Senin, 30 September 2019

Boruto episode 126

KAKASHI MUNCUL DI EPISODE DEPAN BARENG SASUKE!!

Oke itu bukan inti dari episode ini, tapi beneran MINGGU DEPAN ADA KAKASHI!!! /cukup

Ehem.

Di awal interaksi Shukaku dengan Kurama episode ini Blogger langsung nyengir gara-gara Shukaku manggil Kurama dengan sebutan Fox, sedangkan Kurama manggil Shukaku dengan sebutan Tanuki. Itu ceritanya mereka manggil satu sama lain dengan spesiesnya sih, cuman Blogger nyengir aja. Dan reaksi Himawari saat lihat Shukaku itu sama seperti di awal Arc Blogger lihat Shukaku model mini, jadinya kayak Shukaa-ku.

Episode ini walau lanjutan langsung dari episode minggu lalu, menurut Blogger gak berasa progress Arc-nya sama sekali. Di awal episode seperti tentang family-outing keluarga Uzumaki, lalu belakangan seperti pertemanan antara Himawari dengan Shukaku. Saat preview, tampaknya sudah gak ada hubungannya dengan Shukaku untuk episode depan, apa itu berarti Arc ini memang selesainya seperti ini aja? Gak greget dooooonngg.

Blogger juga masih kepengen cerita tentang Sasuke dengan SakuSara, karena di awal episode ini diperlihatkan bahwa Sasuke memang masih di Konoha. Di akhir episode udah gak kelihatan sih, tapi yah, sekalipun bukan tokoh favorit tapi Blogger pengen lihat Sasuke dengan keluarganya. Berhubung menurut preview sepertinya Sasuke bakal muncul minggu depan, semoga bakal ada adegan dia dengan SakuSara, dan bukan hanya sekedar adegan komikal dengan Kakashi dan Icha Icha Paradise seperti yang pernah terjadi saat Sasuke minta saran dari Kakashi untuk bisa bonding dengan putrinya.

Omong-omong, di manga, katanya Naruto mati? Terakhir Blogger baca Boruto cuman sampe awal Kawaki numpang di rumah Uzumaki aja, sisanya belom baca. Tapi gini, di manga Boruto, Naruto sudah bukan tokoh utama, sebenarnya sudah gak masalah kalau tokoh ini ditewaskan. Sayang banget sih memang, tapi gak semua pahlawan hidup bahagia sampai akhir hayatnya, kan?
Sekali lagi, Blogger belom baca Boruto sampai chapter terbarunya, jadi kalau ternyata sebenarnya Naruto belom tewas, yaudah. Pokoknya Blogger mau kasihtahu bahwa Naruto sudah bukan tokoh utama di serial Boruto, siap-siap aja kalau tokoh ini dibuat sekarat sampai benaran mati.
Tapi hal ini gak bakal berpengaruh pada orang-orang yang gak suka serial Boruto. Bukan berarti mereka benci loh, mereka tetap ikutin serial ini, cuman maksudnya mereka adalah golongan yang gak mau menganggap serial Boruto (anime dan terutama manga yang sudah bukan dari Masashi Kishimoto) sebagai canon (lanjutan Naruto Shippuden).

Minggu, 29 September 2019

Detective Conan episode 955

Oke, Blogger yang salah paham atau ceritanya berarti di episode ini anak-anak VS orang dewasa? Karena, sepanjang episode ini, para orang dewasa kumpul di area pembangunan, sedangkan yang jaga bangunan desa seperti rumah makan dan kantor malah anak-anak. Apakah itu berarti para orangtua enggak ngurus anaknya lagi ketika konflik ini terjadi? Kemudian, yang membuat Blogger bingung adalah kenapa orang dewasa tersebut bisa-bisanya mikir Ayumi-Genta-Mitsuhiko incar harta hanya karena kebetulan mereka disana?

Pertanyaan-pertanyaan Blogger di episode ini lebih tentang soal relasi orang dewasa dengan anak-anak sih, karena tebakan Blogger tentang Walikota itu benar. Soal Pejabat yang kena 'kutukan', Blogger benar. Tentang peta harta karun, Blogger juga benar. Dan karena episode ini hanya oneshot, jadi Blogger tebak Walikot tewas bukan karena terbunuh.

Filler ini sama sekali gak greget, hanya lebih menampilkan tentang Genta yang demen banget dengan serangga.

Kamis, 26 September 2019

Farewell, Dragon World!

Orang yang baca judul entri ini pemikirannya ada 4 kemungkinan: yang satu langsung mikir ke Game of Thrones, nomor dua mikir fandom lain (yang Blogger gak tau apa misalnya yang langsung nyangkut ke otak kalian), nomor tiga bakal mikir ini maksudnya apa, nomor empat adalah orang yang tahu ini adalah judul chapter terakhir manga Dragon Ball Z. Blogger sih golongan yang terakhir itu, kan Blogger yang nulis entri ini, gimana sih.

Ehem.

Blogger gak nyangka bakal selesain manga ini. Sudah tahu manga ini lama banget, bahkan di rumah ada beberapa (bisa hitung jari) tankoubonnya secara acak. Tapi untuk baca secara berurutan, Blogger gak kepikiran untuk mulai. Cuman karena sedang nyari manga yang menarik secara abjad, ketemulah Dragon Ball dan mulai baca.

Ceritanya cukup konsisten walau lumayan muter-muter, tapi untung inti dari semua Arc menyangkut Dragon Ball. Cuman, Blogger kurang seneng tentang Son Goku yang ketika sudah tewas pun masih diceritakan (dan dia pakai halo). Maksudnya gini, gak semua pahlawan bisa hidup bahagia selamanya, ada pahlawan yang harus tumbang dan perjuangannya harus dilanjutkan orang lain (dalam hal ini bisa oleh Son Gohan). Jadi, bisa aja Goku dibangkitkan lewat Dragon Ball, gak masalah. Tapi ketika statusnya mati, Blogger berharap gak perlu ada panel cerita tentang Goku di surga atau muncul di bumi dengan batas waktu segala macem. Ketika Goku mati, biarlah cerita berpusat pada sudut pandang orang-orang yang masih hidup, misalkan dengan Gohan sebagai sentralnya. Ingat, judul manga ini adalah DRAGON BALL, bukan SON GOKU, bukan juga SON GOKU AND DRAGON BALL. Walau begitu, Blogger tetep seneng karena di Arc mana pun, ujungnya tetep Dragon Ball.

Nah, chapter terakhir itu semua berakhir bahagia. Ada yang masih membuat Blogger bingung seperti gimana ceritanya Bulma bisa sama Vegeta (entah di manga memang gak mau terlalu fokus ceritain hubungan orang, atau Blogger yang terlewat saat baca). Tapi ada beberapa juga yang membuat Blogger suka dan gak suka secara bersamaan.

Pertama yang paling jelas untuk Blogger adalah tentang Hercule yang masih dielu-elukan sebagai penyelamat. Biasanya, kalau sudah di penghujung cerita, akan terungkap siapa pahlawan yang sebenarnya. Mungkin Dragon Ball ini adalah manga yang antimainstream, lalu Goku kelewat rendah hati, serta rekan-rekan Goku gak pernah peduli soal kejayaan, makanya di chapter terakhir ini rakyat masih percaya bahwa Hercule adalah penyelamat mereka. Walau Blogger seneng, tapi Blogger gak seneng juga (gimana sih) karena Hercule semakin menjadi tokoh yang paling Blogger gak suka, dia terlalu besar kepala dan menerima kejayaan yang tidak seharusnya dia dapatkan.

Kedua tentang Arc Majin Buu menjadi Arc terakhir. Kehancuran luar biasa bumi memang terjadi karena insiden ini. Pembangunan Arc-nya pun juga gak tiba-tiba, kalau dilihat itu memang nyaris 100 chapter. Agak lega ketika tahu bahwa Arc Buu kelar, tapi Blogger pribadi kurang sreg kalau Arc ini menjadi final untuk DB.

Ketiga tentang adegan terakhir. Gini, Goku gak peduli dengan hadiah uang dan kejayaan. Sampai dewasa pun dia masih punya sisi naif, dan itu ditunjukan di chapter terakhir. Melihat Goku yang dengan santainya, padahal masih di tengah pertandingan, tawarin Uub untuk dilatih (dan diterima Uub) kemudian sama-sama terbang tinggalin arena, sebenernya itu 'Goku banget'. Cuman, jika dijadikan (salah satu) adegan terakhir itu gimana gitu. Adegan tersebut seakan menunjukan judul aslinya bukan DRAGON BALL, melainkan SON GOKU, karena dari chapter 1 sampai 519, hanya menunjukkan tentang Goku yang berkembang secara kekuatan dan mental.

Blogger gak yakin mau langsung nonton animenya. Pengen, pengen banget, cuman daftar yang pengen ditontonnya masih panjang banget, Super Sentai aja udah sampai di GoGoFive malah tetiba pengen nonton ulang Kakuranger.

Senin, 23 September 2019

Boruto episode 125

Blogger gak nyangka suatu hari bakal ngomong gini tapi SYUKURLAH SASUKE BALIK!! Di episode sebelumnya Blogger memang seneng karena Sasuke ditampilin lagi, tapi Blogger lega aja lihat dia beneran balik walau kehabisan Chakra.

Setuju dengan pernyataan Gaara bahwa Boruto itu lebih cerdas daripada Naruto. Blogger gak nyangka bahwa Boruto bisa bikin kecohan sedemikian rupa. Ketika di episode sebelumnya dia kasih usul ke Shinki aja Blogger kaget, lalu sekarang dia bisa-bisa bikin bunshin yang nyamar jadi Shinki lalu satu bunshin disembunyiin. Walau gak sepenuhnya berhasil, tapi keren aja. Nah sekarang, coba bayangin Naruto yang kayak gitu. Bisa kebayang? Blogger sih kurang bisa.

Omong-omong, tuh kan, kalau mayatnya belum ditemukan berarti belum benar tewas. /pelukeratKankurouTemariShikadai/
Berarti Shikamaru batal gabung ke klub jomblo-nya Tenten.

Walau Shukaku sudah tiba di Konoha, serta Shinki sudah selesaiin misinya lalu balik ke Suna dengan Gaara, Blogger lega karena Arc ini belum selesai. Urusan cari dan kejar klan Otsutsuki masih tetap misi Sasuke bahkan sebelum Arc ini dimulai, tapi Blogger masih kepikiran tentang Shukaku yang masih dalam teko (eh itu teko kan ya?), untungnya memang di preview 126 itu masih kelanjutan episode ini cuman mungkin minggu depan bakal lebih ringan.

Selain mau lihat kelanjutan soal Shukaku, Blogger juga ingin lihat gimana Sasuke selama di Konoha. Gimana pun saat Urashiki kabur itu Sasuke kehabisan Chakra. Jadi semoga bakal ada interaksi dengan Sakura dan Sarada.
Hal lainnya adalah Blogger ingin lihat Boruto dimarahin Hinata karena bohong. Seperti di entri pertama Blogger untuk Arc ini, kehadiran Boruto di medan perang antara Sasuke-Gaara VS Urashiki itu mengganggu. Blogger pengen ada yang ceramahin dia soal ini.

Minggu, 22 September 2019

Gingaman vs Megaranger, beda latar belakang tim.

Sebelumnya ketika nonton Megaranger vs Carranger, itu bikin geli-geli gimana gitu karena tema Carranger sendiri komikal---mau dibikin serius kayak apa juga jatuhnya lucu. Lalu dipasangkan dengan Megaranger yang walaupun ada lucunya tapi mereka memang masih anak SMA jadi bukan komikal. Malah, anggota Megaranger setidaknya punya 3 anggota yang serius, sedangkan Carranger yang paling serius cuman sampai seperti Natsumi.

Sekarang di Gingaman vs Megaranger, perbedaan mencolok mungkin hanyalah latar belakang dua tim. Yang satu karena nuansa dongeng, jadi memang (kembali) tinggal di hutan, hidup dengan serba kesederhanaan bersama alam bebas. Yang satu lagi baru lulus SMA dan sedang getolnya sebagai MaBa (kecuali Kenta), sehingga di awal kemunculan pada film ini mereka gak bisa langsung bareng dan itu bisa dimaklumi.

Kalau Kenta gak kuliah itu gak aneh. Walau pun kalau misalkan dia sampai kuliah, ya itu bisa diwajarin juga. Tapi, mungkin karena dia sudah bukan anak sekolahan lagi, Blogger bisa melihat bahwa (walau tingkahnya masih lucu) dia sudah mulai dewasa. Gak ada cengengesan berlebih lagi seperti waktu zaman serialnya.

Kecanggihan Megaranger saat menggunakan elektronik itu bagian dari kekontrasan tim karena Gingaman walau pernah numpang hidup di pinggir kota dan menggunakan elektronik sederhana seperti lampu mereka gak pernah pakai yang canggih. Jadi saat Blogger nonton bagian Gingaman, Blogger langsung ingat diri sendiri yang gaptek bahwa oh iya Gingaman gak hidup di tengah kecanggihan itu.

Bagian yang membuat Blogger lebih seneng Megaranger vs Carranger daripada Gingaman vs Megaranger ini adalah tokoh dari Megaranger hanya ada 5 anggota intinya saja. Di team up sebelumnya, walau tidak muncul semua, tapi mereka kena sebut atau hanya ada cameo dari foto/gambar. Sedangkan di film ini, walau Kubota mungkin kena sebut, Yuusaku yang adalah Ranger juga malah gak ada---padahal Hyuuga tetep ada (mungkin karena saat film ini main, yang berlangsung adalah serial Gingaman).

Kamis, 19 September 2019

Lost Galaxy dan Gingaman

Secara konsep, Blogger sangat suka keduanya. Bahkan di antara semua season Power Rangers (yang Blogger pernah nonton), Blogger paling suka Lost Galaxy (Blogger suka Mighty Morphin hanya karena mereka season pertama dan awal dari segalanya). Sedangkan di Super Sentai sendiri, 'geli'nya tetep ada, tapi Blogger suka karena konsep dari awal sampai akhir musim itu konsisten. Ada miss sana-sini di masing-masing serial, tapi okelah.

Blogger kenal PRLG duluan, dan sejauh ini baru dua kali nonton secara utuh. Agak kecewa karena saat nonton Gingaman, baru tahu bahwa adegan Mike jatuh ke jurang itu sama seperti Hyuuga. Konsep disitunya sama persis, cuman caranya aja yang beda. Bagian Mike jadi Magna Defender itu yah mungkin mau gak mau karena di Gingaman memang ada adegan Black Knight kasih kekuatannya ke orang lain. Cuman, Blogger kurang senengnya karena Mike dibuat sebagai kakak dari Leo, itu jiplak Hyuuga-Ryouma banget. Bolehlah Mike tetep jatuh ke jurang, tapi jangan jadi kakaknya Leo. Seperti, pihak PR bisa membuat cerita (sesuai footage SS) bahwa Magna Defender kehilangan putranya, padahal di Black Knight itu aslinya kehilangan adiknya. Kenapa mereka gak coba 'mainin' peran Mike, kenapa harus keukeuh bikin Mike sama seperti Hyuuga yang adalah kakak dari Ranger Merah?

Menurut Blogger pribadi, relasi kakak-adik yang ada di Gingaman lebih terasa daripada Lost Galaxy, mungkin karena ada adegan Hyuuga harus menyerang rekan-rekan termasuk adiknya sendiri. TAPI, Leo lebih terlihat kehilangan ketika Mike jatuh ke jurang, sedangkan di Gingaman itu yang lebih merasa kehilangan malah Hayate-Gouki-Hikaru-Saya.

Ada beberapa episode Lost Galaxy yang ikutin konsep episode Gingaman, tapi gak separah apa yang pernah terjadi di In Space. Blogger sudah baca tentang aktris Valerie Vernon, tapi Blogger sangat senang PR punya cerita sendiri soal pergantian Ranger Pink yang jalan ceritanya sangat orisinil---mungkin sebagai ganti karena Lost Galaxy gak pakai cerita Hyuuga yang ikut Bucrates. Team-up dengan In Space juga cukup baik, apalagi di PR itu adalah team up pertama sesama tim Power Rangers. Crossover Gingaman dengan Megaranger juga oke kok, cuman bahasnya di entri lain ya.

Omong-omong soal orisinil, foot soldier Lost Galaxy itu punyanya PR loh. Scorpius dan Trakeena juga orisinil. Memang soal Captain Mutiny itu footage dari Gingaman, monster-monster yang mereka lawan sebelum masuk lost galaxy juga dari gingaman, tapi jalan ceritanya sangat baik.
Yang paling keren dari ke-orisinial-an Lost Galaxy mungkin adalah Battlizer. Namanya mungkin diambil dari 'Battle Riser' milik SS. Blogger gak tahu bagaimana dengan season sebelum Zyuranger, tapi Blogger sendiri baru dengan nama itu (di SS) lewat Megaranger. Tapi Blogger sangat senang karena baik In Space dan Lost Galaxy punya Battlizer sendiri, karena aksi para Ranger Merah ini ketika pakai Battlizer itu footagenya orisinil.

Dari karakterisasi para tokoh, gak begitu kontras, mungkin karena masing-masing serial gak begitu gali para karakter, hanya soal masa lalu mereka.
Leo dan Ryouma kalau mau dipaksa memang punya kepribadian yang agak beda. Dari awal Ryouma memang bukannya pengen ikut 'berpetualang', dia bisa ada di lokasi pedang karena memang dia tinggal disana, dan saat Hyuuga jatuh pun itu karena memang pas Ryouma bisa lihat. Sedangkan Leo, dia tidak seharusnya berada di lokasi kejadian sama sekali. Soal penokohan, keduanya kurang tergali, karena cerita di masing-masing serial lebih mau omongin tentang Ranger Merah yang kehilangan kakaknya.
Damon dan Hayate juga agak beda kalau dipaksa. Mereka sama-sama kalem, sih, cuman Hayate lebih dewasa, sedangkan memang Damon orangnya aja yang gak banyak omong sebab kerjaannya memang hanya dengan mesin. Soal backstory sudah jelas beda ya, Blogger aja agak 'wah' sendiri saat di episode awal dibilang Hayate punya tunangan.
Kai dan Gouki cukup sangat beda. Ketika ngetik entri ini, Blogger sudah masuk ke Power Rangers Wild Force, dan Gouki malah mengingatkan Blogger pada Danny lebih daripada Kai. Gouki itu badannya besar, hatinya juga, tapi gampang terbawa perasaan. Sedangkan Kai, badannya kalau menurut Blogger lebih kecil daripada Leo dan Damon, dan dia jelas tidak cengeng.
Maya dan Hikaru perbedaan terbesar ada di jenis kelamin. Iyalah, satu cewek, satu cowok. Tapi mungkin Maya yang paling bisa dikaitkan dengan counterpartnya, sebab dia dari hutan seperti para Gingaman. Hikaru tampak kekanakan karena memang umurnya termasuk yang paling muda di antara rekannya. Sedangkan Maya bukan kekanakan, melainkan budayanya aja yang beda. Dan dari episode pertama kemunculannya, Hikaru sangat mengingatkan Blogger akan Seikai dari Kakuranger.
Kendrix, Karone, dan Saya perbedaannya kurang terlihat. Cuman, Kendrix memang lebih serius dibanding Saya, lalu Karone sikapnya lebih awkward juga. Selebihnya memang mereka gak begitu tergali. Yang paling membedakan mungkin adalah saat berhubungan dengan Hyuuga dan Mike. Saya diperlihatkan walau tidak tegas tapi punya perasaan khusus pada Hyuuga. Sedangkan Kendrix lebih diperlihatkan sayang pada Leo atau Kai, lalu Karone tidak diperlihatkan suka siapa-siapa (kecuali Zhane di season sebelumnya).
Mike dan Hyuuga hampir gak ada bedanya. Mereka sama-sama kakak yang baik dan punya kepribadian yang baik juga. Cuman karena Hyuuga lebih 'asli', jadi karakternya lebih tergali, lebih terlihat dia bijak dan pintar. Sedangkan Mike hanya seperti dia sayang Leo serta jabatannya termasuk tinggi di tempat kerjanya. Yang paling membedakan mungkin saat Hyuuga ngakak. Pernah lihat Mike ngakak? Sama, Blogger juga belom pernah.
Villamax-Kegler dan Sambash-Bucrates amat sangat kontras. Mereka bukan Rangers, tapi kontrasnya sangat terlihat di awal penampilan mereka. Ingat, Blogger nonton PRLG duluan, jadi selama ini tahunya Villamax itu bertarung dengan honor dan Kegler adalah rekan kerja yang setia. Sedangkan Sambash itu sangat kebalikannya, dan dia memperlakukan Bucrates jauh berbeda dari Villamax pada Kegler.

Satu hal yang Power Rangers menang dari Super Sentai di hati Blogger adalah penggunaan aktor dan aktris. Kalau tokoh minor, Blogger gak masalah, kalau cuman dubbing pun Blogger gak masalah juga. Tapi ketika mereka menggunakan aktor/aktris yang sama untuk lebih dari satu peran Ranger yang berbeda? Jika serialnya tidak nyambung ya gak masalah. Tapi setiap season SS dan PR itu nyambung walau gak langsung. Jadi misalkan ketika Blogger lihat sosok Russell Lawrence dalam serial Power Rangers di season berapa pun, yang muncul di otak penonton adalah 'itu Mike Corbett'. Tapi ketika orang lihat Teruaki Ogawa, komentarnya terbagi dua antara 'itu Sasuke dari Kakuranger' dan 'itu Hyuuga dari Gingaman'. Itu hak SS sih, tentang mau pakai aktor/aktris mana untuk lebih dari satu Ranger. Tapi sebagai penonton yang tahu setiap seasonnya nyambung, Blogger gak seneng aja.

Masih tentang Mike dan Hyuuga (sebenernya Blogger mau bikin soal mereka di entri terpisah, tapi biarin deh udah mau kelar juga), masing-masing punya plothole: Mike sebelum ternyata ketahuan masih hidup, Hyuuga ketika dia sudah jadi Black Knight.
Tentang Mike, kalau gak salah Blogger pernah ngetik ini, tapi plotholenya ada di sekitar para pekerja di tempat kerjanya. Gak ada yang ungkit tentang Mike yang 'tiba-tiba menghilang'. Ketika Mike kembali pun, dia langsung kembali kerja seperti gak terjadi apa-apa sebelumnya. Jadi mungkin plotholenya bukan pada Mike, melainkan pada orang-orang sekitarnya.
Kalau Hyuuga, sebenernya gak begitu greget, cuman gak ada penjelasan kehidupan Hyuuga setelah dia mendapat kekuatan Black Knight. Ketika Goutaurus terluka dan Hyuuga ingin nemenin, Blogger paham, berarti saat itu dia bersama Zordnya. Tapi sebelum kejadian tersebut, Hyuuga tidak tampak dimana-mana bersama Ranger lain, pokoknya tetiba dia ikut bertarung. Sedangkan dalam kasus Mike, walau tidak perlihatkan, sudah ketahuan bahwa dia masih di tempat kerjanya.

Mengenai akhir dari masing-masing serial, Blogger pribadi lebih suka Lost Galaxy. Oke tunggu, kalau dari keseluruhan plot, jelas Gingaman menang, walau pun mereka seperti dongeng yang akhirannya sudah pasti 'bahagia', tapi tetep aja plotnya konsisten. Tapi, khusus untuk bagian akhir, Blogger sangat senang ketika Lost Galaxy gak sengaja mendarat di Mirinoi---karena itu berarti awal dan akhir season itu adanya di Mirinoi (iya, tapi Blogger masih gak suka bagian Kendrix hidup lagi).

Selasa, 17 September 2019

Detective Conan episode 952-954

Blogger baru beberapa bulan ini ikutin Detective Conan tiap minggunya, karena sebelumnya itu Blogger kejar dari episode 1. Jadi, mungkin Blogger salah ingat, tapi kenapa setelah dan atau sebelum canon pasti ada jeda seminggu? Jadi maksudnya DC libur gak ada episode baru di minggu setelah/sebelum canon?
Blogger seneng banget di preview akhir episode 951 itu karena tahu 952 bakal canon, lebih lagi ada Shuichi. Tapi di minggu berikutnya Blogger kecewa karena DC libur. Nah sekarang setelah episode 954, Blogger cek gugel katanya baru akan ada episode baru 2 minggu lagi. Huft.

Menurut Blogger pribadi, kasus ini gak panjang kok, jadi agak ngebosenin aja ketika dibagi 3 bagian: episode 952, 953, 954. Mungkin terpaksa juga jadi 3 bagian karena di awal 952 ada tentang Bourbon tiba-tiba todongan pistol dengan Shuichi, kemudian akhir 954 ada tentang kelanjutan todongan pistol itu. Tapi awal 954 jadi agak membosankan untuk Blogger karena ada beberapa menit pengulangan alibi ketiga tersangka.

BTW, karena canon, gak usah dibahas panjang lah, ya. Cukup mau ngasihtahu bahwa Blogger bahagia banget seneng lihat sosok Shuichi lagi dengan wajah aslinya dan bukan dalam wujud Subaru di anime.