Tampilkan postingan dengan label haisute. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label haisute. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 November 2022

Ranking Opening Stageplay Haikyuu

Walau bukan manga dan anime favorit nomor 1 bagi Blogger, tapi stageplay Haikyuu adalah stageplay yang paling Blogger suka. Jumlah judul stageplay yang Blogger tonton memang masih bisa dihitung jari sih, tapi dari semua itu, tetep Haikyuu yang paling Blogger suka. Salah satu alasannya adalah dengan tidak adanya tim assemble atau kuroko atau yah pokoknya orang-orang yang berperan sebagai figuran dan akan gonta-ganti kostum atau bahkan hanya pakai hitam saja---mereka biasanya gak dikasih mic karena memang gak ada dialog. Keberadaan mereka sebenarnya sangat penting, tapi Blogger kurang senang dengan adanya tim yang dikhususkan untuk itu dalam suatu aksi panggung. Bukan berarti ada rumah produksi yang sengaja membuat tim kuroko  (mungkin ada, tapi Blogger gak tau), karena orang-orang di tim ini pun mereka ikut audisi di stageplay yang mereka incar. Nah, stageplay Haikyuu tidak pakai tim seperti ini, karena tiap cast harus berperan sebagai kuroko juga--bahkan pemeran utamanya. Jadi, iya, mereka harus beberapa kali ganti kostum untuk berperan sebagai figuran atau pakai kostum putih sebagai kuroko (sebenernya kuro harusnya hitam ya, tapi di stageplay HQ kostum kuroko mereka malah putih, tapi (lagi) mereka juga punya yang hitam kok cuman lebih sering pakai yang putih). Memang jadi terkesan berantakan atau malah terkesan kelewat menghemat budget, tapi disitulah kreatifnya.

Uhuk kenapa ocehan awalnya panjang banget ya uhuk.

Jadi Blogger udah pernah bacot dikit tentang stageplay HQ entah kapan di blog ini, dan saat itu Blogger masih newbie banget tentang per-stageplay-an-HQ ini, alias bener-bener masih awal luar biasa banget. Sekarang Blogger udah nonton yang pertama sampai terakhir bolak-balik beserta curtain call dan behind the stagenya serta ini-itu tentang Engeki HQ. Walau enggak pro tapi tetep udah naik level dibanding awal ngetik entri itu dulu lah ya.

Balik ke judul entri ini, hari ini Blogger akan me-RANGKING OPENING STAGEPLAY HAIKYUU BERDASARKAN PENILAIAN BLOGGER SAJA. Iya, hanya opening, hanya pada versi stageplay, dan hanya berdasarkan penilaian blogger ini saja. Jadi kemungkinan bakal subjektif sih, tapi Blogger udah berusaha objektif juga kok.

Oke, jadi ada 11 judul di stageplay HQ, dan ada 12 set pertunjukkan karena judul pertamanya ada versi rerun. Karena versi rerun tersebut openingnya mirip dengan versi ori, Blogger akan jadikan satu aja.

Semua opening sangat mantap, Blogger suka banget, tapi tetep ada yang lebih Blogger suka daripada yang lain. Mari mulai dari yang nomor 11.

.

.

.

11. The Start of the Giant (Hajimari no Kyojin).

Ini adalah stage ke-5. Openingnya terkesan textbook, dan agak terasa biasa aja mungkin karena stage ke-4 itu lumayan 'wah'. Dimulai dengan KageHina yang lagi lari pagi bareng timnya tapi mereka berdua adu cepat sehingga terpisah dari yang lain dan malah ketemu UshiWaka, dan opening pun dimulai disitu. Isinya hanya perkenalan tim seperti biasa aja. Tapi kalau Blogger gak salah inget, stage ini adalah yang pertama di HQ yang menampilkan beberapa tokoh pakai video, tapi maksudnya bukan sebagai flashback. Menurut Blogger, itu ide yang bagus dan hemat. Di openingnya sendiri para tokoh yang muncul lewat video tersebut ikut ditampilkan, dan itu terasa kreatif. Hal lainnya yang sebenarnya Blogger suka dari opening ini adalah saat tim Karasuno menarik sedikit semua tema tarian tim yang muncuk di stage 1-4. Tapi adegan akhir dari stage ini Blogger suka banget sih.

.

10. Karasuno, Revival! (Karasuno, Fukkatsu).

Ini adalah stage ke-2. Sama seperti di daftar sebelumnya, opening ini agak textbook, tapi masih bisa dipahami karena masih stage ke-2, dan model panggungnya pun masih seperti yang pertama. Openingnya dimulai setelah Hinata yang nyasar saat lari pagi dan ketemu kucing Kenma. Ada 2 hal yang membuat Blogger menaruh opening ini setelah The Start of the Giant. Yang pertama adalah pose tiap tim di akhir opening, jadi mereka di sudut masing-masing dengan tim sendiri dan berpose berurutan dengan indah. Yang kedua adalah perkenalan Ikejiri yang dilakukan setelah semua cast lain pergi---itu keren banget sih, bahkan sampai stage terakhir pun mereka gak pernah lagi bikin perkenalan dengan cara seperti itu.

.

9. The Strongest Challengers (Saikyō no Charenjā).

Ini adalah stage ke-9, pas banget Blogger masukin ke daftar nomor 9 juga wkwkwk. Opening dimulai saat Karasuno akan melawan Inarizaki, karena memang inti dari stage ini hanya pada kedua tim ini, dan ada Fukurodani juga sebagai sampingan biar gak jenuh. Saat bikin daftar nomor 11 sampai 1, Blogger sempet galau dan sering tuker daftar nomor 10 dan 9 ini, karena memang lumayan textbook juga. Setidaknya ada 3 hal yang membuat Blogger akhirnya menaruh opening ini setelah Karasuno Revival. Pertama adalah sebelum adegan opening, yaitu adegan cast Fukurodani, mereka lucu sih, dan sebenernya adegan itu gak ada hubungannya dengan canon, jadi beneran filler aja. Yang kedua adalah saat perkenalan Kiyoko, mereka pakai referensi passing torch yang ada di stage sebelumnya---cuman sekecil itu sih, tapi Blogger pribadi suka. Yang ketiga adalah karena memang sejak generasi baru cast Karasuno, dialog 'Haikyuu' di opening mereka pakai gerakan full, sehingga langsung keliatan kalau ada yang salah. Jadi dibanding Karasuno Revival, ini lebih menarik untuk dilihat.

.

8. Fly High (Hishō).

Ini adalah stage ke-8, persis sebelum Strongest Challengers pada daftar di atas. Opening dimulai saat KageHina dan anak Karasuno lainnya sudah siap untuk pertandingan nasional. Blogger luar biasa suka dengan konsep dan alur stage ini. Panggungnya sendiri sebenernya Blogger kurang suka, tapi Blogger paham fungsi apa-apa yang ada di panggung untuk stage ini. Jadi stage ini sendiri adalah passing torch dari cast ori Karasuno ke cast barunya, serta kalau secara canon itu dari Kiyoko ke Yachi. Bagian opening terasa fresh karena memang benar-benar baru banget. Bahkan dari sebelum perkenalan satu-persatu di adegan opening itu, sudah digemborkan bahwa mereka orang-orang baru, sampai mereka menampilkan wajah cast lama di layar. Dan mungkin karena memang mereka hanya ingin agar penonton terbiasa dengan cast baru ini, maka saat opening yang diperkenalkan hanya cast Karasuno aja, sedangkan cast lain diperkenalkan ketika mereka muncul dalam adegan sebagai tokoh yang bersangkutan. Misal saat Youth Camp, maka Sakusa-Atsumu-Korai baru diperkenalkan, gitu.

.

7. The Strongest Team (Saikyō no Chīmu).

Ini adalah stage ke-6, dan cast ori Karasuno semuanya lulus disini. Inti dari stage ini adalah Karasuno lawan Seijo dan nantinya lawan Shiratorizawa. Dari segi perkenalan tim, ini textbook banget, tapi yang bisa membuat Blogger menaruh yang satu ini di nomor ini adalah karena musiknya terdengar powerful dan suspensenya ada banget, terutama mungkin karena pemusiknya sendiri ada disitu. Detil kecil lainnya adalah bagaimana Hinata yang melotot ke Ushiwaka sebelum ke pinggir panggung (saat tim Shiratorizawa nari), dan bagaimana Ushiwaka gak langsung pergi keluar panggung seperti anggota tim lainnya ketika Hinata dan Karasuno muncul untuk nari. Hal lain yang membuat opening ini gak biasa aja adalah ketika di bagian akhirnya mereka mengulang adegan saat Karasuno kalah lawan Seijo.

.

6. A View from the Top (Itadaki no Keshiki).

Ini adalah stage pertama, dan ada rerunnya. Openingnya dimulai ketika Hinata masuk ke gym Karasuno dan ketemu Kageyama disana. Baik ori maupun rerun, openingnya sama, perbedaan paling mencolok adalah posisi Hinata dan Kageyama di awal aja. Karena hanya terdiri dari 2 tim aja, jadi mereka gak usah buru-buru langsung muncul sekaligus satu tim untuk perkenalan. Karena baru stage pertama, jadi bisa dimaklumi bahwa properti mereka untuk di panggung juga mungkin yang paling minimal, jadinya mereka lebih main dengan lightning dan tampilan background serta lantai panggung. Tapi, dari situ aja udah bagus sebenernya. Mungkin salah satu alasan kenapa Blogger masukin dia ke nomor 6 adalah unsur nostalgia wkwk.

.

5. The Dumpster Battle (Gomi Suteba no Kessen).

Ini adalah stage ke-10. Inti dari stage ini hanya sesuai dengan judulnya saja, bahkan mereka gak ngundang orang dari tim lain kecuali Daisho yang memang muncul di manganya untuk pertandingan ini (dan bahkan Blogger bilang sih Daisho sudah mencuri pandangan orang-orang saat dia muncul untuk nari, perhatiin aja gaya narinya paling keren sendiri dan ditaruh di barisan tengah pula). Di bagian awalnya sebenernya keren banget sih, jadi panggung itu kayak terbagi dua saat perkenalan Saeko-Shimada dan Akane-Alisa, dan Blogger bener-bener berpikir bahwa untuk seterusnya bakal terbagi dua, jadi kayak mereka perkenalan bareng counterpart sendiri, atau kayak waktu starter line. Eh tapi kalau kayak gitu, berarti nanti starter line harus dengan model lain lagi ya. Bagian perkenalan, walau hanya dua tim, tapi mereka gak muncul satu-satu seperti zaman A View from the Top, karena kebetulan kedua tim ini kemunculannya 'utuh'. Bahkan Shibayama yang kalau gak salah inget gak main di pertandingan ini tetep muncul walau lebih main sebagai Mika. Tapi hal lain yang Blogger suka di opening ini, adalah, masih di paling awal, Saeko main taiko. Jadi mereka konsepnya kayak festival, makanya Saeko seperti itu, dan itu keren sih. Dan gak hanya festival, nyatanya pertandingan ini yang paling ditunggu-tunggu, baik oleh para tokohnya maupun penonton di dunia nyata. Makanya bahkan lightningnya keren. Blogger juga suka saat Nekoma muncul di perkenalan, video mereka walau bukan pakai video lama tapi konsepnya sama seperti kemunculan mereka di zaman Karasuno Revival dan Summer of Evolution.

.

4. Winners and Losers (Shōsha to Haisha).

Ini adalah stage ke-3, dan para cast bilang saat kelulusan bahwa ini adalah stage yang paling membuat hati sedih. Iyalah, pada banyak yang nangis juga saat nonton animenya. Inti dari stage ini hanya Karasuno vs Seijo, dan walau Blogger suka banget dengan Nekoma tapi tetap saja rasanya keberadaan Nekoma di stage ini gak begitu kepake selain menjadikan mereka fangirl Oikawa. Openingnya sangat memperlihatkan perbedaan mencolok antara kedua tim, yang satu rapi dan elegan, yang satu berantakan dan semangat. Hal lain yang diperlihatkan adalah tentang bagaimana setiap anggota tim adalah instrumen tersendiri, bahkan itu termasuk ketiga mentor Karasuno, jadi setiap personil penting. Konsep keseluruhan stageplay ini pun Blogger suka banget sih, cuman mungkin bakal terasa agak membosankan bagi sebagian orang karena intinya cuman Oikawa dan Kageyama aja.

.

3. A View from the Top 2 (Itadaki no Keshiki 2).

Ini adalah stage ke-11 sekaligus yang terakhir. Jangan salah paham, ini bukan rerun dari stage pertama ya. Blogger pribadi suka banget dengan pemberian nama judulnya, jadi kesannya ditutup dengan judul pembukanya sendiri. Adegan pembukaan sampai menuju opening dibuat sama dengan versi stage pertama, sehingga kalau gak ngeh judul, bakal kirain salah nonton. Ketika awal KageHina turun panggung, di layar belakang ditampilin video dari stage pertama, seakan pengen ngasih liat apa aja yang telah terjadi dari stage 1 sampai 10, dan disitu bikin terharu saat lihat cast lama, kayak seakan kasih credit dan fanservice juga. Dan hal ini tidak terjadi sekali, karena di tengah-tengah ditampilkan lagi, tapi dari sudut pandang Kageyama. Jadi sebenernya mungkin stage ini gak ada opening, karena baik pembukaan Hinata dan pembukaan Kageyama, masing-masing hanya memperlihatkan latar belakang sendiri-sendiri sampai mereka bertemu satu sama lain. Justru endingnya itu yang keren banget, Blogger taruh ending stage ini di daftar nomor 1. Alasan kenapa openingnya bisa muncul di nomor 3 daftar ini adalah konsep menggunakan latar belakang kedua tokoh utama sebagai opening serta menggunakan footage lawas untuk memperlihatkan perkembangan masing-masing, bikin merinding dan pengen nangis terharu astaga. Perkenalan para tokohnya ada di menit 20an astaga, jadi susah ngeh yang mana yang bener-bener opening. Tapi yang Blogger jadiin nomor tiga disini itu yang latar belakang KageHina ya, bukan bagian perkenalan semua tokoh. Perkenalan tokoh di stage ini juga bagus kok, fresh kayak zaman Fly High, bener-bener baru padahal sudah bukan pergantian generasi cast.

.

2. The Tokyo Match (Tōkyō no Jin).

Ini adalah stage ke-7, satu-satunya stage yang gak menampilkan tim Karasuno, dan Nekoma menjadi tokoh utama. SUKA BANGET, MERINDING WOI. Blogger gak tau bagaimana busana Tokyo, tapi karena kali ini tokoh utamanya semua dari Tokyo, jadi terasa sangat beda kalau menonton opening stage 1-6 yang tokoh utamanya dari Miyagi. Dan kalau gak salah stage ini terkenal (di HQ) sebagai stage yang nyerempet ke musikal---dari openingnya sih Blogger setuju, karena mereka nyanyi gitu. Di Karasuno Revival ada rap sih, tapi itu kan di dalam ceritanya, bukan di opening. Jadi fresh-nya parah banget.

 

.

1. The Summer of Evolution (Shinka no Natsu).

Ini adalah stage ke-4, sekaligus stage yang paling pertama banget Blogger tonton berkat pernah ada yang taruh secara full di Youtube dan dia ngasih teks bahasa Inggris (semoga dia masih tetap diberkati Asahi). Secara keseluruhan openingnya Blogger suka banget, bahkan adegan pembuka sebelum openingnya juga Blogger suka, karena konsepnya adalah tentang Villager B yang bisa melakukan hal besar. Out of the box banget. Memang sih ini cuman yang keempat, tapi kalau ditilik sampai stage 11, ini tetep kreatif banget perkenalan tim Karasuno-nya. Kesannya ceria banget, padahal akhir stage 3 itu lumayan sedih. Saking cerianya, kalau ada orang yang memang belum pernah tau soal Haisute sama sekali lalu tiba-tiba nemu dan nonton ini, mungkin mereka bakal pikir bahwa ini hanya oneshot yang gak ada prekuel maupun sekuel. Percayalah, karena awalnya Blogger pikir Haisute hanya ada 1 ini aja.

.

.

.

Oke, tadi di atas itu adalah urutan dari 11 ke pertama opening Haisute favorit Blogger, sering nyerempet omonging bagian cerita dan closingnya juga wkwkwk. Ide entri ini udah lama ada di otak Blogger, dan bahkan urutannya udah Blogger taruh di HP sejak entah kapan, tapi karena mager jadinya baru diketik ulasannya sekarang. Masih ada draft urutan closing, konsep, kemiripan cast, dan lainnya di HP Blogger, entah kapan akan diketik wkwkwk //hus.

Minggu, 09 Agustus 2020

Haikyuu Stageplay

Sebelum dikira PHP padahal udah baca jauh, Blogger akan kasihtahu dulu bahwa entri ini bukan artikel tentang stageplay Haikyuu, jadi kamu gak bakal nemuin daftar pemain, atau berita tentang mereka, tentang sejarah, dan lain sebagainya. Enggak. Entri ini murni bacotan Blogger yang fangirlingan parah tentang Haisute.

Pada mulanya, Blogger gak tahu menahu tentang eksistensi stageplay ini. Satu-satunya stageplay dari Jepang yang pernah Blogger tonton (terimakasih, Youtube) adalah Persona 3, itu pun gak full. Jadi, yah, pokoknya hanya tahu eksistensi satu itu aja, itu pun kalau gak salah saat belum ada animenya (kalau ternyata udah ada ya berarti Blogger waktu itu belum nonton).
Kebiasaan Blogger kalau habis dari serial 'besar', biasanya bakal nyari di Youtube dengan tambahan keyword 'watchmojo'. Jadi Watchmojo (dan para saudaranya) adalah channel Youtube yang hobi bikin daftar top 10 (kadang 20 atau lebih tergantung materi atau maunya mereka) tentang apa aja dari yang paling penting sampai yang paling gak penting, dan mereka unggah video tiap hari. Anime ter-ter-ter-ter pun ada. Dan kalau anime yang bersangkutan 'besar' seperti Naruto, One Piece, dll, biasanya mereka bikin video tersendiri kayak 10 pertarungan terbaik di Naruto, 10 tokoh terbaik One Piece, dsb. Nah, setelah kelar nonton Haikyuu, blogger memutuskan untuk mencarinya juga di saluran Watchmojo. Dari pencarian itu, muncullah rekomendasi (bukan dari Watchmojo) video Haisute yang The Summer of Evolution. Awalnya Blogger pikir itu bakal parodi (jatuhnya memang iya) seperti A Very Potter Musical dari Starkid. Oke, jangan salah, AVPM walau parodinya banget-banget, mereka sangat serius garapnya. Terus, Blogger pun memutuskan untuk nonton The Summer of Evolution (itu stageplay keempat dari rangkaian mereka kalau gak salah), dan jatuh cinta parah banget. Sejak saat itu, sampai sekarang, Blogger gak nyerah nyari video Haisute dari Youtube dan Facebook. Blogger pun akhirnya menemukan A View From The Top dan Karasuno Revival yang walau tanpa subtitle tapi berhasil Blogger pahami karena toh adegan dan dialognya sebagian besar canon.
Oke, enggak, tunggu, bukan berarti Blogger gak mau nyari DVD asli. Mau banget, tapi bagaimana nontonnya? Di rumah gak ada DVDplayer. Pakai laptop pun disc sering gak kebaca, entar takutnya beli mahal jadi rusak.

The Summer of Evolution adalah Haisute pertama yang Blogger tonton. Memang sangat banyak adegan yang mengocok perut, apalagi fanservice untuk para shippers bertebaran parah banget, sehingga saat nonton gak bisa cuman meratiin tokoh yang sedang berdialog aja karena bisa aja tokoh di sekitar mereka sedang melakukan kekonyolan yang terlalu sayang untuk dilewatkan---makanya nonton sekali itu gak cukup banget. Walau bikin orang ber-kyaaa-ria, stageplay ini digarap dengan serius. Plot ikutin canon dengan modifikasi yang bisa dimaklumi. Dan karena STAGEplay, sehingga mereka bakal terus-terusan di panggung (pernah ada keluar panggung tapi mereka tetep di ruangan itu), jadinya tim kreatif sangat perlu diacungin jempol untuk latar dan properti.

Beda dengan AVPM, karena memang judulnya MUSICAL, jadi sudah pasti ada adegan nyanyi dan biasanya ada tariannya juga. Sedangkan di Haisute gak begitu. Musik tetap ada, tapi mereka hanya nari dan gak pakai nyanyi. Tarian pun bukan asal, koreo mereka memang disesuaikan dengan adegan mereka dan paling kelihatan saat adegan man voli---koreo mereka disesuaikan dengan gerakan dalam permainan voli. Kalau gak salah inget, tiap tim punya theme song dan koreo sendiri untuk pembeda, dan ini jadi bikin keren lagi.

Castnya membuat Blogger jatuh cinta walau gak instan. Di Summer of Evolution, karena sekali lagi itu pertama kalinya blogger nonton Haisute, tokoh pertama yang Blogger langsung kasih jempol itu Kuroo yang diperanin Kondo Shori. Gak tahu ya, rasanya langsung jatuh cinta dengan Kuroo versi Haisute, padahal memang dari manganya pun udah masukin tokoh ini ke daftar tokoh favorit. Lalu kalau dari foto-fotonya aja, sebenernya Blogger sempet kurang sreg dengan Suga Kenta sebagai Hinata, tapi ternyata versi panggungnya sangat sesuai. Hal itu terjadi pada hampir semua karakter lain selain Kuroo. Bahkan butuh beberapa kali nonton sampai akhirnya Blogger bisa suka Kosaka Ryotaro sebagai Tsukki.

Dan mungkin nonton The Summer of Evolution sebagai Haisute pertama yang Blogger tonton adalah keputusan yang baik, karena memang adegan Karasuno ikut latihan ke Tokyo itu adalah adegan favorit Blogger baik dari manga maupun anime. Merupakan keputusan yang baik juga karena ada Fukurodani dan Nekoma juga. Memang di stageplay sebelumnya bahkan ada Aoba Johsai, tapi sekali lagi Blogger lebih suka adegan yang Karasuno ke Tokyo. Gara-gara suka dengan stageplay keempat ini, Blogger jadi bisa semangat nyari tiga pertama.

Blogger ketemu video full A View From The Top, dan melihat bahwa ternyata dari awal, orang Engeki Haikyuu ini memang serius garap stageplay mereka bahkan dari Haisute pertama. Bukan jelek, tapi seandainya stageplay ini adalah stageplay Haikyuu pertama yang Blogger temukan, mungkin Blogger gak bakal sesemangat sekarang. Sekali lagi, bukan jelek ya. Pada nyatanya, dana Haisute pertama memang lebih kurang dari yang keempat dan itu wajar. Properti mereka kurang ada dan lebih mengandalkan latar belakang yang di layar dan lantai panggung serta lightning. Untuk cast, karena memang bagian awal Haikyuu masih tidak begitu banyak tokoh penting, jadi wajarlah kalau mereka hanya mengutamakan Karasuno (yang tidak penuh) dan Aoba Johsai serta para mentor Karasuno. Bahkan disitu Kiyoko tidak tampil secara fisik.

Karasuno, Revival! tampak lebih punya dana. Bukan hanya soal properti melainkan juga cast dari Nekoma dan Dateko juga muncul karena memang mereka mau ikutin canon. Adegan komedi dimunculkan walau Blogger pikir sebagian besar bukan sengaja dibikin komedi. Apalagi karena ini siaran langsung di atas panggung, para pemeran pasti berimprovisasi sesuai dengan skenario yang ada dan sesuai kondisi di atas panggung. Seperti misalnya ada adegan tokoh (Blogger lupa siapa) tiduran dan taruh kepala di atas paha Hinata kemudian Hinata pindahin kepala tokoh itu ke lantai. Sontak terdengar suara kekehan geli penonton, dan Blogger pikir mungkin adegan itu gak ada di skenario. Jadi dalam satu adegan, jika ada lebih dari satu tokoh terlihat di atas panggung, maka bisa aja ada penonton yang menangkap 'adegan' di luar skenario dan dijadiin bahan lucu-lucuan---biasanya hal ini jadi asupan besar untuk para fangirl/boy.

Para cast tidak hanya memerankan tokoh yang bernama. Dari Haisute pertama, para cast yang pada saat itu tidak punya adegan, biasanya akan muncul dengan jubah putih atau malah mengenakan pakaian lain untuk merepresentasikan 'penonton' atau figuran atau narator. Seperti yang paling kelihatan adalah ketika stage actor Kuroo dan Kenma pakai wig dan baju perempuan yang memperlihatkan seakan mereka fangirl Oikawa. Atau di The Strongest Challengers, kalau gak salah stage actor Bokuto dan Akaashi jadi fangirl Atsumu. Jadi, para cast gak hanya main jadi suatu tokoh secara bersih, di atas panggung ya orangnya mereka-mereka juga.

Dari semua cast (generasi sebelum 2019), yang membuat Blogger pangling adalah Kondo Shouri yang main jadi Kuroo Tetsuro, sesuai yang Blogger sempet singgung, karena sesuai banget, apalagi interaksinya dengan stage actor Kenma di atas maupun di luar panggung. Padahal aktor Kenma, Nagata Takato, di awal Blogger lihat itu kurang terlihat seimut Kenma, tapi bisa kelihatan bahwa dia memang Kenma.
Cast yang sangat baik lainnya adalah Asuma Kousuke, dan Blogger yakin serta percaya hampir semua penikmat Haisute setuju bahwa dia adalah Oikawa Tooru banget bahkan di luar panggung. Terutama saat tiap kali dia nyebut 'Iwa-chan', dan dia pernah spontan nyebut nama itu di luar panggung, lalu gayanya yang bagaikan Crappykawa banget.

Rerata cast berhasil menjadi sosok tokoh yang diperankan atas bantuan make-up, wig, tatanan rambut. Tapi yang membuat Blogger sangat senang adalah, bahkan ketika sedang tidak menjadi tokoh yang diperankan, para cast masih bisa terlihat sebagai tokoh yang bersangkutan, wkwkwk. Kalau sekedar di belakang panggung, itu masih bisa diwajari karena mereka masih pakai kostum tokoh yang diperankan, jadi apa pun yang mereka lakukan walau OOC, masih bisa terlihat sebagai karakter tertentu.

Relasi para cast di luar pementasan pun patut diacungi jempol. Sudah biasa banget kalau ada aktor (panggung sekalipun) yang menjadi seperti keluarga besar karena mereka ketemu dalam proyek. Tapi gini, para cast (sebelum 2019) tidak selalu sama. Maksudnya, bahkan pemeran Daichi sebelum 2019 aja udah ganti-gantian dari Tanaka Keita ke Akisawa Kentaro lalu balik lagi (mereka pentas untuk satu judul bukan hanya sekali, dan saat re-run mungkin ada cast yang berhalangan jadwalnya dengan jadwal lain, makanya bisa ada re-cast). Dan yang bikin Blogger senang adalah, pada video diluar pementasan, aktor alumni masih datang dan ikutan masuk dalam video-video  itu. Kekeluargaannya terasa walau iya sekali lagi mereka dipertemukan di Haisute.

Para cast, di luar panggung serta di sosmed masing-masing membuat para fangirl (dan mungkin fanboy, Blogger gak tahu) kegirangan karena mereka sering seperti tidak jauh dari tokoh yang mereka perankan, belum lagi interaksi mereka satu sama lain, membuat para shippers bahagia sendiri. Blogger gak perhatiin semua sih, cuman yang paling kelihatan untuk Blogger belakangan ini adalah TsukiHina yang diperankan Kosaka dan Suga. Pokoknya kalau perlu asupan (terutama BL) Haikyuu, segala sesuatu yang berhubungan dengan Haisute itu cocok banget lah.
 
Untuk cast Karasuno 2019, awal lihat jelas rasanya aneh. Blogger belum pernah nonton versi generasi itu sih, tapi belakangan Blogger bisa melihat bahwa mereka tampak lebih mirip tokoh aslinya dibanding cast sebelum 2019. Jangan salah, sejauh ini Blogger tetap lebih suka cast orisinil (dan versi rerunnya), tapi memang penampakan 2019 lebih mendekati canon

A Very Potter Musical yang sempat Blogger singgung sebagai pembanding itu kayaknya bukan resmi dari pihak Harry Potter, alias buatan fans, dalam hal ini Starkid. Sedangkan Hyper Projection Engeki: Haikyuu ini kalau Blogger gak salah paham resmi, terlihat dari deretan staf produksi. Jadi bukan sekedar produksi fans. Enggak, jangan salah, banyak stageplay buatan fans (berbagai fandom) yang bikinnya niat bahkan mungkin lebih keren dari Haisute ini (karena misalkan genre fantasi dsb), tapi mereka bukan garapan resmi. Kalau ternyata Haisute ini pun gak resmi, berarti Blogger salah paham.