Blogger gak jago bahasa Inggris. Yang kenal Blogger di FB/IG/RL pasti bilang sebaliknya. Tapi beneran, Blogger gak jago bahasa Inggris. Blogger hanya lebih bisa menerjemahkan bahasa Inggris ke bahasa Indonesia daripada sebaliknya. Makanya kalau disuruh ngomong/nulis pakai bahasa Inggris bisa amburadul, padahal bacaan dan tontonannya pakai bahasa Inggris.
Kalau kamu jago bahasa Inggris, selamat, kamu menguasai salah satu bahasa Internasional tersebut. Jadi kalau kamu ke luar negeri, sekalipun orang lokal sana gak fasih, tapi kamu bisa ajak cuap-cuap dikit dengan bahasa Inggris.
Sekali lagi, Blogger gak jago, hanya sekedar bisa, dan manfaatnya sangat terasa.
Seperti, gak semua novel diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Ada serial novel yang terdiri dari 8 buku, tapi yang diterjemahkan hanya 3 pertama (CHARLIE BONE!!!). Blogger sedih banget gak bohong. Gak cuman novel, tapi artikel-artikel dunia bisa kamu baca duluan daripada harus tunggu penerjemah---kalau mereka mau terjemahin. Pakai gugeltranslet? Hmmm, Blogger malah bingung dengan terjemahannya.
Contoh lain, game, hampir semua yang didistribusikan di Indonesia itu berbahasa Inggris. Sekarang mungkin sudah banyak yang berbahasa Indonesia karena karya anak bangsa, tapi yang memang produksi luar?
Satu lagi contoh adalah tontonan yang bukan produksi Indonesia. VCD/DVD yang tersebar di Indonesia rerata dijualnya yang sudah ada terjemahan bahasa Indonesia, sih. Belakangan situs donlot juga udah banyak yang khusus terjemahan Indonesia. Tapi, gak semua film ada. Banyak film, serial, dan animasi yang tidak punya terjemahan bahasa Indonesia. Mereka yang dubbingnya bukan bahasa Inggris (karena bukan film berbahasa Inggris), lebih tersebar gratis pakai bahasa Inggris. Kalau kamu gak bisa bahasa Inggris, berarti kamu harus cari lagi terjemahan bahasa Indonesia-nya. Ribet, kan?
Sebenernya bangga itu boleh banget kok, tapi jangan sampai kebanggaan kamu pada kebisaan berbahasa Inggris mengatasi kebisaanmu pada bahasa Indonesia atau malah bahasa daerahmu. Harusnya kamu jauh lebih bangga saat kamu berbicara dengan bahasa Indonesia secara fasih, menulis dalam bahasa Indonesia dengan EYD. Tahu mana yang benar: apotek atau apotik, nasehat atau nasihat, kualitas atau kwalitas, aktivitas atau aktifitas, dsb.
Karena, gini. Saat kamu jago bahasa Inggris, itu sudah biasa. Karena dia bahasa Internasional, berarti walau hanya dasar, bahasa ini diajarkan di semua negara di dunia, walau benar-benar hanya dasar. Dan karena bahasa Internasional, walau secara formal mereka hanya diajari dasarnya (mungkin gak semua sekolah, tapi intinya kamu paham kan?), mungkin mereka akan belajar otodidak/les tambahan untuk belajar bahasa Inggris lebih lanjut. Dengan kata lain, kalau kamu jago, sainganmu untuk jadi yang paling jago adalah seluruh dunia ini. Kalau kamu jago bahasa Inggris, ya, itu harusnya bukan hal yang istimewa atau wow lagi.
Sedangkan kalau kamu jago bahasa Indonesia (yang baik dan benar sesuai KBBI) atau malah bahasa daerahmu (batak, betawi, manado, dsb), kamu harus sangat bangga.
Jumlah negara yang memasukkan pelajaran bahasa Indonesia dalam kurikulum (formal) itu mungkin bisa dihitung jari. Mungkin ada sekolah yang memasukkan bahasa ini ke ekskul, atau ada les yang mengajari bahasa Indonesia. Seorang teman chatting Blogger saat SMP asal Polandia bilang bahwa di sekolahnya, pelajaran bahasa Indonesia merupakan pelajaran wajib. Belum tentu semua sekolah Polandia juga begitu. Dibanding bahasa Inggris, pelajaran bahasa Indonesia di seluruh dunia jelas kalah. Sedihnya, sekolah-sekolah di Indonesia makin kesini semakin menomorduakan bahasa nasional ini (Blogger bukan ngomongin sekolah taraf Internasional, tapi taraf Internasional pun harusnya tetap mengajarkan bahasa negara ini sendiri).
Saat ini penduduk Indonesia adalah sekitar 3.5% dari total 100% penduduk dunia, dan itu masih termasuk banyak mengingat masih ada sangat banyak negara lain dalam dunia ini. Berarti saat kamu jago bahasa Indonesia, kamu menjadi orang yang istimewa, karena jumlah orang yang jago bahasa Indonesia di dunia ini sedikit. Iya, banyak penduduk negara lain yang populasinya lebih sedikit, tapi kita lagi omongin bahasa Indonesia.
Negara Cina sendiri yang penduduknya paling banyak, mereka lebih mengutamakan bahasa mereka dibanding bahasa Inggris, bahkan sejak sebelum bahasa Mandarin ikut dijadikan bahasa Internasional.
Ayo dong, bangga sama bahasa nasional sendiri. Jangan sok ngaku cinta Indonesia tapi melulu ngomongnya 'I LOVE INDONESIA' pada orang yang ngerti bahasa Indonesia. Coba deh ngomongnya 'AKU CINTA INDONESIA', kan adem gitu.
Sabtu, 29 Juni 2019
Jumat, 28 Juni 2019
Lightspeed Resue, hancur semua di akhir
Oke tunggu, 2 episode akhir Power Rangers Lightspeed Rescue bukannya jelek, tapi maksud dari hancur ini adalah Zord dan Aquabase.
Sudah biasa di akhir season Power Rangers kalau terjadi kehancuran. Pihak musuh sudah pasti, tapi biasanya dari pihak Ranger juga mengalami kehancuran. Dari 8 musim, kalau gak salah inget, kehancuran paling minimal di episode akhir itu ada di Zeo, makanya Turbo gak begitu greget di awal mulai. Kehancuran dan kehilangan paling maksimal jelas ada di In Space, karena bukan hanya Astronema berhasil dikontrol lawan, bukan hanya Astronema Jahat berhasil menduduki bumi sementara, tapi juga Rangers harus kehilangan Zordon. Iya memang sih, Zordon mengorbankan diri agar semua musuh dikalahkan dan agar bumi kembali sediakala, tapi itu termasuk kehilangan fatal untuk Rangers apalagi tujuan Space Rangers sebenernya adalah menyelamatkan Zordon.
Di Lightspeed Rescue, pada 2 episode akhir, hal klise menuju final dilakukan, yakni musuh berhasil menyusup masuk dan menghancurkan markas Rangers. Saat zaman Zordon ada di markas (PRMM-PRT), ketika markas hancur, itu gak begitu emosional (untuk Blogger) karena markas tersebut bukan buatan manusia, markas itu ada begitu saja. Terra Venture pun ketika hancur, itu pas ketika koloni sudah menemukan planet baru---yang berarti Terra Venture gak ada pun sudah gakpapa. Kapal yang ditumpangi In Space juga, mungkin sempet rusak, tapi di Lost Galaxy sudah bisa dipakai lagi kan? Sedangkan Aquabase, itu hasil jerih payah Kapten Mitchell dan para bawahannya selama bertahun-tahun. Semua Arsenal dan Zord itu hasil jerih payah Angela dan timnya. Murni buatan manusia, dengan ngetes berkali-kali, pakai prototype dan test-drive berkali-kali sampai berhasil menyempurnakan Arsenal tertentu. Ketika semua hancur, bahkan Blogger yang nonton pun merasa sayang.
Secara keseluruhan jalan cerita, PRLR memang baru bener ada progress cerita ketika berhubungan dengan Ryan. Bukan menganakemaskan Ryan karena dia PR eksklusif, tapi perhatiin aja, episode yang berhubungan dengan Ryan itu isinya adalah (berusaha) menghentikan Diabolico dan nantinya (berusaha) menghentikan Bansheera. Walau akhirnya tembakan akhir ada di tim inti Lightspeed, episode yang memunculkan Ryan selalu penting dalam plot.
Tapi kembali lagi tentang episode akhir PRLR yang menghancurkan semua yang dibuat atas pengawasan Kapten Mitchell, memang gak ada kejelasan apakah di bagian akhir semua Zord sudah gak bisa dipakai atau masih bisa diperbaiki. Omong-omong gak usah pikirin team-up di season selanjutnya, ya, anggap aja gak ada hubungannya dengan Time Force. Di 2 episode akhir, ketika Batlings berhasil masuk, ketika Zord sudah dikuasai lawan, Kapten Mitchell sangat kecewa, dan Blogger bisa melihat itu.
Saat mereka mau naik kapal untuk naik ke permukaan, Joel merusak jendela kaca Aquabase biar kapal mereka bisa kena air dan berfungsi. Nah, kan, udah hancur tambah rusak lagi. Tapi Blogger paham sih, karena kalau mereka gak gitu ya gimana lagi?
Untung akhirnya bener menang, kalau enggak, semua kehancuran itu sia-sia.
Sudah biasa di akhir season Power Rangers kalau terjadi kehancuran. Pihak musuh sudah pasti, tapi biasanya dari pihak Ranger juga mengalami kehancuran. Dari 8 musim, kalau gak salah inget, kehancuran paling minimal di episode akhir itu ada di Zeo, makanya Turbo gak begitu greget di awal mulai. Kehancuran dan kehilangan paling maksimal jelas ada di In Space, karena bukan hanya Astronema berhasil dikontrol lawan, bukan hanya Astronema Jahat berhasil menduduki bumi sementara, tapi juga Rangers harus kehilangan Zordon. Iya memang sih, Zordon mengorbankan diri agar semua musuh dikalahkan dan agar bumi kembali sediakala, tapi itu termasuk kehilangan fatal untuk Rangers apalagi tujuan Space Rangers sebenernya adalah menyelamatkan Zordon.
Di Lightspeed Rescue, pada 2 episode akhir, hal klise menuju final dilakukan, yakni musuh berhasil menyusup masuk dan menghancurkan markas Rangers. Saat zaman Zordon ada di markas (PRMM-PRT), ketika markas hancur, itu gak begitu emosional (untuk Blogger) karena markas tersebut bukan buatan manusia, markas itu ada begitu saja. Terra Venture pun ketika hancur, itu pas ketika koloni sudah menemukan planet baru---yang berarti Terra Venture gak ada pun sudah gakpapa. Kapal yang ditumpangi In Space juga, mungkin sempet rusak, tapi di Lost Galaxy sudah bisa dipakai lagi kan? Sedangkan Aquabase, itu hasil jerih payah Kapten Mitchell dan para bawahannya selama bertahun-tahun. Semua Arsenal dan Zord itu hasil jerih payah Angela dan timnya. Murni buatan manusia, dengan ngetes berkali-kali, pakai prototype dan test-drive berkali-kali sampai berhasil menyempurnakan Arsenal tertentu. Ketika semua hancur, bahkan Blogger yang nonton pun merasa sayang.
Secara keseluruhan jalan cerita, PRLR memang baru bener ada progress cerita ketika berhubungan dengan Ryan. Bukan menganakemaskan Ryan karena dia PR eksklusif, tapi perhatiin aja, episode yang berhubungan dengan Ryan itu isinya adalah (berusaha) menghentikan Diabolico dan nantinya (berusaha) menghentikan Bansheera. Walau akhirnya tembakan akhir ada di tim inti Lightspeed, episode yang memunculkan Ryan selalu penting dalam plot.
Tapi kembali lagi tentang episode akhir PRLR yang menghancurkan semua yang dibuat atas pengawasan Kapten Mitchell, memang gak ada kejelasan apakah di bagian akhir semua Zord sudah gak bisa dipakai atau masih bisa diperbaiki. Omong-omong gak usah pikirin team-up di season selanjutnya, ya, anggap aja gak ada hubungannya dengan Time Force. Di 2 episode akhir, ketika Batlings berhasil masuk, ketika Zord sudah dikuasai lawan, Kapten Mitchell sangat kecewa, dan Blogger bisa melihat itu.
Saat mereka mau naik kapal untuk naik ke permukaan, Joel merusak jendela kaca Aquabase biar kapal mereka bisa kena air dan berfungsi. Nah, kan, udah hancur tambah rusak lagi. Tapi Blogger paham sih, karena kalau mereka gak gitu ya gimana lagi?
Untung akhirnya bener menang, kalau enggak, semua kehancuran itu sia-sia.
Kamis, 27 Juni 2019
Carter Grayson x Dana Mitchell, canon?
Blogger ngetik ini setelah akhirnya selesai nonton ulang Power Rangers Lightspeed Rescue. Adegan dekatnya karakter Carter dengan Dana sudah ada dari episode-episode awal season 8, dan sebelum nonton ulang pun Blogger masih ingat tentang kedekatan mereka, tapi Blogger sengaja tunggu sampai selesai baru ngetik ini biar lebih yakin.
Dari Mighty Morphin 1, pasangan canon yang bukan sekedar lewat sudah ada, seperti Tommy x Kimberly, serta Zack x Angela, bahkan Zedd x Rita. Dilanjutkan dengan Tommy x Katherine, lalu Andros x Ashley. Blogger gak tahu akhirannya Jason x Kimberly serta Zhane x Astronema bener masih canon atau gak, tapi implikasi secara implisit sih begitu. Lost Galaxy mungkin terlalu sempit untuk masukin romance, jadi implikasi antara Leo x Kendrix serta Kai x Kendrix sama-sama terasa.
Sedangkan di Lightspeed Rescue, orang yang udah terbiasa nonton drama, mungkin bakal geregetan saat lihat betapa dekatnya Carter dengan Dana. Oke, bukan dekat sampai canonnya jelas kayak Joel dengan Angela, tapi memang cara Dana dan Carter sentuh satu sama lain, pelukan, melebihi Dana pada Joel atau Chad, melebihi Carter pada Kelsey, itu memang bikin geregetan. Omong-omong, soal entri ini, gak usah terlalu iyain di adegan mereka pakai kostum Ranger ya, karena counterpart Carter dan Dana itu sebenernya saudaraan jadi wajar kalau mereka pelukan (dalam kostum Ranger di footage Jepang).
Sebelum bener ngetik ini, Blogger sempetin liat wiki tentang Carter dan Dana. Disitu mereka sama-sama paragraf copy-paste yang cuman ganti kata 'he' dan 'she'. Kurang lebih paragraf itu bilang bahwa Carter/Dana punya perasaan (untuk satu sama lain), tidak jelas apakah dia sudah menyatakannya, tapi tampaknya perasaan itu terbalaskan. Blogger baca dari atas sampai bawah, bahkan lihat bagian Kapten Mitchell dan Ryan, tapi memang benar gak ada kepastian pernyataan apakah Carter x Dana itu canon atau gak.
Canon atau pun gak, sebagai fangirl yang bener ngeship mereka serta 'memperbolehkan' jika mereka mau canon, Blogger (dan mungkin penonton lain) melihat bahwa Kapten Mitchell dan Ryan seakan memperbolehkan Carter dengan Dana. Ini jauh lebih gak kelihatan dibanding adegan Carter x Dana itu sendiri, dan mungkin malah ini hanya perasaan Blogger sendiri.
Memang Kapten Mitchell menaruh perhatian lebih pada Carter dari awal karena kasus Carter waktu kecil, tapi makin kesini dia tampak gak masalah Dana bersampingan dengan Carter---mungkin dia anggap biasa karena mereka cuman baris.
Dan Ryan, entah sengaja atau enggak Kreator tampak lebih sering menaruh Ryan di samping Carter dibanding Chad atau Joel. Terutama di 2 episode akhir, Kreator sengaja bikin Carter yang pergi selamatin Ryan, entah untuk implikasi restu calon ipar masa depan atau memang hanya karena Carter Ranger merah plus ada footage Jepang bahwa Ranger merah GoGoFive sedang naik ke tempat Bansheera.
Di episode Legendary Battle, Dana dan Carter (lepas helm) muncul lagi, cuman sebentar aja, tapi cuman mereka yang muncul dari PRLR. Bikin geregetan gak sih, udah gak ada penjelasan soal canon, masih juga ditease sampai akhir.
Dana, Carter, coba tanya satu sama lain: mau dibawa kemana hubungan kalian hah?
Dari Mighty Morphin 1, pasangan canon yang bukan sekedar lewat sudah ada, seperti Tommy x Kimberly, serta Zack x Angela, bahkan Zedd x Rita. Dilanjutkan dengan Tommy x Katherine, lalu Andros x Ashley. Blogger gak tahu akhirannya Jason x Kimberly serta Zhane x Astronema bener masih canon atau gak, tapi implikasi secara implisit sih begitu. Lost Galaxy mungkin terlalu sempit untuk masukin romance, jadi implikasi antara Leo x Kendrix serta Kai x Kendrix sama-sama terasa.
Sedangkan di Lightspeed Rescue, orang yang udah terbiasa nonton drama, mungkin bakal geregetan saat lihat betapa dekatnya Carter dengan Dana. Oke, bukan dekat sampai canonnya jelas kayak Joel dengan Angela, tapi memang cara Dana dan Carter sentuh satu sama lain, pelukan, melebihi Dana pada Joel atau Chad, melebihi Carter pada Kelsey, itu memang bikin geregetan. Omong-omong, soal entri ini, gak usah terlalu iyain di adegan mereka pakai kostum Ranger ya, karena counterpart Carter dan Dana itu sebenernya saudaraan jadi wajar kalau mereka pelukan (dalam kostum Ranger di footage Jepang).
Sebelum bener ngetik ini, Blogger sempetin liat wiki tentang Carter dan Dana. Disitu mereka sama-sama paragraf copy-paste yang cuman ganti kata 'he' dan 'she'. Kurang lebih paragraf itu bilang bahwa Carter/Dana punya perasaan (untuk satu sama lain), tidak jelas apakah dia sudah menyatakannya, tapi tampaknya perasaan itu terbalaskan. Blogger baca dari atas sampai bawah, bahkan lihat bagian Kapten Mitchell dan Ryan, tapi memang benar gak ada kepastian pernyataan apakah Carter x Dana itu canon atau gak.
Canon atau pun gak, sebagai fangirl yang bener ngeship mereka serta 'memperbolehkan' jika mereka mau canon, Blogger (dan mungkin penonton lain) melihat bahwa Kapten Mitchell dan Ryan seakan memperbolehkan Carter dengan Dana. Ini jauh lebih gak kelihatan dibanding adegan Carter x Dana itu sendiri, dan mungkin malah ini hanya perasaan Blogger sendiri.
Memang Kapten Mitchell menaruh perhatian lebih pada Carter dari awal karena kasus Carter waktu kecil, tapi makin kesini dia tampak gak masalah Dana bersampingan dengan Carter---mungkin dia anggap biasa karena mereka cuman baris.
Dan Ryan, entah sengaja atau enggak Kreator tampak lebih sering menaruh Ryan di samping Carter dibanding Chad atau Joel. Terutama di 2 episode akhir, Kreator sengaja bikin Carter yang pergi selamatin Ryan, entah untuk implikasi restu calon ipar masa depan atau memang hanya karena Carter Ranger merah plus ada footage Jepang bahwa Ranger merah GoGoFive sedang naik ke tempat Bansheera.
Di episode Legendary Battle, Dana dan Carter (lepas helm) muncul lagi, cuman sebentar aja, tapi cuman mereka yang muncul dari PRLR. Bikin geregetan gak sih, udah gak ada penjelasan soal canon, masih juga ditease sampai akhir.
Selasa, 25 Juni 2019
Lightspeed Rescue: konsepnya aneh tapi keren
Power Rangers Lightspeed Rescue adalah salah satu serial pertama PR yang Blogger kenal. Tapi kenalnya bukan karena pernah nonton dari awal sampai akhir saat kecil, melainkan pernah punya CD game PS1 dan main sampai tamat beberapa kali. Blogger juga pernah nonton beberapa episode (bisa dihitung jari) karena punya VCD-nya, PR lainnya adalah Mighty Morphin dan Turbo. PR lainnya yang Blogger tahu sebelum kenal yang namanya internet adalah Ninja Storm, Dino Thunder, dan SPD karena ditayangkan saat Blogger bisa nonton.
Oke, sekarang balik ke PRLR.
Terlepas dari fakta bahwa sebagian besar adegan pertarungannya diambil dari KyuKyu Sentai GoGoFive sehingga (orang-orang yang sudah biasa nonton) bisa kelihatan mana adegan asli Power Rangers dan mana yang dari Super Sentai, Lightpeed Rescue sejauh 8 musim PR ini adalah konsep yang aneh dan keren secara bersamaan.
Pertama soal anehnya dulu ya.
Lawan mereka bukan sekedar monster, melainkan Demon (iblis). Blogger belum pernah nonton versi asli Jepang, tapi di PRLR mereka adalah Demon. Cerita dan adegan bagaimana mereka bisa bebas ke dunia manusia bisa cukup diterima. Tentang ada rune yang harus diterjemahkan, tentang karakter Bansheera, itu oke. Yang membuat aneh adalah bagaimana pihak manusia melawannya.
Semuanya pakai teknologi murni buatan manusia. Morpher mereka buatan manusia, tapi Blogger bukan omongin yang itu, melainkan senjata dan zord mereka, itu adalah teknologi manusia. Jadi, Demon dilawan dengan teknologi. Hmmm, Ghostbusters banget gak sih? Konsepnya beda sih, tapi ketika Blogger nonton berurutan PRLR kedua kali ini, Blogger baru kepikiran, gimana bisa teknologi manusia mampu mengalahkan makhluk Demon? Kalau dengan kekuatan mistis Blogger paham. Kalau konsepnya itu kayak season-season sebelumnya yang senjata dan zord mereka bukan buatan manusia, genre fantasi masih bisa dipasangin. Tapi ketika lawannya adalah Demon (supernatural), dilawan dengan teknologi canggih murni buatan manusia (sci-fi), ini maksudnya mau bagaimana?
Sekarang bagian yang keren.
Sekali lagi, Blogger memang belum pernah nonton KyuKyu Sentai GoGoFive, sama sekali walau hanya satu episode sekalipun. Paling pernah nonton sekilas-sekilas aja kalau ada video di Youtube yang bahas mereka. Tapi, walau begitu, sering lihat dan baca di wiki tentang perbandingan serta trivia mengenai kedua versi ini.
Walau pun memang PR bukanlah fandom orisinil, walau memang mereka sering pakai footage dari Super Sentai, tapi ternyata setidaknya Lightspeed Rescue punya satu tim orisinil serta satu Ranger eksklusif: Cyborg Rangers dan Titanium Rangers. Blogger gak tau Cyborg Rangers bener orisinil atau cuman ganti nama doang, tapi Ryan Mitchell yang tampan itu bener gak ada counterpart dengan Super Sentai.
Bukan mau sok ngaku curiga, tapi dari awal Blogger nonton, sebelum tahu bahwa PR adalah adaptasi SS, Blogger udah merasa bahwa tokoh Titanium Rangers seperti terasing di antara Ranger lainnya, kayak ada yang beda, kayak gak nyatu. Maksudnya bukan jelek sih, tapi kayak dibatasin banget perannya padahal sama-sama Ranger. Ternyata, mungkin karena maksudnya orisinil, adegan Ryan dan Titanium Ranger gak bisa banyak karena memang tidak ada footage GoGoFive soal pertarungan Titanium Ranger. Jadi Kreator juga harus mikir soal dana syuting adegan orisinil kalau Titanium Ranger mau ada bersama Ranger lainnya saat bertarung. Walau 'hanya' begitu Blogger tetap merasa ini keren.
PR pernah punya tim eksklusif sendiri zaman Mighty Morphin, yaitu Wild West Rangers dan Evil Rangers. Tapi kostum Wild West Rangers itu cuman kostum Zyuranger (Mighty Morphin) ditambah atribut sebagai koboi, berarti cuman numpang nama 'Wild West' aja. Evil Rangers itu kostumnya ...yah, usaha yang bagus sih, cuman ... yah, begitulah.
Lagu pembuka Lightspeed Rescue selalu menjadi salah satu theme song PR yang paling Blogger inget, karena saat mainin di PS1, ada lagu pembukanya. Bahkan mungkin lagu PRLR adalah yang pernah Blogger tau sebelum Go Go Power Rangers.
Oke, sekarang balik ke PRLR.
Terlepas dari fakta bahwa sebagian besar adegan pertarungannya diambil dari KyuKyu Sentai GoGoFive sehingga (orang-orang yang sudah biasa nonton) bisa kelihatan mana adegan asli Power Rangers dan mana yang dari Super Sentai, Lightpeed Rescue sejauh 8 musim PR ini adalah konsep yang aneh dan keren secara bersamaan.
Pertama soal anehnya dulu ya.
Lawan mereka bukan sekedar monster, melainkan Demon (iblis). Blogger belum pernah nonton versi asli Jepang, tapi di PRLR mereka adalah Demon. Cerita dan adegan bagaimana mereka bisa bebas ke dunia manusia bisa cukup diterima. Tentang ada rune yang harus diterjemahkan, tentang karakter Bansheera, itu oke. Yang membuat aneh adalah bagaimana pihak manusia melawannya.
Semuanya pakai teknologi murni buatan manusia. Morpher mereka buatan manusia, tapi Blogger bukan omongin yang itu, melainkan senjata dan zord mereka, itu adalah teknologi manusia. Jadi, Demon dilawan dengan teknologi. Hmmm, Ghostbusters banget gak sih? Konsepnya beda sih, tapi ketika Blogger nonton berurutan PRLR kedua kali ini, Blogger baru kepikiran, gimana bisa teknologi manusia mampu mengalahkan makhluk Demon? Kalau dengan kekuatan mistis Blogger paham. Kalau konsepnya itu kayak season-season sebelumnya yang senjata dan zord mereka bukan buatan manusia, genre fantasi masih bisa dipasangin. Tapi ketika lawannya adalah Demon (supernatural), dilawan dengan teknologi canggih murni buatan manusia (sci-fi), ini maksudnya mau bagaimana?
Sekarang bagian yang keren.
Sekali lagi, Blogger memang belum pernah nonton KyuKyu Sentai GoGoFive, sama sekali walau hanya satu episode sekalipun. Paling pernah nonton sekilas-sekilas aja kalau ada video di Youtube yang bahas mereka. Tapi, walau begitu, sering lihat dan baca di wiki tentang perbandingan serta trivia mengenai kedua versi ini.
Walau pun memang PR bukanlah fandom orisinil, walau memang mereka sering pakai footage dari Super Sentai, tapi ternyata setidaknya Lightspeed Rescue punya satu tim orisinil serta satu Ranger eksklusif: Cyborg Rangers dan Titanium Rangers. Blogger gak tau Cyborg Rangers bener orisinil atau cuman ganti nama doang, tapi Ryan Mitchell
Bukan mau sok ngaku curiga, tapi dari awal Blogger nonton, sebelum tahu bahwa PR adalah adaptasi SS, Blogger udah merasa bahwa tokoh Titanium Rangers seperti terasing di antara Ranger lainnya, kayak ada yang beda, kayak gak nyatu. Maksudnya bukan jelek sih, tapi kayak dibatasin banget perannya padahal sama-sama Ranger. Ternyata, mungkin karena maksudnya orisinil, adegan Ryan dan Titanium Ranger gak bisa banyak karena memang tidak ada footage GoGoFive soal pertarungan Titanium Ranger. Jadi Kreator juga harus mikir soal dana syuting adegan orisinil kalau Titanium Ranger mau ada bersama Ranger lainnya saat bertarung. Walau 'hanya' begitu Blogger tetap merasa ini keren.
PR pernah punya tim eksklusif sendiri zaman Mighty Morphin, yaitu Wild West Rangers dan Evil Rangers. Tapi kostum Wild West Rangers itu cuman kostum Zyuranger (Mighty Morphin) ditambah atribut sebagai koboi, berarti cuman numpang nama 'Wild West' aja. Evil Rangers itu kostumnya ...
Lagu pembuka Lightspeed Rescue selalu menjadi salah satu theme song PR yang paling Blogger inget, karena saat mainin di PS1, ada lagu pembukanya. Bahkan mungkin lagu PRLR adalah yang pernah Blogger tau sebelum Go Go Power Rangers.
Senin, 24 Juni 2019
Boruto episode 112
PILIH SHIKADAI!
PILIH SHIKADAI!!
PILIH SHIKADAI!!!
SHIKADAI FOR PRESIDENT!!!!
Gampang kepikiran kesana sih, karena gimana pun juga di serial Naruto yang kepilih jadi Chuunin di angkatan Naruto itu Shikamaru, jadi ya Blogger pun langsung mikir kesana.Blogger gak setuju saat Naruto sempet mau pilih Sarada. Gini, bukan benci Sarada, tapi Shikamaru udah bilang bahwa salah satu kualitas Chuunin yang dicari adalah soal kepemimpinan dan pembaca situasi. Bukan Sarada pemimpin yang payah, bukan Sarada gak bisa baca situasi, tapi dia kalah kalau dibandingkan dengan Shikadai.
Tentang Denki, Blogger juga gak setuju saat Naruto sempet jadiin dia tiga besar kandidat. Blogger paham pemikiran Naruto sih, tapi Denki itu kurang bisa mengambil keputusan dengan tegas.
Tolong dikonfirmasi, keputusan pemilihan Genin mana yang jadi Chuunin itu hanya berdasarkan ujiannya saja atau dilihat dari perkembangan setelahnya? Karena kalau kasus-kasus setelah ujian jadi penilaian juga, buat apa ada ujian bernama 'UJIAN CHUUNIN'? Langsung aja bikin semacam turnamen Genin setiap misal setahun sekali-dua kali, lalu setiap Kage lihat perkembangan para Genin untuk dipilih satu-dua orang jadi Chuunin, gitu.
Karena gini, Boruto dan Mitsuki jelas bukan pemimpin yang baik. Tapi Sarada, walau masih kalah dari Shikadai, belakangan lebih pandai dan lebih bisa mengatur timnya, tapi itu SETELAH UJIAN CHUUNIN.
Di episode ini, Sasuke mampir dan membuat Naruto kepikiran ulang soal Shikadai gara-gara insiden Mitsuki. Itu memang setelah ujian Chuunin juga, tapi sekalipun dinilai murni dari ujian, Shikadai tetap kandidat terkuat untuk dijadikan Chuunin (walau iya bakal klise karena bapaknya juga lulus duluan).
Omong-omong, episode ini banyak flashback, dan susah untuk diskip karena sambil flashback itu Shikamaru dan Naruto dan nantinya Sasuke banyak komentar. Dan flashbacknya jauh, ke ujian Chuunin, bahkan Shikamaru sendiri bilang banyak yang terjadi setelah ujian itu.
Minggu, 23 Juni 2019
Makanannya dianter sekarang?
Blogger gak inget persisnya, tapi memang kayaknya setelah lewat umur 16-17, suara Blogger direspon orang sebrang telepon sebagai 'ibu'. Ya kalau sensi bisa aja bilang belum ibu-ibu, tapi kalau dari telepon, suara perempuan memang biasa direspon sebagai 'dek' atau 'buk', kan?
Jadi saat itu Blogger sekeluarga belum punya android, dan kalau pesan makanan masih pake telepon. Biasanya yang nelpon buat pesan sih Blogger. Mau siapa yang pengen makan, yang disuruh ngomong di telpon ya Blogger.
Blogger lupa umur berapa, kalau gak salah masih sekitar SMP, saat itu sedang bulan puasa. Daerah rumah Blogger saat itu gak susah cari makanan sebenernya, tapi memang mau puasa atau enggak tetep aja mereka adanya sore. Dan omong-omong, Blogger sekeluarga memang bukan Muslim, jadi puasanya gak ikut mayoritas.
Balik lagi. Blogger mau pesan makan pakai telpon pada siang hari. Karena masih SMP, suara Blogger saat itu masih disambut dengan 'dek'. Blogger gak inget persis perkataannya, tapi kurang lebih beginilah yang terjadi.
Blogger langsung panggil mama yang memang ada di ruang tengah dengan Blogger. Mama jelas bingung juga, tapi ambil teleponnya. Setelah sekitar 2-3 'iya' dari mama, telepon ditutup. Karena masih gak ngerti, Blogger tanya kenapa. Mama bilang:
Gini ya, ingetin orang puasa saat bulan puasa memang hal yang baik, KALAU ORANG YBS MEMANG IKUT PUASA. Sungguhan, itu sama sekali bukan pertama kalinya Blogger telpon pesan makanan saat bulan puasa. Tahun-tahun sebelum dan sesudahnya, atau bahkan di bulan tahun yang sama itu pun, Blogger pernah pesan. Sampai detik ini, yang kejadian kayak gitu baru sekali.
Tolong ya, kalian-kalian yang kerja di resto dan bertugas untuk angkat telpon layanan begitu. Kalau ada yang pesan makanan saat bulang puasa, suaranya kayak anak kecil sekali pun, gak usah diselidik sampai sebegitunya. Untung saat itu memang ada mama dengan Blogger. Nah kalau pas mama sedang gak di tempat atau bener-bener gak bisa megang telpon, atau mungkin pada kasus orang lain gak bisa bicara, lantas kami yang memang gak ikutan puasa itu gak bakal kalian anterin gitu pesanannya?
Sekali lagi, ingetin orang puasa itu baik, tapi pastikan kalau orang yang kamu sok ingetin itu benar sedang jalanin puasa.
Jadi saat itu Blogger sekeluarga belum punya android, dan kalau pesan makanan masih pake telepon. Biasanya yang nelpon buat pesan sih Blogger. Mau siapa yang pengen makan, yang disuruh ngomong di telpon ya Blogger.
Blogger lupa umur berapa, kalau gak salah masih sekitar SMP, saat itu sedang bulan puasa. Daerah rumah Blogger saat itu gak susah cari makanan sebenernya, tapi memang mau puasa atau enggak tetep aja mereka adanya sore. Dan omong-omong, Blogger sekeluarga memang bukan Muslim, jadi puasanya gak ikut mayoritas.
Balik lagi. Blogger mau pesan makan pakai telpon pada siang hari. Karena masih SMP, suara Blogger saat itu masih disambut dengan 'dek'. Blogger gak inget persis perkataannya, tapi kurang lebih beginilah yang terjadi.
XYZ: "Terimakasih telah menghubungi resto XYZ, ada yang bisa dibantu?"
Blogger: "Mbak, saya mau pesan A, B, C, ya."
XYZ: "Alamatnya masih sama ya?" (Blogger memang sudah beberapa pesan kesana, jadi data pembelinya sudah ada)
Blogger: "Iya."
XYZ: "Ini mau dianterin sekarang?"
Blogger: (jelas bingung, kirain Blogger-nya yang salah denger, karena selama ini gak pernah dapet pertanyaan begitu) "Hah?"
XYZ: "Iya, ini makanannya mau diantar sekarang?"
Blogger: (nada mbaknya gak kayak becanda, tapi Blogger masih bingung) "Iyalah."
XYZ: "Dek, ayah atau ibunya ada?"
Blogger: "Iya ada."
XYZ: "Coba dipanggil sebentar."
Blogger langsung panggil mama yang memang ada di ruang tengah dengan Blogger. Mama jelas bingung juga, tapi ambil teleponnya. Setelah sekitar 2-3 'iya' dari mama, telepon ditutup. Karena masih gak ngerti, Blogger tanya kenapa. Mama bilang:
"ITU MBAKNYA KIRAIN KAMU DIEM-DIEM MAU BATAL PUASA. SUARA KAMU MASIH SUARA ANAK-ANAK MAKANYA DIA KAYAK MAU LAPORIN MAMA KALAU KAMU GAK PUASA."
Gini ya, ingetin orang puasa saat bulan puasa memang hal yang baik, KALAU ORANG YBS MEMANG IKUT PUASA. Sungguhan, itu sama sekali bukan pertama kalinya Blogger telpon pesan makanan saat bulan puasa. Tahun-tahun sebelum dan sesudahnya, atau bahkan di bulan tahun yang sama itu pun, Blogger pernah pesan. Sampai detik ini, yang kejadian kayak gitu baru sekali.
Tolong ya, kalian-kalian yang kerja di resto dan bertugas untuk angkat telpon layanan begitu. Kalau ada yang pesan makanan saat bulang puasa, suaranya kayak anak kecil sekali pun, gak usah diselidik sampai sebegitunya. Untung saat itu memang ada mama dengan Blogger. Nah kalau pas mama sedang gak di tempat atau bener-bener gak bisa megang telpon, atau mungkin pada kasus orang lain gak bisa bicara, lantas kami yang memang gak ikutan puasa itu gak bakal kalian anterin gitu pesanannya?
Sekali lagi, ingetin orang puasa itu baik, tapi pastikan kalau orang yang kamu sok ingetin itu benar sedang jalanin puasa.
Sabtu, 22 Juni 2019
Detective Conan episode 943
Jadi setelah filler panjang, lalu canon di 941-942 yang merupakan episode patahan mengenai karyawisata, sekarang filler lagi? Astaga. Ya gak sepatah di Arc karyawisata sih. Memang iya akhir dari episode 942 itu tentang Karasuma, tapi di manga pun setelahnya gak bahas soal Karasuma, jadi untuk filler episode 943 ini Blogger gak begitu masalahin.
Episode ini, maksudnya keempat nenek itu macam nenek-nenek gaul/hipster ya?
Tebakan pelaku dari Blogger serta motifnya salah sih. Blogger mikirnya Si Nenek sendiri yang taruh kol disitu, karena ya siapa lagi yang bisa? Temen-temennya dari awal memang gak disana kan? Lalu Blogger mikirnya Si Nenek mau fitnah ketiga temennya entah kenapa.
Lalu ngerasa aneh saat Ketiga Nenek pakai alasan yang sebenernya sama sebagai motif. Masalahnya, alasan mereka benci Si Nenek itu gimana banget dan terjadi sudah sangat lama. Kalau alasan mereka beda-beda, masih okelah walau kejadiannya sudah lama. Tapi karena mereka nenek-nenek gaul, Blogger pikir yaudahlah.
Eeeehh ternyata yang bener dari Blogger hanya bagian Si Nenek masukin kol sendiri. Hebatnya, rencana Keempat Nenek berjalan dengan keinginan mereka, yaitu untuk jadi terkenal.
Episode ini oneshot, dan di akhir episode Blogger punya dua hal yang bikin kepikiran.
Pertama, dengan berjalannya rencana Keempat Nenek, bukankah itu menandakan bahwa Kogoro bukan detektif yang pintar? Apalagi sampai Keempat Nenek minta maaf secara publik, bukannya itu memperlihatkan ke publik bahwa seorang Kogoro gak bisa melihat akal dibalik 'drama' yang mereka buat? Sekalipun Kogoro berdalih bilang bahwa dia ikut akting, itu gak masuk akal.
Kedua, ini memperlihatkan bahwa boleh dan sah menjadi terkenal dengan jalur kejahatan fiksi. Untung Si Nenek bisa semburin keluar kolnya, kalau gak berhasil dan beneran tewas? Kejahatan ini bisa jadi nyata.
Sejauh ini, Blogger perhatiin, motif yang ada di episode filler memang antara aneh, terlalu cetek, dan atau maksa. Ada banyak yang bagus, tapi kalau oneshot ya biasanya gini.
Episode ini, maksudnya keempat nenek itu macam nenek-nenek gaul/hipster ya?
Tebakan pelaku dari Blogger serta motifnya salah sih. Blogger mikirnya Si Nenek sendiri yang taruh kol disitu, karena ya siapa lagi yang bisa? Temen-temennya dari awal memang gak disana kan? Lalu Blogger mikirnya Si Nenek mau fitnah ketiga temennya entah kenapa.
Lalu ngerasa aneh saat Ketiga Nenek pakai alasan yang sebenernya sama sebagai motif. Masalahnya, alasan mereka benci Si Nenek itu gimana banget dan terjadi sudah sangat lama. Kalau alasan mereka beda-beda, masih okelah walau kejadiannya sudah lama. Tapi karena mereka nenek-nenek gaul, Blogger pikir yaudahlah.
Eeeehh ternyata yang bener dari Blogger hanya bagian Si Nenek masukin kol sendiri. Hebatnya, rencana Keempat Nenek berjalan dengan keinginan mereka, yaitu untuk jadi terkenal.
Episode ini oneshot, dan di akhir episode Blogger punya dua hal yang bikin kepikiran.
Pertama, dengan berjalannya rencana Keempat Nenek, bukankah itu menandakan bahwa Kogoro bukan detektif yang pintar? Apalagi sampai Keempat Nenek minta maaf secara publik, bukannya itu memperlihatkan ke publik bahwa seorang Kogoro gak bisa melihat akal dibalik 'drama' yang mereka buat? Sekalipun Kogoro berdalih bilang bahwa dia ikut akting, itu gak masuk akal.
Kedua, ini memperlihatkan bahwa boleh dan sah menjadi terkenal dengan jalur kejahatan fiksi. Untung Si Nenek bisa semburin keluar kolnya, kalau gak berhasil dan beneran tewas? Kejahatan ini bisa jadi nyata.
Sejauh ini, Blogger perhatiin, motif yang ada di episode filler memang antara aneh, terlalu cetek, dan atau maksa. Ada banyak yang bagus, tapi kalau oneshot ya biasanya gini.
Langganan:
Postingan (Atom)