Dari pertama kedatangan Kid di film ini, Blogger udah ngerasa ada yang aneh. Apalagi dengan ledakan dan api disana-sini, Blogger sampai pikir jangan-jangan itu Kid gadungan karena Shinichi gadungan sudah pasti Kid. Lalu Blogger pikir lagi, memangnya ada yang bisa nyamar sebagai Kaito Kid dan pakai triknya? Dia bukan teroris, dia gak main api secara harafiah dan gak bakal lukain orang dengan sengaja. Sekalipun tiba-tiba Kaito Kid jadi teroris, sepertinya dia gak perlu nyamar jadi Shinichi.
Blogger merasa aneh dengan Nakamori. Bukan curiga apa ya, tapi reaksi dia aneh. Di antara semua polisi dan semua karakter di fandom ini, Nakamori adalah orang yang paling mengenal tabiat Kid yang hanya hobi mencuri dengan trik yang tidak melukai orang apalagi pakai ledakan selain bom asap. Tapi dia bisa-bisanya langsung percaya bahwa semua ledakan yang terjadi adalah ulah Kid. Malah di film ini, tampaknya yang paling yakin Kid inosen adalah Sonoko. Mungkin itu adalah kekuatan cinta.
Blogger sudah pernah bilang di entri mengenai DC lainnya, bahwa kehadiran Kid biasanya tidak menimbulkan korban jiwa dalam episode/chapter/film yang pakai dia sebagai tokoh utama. Dan itu terbukti di movie ini. Iya, memang ada tokoh tewas dalam satu adegan, tapi itu di masa lalu, bukan di kasus Kid ini. Lagian, movie 19 ini sangat memperlihatkan kebaikan hati Kid.
Kaito Kuroba memang pervert, dari manganya udah sangat jelas. Kalau hanya mengandalkan manga DC, kehidupan asli Kid dibalik jubah gak bakal tahu, karena di DC Kid datang hanya buat nyuri lalu balikin. Paling pernah cameo sesekali, tapi itu tidak kelihatan seperti apa dia sebagai anak SMA. Tapi di manga Magic Kaito, kehidupan Kaito Kuroba diperlihatkan, seperti saat dia sekolah dan alasan kenapa dia menjadi Kid. Disitu terlihat bahwa walau memang dia pervert dan cengengesan, dia bukan anak yang benar nakal, dia punya hati yang baik. Movie DC ke-19 ini salah satu bukti kebaikan hatinya, setelah movie 14.
Bagian Conan tenggelam, itu sangat serupa dengan kejadian Conan tertimbun salju di movie 15. Gak bohong, coba bandingin aja sendiri. Cuman, yang bikin Blogger seneng adalah, ketika tahu itu Conan, Kogoro langsung lompat ke air dan tangkap dia. Mungkin maksudnya sekalian selamatin lukisannya, tapi tetep aja Blogger seneng lihatnya.
Lalu tentang pelaku kasus yang terjadi di movie ini. Blogger gak suka, motifnya lebih ngaco daripada episode filler. Oke, iya, hal sederhana bisa membuat orang melakukan hal yang bagi orang lain terlalu berlebihan. Cuman, yah, yang dia lakukan itu bisa membahayakan orang yang gak ada hubungannya astaga. Jadi movie ini seakan hanya ingin bilang 'eh Kid muncul disini loh'.
Kamis, 30 Mei 2019
Selasa, 28 Mei 2019
Diabolik Lovers, lebih bagus saat flashback
Blogger gak inget gimana bisa kenal fandom ini, pokoknya ketika sedang rajin donlot anime dan nemu judul ini langsung 'oh iya mau donlot ini juga'. Perepisodenya hanya sekitar 12-14 menit sudah termasuk lagu pembuka, lagu penutup, dan preview. Hanya ada 2 season, masing-masing 12 episode (ada 1 OVA yang gak penting). Karena sedikit, Blogger memaksa diri nonton padahal saat itu masih nonton Detective Conan sekitar awal episode 700an. Sekali lagi, karena sedikit, Blogger berhasil selesaiin dua season Diabolik Lovers dalam sehari aja.
Ketika donlot animenya, Blogger gak langsung nonton. Tapi beberapa lama kemudian nemu manganya di situs manga online. Saat coba baca, itu adalah pertama kalinya Blogger baca manga antologi. Entah karena dari awal memang gak tertarik dengan vampir atau apa, Blogger gak baca sampai selesai semua chapternya. Untuk animenya, untung singkat-singkat, karena kalau enggak Blogger males lanjutin. Jadi pengetahuan Blogger tentang fandom ini hanya dari anime.
Genre utamanya adalah supernatural dan reverse harem (ceweknya satu, cowoknya banyak. Dan dalam anime ini, cowoknya banyak banget). Gak masalah kalau ini tentang para vampir mengelilingi seorang cewek manusia yang mereka bisa tergila-gila dengan darahnya. Seenggaknya Blogger sangat berharap digali alasan kenapa darahnya bisa seenak itu bagi para vampir.
Season 1 dan 2, awal plotnya bagus kok, cuman cara ceritanya serta alasan kenapa tokoh utama bisa jadi 'wadah' dan Hawa itu sangat parah menurut Blogger. Iya tau kalau vampir pasti maunya nyedot darah muluk, tahu banget, cuman ya plotnya mana? Dibilang banyak fanservice dari para vampir yang ganteng pun juga enggak, karena mereka rata-rata sadistik. Dan tokoh perempuannya bener cuman satu, para perempuan yang lain hanya figuran yang wajahnya tidak tergambar jelas. Oh oke ada lagi deh tokoh perempuannya, tiga orang, tapi mereka ibu dari keenam vampir. Tapi maksudnya, dalam dunia harem disini, perempuannya bener cuman satu. Entah maksudnya bakal ada romance atau enggak, karena si tokoh utama tampak gak ada saingan sama sekali.
Denger-denger ini asalnya dari Otome Games? Atau bukan? Blogger gak tahu. Kalau memang iya, setidaknya untuk haremnya Blogger bisa paham, walau tetep tidak sreg dengan jalan ceritanya. Tokoh utama untungnya tidak mary-sue, itu bagus, jadi disini masalahnya lebih kepada alurnya.
Entah maksudnya sudah tamat atau belum, tapi karena di anime hanya dua season, akhir dari bagian kedua masih gantung. Entah nantinya akan ada penjelasan-penjelasan lebih lanjut atau enggak. Seperti, Blogger cukup penasaran dengan ibunya Subaru, Blogger gak ngerti apa yang terjadi saat dia masih kecil. Lalu, bagaimana keempat orang itu jadi vampir, dan itu beneran Edgar-nya Shu? Lalu bagaimana dengan ayahnya tokoh utama?
Selain pertanyaan, Blogger juga membingungkan beberapa hal, seperti misalkan tentang Ayato. Kalau dia sebegitu posesifnya terhadap Yui, kenapa dia membiarkan Yui berkeliaran sendirian? Kenapa dia bisa gak ngeh bahwa ada yang akan culik Yui? Kecuali kalau dari awal dia gak begitu posesif, maka Blogger langsung ship dia ketika ambil balik Yui.
Mungkin karena hanya sekitar 12 menit, jadi tidak bisa begitu digali untuk ceritanya, hanya banyak ditampilin interaksi para vampir dengan tokoh utama. Padahal setiap flashback yang ada itu menarik loh. Maksudnya, penonton jadi lebih paham apa yang terjadi sampai para vampir bisa jadi seperti itu. Tapi Blogger lebih mengharapkan kisah yang utuh dan nyambung, biar tahu mau dibawa kemana dan seperti apa para vampir itu. Makanya di judul Blogger tulis begitu. Cerita utamanya hanya tokoh utama disentuh dan disedot darahnya, sedangkan kilas baliknya kompleks.
Jadi target anime ini buat siapa?
Kalau untuk orang yang demen Vampire Knight, maaf banget, gak nyampe. Blogger baca manga VK, dan memang bagus, walau animenya meleset. Itu pun, anime VK masih lebih bener dari DL.
Hanya untuk fanservice orang yang demen (reverse)harem? Blogger gak tau dengan yang lain, tapi sebagai penikmat reverse harem, Blogger eneg nonton DL karena relasi para vampir dengan si cewek hanya tentang sedot darah.
Untuk penikmat Twilight Saga? Oke, Blogger benci mengatakan ini, but Twilight Saga had the better love story than DL. Iyalah, DL mana ada sisi romancenya sejauh dua season ini? Blogger pun setuju ketika ada yang bilang bahwa ini adalah semacam versi anime dari Fifty Shades of Grey.
Harapan Blogger untuk fandom ini adalah penjelasan tentang hal yang terjadi di season 1 dan 2, jangan melulu sedot darah walau iya itu adalah tabiat vampir. Gak masalah tiap episode ada sedot darah, tapi plotnya juga tetap jalan, bukan hanya tentang penokohannya aja yang diperjelas.
Ketika donlot animenya, Blogger gak langsung nonton. Tapi beberapa lama kemudian nemu manganya di situs manga online. Saat coba baca, itu adalah pertama kalinya Blogger baca manga antologi. Entah karena dari awal memang gak tertarik dengan vampir atau apa, Blogger gak baca sampai selesai semua chapternya. Untuk animenya, untung singkat-singkat, karena kalau enggak Blogger males lanjutin. Jadi pengetahuan Blogger tentang fandom ini hanya dari anime.
Genre utamanya adalah supernatural dan reverse harem (ceweknya satu, cowoknya banyak. Dan dalam anime ini, cowoknya banyak banget). Gak masalah kalau ini tentang para vampir mengelilingi seorang cewek manusia yang mereka bisa tergila-gila dengan darahnya. Seenggaknya Blogger sangat berharap digali alasan kenapa darahnya bisa seenak itu bagi para vampir.
Season 1 dan 2, awal plotnya bagus kok, cuman cara ceritanya serta alasan kenapa tokoh utama bisa jadi 'wadah' dan Hawa itu sangat parah menurut Blogger. Iya tau kalau vampir pasti maunya nyedot darah muluk, tahu banget, cuman ya plotnya mana? Dibilang banyak fanservice dari para vampir yang ganteng pun juga enggak, karena mereka rata-rata sadistik. Dan tokoh perempuannya bener cuman satu, para perempuan yang lain hanya figuran yang wajahnya tidak tergambar jelas. Oh oke ada lagi deh tokoh perempuannya, tiga orang, tapi mereka ibu dari keenam vampir. Tapi maksudnya, dalam dunia harem disini, perempuannya bener cuman satu. Entah maksudnya bakal ada romance atau enggak, karena si tokoh utama tampak gak ada saingan sama sekali.
Denger-denger ini asalnya dari Otome Games? Atau bukan? Blogger gak tahu. Kalau memang iya, setidaknya untuk haremnya Blogger bisa paham, walau tetep tidak sreg dengan jalan ceritanya. Tokoh utama untungnya tidak mary-sue, itu bagus, jadi disini masalahnya lebih kepada alurnya.
Entah maksudnya sudah tamat atau belum, tapi karena di anime hanya dua season, akhir dari bagian kedua masih gantung. Entah nantinya akan ada penjelasan-penjelasan lebih lanjut atau enggak. Seperti, Blogger cukup penasaran dengan ibunya Subaru, Blogger gak ngerti apa yang terjadi saat dia masih kecil. Lalu, bagaimana keempat orang itu jadi vampir, dan itu beneran Edgar-nya Shu? Lalu bagaimana dengan ayahnya tokoh utama?
Selain pertanyaan, Blogger juga membingungkan beberapa hal, seperti misalkan tentang Ayato. Kalau dia sebegitu posesifnya terhadap Yui, kenapa dia membiarkan Yui berkeliaran sendirian? Kenapa dia bisa gak ngeh bahwa ada yang akan culik Yui? Kecuali kalau dari awal dia gak begitu posesif, maka Blogger langsung ship dia ketika ambil balik Yui.
Mungkin karena hanya sekitar 12 menit, jadi tidak bisa begitu digali untuk ceritanya, hanya banyak ditampilin interaksi para vampir dengan tokoh utama. Padahal setiap flashback yang ada itu menarik loh. Maksudnya, penonton jadi lebih paham apa yang terjadi sampai para vampir bisa jadi seperti itu. Tapi Blogger lebih mengharapkan kisah yang utuh dan nyambung, biar tahu mau dibawa kemana dan seperti apa para vampir itu. Makanya di judul Blogger tulis begitu. Cerita utamanya hanya tokoh utama disentuh dan disedot darahnya, sedangkan kilas baliknya kompleks.
Jadi target anime ini buat siapa?
Kalau untuk orang yang demen Vampire Knight, maaf banget, gak nyampe. Blogger baca manga VK, dan memang bagus, walau animenya meleset. Itu pun, anime VK masih lebih bener dari DL.
Hanya untuk fanservice orang yang demen (reverse)harem? Blogger gak tau dengan yang lain, tapi sebagai penikmat reverse harem, Blogger eneg nonton DL karena relasi para vampir dengan si cewek hanya tentang sedot darah.
Untuk penikmat Twilight Saga? Oke, Blogger benci mengatakan ini, but Twilight Saga had the better love story than DL. Iyalah, DL mana ada sisi romancenya sejauh dua season ini? Blogger pun setuju ketika ada yang bilang bahwa ini adalah semacam versi anime dari Fifty Shades of Grey.
Harapan Blogger untuk fandom ini adalah penjelasan tentang hal yang terjadi di season 1 dan 2, jangan melulu sedot darah walau iya itu adalah tabiat vampir. Gak masalah tiap episode ada sedot darah, tapi plotnya juga tetap jalan, bukan hanya tentang penokohannya aja yang diperjelas.
Senin, 27 Mei 2019
Boruto episode 108
Cieee Mirai pinter cieeee~
Blogger bener gak nyangka bahwa yang berhasil pecahin misteri hantu adalah Mirai, kirain bakal Kakashi. Tentang hantu, Blogger gak tau kalau Guy takut dengan begituan, tapi gak berasa aneh saat lihat dia ketakutan. Lalu Tenten, karena pengetahuan Blogger tentang serial Naruto hanya dari manga, jadi pikirnya dia OOC banget, gak nyangka dia sampai sebegitunya ngerjain gurunya.
Kakashi memang gak pernah nikah dan punya anak, tapi jiwa kebapakan dia ada banget. Ini di luar fakta bahwa Tenten secara gak langsung adalah murid Kakashi juga. Yang Blogger maksud adalah bagaimana dia bersikap pada Mirai dan Tatsumi. Memang gak deket, Kakashi juga bukan ngerawat mereka gimana, tapi cara bicaranya kayak sabar banget, kayak seorang bapak.
DAN GUY ITU KAYAK ANAK KAKASHI JUGA.
Hahahaha, beneran. Ketika Guy terbangun dan gak mau ngaku takut hantu lalu maksa main pingpong, Blogger teringat hubungan Amy dan Sheldon dari fandom The Big Bang Theory. Oke, beda banget sih, cuman entah kenapa bisa kepikiran gitu. Dan Kakashi bisa-bisanya ngalah, hahahah.
Blogger masih punya papa, tapi perkataan Mirai bisa Blogger pahamin. Itu tuh, saat dia bilang bahwa kalau hantu itu nyata berarti harusnya Asuma bisa datangin dia. Di angkatan Asuma, tokoh pria yang masih ada dan Blogger paling bisa ingat adalah Kakashi dan Guy. Mungkin ada yang lain, tapi saat ngetik ini Blogger cuman inget mereka. Jadi mungkin figur pengganti ayah yang paling mendekati untuk Mirai itu Kakashi, selain mungkin Shikamaru yang angkatannya beda. Makanya kalau baca fanfiksi, walau gak ngeship Kurenai x Kakashi sama sekali, tapi masih mau baca tentang Kakashi yang jadi ayah pengganti untuk Mirai.
Episode depan katanya bakal ada Choji. Ini membuat Blogger makin bingung dengan tujuan Arc (?) ini, terlepas dari perkataan bahwa katanya ini berdasarkan novel. Kemarin Kiba, sekarang Tenten, nanti Choji. Blogger seneng aja sih karena yang muncul adalah para karakter yang memang gak sering muncul, bahkan keluarga Uzumaki gak ada sama sekali disini kecuali Boruto di awal banget. Kalau dibilang tujuan episode-episode ini adalah tentang Mirai yang kehilangan ayahnya, kok gak berasa geregetnya, malah lebih ke lawak di bagian Kakashi dan Guy. Dibilang mau fokus tentang perjalanan liburan Kakashi dan Guy, kok selalu ada adegan Mirai sedih. Atau justru karena pengen hibur Mirai, makanya Kakashi dan Guy ajak dia liburan sekalian?
Omong-omong, kalau habis ini ada spin-off tentang Mirai jadi detektif, Blogger gak bakal kaget.
Minggu, 26 Mei 2019
Angelic Layer: mary-sue versi CLAMP
Angelic Layer adalah shonen manga karya Kadokawa Shoten era 1999-2001 yang dirilis oleh CLAMP. Darimana Blogger tahu? Cek wiki sonoh.
Ehem.
Gini, Blogger kenal manganya sekitar tahun 2000, mungkin sekitar 2003-2006. Itu pun Blogger bukannya punya tankoubonnya, melainkan karena adik sepupu Blogger yang pada saat itu tinggal di sebelah rumah datang bawa tankoubon volume 2 Angelic Layer. Karena dia bawa, yaudah Blogger pinjem baca. Dan sepupu Blogger itu bener hanya punya volume duanya, gak ada yang pertama, ketiga, dst. Jadi saat itu, pengetahuan Blogger tentang fandom ini terbatas disitu.
Kesan pertama Blogger saat baca (langsung di volume dua, tanpa tahu apa yang terjadi sebelum dan setelahnya) adalah gak paham tentang boneka angel yang para tokoh mainkan disana. Dibilang seru juga, karena gak paham maksudnya, ya gak bisa menikmati. Yang membuat penasaran mungkin karena di (kalau gak salah) akhir volume dua itu ada empat sosok bayangan yang salah satunya bilang bahwa tokoh utama punya kelemahan yang tidak disadari oleh si tokoh utama sendiri. Disitu Blogger penasaran. Tapi ya begitu aja. Zaman itu Blogger belum terlalu tergila-gila ke toko buku dan memang belum kenal internet, sekarang gilanya akut banget.
Sekarang, setelah kenal internet dan situs manga online, tanpa sengaja Blogger reunian dengan Angelic Layer. Agak kaget juga karena beneran gak nyari sama sekali, tetiba ketemu judulnya dan langsungterjebak nostalgia, kemudian langsung baca dari awal sampai akhir yang isinya hanya lima volume.
LIMA VOLUME.
Gak panjang, kan?
Tapi empat sosok bayangan yang memberi kesan bahwa mereka adalah empat orang terkuat dalam cerita ini ditampilkan di volume dua. Berarti maksudnya alurnya cepat gitu?
Ternyata, alurnya sama sekali enggak cepat. Waktu dipercepat beberapa hari atau seminggu itu biasa. Tapi beneran, alur Angelic Layer yang hanya lima volume itu sama sekali gak cepat, dan Blogger gak senang.
Sebelum Blogger jelasin tentang kenapa Blogger gak seneng dan tentang judul, Blogger ingin kasih tahu bahwa sebenarnya permainan Angelic Layer dalam manga ini SANGAT MENARIK. Terlepas dari para tokoh dan alur cerita, permainannya sangat menarik walau mungkin lebih mustahil dimainkan di dunia nyata.
Permainan dalam manga/anime yang terkenal contohnya adalah Duel Masters, Duel Monsters (Yu-Gi-Oh!), Beyblade, Crush Gear, Mini 4 WD (Let's & Go!!). Masih ada (banyak) yang lain sih, cuman saat ngetik entri ini, yang langsung kepikiran ya mereka-mereka itu. Kelima contoh yang Blogger sebutin ini, untuk main permainan mereka, mereka tinggal beli (atau gimana pun mendapatkannya) alat permainan sebangsa kartu dan tamiya sesuai fandomnya. Dari situ mereka bikin deck kartu sendiri. Atau kalau tamiya ya berarti rakit tamiya sesuai dus yang didapat. Begitu pula dengan Beyblade dan Crush Gear, kemampuan alat mereka sudah ada dari awal beli, tinggal diotak-atik sebelum benar dibawa ke arena. Tapi Angelic Layer berbeda.
Di manga (Blogger belum nonton animenya), dijelaskan bahwa semua boneka angel berasal dari telur. Telur yang dijual jenisnya sama semua. Lalu ada tata cara keluarin boneka dari telurnya. Itu pun bentuk bonekanya juga akan sama semua, masih polos, dan yang pasti belum ada kekuatan apa-apa. Dari situ, pemilik harus memprogram mau jadi apa si boneka ini, mau kuat di tenaga atau kecepatan atau apa. Karena boneka polos, harus dipakaikan pakaian dan rambut juga walau kalau mau beli itu diluar telurnya, anggap aja armor. Jadinya malah kayak bikin Gundam tapi ini mainan buat anak perempuan gitu ya---tapi di ceritanya Gundam bukan permainan kan?
Cara main Angelic Layer pun juga beda. Pemilik boneka ada di arena, tapi di tempat khusus, sedangkan yang benar di arena untuk bertarung hanya bonekanya. Cara mengendalikannya adalah lewat pikiran pemiliknya, jadi para pemilik pakai alat di kepala mereka untuk salurin pikiran ke boneka. Jadi pemilik harus fokus. Beda, kan? Oke mungkin ada fandom lain yang punya permainan begini, tapi sejauh ini Blogger hanya nemuin yang ini.
Sekarang kembali tentang judul dan kenapa Blogger gak suka dengan ceritanya.
Di awal cerita, tokoh utama datang ke Tokyo untuk tinggal dengan tantenya. Saat itu, dia gak sengaja lihat permainan Angelic Layer pada televisi besar di jalan, kemudian jadi SANGAT tertarik dengan permainan tersebut. Oke, sebagai orang yang belum pernah melihat begituan, wajarlah dia jadi penasaran dan tertarik. Soal ada orang yang kasihtahu ini-itu tentang permainan ini, ya skip ajalah, anggap sebagai lawakan.
Setelah tokoh utama punya boneka angel dan diprogram, dia langsung latihan dan ikut kompetisi. Sampai situ masih wajar, apalagi di pertandingan pertamanya dia kalah, wajar. Yang tidak wajar adalah hasil kompetisi.
Di kompetisi pertama, setelah pertandingan pertama, mungkin tokoh utama sudah belajar bagaimana cara main di arena yang sesungguhnya dan bukan latihan, jadi dia bisa menang. Okelah. Tapi jadi juara satu? Di kompetisi pertamanya? Beruntung banget dia!
Dari kompetisi yang itu, dia ikut kompetisi selanjutnya. Inget empat sosok bayangan yang Blogger bilang di awal? Nyatanya mereka berempat memang sudah profesional dalam permainan ini. Dan tokoh utama langsung menang lawan mereka astaganaga. Tokoh utama gak juara satu kali ini, melainkan juara dua, karena juara satunya adalah mamanya sendiri yang sudah lama gak ketemu sama dia dan sosoknya hanya melulu ngintip dari balik dinding.
Ceritanya berakhir disitu. Jadi tokoh utama hidup bareng mama dan tantenya lalu pacaran dengan seorang teman sekelasnya. Gak tahu apa kelanjutan tentang permainan Angelic Layer-nya. Walau iya mungkin tokoh utama dibuat sebagai tokoh yang optimis, tapi tidak ada ups and downs sama sekali dalam ceritanya. Cuman luruuuuss aja.
Tentang mary-sue, pertama, sudah jelas ya karena dia selalu menang (kecuali pertandingan pertama dan saat lawan mamanya). Yang kedua, selain masalah gak punya uang untuk beli kebutuhan lanjutan untuk bonekanya, semua sudah tersedia untuknya. Gak ada susahnya. Karena hanya lima volume, kesempurnaannya gak begitu terasa kecuali saat kompetisi sih.
Omong-omong, pacarnya tokoh utama itu, gini. Si Cowok itu temen sekolahnya tokoh utama di sekolah di Tokyo. Mereka berteman bertiga, dan si cowok adalah kakak dari lawan tanding pertama tokoh utama. Lalu temennya yang satu, si cewek, dia memang, yah, Blogger gak seneng dia sih, yang pasti hobinya godain dan hajar si cowok. Masalah dia bisa pacaran dengan tokoh utama, perkembangan hubungan pertemanan mereka hingga bisa pacaran itu gak ada sama sekali. Iya tahu ini bukan manga genre drama/roman, tapi dari segi alur cerita ini bener-bener gak ada penjelasan.
Entah maksudnya ini adalah spin off dari cerita lain atau mungkin ada lanjutan dengan judul lain atau gimana. Maksudnya kayak Yu-Gi-Oh dan lainnya kadang ada versi lainnya, kan, dengan karakter yang beda tapi mainannya sama. Enggak tahu deh Angelic Layer ini maksudnya begitu juga atau bukan.
Ehem.
Gini, Blogger kenal manganya sekitar tahun 2000, mungkin sekitar 2003-2006. Itu pun Blogger bukannya punya tankoubonnya, melainkan karena adik sepupu Blogger yang pada saat itu tinggal di sebelah rumah datang bawa tankoubon volume 2 Angelic Layer. Karena dia bawa, yaudah Blogger pinjem baca. Dan sepupu Blogger itu bener hanya punya volume duanya, gak ada yang pertama, ketiga, dst. Jadi saat itu, pengetahuan Blogger tentang fandom ini terbatas disitu.
Kesan pertama Blogger saat baca (langsung di volume dua, tanpa tahu apa yang terjadi sebelum dan setelahnya) adalah gak paham tentang boneka angel yang para tokoh mainkan disana. Dibilang seru juga, karena gak paham maksudnya, ya gak bisa menikmati. Yang membuat penasaran mungkin karena di (kalau gak salah) akhir volume dua itu ada empat sosok bayangan yang salah satunya bilang bahwa tokoh utama punya kelemahan yang tidak disadari oleh si tokoh utama sendiri. Disitu Blogger penasaran. Tapi ya begitu aja. Zaman itu Blogger belum terlalu tergila-gila ke toko buku dan memang belum kenal internet
Sekarang, setelah kenal internet dan situs manga online, tanpa sengaja Blogger reunian dengan Angelic Layer. Agak kaget juga karena beneran gak nyari sama sekali, tetiba ketemu judulnya dan langsung
LIMA VOLUME.
Gak panjang, kan?
Tapi empat sosok bayangan yang memberi kesan bahwa mereka adalah empat orang terkuat dalam cerita ini ditampilkan di volume dua. Berarti maksudnya alurnya cepat gitu?
Ternyata, alurnya sama sekali enggak cepat. Waktu dipercepat beberapa hari atau seminggu itu biasa. Tapi beneran, alur Angelic Layer yang hanya lima volume itu sama sekali gak cepat, dan Blogger gak senang.
Sebelum Blogger jelasin tentang kenapa Blogger gak seneng dan tentang judul, Blogger ingin kasih tahu bahwa sebenarnya permainan Angelic Layer dalam manga ini SANGAT MENARIK. Terlepas dari para tokoh dan alur cerita, permainannya sangat menarik walau mungkin lebih mustahil dimainkan di dunia nyata.
Permainan dalam manga/anime yang terkenal contohnya adalah Duel Masters, Duel Monsters (Yu-Gi-Oh!), Beyblade, Crush Gear, Mini 4 WD (Let's & Go!!). Masih ada (banyak) yang lain sih, cuman saat ngetik entri ini, yang langsung kepikiran ya mereka-mereka itu. Kelima contoh yang Blogger sebutin ini, untuk main permainan mereka, mereka tinggal beli (atau gimana pun mendapatkannya) alat permainan sebangsa kartu dan tamiya sesuai fandomnya. Dari situ mereka bikin deck kartu sendiri. Atau kalau tamiya ya berarti rakit tamiya sesuai dus yang didapat. Begitu pula dengan Beyblade dan Crush Gear, kemampuan alat mereka sudah ada dari awal beli, tinggal diotak-atik sebelum benar dibawa ke arena. Tapi Angelic Layer berbeda.
Di manga (Blogger belum nonton animenya), dijelaskan bahwa semua boneka angel berasal dari telur. Telur yang dijual jenisnya sama semua. Lalu ada tata cara keluarin boneka dari telurnya. Itu pun bentuk bonekanya juga akan sama semua, masih polos, dan yang pasti belum ada kekuatan apa-apa. Dari situ, pemilik harus memprogram mau jadi apa si boneka ini, mau kuat di tenaga atau kecepatan atau apa. Karena boneka polos, harus dipakaikan pakaian dan rambut juga walau kalau mau beli itu diluar telurnya, anggap aja armor. Jadinya malah kayak bikin Gundam tapi ini mainan buat anak perempuan gitu ya---tapi di ceritanya Gundam bukan permainan kan?
Cara main Angelic Layer pun juga beda. Pemilik boneka ada di arena, tapi di tempat khusus, sedangkan yang benar di arena untuk bertarung hanya bonekanya. Cara mengendalikannya adalah lewat pikiran pemiliknya, jadi para pemilik pakai alat di kepala mereka untuk salurin pikiran ke boneka. Jadi pemilik harus fokus. Beda, kan? Oke mungkin ada fandom lain yang punya permainan begini, tapi sejauh ini Blogger hanya nemuin yang ini.
Sekarang kembali tentang judul dan kenapa Blogger gak suka dengan ceritanya.
Di awal cerita, tokoh utama datang ke Tokyo untuk tinggal dengan tantenya. Saat itu, dia gak sengaja lihat permainan Angelic Layer pada televisi besar di jalan, kemudian jadi SANGAT tertarik dengan permainan tersebut. Oke, sebagai orang yang belum pernah melihat begituan, wajarlah dia jadi penasaran dan tertarik. Soal ada orang yang kasihtahu ini-itu tentang permainan ini, ya skip ajalah, anggap sebagai lawakan.
Setelah tokoh utama punya boneka angel dan diprogram, dia langsung latihan dan ikut kompetisi. Sampai situ masih wajar, apalagi di pertandingan pertamanya dia kalah, wajar. Yang tidak wajar adalah hasil kompetisi.
Di kompetisi pertama, setelah pertandingan pertama, mungkin tokoh utama sudah belajar bagaimana cara main di arena yang sesungguhnya dan bukan latihan, jadi dia bisa menang. Okelah. Tapi jadi juara satu? Di kompetisi pertamanya? Beruntung banget dia!
Dari kompetisi yang itu, dia ikut kompetisi selanjutnya. Inget empat sosok bayangan yang Blogger bilang di awal? Nyatanya mereka berempat memang sudah profesional dalam permainan ini. Dan tokoh utama langsung menang lawan mereka astaganaga. Tokoh utama gak juara satu kali ini, melainkan juara dua, karena juara satunya adalah mamanya sendiri yang sudah lama gak ketemu sama dia dan sosoknya hanya melulu ngintip dari balik dinding.
Ceritanya berakhir disitu. Jadi tokoh utama hidup bareng mama dan tantenya lalu pacaran dengan seorang teman sekelasnya. Gak tahu apa kelanjutan tentang permainan Angelic Layer-nya. Walau iya mungkin tokoh utama dibuat sebagai tokoh yang optimis, tapi tidak ada ups and downs sama sekali dalam ceritanya. Cuman luruuuuss aja.
Tentang mary-sue, pertama, sudah jelas ya karena dia selalu menang (kecuali pertandingan pertama dan saat lawan mamanya). Yang kedua, selain masalah gak punya uang untuk beli kebutuhan lanjutan untuk bonekanya, semua sudah tersedia untuknya. Gak ada susahnya. Karena hanya lima volume, kesempurnaannya gak begitu terasa kecuali saat kompetisi sih.
Omong-omong, pacarnya tokoh utama itu, gini. Si Cowok itu temen sekolahnya tokoh utama di sekolah di Tokyo. Mereka berteman bertiga, dan si cowok adalah kakak dari lawan tanding pertama tokoh utama. Lalu temennya yang satu, si cewek, dia memang, yah, Blogger gak seneng dia sih, yang pasti hobinya godain dan hajar si cowok. Masalah dia bisa pacaran dengan tokoh utama, perkembangan hubungan pertemanan mereka hingga bisa pacaran itu gak ada sama sekali. Iya tahu ini bukan manga genre drama/roman, tapi dari segi alur cerita ini bener-bener gak ada penjelasan.
Entah maksudnya ini adalah spin off dari cerita lain atau mungkin ada lanjutan dengan judul lain atau gimana. Maksudnya kayak Yu-Gi-Oh dan lainnya kadang ada versi lainnya, kan, dengan karakter yang beda tapi mainannya sama. Enggak tahu deh Angelic Layer ini maksudnya begitu juga atau bukan.
Jumat, 24 Mei 2019
Akazukin Chacha: salah satu fandom pertama Blogger
Judul entri ini panjang ya, biar deh, soalnya memang bener. Berbeda dengan Harry Potter, Detective Conan, Digimon, Doraemon, Kobo-chan, P-Man, Power Rangers, Barbie, Naruto, Ninja Hattori, dan beberapa fandom yang Blogger masukin sejak kecil lainnya, Akazukin Chacha masuk dalam kategori fandom yang Blogger masukin tanpa dituntun orangtua atau ikut Koko. Beneran. Sejumlah fandom yang Blogger sebut tadi itu bisa Blogger tahu karena dikenalin oleh Mama. Sedangkan untuk Akazukin Chacha, Blogger nonton animenya (secara tidak berurutan) lewat stasiun televisi swasta zaman awal SD, dan Blogger sangat menyukainya.
Saat itu, yang pasti, Blogger gak tahu kalau itu adalah adaptasi dari manga. Jadi ketika Blogger sedang cari-cari manga sambil nunggu kelanjutan Detective Conan, Blogger nyaris keselek lihat judul beserta sampulnya. Bagi yang belum sadar, di Indonesia ini dikenal sebagai Si Penyihir Chacha. Di situs manga online yang Blogger temukan, manganya, belum selesai diterjemahin. Entah maksudnya memang gak ada bahan atau memang penerjemahnya hiatus, tapi gapapalah.
Ketika baca manganya, Blogger langsung nostalgia. Memang tidak pernah nonton berurutan dari awal sampai akhir, tapi ada beberapa adegan yang Blogger inget ada di animenya. Lucu dan bikin geregetan sendiri. Padahal kalau dari segi artwork, enggak istimewa. Jalan ceritanya juga sebenernya mungkin karena targetnya untuk anak-anak jadi cuman buat hiburan aja. Jadi kalau sekarang Blogger ikutin serialnya, dengan cara pikir Blogger yang sekarang, agak bingung aja kenapa Blogger bisa suka banget.
Karakter-karakternya gak begitu Blogger inget (berikut dengan plotnya). Hampir semua tiba-tiba Blogger inget karena lihat di manganya. Sebelum baca manganya, hanya empat karakter yang Blogger ingat dari serial ini: Chacha (iyalah, dia tokoh utamanya), Ria (nama resminya adalah Riiya, tapi sebelum baca manga dan cek wiki, selama ini Blogger tulisnya 'ria'), Sai (nama resminya adalah Shiine, entah kenapa Blogger bisa ingetnya 'sai', maap banget, beneran), dan Seravi (nama resminya adalah Seravy, dan dia adalah salah satu cinta pertama Blogger bahkan sebelum tahu Hatake Kakashi). Iya, Blogger lupa tentang Dorothy, tapi saat baca manganya, langsung inget tentang relasi Seravy dengan Dorothy.
Tentang Seravy, beneran deh, Blogger selalu inget tentang dia (bersama dengan tiga karakter lainnya). Kemudian sekitar kelas lima atau enam, Blogger kenal Nakayoshi, saat itu masih awal-awal muat manga Mamotte Lollipop (atau Sweet Lollipop), bahagia saat lihat tokoh Will muncul. Saat itu, Blogger memang bukannya mikirin Akazukin Chacha setiap saat, cuman sesekali inget, langsung teringat fandom tersebut saat lihat tokoh Will. Mereka bukan mirip, sama sekali bukan. Tapi tokoh Will spontan mengingatkan Blogger pada Seravy, dan Aquamarine seperti Elizabeth padahal beda banget spesiesnya. Malah sekarang, Blogger jadi kepikiran bahwa Nina seperti Chacha, Zero seperti Riiya, dan Ichii seperti Shiine. Perihal Zero-Riiya dan Ichii-Shiine itu lebih karena faktor rambut sih, karena sikap mereka terbilang jauh dari mirip.
Ketika entri ini dibuat, itu sudah sekitar dua bulan sejak Blogger baca manganya, tapi belum sempet nonton animenya, karena nonton ulang Detective Conan baru sekitar episode 800an.
Saat itu, yang pasti, Blogger gak tahu kalau itu adalah adaptasi dari manga. Jadi ketika Blogger sedang cari-cari manga sambil nunggu kelanjutan Detective Conan, Blogger nyaris keselek lihat judul beserta sampulnya. Bagi yang belum sadar, di Indonesia ini dikenal sebagai Si Penyihir Chacha. Di situs manga online yang Blogger temukan, manganya, belum selesai diterjemahin. Entah maksudnya memang gak ada bahan atau memang penerjemahnya hiatus, tapi gapapalah.
Ketika baca manganya, Blogger langsung nostalgia. Memang tidak pernah nonton berurutan dari awal sampai akhir, tapi ada beberapa adegan yang Blogger inget ada di animenya. Lucu dan bikin geregetan sendiri. Padahal kalau dari segi artwork, enggak istimewa. Jalan ceritanya juga sebenernya mungkin karena targetnya untuk anak-anak jadi cuman buat hiburan aja. Jadi kalau sekarang Blogger ikutin serialnya, dengan cara pikir Blogger yang sekarang, agak bingung aja kenapa Blogger bisa suka banget.
Karakter-karakternya gak begitu Blogger inget (berikut dengan plotnya). Hampir semua tiba-tiba Blogger inget karena lihat di manganya. Sebelum baca manganya, hanya empat karakter yang Blogger ingat dari serial ini: Chacha (iyalah, dia tokoh utamanya), Ria (nama resminya adalah Riiya, tapi sebelum baca manga dan cek wiki, selama ini Blogger tulisnya 'ria'), Sai (nama resminya adalah Shiine, entah kenapa Blogger bisa ingetnya 'sai', maap banget, beneran), dan Seravi (nama resminya adalah Seravy, dan dia adalah salah satu cinta pertama Blogger bahkan sebelum tahu Hatake Kakashi). Iya, Blogger lupa tentang Dorothy, tapi saat baca manganya, langsung inget tentang relasi Seravy dengan Dorothy.
Tentang Seravy, beneran deh, Blogger selalu inget tentang dia (bersama dengan tiga karakter lainnya). Kemudian sekitar kelas lima atau enam, Blogger kenal Nakayoshi, saat itu masih awal-awal muat manga Mamotte Lollipop (atau Sweet Lollipop), bahagia saat lihat tokoh Will muncul. Saat itu, Blogger memang bukannya mikirin Akazukin Chacha setiap saat, cuman sesekali inget, langsung teringat fandom tersebut saat lihat tokoh Will. Mereka bukan mirip, sama sekali bukan. Tapi tokoh Will spontan mengingatkan Blogger pada Seravy, dan Aquamarine seperti Elizabeth padahal beda banget spesiesnya. Malah sekarang, Blogger jadi kepikiran bahwa Nina seperti Chacha, Zero seperti Riiya, dan Ichii seperti Shiine. Perihal Zero-Riiya dan Ichii-Shiine itu lebih karena faktor rambut sih, karena sikap mereka terbilang jauh dari mirip.
Ketika entri ini dibuat, itu sudah sekitar dua bulan sejak Blogger baca manganya, tapi belum sempet nonton animenya
Rabu, 22 Mei 2019
The Werewolf Game, tanpa Remus Lupin dan Jacob Black
The Werewolf Game, atau yang aslinya adalah The Mafia Game, adalah permainan menggunakan peran tertentu yang bisa dimainkan dalam satu kelompok yang setidaknya terdiri dari lima pemain, dan diperkenalkan pertama kali oleh Dmitry Davidoff pada tahun 1986, atau begitulah kata beberapa situs.
BLOGGER BELUM PERNAH MAIN THE WEREWOLF GAME SAMA SEKALI.
Beneran. Tapi, permainan-serupa-tak-sama pernah Blogger mainkan. Seperti, Blogger gak tau nama aslinya, tapi ada peran polisi-pencuri-warga-algojo-hakim-jaksa, itu sempat nge-trend saat Blogger SD. Disitu, peran pencuri jadi mirip Werewolf. Pernah juga tahun lalu Blogger main Undercover, cara mainnya agak beda sih, dan menuntut semua orang tanpa terkecuali harus berpikir keras----kapan-kapan Blogger nulis tentang inikalau ingat. Tapi sekali lagi, untuk permainan Werewolf, Blogger belum pernah main.
Walau belum pernah main, Blogger tetap tahu cara mainnya, karena ketika sedang sangat naik daunnya di Indonesia, murid-murid Blogger selalu main itu bahkan ketika retreat, sehingga Blogger jadi tahu cara mainnya. Di Youtube banyak juga video-video permainan ini, dan kelamaan Blogger berpikir bahwa iya itu seru. Disitu Blogger mulai tertarik untuk bikin fanfiksi yang bertemakan TWG tapi para karakternya bukan 'main', makanya fanfiksi The Vampire Game muncul.
Tapi, karena pengetahuan Blogger tentang TWG hanya berdasarkan nonton orang main menggunakan kartu dan narator, Blogger jadi gak yakin bisa membuat cerita yang karakternya bukan main melainkan memang ada kasus yang harus dipecahkan. Disitu Blogger ingat pernah ada fanpage di FB yang taruh manga Jinrou Game chapter satu. Sebenarnya menarik, tapi karena mengerikan, saat pertama kali lihat itu Blogger tidak tertarik baca lebih lanjut. Nah, demi kepentingan ngetik fanfiksi, Blogger memaksakan diri untuk baca manga-nya sampai habis.
Dari sekian banyak peran yang ada di TWG, setidaknya ada tiga peran yang menarik bagi Blogger.
BLOGGER BELUM PERNAH MAIN THE WEREWOLF GAME SAMA SEKALI.
Beneran. Tapi, permainan-serupa-tak-sama pernah Blogger mainkan. Seperti, Blogger gak tau nama aslinya, tapi ada peran polisi-pencuri-warga-algojo-hakim-jaksa, itu sempat nge-trend saat Blogger SD. Disitu, peran pencuri jadi mirip Werewolf. Pernah juga tahun lalu Blogger main Undercover, cara mainnya agak beda sih, dan menuntut semua orang tanpa terkecuali harus berpikir keras----kapan-kapan Blogger nulis tentang ini
Walau belum pernah main, Blogger tetap tahu cara mainnya, karena ketika sedang sangat naik daunnya di Indonesia, murid-murid Blogger selalu main itu bahkan ketika retreat, sehingga Blogger jadi tahu cara mainnya. Di Youtube banyak juga video-video permainan ini, dan kelamaan Blogger berpikir bahwa iya itu seru. Disitu Blogger mulai tertarik untuk bikin fanfiksi yang bertemakan TWG tapi para karakternya bukan 'main', makanya fanfiksi The Vampire Game muncul.
Tapi, karena pengetahuan Blogger tentang TWG hanya berdasarkan nonton orang main menggunakan kartu dan narator, Blogger jadi gak yakin bisa membuat cerita yang karakternya bukan main melainkan memang ada kasus yang harus dipecahkan. Disitu Blogger ingat pernah ada fanpage di FB yang taruh manga Jinrou Game chapter satu. Sebenarnya menarik, tapi karena mengerikan, saat pertama kali lihat itu Blogger tidak tertarik baca lebih lanjut. Nah, demi kepentingan ngetik fanfiksi, Blogger memaksakan diri untuk baca manga-nya sampai habis.
Dari sekian banyak peran yang ada di TWG, setidaknya ada tiga peran yang menarik bagi Blogger.
- Twins. Mungkin ada banyak versi, tapi yang jelas akan ada dua orang yang dapat peran ini. Mereka akan tahu siapa 'kembaran' mereka satu sama lain, berarti setidaknya mereka tahu bahwa kembaran mereka bukan Werewolf sehingga mereka bisa saling percaya.
- Cupid. Menurut situs-situs yang Blogger baca, peran ini masuk ke bad side, berarti peran pendukung kemenangan Werewolf, karena tujuan mereka harusnya memasangkan Villager dengan Villager untuk menjadi pasangan, sehingga kalau Villager yang satu mati ya berarti yang dipasangin dengannya akan ikut mati, dan itu akan mempermudah kemenangan Werewolf. Masalahnya, Cupid hanya bisa pakai kekuatannya di malam pertama, sisanya dia jadi Villager biasa, dan dia sendiri pun gak bakal tahu mana yang good side, maupun bad side.
- Lovers. Ini beda dengan pasangan yang kena panah cintanya Cupid. Orang yang dapat kartu Lovers ini bisa memasangkan dirinya dengan siapa pun, bisa gonta-ganti pasangan tiap malam
kayak playgirl/boy. Dia ada di good side, sebisa mungkin memasangkan diri dengan Werewolf, karena jika si peran Lovers ini atau pasangannya mati maka yang satu akan mati juga. Iya, dia kan gak tau siapa yang Werewolf, lalu pas di malam dia pasangin diri dengan Werewolf ternyata malah kena Werewolf ya berarti pasangannya yang adalah Werewolf itu juga ikut mati bareng dia.
Senin, 20 Mei 2019
Boruto episode 107
#TIMANJING
Apa? Kamu #timkucing ? Yah, berarti kita gak jodoh /bukan.
Episode kemaren memang bikin ngakak gara-gara berhubungan dengan Icha-Icha Paradise, dan Kakashi super duper OOC sangat. Tapi episode ini agak bikin perasaan adem (tentang Kakashi) karena memang itu Kakashi banget, seperti zaman dia masih jadi guru Tim 7.
Blogger gak fangirlingin Kiba, tapi episode ini membuat Blogger sangat senang karena dia manggil Kakashi dengan sebutan 'Kakashi sensei'. Iya tau angkatan Naruto semua masih manggil Kakashi dengan embel-embel sensei, bukannya Hokage (walau saat jadi Hokage aktif) atau Rokudaime atau malah Kakashi-sama. Tapi karena ini sudah next-gen, sangat wajar kalau panggilan sensei untuk Kakashi hampir gak pernah terdengar. Dari episode kemarin, Guy manggil Kakashi hanya dengan nama, sedangkan Mirai dengan sebutan Kakashi-san. Makanya saat ada Kiba, lalu dia manggil Kakashi dengan sebutan sensei, itu Blogger seneng banget.
Hal lain yang bikin Blogger seneng adalah karena Boruto sama sekali tidak muncul atau bahkan tidak disebut sama sekali. Gini, saat filler dengan tim lain, Boruto tetep muncul walau hanya sekedar numpang lewat untuk satu dialog. Episode kemaren dia juga muncul saat Mirai lagi OTW ketemu Kakashi dan Guy. Tapi episode ini bener-bener gak ada. Keluar dari judul utama banget sih, tapi dia memang gak ada fungsinya di tema Mirai ini.
ITU TOLONG SHINO DIKASIH PASANGAN YANG LAIN SELAIN KURAA-MA.
Kiba udah bertahun-tahun (kalau gak salah) dengan Tamaki, Shino masih jomblo. Kakashi dan Guy juga jomblo sih, tapi Shino jomblo ngenes.
Cuplikan untuk episode selanjutnya cukup membuat Blogger seneng juga, karena ada Tenten. Banyak yang gak suka Tenten, dan Blogger juga gak begitu demen dengan dia. Kalau banyak orang bilang Sakura adalah tokoh yang gak berguna, maka Blogger akan bilang bahwa Tenten masih lebih gak berguna lagi. Tapi Blogger gak benci dia, biasa aja. Dan karena ada Guy, Blogger seneng aja muncul Tenten, mengingat murid Guy yang tersisa tinggal dia dan Rock Lee.
Tentang Arc (?) beberapa episode ini, mungkin maksudnya tentang jati diri Mirai kali ya? Karena sudah dua episode berlalu dan tidak ada pertarungan yang serius. Kakashi dan Guy benar hanya liburan saja, dan tingkah mereka seperti hanya untuk lawak saja. Tapi dibilang fokus ke Mirai juga agak-agak ngambang sih.
Langganan:
Postingan (Atom)