalah, pada video diluar pementasan, aktor alumni masih datang dan ikutan masuk dalam video-video  itu. Kekeluargaannya terasa walau iya sekali lagi mereka dipertemukan di Haisute.

Para cast, di luar panggung serta di sosmed masing-masing membuat para fangirl (dan mungkin fanboy, Blogger gak tahu) kegirangan karena mereka sering seperti tidak jauh dari tokoh yang mereka perankan, belum lagi interaksi mereka satu sama lain, membuat para shippers bahagia sendiri. Blogger gak perhatiin semua sih, cuman yang paling kelihatan untuk Blogger belakangan ini adalah TsukiHina yang diperankan Kosaka dan Suga. Pokoknya kalau perlu asupan (terutama BL) Haikyuu, segala sesuatu yang berhubungan dengan Haisute itu cocok banget lah.
 
Untuk cast Karasuno 2019, awal lihat jelas rasanya aneh. Blogger belum pernah nonton versi generasi itu sih, tapi belakangan Blogger bisa melihat bahwa mereka tampak lebih mirip tokoh aslinya dibanding cast sebelum 2019. Jangan salah, sejauh ini Blogger tetap lebih suka cast orisinil (dan versi rerunnya), tapi memang penampakan 2019 lebih mendekati canon

A Very Potter Musical yang sempat Blogger singgung sebagai pembanding itu kayaknya bukan resmi dari pihak Harry Potter, alias buatan fans, dalam hal ini Starkid. Sedangkan Hyper Projection Engeki: Haikyuu ini kalau Blogger gak salah paham resmi, terlihat dari deretan staf produksi. Jadi bukan sekedar produksi fans. Enggak, jangan salah, banyak stageplay buatan fans (berbagai fandom) yang bikinnya niat bahkan mungkin lebih keren dari Haisute ini (karena misalkan genre fantasi dsb), tapi mereka bukan garapan resmi. Kalau ternyata Haisute ini pun gak resmi, berarti Blogger salah paham.

Senin, 20 Juli 2020

Haikyuu, akhirnya kelar

AKHIRNYA BENERAN TAMAAAT

Oke, enggak, Blogger gak bakal sok bilang bahwa ngikutin serial ini dari awal muncul. Enggak. Karena nyatanya memang Blogger baru mulai bener baca chapter 1 sekitar April 2020, itu pun setelah akhirnya kelar baca Kuroko no Basuke yang dimulai baca sekitat Maret 2020. Iya, April, itu ketika season 4a HQ kelar tayang, Blogger baru mulai dari bawah banget.

Pertama kali baca, saat itu bagian timeskip sudah rilis di manga. Dan pertama kali baca itu, Blogger tetap kurang tertarik dengan manganya, kemungkinan besar karena terlalu membandingkan dengan KnB setiap kali baca adegan tertentu. Alasan lain, mungkin karena Blogger tidak mengerti voli, beda dengan basket yang sebelum baca KnB pun Blogger sudah cukup paham untuk beberapa hal umum. Tetapi, ketika Blogger coba nonton animenya (HQ), Blogger langsung bisa mengerti kenapa serial ini banyak penggemarnya. Mungkin cuman Blogger, tapi memang pergerakan para tokoh di anime lebih bisa dimengerti daripada manga (ya iyalah). Sehingga setelah selesai nonton animenya, kemudian coba baca ulang manga, Blogger jadi lebih suka daripada yang waktu pertama kali. Jauh.

Seperti yang Blogger pernah tulis di entri pembanding KnB-HQ, salah satu hal siknifikan yang beda adalah persaingan antar tim. Di KnB, tokoh GoM itu antagonis yang perlu dikalahkan biar mereka bertobat. Sedangkan HQ, tokoh antagonis (yang berarti setiap lawan tanding dari Karasuno) punya persaingan yang sehat (ada yang licik, tapi relasi antar tim bukannya buruk).

Genre utama HQ selain sport dan comedy adalah coming-of-age, yang kurang lebih berarti serial ini bercerita tentang perkembangan tokoh tertentu, dalam hal ini Hinata Shoyo. Sehingga Mangaka yakni Furudate Haruichi, bebas mau bikin ceritanya kemana aja asalkan itu berhubungan dengan pengembangan karakter dan kemampuan Hinata. Bebas. Sehingga, sekalipun sudah ketahuan bahwa di bagian akhir Hinata bakal jadi pemain yang hebat, tebakan pembaca tidak bisa terarah mau tamat di adegan yang bagaimana.

Kenapa? Karena:
1. Awal mula Hinata tertarik voli hanya karena melihat The Little Giant dari TV yang ada di etalase toko. Jadi ada pemikiran bahwa Hinata ingin menjadi seperti Tenma. Tapi pemikiran bahwa akan tamat disitu langsung sirna setelah Hinata bertemu langsung dengan idolanya yang bahkan sudah tidak bermain voli.
 2. Hinata berniat untuk bisa menang dari Kageyama. Sebelum timeskip, memang sulit ditebak tentang bagaimana Hinata bisa menang dari Raja, karena mereka masuk ke sekolah yang sama. Tetapi bahkan ketika mereka sama-sama masuk tim profesional, tim Hinata sudah menang, kok ya belum tamat gitu.

Gara-gara yang nomor dua itulah, Blogger jadi kurang suka pada fakta Haikyuu tamat di chapter 402.

Bukan karena ingin agar serial ini terus berlanjut (manga yang terlalu panjang pun juga gak baik karena biasanya akan berputar-putar atau mulai melenceng sebentar lalu jalurnya balik lagi), melainkan karena Blogger merasa halaman terakhir di chapter 401 itu sudah cukup untuk mengakhiri serial ini.


Iya tahu Blogger melulu di FB/IG ributin Kuroo yang belum muncul sebelum 401, tapi bukan mentang-mentang dia muncul lalu Blogger bilang boleh tamat di chapter bersangkutan. Enggak gitu. Sekali pun Kuroo tidak muncul sama sekali di timeskip, (2) halaman terakhir 401 itu merupakan penutup yang bagus.

Bukan berarti 402 jelek, sama sekali enggak. Bahkan, itu menjadi fanservice karena para tokoh penting mendapat pemunculan walau ada yang berdesakan dalam satu panel. Tidak semua hadir, tapi bagi blogger itu 'cukup'. Tetapi sekali lagi, bagi Blogger, 402 bukan penutup serial yang bagus.


Blogger sangat senang karena Oikawa menjadi 'musuh terakhir' yang harus dihadapi KageHina dalam serial ini, karena seingat Blogger, Oikawa adalah bos musuh utama pertama KageHina dalam tim yang utuh (bukan 3 lawan 3). Iya, yang pertama dan yang terakhir. Menurut Blogger, itu adegan yang bagus. Tetapi, hal yang baik itu langsung di-skip begitu saja, menjadi Kageyama vs Hinata lagi.

Iya, tahu tujuan Hinata di serial ini adalah mengalahkan Kageyama. TAPI DIA SUDAH MELAKUKAN ITU DI 401. Kalau memang mau munculin tim Oikawa, setidaknya Blogger ingin lihat proses tandingnya walau dipercepat, bukannya main skip aja setelah beberapa panel penggambaran awal tanding. Iya tahu ada panel referensi ke chapter 1, tapi kan tetep ajaaaa...

Kemudian di bagian akhir 402 itu, menunjukan bahwa Kageyama bakal lawan Hinata lagi. Seneng liatnya, tapi berasa pengulangan. Makanya Blogger merasa, penutup di 401 lebih terasa sebagai penutup serial, sedangkan 402 hanya seperti epilog.

.

Permisi mau fangirlingan.

KYAAA YAKU MUNCUUULL!!
Enggak, dia bukan tokoh favorit Blogger, tapi tetap menganggap tokoh ini termasuk tokoh yang penting dalam serial, dan itu bukan karena dia orang Nekoma. Iya tahu juga ada bocoran dari majalah voli sana bahwa Yaku ceritanya jadi Libero tim nasional Jepang, tapi gak afdol kalau itu gak beneran muncul di manga. Teruuus, Rusia hahahaha. Enggak, Rusia gak lucu. Yang bikin Blogger ngakak adalah Lev kan setengah Rusia, jadi banyak yang cengin bahwa Yaku main di Rusia gara-gara Lev.

WELKAMBEK ABANG KUROOOOOO~~~
Agak sedih karena banner Nekoma muncul ketika anggota Nekoma sedang tidak main voli. Memang ada teori penggemar bahwa banner Nekoma itu tetap nyambung ke kerjaan Kuroo yang menjadi penyambung sesama pemain voli. Ada juga penjelasan penggemar tentang pekerjaan Kuroo tersebut dianggap wajar dan gak keluar dari jalur penokohannya. Blogger setuju dengan semua teori tersebut. Tapi Blogger tetap menyayangkan bahwa Kuroo Tetsurou, orang yang membuat Kenma dan Tsukishima berterimakasih padanya dalam satu pertandingan voli yang sama, orang yang sejak kecil latihan dengan Kenma sambil bilang kurang lebih bahwa jurus yang mereka pelajari akan berguna di masa depan, malah tidak main voli di timeskip.

YAMAGUCHI BIKIN BANGGAAA!!
Iya, anak bawang Karasuno itu bikin orang kaget. Di timeskip, walau tidak ada penjelasan lewat tulisan, ada panel yang memperlihatkan bahwa dia menjadi kapten gantiin Ennoshita saat kelas tiga. Sebenarnya, kalau selama ini cuman baca cerita begitu aja, mungkin gak bakal kepikiran tentang siapa yang bakal jadi kapten jika pendahulunya lulus. Untuk Ennoshita sendiri, karena sudah ada dialog canon di manga, jadi sudah tidak bikin kaget. Sedangkan Yamaguchi, mungkin sudah ada yang tebak tentang dia bisa jadi kapten. Tapi di awal-awal, gak keliatan. Masalahnya, kandidat dari angkatan itu selain dia hanyalah Tsukishima, Kageyama, dan Hinata. Erm, yah, mungkin hanya Yamaguchi yang bisa jadi kapten. Tapi, gini, pengembangan Yamaguchi memang keren banget, apalagi karena dia sendirilah yang berinisiatif untuk menjadi lebih baik dalam voli.

CIIEEE TSUKISHIMA PADAHAL KATANYA VOLI CUMAN KLUB TAPI SEKARANG MASIH MAIN CIIEEE~~
Tsukki adalah pacar Blogger nomor satu di serial ini, bahkan sebelum tahu tentang apa yang terjadi pada Akiteru. Menurut blogger, perkembangan Tsukishima gak begitu ada, karena memang dari awal dia punya kemampuan dan kepintaran dalam main voli. Paling, yang berubah adalah perasaan dia untuk mau menang. Makanya saat berhasil block Ushijima, itu keren banget. Walau dia masih rada reseh dan tsundere bahkan setelah timeskip, Blogger sangat senang ketika di chapter 401 ada panel berisi dia, Yamaguchi, Yachi, Kageyama, dan Hinata yang sedang ngobrol walau tanpa balon percakapan. Di situ Tsukishima tampak ngobrol biasa. Gak bohong, itu bagus.

OIKAWA BAGAIKAN AWAL DAN AKHIR ASYIIIIKK~
Enggak, dia gak ada di Arc awal serial. Dan walau bukan tokoh villain, Blogger senang serial ini terus menampilkan Oikawa sebagai lawan tanding. Menurut blogger pribadi, sosok Oikawa penting karena berhubungan dengan perkembangan Hinata dan terutama Kageyama. Inget, tim pertama yang dilawan Hinata di Karasuno sebagai tim utuh adalah timnya Oikawa. Anime Season 1 diakhiri dengan pertandingan lawan tim Oikawa. Anime Season 2 juga Oikawa, dan di tengah season itu juga ada tentang Oikawa yang dengan menyebalkan kasih tips ke Kageyama. Memang selebihnya Oikawa memang tidak begitu tampil di manga karena toh mau ngapain juga. Tetapi Blogger seneng karena kalau gak salah ingat, Oikawa adalah tokoh penting pertama yang Hinata temui setelah timeskip, dan pertemuan yang tidak lama itu cukup bagi mereka punya panggilan sayang. Makanya ketika Oikawa diperlihatkan sebagai lawan terakhir KageHina dalam serial, Blogger cukup senang, karena memang dia cocok mendapatkan julukan The Grand King. Tunggu, tunggu, jangan-jangan Final Haikyuu Quest itu adalah ramalan? //bukan

.

Menurut Blogger Furudate sangat berhasil dalam menggambarkan pengembangan tiap tokoh. Dari yang minor hingga tokoh yang hampir selalu muncul, semua gak datar dan diberi kesempatan untuk berkembang. Setiap tokoh yang muncul pun tidak terasa sia-sia karena masing-masing punya peran sendiri dalam perkembangan cerita. Dari semua tokoh penting yang banyak itu, setidaknya ada 3 tokoh mentor yang berpengaruh besar dalam serial ini (iya, sengaja cuman yang mentor aja, biar gak berebut dengan peran lain).

Pertama, Washijo Tanji.
Kalau belum ngeh, dia ini pelatih di Shiratorizawa yang pendek itu. Awal kemunculannya, memang reseh, tapi itu dimaklumi karena latar belakangnya. Awalnya Blogger pikir Washijo ini hanya akan tampil selama Karasuno lawan Shiratorizawa, tapi ternyata dia muncul lagi di season selanjutnya. Menurut Blogger, tokoh ini cukup penting dalam pengembangan kemampuan Hinata. Memang kesannya dia reseh saat hanya memperbolehkan Hinata untuk jadi ball boy selama latihan, tapi mungkin memang itu dia punya maksud terselubung. Sekali pun dia gak punya maksud terselubung (alias bener-bener hanya butuh ball boy), tetap saja Hinata jadi lebih baik gara-gara seminggu itu. Selanjutnya pun, Hinata bisa ke Brazil berkat koneksi Washijo. Iya, tahu, Hinata dibantu cari ini-itu bareng Ukai, tapi yang kemudian kenalin dia ke alumni Shiratorizawa tetap Washijo.

Kedua, Shimada Makoto.
Walau pakai kacamata, dia tetap bukan favorit Blogger. Tetapi pada titik tertentu, Blogger menganggap Shimada adalah mentor yang sangat sayang pada muridnya, dalam hal ini Yamaguchi. Memang, dia bukannya tawarin Yamaguchi untuk dilatih. Tapi, anak yang begitu kaku dan penakut itu, dia masih mau ajarin walau di awal-awal tampak gak ada harapan. Itu biasa aja sih. Yang membuatnya tampak menjadi mentor yang baik adalah ketika saat pertandingan, dia menarik perhatian Yamaguchi dengan plastik tokonya biar tenang. Bisa aja Shimada menganggap 'yah mau bagaimana lagi', tapi enggak, dia langsung melakukan sesuatu demi muridnya. Makanya ketika Yamaguchi menjadi kapten, Blogger yakin dan percaya, Shimada pasti sangat bangga.

Ketiga, the one who made it happened.
Enggak, maksudnya bukan Mangaka-nya ya, ini masih ngomongin tokoh fiksi karangan Furudate. Memang, Hinata bisa kepikiran main voli gara-gara lihat Tenma, tapi yang Blogger maksud di sini juga bukan The Little Giant itu. Yang Blogger ingin omongin adalah mentor pertama yang dimiliki Hinata dalam dunia voli, orang yang bahkan bukan pemain voli, dia adalah Takeda Ittetsu.
Memang tidak diceritakan masa lalunya, atau tentang bagaimana kok bisa-bisanya dia menjadi pengurus klub voli padahal dia sendiri masih harus belajar istilah-istilah olahraga yang bersangkutan. Tetapi, Takeda BELAJAR. Dia bisa aja acuh, karena toh memang posisinya hanya sekedar penanggungjawab klub voli. Iya, memang, sebagai penanggungjawab, dia tetap harus tahu ini-itu, tapi bisa saja acuh. Bahkan, dia mencari orang terbaik yang bisa menjadi pelatih pengganti di Karasuno, bukan sembarang orang, dan Takeda gak pernah nyerah. Dia memang gak ngerti soal fisik, tapi dia bisa membantu dalam hal mental peserta didiknya. Iya, dia beberapa terlihat seram juga saat ceramahin muridnya, tapi itu berarti dia memang serius dalam pekerjaannya. Belum lagi, dia sempat ingin pakai tabungannya agar bisa boyong tim voli putra SMA Karasuno latihan ke Tokyo.
Bayangkan kalau Takeda tidak seserius itu. Bayangkan kalau dia menyerah untuk meminta Keishin jadi pelatih. Bayangkan kalau guru satu itu gak keukeuh nyari lawan tanding untuk latihan timnya. Bayangkan.

.

PENUTUP:
TSUKISHIMA KEI, KUROO TETSURO, DAN OIKAWA TOORU ITU MILIK BLOGGER YA.
//enggak. //bukan. //penutupmacamapaini

Yang lain bilang terimakasih Furudate untuk 8 tahun ini, tapi Blogger akan bilang:
"terimakasih Furudate untuk 4 bulan yang luar biasa ini (dihitung bulan April)!!".