Selasa, 16 Maret 2021

Boruto episode 190

 Lanjutan dari episode sebelumnya, tapi di skip jadinya mereka sudah langsung balik ke lab.

Waktu tahu Kawaki manusia buatan, jelas Katasuka-lah yang paling semangat. Wajar, karena memang ini bidangnya. Tapi Blogger seneng sih, karena kan memang tokoh Katasuke kan memang bukan tokoh baru di serial ini, akhirnya dia dapet Arc dimana dialah yang menjadi orang penting. Boruto tetap tokoh utama, tapi tokoh Katasuke-lah sentralnya.

Untungnya Kawaki langsung melakukan aksi kabur di episode ini, karena berarti progressnya jadi jelas. Adegan dia nabrak petugas dan ngambil barang, itu sebenarnya gampang ketebak banget, apalagi kalau sudah sering nonton yang punya adegan kayak gitu. Lebih lagi diperlihatkan bahwa Kawaki mendengar pembicaraan petugas tentang barang yang bisa meledak itu.

Tapi Blogger juga seneng ketika melihat Sumire lagi, soalnya dia salah satu tokoh eksklusif serial Boruto yang gak ada hubungannya dengan serial Naruto. Jadi semoga episode depan yang jadi sentral pengejaran Kawaki adalah Sumire.

Boruto episode 189

 Ciieee dua minggu kemudian baru nongol lagi ciieee

Ehem.

Episode ini lanjutan langsung dari episode kemarin. Iyalah.

Gak begitu banyak hal yang terjadi di episode 189, apalagi kalau gak salah adegannya hanya full di area Boruto. Yang paling mencolok mungkin adalah tentang kekuatan dahsyat Kawaki tapi orangnya sendiri aja mengaku gak suka dan bilang kekuatan itu bukan miliknya. Adegan mencolok lain berhubungan dengan judul episode itu sendiri, yakni resonansi, dalam hal ini adalah tanda pada Boruto bereaksi saat Kawaki menggunakan kekuatannya.

Karena dulu sudah pernah baca manganya duluan, maka pasti bakal terlalu banyak episode ke depannya untuk sampai tiba ke penjelasan utuh tentang Karma. Karena, yah, pasti filler bermunculan walau mungkin akan sulit diselipin kalau Kawaki udah dibawa ke Konoha.

Senin, 01 Maret 2021

Boruto episode 188

Akhirnya Kawaki resmi muncul setelah kemarin hanya sesaat dalam keadaan gak sadarkan diri. Dan bahkan dikasih masa lalunya pula, walau hanya sedikit dan yang hanya berhubungan dengan Garo yang disuruh Delta seret balik Kawaki.

Pertempuran di masa present hanya ada di sedikit menjelang akhir, itu pun karena muncul Garo, sisanya ada di masa lalu dan itu pun gak banyak.

Gak begitu ada yang bisa Blogger bacotin di episode ini, mungkin karena masih pengenalan Kawaki. Eh tapi ketidakawasan Boruto yang main lompat turun untuk lihat keadaan Kawaki padahal udah diperingati Konohamaru itu persis banget dengan Naruto versi umur 12 tahun ya.

Minggu, 28 Februari 2021

Detective Conan episode 999

Filler. Dan kebiasaan filler salah satunya adalah tarian aneh Kogoro kalau dibius Conan. Kebiasaan yang jelas yang ada di filler lainnya adalah minimnya tersangka. Selain itu, karena hanya satu bagian, motifnya sangat jelas bahkan dari menit pertama.


Melihat judul, dari preview yang ada di episode kemarin sudah jelas banget siapa yang bakal jadi korban dan yang mana yang jadi tersangka. Tapi Blogger kirain saat itu korban memang orang baik yang disalahsangkakan oleh pelaku. Ketika nonton episode yang sesungguhnya, wajarlah semua 'korban' dari si Korban ini membencinya. Pasalnya, Korban sama sekali tidak membantu, ia hanya menilai kebenaran dari apa yang dia duga. Masalahnya, tindakan ini tidak bisa kena jerat hukum, kecuali kalau ada yang mengguggatnya atas dasar perilaku tidak menyenangkan yang sepertinya tidak ada bukti pasti. Jadi daripada menolong orang, dia lebih kepada sok ikut campur dan merepotkan orang lain, seperti judulnya. Iyalah, ada orang yang kerjaannya terhambat gara-gara lu membuat dia harus berurusan dengan polisi. Brengsek emang makhluk kayak gitu.

Ehem. Balik ke kasus.

Pelaku 1 batal bunuh. Tapi karena baru setengah episode, sudah pasti akan ada Pelaku 2 yang membunuh sehingga Pelaku 1 bakal bingung. Saat Pelaku 2 kasih kesaksian, Blogger udah tahu aja dia pelakunya, padahal Blogger berharapnya pelaku adalah pelayan restoran. Tapi alasan balas dendam Pelaku 2 sebenarnya cukup baik, biar maksudnya episode ini jangan monoton dari awal sampai akhir.

Bagian epilog, terutama di zaman sekarang, itu bener banget. Karena banyak modus ini-itu, jelas orang jadi gak mau percaya untuk dibaikin orang tak dikenal sebab mencurigakan. Alhasil, kasian orang baik yang memang tulus mau bantuin tapi malah jadi dicap jelek. Gak nolong, dibilang gak punya hati dan disinisin. Nolong, dicurigain dan bahkan mungkin bisa berurusan sama polisi. Reseh ah.

Senin, 22 Februari 2021

Boruto episode 187

 AKHIRNYA DIA TAMPIL BENERAAAANN wkwkwk

Dan karena cliffhanger, jelaslah episode depan bukan mendadakn filler.

Oke, ehem.

Tentang Koji itu, sebenarnya Blogger punya beberapa spekulasi, tapi gak berani dibacotin disini, takutnya ngaco luar biasa. Entaran aja ya, kalau udah lebih jelas tentang siapa dia barulah Blogger bacotin lebih lanjut.

Gak begitu ada yang mau Blogger omongin tentang episode ini. Maksudnya, kalau soal Koji, spekulasinya udah ada di otak Blogger. Tentang Kawaki, udah ada di kalimat pertama. Eh iya, tentang tanda di tangan Boruto, kalau gak salah dulu Sasuke pernah bilang untuk kontak dia kalau ada sesuatu berhubungan dengan itu kan? Jadi mungkin setelah mereka kembali ke desa maka akan ada adegan dengan Sasuke (Blogger sudah sempat baca manganya, tapi karena udah dari kapan tahu, sekarang lupa).

Oh iya:


 Jadi kangen Kakashi tuh gimana ya.

Boruto episode 186

Yah jadi kebiasaan jeda seminggu baru nonton Boruto, padahal Detective Conan masih aman wkwkwk.

Episode ini, terutama gara-gara judulnya, kalau bagian akhirnya gak ada mungkin gak bakal terasa bahwa ini masih bagian dari Arc Kara. Malah, dari episode-episode kemarin, dimulai dari tanding Naruto vs Boruto, ini seperti pemahaman Boruto mengenai teknologi ciptaan Katasuke, dan sebenarnya pesan untuk penonton pun bagus. Jadi inti dari pesannya adalah jangan nilai dari sekali kejadian. Pisau memang tajam dan bisa melukai orang lain, tapi pisau juga bisa dipakai untuk membantu menciptakan makanan yang enak. Jadinya tergantung ada di tangan siapa suatu barang. Dan pada episode ini, Boruto sudah paham.

Mengenai pertempuran melawan Ao, walau tidak begitu sama persis, tampaknya Boruto berhasil menggunakan trik yang dipakai bapaknya saat tanding. Memang jurus bayangan itu mungkin sekalian turunan Naruto, tapi disini kelihatan bahwa Boruto lebih cerdas daripada Naruto versi umur 12 tahun, mungkin karena dia keturunan Hinata juga. Saat dia pakai bunshin untuk ngelempar aslinya berkali-kali, Blogger jadi keinget gamenya (Naruto) di PS2 dong wkwkwk.

Ehem. Lanjut lagi. Mungkin karena hampir semua lawannya saat itu adalah anak umur 12 tahun, Ao jadi mudah menebak (sebagian) dari rencana Tim 7. Sebenarnya gak perlu Ao sih, Blogger juga mikir pasti Boruto lagi nunggu saat yang tepat untuk melancarkan serangan dadakan karena saat itu dia sedang tidak bersama rekan-rekannya. Akan tetapi, Blogger gak nyangka karena Ao gak ngeh bahwa yang dia tusuk adalah bunshin.

Mau bunshin atau enggak, memang sudah pasti diserang. Hanya mentang-mentang bukan tubuh asli, gak mungkin dibiarin lah. Eh tapi dugaan Blogger tentang pedang Chakra Boruto yang terlempar itu bener loh. Maksudnya, memang gak pasti, tapi ada kemungkinan besar bahwa Ao gak tahu bahwa alat itu (pedang Chakra) akan menyerap Chakra saat diaktifkan.

Omong-omong, tentang perasaan Ao, yah diceritakan dengan baik, Blogger jadi merasa kasihan dan 'memaklumi' keputusannya untuk ikut Kara. Tapi yang pengen Blogger singgung sedikit di paragraf ini adalah pada bagian dia bilang bahwa hampir mustahil ada orang yang bisa menyaingi kekuatan Naruto. Blogger rasa sebenarnya Naruto bukanlah Shinobi terkuat di universe serial ini. Dia kuat banget, iya, tapi bukan yang terkuat. Dan lagi, maaf aja, dia bisa sekuat itu juga gara-gara ada Kyuubi. Sekarang bayangin aja kalau Kyuubi gak ada, maka mungkin dia hanya jadi Shinobi yang normal aja. Atau, kalau Naruto versi sekarang, tiba-tiba Kyuubi gak ada, yaudah separuh jiwanya pergi ada hal-hal tertentu yang gak bisa dia lakukan lagi saat bertarung.

Secara garis besar, episode ini memang hanya menyerang balik Ao, sambil disertai pemahaman Boruto, serta kelanjutan soal Kara di bagian akhir.

Minggu, 21 Februari 2021

Detective Conan episode 998

 Filler. Pelakunya lumayan amatir pula, wkwkwk. Maksudnya, yah, persiapannya banyak tinggalin jejak seperti yang terutama adalah dia gak pake sarung tangan saat melakukan aksinya.

Awalnya Blogger pikir teori dari Megure dan Kogoro tentang kedua korban saling bunuh itu cukup menarik dan masuk akal. Kalau gak salah inget, kayaknya belum ada kasus yang bener seperti itu. Yah, walaupun sebenernya kalau memang bener kejadiannya seperti itu, kok rasanya gampang banget. Dan berhubung teori itu disampaikan bahkan sebelum pertengahan episode, penonton sudah bakal tahu bahwa hipotesa itu salah.

Karena tahu salah, Blogger jadi berpikir bahwa pelakunya ada pada kedua karyawan, karena memang gak ada tersangka lain yang disorot dalam episode ini---padahal Blogger kira, perempuan yang menemukan korban pertama kali itu bisa saja dijadikan tersangka. Terutama karena tiba-tiba Karyawan Perempuan cerita tentang bagaimana kedua korban ngomong ke Karyawan Perempuan dan Karyawan Laki tentang mereka berseteru dan jika terjadi apa-apa lantas perusahaan ada di tangan kedua karyawan itu. Kayaknya jadi jelas banget bahwa kedua karyawan ini pelakunya.

Tetapi Blogger urung lagi karena ketika Conan jabarin kejanggalan pakai suara Kogoro. Gara-garanya, Karyawan Perempuan mengiyakan jabaran kejanggalan itu, dengan kata lain dia turut berpastisipasi dalam pengungkapan kejadian. Bisa jadi itu hanyalah akting, tapi Blogger rasa dia gak bakal mau membuat polisi mendapat kebenaran bahwa dia terlibat. Makanya barulah Blogger kepikiran pelakunya Karyawan Laki. Udah telat sih, cuman selang gak sampai semenit sampai Conan kasihtahu pelakunya.

Dari episode ini, yang paling bikin geli adalah saus yang gak sengaja terpapar di ruang korban. Itu bukti yang bagus, sebenernya, apalagi Blogger jadi keinget kasus canon jadul yang berhubungan dengan bekas air di lipatan kemeja pelaku. Tapi, karena sausnya ada di dinding, yah, rasanya gimana gitu.