Seingat Blogger, sampai season 13 ini, hanya SPD yang memberi warna (dan nomor) Ranger sesuai dengan kemampuan anggotanya. Dengan kata lain, Ranger nomor 1, alias merah, dianggap adalah yang paling baik dalam tim. Entah bagaimana dengan season lain, kayaknya tim di luar SPD memberi warna secara acak atau bagaimana, tapi di SPD diberi penjelasan implisit bahkan dari episode 1---makanya di awal episode Sky gak suka Jack.
Di episode 1 season SPD, Doggie tanya ke Sky tentang pendapatnya jika Syd menjadi Ranger Merah. Sky yang begitu ambisius untuk mendapat warna itu (agar sama seperti ayahnya) tertawa remeh dan bilang bahwa Syd adalah perempuan. Setelahnya, ketika ternyata dia berubah menjadi Ranger Biru, Sky tanya ke Doggie kalau bosnya itu kasih morpher yang salah. Kalau penonton tidak begitu memerhatikan, akan dianggap sebagai Sky ingin jadi Merah, serta tidak mau jadi Biru, begitu saja. Padahal dalam SPD, warna dan nomor dianggap seperti urutan ranking. Hal itu dipertegas dalam epilog.
Akhir dari SPD menceritakan tentang Jack yang keluar dari SPD, tapi Z masih tetap tinggal. Kekosongan jabatan untuk Ranger Merah pun terjadi. Sebenarnya, kalau bukan karena ranking, bisa aja Doggie pilih orang lain yang dianggap layak untuk menjadi Ranger Merah, seperti kasus Rocky yang menggantikan Jason. Tapi, Doggie malah mempromosikan---iya, berarti menaikan jabatan---Sky untuk menjadi Ranger Merah, lalu Bridge yang menjadi Ranger Biru. Saat Rangers hampirin Sky yang sudah keluar, kelihatan bahwa Z masih Kuning, Syd masih Pink.
Pertanyaannya:
Kenapa Z dan Syd tidak ikut naik jabatan?
Tim Jack ini adalah Grup B. Di Grup A, penonton dan Grup B dibuat kaget saat tahu bahwa Ranger Merah A adalah seorang perempuan---yang mana ternyata tidak mustahil bagi seorang perempuan menjadi yang terbaik dalam tim. Di Grup A pun, Ranger Kuning (serta Biru dan Hijau) adalah laki-laki---berarti bisa saja anggota laki-laki ada di peringkat keempat padahal ada perempuan di peringkat satu.
Jika warna tidak membatasi gender (di SPD), berarti seharusnya bisa saja ada laki-laki yang menjabat sebagai Ranger Pink karena anggota yang bersangkutan memang ada di peringkat 5, kan?
Ketika Sky dan Bridge menjadi Ranger Merah dan Biru, kenapa Z dan Syd tidak menjadi Hijau dan Kuning?
Di komik kalau gak salah ada cerita bahwa di masa depan (setelah 2025, setelah Jack pergi), anak dari Tommy Oliver akan menjabat jadi Ranger Hijau. Lah, tiba-tiba masuk gitu? Enggak, enggak, enak aja. Blogger menolak hal itu jadi canon.
Saat ngetik ini, Blogger baru sampai Operation Overdrive. Jika ke depannya ada adegan yang omongin SPD, Blogger sangat berharap ada kejelasan tentang konsep ini.
Jumat, 13 Desember 2019
Rabu, 11 Desember 2019
Akhir dari SPD konsisten
Dibanding Dino Thunder, Power Rangers SPD memang terlihat lebih berkesan 'pertarungan akhir' saat episode terakhir. Dibilang bahwa itu epiknya versi Power Rangers juga enggaklah, masih ada yang lebih epik. Tapi karena pembandingnya PRDT, ya akhir SPD masih lebih oke. Dino Thunder bisa enak dinonton cuman karena ada perpisahan angkatan Kira aja---itu Blogger anggap bagus karena menandakan Kreator gak lupa bahwa tim Ranger yang bersangkutan masih anak SMA.
Sedangkan dalam SPD, bagian akhirnya sangat ikutin jalan cerita dan konsep SPD.
Grumm sangat benci Doggie karena pernah kalah saat bertarung serta salah satu tanduknya pernah dipatahin. Jadi selama season ini, walau memang ada bagian Grumm ingin menaklukan bumi, masih diperlihatkan bahwa dia ingin bertarung dengan Doggie. Walau Doggie sedang tidak ada, walau yang nongol adalah Birdie, Grumm tetap hanya ingin Doggie. Menurut Blogger, itu konsisten. Makanya di bagian akhir, walau bikin geli karena bertarungnya di depan markas SPD serta banyak yang nonton, Blogger senang melihat Doggie dan Grumm bertarung satu lawan satu. Karena kalau Grumm kalah di tangan Ranger yang keroyokan, berarti akhirannya bakal sama aja kayak season-season sebelumnya.
Hal konsisten lain yang Blogger suka adalah Jack dan Z. Di episode-episode awal, 2 karakter ini digali dengan sangat baik. Ketika mereka sudah akrab dengan SPD lain, barulah tidak begitu kelihatan asal-usul mereka. Tapi Blogger seneng di epilog, adegan epilog Jack dan Z memperlihatkan bahwa prolog mereka bukan asal tayang aja.
Di awal season, diperlihatkan bahwa Jack dan Z bagaikan Robin Hood, yang mencuri untuk dibagikan pada yang dianggap membutuhkan. Z ingin melakukan kebaikan yang lebih besar, sedangkan Jack menganggap cukup serta lebih ingin bebas. Di awal gabung dengan SPD, karakteristik tersebut masih sangat kental. Di pertengahan, karena sudah akrab dengan Sky-Bridge-Syd, karakteristik itu mulai pudar karena mereka diperlihatkan bertanggungjawab atas tugas sebagai SPD. Tapi yang paling membuat Blogger suka adalah saat Jack bertemu Ally, yang karakternya muncul lebih dari satu episode.
Tokoh Ally membuat sifat cinta kebebasan Jack muncul lagi, walau tidak eksplisit. Penonton, termasuk Blogger dibuat kaget dengan perginya Jack dari SPD di akhir season. Blogger gak tahu itu ada hubungannya dengan balik layar atau enggak, tapi itu membuat karakter Jack dan Z (yang ingin tetap di SPD walau sahabatnya pergi) konsisten, serta memperlihatkan progres sifat Sky.
Sky adalah karakter favorit Blogger setelah Bridge. Pertama kali muncul memang dibuat angkuh dan menyebalkan, tapi ada penjelasannya di sana. Bukan inkonsisten, tapi di serial ini tokoh Sky diperlihatkan character developmentnya. Dari seorang yang begitu ambisius dan memandang remeh yang lain, sampai menjadi orang yang rendah hati dan hangat pada rekannya. Itu perkembangan bagus. Makanya epilog (setelah jatuhnya Grumm) SPD sangat Blogger suka.
Sedangkan dalam SPD, bagian akhirnya sangat ikutin jalan cerita dan konsep SPD.
Grumm sangat benci Doggie karena pernah kalah saat bertarung serta salah satu tanduknya pernah dipatahin. Jadi selama season ini, walau memang ada bagian Grumm ingin menaklukan bumi, masih diperlihatkan bahwa dia ingin bertarung dengan Doggie. Walau Doggie sedang tidak ada, walau yang nongol adalah Birdie, Grumm tetap hanya ingin Doggie. Menurut Blogger, itu konsisten. Makanya di bagian akhir, walau bikin geli karena bertarungnya di depan markas SPD serta banyak yang nonton, Blogger senang melihat Doggie dan Grumm bertarung satu lawan satu. Karena kalau Grumm kalah di tangan Ranger yang keroyokan, berarti akhirannya bakal sama aja kayak season-season sebelumnya.
Hal konsisten lain yang Blogger suka adalah Jack dan Z. Di episode-episode awal, 2 karakter ini digali dengan sangat baik. Ketika mereka sudah akrab dengan SPD lain, barulah tidak begitu kelihatan asal-usul mereka. Tapi Blogger seneng di epilog, adegan epilog Jack dan Z memperlihatkan bahwa prolog mereka bukan asal tayang aja.
Di awal season, diperlihatkan bahwa Jack dan Z bagaikan Robin Hood, yang mencuri untuk dibagikan pada yang dianggap membutuhkan. Z ingin melakukan kebaikan yang lebih besar, sedangkan Jack menganggap cukup serta lebih ingin bebas. Di awal gabung dengan SPD, karakteristik tersebut masih sangat kental. Di pertengahan, karena sudah akrab dengan Sky-Bridge-Syd, karakteristik itu mulai pudar karena mereka diperlihatkan bertanggungjawab atas tugas sebagai SPD. Tapi yang paling membuat Blogger suka adalah saat Jack bertemu Ally, yang karakternya muncul lebih dari satu episode.
Tokoh Ally membuat sifat cinta kebebasan Jack muncul lagi, walau tidak eksplisit. Penonton, termasuk Blogger dibuat kaget dengan perginya Jack dari SPD di akhir season. Blogger gak tahu itu ada hubungannya dengan balik layar atau enggak, tapi itu membuat karakter Jack dan Z (yang ingin tetap di SPD walau sahabatnya pergi) konsisten, serta memperlihatkan progres sifat Sky.
Sky adalah karakter favorit Blogger setelah Bridge. Pertama kali muncul memang dibuat angkuh dan menyebalkan, tapi ada penjelasannya di sana. Bukan inkonsisten, tapi di serial ini tokoh Sky diperlihatkan character developmentnya. Dari seorang yang begitu ambisius dan memandang remeh yang lain, sampai menjadi orang yang rendah hati dan hangat pada rekannya. Itu perkembangan bagus. Makanya epilog (setelah jatuhnya Grumm) SPD sangat Blogger suka.
Senin, 09 Desember 2019
Boruto episode 135
Akhirnya episode depan Boruto dan Sasuke pulang!
Mungkin cuman perasaan Blogger, tapi kok terasa mudah saat adegan terakhir lawan Urashiki. Berkali-kali pengen teriak 'JANGAN BUNUH JIRAIYA SEBELUM WAKTUNYA' tiap kali Jiraiya kena serang sih. Tapi beneran, bagian terakhir saat bener kalahin Urashiki (entah apakah dia akan kembali bagaimana caranya), berarti tenaga terbesar yang mereka butuhkan asalnya dari Chakra Kyubi.
SasuSaku bukan OTP Blogger, tapi Blogger nge-ship mereka jauh daripada SasuHina dan NaruSaku (tapi Blogger gak sampai seperti beberapa penggemar yang sebegitu membenci pairing tersebut). Dan Blogger ngerasa, walau Kreator (bahkan dari Kishimoto sendiri) nge-ship mereka, tapi mereka gak mau bikin adegan tegas, alias cuman buat nge-tease para shippers. Padahal episode ini (sambungan kemarin) bagian Sakura sembuhin Sasuke kemudian Sasuke siuman, itu lumayan enak dilihat, apalagi pas Sasuke panggil nama Sakura---jiwa fangirl Blogger bergejolak.
Sebenernya Blogger pengennya setelah lawan Urashiki, ya langsung Boruto-Sasuke ngomong mau pulang, bukan nambah episode perpisahan. Tapi Blogger pikir lagi, episode perpisahan gak buruk juga, tapi bukan untuk fanservice ya, melainkan karena Blogger ingin tahu kejelasan seperti apakah ingatan orang-orang pada masa itu akan terhapus, atau Sasuke bakal ngaku mereka dari masa depan, atau jangan-jangan mereka terdampar di universe yang berbeda (kayak MCU), dan sebagainya.
Omong-omong, katanya Shikamaru-Choji-Ino-Kiba-Shino mau pergi tolongin Naruto, kok gak sampai-sampai? Padahal Blogger pikir itu kesempatan untuk Boruto lihat kemampuan para ortu teman-temannya zaman mereka masih 12 tahun. Dan karena Shikamaru sempat ngomong bahwa mereka gak mau kehilangan rekan lagi setelah Sasuke, Blogger ingin dia mengatakan hal itu lagi saat bantu Naruto, karena pas Sasuke (dewasa) juga ada di sana. Biar perjalanan melewati waktu ini bukan hanya tentang Boruto yang bisa lebih mengenal bapaknya, tapi juga tentang Sasuke yang biar tahu perasaan rekan-rekan seangkatannya.
Blogger belum pernah nonton "How to Train Your Dragon", tapi mungkin episode ini bercerita tentang "How to Tame Your Kyubi". Wkwkwk //bukan.
Mungkin cuman perasaan Blogger, tapi kok terasa mudah saat adegan terakhir lawan Urashiki. Berkali-kali pengen teriak 'JANGAN BUNUH JIRAIYA SEBELUM WAKTUNYA' tiap kali Jiraiya kena serang sih. Tapi beneran, bagian terakhir saat bener kalahin Urashiki (entah apakah dia akan kembali bagaimana caranya), berarti tenaga terbesar yang mereka butuhkan asalnya dari Chakra Kyubi.
SasuSaku bukan OTP Blogger, tapi Blogger nge-ship mereka jauh daripada SasuHina dan NaruSaku (tapi Blogger gak sampai seperti beberapa penggemar yang sebegitu membenci pairing tersebut). Dan Blogger ngerasa, walau Kreator (bahkan dari Kishimoto sendiri) nge-ship mereka, tapi mereka gak mau bikin adegan tegas, alias cuman buat nge-tease para shippers. Padahal episode ini (sambungan kemarin) bagian Sakura sembuhin Sasuke kemudian Sasuke siuman, itu lumayan enak dilihat, apalagi pas Sasuke panggil nama Sakura
Sebenernya Blogger pengennya setelah lawan Urashiki, ya langsung Boruto-Sasuke ngomong mau pulang, bukan nambah episode perpisahan. Tapi Blogger pikir lagi, episode perpisahan gak buruk juga, tapi bukan untuk fanservice ya, melainkan karena Blogger ingin tahu kejelasan seperti apakah ingatan orang-orang pada masa itu akan terhapus, atau Sasuke bakal ngaku mereka dari masa depan, atau jangan-jangan mereka terdampar di universe yang berbeda (kayak MCU), dan sebagainya.
Omong-omong, katanya Shikamaru-Choji-Ino-Kiba-Shino mau pergi tolongin Naruto, kok gak sampai-sampai? Padahal Blogger pikir itu kesempatan untuk Boruto lihat kemampuan para ortu teman-temannya zaman mereka masih 12 tahun. Dan karena Shikamaru sempat ngomong bahwa mereka gak mau kehilangan rekan lagi setelah Sasuke, Blogger ingin dia mengatakan hal itu lagi saat bantu Naruto, karena pas Sasuke (dewasa) juga ada di sana. Biar perjalanan melewati waktu ini bukan hanya tentang Boruto yang bisa lebih mengenal bapaknya, tapi juga tentang Sasuke yang biar tahu perasaan rekan-rekan seangkatannya.
Blogger belum pernah nonton "How to Train Your Dragon", tapi mungkin episode ini bercerita tentang "How to Tame Your Kyubi". Wkwkwk //bukan.
Sabtu, 07 Desember 2019
Dino Thunder akhirannya begitu doang
Itu. Blogger cuman mau omongin judul itu aja. Udah deh entri gitu aja.
Ehem, jangan oneliner deh.
Dengan mengabaikan season 1-4, kemudian season 5-6 yang nyambung satu sama lain (sehingga ending tiap season berkaitan), maka terhitung dari season ke 7 itu season ke 12 ini akhirannya yang paling membosankan.
Power Rangers Dino Thunder sudah tiga kali fanservice: pertama adalah kemunculan Tommy yang berarti satu season ini memberikan fanservice pada penggemar PR sejak season 1. Kedua adalah ketika Tommy diculik dan Kira-Ethan-Conner nonton footage PR, itu adalah fanservice parah bagi yang benar ikutin dari season 1. Ketiga adalah ketika crossover dengan Ninja Storm sebanyak 2 episode, apalagi karena gak ada crossover di era PRNS.
Jadi Blogger gak ngerti tujuan PRDT ini apa: mau teuteup ngelanjutin PR, atau cuman fanservice. Kemudian tamatnya (lawan antagonisnya) hanya seperti itu.
Dari segi cerita gak begitu masalah. Dan karena empat Ranger masih anak sekolahan, Blogger seneng karena ada acara perpisahan sekolah (hanya ada adegan kelulusan di era Zordon, tapi gak ada adegan kelulusan untuk tim TJ). Tapi sebagai serial PR, walau adegan perpisahan itu baik, adegan akhir sebagai Ranger-nya itu terlalu biasa.
Mungkin karena gak ada kehancuran markas? Bisa jadi.
Ehem, jangan oneliner deh.
Dengan mengabaikan season 1-4, kemudian season 5-6 yang nyambung satu sama lain (sehingga ending tiap season berkaitan), maka terhitung dari season ke 7 itu season ke 12 ini akhirannya yang paling membosankan.
Power Rangers Dino Thunder sudah tiga kali fanservice: pertama adalah kemunculan Tommy yang berarti satu season ini memberikan fanservice pada penggemar PR sejak season 1. Kedua adalah ketika Tommy diculik dan Kira-Ethan-Conner nonton footage PR, itu adalah fanservice parah bagi yang benar ikutin dari season 1. Ketiga adalah ketika crossover dengan Ninja Storm sebanyak 2 episode, apalagi karena gak ada crossover di era PRNS.
Jadi Blogger gak ngerti tujuan PRDT ini apa: mau teuteup ngelanjutin PR, atau cuman fanservice. Kemudian tamatnya (lawan antagonisnya) hanya seperti itu.
Dari segi cerita gak begitu masalah. Dan karena empat Ranger masih anak sekolahan, Blogger seneng karena ada acara perpisahan sekolah (hanya ada adegan kelulusan di era Zordon, tapi gak ada adegan kelulusan untuk tim TJ). Tapi sebagai serial PR, walau adegan perpisahan itu baik, adegan akhir sebagai Ranger-nya itu terlalu biasa.
Mungkin karena gak ada kehancuran markas? Bisa jadi.
Kamis, 05 Desember 2019
Hunter Bradley x Tori Hanson
Blogger sudah terbiasa fangirlingan sendiri kalau nonton Power Rangers, apalagi kalau PR yang ditonton itu yang sudah pernah ditonton perepisode berurutan sebelumnya (dengan kata lain era Mighty Morphin sampai SPD, kemudian lompat ke Jungle Fury dan lompat lagi ke Megaforce). Jadi ketika nonton ulang, sudah gak perlu begitu perhatiin jalan ceritanya sebab masih ingat, dan bisa fokus bagi perhatian ke yang ganteng sesuatu untuk ber-fangirling-ria.
Tapi bukan ke tokoh-tokoh (tiap season) favorit saja yang Blogger fangirlingkan tiap nonton ulang, melainkan juga OTP. Dari season Mighty Morphin sampai Ninja Storm, Blogger tidak begitu nge-ship karakter mana dengan yang mana, karena toh PR tidak begitu menggali setiap drama romansa yang mereka ciptakan sendiri, PR lebih fokus dengan monster datang lalu dikalahin Ranger. Jadi tiap ada alur romansa (konfirmasi canon atau malah hanya sekilas), Blogger biasa aja.
Khusus di Ninja Storm, Blogger punya OTP. Entahlah, mungkin karena Tori adalah satu-satunya tokoh Ranger perempuan dalam tim, dan sejauh ini memang hanya Tori (sampai PRNS) yang merupakan Ranger perempuan tunggal dalam tim. Di musim berikutnya yakni Dino Thunder memang ada Hayley, tapi dia bukan Ranger, jadi Blogger pun Kira-centric juga. Balik ke Ninja Storm, karena Tori satu-satunya perempuan, sangat mudah untuk Blogger ngeship dia dengan lebih dari satu karakter cowok.
Dalam canon, walau tidak dipertegas, terlihat bahwa Tori dipasangkan dengan Blake. Selain itu, walau tidak selalu, tapi fans di-tease Kreator soal Tori x Cam (dan Blogger bukan merujuk pada saat Cam dan Blake kena panah Cupid). Kedua shipping ini manis dan imut, dan Blogger suka aja. Tapi, OTP Blogger bukan mereka, yakni Hunter x Tori.
Tunggu, apa?
Blogger ulang, OTP Blogger di Power Rangers Ninja Storm adalah Hunter x Tori.
Itu nonmainstream banget ya, karena bahkan Hunter x Dustin serta Hunter x Cam masih lebih terkenal di dunia perfanfiksian. Tapi mungkin ini lebih karena Blake x Tori itu yang paling canon. Jadi dalam bayangan Blogger, saking sayangnya Hunter pada adiknya, dia seperti mundur sebelum bertarung. Dia langsung ngeh bahwa Blake tertarik pada Tori, jadi Hunter merelakan agar Tori buat adiknya.
Cam x Tori juga kandidat besar untuk jadi OTP Blogger di season ini. Walaupun Blake x Tori memang manis, tapi Blogger membayangkan bahwa Cam menahan rasa cemburunya. Karena, gini. Dibanding Blake (dan Hunter), Tori jelas lebih dulu kenal Cam. Anggaplah Shane dan Dustin dengan Tori itu murni berteman biasa, maka Cam akan merasa sebal saat Tori dengan mudahnya suka Blake yang baru dikenalnya sedangkan Cam masih kalah perhatian.
Di counterpartnya, yakni Hurricaneger, ternyata Blogger merasakan hal yang sama terkait Ikkou x Nanami. Tidak ada kembaran yang pas untuk Cam di sana sih, karena Oboro perempuan (dan Blogger kurang bisa ngeship cewek x cewek), jadi pilihan Blogger hanya Nanami x Isshuu (yang lebih mendekati canon) dan Nanami x Ikkou.
Blogger nonton Ninja Storm beberapa kali sebelum nonton Hurricaneger, dan ternyata memang bukan ngeship Hunter x Tori saja, melainkan counterpart mereka bernasib sama di mata Blogger. Tidak ada adegan yang membuat Blogger ngeship mereka saat mereka pakai kostum Ranger. Justru, saat mereka lepas helm-lah yang membuat Blogger seneng lihat mereka bareng.
Seperti, di Hurricaneger, puncak Blogger ngeship Nanami dengan Ikkou itu ketika mereka harus jawab teka-teki dengan benar.
Kalau di Ninja Storm, interaksi Hunter dengan Tori memang gak begitu ditonjolin. Tapi dalam pemikiran Blogger itu gini: wajar jika Blake dan Tori dibuat akrab karena ceritanya mereka saling suka.walau baru kenal. Lantas, sikap baik Hunter ke Tori itu bagaimana? Apa karena adiknya suka Tori lantas Hunter baik-baikin Tori? Err, bisa jadi sih, tapi Blogger tidak bisa baik-baikin orang yang jadi incaran Koko Blogger, Blogger akan memberi sikap yang sama seperti yang lain.
Tapi bukan ke tokoh-tokoh (tiap season) favorit saja yang Blogger fangirlingkan tiap nonton ulang, melainkan juga OTP. Dari season Mighty Morphin sampai Ninja Storm, Blogger tidak begitu nge-ship karakter mana dengan yang mana, karena toh PR tidak begitu menggali setiap drama romansa yang mereka ciptakan sendiri, PR lebih fokus dengan monster datang lalu dikalahin Ranger. Jadi tiap ada alur romansa (konfirmasi canon atau malah hanya sekilas), Blogger biasa aja.
Khusus di Ninja Storm, Blogger punya OTP. Entahlah, mungkin karena Tori adalah satu-satunya tokoh Ranger perempuan dalam tim, dan sejauh ini memang hanya Tori (sampai PRNS) yang merupakan Ranger perempuan tunggal dalam tim. Di musim berikutnya yakni Dino Thunder memang ada Hayley, tapi dia bukan Ranger, jadi Blogger pun Kira-centric juga. Balik ke Ninja Storm, karena Tori satu-satunya perempuan, sangat mudah untuk Blogger ngeship dia dengan lebih dari satu karakter cowok.
Dalam canon, walau tidak dipertegas, terlihat bahwa Tori dipasangkan dengan Blake. Selain itu, walau tidak selalu, tapi fans di-tease Kreator soal Tori x Cam (dan Blogger bukan merujuk pada saat Cam dan Blake kena panah Cupid). Kedua shipping ini manis dan imut, dan Blogger suka aja. Tapi, OTP Blogger bukan mereka, yakni Hunter x Tori.
Tunggu, apa?
Blogger ulang, OTP Blogger di Power Rangers Ninja Storm adalah Hunter x Tori.
Itu nonmainstream banget ya, karena bahkan Hunter x Dustin serta Hunter x Cam masih lebih terkenal di dunia perfanfiksian. Tapi mungkin ini lebih karena Blake x Tori itu yang paling canon. Jadi dalam bayangan Blogger, saking sayangnya Hunter pada adiknya, dia seperti mundur sebelum bertarung. Dia langsung ngeh bahwa Blake tertarik pada Tori, jadi Hunter merelakan agar Tori buat adiknya.
Cam x Tori juga kandidat besar untuk jadi OTP Blogger di season ini. Walaupun Blake x Tori memang manis, tapi Blogger membayangkan bahwa Cam menahan rasa cemburunya. Karena, gini. Dibanding Blake (dan Hunter), Tori jelas lebih dulu kenal Cam. Anggaplah Shane dan Dustin dengan Tori itu murni berteman biasa, maka Cam akan merasa sebal saat Tori dengan mudahnya suka Blake yang baru dikenalnya sedangkan Cam masih kalah perhatian.
Di counterpartnya, yakni Hurricaneger, ternyata Blogger merasakan hal yang sama terkait Ikkou x Nanami. Tidak ada kembaran yang pas untuk Cam di sana sih, karena Oboro perempuan (dan Blogger kurang bisa ngeship cewek x cewek), jadi pilihan Blogger hanya Nanami x Isshuu (yang lebih mendekati canon) dan Nanami x Ikkou.
Blogger nonton Ninja Storm beberapa kali sebelum nonton Hurricaneger, dan ternyata memang bukan ngeship Hunter x Tori saja, melainkan counterpart mereka bernasib sama di mata Blogger. Tidak ada adegan yang membuat Blogger ngeship mereka saat mereka pakai kostum Ranger. Justru, saat mereka lepas helm-lah yang membuat Blogger seneng lihat mereka bareng.
Seperti, di Hurricaneger, puncak Blogger ngeship Nanami dengan Ikkou itu ketika mereka harus jawab teka-teki dengan benar.
Kalau di Ninja Storm, interaksi Hunter dengan Tori memang gak begitu ditonjolin. Tapi dalam pemikiran Blogger itu gini: wajar jika Blake dan Tori dibuat akrab karena ceritanya mereka saling suka.walau baru kenal. Lantas, sikap baik Hunter ke Tori itu bagaimana? Apa karena adiknya suka Tori lantas Hunter baik-baikin Tori? Err, bisa jadi sih, tapi Blogger tidak bisa baik-baikin orang yang jadi incaran Koko Blogger, Blogger akan memberi sikap yang sama seperti yang lain.
Senin, 02 Desember 2019
Boruto episode 134
Ehem. Walau Arc ini, terutama di era Naruto-umur-12-tahun cukup panjang, setidaknya episode ini cukup memberikan progress yang berarti. Walau pun, yah, di bagian terakhir dikasih lihat bahwa Urashiki masih hidup---kebiasaan film tuh gitu, kalau ada orang yang dikira udah mati tapi masih disorot terus berarti kemungkinan besar akan ada tanda bahwa sebenernya dia masih hidup.
Blogger benar-benar menantikan kalau-kalau akan ada adegan Sasuke dan Boruto ngaku bahwa mereka dari masa depan, setidaknya pada Jiraiya. Relasi Sasuke Dewasa dengan Sakura yang masih umur 12 tahun juga Blogger ingin lihat lebih, dan untungnya di episode depan Sasuke siuman.
Walau menurut preview episode depan itu judulnya tentang pertarungan terakhir dengan Urashiki, entah kenapa Blogger pikir Arc ini gak selesai di episode depan, setidaknya episode minggu depannya lagi.
Minggu, 01 Desember 2019
Detective Conan episode 961
Conan itu bagaikan malaikat maut. Sekelompok orang mana pun yang dia perhatikan ketika dia datang ke suatu tempat, pasti kena kasus. Hahahah, eh tapi seenggaknya di fandom ini benar adanya.
Kasus kali ini sebenarnya gak berat. Ringan, tapi karena tersangkanya sejenis semua, jadinya terasa membingungkan---untung gak pakai 2 part. Entah kenyataannya orang seperti ketiga tersangka itu benar ada atau enggak, tapi mereka bertiga memperlihatkan betapa orang bisa secuek dan seegois itu. Singkat cerita, dalam rangkaian kasus, Istri Korban sebagai orang pertama yang menemukan mayat bisa-bisanya sok melemparkan beban pada Koki, lalu Koki melemparkannya pada Penata Rias, lalu Penata Rias lempar balik ke Istri Korban. Kacau, jadi mereka bukannya melaporkan pada yang berwajib, malah memfitnah orang lain, belum lagi itu berarti mengacaukan TKP.
Awalnya, sebelum tahu mereka oper-operan mayat, Blogger langsung mikir pelakunya Istri Korban, gara-gara dia ngomong bahwa dia gak melakukan itu. Logikanya dari dialog tersebut, Istri Korban memang melakukan sesuatu pada suaminya, tapi dia tidak melakukan sesuatu yang tampak pada kondisi korban saat ditemukan oleh Conan-Ran-Sonoko. Tapi semua runyam ketika ternyata ketiga tersangka seperti itu.
Sedihnya, sampai ketahuan siapa pelakunya pun, 2 tersangka lain sama sekali tidak menunjukkan rasa sedih karena kehilangan seseorang. Gak ada penjelasan tentang sebenernya baik atau buruknya hubungan Korban dengan 2 tersangka lain, hanya tentang masa lalu Korban dengan Pelaku. Jadi Blogger bingung kenapa 2 tersangka itu masih bisa-bisanya santai.
Episode ini filler, udah jelas ya. Dan melihat adegan Ran menikmati langit berbintang lalu Conan senyum, Blogger jadi kepikiran. Gini, walau filler, alur waktunya berarti ini setelah Ran dan Shinichi resmi pacaran, kan (nah loh Blogger lupa, bagian Ran konfirmasi mereka pacaran itu udah dibuat animenya kan? Kebanyakan filler sih)? Kalau gak salah inget, kayaknya Kreator gak pernah buat filler yang menyangkut materi canon sebangsa BO. Kira-kira, Kreator berani bikin filler yang nyinggung pada fakta ShinRan sudah canon belum ya?
Kasus kali ini sebenarnya gak berat. Ringan, tapi karena tersangkanya sejenis semua, jadinya terasa membingungkan---untung gak pakai 2 part. Entah kenyataannya orang seperti ketiga tersangka itu benar ada atau enggak, tapi mereka bertiga memperlihatkan betapa orang bisa secuek dan seegois itu. Singkat cerita, dalam rangkaian kasus, Istri Korban sebagai orang pertama yang menemukan mayat bisa-bisanya sok melemparkan beban pada Koki, lalu Koki melemparkannya pada Penata Rias, lalu Penata Rias lempar balik ke Istri Korban. Kacau, jadi mereka bukannya melaporkan pada yang berwajib, malah memfitnah orang lain, belum lagi itu berarti mengacaukan TKP.
Awalnya, sebelum tahu mereka oper-operan mayat, Blogger langsung mikir pelakunya Istri Korban, gara-gara dia ngomong bahwa dia gak melakukan itu. Logikanya dari dialog tersebut, Istri Korban memang melakukan sesuatu pada suaminya, tapi dia tidak melakukan sesuatu yang tampak pada kondisi korban saat ditemukan oleh Conan-Ran-Sonoko. Tapi semua runyam ketika ternyata ketiga tersangka seperti itu.
Sedihnya, sampai ketahuan siapa pelakunya pun, 2 tersangka lain sama sekali tidak menunjukkan rasa sedih karena kehilangan seseorang. Gak ada penjelasan tentang sebenernya baik atau buruknya hubungan Korban dengan 2 tersangka lain, hanya tentang masa lalu Korban dengan Pelaku. Jadi Blogger bingung kenapa 2 tersangka itu masih bisa-bisanya santai.
Episode ini filler, udah jelas ya. Dan melihat adegan Ran menikmati langit berbintang lalu Conan senyum, Blogger jadi kepikiran. Gini, walau filler, alur waktunya berarti ini setelah Ran dan Shinichi resmi pacaran, kan (nah loh Blogger lupa, bagian Ran konfirmasi mereka pacaran itu udah dibuat animenya kan? Kebanyakan filler sih)? Kalau gak salah inget, kayaknya Kreator gak pernah buat filler yang menyangkut materi canon sebangsa BO. Kira-kira, Kreator berani bikin filler yang nyinggung pada fakta ShinRan sudah canon belum ya?
Langganan:
Postingan (Atom)