Senin, 03 Juni 2019

Boruto episode 109

Blogger gak tau apakah ini terjadi di belakang layar juga atau enggak, tapi Kakashi tidak membiarkan Mirai mendorong kursi roda Guy. Mungkin sebenernya mereka ganti-gantian atau apa, tapi yang pasti dari awal Arc, yang dorong kursi roda Guy adalah Kakashi. Lalu di episode ini, Kakashi sempat kembali OOC saat Guy lompat dari kursi dan mulai jalan pakai tangan. Blogger hampir lupa bahwa itu adalah Kakashi yang sama dengan yang pernah enggak begitu peduli dengan pertarungan sebagai rival yang pernah dipaksa Guy lakukan di serial Naruto. Tapi mungkin pertemanan antara Guy dan Kakashi makin lama semakin erat.

Ada yang bilang novelnya menjadikan Mirai dengan Kakashi dan Guy sebagai tokoh utama. Blogger pikir kayaknya lebih tepatnya Mirai yang jadi tokoh sentral, dengan Kakashi di belakangnya. Karena, dari awal sudah dilihatkan bahwa perjalanan Arc ini membuat Mirai sedikit-sedikit lebih mengenal Asuma lewat interaksinya dengan tokoh-tokoh yang muncul. Sedangkan Kakashi, walau sudah beberapa kali melawak (untuk penonton), dia menjadi tokoh pemandu Mirai dalam rangka mengenal Asuma. Dibanding Guy, Kakashi lebih tepat untuk posisi itu.

Yang membuat Blogger senang untuk episode ini adalah kemunculan Asuma di kilas balik, bahkan di detik pertama. Kilas balik dengan Shikamaru itu adegan asli di serial Naruto bukan sih? Blogger lupa. Terus kilas baliknya Choji? Blogger lupa juga. Pokoknya Blogger seneng karena walau sentralnya memang tentang Mirai tapi tokoh lain yang berhubungan dengan Asuma juga dikorek.

Blogger mengharapkan twist yang lebih besar tentang Tatsumi yang ternyata ingin ketemu ibunya lagi, apalagi karena tokoh ini muncul lebih dari satu-dua episode.

Ciieee di tease Kreator tentang maskless Kakashi ciieee


Beneran, Fei langsung ngeh ketika Kakashi dikasih minum, lalu dia minum di saat yang sama ketika Guy dituang minum. Jadi dari segi penonton, wajah polos Kakashi saat minum ditutup oleh lengan yang ngasih Guy minum. WOI KITA BUKAN MURID-MURID KAKASHI YANG DILARANG LIHAT WAJAHNYA ASTAGA.
Hahaha, tapi sempet-sempetnya Kreator godain penonton kayak gitu.

Minggu, 02 Juni 2019

es teh tawar hangat tanpa gula

Yang sering main internet lalu buka sosmed yang isinya banyak meme dan segala macem lucu-lucuan pasti udah gak asing dengan perkataan 'pesan es jeruk hangat satu!' atau sejenisnya. Rada lucu dan aneh ya, karena dia mau 'ES', tapi 'HANGAT'. Blogger gak tahu ada apa enggak, tapi berarti Si Pemesan pengen es yang hangat, kan? Atau kadang bukan pemesannya yang ngaco, melainkan daftar menunya.

Pertama kali Blogger lihat begitu, Blogger rada ketawa sih, lalu ya jadi nyengir biasa aja. Tapi belakangan Blogger mulai berpikir setidaknya ada tiga hal penyebab fenomena tersebut.

Contohnya adalah 'pesan ES TEH TAWAR HANGAT TANPA GULA'. Ada 'es' yang dalam hal minuman sudah berarti kebalikan dari 'hangat', lalu ada 'tawar' yang memang sudah pasti 'tanpa gula'. Padahal aslinya tiga kata aja udah cukup kan: ES TEH TAWAR, atau TEH TAWAR HANGAT. Tapi disitu ada enam kata. Panjang, aneh, dan terlalu berbelit.

Entah bagaimana dengan kalian, tapi Blogger kepikiran tiga alasan terjadinya fenomena absurd tersebut.

Pertama, memang error. Tipe begini biasanya ngotot pakai es dan harus hangat. Mungkin maksudnya bisa dengan teh panas lalu masukin es batu. Sebisa mungkin pelayan harus bawa minuman tersebut ke meja pemesan sebelum esnya mencair semua. Atau, masukin es batunya ketika sudah ditaruh di meja pemesan. Mungkin ada minuman yang kayak gini, tapi Blogger gak tahu.

Kedua, gugup. Bukan karena mbak/mas pelayan/pemesan tampan/cantik, cuman memang ada banyak orang di muka bumi ini sering gugup kalau bicara. Gugup, bukan gagap ya, ini pakai huruf 'u', bukan 'a', yang pakai 'a' itu Azis Gagap. Atau bisa juga lidahnya 'keseleo' alias kesel sama leo. Kadang otak dan mulut gak singkron, bisa juga. Jadi mungkin mau pesennya ES TEH TAWAR, tapi gak sengaja HANGATnya kesebut, atau sebaliknya. Gak jarang TEHnya lupa kesebut. Makanya kalau dia datang bareng orang lain, coba bantu tanya ulang maksudnya apa atau yang mana, atau bisa dibantu pelayannya. Tapi ini gak bisa menjelaskan bagian TANPA GULAnya sih.

Ketiga, gak ngerti kata TAWAR. Untuk ES masih umum orang tahu lah. HANGAT itu mungkin masih cukup umum bagi orang yang udah biasa ke rumah makan atau lihat daftar menu. Sedangkan kata TAWAR, seumum-umumnya, mungkin yang paling gak umum dari rangkaian pesanan tersebut. Kalau makanan gak ada rasanya, selain TAWAR bisa bilang HAMBAR. Sedangkan kalau minuman, lebih sering dipasangkan dengan TAWAR, bukan HAMBAR. Bukan berarti Si Pemesan bodoh, tapi mungkin bahasa yang biasa dia pakai beda, atau memang bener gak tau artinya. Jadi saat lihat tulisan TEH TAWAR, karena gak ngerti arti kata 'tawar', dia main ceplos bilang 'jangan pakai gula'. Blogger bisa nulis gini karena salah satu paman Blogger begitu. Setiap kali ada di antara kami yang pesan teh tawar, dia ingetin pelayan 'teh tawarnya jangan kasih gula ya' atau sejenisnya.

Itu aja sih yang Blogger kepikiran. Mungkin ada yang lain? Bisa aja.

Omong-omong ini hanya tentang minuman ya, mungkin gak bisa dipakai untuk menjelaskan kasus 'pesan warna green tapi dikasih warna hijau'.

Sabtu, 01 Juni 2019

Assassination Classroom. Blogger pernah ada di Kelas 3E.

Entah ketika awal rilis manganya, atau awal muncul animenya, fandom Assassination Classroom atau Ansatsu Kyoushitsu sempat ramai di linimasa facebook Blogger. Gak sampai terkenal banget sih, tapi hampir tiap hari ngeliat judul atau gambar Koro-sensei dan atau Shiota Nagisa di facebook. Blogger gak penasaran, biasa aja, dan gak nyari ini ceritanya tentang apaan. Ketika movienya muncul, Blogger juga gak nyari, tapi ketika lagi cari-cari CD film dan nemu, yaudah Blogger beli dan nonton.

Saat nonton movie 1 dan 2, ya pengetahuan Blogger tentang fandom ini hanya dari kedua film itu. Ceritanya menarik, lucu juga, punya ciri khas-nya sendiri. Beberapa karakter yang memang penting cukup ditonjolkan, konfliknya jelas. Blogger cukup paham tentang apa yang terjadi (di film).

Mungkin sekitar dua bulan lalu, Blogger memutuskan untuk baca manganya, dan feelnya jauh lebih terasa dibanding nonton filmnya. Di manga, penokohan sangat kuat untuk hampir semua karakter yang tampil. Kenapa 'hampir'? Karena banyak tokoh yang muncul hanya beberapa chapter atau beberapa panel. Tapi karakterisasi dari Yuusei Matsui sang mangaka sangat kental. Sejauh ini, dari setiap manga yang Blogger baca, characters developments di Assassination Classroom adalah yang paling baik. Karena, gini, mereka gak perlu time skip untuk memperlihatkan bahwa tokoh-tokoh ini berkembang. Oke iya ada time skip di akhir, tapi itu setelah kejadian Koro-sensei, semacam epilog. Tapi untuk pengembangan karakter di manga ini, prosesnya diperlihatkan. Untuk ukuran manga yang per-chapter-nya hanya punya sedikit halaman, alurnya tidak terasa cepat, karena versi manganya seperti mengutamakan perkembangan tiap tokoh. Bahkan, tiap tokoh penting seakan diberi satu chapter khusus untuk proses berkembangnya, atau alasan sebelum dia masuk alur manga. Atau setidaknya kalau satu genk, ya mereka dijadiin satu bab juga. Tapi prosesnya diperlihatkan, bukan langsung dipercepat lalu tahu-tahu mereka sudah membaik. Blogger gak hanya omongin anak-anak kelas 3E, tapi juga para guru, kelas 3A-D, kepsek, orang-orang di masa lalu, antagonis utama sekaligus minor.

Adegan favorit Blogger adalah saat festival sekolah, dan kelas 3E menjual mi. Blogger senang melihat siapa-siapa saja yang datang menjadi tamu mereka. Bagi Blogger, itu adalah buah yang manis untuk kelas 3E.

Ketika entri ini dibuat, Blogger baru nonton beberapa episode awal dari animenya, jadi gak tahu bagaimana pertengahan dan akhir versi anime. Tapi sejauh ini, manganya tetap yang terbaik, jelas. Versi film, sepertinya mereka lebih ingin menonjolkan jalan cerita, sehingga walau iya ada proses pengembangan karakter tapi terasa sangat singkat sehingga feelnya  kalah jauh terasa dari manga. Versi anime malah lebih terlihat soal relasi para murid dengan orang lain termasuk Koro-sensei, sehingga walau alurnya sama tapi caranya berbeda---sepertinya anime lebih ingin menonjolkan humornya (sebelum ketemu antagonis utama). Tapi setidaknya anime tetap ikut konsep 'classroom' dan 'assassination' dari manga walau gak begitu kental.

Blogger gak akan bilang manga ini adalah manga terbaik yang Blogger baca, enggak, yang terbaik adalah dari segi pengembangan karakternya. Tapi memang Blogger berpikir manganya sangat baik, alurnya tertata, dan ada bagian dekat akhir yang membuat Blogger ikut sedih (walau gak sampai nangis beberapa kali seperti saat baca Gakuen Alice / Alice Academy yang padahal sudah baca ulang setidaknya tiga kali). Sebagus-bagusnya, Blogger gak yakin mau baca ulang manganya. Nonton ulang movienya masih oke, tapi enggak untuk baca manganya.

Penyebabnya adalah sistem kelas di SMA Kunugigaoka.

Blogger pernah ada di 'Kelas 3E'. Namanya beda sih, apa yang terjadi dan ceritanya pun beda. Kepala sekolah Blogger saat itu tidak brengsek seperti Kepsek di Kunugigaoka, malah kepsek kami semacam Koro-sensei versi yang gak perlu dibunuh. Tindakan yang diberikan orang luar kelas kami terhadap kami enggak parah seperti yang terjadi di Kunugigaoka. Tapi, iya, Blogger pernah ada di 'Kelas 3E' versi sekolah Blogger.

Blogger cukup emosional saat baca manganya, terutama saat singgung tentang sistem kelas. Perbedaan fasilitas, tindakan, sikap orang lain, anggapan sebagai sampah. Walau sekali lagi Blogger tidak terima yang sampai separah itu, itu cukup mengingatkan Blogger pada masa saat masih di 'Kelas 3E'. Kami diperlakukan berbeda, dianggap rendah, gak boleh ikut lomba ini-itu dengan alasan harus pentingin belajar dalam kelas, dianggap bermasalah.

Gini, Blogger percaya kepintaran tidaklah mutlak, tapi guru-guru Blogger beranggapan kalau gak pintar hitung-hitungan ya berarti kamu gak pintar. Sejago apa pun kamu nari dan nyumbang sebanyak apa pun piala lomba nari, tapi kalau kamu gak pintar hitung-hitungan berarti kamu bego dan harus masuk 'Kelas 3E'. Kamu pintar semua pelajaran bahasa tapi gak bisa mat-kim-fis? Auto 'Kelas 3E'. Kamu sering kasih piala sepak bola antar sekolah buat sekolahmu tapi nilai rapor merah lebih dari tiga? Selamat datang di 'Kelas 3E'. Dan sebagainya.

Blogger paham tujuan sistem begitu maksudnya biar di 'Kelas 3E' itu gurunya bisa ajarin lebih lambat, biar murid-murid paham sama rata, biar yang cepat paham bisa langsung ke materi selanjutnya dan gak usah nunggu yang lemot. Blogger bersyukur untuk itu. Tapi ya jangan larang kami ikut serta dalam lomba yang kami kuasai dong. Blogger inget banget loh, banyak teman Blogger dilarang ikut lomba yang mereka sering menangin dengan alasan harus lebih banyak belajar. Iya Blogger tau, belajar lebih penting, tapi kami bener-bener gak dikasih kesempatan untuk berprestasi di bidang kami sendiri hanya karena kami anak 'Kelas 3E'. Guru-guru sok angkat tangan dengan kebodohan dan 'kebrutalan' kelas kami, dengan embel-embel kami tuh 'Kelas 3E'. Bukan sekali-dua kali guru keluar dari kelas saat jam pelajaran saking kesal karena kebodohan kami yang gak bisa paham apa yang dia ajarkan. Satu-satunya guru yang ada di pihak kami hanya kepsek. Entah apakah di belakang kami dia sama kacaunya dengan kepsek di Kunugigaoka atau enggak, tapi guru-guru yang keluar di pertengahan jam pelajaran akan datang kembali di jam berikutnya sambil bilang bahwa kepsek belain kelas kami.

Sikap kelas lain terhadap kami enggak sebrengsek manga, tapi membaca manga ini membuat Blogger ingat masa itu. Disindir-sindir. Dipandang rendah. Sistem dan maksud baiknya Blogger paham dan berterimakasih, tapi kamu yang gak pernah ada di 'Kelas 3E' gak bakal paham.

Kamis, 30 Mei 2019

Sunflowers of Inferno, Kid saved the day

Dari pertama kedatangan Kid di film ini, Blogger udah ngerasa ada yang aneh. Apalagi dengan ledakan dan api disana-sini, Blogger sampai pikir jangan-jangan itu Kid gadungan karena Shinichi gadungan sudah pasti Kid. Lalu Blogger pikir lagi, memangnya ada yang bisa nyamar sebagai Kaito Kid dan pakai triknya? Dia bukan teroris, dia gak main api secara harafiah dan gak bakal lukain orang dengan sengaja. Sekalipun tiba-tiba Kaito Kid jadi teroris, sepertinya dia gak perlu nyamar jadi Shinichi.

Blogger merasa aneh dengan Nakamori. Bukan curiga apa ya, tapi reaksi dia aneh. Di antara semua polisi dan semua karakter di fandom ini, Nakamori adalah orang yang paling mengenal tabiat Kid yang hanya hobi mencuri dengan trik yang tidak melukai orang apalagi pakai ledakan selain bom asap. Tapi dia bisa-bisanya langsung percaya bahwa semua ledakan yang terjadi adalah ulah Kid. Malah di film ini, tampaknya yang paling yakin Kid inosen adalah Sonoko. Mungkin itu adalah kekuatan cinta.

Blogger sudah pernah bilang di entri mengenai DC lainnya, bahwa kehadiran Kid biasanya tidak menimbulkan korban jiwa dalam episode/chapter/film yang pakai dia sebagai tokoh utama. Dan itu terbukti di movie ini. Iya, memang ada tokoh tewas dalam satu adegan, tapi itu di masa lalu, bukan di kasus Kid ini. Lagian, movie 19 ini sangat memperlihatkan kebaikan hati Kid.

Kaito Kuroba memang pervert, dari manganya udah sangat jelas. Kalau hanya mengandalkan manga DC, kehidupan asli Kid dibalik jubah gak bakal tahu, karena di DC Kid datang hanya buat nyuri lalu balikin. Paling pernah cameo sesekali, tapi itu tidak kelihatan seperti apa dia sebagai anak SMA. Tapi di manga Magic Kaito, kehidupan Kaito Kuroba diperlihatkan, seperti saat dia sekolah dan alasan kenapa dia menjadi Kid. Disitu terlihat bahwa walau memang dia pervert dan cengengesan, dia bukan anak yang benar nakal, dia punya hati yang baik. Movie DC ke-19 ini salah satu bukti kebaikan hatinya, setelah movie 14.

Bagian Conan tenggelam, itu sangat serupa dengan kejadian Conan tertimbun salju di movie 15. Gak bohong, coba bandingin aja sendiri. Cuman, yang bikin Blogger seneng adalah, ketika tahu itu Conan, Kogoro langsung lompat ke air dan tangkap dia. Mungkin maksudnya sekalian selamatin lukisannya, tapi tetep aja Blogger seneng lihatnya.

Lalu tentang pelaku kasus yang terjadi di movie ini. Blogger gak suka, motifnya lebih ngaco daripada episode filler. Oke, iya, hal sederhana bisa membuat orang melakukan hal yang bagi orang lain terlalu berlebihan. Cuman, yah, yang dia lakukan itu bisa membahayakan orang yang gak ada hubungannya astaga. Jadi movie ini seakan hanya ingin bilang 'eh Kid muncul disini loh'.

Selasa, 28 Mei 2019

Diabolik Lovers, lebih bagus saat flashback

Blogger gak inget gimana bisa kenal fandom ini, pokoknya ketika sedang rajin donlot anime dan nemu judul ini langsung 'oh iya mau donlot ini juga'. Perepisodenya hanya sekitar 12-14 menit sudah termasuk lagu pembuka, lagu penutup, dan preview. Hanya ada 2 season, masing-masing 12 episode (ada 1 OVA yang gak penting). Karena sedikit, Blogger memaksa diri nonton padahal saat itu masih nonton Detective Conan sekitar awal episode 700an. Sekali lagi, karena sedikit, Blogger berhasil selesaiin dua season Diabolik Lovers dalam sehari aja.

Ketika donlot animenya, Blogger gak langsung nonton. Tapi beberapa lama kemudian nemu manganya di situs manga online. Saat coba baca, itu adalah pertama kalinya Blogger baca manga antologi. Entah karena dari awal memang gak tertarik dengan vampir atau apa, Blogger gak baca sampai selesai semua chapternya. Untuk animenya, untung singkat-singkat, karena kalau enggak Blogger males lanjutin. Jadi pengetahuan Blogger tentang fandom ini hanya dari anime.

Genre utamanya adalah supernatural dan reverse harem (ceweknya satu, cowoknya banyak. Dan dalam anime ini, cowoknya banyak banget). Gak masalah kalau ini tentang para vampir mengelilingi seorang cewek manusia yang mereka bisa tergila-gila dengan darahnya. Seenggaknya Blogger sangat berharap digali alasan kenapa darahnya bisa seenak itu bagi para vampir.

Season 1 dan 2, awal plotnya bagus kok, cuman cara ceritanya serta alasan kenapa tokoh utama bisa jadi 'wadah' dan Hawa itu sangat parah menurut Blogger. Iya tau kalau vampir pasti maunya nyedot darah muluk, tahu banget, cuman ya plotnya mana? Dibilang banyak fanservice dari para vampir yang ganteng pun juga enggak, karena mereka rata-rata sadistik. Dan tokoh perempuannya bener cuman satu, para perempuan yang lain hanya figuran yang wajahnya tidak tergambar jelas. Oh oke ada lagi deh tokoh perempuannya, tiga orang, tapi mereka ibu dari keenam vampir. Tapi maksudnya, dalam dunia harem disini, perempuannya bener cuman satu. Entah maksudnya bakal ada romance atau enggak, karena si tokoh utama tampak gak ada saingan sama sekali.

Denger-denger ini asalnya dari Otome Games? Atau bukan? Blogger gak tahu. Kalau memang iya, setidaknya untuk haremnya Blogger bisa paham, walau tetep tidak sreg dengan jalan ceritanya. Tokoh utama untungnya tidak mary-sue, itu bagus, jadi disini masalahnya lebih kepada alurnya.

Entah maksudnya sudah tamat atau belum, tapi karena di anime hanya dua season, akhir dari bagian kedua masih gantung. Entah nantinya akan ada penjelasan-penjelasan lebih lanjut atau enggak. Seperti, Blogger cukup penasaran dengan ibunya Subaru, Blogger gak ngerti apa yang terjadi saat dia masih kecil. Lalu, bagaimana keempat orang itu jadi vampir, dan itu beneran Edgar-nya Shu? Lalu bagaimana dengan ayahnya tokoh utama?

Selain pertanyaan, Blogger juga membingungkan beberapa hal, seperti misalkan tentang Ayato. Kalau dia sebegitu posesifnya terhadap Yui, kenapa dia membiarkan Yui berkeliaran sendirian? Kenapa dia bisa gak ngeh bahwa ada yang akan culik Yui? Kecuali kalau dari awal dia gak begitu posesif, maka Blogger langsung ship dia ketika ambil balik Yui.

Mungkin karena hanya sekitar 12 menit, jadi tidak bisa begitu digali untuk ceritanya, hanya banyak ditampilin interaksi para vampir dengan tokoh utama. Padahal setiap flashback yang ada itu menarik loh. Maksudnya, penonton jadi lebih paham apa yang terjadi sampai para vampir bisa jadi seperti itu. Tapi Blogger lebih mengharapkan kisah yang utuh dan nyambung, biar tahu mau dibawa kemana dan seperti apa para vampir itu. Makanya di judul Blogger tulis begitu. Cerita utamanya hanya tokoh utama disentuh dan disedot darahnya, sedangkan kilas baliknya kompleks.

Jadi target anime ini buat siapa?

Kalau untuk orang yang demen Vampire Knight, maaf banget, gak nyampe. Blogger baca manga VK, dan memang bagus, walau animenya meleset. Itu pun, anime VK masih lebih bener dari DL.

Hanya untuk fanservice orang yang demen (reverse)harem? Blogger gak tau dengan yang lain, tapi sebagai penikmat reverse harem, Blogger eneg nonton DL karena relasi para vampir dengan si cewek hanya tentang sedot darah.

Untuk penikmat Twilight Saga? Oke, Blogger benci mengatakan ini, but Twilight Saga had the better love story than DL. Iyalah, DL mana ada sisi romancenya sejauh dua season ini? Blogger pun setuju ketika ada yang bilang bahwa ini adalah semacam versi anime dari Fifty Shades of Grey.

Harapan Blogger untuk fandom ini adalah penjelasan tentang hal yang terjadi di season 1 dan 2, jangan melulu sedot darah walau iya itu adalah tabiat vampir. Gak masalah tiap episode ada sedot darah, tapi plotnya juga tetap jalan, bukan hanya tentang penokohannya aja yang diperjelas.

Senin, 27 Mei 2019

Boruto episode 108

Cieee Mirai pinter cieeee~


Blogger bener gak nyangka bahwa yang berhasil pecahin misteri hantu adalah Mirai, kirain bakal Kakashi. Tentang hantu, Blogger gak tau kalau Guy takut dengan begituan, tapi gak berasa aneh saat lihat dia ketakutan. Lalu Tenten, karena pengetahuan Blogger tentang serial Naruto hanya dari manga, jadi pikirnya dia OOC banget, gak nyangka dia sampai sebegitunya ngerjain gurunya.

Kakashi memang gak pernah nikah dan punya anak, tapi jiwa kebapakan dia ada banget. Ini di luar fakta bahwa Tenten secara gak langsung adalah murid Kakashi juga. Yang Blogger maksud adalah bagaimana dia bersikap pada Mirai dan Tatsumi. Memang gak deket, Kakashi juga bukan ngerawat mereka gimana, tapi cara bicaranya kayak sabar banget, kayak seorang bapak.

DAN GUY ITU KAYAK ANAK KAKASHI JUGA.

Hahahaha, beneran. Ketika Guy terbangun dan gak mau ngaku takut hantu lalu maksa main pingpong, Blogger teringat hubungan Amy dan Sheldon dari fandom The Big Bang Theory. Oke, beda banget sih, cuman entah kenapa bisa kepikiran gitu. Dan Kakashi bisa-bisanya ngalah, hahahah.

Blogger masih punya papa, tapi perkataan Mirai bisa Blogger pahamin. Itu tuh, saat dia bilang bahwa kalau hantu itu nyata berarti harusnya Asuma bisa datangin dia. Di angkatan Asuma, tokoh pria yang masih ada dan Blogger paling bisa ingat adalah Kakashi dan Guy. Mungkin ada yang lain, tapi saat ngetik ini Blogger cuman inget mereka. Jadi mungkin figur pengganti ayah yang paling mendekati untuk Mirai itu Kakashi, selain mungkin Shikamaru yang angkatannya beda. Makanya kalau baca fanfiksi, walau gak ngeship Kurenai x Kakashi sama sekali, tapi masih mau baca tentang Kakashi yang jadi ayah pengganti untuk Mirai.

Episode depan katanya bakal ada Choji. Ini membuat Blogger makin bingung dengan tujuan Arc (?) ini, terlepas dari perkataan bahwa katanya ini berdasarkan novel. Kemarin Kiba, sekarang Tenten, nanti Choji. Blogger seneng aja sih karena yang muncul adalah para karakter yang memang gak sering muncul, bahkan keluarga Uzumaki gak ada sama sekali disini kecuali Boruto di awal banget. Kalau dibilang tujuan episode-episode ini adalah tentang Mirai yang kehilangan ayahnya, kok gak berasa geregetnya, malah lebih ke lawak di bagian Kakashi dan Guy. Dibilang mau fokus tentang perjalanan liburan Kakashi dan Guy, kok selalu ada adegan Mirai sedih. Atau justru karena pengen hibur Mirai, makanya Kakashi dan Guy ajak dia liburan sekalian?

Omong-omong, kalau habis ini ada spin-off tentang Mirai jadi detektif, Blogger gak bakal kaget.

Minggu, 26 Mei 2019

Angelic Layer: mary-sue versi CLAMP

Angelic Layer adalah shonen manga karya Kadokawa Shoten era 1999-2001 yang dirilis oleh CLAMP. Darimana Blogger tahu? Cek wiki sonoh.

Ehem.

Gini, Blogger kenal manganya sekitar tahun 2000, mungkin sekitar 2003-2006. Itu pun Blogger bukannya punya tankoubonnya, melainkan karena adik sepupu Blogger yang pada saat itu tinggal di sebelah rumah datang bawa tankoubon volume 2 Angelic Layer. Karena dia bawa, yaudah Blogger pinjem baca. Dan sepupu Blogger itu bener hanya punya volume duanya, gak ada yang pertama, ketiga, dst. Jadi saat itu, pengetahuan Blogger tentang fandom ini terbatas disitu.

Kesan pertama Blogger saat baca (langsung di volume dua, tanpa tahu apa yang terjadi sebelum dan setelahnya) adalah gak paham tentang boneka angel yang para tokoh mainkan disana. Dibilang seru juga, karena gak paham maksudnya, ya gak bisa menikmati. Yang membuat penasaran mungkin karena di (kalau gak salah) akhir volume dua itu ada empat sosok bayangan yang salah satunya bilang bahwa tokoh utama punya kelemahan yang tidak disadari oleh si tokoh utama sendiri. Disitu Blogger penasaran. Tapi ya begitu aja. Zaman itu Blogger belum terlalu tergila-gila ke toko buku dan memang belum kenal internet, sekarang gilanya akut banget.

Sekarang, setelah kenal internet dan situs manga online, tanpa sengaja Blogger reunian dengan Angelic Layer. Agak kaget juga karena beneran gak nyari sama sekali, tetiba ketemu judulnya dan langsung terjebak nostalgia, kemudian langsung baca dari awal sampai akhir yang isinya hanya lima volume.

LIMA VOLUME.

Gak panjang, kan?
Tapi empat sosok bayangan yang memberi kesan bahwa mereka adalah empat orang terkuat dalam cerita ini ditampilkan di volume dua. Berarti maksudnya alurnya cepat gitu?

Ternyata, alurnya sama sekali enggak cepat. Waktu dipercepat beberapa hari atau seminggu itu biasa. Tapi beneran, alur Angelic Layer yang hanya lima volume itu sama sekali gak cepat, dan Blogger gak senang.

Sebelum Blogger jelasin tentang kenapa Blogger gak seneng dan tentang judul, Blogger ingin kasih tahu bahwa sebenarnya permainan Angelic Layer dalam manga ini SANGAT MENARIK. Terlepas dari para tokoh dan alur cerita, permainannya sangat menarik walau mungkin lebih mustahil dimainkan di dunia nyata.

Permainan dalam manga/anime yang terkenal contohnya adalah Duel Masters, Duel Monsters (Yu-Gi-Oh!), Beyblade, Crush Gear, Mini 4 WD (Let's & Go!!). Masih ada (banyak) yang lain sih, cuman saat ngetik entri ini, yang langsung kepikiran ya mereka-mereka itu. Kelima contoh yang Blogger sebutin ini, untuk main permainan mereka, mereka tinggal beli (atau gimana pun mendapatkannya) alat permainan sebangsa kartu dan tamiya sesuai fandomnya. Dari situ mereka bikin deck kartu sendiri. Atau kalau tamiya ya berarti rakit tamiya sesuai dus yang didapat. Begitu pula dengan Beyblade dan Crush Gear, kemampuan alat mereka sudah ada dari awal beli, tinggal diotak-atik sebelum benar dibawa ke arena. Tapi Angelic Layer berbeda.

Di manga (Blogger belum nonton animenya), dijelaskan bahwa semua boneka angel berasal dari telur. Telur yang dijual jenisnya sama semua. Lalu ada tata cara keluarin boneka dari telurnya. Itu pun bentuk bonekanya juga akan sama semua, masih polos, dan yang pasti belum ada kekuatan apa-apa. Dari situ, pemilik harus memprogram mau jadi apa si boneka ini, mau kuat di tenaga atau kecepatan atau apa. Karena boneka polos, harus dipakaikan pakaian dan rambut juga walau kalau mau beli itu diluar telurnya, anggap aja armor. Jadinya malah kayak bikin Gundam tapi ini mainan buat anak perempuan gitu ya---tapi di ceritanya Gundam bukan permainan kan?

Cara main Angelic Layer pun juga beda. Pemilik boneka ada di arena, tapi di tempat khusus, sedangkan yang benar di arena untuk bertarung hanya bonekanya. Cara mengendalikannya adalah lewat pikiran pemiliknya, jadi para pemilik pakai alat di kepala mereka untuk salurin pikiran ke boneka. Jadi pemilik harus fokus. Beda, kan? Oke mungkin ada fandom lain yang punya permainan begini, tapi sejauh ini Blogger hanya nemuin yang ini.

Sekarang kembali tentang judul dan kenapa Blogger gak suka dengan ceritanya.

Di awal cerita, tokoh utama datang ke Tokyo untuk tinggal dengan tantenya. Saat itu, dia gak sengaja lihat permainan Angelic Layer pada televisi besar di jalan, kemudian jadi SANGAT tertarik dengan permainan tersebut. Oke, sebagai orang yang belum pernah melihat begituan, wajarlah dia jadi penasaran dan tertarik. Soal ada orang yang kasihtahu ini-itu tentang permainan ini, ya skip ajalah, anggap sebagai lawakan.

Setelah tokoh utama punya boneka angel dan diprogram, dia langsung latihan dan ikut kompetisi. Sampai situ masih wajar, apalagi di pertandingan pertamanya dia kalah, wajar. Yang tidak wajar adalah hasil kompetisi.

Di kompetisi pertama, setelah pertandingan pertama, mungkin tokoh utama sudah belajar bagaimana cara main di arena yang sesungguhnya dan bukan latihan, jadi dia bisa menang. Okelah. Tapi jadi juara satu? Di kompetisi pertamanya? Beruntung banget dia!

Dari kompetisi yang itu, dia ikut kompetisi selanjutnya. Inget empat sosok bayangan yang Blogger bilang di awal? Nyatanya mereka berempat memang sudah profesional dalam permainan ini. Dan tokoh utama langsung menang lawan mereka astaganaga. Tokoh utama gak juara satu kali ini, melainkan juara dua, karena juara satunya adalah mamanya sendiri yang sudah lama gak ketemu sama dia dan sosoknya hanya melulu ngintip dari balik dinding.

Ceritanya berakhir disitu. Jadi tokoh utama hidup bareng mama dan tantenya lalu pacaran dengan seorang teman sekelasnya. Gak tahu apa kelanjutan tentang permainan Angelic Layer-nya. Walau iya mungkin tokoh utama dibuat sebagai tokoh yang optimis, tapi tidak ada ups and downs sama sekali dalam ceritanya. Cuman luruuuuss aja.

Tentang mary-sue, pertama, sudah jelas ya karena dia selalu menang (kecuali pertandingan pertama dan saat lawan mamanya). Yang kedua, selain masalah gak punya uang untuk beli kebutuhan lanjutan untuk bonekanya, semua sudah tersedia untuknya. Gak ada susahnya. Karena hanya lima volume, kesempurnaannya gak begitu terasa kecuali saat kompetisi sih.

Omong-omong, pacarnya tokoh utama itu, gini. Si Cowok itu temen sekolahnya tokoh utama di sekolah di Tokyo. Mereka berteman bertiga, dan si cowok adalah kakak dari lawan tanding pertama tokoh utama. Lalu temennya yang satu, si cewek, dia memang, yah, Blogger gak seneng dia sih, yang pasti hobinya godain dan hajar si cowok. Masalah dia bisa pacaran dengan tokoh utama, perkembangan hubungan pertemanan mereka hingga bisa pacaran itu gak ada sama sekali. Iya tahu ini bukan manga genre drama/roman, tapi dari segi alur cerita ini bener-bener gak ada penjelasan.

Entah maksudnya ini adalah spin off dari cerita lain atau mungkin ada lanjutan dengan judul lain atau gimana. Maksudnya kayak Yu-Gi-Oh dan lainnya kadang ada versi lainnya, kan, dengan karakter yang beda tapi mainannya sama. Enggak tahu deh Angelic Layer ini maksudnya begitu juga atau bukan.