Rabu, 19 Agustus 2020

Boruto episode 161

Katanya shinobi di Land of Silence itu beda dengan shinobi yang Boruto tahu pada umumnya. Moral disana juga beda, belum lagi pencuri dan penjahat dimana-mana. Jadi Blogger baru kepikiran, bahwa mungkin sebenarnya ada shinobi lain selain dari Konoha yang menyusup kesana dengan misi serupa. Gak mesti serupa, lah, pokoknya shinobi dari mana, dateng untuk misi. Jelas para penyusup itu gak bakal ketahuan karena pakai cara yang sama dengan tim 7, yakni lepas tanda shinobi mereka.

Sakuya itu terlalu sesuatu ya, Blogger sebel banget loh. Gak masalah kalau dia ingin kembali muda, tapi kok kayaknya gimana gitu. Butler setia sama majikannya sampai rela dikasih sel Hashirama untuk pembuktian Kirisaki. Dan Sakuya itu, tadinya Blogger kirain dia menua karena hal yang tidak normal seperti kutukan atau apa, eeeeehh ternyata memang umur. Resek banget apaan sih. Lalu, ketahuan juga semasa dia belum menua, dia hobi memuja kecantikan sendiri, buktinya adalah lorong yang dilewati Boruto ada banyak cermin yang dirusak.

Blogger jadi keinget Levana dari novel The Lunar Chronicles, tapi Levana itu villain favorit Blogger, beda dengan Sakuya yang matinya enak banget.

4 Ungu yang muncul dari episode kemarin juga brengsek. Tujuan mereka juga sel Hashirama. Terlepas dari mereka kerja untuk Victor atau bukan, nyatanya Blogger bisa melihat mereka shinobi yang lebih cekatan dibanding Boruto. Yah, mungkin karena mereka gak peduli sama orang lain, pokoknya mereka bisa dapetin target tanpa pengejaran. Pinter sih, cuman kayak pengen ditabok satu-satu. Omong-omong, Blogger gak ngerti gimana caranya mereka bisa masuk ke istrana itu, kan katanya Boruto dan Konohamaru aja baru bisa masuk kalau bareng Butler, makanya Sarada tunggu di luar.

Tentang gadis yang diceritain Butler, jelas Blogger curiganya ke anak perempuan yang ada di tempat Yubina.

Minggu, 16 Agustus 2020

Detective Conan episode 978

Filler. Tanpa pembunuhan ataupun percobaan pembunuhan. Bukan pencurian juga. Conan dan Detective Boys hanya terjun ke kasus di penghujung kasus.

Sebenernya, ini gaya cerita yang agak berbeda dengan episode lainnya, karena di tiga perempat episode ini Conan hanyalah penonton dan tidak terlibat sama sekali. Bahkan, di episode ini, kasusnya baru benar ada setelah hampir setengah jalan.


Dibanding menonton burung, sudah jelas Conan alias Shinichi lebih akan tertarik menonton tingkah orang-orang dan menebak ini-itu, karena dari kecil pun Shinichi juga seperti itu. Yang bikin geli, Ayumi-Mitsuhiko-Genta ujungnya malah jadi lebih semangat, mungkin karena memang masih bocah tulen. Dan di filler ini, tokoh canon yang ditampilkan lebih banyak daripada minggu-minggu kemarin. Biasanya hanya Conan-Kogoro-Megure-Takagi, sekarang sudah ada DB dan bahkan Chiba.

Kasus ini memang sebaiknya hanya satu bagian. Bayangin aja kalau Conan jadi penonton, menonton hipotesa dari jarak jauh hanya mengandalkan teropong, kemudian dibagi jadi dua bagian. Bakala ngebosenin banget. Dan karena filler, Blogger gak melihat betapa kritisnya Conan dalam membuat hipotesa mengenai orang-orang yang dilihatnya.

Sebenernya, kalau Conan terlibat dalam kasus dari awal, mungkin ini merupakan kasus yang bagus. Yang bikin sebel adalah penutupnya. Itu, yang bagian Chiba menemukan pelaku yang sebenernya. Blogger gak habis pikir, Pelaku langsung sodorin tangannya untuk ditangkap begitu aja, kayak seakan ini cuman permainan atau tes dan polisi telah menang dalam permainan ini. Sebel. Gak greget sama sekali.

Blogger bukannya gak suka DB. Biasa aja. Tapi episode ini mengingatkan Blogger bahwa ada sisi dimana Blogger gak suka tokoh Ayumi. Blogger tahu dan paham Ayumi-Genta-Mitsuhiko adalah anak umur tujuh tahun, dan sedewasanya mereka ya mereka tetap anak kecil. Tapi Blogger gak suka dengan Ayumi yang begitu kepo yang tetiba muncul di hadapan Conan, menghalangi Conan melakukan apa yang dia lakukan dengan cara seperti itu. Di canon, hal ini gak begitu kelihatan. Tapi di volume spesial dan filler sudah beberapa kali.

Amat sangat berharap bahwa episode canon akan segera tayang. Karena gimana pun, manganya tetap update walau jaraknya lumayan. Toh pihak Animator juga tampilin anime DC selang-seling episode baru dan rerun kok, berarti harusnya simpanan episode baru mereka cukup.

Kamis, 13 Agustus 2020

Boruto episode 160

Biasanya Blogger nonton episode baru Boruto di Minggu malam atau minimal di hari Senin lalu langsung bikin entri. Padahal di Senin pagi, Blogger sudah siapin, tapi jadi males gitu. Alhasil di hari Kamis pagi, Blogger baru nonton episode 160, dan siangnya baru ngetik. Oke cukup curcolnya.

Episode ini masih lanjutan episode kemarin, tapi Mitsuki gak muncul karena dia ditinggalin dengan Yubina. Perkembangan untuk Arc ini hanya sebatas mereka mendapat informasi tentang jual-beli sel Hashirama, tapi mereka belum tahu dalangnya sebab yang mereka intai bukan tangan langsung dalangnya. Wajar sih, pasti pelakunya hati-hati, gak mungkin dia sendiri yang pergi dalam pertukaran itu.

Yang bikin geli adalah, lagi-lagi oiroke no jutsu menjadi penyelamat. Maksudnya, di manga Naruto (Blogger belum nonton animenya secara urut), bahkan di Arc terakhir pun Naruto pakai jurus itu untuk mengalihkan perhatian lawan. Jurus itu pun dipakai anaknya untuk mengorek informasi disini. Wkwkwk. Gak separah versi bapaknya sih, tapi okelah.

4 perempuan yang awalnya dengan Kirisaki itu pun, walau gak diperlihatkan perubahannya, sepertinya adalah 4 laki-laki yang menyamar juga (ada adegan 4 cowok dengan warna rambut yang kurang lebih seperti 4 cewek itu).

Tes dari sang Butler ekstrim banget ya. Memang sih, cara termudah untuk tahu Kirisaki yang asli adalah dengan minta dia pakai kemampuannya. Tapi tetep aja, sel Hashirama-nya dimasuki ke tubuh sendiri astaga.

Episode depan, menurut preview, Konohamaru tampaknya masih dalam wujud Kirisaki, berarti entah bagaimana mereka bisa melewati tes Butler.

Omong-omong, kalau Naruto jadi cewek kan namanya Naruko, kalau Boruto berarti jadi Boruko dong? Kenapa gak sekalian Bokuto? //itujauhwoi //cukupya //moveondongaduh

Minggu, 09 Agustus 2020

Haikyuu Stageplay

Sebelum dikira PHP padahal udah baca jauh, Blogger akan kasihtahu dulu bahwa entri ini bukan artikel tentang stageplay Haikyuu, jadi kamu gak bakal nemuin daftar pemain, atau berita tentang mereka, tentang sejarah, dan lain sebagainya. Enggak. Entri ini murni bacotan Blogger yang fangirlingan parah tentang Haisute.

Pada mulanya, Blogger gak tahu menahu tentang eksistensi stageplay ini. Satu-satunya stageplay dari Jepang yang pernah Blogger tonton (terimakasih, Youtube) adalah Persona 3, itu pun gak full. Jadi, yah, pokoknya hanya tahu eksistensi satu itu aja, itu pun kalau gak salah saat belum ada animenya (kalau ternyata udah ada ya berarti Blogger waktu itu belum nonton).
Kebiasaan Blogger kalau habis dari serial 'besar', biasanya bakal nyari di Youtube dengan tambahan keyword 'watchmojo'. Jadi Watchmojo (dan para saudaranya) adalah channel Youtube yang hobi bikin daftar top 10 (kadang 20 atau lebih tergantung materi atau maunya mereka) tentang apa aja dari yang paling penting sampai yang paling gak penting, dan mereka unggah video tiap hari. Anime ter-ter-ter-ter pun ada. Dan kalau anime yang bersangkutan 'besar' seperti Naruto, One Piece, dll, biasanya mereka bikin video tersendiri kayak 10 pertarungan terbaik di Naruto, 10 tokoh terbaik One Piece, dsb. Nah, setelah kelar nonton Haikyuu, blogger memutuskan untuk mencarinya juga di saluran Watchmojo. Dari pencarian itu, muncullah rekomendasi (bukan dari Watchmojo) video Haisute yang The Summer of Evolution. Awalnya Blogger pikir itu bakal parodi (jatuhnya memang iya) seperti A Very Potter Musical dari Starkid. Oke, jangan salah, AVPM walau parodinya banget-banget, mereka sangat serius garapnya. Terus, Blogger pun memutuskan untuk nonton The Summer of Evolution (itu stageplay keempat dari rangkaian mereka kalau gak salah), dan jatuh cinta parah banget. Sejak saat itu, sampai sekarang, Blogger gak nyerah nyari video Haisute dari Youtube dan Facebook. Blogger pun akhirnya menemukan A View From The Top dan Karasuno Revival yang walau tanpa subtitle tapi berhasil Blogger pahami karena toh adegan dan dialognya sebagian besar canon.
Oke, enggak, tunggu, bukan berarti Blogger gak mau nyari DVD asli. Mau banget, tapi bagaimana nontonnya? Di rumah gak ada DVDplayer. Pakai laptop pun disc sering gak kebaca, entar takutnya beli mahal jadi rusak.

The Summer of Evolution adalah Haisute pertama yang Blogger tonton. Memang sangat banyak adegan yang mengocok perut, apalagi fanservice untuk para shippers bertebaran parah banget, sehingga saat nonton gak bisa cuman meratiin tokoh yang sedang berdialog aja karena bisa aja tokoh di sekitar mereka sedang melakukan kekonyolan yang terlalu sayang untuk dilewatkan---makanya nonton sekali itu gak cukup banget. Walau bikin orang ber-kyaaa-ria, stageplay ini digarap dengan serius. Plot ikutin canon dengan modifikasi yang bisa dimaklumi. Dan karena STAGEplay, sehingga mereka bakal terus-terusan di panggung (pernah ada keluar panggung tapi mereka tetep di ruangan itu), jadinya tim kreatif sangat perlu diacungin jempol untuk latar dan properti.

Beda dengan AVPM, karena memang judulnya MUSICAL, jadi sudah pasti ada adegan nyanyi dan biasanya ada tariannya juga. Sedangkan di Haisute gak begitu. Musik tetap ada, tapi mereka hanya nari dan gak pakai nyanyi. Tarian pun bukan asal, koreo mereka memang disesuaikan dengan adegan mereka dan paling kelihatan saat adegan man voli---koreo mereka disesuaikan dengan gerakan dalam permainan voli. Kalau gak salah inget, tiap tim punya theme song dan koreo sendiri untuk pembeda, dan ini jadi bikin keren lagi.

Castnya membuat Blogger jatuh cinta walau gak instan. Di Summer of Evolution, karena sekali lagi itu pertama kalinya blogger nonton Haisute, tokoh pertama yang Blogger langsung kasih jempol itu Kuroo yang diperanin Kondo Shori. Gak tahu ya, rasanya langsung jatuh cinta dengan Kuroo versi Haisute, padahal memang dari manganya pun udah masukin tokoh ini ke daftar tokoh favorit. Lalu kalau dari foto-fotonya aja, sebenernya Blogger sempet kurang sreg dengan Suga Kenta sebagai Hinata, tapi ternyata versi panggungnya sangat sesuai. Hal itu terjadi pada hampir semua karakter lain selain Kuroo. Bahkan butuh beberapa kali nonton sampai akhirnya Blogger bisa suka Kosaka Ryotaro sebagai Tsukki.

Dan mungkin nonton The Summer of Evolution sebagai Haisute pertama yang Blogger tonton adalah keputusan yang baik, karena memang adegan Karasuno ikut latihan ke Tokyo itu adalah adegan favorit Blogger baik dari manga maupun anime. Merupakan keputusan yang baik juga karena ada Fukurodani dan Nekoma juga. Memang di stageplay sebelumnya bahkan ada Aoba Johsai, tapi sekali lagi Blogger lebih suka adegan yang Karasuno ke Tokyo. Gara-gara suka dengan stageplay keempat ini, Blogger jadi bisa semangat nyari tiga pertama.

Blogger ketemu video full A View From The Top, dan melihat bahwa ternyata dari awal, orang Engeki Haikyuu ini memang serius garap stageplay mereka bahkan dari Haisute pertama. Bukan jelek, tapi seandainya stageplay ini adalah stageplay Haikyuu pertama yang Blogger temukan, mungkin Blogger gak bakal sesemangat sekarang. Sekali lagi, bukan jelek ya. Pada nyatanya, dana Haisute pertama memang lebih kurang dari yang keempat dan itu wajar. Properti mereka kurang ada dan lebih mengandalkan latar belakang yang di layar dan lantai panggung serta lightning. Untuk cast, karena memang bagian awal Haikyuu masih tidak begitu banyak tokoh penting, jadi wajarlah kalau mereka hanya mengutamakan Karasuno (yang tidak penuh) dan Aoba Johsai serta para mentor Karasuno. Bahkan disitu Kiyoko tidak tampil secara fisik.

Karasuno, Revival! tampak lebih punya dana. Bukan hanya soal properti melainkan juga cast dari Nekoma dan Dateko juga muncul karena memang mereka mau ikutin canon. Adegan komedi dimunculkan walau Blogger pikir sebagian besar bukan sengaja dibikin komedi. Apalagi karena ini siaran langsung di atas panggung, para pemeran pasti berimprovisasi sesuai dengan skenario yang ada dan sesuai kondisi di atas panggung. Seperti misalnya ada adegan tokoh (Blogger lupa siapa) tiduran dan taruh kepala di atas paha Hinata kemudian Hinata pindahin kepala tokoh itu ke lantai. Sontak terdengar suara kekehan geli penonton, dan Blogger pikir mungkin adegan itu gak ada di skenario. Jadi dalam satu adegan, jika ada lebih dari satu tokoh terlihat di atas panggung, maka bisa aja ada penonton yang menangkap 'adegan' di luar skenario dan dijadiin bahan lucu-lucuan---biasanya hal ini jadi asupan besar untuk para fangirl/boy.

Para cast tidak hanya memerankan tokoh yang bernama. Dari Haisute pertama, para cast yang pada saat itu tidak punya adegan, biasanya akan muncul dengan jubah putih atau malah mengenakan pakaian lain untuk merepresentasikan 'penonton' atau figuran atau narator. Seperti yang paling kelihatan adalah ketika stage actor Kuroo dan Kenma pakai wig dan baju perempuan yang memperlihatkan seakan mereka fangirl Oikawa. Atau di The Strongest Challengers, kalau gak salah stage actor Bokuto dan Akaashi jadi fangirl Atsumu. Jadi, para cast gak hanya main jadi suatu tokoh secara bersih, di atas panggung ya orangnya mereka-mereka juga.

Dari semua cast (generasi sebelum 2019), yang membuat Blogger pangling adalah Kondo Shouri yang main jadi Kuroo Tetsuro, sesuai yang Blogger sempet singgung, karena sesuai banget, apalagi interaksinya dengan stage actor Kenma di atas maupun di luar panggung. Padahal aktor Kenma, Nagata Takato, di awal Blogger lihat itu kurang terlihat seimut Kenma, tapi bisa kelihatan bahwa dia memang Kenma.
Cast yang sangat baik lainnya adalah Asuma Kousuke, dan Blogger yakin serta percaya hampir semua penikmat Haisute setuju bahwa dia adalah Oikawa Tooru banget bahkan di luar panggung. Terutama saat tiap kali dia nyebut 'Iwa-chan', dan dia pernah spontan nyebut nama itu di luar panggung, lalu gayanya yang bagaikan Crappykawa banget.

Rerata cast berhasil menjadi sosok tokoh yang diperankan atas bantuan make-up, wig, tatanan rambut. Tapi yang membuat Blogger sangat senang adalah, bahkan ketika sedang tidak menjadi tokoh yang diperankan, para cast masih bisa terlihat sebagai tokoh yang bersangkutan, wkwkwk. Kalau sekedar di belakang panggung, itu masih bisa diwajari karena mereka masih pakai kostum tokoh yang diperankan, jadi apa pun yang mereka lakukan walau OOC, masih bisa terlihat sebagai karakter tertentu.

Relasi para cast di luar pementasan pun patut diacungi jempol. Sudah biasa banget kalau ada aktor (panggung sekalipun) yang menjadi seperti keluarga besar karena mereka ketemu dalam proyek. Tapi gini, para cast (sebelum 2019) tidak selalu sama. Maksudnya, bahkan pemeran Daichi sebelum 2019 aja udah ganti-gantian dari Tanaka Keita ke Akisawa Kentaro lalu balik lagi (mereka pentas untuk satu judul bukan hanya sekali, dan saat re-run mungkin ada cast yang berhalangan jadwalnya dengan jadwal lain, makanya bisa ada re-cast). Dan yang bikin Blogger senang adalah, pada video diluar pementasan, aktor alumni masih datang dan ikutan masuk dalam video-video  itu. Kekeluargaannya terasa walau iya sekali lagi mereka dipertemukan di Haisute.

Para cast, di luar panggung serta di sosmed masing-masing membuat para fangirl (dan mungkin fanboy, Blogger gak tahu) kegirangan karena mereka sering seperti tidak jauh dari tokoh yang mereka perankan, belum lagi interaksi mereka satu sama lain, membuat para shippers bahagia sendiri. Blogger gak perhatiin semua sih, cuman yang paling kelihatan untuk Blogger belakangan ini adalah TsukiHina yang diperankan Kosaka dan Suga. Pokoknya kalau perlu asupan (terutama BL) Haikyuu, segala sesuatu yang berhubungan dengan Haisute itu cocok banget lah.
 
Untuk cast Karasuno 2019, awal lihat jelas rasanya aneh. Blogger belum pernah nonton versi generasi itu sih, tapi belakangan Blogger bisa melihat bahwa mereka tampak lebih mirip tokoh aslinya dibanding cast sebelum 2019. Jangan salah, sejauh ini Blogger tetap lebih suka cast orisinil (dan versi rerunnya), tapi memang penampakan 2019 lebih mendekati canon

A Very Potter Musical yang sempat Blogger singgung sebagai pembanding itu kayaknya bukan resmi dari pihak Harry Potter, alias buatan fans, dalam hal ini Starkid. Sedangkan Hyper Projection Engeki: Haikyuu ini kalau Blogger gak salah paham resmi, terlihat dari deretan staf produksi. Jadi bukan sekedar produksi fans. Enggak, jangan salah, banyak stageplay buatan fans (berbagai fandom) yang bikinnya niat bahkan mungkin lebih keren dari Haisute ini (karena misalkan genre fantasi dsb), tapi mereka bukan garapan resmi. Kalau ternyata Haisute ini pun gak resmi, berarti Blogger salah paham.

Senin, 03 Agustus 2020

Boruto episode 159

Oke, jadi Victor beneran antagonis. Belum digali lebih lanjut, karena episode ini lebih ceritain tentang apa yang terjadi pada tubuh Anato lewat proses penyembuhan Mitsuki. Tapi sejauh ini Mugino (dan mungkin Yubina) merupakan tokoh baik.

Ketika ular Mitsuki gigit Anato dan kayak ada yang keropos, Blogger pikir harusnya itu bisa menjadi petunjuk. Masalahnya, Blogger bingung kenapa Mitsuki gak laporin tentang itu, karena setidaknya ada pemikiran bahwa tubuh Anato tidak seperti tubuh manusia normal. Jadi ketika ada yang bermasalah pada tangan Mitsuki, Blogger langsung tebak mungkin itu akibat ularnya gigit Anato. Kemudian saat bawahan Victor bahwa sesuatu yang mereka cari gak ada di tubuh Anato, Blogger pikir itu pasti ada hubungannya juga dengan ketika dia digigit ular.

Saat Tim 7 bilang mau cari dokter, yang masuk dalam otak Blogger adalah Orochimaru. Dia bukan dokter gimana sih, cuman maksudnya kalau dokter biasa sekali pun medic-nin juga mungkin bakal merasa aneh dengan tubuh Mitsuki, jadi dia harus ditangani langsung oleh Orochimaru. Herannya, kenapa bahkan Konohamaru pun gak kepikiran atau nyebut kesitu. Yah, mungkin karena posisi mereka terlalu jauh untuk pergi ke tempat Orochimaru.

Seperti yang Blogger bilang di awal, episode ini hanya berisi tentang apa yang terjadi pada korban. Kemungkinan episode depan sudah mulai masuk cerita tentang apa yang terjadi sampai kasus ini terjadi, alias latar belakangnya.

Omong-omong, mungkin cuman perasaan Blogger aja, tapi mata bawahan Victor di episode ini aneh, apa karena kena genjutsu?

Dan, terus ya, bahkan dari episode kemarin Blogger udah ngelihat scientific ninja tools di tangan para Ninja utusan Victor, kok Konohamaru baru ngeh sekarang?

Minggu, 02 Agustus 2020

Detective Conan 977

Filler ini pemakaian tokoh canon-nya sama seperti filler sebelumnya: hanya Kogoro dan Conan. Tapi sekarang sudah ada Megure dan Takagi. Dan sepertinya minggu depan gak ada episode baru. Jadi seperti minggu-minggu kemarin, selang-seling episode baru (filler) dan rerun (versi remastered).


Kacau, Blogger langsung bisa nebak pelakunya dari adegan perkenalan tokoh di awal, dan bener pula tebakannya. Dan tebakan Blogger diperkuat ketika Conan menemukan bekas kotoran di baju Tersangka.

Tapi selain tebakan terhadap Pelaku, Blogger juga kepikiran teori lain, yakni pelaku lebih dari satu tapi mereka bukan kerja sama. Jadi yah, Blogger sempet ragu kalau keduanya bener dibunuh Pelaku.

Di episode ini, Kogoro punya sifat yang bagus, dan memang sudah sepatutnya begitu. Walau selengekan dan nyatanya kurang pandai (jika disandingkan Conan/Shinichi), setidaknya hati kecilnya masih berfungsi dengan baik. Bahkan Kogoro gak bernegosiasi sama sekali untuk menolak Korban.

Motif Pelaku itu agak maksa walau sebenernya gak masalah. Episode ini dipaksa selesai dalam satu bagian, sehingga motif Pelaku sama sekali gak terungkap sebelum dia sendiri yang cerita. Maksudnya, kalau dibagi jadi 2 bagian, pasti ada adegan Takagi atau polisi lain cari informasi gak hanya tentang 2 Tersangka utama, melainkan tentang tokoh-tokoh lain juga, dan disitu polisi jadi bisa mendapat informasi lebih tentang 2 korban. Iya, korbannya ada dua, terlepas pelakunya hanya satu atau terlepas salah satunya terbunuh gara-gara kebetulan, intinya korban tetap dua dan polisi harus mengecek bukan hanya tentang Tersangka melainkan tentang kedua korban juga.
Oke gak mesti jadi 2 bagian, lah, setidaknya itu bisa dilakukan di belakang layar.

.

Yang paling gak terduga di episode ini adalah adanya closing baru. Blogger gak nonton rerun minggu lalu, jadi gak tahu apakah closing itu sudah dari minggu lalu atau enggak.  Tapi video closing yang baru ini mengingatkan Blogger akan opening DC di episode 600an yang judulnya "Kimi no Namida ni Konna ni Koi Shiteru".

Kamis, 30 Juli 2020

Mermaid Melody / Pichi Pichi Pitch

Kalau bukan karena ada di Nakayoshi, Blogger gak bakalan kenal manga ini.

Mermaid Melody, atau Pichi Pichi Pitch, atau sering juga dipakai keduanya sebagai satu judul, adalah manga yang dikarang oleh Pink Hanamori dari sekitar 2002-2005 sebanyak 7 volume. Bercerita tentang para Putri Duyung yang masing-masing kerajaan mereka diserang monster/iblis laut, lalu mengungsi ke daratan (dunia manusia) sambil merahasiakan jati diri mereka agar jangan menjadi buih.

Artworknya bagus sih, tipikal manga shoujo pada zamannya. Dan karena temanya putri duyung dan latarnya berpusat pada laut dan pantai, jelas busana yang dipakai akan dituduh sebagai pornografi (padahal mah, kalau menurut Blogger, busana seperti itu termasuk wajar). Memang ada beberapa adegan/panel yang agak menjurus dan yang sebenernya gak perlu terjadi, tapi Blogger gak menganggap itu masalah.

Dari segi cerita, kalau gak salah inget, Mangaka sendiri bilang bahwa ini terinspirasi dari The Little Mermaid yang dikarang Hans Christian Andersen. Blogger belum pernah baca sih, tapi jika dilihat dari versi animasi Disney, kelihatan. Jadi Lucia (Little Mermaid), jatuh cinta pada manusia (Kaito). TLM menukar suara dengan kaki, sedangkan Lucia bukannya menukar melainkan suaranya hanya menjadi sumbang jika dalam wujud manusia. Bagian Kaito hilang ingatan dan diurus Mikaru pun itu seperti saat pangerannya TLM hampir menikah dengan orang yang salah. Selebihnya (alias banyak banget) adalah karangan Mangaka.

Manganya sendiri cukup padat. Iya ada adegan yang gak perlu, tapi semuanya hampir selalu konsisten, sehingga gak ada bab yang sia-sia. Hal ini sangat berbeda dengan versi animenya.

Apa yang salah dengan animenya? Hampir semuanya.

Terdiri dari 2 season dengan total 91 episode.

Semua adegan penting yang ada di manga memang dianimasikan, tetapi dengan cerita yang berbeda. Enggak, ceritanya sama, tentang Lucia dan teman-temannya yang harus melawan Gackto dan Mikeru, tapi alurnya terasa sangat berbeda. Blogger sama sekali gak masalah dengan kehadiran tokoh tambahan yang hampir selalu muncul tiap episode, karena itu menambah kesan realis. Detil-detil canon tetap dipakai, tapi dengan cara yang beda.

Selama sekitar 24 menit perepisode, biasanya Blogger hanya bener nonton sekitar 15-16 menit. Iya, di-skip melulu. Lagu pembuka, akhir, dan preview sudah pasti di skip kalau gak ada yang baru. Lalu, selain episode 1 (dan beberapa episode tertentu), Blogger pasti skip adegan para putri duyung yang berubah sosok ditambah dengan adegan pertarungan nyanyi. Jadi, 2 menit pembuka, 2 menit penutup+preview, sekitar 4 menit untuk perubahan sosok tambah nyanyi. Itu belum termasuk setelah adegan Lucia-Rina-Hanon mendapat sosok baru dari Aqua Regina karena berarti mereka berubah sosoknya 2 kali, lalu belum anak buah Mikeru sendiri masing-masing punya lagu.

Yang paling parah dari animenya adalah betapa bucin dan sangat mengekangnya para putri duyung + Mikaru. Memang di manga juga, terutama Lucia dan Mikaru cinta mati banget sama Kaito sampai mau melakukan apa pun. Tapi, padahal bukan pacar, Lucia mengganggap Kaito tidak boleh akrab dengan perempuan lain. Gini, wajar kalau cemburu, tapi kalau melarang hanya karena kamu suka Kaito itu kacau. Mikaru masih bisa dipahami, mungkin karena dia selalu sendiri, sehingga gak ingin Kaito pergi, tapi tetap aja sadar dong Kaito masih punya kehidupan pribadi di luar elu.

Yang paling OOC adalah Rina, dan Blogger gak masalahin tentang beberapa kali dia menginginkan TV (Blogger bisa anggap itu sebagai sisi lain Rina). Yang membuat OOC adalah, Rina sama sekali gak cool di anime, hanya tampangnya aja yang keren, tapi klepek parah sama Hamasaki versi anime.
Parah, Blogger kecewa banget dengan animenya.

Tidak bisa merekomendasikan baik manga apalagi animenya. Bukan jelek, tapi Blogger gak bisa rekomendasiin ini. Kalau memang demen cerita putri duyung dan gak masalah dengan gambar yang agak vulgar, silakan baca. Kalau gak masalah dengan tipe tokoh utama perempuan yang pengekang, silakan nonton. Yang pasti, Blogger ogah nonton ulang animenya.