Senin, 09 Agustus 2021

Detective Conan episode 1010

 Filler.

 

Jangankan Conan, Blogger sendiri mikir tentang perlu atau enggaknya 'kasus' di episode ini dipecahkan, terutama karena ternyata di bagian akhir sebenarnya ini bukan sebuah kasus, melainkan kekepoan seorang fans demi memuaskan rasa keingintahuannya. 

Karena hanya satu bagian, jadi sudah jelas kasus yang dipecahkan gak bakal terlalu berat. Sekalipun tentang pembunuhan, tapi biasanya filler oneshot itu sangat ringan, jelas arahnya kemana walau kurang greget. Tetapi kasus ini, walau tampaknya jelas dari awal gak ada mayat-mayatan, terasa membosankan. Kalau ada Heiji pasti langsung disemprot.

Gak ada yang perlu terlalu dibacotin tentang episode ini, karena semuanya hanya dialog saja. Latarnya hanya di kantor Mouri, adegan lainnya merupakan kilas balik soal kekepoan pemohonan dan setelahnya ada Ran juga. Dan, mungkin karena tanpa dialog, episode ini berani menampilkan Sera.

Kogoro yang sedang kondisi 100% sadar aja gak begitu bagus daya pikirnya, apalagi saat mabuk? Dan bisa pas gitu dia bobok saking mabuknya, kasihan Conan wkwkwk. Eh tapi kalau pas Conan gak ada disana gimana ya? Hahahah.

Bagi penonton yang mengharapkan kasus greget, pasti bakal kecewa banget di episode ini. Filler-nya filler banget. Blogger juga kecewa sih, tapi kemudian berpikir bahwa gak semua kasus harus 'berat'. Yang namanya cerita misteri gak harus berat. Ringan kayak cari barang hilang tanpa berujung menemukan kasus lain (seperti yang biasa di DC adalah ditemukannya kasus berat terselubung) pun itu termasuk misteri. Bagi pemohon di episode ini, mungkin telepon soal makan dan kabur itu lumayan jadi kasus karena memang nyatanya aneh, dan tentang menyangkut artis itu mungkin jadi makin membuat pemohon penasaran. Itu wajar dan mungkin terjadi di dunia nyata. Walau, yah, geli banget saat dia gak terima bahwa idolanya airhead.

Jadi, walau memang yang namanya kasus atau cerita misteri itu gak masalah jika ringan, tetap saja rasanya sama capek hatinya dengan Conan untuk episode ini.

Sabtu, 07 Agustus 2021

Detective Conan episode 1009


 Filler, dan bahkan gak perlu repot-repot tampilin Kogoro. Megure gak ada dialog. Ai pun gak ada. Kasusnya selesai di hari yang sama tanpa ada adegan pembunuhan onscreen maupun memperlihatkan mayat, yang tangani kasus hanya original Detective Boys. Klasik filler.

Ketika Ayumi menemukan gelang yang putus, penonton langsung dikasihtahu bahwa ada kasus dibalik gelang tersebut lewat bagaimana Conan memerhatikan saksama sekitarnya, padahal sebenarnya belum tentu bekas ban dan noda itu berhubungan dengan gelang. Cuman mungkin yang Kreator ingin tonjolkan adalah tentang bagaimana Conan (Shinichi) sangat memerhatikan detil sekitarnya. Blogger pernah baca artikel di majalah tentang bagaiamana Conan dapat memecahkan kasus karena dia memerhatikan hal kecil, jauh berbeda dengan Kogoro yang menganggap banyak hal sebagai angin lalu.

Adegan tentang Ayumi-Genta-Mitsuhiko yang nyusul Conan setelah Conan bohong itu bukan hal baru, karena di canon pun ada. Dan sebenarnya, karena sudah sering seperti itu, wajar saja kalau ketiga bocah itu sudah hapal tabiat temannya.

Ketika mereka berpencar, penonton yang optimis akan merasa bahwa walau filler tapi setidaknya DB tanpa Conan sudah cukup berkembang. Oke, selain Genta. Jadi, Ayumi dengan blak-blakan ngomong ke Conan bahwa dia pikir tersangkanya berbohong sebab dia bisa mencium bau parfum korban. Sebenarnya bisa jadi Korban sengaja memakai parfum yang wanginya mudah dikenali bahkan sebelum dia tahu akan ada yang datang bawa gelang kakaknya, sehingga kebetulan saja Ayumi mencium bau itu di awal bertemu. Tetapi disini bisa dilihat bahwa Ayumi mencium aroma itu dan memroses dalam otaknya bahwa itu adalah bau yang pernah dia cium sebelumnya. Mitsuhiko pun bisa memerhatikan rak sepatu yang rapi tapi ada satu yang berantakan---kalau Kogoro lihat, kemungkinan akan dianggap lalu saja, tapi Mitsuhiko memberitahu Conan tentang itu padahal tetap ada kemungkinan bahwa jangan-jangan itu gak penting. Sayang banget perkembangan Ayumi dan Mitsuhiko ini ada di episode filler, karena itu berarti di canon mereka tetap tidak sebagus itu.

Yang membuat Blogger kembali kecewa pada ketiga bocah itu adalah tentang mereka ngomong keras tentang rencana penangkapan Pelaku padahal Conan sudah suruh mereka untuk jangan kemana-mana. Okelah kalau mereka punya rencana sendiri dan berniat menang dari Conan, tapi ya jangan diomongin kenceng-kenceng di dekat bilik Pelaku juga dong aduuuuhhh. Memang mereka masih bocah, masih tujuh tahun, tapi bahkan di dunia nyata anak umur tujuh tahun saja sudah tahu bagaimana cara berbisik woi! Tadinya Blogger pikir mereka ngomong kenceng itu karena ide dari Conan loh, jadi kayak akting gitu, tapi karena kameranya memperlihatkan ekspresi spontan ketiga bocah itu, yaudah fiks mereka payah.

Tentang kakak Korban, sepertinya mungkin masih hidup. Tidak ada kilas balik bahwa Pelaku bunuh kakak Korban loh, jadi mungkin hanya seperti disekap atau apa, karena dari awal pun Conan hanya bilang bahwa ada pertikaian. Hanya karena ada darah, bukan berarti pembunuhan, kan? Memang Pelaku mengatakan perkataan klise: 'akan kubawa kau ke tempat dia', seakan mengindikasi bahwa tempat yang dimaksud adalah alam lain alias akan dibunuh, tapi tidak ada adegan atau apa yang memperlihatkan bahwa kakak Korban memang sudah tidak ada. Penonton memang sudah diberitahu bahwa kakak Korban tidak pulang ke rumah sejak seminggu, tapi ya itulah, mungkin disekap atau bagaimana, karena di bagian akhir tidak ada pemberitahuan bahwa misalkan tubuh kakak Korban ditemukan dimana.

Detective Conan episode 1007-1008

 Tadinya Blogger mau langsung aja nonton Detective Conan terus dan baru tulis entri di episode terbarunya, tapi kayak gak afdol gitu. Terus sempet mikir bahwa toh ini filler melulu, apa nulis entrinya kalau canon aja ya? Yah, ngapain canon dibacotin, wong bisa dibaca di manga kok, jadinya mending filler aja gitu. Jadi daripada bingung, Blogger kejar aja. Dan padahal 2 episode ini Blogger nonton sesuai dengan tanggal tayang loh, baru nulis sekarang, dengan ingatan seadanya wkwkwk. Maap ya, selama 2 bulan lumayan depresi, sekarang masih tapi sudah mendingan lah.

Tentang episode 1007-1008 ini, konsepnya menyerupai movie DC, yakni tentang seperti ada kasus yang membuat insiden ini terjadi. Tapi disini malah ada pelaku yang kedua gitu. Di awal episode 1007 itu yang diperlihatkan adalah korban, jadi kalau bukan dari judulnya, Blogger akan kira ini hanya oneshot.

Sampai pertengahan, karena calon korban selanjutnya sekaligus para tersangka sangat jelas kenal satu sama lain (termasuk korban yang sudah kena), maka penonton akan langsung berpikir bahwa pelaku ada di antara mereka. Walau dibilang 'korban masa lampau' itu balas dendam, pikiran pertama Blogger adalah dia sebenarnya udah gak ada dan salah satu di antara tersangka sok 'balas dendam' bawa-bawa nama orang itu.

Tersangkanya brengsek semua sih, jelas saja korban mereka mau balas dendam.

Omong-omong, pemikiran Blogger tentang siapa pelakunya langsung berubah saat ada orang yang sapa Takagi saat di rumah sakit pertengahan episode 1007. Aneh aja gitu, tanpa ba-bi-bu, gak ada apa-apa, main tanya dengan polosnya kalau Takagi adalah polisi. Padahal sebenarnya kalau dia gak nyapa, mungkin gak bakal ada yang curiga. Dari situ makanya Blogger melihat konsep cerita ini mirip seperti konsep yang sering dipakai di movie DC.

Kasus di dua episode ini gak begitu seru atau menegangkan, biasa aja, tapi rapi. Sama sekali gak bikin geregetan, tapi semua yang terjadi tergambar dengan jelas.

Boruto episode 203 - 209

 Jadi sudah hampir 2 bulan Blogger gak nulis sama sekali disini ya, wkwkwk. Sedang mental breakdown banget selama 2 bulanan ini, bawaannya sedih dan sebal luar biasa, tapi ini gak ada hubungannya dengan pandemi kok. Mungkin ada, jadi kayak pandemi menyebabkan hal itu terjadi lalu nyambung ke apa yang Blogger alami. Tapi belum tentu juga kalau gak ada pandemi lantas Blogger gak depresi. Terus, gara-gara begitu, Blogger jadi sangat malas nonton Boruto, Detective Conan, dan on-going anime lainnya. Jadi Blogger gak bikin entri juga karena gak nonton, karena kalau nonton ada kemungkinan males ngetik dan ujungnya malah kelupaan, sedangkan nonton ulang tuh antrian nontonnya kebanyakan.

Jadi Blogger akan bacotin singkat aja tentang Boruto episode 203 sampai 209 di satu entri ini.

Selama 7 episode ini semuanya nyambung banget, dan untung Blogger nontonnya beruntun. Episode 203 itu dimulai dari munculnya Jigen, dan selama satu episode itu hanya tentang Naruto vs Jigen ditambah adegan sampingan yang berhubungan dengan mereka di waktu yang sama, disambung dengan Sasuke yang nyusul ke dimensi lai. Karakter Kawaki sudah jauh berubah dibanding saat pertama kali dibawa ke Konoha. Dan selama 7 episode itu karakter yang telah berubah itu sangat ditekankan, jadi bisa berkerjasama, memiliki emosi layaknya manusia, interaksi normal terutama dengan orang-orang sebaya, bahkan ada sesaat dia merendahkan hati kalau bareng Himawari.

Setelah Sasuke terpaksa meninggalkan Naruto, penonton hanya diperlihatkan dari sisi Konoha, tepatnya kediaman Uzumaki. Ya iyalah, mau ngapain sorot dimensi lain? Tangan palsu Kawaki menjadi penentu mereka tahu hidup-matinya Naruto, tapi Blogger bingung karena ketika mereka berhasil mengeluarkan Naruto dari kurungan itu, Naruto dalam kondisi tidak sadarkan diri, tapi kenapa tangan Kawaki masih nyambung? Padahal mereka tahu bahwa jika Naruto sedang tidur, maka tangan palsu Kawaki gak bakal berfungsi, dan ketika tangan Kawaki bekerja lagi anak itu bisa menyimpulkan bahwa tadinya lepas karena Hokage sempat pingsan. Lantas ketika dia sudah diselamatkan tapi tidak sadarkan diri sampai 2 hari di rumah sakit, kenapa tangan palsunya masih bisa bekerja?

Udah lama gak lihat Naruto dan Sasuke bertarung bareng, bikin kangen ih astaga. Mereka sampai babak belur saat lawan Jigen, sedih sih lihatnya, tapi jadi seneng sendiri kalau mengingat bagaimana relasi mereka di serial awal.

Keputusan BoruMitsuSara dan Kawaki untuk pergi ke dimensi lain berempat saja merupakan keputusan bodoh tapi sudah ketebak bahwa mereka akan melakukan itu. Memang mengejutkan bahwa ternyata Karma mereka dapat membuka pintu ke dimensi lain, tapi dibanding memaksa pergi berempat saja di detik itu, bukannya malah mendingan kirim bala bantuan yang lebih pasti? Toh, bukan Boruto dan Kawaki gak bisa buka dimensi itu lagi setelahnya kan? Mereka berempat masih bocah, dan mereka sudah dikasih tahu bahwa Sasuke saat ini babak belur walau gak dibilang habis dari dimensi yang sama dengan Boruto. Dan berdasarkan pengalaman saat lawan Delta, sebenarnya keberadaan para bocah yang sebenarnya bukan lemah itu malah menjadi 'pengganggu' dalam pertarungan karena orang dewasa gak bisa all out mengeluarkan tenaga serta harus fokus pada pertahanan biar bisa sekalian sigap melindungi bocah jika lawan memutuskan agar anak-anak dijadikan pancingan. Blogger paham mereka panik dan ingin segera menyelamatkan Hokage, tapi elu cuman 4 bocah astaga.

Empat bocah dan berhasil melawan Boro. Apakah itu berarti mereka kuat? Enggak, itu tetap keputusan bodoh. Blogger setuju Sarada jadi ketua, karena dialah yang berkepala dingin dan gaya bertarungnya bukan langsung terjang, kebalikan dengan Boruto dan Kawaki. Mitsuki berkepala dingin, tapi gaya bertarungnya menyerupai Boruto. Sarada punya Sharingan yang membuatnya memang harus tidak main tembak, dan menjadi ketua bisa membuatnya langsung mempertimbangkan apa yang harus dilakukan lewat informasi yang ada---Mitsuki jelas tidak bisa melakukan ini. Seandainya Sarada tidak punya Sharingan, ada kemungkinan juga bahwa Sarada tetap menjadi ketua yang sesuai untuk tim ini.

Dan tentang lawan Boro itu, ujung-ujungnya bukan Tim 7 juga yang menang tuh, tetapi sosok yang ada dalam Boruto yang mengalahkannya. Dengan kata lain, kemenangan itu bukan karena kekuatan Boruto dkk. Seandainya Boruto hanyalah Boruto dengan kekuatan Karma yang biasanya dia pakai, belum tentu mereka menang. 

Oh iya, Blogger suka dengan detil saat melawan Boro. Blogger gak perhatiin awalnya, sampai harus diundur dikit. Jadi Sarada dan Mitsuki mundur dan tarik Boruto-Kawaki yang gak bisa bergerak karena virus, setelah bisa bergerak lagi, mereka diskusi ini-itu. Setelahnya, sekilas diperlihat mereka habis menggunakan ikat kepala. Blogger baru sadar, ternyata daritadi mereka memang gak pakai ikat kepala karena bukan sedang misi. Dengan mereka pakai ikat kepala itu, berarti mereka sudah yakin untuk kerja sebagai tim. Pantas saja judul untuk episode itu adalah Tim 7 Baru. Sebenarnya di serial Boruto sendiri, tim Konohamaru itu sudah terbilang sebagai Tim 7 Baru, karena yang lama adalah timnya Kakashi. Tetapi episode ini mengarah pada yang paling baru. Saat awal lihat judul, Blogger sudah tahu ini pasti karena ada Kawaki. Tapi adegan mereka pakai ikat kepala (Kawaki gak punya tapinya), disitu barulah terasa judulnya.

Episode 209 itu adalah keputusan Kawaki. Karena dia sudah punya emosi dan tidak 'kosong' lagi, dia jadi dilema tentang apakah dia harus tetap di Konoha atau pergi. Terlihat jelas dia suka dengan 'keluarga' barunya, dengan lingkungan tempat tinggalnya yang sekarang. Memang para Jonin dan terutama yang paling kelihatan adalah Shikamaru tetap memperlakukan dia dengan tidak hangat, tapi jelas di Konoha itu hidupnya lebih manusiawi dibanding saat bersama Kara atau bahkan saat bersama ayah kandungnya. Tapi di sisi lain, karena sudah punya perasaan, Kawaki tahu kehadirannya bisa membuat orang lain terluka. Itu perubahan besar loh.

Selama 7 episode ini, diperlihatkan bahwa Shikamaru tidak lagi orang yang malas-malasan seperti yang ada di serial Naruto, juga tidak hanya pribadi yang menganggap ini-itu merepotkan secara terang-terangan. Dibilang karena sudah dewasa juga, buktinya sesekali diperlihatkan kesantaiannya kok. Tapi karena Arc ini penting, terutama karena Naruto sempat hilang, Shikamaru jadi harus ambil alih. Mengingat relasi ShikaNaru selama serial awal, Blogger jadi suka banget. Dari dulu udah seneng Shikamaru sih, tapi yang sekarang jadi tambah respek aja.

Kedekatan Kawaki dengan Himawari cukup mengawatirkan Inojin x Himawari shipper ya, wkwkwk. Himawari mungkin karena masih kecil, jadi mau hangat dengan siapa saja. Inojin bukan pernah ada adegan dia dekat dengan Himawari kok, sebenarnya, cuman karena pernah ada kontes gambar yang dimenangi Himawari saja. Tapi relasi Kawaki dengan Himawari jauh lebih jelas dan benar ada on-screen. Kawaki yang sejak awal kedatangannya di kediaman Uzumaki itu sangat sangar, bisa menekan kesangarannya pada Himawari. Dengan kata lain, dari semua orang di Konoha, Himawari adalah manusia pertama yang Kawaki berikan kelembutan secara tidak langsung. Entah karena dia satu-satunya anak kecil yang dia temui sejauh itu atau gimana.

Omong-omong, Jigen pinter ya, di episode 203 itu dia datang ke kediaman Uzumaki ketika Hinata dan Himawari sedang keluar. Bayangkan aja jika keduanya ada di rumah, kerusakannya pasti lebih parah, serta yang terluka akan lebih parah. Tapi pas Jigen dateng itu, Hina-Hima sudah keluar rumah. Bahkan Jigen berinisiatif tendang Naruto keluar dari ruangan rumah lalu mereka bertarung di sana. Padahal bisa aja Jigen langsung serang disana, membiarkan rumah berantakan. Entah memang ternyata Jigen masih punya adab, atau Kreatornya gak mikirin kesana, atau Jigen itu tipikal Voldemort yang nunggu Harry Potter selesain 6 tahun sekolah di Hogwarts terus baru invasi besar-besaran di tahun ke 7. Beda fandom woi.

Terakhir, Blogger gak tahu kapan versi manganya dirilis (Blogger udah gak ikutin manganya) (yang pasti sudah lewat lah), tapi adegan tentang Boro bisa mengendalikan virus itu sangat 'dekat' dengan kehidupan nyata sekarang yang sedang pandemi. Ngeri sih, membayangkan tentang ada virus mematikan sehingga warga mulai mencari mukjizat, munculah orang yang bisa menyembuhkan mereka padahal itu adalah orang yang sama dengan yang sebar virus. Dia gak bohong, tapi dia jadi bisa mengumpulkan pelayan untuknya. Mengerikan, tapi bukan mustahil. Dengan keadaan nyata sekarang, rasanya jadi ngeri jika itu benar terjadi.

Semoga pandemi ini segera berakhir. Vaksin yuk, hindari kerumunan. Jangan koar-koar berharap pandemi selesai kalau anda masih berkerumunan. Semoga tidak ada 'Boro' dalam dunia nyata.

Selasa, 08 Juni 2021

Boruto episode 202

 Awalnya Blogger kira episode ini hanya akan berlatar di tempat Boro dan Sasuke, tanpa latar Konoha kecuali beberapa detik di akhir, tapi ternyata setelah 15 menit sempat ada adegan tentang Boruto dengan Mitsuki sebentar yang sebenarnya tidak penting.

Perkembangan informasi tentang Boro sangat lambat di episode ini, tapi bukannya gak ada. Sebaliknya tentang apa yang Sasuke temukan disana malah banyak sampai tidak ada penjelasan secara langsung. Dan entah Sasuke yang terlalu jago menutupi auranya, tapi Blogger bingung kenapa Jigen sama sekali gak ngeh bahwa ada orang lain disana.

Kalau Boruto menjadi wadah yang akhirnya dipilih secara paksa, agak sedih ya, mengingat dulu bapaknya juga seorang wadah tapi dengan kasus yang berbeda.

Akhirnya Koji disinggung lagi, dan tampaknya bakal benar muncul untuk episode depan. Blogger gak ngerti rencana dia disana. Beda dengan Delta yang maju tanpa persiapan, Koji malah gak ngapa-ngapain sehingga tidak ada informasi baru apa-apa tentang tokoh ini.

Senin, 31 Mei 2021

Boruto episode 201

 Sekitar setengah awal episode ini isinya hanya Kyuubi ngomong ke Kawaki tentang kemiripan Kawaki dengan Naruto. Sebelum Kawaki ngomong pun, Blogger sudah berpikira bahwa memang Naruto bisa sekuat itu karena ada Kyuubi dalam tubuhnya. Iyalah, Chakra-nya itu lho. Sekalipun dia punya darah Namikaze dan Uzumaki, tetap aja Chakra Kyuubi berpengaruh besar dalam kekuatan fisiknya. Sama aja seperti Kakashi---oke tunggu, Blogger masih bucinin Kakashi banget tapi pikir aja pakai logika, mana bisa Kakashi bisa pakai sebanyak jurus itu kalau bukan dia sempet punya Sharingan? Bisa aja dia belajar, tapi dia gak bakal bisa kopi begitu kalau bukan karena Sharingan-nya Obito.

Balik ke Kawaki. Entah Animator sengaja atau enggak karena angle-nya hanya dari samping, tapi air mata Kawaki hanya keluar dari (kalau gak salah) mata sebelah kiri. Memang tangan kanan Kawaki sedang gak ada, tapi apakah itu berpengaruh dengan seluruh tubuh sebelah kanan?

Bagi Blogger agak aneh, tapi kenapa Boruto bisa gak tahu bahwa Sasuke sedang ada di Konoha? Blogger gak hitung sudah berapa lama, tapi sepertinya dari sejak Kawaki datang itu sudah lewat berapa malam deh. Walau dianggap bahwa Sarada, Sasuke, dan Naruto gak ngasihtahu Boruto, tapi rasanya agak ganjil aja kalau dia baru tahu sekarang.

Kayaknya Blogger sudah pernah singgung ini, tapi Blogger merasa bahwa Boruto sangat layak merasa cemburu pada Kawaki. Bertahun-tahun sejak Naruto jadi Hokage, Boruto berusaha mancing perhatian bapaknya. Tapi Kawaki yang baru datang langsung dapat perhatian penuh dari Naruto. Iya, paham, Kawaki berbahaya dan Hokage adalah orang yang tepat untuk mengawasi---Boruto pasti paham. Yang menjadi masalah adalah ketika Naruto sendirilah yang mengajari Kawaki, bahkan di episode ini Naruto bilanga bahwa Kawaki adalah muridnya. Sedangkan Boruto yang sudah lama ingin dilatih ayahnya, hanya bisa dapat waktu sesekali itu pun sebentar. Jelas bikin cemburu.

Tentang Sasuke, Blogger pun merasa dia adalah orang yang tepat untuk dikirim pergi. Dari penjelasan Sai mengenai titik tempat yang dia temukan, sudah sangat jelas sih. Mungkin Blogger terlewat, tapi sejauh ini di Konoha yang Blogger tahu punya kemampuan untuk pergi ya hanya Sasuke.

Senin, 24 Mei 2021

Boruto episode 200

 Ternyata memang kalau tokoh di pelem action mati, jika gak ada jasadnya, berarti belom tentu bener mati ya wkwkwk. Berarti disini Delta jadi kayak Pein dong ya, bedanya klon Pein dari tubuh orang yang pernah dia bunuh, sedangkan Delta benar-benar kopian. Blogger jadi penasaran kalau Kawaki tahu tentang kopian Delta, soalnya kalau pun Naruto benar bunuh Delta saat itu, toh kopiannya masih ada.

Kemarin-kemarin itu Kawaki belajar menjadi manusia, sekarang dia harus belajar menjadi ninja. Blogger sudah duga bahwa selama dia latihan ninjutsu itu pasti dia pakai Karma karena kebiasaan. Blogger gak ngerti sih, fungsi Mitsuki untuk ikut latihan itu apa. Senang juga bahwa Sasuke muncul di episode ini walau hanya ada di ruang Hokage dan sebentar bareng Sarada---tadinya Blogger kirain Sasuke dan Sarada itu nyusul ke tempat Kawaki loh, Blogger lupa kalau Sasuke udah janji mau ajarin Chidori ke Sarada.

Di bagian akhir itu Blogger sama sekali gak duga, tentang Kyuubi yang muncul. Melihat preview untuk episode berikutnya, mungkin akan ada kilas balik tentang Naruto.