Kamis, 29 Agustus 2019

In Space dan Megaranger

Walau kurang dijelaskan tentang umur, tapi memang Andros dan Zhane bukan anak SMA seperti TJ, Carlos, Ashley, dan Cassie. Sedangkan dari pihak Megaranger, Yuusaku adalah satu-satunya Ranger yang bukan murid SMA. Mungkin karena faktor seragam, tapi memang kehidupan anak SMA-nya Megaranger jauh lebih terasa dibanding In Space.

In Space, walau ngakunya masih SMA (mungkin setengah ke belakang maksudnya mereka sudah lulus di belakang layar?), tapi jarang diperlihatkan adegan mereka di sekolah. Sedangkan Megaranger, mereka kumpulnya di ruangan yang ada di sekolah, serta masih pakai seragam kemana-mana selain saat libur musim panas. Walau umurnya masih sama-sama SMA, vibenya jauh.

Tentang konflik di luar melawan monster, mungkin ini karena pihak PR menyesuaikan dengan footage SS, tapi konflik yang dialami Megaranger sebagai anak SMA lebih mengena daripada In Space. Beneran, konflik Megaranger sederhana tapi tetep ke-anak-SMA-an, sehingga ketika Kouichirou dan Chisato sedang ujian masuk universitas lalu monster dateng, dilemanya ikut terasa. Ketika Kubota menunduk meminta maaf saat sekolah dan warga menolak Ranger (ketika identitas Ranger terbongkar), Blogger turut sedih. Kalau Megaranger bukan anak SMA, rasanya akan beda.
Sedangkan konflik In Space normal-normal aja, gak ada kesan anak SMA. Sedikit-sedikit ada, lah, tapi ya jauh.

Bagian terbongkarnya identitas Megaranger membuat Blogger kepikiran tentang Power Rangers. Gini, sampai In Space sekalipun, antagonis semua tahu identitas di balik helm Ranger. Tapi dari generasi Rita Repulsa sendiri gak kepikiran untuk kirim monster di tengah kelas ketika jam sekolah berlangsung. Iya, footage SS gak ada, tapi sebagai penonton kalau gak peduliin tentang footage Jepang saat nonton PR bakal kepikiran. Dari zaman Rita pun, monster gak nyerang ke rumah Ranger padahal tahu rumah mereka. Jadi kontras banget dengan sikap antagonis Carranger dan Megaranger (Blogger gak tahu yang lain), yang sangat berusaha untuk cari tahu sosok asli Ranger kemudian menghancurkan markas ketika tahu identitas mereka.

Power Rangers sangat dipuja warganya, makanya ketika Astronema tanya keberadaan Ranger, warga beramai-ramai ngaku. Lalu ketika TJ, Carlos, Cassie, dan Ashley ngaku sebagai Ranger sesungguhnya, mereka enggak brengsek seperti yang terjadi di Megaranger. Malah, Skull dan Bulk-lah yang menjadi pioner warga untuk bantu Ranger serang foot soldier Astronema.

Omong-omong tentang foot soldier, In Space itu orisinil. Memang pernah ada pakai footage Kunekune, tapi PR tetap bikin yang orisinil. Markas antagonis serta Astronema juga orisinil. Mungkin karena Hineler dan Shiborena humanoid, jadi PR harus bikin bos antagonis baru serta markasnya. Mungkin karena maksudnya sekalian, jadi foot soldiernya juga orisinil.

Ada beberapa episode In Space yang jalan ceritanya ikutin episode Megaranger, salah satunya pernah Blogger bahas di entri tersendiri (itu episode yang terparah untuk kategori ini). Tapi setidaknya selain episode dimana Cassie kirain identitas Ranger-nya ketahuan itu, In Space gak begitu jiplak episode Megaranger lainnya. Ikutin tema episodenya, iya, tapi gak sampai ini-itu terutama busananya juga diikutin. Seperti saat neneknya Ranger Kuning dateng, saat Ranger Biru amnesia, dan yang paling baik adalah ketika seorang anak kecil nemu foto Ranger di photobox. Blogger bisa bilang adegan photobox itu baik karena identitas yang ketahuan di Megaranger itu adalah Ranger Merah, sedangkan In Space mengubahnya menjadi Ranger Hitam, yah meskipun yang bawa mereka ke rumah sakit untuk tanya soal anak kecil itu sama-sama Ranger Kuning sih.

Penokohan dua tim Ranger ini gak begitu kontras, yang paling kontras mungkin dari Ranger Merah.
Kenta dengan Andros itu jauuuuuhhh banget. Satu ngelawak, satu serius banget apalagi di awal.
Kouichirou dengan Carlos gak begitu jauh. Mereka sama-sama pendiem, tapi Kouichirou lebih ke arah serius karena memang orangnya strict banget.
Shun dengan TJ cukup beda tapi gak sejauh Ranger Merah. Shun lebih digambarkan cool, sedangkan TJ walau maksudnya bukan selengekan tapi ramah.
Chisato dengan Ashley gak begitu kontras dalam segi apa pun. Tapi di serial masing-masing, penokohan Chisato lebih ditonjolkan daripada Ashley.
Miku dengan Cassie kontras. Satu digambarkan sebagai imut, yang satu sarkastik.

Sebagai satu serial sendiri, Megaranger jelas menang plotnya. Sedangkan In Space menangnya sebagai keseluruhan Power Rangers, apalagi dari pihak PR sempat mau tamatin PR di In Space makanya episode akhirnya seperti itu.

Selasa, 27 Agustus 2019

Megaranger kenapa gak hancurin Bibidebi?

Blogger bingung mau nulis apa untuk judul entri ini, jadinya yaudah deh tulis pertanyaan utama Blogger setiap kali nonton Denji Sentai Megaranger. FYI, ketika ngetik entri ini Blogger udah selesai nonton Megaranger, belum sampe film Gingaman vs Megaranger sih, tapi selama serialnya sendiri saja sudah cukup untuk membuat orang (atau mungkin hanya Blogger?) bertanya-tanya kenapa Megaranger gak hancurin Bibidebi tiap kali Si Mungil itu muncul?

Bibidebi adalah salah satu monster ciptaan Dr Hinelar yang sangat setia, dan walau tubuhnya kecil tapi termasuk salah satu musuh terakhir yang dihancurkan. Eh, itu bener ikut hancur gak sih? Kayaknya gak begitu diperlihatkan, tapi mari asumsikan saja dia benar ikut hancur setelah serialnya berakhir. Balik lagi, Bibidebi adalah monster terkecil di Megaranger, kalau gak salah, dan kalau para rayap gak dihitung satuan. Tubuhnya kecil, dan dia gak punya kekuatan untuk bertarung sama sekali. Satu-satunya kekuatan yang dia punya adalah menginjeksi virus agar monster ciptaan Dr Hinelar lainnya bisa menjadi raksasa. Simpel, tapi itu kekuatan yang sangat berguna untuk setiap antagonis.

Tapi, padahal penginjeksian virus tersebut dilakukan di depan mata Ranger, lebih lagi Bibidebi itu nyamperin monsternya sambil MELEWATI Ranger. Padahal tahu fungsi Bibidebi, tapi kenapa Ranger gak langsung tembak di tempat? Iya ini film anak-anak, biar ada adegan bertarung pakai robot. Cuman, orang yang mikirnya lebih dari sekedar 'Ranger vs monster' saat nonton, jelas akan mikirin ini.

Sebenarnya gak hanya Bibidebi, zaman Acha dan Kocha di Ohranger pun juga sama. Tapi Acha dan Kocha masih lebih mending karena ceritanya mereka tidak datang dari arah Ranger, melainkan dari tempat lain.

Jadi untuk meraksasakan monster, kalau menurut Blogger mendingan jangan pakai pihak kedua. Mending pakai alat/sesuatu yang setiap monster bawa sendiri, atau bener dari jauh seperti zaman Rita Repulsa (itu Power Rangers, woi).

Senin, 26 Agustus 2019

Boruto episode 121

BONEKA SHUKAA-KU MUNCUL LAGI!!! //bukan


Blogger paham tentang alasan Gaara segel Shukaku, cuman Blogger kaget karena setelahnya kepala-tangan-kaki Shukaku muncul, jadinya kayak versi Shukaa-ku. Blogger gak begitu inget sifat Shukaku di serial Naruto, tapi gak nyangka aja dia versi kecil di serial ini santuy santai banget kesannya.

Boruto menjadi penghambat dua kali di episode ini.
Pertama saat adegan awal banget. Jadi ini adalah kelanjutan dari kemarin Sasuke terhisap ke dimensi lain. Blogger paham maksudnya Boruto pengen bales Otsutsuki, tapi dari episode kemarin itu Boruto benar-benar mengganggu pertarungan. Tahu Gaara masih ada disana, tahu bahkan Sasuke dan Gaara gak bisa tangani Otsutsuki, masih aja Boruto sok nekad mau nyerang. Karena Boruto ada disana, walau sesaat Gaara jadi alihin perhatian dari lawannya. Shinki ikut campur juga disini, sama aja gangguinnya sih, tapi Blogger masih bisa memaklumi karena Shinki anak Gaara, sedangkan Boruto 'hanya' murid dari Sasuke.
Kedua adalah saat dia ngebet pengen bantuin Kankurou di adegan terakhir. Iya, Blogger paham perasaan kebersamaan yang Boruto miliki, tapi dia harus profesional. Bukan berarti dia harus menjadi robot yang hanya menjalani perintah, tapi Boruto harus paham misi yang dikasih Gaara itu apa. Seandainya tugas mereka hanya pergi ke Konoha untuk menyampaikan pesan, okelah mereka tertahan disana sebentar untuk serang pengejar---tapi Blogger rasa seharusnya minimal salah satu tetap lanjutin perjalanan ke Konoha, tapi masih okelah kalau mereka bertiga tetap disana. Tapi misi mereka lebih dari sekedar menyampaikan pesan: mereka harus antar Shikaku secepatnya ke Konoha. Pengejar sudah pasti ada, makanya harus ada yang tinggal disana untuk menahan pengejar, sisanya lanjutin pergi ke Konoha bawa Shikaku. Tapi Boruto gak paham soal ini, jadi buang-buang waktu.
Gak masalah kalau Boruto dengan polosnya percaya Shikaku butuh buang air kecil, karena Blogger pun percaya aja tadi, toh memang selama ini dia gak pernah interaksi langsung dengan sejenis Shikaku kan?

Dibanding mirip Naruto dan Gaara, Blogger merasa Boruto dan Shinki itu lebih seperti Naruto dengan Sasuke. Karena Gaara gak ada duanya.

Minggu, 25 Agustus 2019

Manga 'No Exit', akhirnya 'exit'.

Akhirnya kelar juga di volume 14!

Blogger memang udah mikir kayaknya gak bakal sampai volume 20, bukan pesimis mikir manga ini gak panjang umur, tapi karena: pertama Haruhi Seta memang setahu Blogger belom pernah bikin manga sampai belasan volume (mungkin ada, tapi pengetahuan Blogger terbatas pada yang pernah diterbitkan dalam Nakayoshi), kedua kalau lama tamatnya berarti ceritanya muter-muter padahal tujuan para karakter dalam cerita ini adalah 'mencari jalan keluar'.
Jadi Blogger amat sangat lega karena akhirnya manga ini tamat. Perlu diketahui, Nakayoshi sudah tidak terbit di Indonesia sejak Januari 2016 (terakhir terbit Desember 2016), sedangkan saat itu manga No Exit (dan sejumlah manga lainnya disana) belum tamat. Blogger sampai bela-belain cek ke toko buku untuk cari takoubon No Exit dan beli dari volume 1 karena gak tahu chapter terakhirnya di Nakayoshi itu ada di tankoubon volume berapa (ternyata ada di bab terakhir volume 11), dan saat itu (entah gimana sekarang) manga online sama sekali tidak membantu karena mereka baru ada berapa belas chapter (kalau ada yang penasaran dan malas beli tankoubonnya yaudah cobain aja dulu di manga online).

⚠  AWAS  ADA  SPOILERS !!  ⚠

Iya, Blogger lega banget cerita ini tamat. Gak muter-muter, dan konsisten dengan judul 'No Exit' (ini adalah salah satu judul alternatif, tapi semua judul alternatif tersebut intinya adalah 'tidak ada jalan keluar'): anak-anak terkurung dalam suatu tempat dan berusaha sampai titik darah penghabisan (gak selebai ini juga, tapi lumayan lah) untuk bisa keluar. Jadi ketika mereka akhirnya bisa keluar, yaudah tamat.
Tapiiii, Blogger kecewa parah juga di volume terakhir.

Sebelum omongin tentang volume terakhir, berikut adalah sinopsis di belakang buku volume pertama sampai empat belas, biar tahu kurang lebih maksudnya cerita ini tentang apa:
  1. Ternyata sekolah impian itu, sebuah 'PENJARA'! Yuhi Akabane, seorang gadis 15 tahun yang bercita-cita menjadi seorang aktris. Impiannya akan segera terwujud karena ia diterima di 'D.A. Academy', sebuah sekolah yang sangat bergengsi, yang melatih murid-muridnya untuk menjadi artis. Banyak aktor dan aktris terkenal lulusan dari sekolah ini. Awalnya Yuhi sagat bersemangat, namun ia mulai merasakan sedikit keanehan. Apa yang terjadi dengan guru mereka, Otome Kasumi? Aktingnya menjadi terlalu realistis untuk dianggap sebagai akting. Segalanya menjadi sangat menyeramkan!
  2. Apa ini akting? Atau... Yuhi menentang Lady Queen dan terkurung dalam 'kelas penjinakan'. Semua tengah menunggu Yuhi kembali ke kelas, namun ada peraturan yang lebih keras, 'Semua musuh kecuali dirimu sendiri'. Dan seorang Yumika, teman dari masa lalu Yuhi, muncul sebagai musuh. Dengan begitu banyaknya pengkhianatan yang menakutkan dari orang-orang yang ia percayai, apakah Yuhi mampu bertahan?
  3. Malam ini kamu yang 'dihukum'. Lady Queen mengumumkan tema ke-3. Sebuah permainan menjadi detektif, mereka harus menebak, serta menangkap 'pelaku yang menyamar sebagai detektif'. Setiap hari mereka harus menunjuk satu orang. Namun, ternyata itu adalah 'permainan kematian', dalam permainan itu mereka harus 'menghukum' seseorang setiap harinya!!
  4. Alive or dead? Brain Game di sekolah? Kasus nyata yang harus diselesaikan Yuhi Akabane adalah 'kasus pembunuhan Sakura Takashiro'. Dalam penyelidikan kasus itu, Yuhi merasa kesal, sehingga ia mengambil tindakan yang bertentangan dengan perannya, kemudian ia dikirim ke 'ruang penyesalan'. Keluar dari ruang khusus itu, Yuhi yang sebelumnya selalu menggunakan cara yang tulus dari hati untuk mencari penjahat, berubah haluan. Ia menemukan petunjuk penting dari memo yang ditinggalkan oleh Mizuno. Dari situ Yuhi mencurigai orang yang paling tidak mungkin.
  5. Memilih ... untuk bertahan hidup... Yuhi dan Reiji yang tahu betapa buruknya kehidupan di Academy, kembali kesana untuk menyelamatkan teman-temannya. Tema keempat, 'Sugoroku Manusia' segera dimulai, 'Sugoroku manusia yang sesungguhnya'! Harus menendang saingan, lalu merebut keberuntungan, jika tidak bisa menyesuaikan diri dengan tujuan itu ... bisa berakhir dengan kematian? Bertahan hidup di neraka, segera dimulai!
  6. Selamat datang di 'Sugoroku manusia' yang sesungguhnya! Dan itu adalah pilihan hidup! 'Sugoroku manusia' adalah tema kali ini, tim yang kalah akan dikeluarkan dari sekolah. Karena kalah dalam pertarungan, akhirnya tim kucing yang tersisa tinggal Yuhi, Shizuka, dan Koruri yang berada dalam peti. Mereka harus mulai kembali dari titik start. Yumika yang dibuang harus diterima sebagai rekan mereka. Yuhi dan teman-temannya berusaha bangkit kembali, namun akhirnya mereka harus menanggung utang yang sangat besar, dan mereka pun berusaha mencapai garis finish.
  7. Clear? Game Over? Bertahan dengan wajah putus asa? Taktik terakhir yang terpikirkan oleh Yuhi adalah menjadi satu tim dan mencapai tujuan bersama-sama. Untuk itu mereka harus menyingkirkan rasa saling curiga. Apakah mereka berhasil mencapai garis akhir dengan selamat?
  8. Hukuman cambuk ... demi keadilan... Tema baru untuk anak kelas 3 adalah kehidupan di penjara D.A. Mereka dibagi menjadi 'sipir' dan 'tahanan', masing-masing harus terus berimprovisasi agar bisa bertahan hidup dan menjadi karakter yang berguna. Yuhi yang berperan sebagai kepala sipir, berusaha keras memimpin untuk mengendalikan para tahanan. Namun, hukuman para sipir untuk para tahanan semakin meningkat... Akhirnya para tahanan berontak, kemudian Sakura Takashiro, sosok pujaan yang selama ini ingin ditemui Yuhi, muncul di hadapannya!
  9. Mau kubuat lebih meriah lagi? Dalam tugasnya menjaga para tahanan, Yuhi bertemu lagi dengan Sakura. Sakura mendukung Yuhi sepenuh hatinya, dengan memberi saran yang bagus. Ketika Yuhi melakukan saran Sakura, ia merasa yakin akan baik-baik saja... Namun, ternyata semakin mematuhi Sakura, situasi semakin buruk... 
  10. Keberadaan diri sendiri menghilang... Ketika sadar, Yuhi telah diturunkan dari panggung, dan banyak 'Yuhi Akabane' yang mengelilinginya! Kemudian ada ketentuan, yang berhasil memainkan peran 'Yuhi' dengan lebih menarik, dia dianggap 'Yuhi' yang asli! Bahkan orangtua dan Sakura pun tidak mengenali perbedaannya! Akankah Yuhi kehilangan nama dan keberadaannya?
  11. Apakah kamu siap untuk mengetahui masa depan? Setelah mendapat kunci kartu dari ketua direktur, Yuhi mencoba berimprovisasi. Dari balik panggung, ia bisa melihat Yumika Kawai sedang dikejar-kejar di atas panggung, ia dituduh sebagai pengkhianat! Yuhi ingin menolongnya. Namun, seseorang mengaku sebagai Yumika awai yang asli! Ia telah kehilangan namanya sejak dua tahun yang lalu. Kebohongan macam apa ini?
  12. Bisakah kamu hidup sesuai dengan skenario? Tugas yang benar-benar spesial telah disiapkan! Sesuai skenario yang diberikan, setengah dari siswa dapat melarikan diri atau 'lulus', tetapi jika mereka gagal, mereka semua akan 'DO', dan satu orang akan tinggal di akademi. Untuk mencari kakak laki-lakinya yang hilang, Sakura memilih untuk menjadi satu orang tersebut dan berhadapan  dengan Lady Queen, tapi sesaat sebelum mereka melarikan diri, Lady Queen kembali muncul di hadapan mereka! Serangan Lady Queen sangat luar biasa, dan hampir sepenuhnya membuat mereka hancur! Namun, pada saat itu Sakura dengan lembutnya melindungi Yuhi...
  13. Kematian yang nyata!! Ada 'serigala' yang dikirim direktus untuk menghalangi Yuhi dan teman-temannya, yang sedang berusaha menyelesaikan tema khusus yang diberikan. Apakah harus ada yang dikorbankan agar bisa meloloskan diri dan lulus?! Lalu, Sakura yang menantang Lady Queen tiba-tiba menghilang, kemana dia? Kemudian ... "Lihat! Inilah kenyataannya!". Sebuah pemandangan yang membuat syok terbentang di hadapan Yuhi!
  14. Keputusasaan? Harapan? Pementasan bak neraka yang baru akan berhenti kalau ada yang mati, akhirnya usai!! Identitas sesungguhnya dari direktus pun terbongkar!! Sungguh kenyataan yang sangat keji, kondisi berubah secara tak terduga! Apakah ada 'pintu keluar' di ujung keputusasaan ini?! Inilah babak terakhir 'No Exit' yang mengejutkan dan mengharukan... Semua misteri terbongkar!!
(Kalau setelah ini ada yang berniat baca, Blogger akan beritahu bahwa memang artwork Haruhi Seta agak kurang mengundang selera apalagi kalau kamu demennya lihat manga shoujo yang imut-imut. Kalau bukan karena pernah muncul di Nakayoshi, mungkin Blogger gak sampai kena baca.)

Jadi intinya adalah tentang Yuhi yang masuk ke sekolah akting ternama, kaget karena dia dan semua murid lain harus berperan secara nyata. Kalau lepas dari peran tanpa izin, kena penalti yang gak tanggung-tanggung. Kamu baru bisa keluar kalau pihak sekolah menyatakan bahwa kamu sudah boleh debut. FYI, mereka akan berakting tanpa skenario sama sekali, hanya dikasih tema serta peran dan sifat peran. Jadi mereka harus improvisasi terus menerus.
Yuhi sendiri masuk sekolah akting ini selain karena ingin jadi aktris juga karena dia mencari kakak kelasnya yang sudah masuk sekolah ini duluan, namanya Sakura. Dan kebetulan para senior yang nanti sekelas dengan Yuhi kenal dengna Sakura ini, jadi perasaan mereka bisa menyatu apalagi ketika tokoh Sakura akhirnya muncul.

Dari Tema Detektif yang dimulai di akhir volume 2, sudah disebut tentang 'permainan serigala' (sebenernya baru bener disebut di volume 3 dan 4). Tapi ternyata dalam lingkaran pertemanan Yuhi itu benaran ada 'serigala', dan Reiji mungkin adalah orang pertama yang menyadari itu di awal volume 8. Ketahuan siapa serigalanya di volume 13 sih, tapi hebatnya, Haruhi Seta sudah kasih petunjuk pada pembaca sejak volume 2 saat Reiji komentar aura 'serigala' ini gelap. Saat itu Blogger juga anggap angin lalu aja sih, karena gak kepikiran bahwa ada 'serigala' di antara mereka. Ketika Lady Queen 'salah sebut' jumlah di volume 2 pun, Blogger gak ambil pusing karena gak hitung jumlah anak yang berbaris disana, siapa sangka Lady Queen melulu sebut jumlah murid itu hal penting---dan Reiji (mungkin) satu-satunya yang ngeh soal ini. Tapi ternyata mereka baru seriusin soal 'serigala' di volume 13. Ya gak masalah sih, gimana pun juga para tokoh lebih mengutamakan kebersamaan daripada cari siapa yang belang.

Volume 14, yang terakhir itu, cukup mengecewakan Blogger secara pribadi dari segi penjelasan dan penyelesaian. Para murid jelas dibebaskan dan dianggap lulus oleh masyarakat. Sekolah jelas ditutup, agak kecewa karena publik tidak tahu apa yang terjadi. Setahu Blogger, manga ini tidak ada unsur fantasi, supernatural, spiritual, dan sejenisnya, tapi bagian Yuhi sedang tidak sadarkan diri lalu dipanggil teman-temannya itulah yang membuat Blogger gak suka, kesannya kayak gak nyambung  karena tidak ada unsur supernatural (kecuali kalau sebenarnya ada tapi Blogger gak tangkap).
Penjelasan Aiko pun, oke masuk akal, tapi Blogger gak sreg aja.
Yang paling Blogger gak sreg adalah ketika Sakura cium Yuhi lalu Yuhi bangun. Iya ada percikan kemungkinan Yuhi suka Sakura lebih dari sekedar respek, tapi Blogger berharap ini lebih fokus ke misterinya, kecuali kalau memang Seta ingin mengembangkan cerita ke bagian hubungan Sakura dengan Yuhi (padahal akhirannya enggak digali), tapi memang dari awal gak ada unsur romance dalam cerita kecuali saat Yuhi digodain tentang Sakura. Mizuno dalam wujud Yuhi cium Sakura itu gak masalah, lah, bukan Blogger penganut slash tapi karena adegan itu maksudnya biar Mizuno menang kompetisi. Itu pendapat Blogger secara pribadi banget sih.

Tidak semua pertanyaan dari dalam maupun luar manga terjawab sampai tamat. Iya, tujuan Sakura terungkap, dan siapa kakaknya pun diperlihatkan. Tentang direktur akademi sudah pasti diperlihatkan siapa. Tentang nama D.A. Academy pun jadi ada penjelasannya.
Tapi, misteri internalnya dulu deh: Koruri pernah janji ke Yuhi bakal cerita kenapa angkatan Koruri dan Reiji ada kecanggungan, tapi gak pernah kesampaian---nah, jadi ceritanya gimana tuh?
Kemudian, mungkin cuman Blogger aja yang penasaran, tapi bagaimana cara Aiko mengubah kulit 'keriput' (karena memang umurnya bukan muda lagi) secara instan, detik itu juga, pada beberapa kesempatan? Benaran loh, adegannya masih sama, tapi bisa saat itu keriputnya muncul, lalu hilang lagi. Kemudian, tinggi badannya, okelah seumur hidup dia berperan menjadi banyak orang dalam hidupnya, tapi tinggi badannya naik-turun itu gimana? Selanjutnya tentang Yumika yang asli, Blogger sangat perlu penjelasan: apakah dari tahun ke tahun Aiko selalu menjadi 'serigala' dengan merebut salah satu identitas murid dan kebetulan saat itu yang kena adalah Yumika?
Lalu, katanya peran Mizuno dan Hayate sudah kena rebut, nah dua orang yang palsu itu dikemanakan (yang asli karena kalah jadinya dikurung dengan yang lain)? Kalau sesuai dengan aturan main yang ada berarti mereka gak pergi ke Utopia. Kalau dibuat menjadi murid angkatan selanjutnya berarti itu masih tahun depan. Kalau dibuat sebagai senior ... yah, Yuhi saat itu sudah jadi senior kan?
Yang paling parah sekarang alur waktu. Butuh beberapa minggu untuk angkatan Yuhi untuk naik ke kelas 3, tapi angkatan Reiji butuh dua tahun. Jomplang banget gak sih?

Sampai di bagian akhir, Blogger masih sangat nge-ship Yuhi dengan Reiji. Di volume 14 pun, mungkin cuman perasaan Blogger aja, tapi ada panel yang memperlihatkan bahwa Reiji cemburu lalu coba tarik perhatian Yuhi. Kalau genre romancenya digali sih mungkin Yuhi sudah dengan Sakura. Omong-omong, Blogger senang relasi pertemanan Reiji dengan Shizuka juga, apalagi sejak akhir volume 11.

Ehem.

Blogger gak tahu genre resmi dari Haruhi Seta itu apa, tapi yang Blogger tangkap terutama adalah thriller, drama, mystery. Karena pernah masuk Nakayoshi, berarti ini Shoujo juga. Kalau tertarik dengan sebangsa Tomodachi Game, Jinrou Game, dll, maka ini adalah versi halus-bangetnya.

Rabu, 21 Agustus 2019

Cinderella's Secret, a novel by Nuniek KR

Blogger gak tergila-gila dengan konsep Cinderella, tapi tertarik untuk membaca cerita dengan konsep ini karena jika pas ketemu penulis yang kreatifnya ampun-ampun jadinya keren banget---padahal tema utamanya 'hanyalah' kisa Cinderella yang diutak-atik. Antusiasme tersebut tetap ada untuk novel Indonesia. Kalau hanya andalin sinopsis memang gak kelihatan, tapi jika ada yang berani menggunakan nama 'Cinderella' ke dalam judulnya, Blogger langsung berasumsi cerita tersebut nyerempet ke modernisasi Cinderella.

Berikut adalah ovehan Blogger tentang novel ini.



Konfliknya jelas, drama yang terjadi juga ditulis dengan baik sehingga turut menyulut emosi saya saat membaca novel ini.

Tokoh Julia memang menyebalkan. Dia bukan antagonis, tapi Blogger paling tidak senang dengan tipikal manusia seperti Julia itu. Ia terlalu kepo, hobinya ekorin orang, melanggar privasi orang, dan tidak tahu diri. Mungkin dari dia itu sudah biasa, mungkin maksudnya dia ingin akrab dengan orang yang bersamanya. Tapi tidak semua orang bisa tahan menghadapi orang yang sikapnya seperti itu. Karena adanya tokoh inilah yang membuat Blogger bisa ikut tersulut emosi saat baca bagian interaksi Diana-Julia serta pemikiran Diana tentang Julia.

Menurut Blogger pribadi cerita ini cukup oke, tapi ada hal yang Blogger kurang suka, yakni:

 

  • Pertama, kompleksnya rahasia keluarga tokoh utama ini kurang dijelaskan dengan baik, mungkin jika novelnya lebih panjang akan jadi lebih baik soal penggambaran kekompleksan itu.
  • Kedua, tokoh Fairee terlalu 'maksa'. Tidak masalah jika ternyata dia juga anak adopsi, lalu menjadi antagonis karena pengaruh lingkungan keluarga angkatnya. Tidak masalah jika ketika dia tumbuh dalam keluarga angkat yang seperti itu, dia jadi sebal dengan Diana yang membesarkan masalah yang (bagi Fairee) sepele. Tapi menjadi 'maksa' ketika Penulis membuat Fairee dan Diana ternyata berasal dari rumah yatim-piatu yang sama. Mungkin bagi orang lain tidak masalah, tapi saya pribadi kurang senang dengan hal ini.
  • Terakhir, ini yang paling saya kurang suka: pemakaian nama 'Cinderella' pada judul. Tokoh Cinderella itu, mau di versi apa pun, adalah tokoh yang kehilangan ibunya sehingga ayahnya menikah dengan 'Ibu Tiri' yang turut membawa 'Saudari Tiri' ke rumahnya, lalu Cinderella diperlakukan semena-mena oleh Ibu dan Saudari Tirinya. Mungkin saya salah paham saat membaca novel ini, tapi di novel ini tokoh utama yang dianggap Cinderella adalah Diana, kan? Masalahnya, Diana sama sekali bukan Cinderella. Iya, ayahnya menikah lagi dan dia punya saudari tiri, tapi Diana lebih sesuai menjadi Drizella daripada Cinderella. Apakah ibu dan saudari tiri Diana menyiksa dan menjadikannya pembantu? Tidak, ibu tirinya tetap memasak untuk Diana, lalu Julia tidak main kasar dan menjahati Diana sama sekali. Apakah ibu dan saudari tiri Diana memaksanya pindah ke kamar lebih kecil? Tidak, Julia hanya memberi pilihan (yang diakunya 'bercanda' tapi maksa) pada Diana untuk pindah kamar atau satu sekolah (ujungnya Julia mendapatkan keduanya, makanya saya tidak suka dengan karakternya sama sekali), dan saat itu Diana memilih untuk pindah kamar. Jadi hidup Diana tidaklah sengsara sama sekali, perasaan sebalnya itulah yang membuat dia berpikir hidupnya menderita. Dibanding Diana, Julia-lah yang lebih sesuai dengan titel 'Cinderella'. Di poin ini, ada kemungkinan ternyata saya memang salah paham, mungkin novelis sebenarnya mencap Julia-nya sebagai Cinderella, bukan Diana seperti apa yang saya tangkap.

Untuk poin ketiga itu, mungkin karena Penulis ingin menyangkutpautkan dengan sinopsis di sampul belakang:

'Diana benci ibu dan adik tiri barunya, Tante Hesti dan Julia si manja. Mereka pengganggu! Apalagi Julia telah mencuri perhatian ayahnya, teman-temannya, bahkan orang yang dia suka! Diana membangun benteng tinggi dengan mereka. Ia ingin menunjukkan kuasanya di dalam rumah. Ia menganggap dirinya sebagai Cinderella revolusioner yang tidak teraniaya, dan justru dialah yang menganiaya keluarga tiri dengan caranya sendiri. Namun ternyata, rencana untuk menghancurkan mereka justru membawa rahasia tentang Diana sendiri….'

Iya, jadi di sinopsis Penulis bilang bahwa ini adalah kisah Cinderella yang baru, yang tidak dianiaya tapi menganiaya. Masalahnya, dalam kisah Cinderella, yang menganiaya adalah Ibu Tiri dan Saudara Tiri, kan? Okelah kalau ingin membuat kisah 'Cinderella' yang berkebalikan dengan 'konsep' umum. Tapi jika diberi judul "CINDERELLA's secret", itu tidak ada hubungannya dengan 'Cinderella revolusioner'.

Ini pendapat Blogger secara pribadi, terutama yang tentang judul itu. Memberi judul pada suatu karya memang sulit, iya, Blogger paham.

Selasa, 20 Agustus 2019

3 episode terakhir Megaranger

Yang identitasnya ketahuan siapa, yang tegang siapa. Benaran, saat akhir episode 48, walau sekilas, penonton bisa lihat bahwa identitas Ranger ketahuan musuh. Dampaknya ada di 3 episode terakhir: 49-51. Dan sambutan warga tentang identitas Ranger yang ketahuan ini cukup sangat berbeda dengan yang terjadi di akhir Power Rangers In Space.

Mungkin karena kelima anggota inti Megaranger ini benar masih anak SMA, jadi nyeseknya plus-plus. Maksudnya, sebelum ini ada Carranger, mereka dari umur mereka sudah besar, jadi ketika Pegasus dihancurkan, mereka bisa menyikapi ini dengan lebih lapang dada. Tapi Kenta dan keempat temannya masih anak-anak, dan sekolah adalah tempat yang mereka selalu datangi kedua setelah rumah masing-masing. Ketika sekolah menolak mereka, lalu rumah mereka dihancurkan, hati Blogger ikut terenyuh saat nonton.

Yang paling Blogger gak suka adalah sikap warga.

Oke, gini, Blogger juga sebel dengan pihak sekolah yang dengan mudah mengusir kelima Ranger. Walau menyebalkan dan gak adil, Blogger paham alasannya: kalau Ranger masih disitu maka monster (karena sudah tahu identitas mereka) akan datang menyerang kesitu. Sedangkan sekolah adalah tempat yang pasti untuk anak-anak berkumpul, jadi akan membuat banyak korban sampingan. Belum lagi mau seluas apa pun gedung dan area sekolah, karena banyak sekat dalam gedung maka properti sekolah bisa ada yang kena rusak jika bertarung disana. Blogger paham. Tapi itu tetap membuat Blogger gak seneng dengan sikap mereka.

Sekarang tentang warga disana, secara keseluruhan termasuk orang dari sekolah. Iya, Blogger paham juga bahwa mereka gak ingin ikut jadi korban saat Ranger bertarung lawan monster---siapa juga yang bakal mau kan? Cuman, ketika adegan Ibu-Anak diserang, Si Ibu ngomel tentang Megaranger yang belum datang selamatin mereka. Ketika Ranger datang untuk tolong, saat Miku tanya keadaan mereka, Si Ibu dengan ketus bilang jangan libatkan mereka dalam pertarungan. Brengsek bener. Udah bagus ditolong. Masalahnya kalau gak ditolong makin dihina lagi.

Kemudian, saat Kunekune datang serang saat warga ngusir Ranger yang Zord-nya sedang gak bisa digerakin, warga sangat brengsek. Mereka menyerukan 'tolong kami' lalu bilang 'pergi kalian' ke Ranger. Maunya apa sih?

Jadi mereka pengen aman dari monster, tapi cuman mau terima bersih. Kalau monster rusakin sesuatu, itu salah Ranger yang gak lawan monster sebelum kehancuran terjadi. Warga sendiri gak ada usaha---dan hal ini jauh kebalikan dari In Space. Jadi kondisi warga di season ini seperti orang Indonesia yang ngeluh kali banyak sampah sambil buang sampah ke kali. Ironis.

Puncak konflik sebagai satu serial Megaranger ini sangat baik. Dilema Ranger yang adalah para murid kelas 3 SMA ini bisa ikut dirasakan. Bagian akhir, Blogger seneng karena adegan Ranger kelulusan masih diselipin, karena Ranger bertarung di 3 episode akhir ini biar bisa lulus sekolah. Tapi, mungkin Blogger lebih ingin tambahan epilog soal orangtua mereka yang udah dievakuasi ke bulan, serta reaksi warga yang brengsek---karena walau sesaat, sekolah sudah terima mereka untuk kelulusan, entah gimana dengan warga yang lain.

Senin, 19 Agustus 2019

Boruto episode 120

Fiks, Uzumaki Boruto masuk dalam daftar tokoh yang Blogger amat sangat gak suka banget.


Blogger yakin tidak semua anak laki-laki umur 12 tahun, berarti seumuran tokoh Boruto, akan sangat tidak tahu diri seperti itu. Buktinya, para mantan murid Blogger yang sudah umur segitu, cowok pula, gak seresek itu. Blogger yakin di Jepang pun juga begitu, makanya Kreator bisa menciptakan karakter seperti Shikadai, Mitsuki, dan Sai.

Episode ini membuat Blogger makin gak suka dengan (tokoh) Boruto.
Gini. Okelah dia cemas karena Sasuke gak kunjung kasih kabar soal kapan tanggal latihan berikutnya--Boruto jadi kepikiran kalau gurunya lupa atau malah kenapa-kenapa. Tapi Blogger gak suka aja, karena HARUSNYA KALAU MEMANG SASUKE AKAN KASIH KABAR PENTING YA DIA BAKAL KASIHTAHU NARUTO ATAU KELUARGANYA DAN BUKAN BORUTO. ELU SIAPA HEH BAMBANG?! Gak peduli apakah Boruto murid nomor satu atau satu-satunya murid dari Sasuke, posisi itu gak ada artinya jika Sasuke akan mengirim pesan penting.

Kemudian dengan resehnya dia ingin tahu isi pesan dari Sasuke. Okelah Blogger juga penasaran isi pesannya. Tapi motifnya untuk tahu pesan itu adalah, dia pikir dia berhak tahu karena muridnya. WTF. Enggak gitu. Lu sama sekali gak berhak, Sarada yang adalah anaknya pun gak berhak juga, karena pesan tersebut dikirim ke tempat Hokage!

Selanjutnya dia ngebet nyusul Sasuke sendirian. Detik-detik sebelum bener dia ketemu langsung gurunya itu, dia sudah berasumsi sendiri bahwa Sasuke sedang terlibat dalam pertarungan. Terlepas tebakan dia benar apa enggak, harusnya Boruto sudah cukup besar untuk sadar bahwa kehadirannya yang sangat tiba-tiba itu bisa jadi gangguan untuk Sasuke. Ketika tebakannya benar, Boruto bukan nurut kata Sasuke untuk pergi, malah tetap ada disana. Sasuke kena serang dan keseret ke dimensi (?) lain setelahnya salah siapa? BORUTO! Kalau saat itu Boruto nurut, Sasuke gak bakal perlu sekalian lindungin muridnya, Sasuke bisa terus fokus menghadapi musuhnya. Terlepas sebenarnya Sasuke peduli pada Boruto atau enggak, kehadiran Boruto dalam arena pertarungan tersebut sangatlah mengganggu!

Emang sih, kalau sudah bagian dari plot mau gimana lagi. Tapi sebagai penonton ya Blogger jadi emosi sendiri. Dan enggak, Blogger bukan fangirlnya Sasuke sama sekali. Dari dulu Blogger teuteup setia sama Kakashi.

Walau berkesal-kesal-ria soal Boruto di episode ini, tetap ada satu bagian yang Blogger suka, yakni ketika Gaara dan Sasuke berdampingan melawan musuh. Itu hanya ada dalam beberapa detik, tapi cukup membuat Blogger seneng. Karena, inget ketika ujian Chuunin dan Sasuke harus lawan Gaara? Iya, Blogger nostalgia disana.