Tampilkan postingan dengan label gakuen alice. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gakuen alice. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Oktober 2019

Kageki no Kuni no Alice, Spin-Off Gakuen Alice

Otak Blogger masih rada hangat tentang Gakuen Alice, jadi habis ngetik 2 entri Alice Academy, Blogger langsung cari spin-offnya dan baca. Kageki no Kuni no Alice ini masih dari Mangaka yang sama: Tachibana Higuchi. Kalau dari wikia, katanya tamat di chapter 16, tapi sedihnya Blogger hanya menemukan sampai chapter 13 di situs manga online langganan---pas sedang serunya pula.

Genrenya adalah Shoujo, Comedy, Romance, dan Gender Bender.
Gini, sebelum baca ulang Gakuen Alice, Blogger sempet lihat profil Tachibana Higuchi untuk lihat karyanya yang lain. Begitu lihat 'gender bender', Blogger main skip aja karena memang itu salah satu genre yang Blogger kurang tertarik---jadi Blogger gak ngeh bahwa ini adalah spin-offnya Gakuen Alice. Barulah ketika Blogger selesai baca Gakuen Alice lalu baca komentar-komentar di situs manga online, tahu bahwa ada spin-off ini.

Ceritanya dimulai beberapa bulan setelah tamatnya Gakuen Alice. Iya, setelah tamat, berarti setelah Mikan ingat tentang Akademi dan teman-temannya.
Tokoh utamanya sudah bukan Mikan, melainkan seorang gadis bernama Ando Hikari. Tunggu, Ando? Iya. Di entri sebelumnya Blogger bilang (karena belum benar baca bahkan untuk sinopsisnya sekalipun) bahwa sepertinya tokoh utamanya ada hubungan keluarga dengan Tsubasa. Ternyata bukan sekedar kerabat, melainkan adik kandung. Jadi Blogger senang bukan main: pertama karena Tsubasa adalah tokoh favorit Blogger di GA dan walaupun yang jadi tokoh utama adalah adiknya yang mencari keberadaannya tapi tetap aja (ternyata) dia beberapa kali muncul di manga ini, kedua karena walaupun Tsubasa bukan masuk jajaran tokoh utama tapi dia dianggap penting terutama untuk Mikan sehingga Mangaka-nya memutuskan menjadikan dia kakak dari tokoh utama spin-off----padahal kalau mau bisa aja Aoi yang jadi tokoh utama karena dia adik Natsume.

Blogger memang masih punya rasa kecewa karena daripada cerita mengenai adik Tsubasa ini, Blogger lebih memilih untuk baca cerita bagaimana Mikan mencari Hotaru (yang sebenarnya menurut Gakuen Alice Memorial Book, Mikan dan teman-temannya berhasil menemukan Hotaru dan Subaru di era Sengoku). Merasa wajar ketika melihat Mikan jadi murid Akademi lagi, tapi merasa aneh melihat Natsume (dan Tsubasa serta Ruka) seperti masih menjadi murid padahal katanya sudah lulus---dan tampang ketiga cowok itu tampak lebih muda lagi dibanding ketika mereka menemukan Mikan (apa jangan-jangan Blogger salah paham di chapter terakhir GA dan latar waktu spin-off ini?). Lalu merasa aneh melihat Narumi-lah yang menjadi Kepsek sekolah musik padahal empat tahun lalu (berarti ketika Mikan 'diluluskan' dari Akademi) itu dia jadi guru kelas Dangerous Ability, jadi Blogger pun baru ngeh itu dia ketika dipanggil Principal Narumi.
FYI, Blogger tahu bedanya kata spin-off dengan sequel ya. Jadi ketika dapat kabar GA punya spin off, Blogger langsung mikir lebih ingin sequel.

Memang kecewa, tapi ada sisi yang Blogger senang dengan spin-off ini. Selain tentang Tsubasa, Blogger senang karena ada preferensi ke manga utama yakni Gakuen Alice. Kedua, tokoh-tokoh dari manga utama bermunculan walau sebagian besar hanya terlihat di foto. Ketiga, mungkin dunia (mereka) sempit, tapi Ema dan Ruka sepupuan (entah sepupu langsung atau jauh), sehingga kalau Ema dan Hikari jadi canon berarti Ruka dan Tsubasa jadi keluarga jauh (banget).

Omong-omong, PANTASAN TSUBASA BISA TAMPAK SAYANG BANGET SAMA MIKAN!! Pernah ada panel yang Tsubasa bilang anggap Mikan (dan Natsume) sebagai adiknya, tapi yang paling berkesan buat Blogger adalah ketika dia akhirnya ketemu Mikan lagi sekian lama di festival olahraga---saat itu dia minta maaf karena gak ada di sisi Mikan untuk latihan. Gak bohong, itu berarti Tsubasa benar peduli dengan Mikan. Terus kaitannya dengan kalimat pertama paragraf ini apa?
Itu loh, pantas aja Tsubasa bisa terlihat sayang pada Mikan, karena ternyata ketika dia terpaksa masuk akademi, dia harus meninggalkan adik perempuannya. Mungkin dia gak lihat Mikan sebagai Mikan, melainkan sebagai Hikari, mungkin sebenarnya dia menganggap Mikan pengganti Hikari, mungkin. Tapi pantas saja Tsubasa bisa sayang Mikan, dan caranya berbeda dengan Tono sayang Mikan, karena Tsubasa memang sayang anak itu sebagai adiknya.

Terakhir, ini gak terlalu berhubungan dengan manga spin-off ini, tapi bisa nyerempet lah.
Jadi dari entri sebelumnya pun Blogger sudah bilang bahwa tokoh favorit Blogger di GA adalah Tsubasa. Tapi dia bukan satu-satunya. Tokoh favorit Blogger lainnya adalah Imai Subaru. Iya, kakaknya Hotaru. Di awal kemunculannya memang Blogger kurang suka dia, tapi ketika Arc Z, Blogger jadi senang dengan tokohnya. Tidak sampai seperti rasa senang Blogger terhadap Tsubasa, tapi iya. Lalu, ketika Blogger kenal spin-off ini, Blogger merasa aneh sendiri karena kok bisa-bisanya Blogger memfavoritkan dua karakter laki-laki di fandom yang sama yang kebetulan sama-sama punya adik perempuan? Padahal kalau mau favorit kakak laki-laki yang punya adik perempuan, di rumah Blogger bisa aja favoritin Koko sendiri loh.

Kamis, 03 Oktober 2019

Gakuen Alice, a manga by Tachibana Higuchi

Blogger ngetik ini tepat setelah menyelesaikan baca (yang keempat kalinya) Gakuen Alice, atau di Indonesia mungkin lebih dikenal sebagai Alice Academy. Manga karya Tachibana Higuchi-sensei terdiri dari 31 volume tankoubon (ada 180 chapter), dan pernah dianimasikan sebanyak 26 episode. Khusus entri ini, Blogger akan ocehin tentang manganya saja.
Pertama kali Blogger kenal manga ini dari Hanalala (bagi yang tidak tahu, anggaplah saudara jauhnya Nakayoshi, kalau masih belum tahu juga silakan tanya Om Gugel), itu pun Blogger punya Hanalala nomornya lompat-lompat serta bisa dihitung jari. Blogger pun bisa kebeli Hanalala serta beberapa biji tankoubon Gakuen Alice ini berkat 'cuci gudang'nya toko buku langganan. Pertama kali (lagi) Blogger tahu manga ini mungkin sekitar akhir SD, berarti di antara 2006-2007. Dan karena belum terlalu gila dengan manga online, jadi pengetahuan Blogger tentang fandom ini sangat terbatas, hanya sekedar tahu 'akademi Alice itu apa sih', dan beberapa konflik minor yang terjadi. Sungguh tidak menyangka bahwa padahal awal manga ini cukup ringan dan kekanakan (karena tokoh utamanya pun masih berumur 10 tahun), ternyata ujungnya cukup berat. Makanya ketika kenal manga online, Blogger sering banget hampir nangis untuk beberapa adegan, serta air mata benaran tumpah untuk empat adegan---Blogger masih terus terisak pada keempat adegan itu saat baca kedua kali, ketiga kali, dan keempat kali.

Menurut situs manga online langganan Blogger, manga ini punya banyak genre: Shoujo (sudah pasti), Action (lumayan), Adventure (sejujurnya tidak begitu terasa, tapi memang ada), Comedy (hanya pada awal, lalu beberapa panel di Arc yang berat, dan menjelang akhir), Drama (banget, terutama di tengah), Fantasy (IYA, karena kekuatan Alice sendiri itu), Mystery (lumayan, tapi bukan intinya), Psychological (mungkin Blogger gak ngerti, tapi Blogger gak merasakan genre ini saat baca), Romance (di awal tidak ada, tapi makin ke belakang makin terasa, anggap saja slowburn), School Life (sudah jelas), Supernatural (eh, Blogger pikir ini lebih ke Fantasy sih), dan Tragedy (IYA). Blogger pribadi berpikir genre Family, Friendship, dan Angst juga sangat kental, karena tokoh utama bisa ada disana karena mengejar sahabatnya, kemudian organisasi lawan berhubungan dengan mamanya tokoh utama, dan Angst itu temenin Tragedy.

Gakuen Alice bercerita tentang Mikan yang mengejar sahabatnya yakni Hotaru yang tiba-tiba pindah ke sekolah bernama Akademi Alice. Mikan sama sekali tidak tahu apa itu Alice dan bagaimana Akademi Alice itu. Singkat cerita, Mikan berhasil menjadi murid disana, tapi karena suatu hal dia seperti didiskriminasi. Walau begitu, Mikan tidak pernah terpuruk, apalagi karena dia bertemu dengan orang-orang baru yang bisa dengan segera akrab dengannya. Mikan adalah anak baik yang rada kepo serta keras kepala tapi selalu ceria---sifatnya yang campur aduk itulah yang membuat banyak orang tidak suka dia di awal. Gara-gara sifatnya itu juga, dia sering terseret (dan menyeret orang di sekitarnya) terlibat masalah (alias membuka Arc baru). Tak disangka, kedatangan Mikan ke Akademi Alice ini malah membuatnya tahu rahasia-rahasia besar dalam hidupnya.

Lalu, Alice dan Akademi Alice itu apa?
Alice adalah semacam kekuatan alami seseorang. Semacam kekuatan magis atau spesial dalam diri, dan ini bukan turunan. Seperti kasus Hotaru, dia dan kakaknya sama-sama Alice (orang yang punya kekuatan ini pun disebut sebagai Alice) padahal kedua orangtua mereka normal. Kekuatan ini ada banyak macam, dan seseorang bisa punya lebih dari satu Alice. Misalnya seperti Subaru, kakak Hotaru, dia punya kekuatan untuk menyembuhkan dan untuk mengoper rasa sakit pada orang lain. Banyak kekuatan aneh yang bisa ditemukan dalam manga ini.
Akademi Alice adalah semacam institusi khusus yang dilindungi oleh negara. Setiap anak yang ketahuan sebagai Alice akan dicecar pihak Akademi untuk dimasukkan ke dalam Akademi agar kemampuan mereka bisa dilatih, dan anak itu tidak bisa keluar dari gerbang sekolah sampai lulus. Kontak dengan luar Akademi juga dibatasi, bahkan anak tersebut tidak bisa bertemu dengan keluarganya sendiri. Makanya Akademi Alice ini, bagi yang awan, dikenal sebagai sekolah super elit yang ketat untuk orang jenius.
Kurang lebihnya seperti itu sih, kalau ingin tahu lebih lanjut bisa tanya Om Gugel atau langsung baca manganya karena memang ada penjelasan selama ceritanya berlangsung.

Ketika pertama kali baca manga ini, Blogger sama sekali tidak menyangka plotnya akan seberat itu. Tidak berat sampai bagaimana sih, tapi kalau dibanding dengan awal cerita ya jauh. Dibilang humor, sebenarnya tidak mengocok perut, tapi memang di awal cerita sangat ringan karena Mikan dan teman-teman sekelasnya itu masih sekitar umur 10-11 tahun (kalau di Indonesia berarti masih sekitar kelas 4-6 SD).
Tapi makin jauh, tingkah dan gaya pikir mereka dibuat seperti bukan anak umur 11 tahun. Kalau kamu bener-bener baca, akan ada masanya kamu lupa bahwa anak-anak itu masih kecil tapi kok sudah begitu. Namun, jika mengenyampingkan soal umur, Blogger sangat suka dengan alur ceritanya. Ada yang klise, ada yang tidak terduga. Blogger gak tahu Mangaka dapat ide darimana, tapi Arc-nya keren-keren.

Setidaknya ada empat adegan Blogger sampai tersedu-sedu saat baca.
Pertama adalah saat Penguin merelakan dirinya untuk ditinggal saat Mikan-Natsume-Ruka-Tsubasa hendak melarikan diri dari markas Z. Bisa dibilang itu adalah kehilangan pertama Mikan sejak datang ke Akademi Alice.
Kedua adalah saat kilas balik masa lalu Natsume dengan Ruka yang akhirnya setuju pergi ke Akademi Alice.
Ketiga adalah saat terakhir sebelum Yuka benaran tewas. Itu siapa sih yang potong bawang?
Keempat adalah saat Mikan 'lulus' dan seluruh murid Akademi mengantarnya keluar gerbang.
Banyak adegan yang membuat hati Blogger terenyuh, tapi mau berapa kali baca ya tetap meweknya dikeempat adegan itu.

Karakter favorit Blogger adalah Ando Tsubasa, dari pertama kali baca sampai yang keempat, tetap Tsubasa. Dia sosok pelindungnya Mikan banget. Blogger gak ngeship Tsubasa x Mikan, sama sekali enggak, tapi ya itulah, Blogger sangat lega tiap kali Tsubasa muncul apalagi saat dia datang pada Mikan. Lagipula, jika bukan karena Tsubasa, Mikan gak bakal kepikiran soal dodgeball, gak bakal kepikiran untuk mempelajari gaya soal ujian tiap guru saat ulangan semester, bahkan di awal pertemuan pun karena Tsubasa nolong Mikan dari kakaknya Permy.

Kalau gak salah ada sekuel (atau semacam spin off?) yang berpusat pada adik (atau sepupu? Pokoknya marganya sama) Tsubasa. Blogger dan sejumlah penggemar Gakuen Alice antusias sekaligus kecewa. Antusias karena ada karya lain yang berhubungan dengan Gakuen Alice, kecewa karena cerita yang diusung bukanlah tentang Mikan-Natsume-Ruka yang mencari Hotaru. Memang tidak mesti semua cerita harus berakhir bahagia secara eksplisit, tapi ya begitulah.

Jika hanya mengandalkan artwork dan sinopsis, Blogger gak yakin bakal kebaca manga ini (terimakasih kepada Hanalala). Tapi berkat manga ini, Blogger bisa punya banyak inspirasi saat menulis novel. Bahkan ketika baca yang keempat kali ini, blogger baru ngeh bahwa ada dua karakter orisinil Blogger yang sangat membayangi tokoh Tsubasa dan Harada Misaki tapi hanya soal keperawakannya saja.

Jika kamu ingin baca manga ini, silakan, tapi jangan cepat bosan karena Arc-nya baru akan tidak ringan ketika Arc Z. Jangan rewel soal umur para tokoh juga, karena nanti jadi tidak bisa menikmati jalan ceritanya. Jika memang berminat baca manganya, tidak usah pemanasan dengan nonton animenya, karena animenya ngaco (akan ditulis di entri lain), tapi kalau mau nonton ya silakan tapi animenya kelewat ringan dibanding versi manga.

Anime Gakuen Alice beda dengan manga-nya

Blogger sudah empat kali baca manganya, dan baru dua kali nonton animenya. Sejarah Blogger kenal manganya sudah dibahas di entri sebelumnya ya, jadi kali ini Blogger akan ngomongin animenya. Blogger bisa tahu anime Gakuen alice dari seorang teman dekat zaman SMA tahun 2010. Saat itu Blogger bahkan belum pernah manganya dari awal sampai akhir, hanya baca berdasarkan Hanalala serta tankoubon yang Blogger punya di rumah saat itu, dan pengetahuan (lompat-lompat) Blogger di fandom ini hanya sampai saat Mikan-Natsume-Ruka-Tsubasa hendak kabur dari markas Z. Ketika Blogger ngobrol dengan teman Blogger yang ternyata demen Gakuen Alice, dia cerita bahwa sangat kecewa dengan animenya karena tidak sesuai. Blogger kaget saat tahu ternyata ada animenya. Saat itu Blogger gak kayak sekarang yang ingin baca sampai habis dulu lalu nonton, jadinya walau belum baca sampai chapter terbarunya, Blogger memutuskan nonton cari dan nonton animenya.

Hasilnya?

KACAU BEDA BANGET.

Oke, gak jelek sih. Inti utamanya sejauh yang diadaptasi menjadi anime cukup sesuai. Tapi bagi yang tergila-gila dengan manganya jelas akan kecewa dengan anime, apalagi jika pembaca manganya sudah baca sampai tamat lalu baru mulai nonton animenya (yang mana baru bisa dilakukan di akhir 2013).

Perubahan detil kecil-kecil masih bisa dimaklumi. Seperti, dari episode satu, yang Natsume rampas dari Mikan adalah roknya, sedangkan di manga adalah celana dalamnya. Itu perubahan kecil, tapi tidak begitu berpengaruh dengan plot selanjutnya. Lagipula, Blogger pikir Kreator anime menargetkan anime ini untuk anak-anak, jadi sebisa mungkin yang ditambilkan dibuat 'aman'.
Tapi Blogger pribadi tidak suka perubahan pada bagian dodgeball. Di manga, seluruh siswa kelas Mikan ikut main, dengan tim Mikan yang jumlahnya bisa dihitung jari. Di anime, yang main hanya sebagian, sisanya nonton, padahal tujuan dari permainan ini adalah mendekatkan diri dengan SELURUH anggota kelas. Perubahan tentang penggunaan alice di anime masih oke, maksudnya biar sekalian memperlihatkan alice apa saja yang ada, tapi Blogger kurang suka eksekusi dodgeball di anime.
Perubahan lain yang Blogger tidak suka adalah mempertemukan Mikan dengan Noda lebih cepat dari yang seharusnya. Memang tidak langsung diperkenalkan, tapi Blogger kurang suka aja.
Contoh lain yang Blogger tidak suka adalah ketika Mikan kasih Howalon terakhirnya pada Natsume, padahal di manga itu untuk kakeknya.

Beberapa tambahan adegan pun tidak buruk menurut Blogger. Banyak adegan yang tidak ada di manga, tapi bisa menjadi 'jembatan' yang pas menuju adegan canon, atau adegan tersebut seakan menjadi 'di balik layar' dari adegan canon di manga, atau adegan tersebut adalah pendukung apa yang terjadi di canon.
Contoh adegan eksklusif anime yang Blogger suka adalah menjelang festival, Tsubasa dan rekan-rekannya samperin Jinno agar dapat izin ikut serta. Festival Alice adalah Arc tersendiri di manga, dan diadaptasi ke anime, tapi adegan Tsubasa itu gak ada. Blogger suka akan tambahan adegan ini karena menunjukkan kepedulian dan kecerdasan Tsubasa.
Contoh adegan lain adalah saat Narumi kumpulin guru-guru lain untuk ngomong tentang surat dari Kakeknya Mikan.
Contoh lain lagi adalah tambahan perbedaan fasilitas level bintang di akademi. Di manga juga ada, tapi kalau tidak salah hanya sekedar tentang kamar, jatah makan, dan uang jajan. Di anime lebih kejam, yakni ada soal westafel dan tugas bersih-bersih.

Seperti yang Blogger sempat tulis sebelumnya, anime Gakue Alice mungkin dibuat dengan target penonton yang umurnya di bawah target pembaca manganya. Mungkin itu sebabnya anime ini dibuat menjadi lebih ceria, konflik yang ada dibuat lebih ringan walau diskriminasi level bintang tetap ada. Hubungan Mikan dengan Natsume dibuat lebih ringan dan tidak setegang yang ada di manga.
Tapi, sebab lainnya mungkin juga karena pihak Kreator anime tidak menyangka bahwa semakin kesini, Arc yang dibuat Tachibana Higuchi untuk manganya semakin intens dan berat.

Di Jepang, anime Gakuen Alice diputar dari akhir Oktober 2004 sampai tengah Mei 2005 sebanyak 26 episode, dan TAMPAKNYA dibuat tamat begitu saja, dengan episode 23-26 itu tidak ada di manga. Pada pertengahan Mei 2005 itu, tankoubon Gakuen Alice yang dirilis di Jepang memang baru sampai volume 7, yang chapter terakhir volume itu adalah tentang Mikan yang ketemu dengan Yuka untuk pertama kalinya. Itu memang Arc setelah ujian semester (setelah ujian, Iinchou dapat nilai tertinggi lalu pulang ke rumah selama seminggu, begitu balik ke akademi ternyata alicenya sudah dicuri), dan episode 21 adalah tentang ujian semester tersebut serta akhirannya langsung diperlihatkan bahwa Iinchou mendapat nilai tertinggi. Episode 22 tentang Bear dan Kaname itu memang ada di manga walau tidak seluruh adegan canon, tapi setelah-setelahnya itu tidak ada di manga, jadi seakan mereka nunggu sampai Arc alicenya Iinchou kecuri itu selesai kemudian baru mau digarap.
Masalahnya, episode 23-24-25 itu seperti Arc tersendiri. Jika menggunakan karakter eksklusif anime, Blogger tidak masalah. Jika menggunakan motif ekslusif anime, itu tidak masalah juga. Tapi ini tidak. Mereka masih pakai Reo untuk menarik Natsume gabung dengan Z, jadi seakan perpanjangan dari adegan Natsume yang diculik. Itu ngaco banget.

Episode 23, masa lalu Natsume cukup ngaco. Di manga masa lalu Natsume tentang insiden kebakaran itu bakal dibahas tapi nanti, sedangkan anime berasa sok tahu banget pengen duluan umbar masa lalu Natsume lalu ujung-ujungnya Mangaka bikin beda.
Episode 24, masa lalu Narumi-Reo-Yuka juga ngaco. Di manga memang sempat ada mereka bertiga bareng, tapi tidak seperti itu. Dan omong-omong, karena episode ini dibuat jauh sebelum manga umbar rahasia orangtua Mikan, jadinya anime melulu memberi petunjuk bahwa yang punya Nullification Alice adalah mamanya Mikan dan bukan papanya. Tapi di sisi lain episode ini cukup mendukung pada fakta setelah Mikan 'lulus' di menjelang tamat, ketika Jinno jadi Kepsek SD, Narumi dijadiin guru kelas Dangerous Ability.
Episode 25, bagian Reo pakai suaranya untuk gerakin para murid kemudian baikan dengan Narumi sebenarnya dipakai Mangaka tapi di bagian akhir. Di anime juga termasuk 'bagian akhir' sih karena episode setelahnya tamat. Tapi jalan ceritanya tidak sebahagia itu. Dan sekali lagi, masa lalu Narumi-Reo-Yuka tidak seperti itu. Okelah, Blogger paham saat itu bahkan nama Yukihira Izumi belum tersebut dalam manga, tapi pihak anime jangan sok berspekulasi begitulah.
Episode 26, sebenarnya itu bisa dianggap filler biasa, tapi latar waktunya sangat ngaco. Tidak masalah jika misalkan Mikan (yang di episode 21) harus ikut remedial. Tidak masalah jika misalkan Hotaru dikirapindah (toh di manga juga pernah kesebut tapi sambil lalu karena sedang Arc besar) sehingga Jinno seakan kasih izin Mikan kasih perpisahan dengan Hotaru. Tapiiii, kenapa di episode itu dianggap sebagai ujian kelulusan/kenaikan kelas?? Ngaco banget, padahal kelulusannya kelas Mikan versi manga itu adanya di menjelang akhir, setelah semua Arc besar lewat.
Blogger paham jika target anime ini untuk anak-anak, tapi jangan seenaknya ubah latar waktu dari canon sedangkan yang lain-lainnya tetap sama.
Jika misalkan setelah 14 tahun kemudian (tahun depan sudah 15 tahun) ada yang ambil alih untuk garap season 2, bisa saja dilanjutkan untuk adaptasi Arc Z dan seterusnya, dengan membuat seakan Hotaru tidak jadi pindah. Tapi yang kembali menjadi masalah adalah 'ujian kelulusan (SD)' yang ada di episode 26. Baik dilanjutkan atau tidak, anime ini latar waktunya ngaco.
Kemudian lagi, jika tidak dilanjutkan, apa fungsinya kenangan Yuka yang dilihat Noda itu ditampilkan dalam anime? Di manga, kenangan itu sangat penting bahkan ada Arc khususnya. Sedangkan di anime itu kilas baliknya bahkan ditampilkan sesekali, tapi anime ini selesai tanpa penjelasan apa-apa soal adegan itu.

Terakhir, ini masalah selera.
Blogger sangat tidak suka penggambaran Narumi versi anime. Entah ya, mungkin karena dibuat terlalu gemulai dibanding manga?
Penggambaran Jinno di anime juga Blogger kurang suka. Pertama karena kesannya Jinno jadi tua banget, kedua karena Jinno seperti tokoh antagonis banget padahal di manga hanya seperti guru yang menyebalkan tanpa hal-hal antagonis lainnya.
Sifat Ruka di anime juga Blogger kurang suka, mungkin karena di manga dia lebih pendiam dan lebih bisa tahan emosi.
Hubungan Natsume dengan Mikan yang dibuat lebih dekat dari seharusnya (di awal manga) juga Blogger gak suka, ketara banget Kreator pengen cepet-cepet satuin kedua anak ini di anime.

Terakhir lagi.
Sebenarnya sebagai anime tersendiri, ini cukup baik dan menghibur. Tuntutan untuk kelanjutan season setelahnya akan lebih besar karena adanya kenangan yang dilihat oleh Noda, Reo yang melulu ngomong tentang 'perempuan itu', serta tentang sosok Persona, dan apalagi tentang rumor bahwa Natsume adalah pembunuh. Tapi sebagai anime yang diadaptasi dari manga, ini bukan contoh yang baik. Tidak jelek (justru ada hal-hal baik seperti beberapa adegan pendukung), tapi penggemar manga pasti kecewa.